Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Hutan adalah seperti paru-paru dunia yang membuat kita bisa menghirup oxygen
dengan nyaman. Saat ini luas hutan di berbagai daerah dan pulau di wilayah
Indonesia telah semakin berkurang. Banyak hutan yang dibakar dan dijadikan
tempat tinggal atau lahan perkebunan. Untuk itu, selain mempertahankan luas hutan
yang tersisa, juga perlu dilakukan upaya lain yang saah satunya adalah dengan
membuat hutan kota.
Hutan kota merupakan salah satu komponen ruang terbuka hijau.
Keberadaan hutan kota sangat berfungsi sebagaisistem hidroorologi, menciptakan
iklim mikro, menjaga keseimbangan oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2),
mengurangi polutan, dan meredam kebisingan. Selain itu, berfungsi juga untuk
menambah nilai estetika dan keasrian kota sehingga berdampak positif terhadap
kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat. Dalam Peraturan Pemerintah No. 63
Tahun 2002 tentang Hutan Kota, disebutkan fungsi dari hutan kota, yaitu :
Memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika; Meresapkan air;
Menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota; dan Mendukung
pelestarian keanekaragaman hayati dan Hutan kota adalah kawasan yang ditutupi
pepohonan yang dibiarkan tumbuh secara alami menyerupai hutan, tidak tertata
seperti taman, dan lokasinya berada di dalam atau sekitar perkotaan. Hutan kota
bermanfaat untuk mengurangi degradasi lingkungan kota yang diakibatkan oleh
ekses negatif pembangunan. Selain mempunyai fungsi perbaikan lingkungan hidup,
hutan kota juga memiliki fungsi estetika
Pembangunan fisik di perkotaan sejatinya ditujukan untuk memberikan
kemudahan bagi manusia dalam menjalani hidup. Namun dengan semakin
banyaknya bangunan, keberadaan ruang terbuka hijau menjadi terbatas. Sehingga
berpengaruh pada ketidak seimbangan ekosistem, seperti rusaknya fungsi resapan
air, banjir, kekeringan dan polusi. Pada kondisi seperti ini, hutan kota sangat
diperlukan untuk memperbaiki kualitas lingkungan kota.
Untuk itu, dalam tugas kuliah ini, kami mengambil judul tentang idientifikasi hutan
kota yang berada di kota bogor,
1.2. Batasan Masalah
Penulisan makalah lebih kepada mengetahui bagaimana presepsi
masyarakat terhadap keberadaan Hutan Kota Ahmad Yani dengan mengetahui
potensi dan permasalahan yang berada di Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor.

1.3. Manfaat dan Tujuan


Adapun manfaat dari penulisan ini adalah untuk mengetahui seberapa
manfaatnya Hutan Ahmad Yani bagi keberlangsungan Kota Bogor.
Sedangkan tujuan dari makalah ini yaitu:
a. Mengetahui kondisi eksisting Hutan Kota Ahmad Yani Bogor
b. Identifikasi Potensi dan Permasalahan Hutan Kota Ahmad Yani

.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Gambar Umum Wilayah studi


2.1.1 Letak Geografis Wilayah Studi

Secara geografis Kota Bogor terletak di antara 106 48 BT dan 6 26


LS, kedudukan geografis Kota Bogor di tengah-tengah wilayah Kabupaten
Bogor serta lokasinya sangat dekat dengan Ibukota Negara, merupakan
potensi yang strategis bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi dan
jasa, pusat kegiatan nasional untuk industri, perdagangan, transportasi,
komunikasi, dan pariwisata. Luas Wilayah Kota bogor sebesar 11.850 Ha
terdiri dari 6 kecamatan dan 68 kelurahan. Kemudian Secara Administratif
kota Bogor terdiri dari 6 wilayah kecamatan, 31 kelurahan dan 37 desa (lima
diantaranya termasuk desa tertinggal yaitu desa Pamoyanan, Genteng,
Balungbangjaya, Mekarwangi dan Sindangrasa), 210 dusun, 623 RW, 2.712
RT dan dikelilingi oleh Wilayah Kabupaten Bogor yaitu sebagai berikut :

Sebelah Utara berbatasan dengan Kec. Kemang, Bojong Gede, dan


Kec. Sukaraja Kabupaten Bogor.

