Anda di halaman 1dari 2

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari beberapa analisa tentang jurnal-jurnal tentang peran pembimbing
pembelajaran klinik didapatkan hasil yang sama dari peneliti Arif Setyo Upoyo,
menyatakan bahwa peran dalam bimbingan klinik dan pembimbing akademik tidak
mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam meningkatkan dorongan belajar, namun
peningkatan dorongan belajar berasal dari dalam diri mahasiswa atau faktor intrinsik.
berupa kesenangan dalam belajar, keinginan untuk mendapat nilai yang baik, dorongan
untuk menjadi seorang tenaga kesehatan yang professional, serta keinginan untuk cepat
bekerja dan faktor ekstrinsik seperti dorongan orang tua, pembimbing, teman, dan
lingkungan belajar. Makin tinggi motivasi belajar yang dimiliki mahasiswa, makin besar
pula usaha yang dilakukan mahasiswa untuk mencapai hasil belajar yang tinggi.
Sedangkan menurut Wazni Adila, ada kekurangan pembimbing klinik dalam
memonitoring dan mengawasi, menilai dan memfasilitasi proses belajar mahasiswa,
sehingga pembimbing belum mampu menciptakan belajar kondusif yang diperlukan
mahasiswa. Karena pembimbing belum menyadari dampak dari bimbingan yang selama
ini di berikan ke mahasiswa akan sangat berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa,
kemampuan mahasiswa, mutu lulusan dan keberlangsungan profesi mereka.
Fitri purwani mengungkapkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap pembimbingan
klinik yang benar akan meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Sedangkan menurut
Agustini dan Ni Made, Hubungan Peran Pembimbing Klinik dengan Kepuasan,
Mahasiswa Dalam Praktek Lapangan Klinik Keperawatan di IRNA C RSUP Sanglah
Denpasar Tahun 2015.
Penelitian ini merupakan non-eksperimen, dengan rancangan korelasional dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Ruang Angsoka (I,II, dan III) dan
ruang Kamboja dari tanggal 15-31 Januari 2015 dengan teknik non probability jenis
purposive sampling, didapatkan sampel sebanyak 48 responden. Data dikumpulkan
dengan penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Hasil penelitian dari peran
pembimbing klinik keperawatan sebagian besar pembimbing klinik berada dalam
kategori cukup baik yaitu sejumlah 19 responden (39,6%) dan kepuasan mahasiswa
dalam praktek lapangan klinik keperawatan sebagian besar menyatakan cukup puas yaitu
sejumlah 19 responden (39,6%). Hasil analisa data dengan menggunakan uji Rank
spearmen diperoleh nilai p = 0.000, artinya ada hubungan peran pembimbing klinik
dengan kepuasan mahasiswa dalam praktek klinik lapangan keperawatan. Dilihat dari
nilai Correlation Coefficient sebesar 0.674, yang artinya memiliki hubungan yang kuat
dan arah korelasi hubungan positif. Berdasarkan hasil temuan diatas disarankan kepada
pembimbing klinik agar menciptakan suasana praktek keperawatan yang nyaman
sehingga tercipta hubungan yang baik antara pembimbing klinik dan mahasiswa didik.
Agus Srihartati Et all, hubungan antara motivasi mahasiswa dan peran pembimbing
klinik dengan prestasi praktik klinik keperawatan pada mahasiswa tahun 2013. Teknik
mengambilan sampelyang digunakan adalah Total Sampling. Populasi dan sampel dalam
penelitian ini adalah mahasiswa D III Keperawatan yang praktik klinik keperawatan di
RSUD pada bulan April-Mei tahun 2013 sejumlah 30 mahasiswa. Instrumen Penelitian
yang peneliti gunakan adalah kuesioner dan jenis pertanyaan ini menggunakan jawaban
skala Linkert. Skala ukur yang digunakan berbentuk skala ordinal dengan ordinal dan
peneliti menggunakan uji Spearman Rank untuk menghitung hasil penelitian ini dengan
hasil menunjukkan sebagian besar (70%) responden mempunyai motivasi baik dan
sebagian (30%) responden mempunyai motivasi cukup dan responden yang motivasinya
kurang tidak ada. Peran pembimbing klinik dalam membimbing mahasiswa yang
melakukan praktik klinik keperawatan sebagian (37%) baik, sebagian besar (63%) cukup
dan yang kurang tidak ada. Prestasi praktik klinik sebagian (23,3%) sangat berprestasi,
sebagian besar (60%) berprestasi dan sebagaian kecil (16,7%) tidak berprestasi.
Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pemberian motivasi eksternal
dari pembimbing klinik dengan pencapaian target kompetensi praktik klinik keperawatan
anak dengan p value 0,045 (0,05). Peneliti menyarankan pembimbing klinik lebih
meningkatkan skill dan kompetensi dalam melakukan bimbingan klinik dan dapat
memberikan motivasi pada mahasiswa untuk membantu dalam pencapaian target
kompetensi.