Anda di halaman 1dari 4

Rang order clustering

Metode rank order clustering (ROC) merupakan metode pengelompokan fasilitas/mesin


yang didasarkan pada sortasi baris dan kolom dari matriks insiden komponen mesin.
Model rank order clustering (ROC) adalah metode yang dikembangkan oleh Jhon R.
King. Konsep yang dipakai pada pendekatan ini adalah untuk membentuk blok diagonal
dengan mengalokasikan ulang kolom dan baris matriks komponen mesin secara berulang-
ulang yang dinyatakan dengan nilai binary.

Adapun keunggulan dari metode ROC adalah pengelompokan komponen mesin yang
lebih mudah, efektif dan efisien jika dibandingkan dengan metode analisis cluster lainnya.
ROC mudah dalam mendesain kelompok komponen (part family) dan kelompok mesin
(machine cell) serta dapat lebih mudah melihat mesin yang bottleneck.. Adapun langkah-
langkah pengerjaan dengan menggunakan rank order clustering (based sorted algorithm)
untuk mendapatkan pengelompokan omponen adalah sebagai berikut:

1. Untuk masing-masing baris dari matriks insiden mesin-komponen diberikan bobot


biner dan dihitung ekuivalen decimal (bobot). Misalnya, nilai keterkaitan komponen-
mesin untuk baris 1 adalah 0 1 1 0 0 0, maka nilai ekuivalen desimalnya adalah:
0 x 25 + 1 x 24 + 1 x 23 + 0 x 22 + 0 x 21 + 0 x 20 = 24
2. Diurutkan nilai ekuivalen baris dari urutan terbesar hingga terkecil (decreasing
order).
3. Matriks ditransformasikan dengan mengganti baris dan kolom.
4. Diurutkan nilai ekuivalen kolom dari urutan terbesar hingga terkecil (decreasing
order).
5. Perhatikan apakah ranking atau urutan nilai ekuivalen baris dan kolom berbeda. Jika
ya, lanjutkan ke langkah 6. Jika tidak, perhitungan berhenti.
6. Ulangi langkah 1 sampai dengan 4 sampai urutan atau ranking masing-masing
elemen dalam baris dan kolom tidak berbeda.

Contoh:
Misalkan urutan proses produk adalah sebagai berikut:

Maka didapatkan matriks komponen sebagai berikut:

Langkah 1:
Hitung nilai desimal ekuivalen baris berdasarkan sistem biner seperti yang ditunjukkan
pada table berikut

Hasil perhitungan dari table diatas adalah sebagai berikut:

Baris I (Mesin A) = 0 x 24 + 1 x 23 + 0 x 22 + 1 x 21 + 1 x 20 = 11
Baris II (Mesin B) = 1 x 24 + 0 x 23 + 1 x 22 + 0 x 21 + 0 x 20 = 20
Baris III (Mesin C) = 0 x 24 + 1 x 23 + 0 x 22 + 1 x 21 + 0 x 20 = 10
Baris IV (Mesin D) = 1 x 24 + 0 x 23 + 1 x 22 + 0 x 21 + 0 x 20 = 20

Langkah 2:
Urutkan nilai di atas mulai dari yang terbesar hingga terkecil

Langkah 3:
Hitung nilai desimal ekuivalen kolom berdasarkan sistem biner seperti yang ditunjukkan
pada table berikut

Langkah 4:
Urutkan nilai di atas mulai dari yang terbesar hingga terkecil

Karena urutan dari baris dan kolom sudah sesuai dari yang terbesar hingga terkecil, maka
perhitungan dihentikan dan akan terbentuk beberapa kelompok. Dari tabel dibawah ini
didapatkan bahwa terdapat dua kelompok yaitu:
Kelompok 1 : MC-1 (sel mesin-1) : Mesin B, Mesin D.
PF-1 (part family-1) : 1, 3
Kelompok 2 : MC-2 (sel mesin-2) : Mesin C dan Mesin A
PF-2 (part family-2) : 2, 4 dan 5