Sebelah Timur berbatasan dengan Kec. Sukaraja dan Kec. Ciawi,


Kabupaten Bogor.

Sebelah Barat berbatasan dengan Kec. Darmaga dan Kec. Ciomas,


Kabupaten Bogor.

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kec. Cijeruk dan Kec. Caringin,


Kabupaten Bogor.

Untuk lebih jelasnya mengenai wilayah Kota Bogor, dapat dilihat pada
gambar 2-1.

Dalam penulisan makalah ini lebih di fokuskan wilayah studi di


Kecamatan Tanah Sareal khusunya di Kelurahan Tanah sareal. Terdapat
salah satu Sumber Daya Alam yang kemudian dikelola dan menjadi
prasarana yang dikelola langsung oleh Pemerintah. Dimana wilayah studi ini
adalah salahsatu Hutan Kota dan disebut juga sebagai Taman Burung,
Gambar 2-1. Peta Administrasi Kecamatan Tanah Sareal
Karena memilik fungsi bukan hanya sebagai tempat bersantai, melainkan
sebagai persingahan habitat seperti burung yang sudah kekurangan ruang
sebagai hewan yang akan punah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
gambar 2-2.

2.1.2 Kondisi Eksisting Hutan Kota Ahmad Yani

Sejak dahulu kota ini terkenal sebagai sebuah kota peristirahatan.


Bahkan dalam hymne Kota Bogor terdapat syair yang menggambarkan kota
talas ini sebagai kota yang indah serta sejuk nyaman. Keluhan tersebut
mencerminkan hilangnya sesuatu yang dahulu menjadi ciri khas. Warga
Bogor banyak yang tidak menyadari bahwa peningkatan suhu di kotanya
berkaitan dengan pesatnya pembangunan di kotanya.
Berbagai gedung, sarana dan prasarana untuk berbagai kegiatan
tumbuh di setiap sisi kota. Lahan-lahan yang dulunya hijau dengan
pepohonan berubah menjadi kompleks perumahan , tempat usaha dan
gedung perkantoran.Pembangunan berbagai bangunan tersebut ternyata
menimbulkan korban. Korban tersebut berupa ratusan batang pohon yang
dulu mendiami banyak lahan di Bogor.
Padahal pepohonan tersebutlah yang menyebabkan timbulnya
kesejukan di kota hujan. Ratusan pohon tersebut menghalangi pancaran sinar
matahari agar tidak langsung menyengat kulit manusia. Selain itu bila sebuah
pohon dewasa bisa menghasilkan oksigen cukup untuk 2 orang dewasa
selama setahun. Dengan hilangnya ratusan pohon dewasa akibat berbagai
hal tersebut sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim di Bogor.
Bersamaan dengan itu Bogor secara perlahan sejak beberapa tahun terakhir
semakin kehilangan unsur keindahan, kesejukan dan kenyamanan. Syair
dalam hymne kota Bogor menjadi terdengar ironis an Umum Wilayah Studi.

A. Pohon dan Tanaman

Secara umum Hutan Kota ini sebagai kooridor Hijau yang dimiliki oleh
Kota Bogor dengan sebutannya sebagai Kota Sejuta Taman. Adapun
jenis Pohon yang ada itu seperti Jenis Pohon Kayu keras, Pohon Buah-
buahan, Tanaman sayur, dan Tanaman Bunga. Adapun beberapa jenis
Gambar 2-2 Peta Wilayah Studi
pohon seperti kenari, ketapang, dan kelapa. Untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada gambar 2-3.

Gambar 2-3. Kondisi Pohon dan Tanaman

B. Fasilitas jalur Hijau dan Trotoar


Keberadaanya dilengkapi dengan sarana trotoar untuk melintasi
ditengah2 Hutan Kota tersebut yang bisa disebut sebagai jalur hujau.
Tidak sedikit masyarakat menikmati kesejukan disaat melintasi trotoar
tersebut dan di gunakan juga sebagai jalur olahraga. Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada Gambar 2-4.

Gambar 2-4. Kondisi Jalur Hijau dan Trotoar

C. Fasilitas Kebersihan
Kebersihan adalah salah satu indikator dalam daya tarik dari suatu objek
tujuan. Kondisi eksisting di Hutan Kota ini masih terdapanya samapah
plastik berserakan diluar tempat sampah yang sudah di sediakan. Untuk
melihat kebersihan suatu objek bukan saja kita mengharapkan pengelola
untuk tetapi diperlukan juga kesadaran dari pengunjung, yang mana untuk
senantiaa menjaga dalam segi kebersihan untuk terbiasa membuang
samapah pada tempat yang sudah disediakan. Untk lebih jelasnya
tentang sara kebersihan dapat dilihat pada gambar 2-5.

Gambar 2-5. Kondisi Kebersihan

D. Fasilitas Bermain
Di Hutan Kota Ahmad Yani tersedia titik-titik bermain anak, yang
kondisinya sudah rusak dan tidak terawat lagi. Hal ni diakibatkan karena
tidak adanya pengawasan langsung dari pengelola. Kerusakan yang
terjadi dapt diakibatkan karena kurang tertibnya masyarakat. Seperti
contoh penggunaan fasilitas ini yang peruntukanya bagi anak-anak kecil
terkadang digunakan juga oleh orang dewasa. Untuk lebih jelasnya
tentang kondisi fasilitas kebersihan dapat dilihat pada gambar 2-6
Gambar 2-6. Kondisi Fasilitas Bermain Anak

E. Fasilitas Penerangan
Salah satu yangpaling penting dalam sebuah Hutan Kota yaitu
penerangan, yang mana fungsi dari penerangan tersebut disisi lain untuk
memperindah lokasi dimalam hari. Selain itu fungsi dari penerangn adalah
agar Hutan Kota ini memiliki rasa aman buat pengunjung di malam hari,
serta untuk tidak mengurangi esensi dari adanya Lokasi ini. Untuk lebih
jelasnya tentang kondisi Penerangan dapat dilihat pada gambar 2-7.

Gambar 2-7. Kondisi Fasilitas Penerangan


2.2. Potensi dan Permasalahan Hutan Kota Ahmad Yani
2.2.1. Potensi Dari Hutan Kota Ahmad Yani di Kecamatan Tanah
Sareal Kota Bogor.
Pemanfaatan hutan kota berdasarkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Masyarakat sebagai pihak yang berhubungan
langsung dengan hutan kota dapat menikmati hasil hutan kota sebagai
mana yang telah diatur dalam peraturan pemerintah nomor 63 tahun
2003 pasal 27. Pemanfaatan hutan kota oleh masyarakat dapat
dilakukan sepanjang tidak mengganggu fungsi hutan kota. Hutan kota
dapat dimanfaatkan untuk keperluan:
a. pariwisata alam, rekreasi dan atau olah raga;
b. penelitian dan pengembangan;
c. pendidikan;
d. pelestarian plasma nutfah;
e. budidaya hasil hutan bukan kayu;
f. Hasil kayu;
Rekreasi dan atau olahraga merupakan aktifitas pemanfaatan
oleh masyarakat yang tidak menyebabkan berubahnya fungsi hutan
kota. Kegiatan rekreasi dan olahraga hanya memanfaatkan fungsi
estetika dan kenyamanan yang diberikan oleh hutan kota. Penelitian
dan pengembangan merupakan kegiatan yang dapat dilakukan oleh
para akademisi yang tertarik mengenai hutan kota. Hutan kota juga
dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan oleh masyarakat
terutama pendidikan lingkungan terhadap anak-anak usia sekolah,
agar menjadi sadar dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

2.2.2. Permasalahan dari Hutan Kota Ahmad Yani di Kecamatan


Tanah Sareal Kota Bogor.
Dalam upaya pengembangan hutan kota, diperlukan banyak
dukungan dari berbagai pihak. Dukungan tersebut tidak hanya dari
pemerintah kota saja, melainkan juga dukungan dari masyarakat.
Dukungan masyarakat sangat diperlukan karena manfaat yang akan
dirasakan juga untuk kepentingan masyarakat sendiri. Aktivitas
masyarakat yang selalu berhubungan dengan lingkungan perkotaan
seharusnya menjadikan peka terhadap perubahan yang terjadi
dilingkungan mereka. Jika masyarakat peka terhadap lingkungan
sekitar maka dengan sadar akan peduli terhadap perbaikan keadaan
lingkungannya. Dukungan masyarakat terhadap pengembangan hutan
kota sebagai solusi pemecahan masalah lingkungan digambarkan
dengan keterlibatannya. Keterlibatan masyarakat tersebut berupa
peran sertanya dalam pengembangan hutan kota.
Dalam peraturan pemerintah nomor 63 tahun 2002,
menyebutkan peran serta masyarakat terhadap pengembangan hutan
kota. Pasal 33 ayat 1 yang berbunyi Pemerintah, Pemerintah Provinsi,
dan Pemerintah Kabupaten/ Kota mendorong peran serta masyarakat
dalam penyelenggaraan hutan kota. Dan pada ayat ke 2 berbunyi
Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dilakukan sejak penunjukan, pembangunan, penetapan, pengelolaan,
pembinaan dan pengawasan. Yang menjadi permasalahan adalah apa
bentuk dorongan yang dilakukan oleh pemerintah kota dan apakah
sudah dilakukan. Selain itu hal apa yang dilakukan untuk meningkatkan
peran serta masyarakat. Dan apa bentuk peran serta masyarakat
dalam pengembangan hutan kota.
Adapun sarana dan prasarana yang harus diperbaiki atau lebih
diperhatikan sebagai berikut :
a) Fasilitas taman bermain yang kurang layak.
b) Fasilitas pejalan kaki yang mulai rusak.
c) Tempat sampah yang kurang di manfaatkan.
d) Sampah dari daun dan ranting yang berserakan.

2.2.3. Manfaat Hutan Kota Ahmad Yani


a) Menghasilkan oksigen, bila sebuah pohon menghasilkan
oksigen untuk satu orang, berapa orang yang kebutuhan
oksigennya bisa terpenuhi oleh hutan kota ini.
b) Menyerap berbagai partikel berbahaya akibat pembuangan
kendaraan bermotor. Ribuan kendaraan bermotor setiap
harinya berlalu lalang di Bogor. Tingkat polusi dan keasaman
udara pun meningkat pesan. Hutan Kota Ahmad Yani
diharapkan dapat mengurangi efek tersebut.
c) Menyerap dan menyimpan air tanah. Bogor dikenal sebagai
pengirim banjir ke Jakarta. Salah satu sebabnya adalah semakin
sedikitnya tempat yang dapat menampung dan menyimpan air
hujan. Air hujan tidak lagi diserap tanah tetapi langsung dialirkan
ke dataran yang lebih rendah, dalam hal ini Jakarta.
d) Menyerap karbon monoksida. Pohon memanfaatkan karbon
dioksida sebagai salah satu unsur untuk mengolah makanan.
Semakin banyak pohon maka semakin banyak karbondiosida di
udara. Sebagai outputnya oksigen dikeluarkan. Sesuatu yang
membuat udara sejuk
e) Menahan sengatan sinar matahari. Keluhan semakin panas
juga terkait dengan kenyataan bahwa sinar matahari di Bogor
sekarang langsung mengenai kulit manusia. Hutan kota
diharapkan dapat mengurangi hal tersebut. Semakin tebal
pepohonan semakin sulit sinar matahari menembus.
f) Menjadi tempat satwa. Hilangnya suara burung berkicau di
Bogor adalah konsekuensi hilangnya tempat dimana mereka
bisa bersarang. Rubuhnya sebuah pohon akan berakibat
hilangnya pula habitat burung yang menjadikannya sebagai
sarang. Hutan kota diharapkan dapat mengembalikan habitat
satwa terutama burung ke Bogor.
g) Menjadi tempat hiburan. Warga Bogor yang lelah setelah
beraktifitas akan memiliki sebuah tempat untuk melepaskan
lelah dan bersantai disini.

2.3. Presepsi Masyarakat Terhadap Kondisi Hutan Kota


Dalam hal ini untuk mengetahui presepsi masyarakat terhadap Hutan Kota
Bogor dilakukan survei primer dengan menggunakan metoda penyebaran
quisioner. Pengambilan sampel menggunakan Metode Random Sampling yaitu
metode secara acak, setiap individu mempunyai kesempatan yg sama untuk
dipilih menjadi sampel. Untuk mengetahui besar sampel yang akan di ambil untuk
masyarakat yaitu dilakukan melalui pengurangan Jumlah total sampel yang akan
diambil dengan jumlah sampel untuk. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah
sampel yang akan diambil yaitu melalui perhitungan:

n=
1 + ()
Diketahui: n = Jumlah sampel yang akan diambil
N = Jumlah populasi penduduk Kota Bogor yaitu
1.030.720 jiwa
E = iPersen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengembilan sampel
yang masih dapat ditolerir atau diinginkan, yaitu 12% atau 0,12.
Maka:

n=
1 + ()

1.030.720
n=
1 + 1.030.720 (0,12)

1.030.720
n=
1 + 1.030.720 (0,014)

1.030.720
n=
17.419
n = 59,17154
Dari hasil perhitungan tersebut maka dapat diketahui bahwa sampel yng akan
diambil dari masyarakat yaitu berjumlah 59,17154 dan dibulatkan sekitar 60
sampel yang akan disebar.
Dari hasil pengambilan survei keberadaan Hutan Kota Ahmad Yani ini memilii
peranan penting bagi masyarakat, khususnya bagi para pegawai pemerintah
maupun swasta di sepanjang Jl. Ahmad Yani. Dari sample yang didapat bahwa
kebanyakan laki-laki yang berkunjung dengan prosentase 57 %, dan
beralamatkan kebanyakan berasal dari Kecamatan Tanah Sareal itu sendiri
dan rata memiliki propesi sebagai PNS.
Untuk kondisi sarana dan Prasarana itu sendiri kondisinya Cukup Baik,
karena sebagian masayrakat masih beranggapan kondisi fasilitas masih belum
dapat melayani secara kuantitas dan memberikan kenyamanan dalam segi
kualitas. Beberapa masyarakat mengharapkan adanya perbaikan fasilitas
seperti Tempat Sampah, tempat duduk, dan sarana bermain anak.
Keberadaan fasilitas sangatlah penting dalam Hutan Kota, yang
nantinya akan menarik kunjungan masayarakat. Beberapa harapan dari
responden yaitu perlunya ada Fasilitas Toilet, Balai Pertemuan, Trek Buat
Therapi, dan sarama Olahraga lainya. sehinga dapat menambah kenyamanan
dan dan daya tarik bagi pengunjung.
Suatu sarana prasarana yang ada harusnya secara kualitas terawat
dengan baik, seperti sarana bermain yang ada sudah rusak, tempat samapah
yang kusam dan tidak berfungsi semesti mana fungsinya. Disini diperlukan
peranan dari pengelola Hutan Kota itu sendiri. Secara eksisting pengelola
sudah bertugas dengan baik prosentasenya sekitar 44 %. Secara fungsi Hutan
Kota juga sudah dilengkapi dengan Trotoar bagi pejalan kaki yang sudah
cukup keberadaannya menurut Masyarakat. Untuk lebih jelasnya tentang
presepai masyarakat terhadap keberadaan Hutan Kota Ahmad Yani, dapat
dilihat pada Tabel 2-1.

Tabel 2-1
Presepsi Masyarakat terhadap Keberadaan Hutan Kota Ahmad Yani

Presentase
No Pertanyaan Jawaban Jumlah
(%)
Laki-laki 34 56,66666667
1 Jenis Kelamin Perempuan 26 43,33333333
Jumlah 60 100
Bogor Barat 5 8,333333333
Bogor Tengah 5 8,333333333
Bogor Timur 3 5
2 Alamat Bogor Selatan 6 10
Bogor Utara 7 11,66666667
Tanah Sareal 34 56,66666667
Jumlah 60 100
Presentase
No Pertanyaan Jawaban Jumlah
(%)
Pelajar/Mahasiswa 18 30
PNS 21 35
Wiraswasta 5 8,333333333
Petani 0 0
3 Pekerjaan Pedagang 9 15
Abdi Negara 0 0
Juru Parkir 7 11,66666667
Tidak Bekerja 0 0
Jumlah 60 100
Kurang Baik 10 8,333333333
Cukup Baik 46 38,33333333
4 Kondisi Fasilitas Baik 4 3,333333333
Sangat Baik 0 0
Jumlah 120 150
Tidak Baik 0 0
Kurang Baik 0 0
Cukup Baik 23 38,33333333
5 Tngkat Kenyamanan
Baik 32 53,33333333
Sangat Baik 5 8,333333333
Jumlah 60 100
Tidak Baik 0 0
Kurang Baik 14 23,33333333
Cukup Baik 28 46,66666667
6 Kualitas Tanaman dan Pohon
Baik 18 30
Sangat Baik 0 0
Jumlah 60 100
Tidak Baik 4 6,666666667
Kurang Baik 19 31,66666667
7 Pengelola Hutan
Cukup Baik 11 18,33333333
Baik 26 43,33333333
Presentase
No Pertanyaan Jawaban Jumlah
(%)
Sangat Baik 0 0
Jumlah 60 100
Olahraga 3 5
Bersantai 31 51,66666667
Makan 6 10
8 Tujuan Pengunjung Bermain 13 21,66666667
Therapi 0 0
Lainnya 7 11,66666667
Jumlah 60 100
Sendiri 11 18,33333333
Bersama Rekan
Kerja 21 35

9 Bersama siapa berkunjung Bersama Anak 6 10


Bersama Teman 22 36,66666667
Lainnya, 0 0
Jumlah 60 100
Kurang 3 5
Cukup 56 93,33333333
10 Kondisi Ketersedian trotoar
Lebih 1 1,666666667
Jumlah 60 100

Tabel hasil analisis Kuisioner Masyarakat, Tahun 2016


BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Hutan kota merupakan salah satu komponen ruang terbuka hijau.


Keberadaan hutan kota sangat berfungsi sebagaisistem hidroorologi, menciptakan
iklim mikro, menjaga keseimbangan oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2),
mengurangi polutan, dan meredam kebisingan. Selain itu, berfungsi juga untuk
menambah nilai estetika dan keasrian kota sehingga berdampak positif terhadap
kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat. Dalam Peraturan Pemerintah No. 63
Tahun 2002 tentang Hutan Kota, disebutkan fungsi dari hutan kota, yaitu :
Memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika; Meresapkan air;
Menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota; dan Mendukung
pelestarian keanekaragaman hayati dan Hutan kota adalah kawasan yang ditutupi
pepohonan yang dibiarkan tumbuh secara alami menyerupai hutan, tidak tertata
seperti taman, dan lokasinya berada di dalam atau sekitar perkotaan. Hutan kota
bermanfaat untuk mengurangi degradasi lingkungan kota yang diakibatkan oleh
ekses negatif pembangunan. Selain mempunyai fungsi perbaikan lingkungan hidup,
hutan kota juga memiliki fungsi estetika.

Secara eksisting Hutan Kota Ahmad Yani ini masih terawat dan
dimanfaaatkan sebagaimana mestinya. Hanya saja perlu adanya peningkatan baik
secara pengelolaan, kuantitas fasilitas, dan kualitas dari failitas itu sendiri. Adanya
beberapa masukan dari masyarakat untuk peningkatan fasilitas yang ada seperti
Toilet, Balai Pertemuan, Fasilitas Olahraga, dan penambhan fasilitas main anak.

3.2. Saran

Dari hasil penulisan makalah ini diharapkan kedepan seluruh stakeholder bisa
bekerjasama dalam menjaga dan meningkatan Fasilitas ini. Sehingga akan
menciptakan Hutan Kota yang bersih, aman, nyaman, dan berkelanjutan.dengan
adanya kerjasama maka akan menumbuhkan rasa memiliki terhadap sarana
prasarana yang ada.