Anda di halaman 1dari 16

Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

BAB III

ANALISIS KEKUATAN TEKAN BETON KARAKTERISTIK

A. PENGUJIAN KARAKTERISTIK BETON

1. Deskrispsi

Maksud dan Tujuan

a. Maksud

Metoda pengambilan contoh untuk campuran beton segar ini

dimaksudkan untuk digunakan sebagai acuan bagi para pelaksana

pekerjaan beton dalam mengambil contoh campuran segar.

b. Tujuan

Tujuan pengambilan contoh campuran segar ini adalah untuk

mendapatkan contoh beton segar yang dapat mewakili seluruh adukan

beton.

Ruang Lingkup

Metoda ini mencakup cara pengambilan contoh campuran beton segar

dari tempat pengaduk beton yang stationer.

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 40


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

Pengertian

Yang dimaksud dengan :

Beton segar adalah campuran beton yang telah selesai diaduk sampai

beberapa saat karateristiknya tidak berubah (masih plastis dan belum

terjadi pengikatan).

Pengayakan beton basah adalah proses pemisahan agregat yang lebih

besar dari ukuran yang ditentukan dari campuran beton segar dengan

cara penyaringan menurut ukuran saringan yang ditentukan, agar

agregat yang tidak sesuai dapat dipisahkan.

2. Peralatan

Peralatan yang digunakan antara lain :

a) Saringan dengan ukuran menurut standar.

b) Peralatan saringan basah berikut mesin penggetar yang dapat

bergoyang secara cepat baik dengan cara manual normal maupun

mekanis dan yang lebih baik dapat bergoyang-goyang secara horizontal

dan vertical.

c) Alat-alat manual berupa sekop, sendok aduk, peralatan adukan

(roskam) dan sarung tangan karet.

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 41


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

3. Pelaksanaan

a) Pengambilan contoh :

Pengambilan contoh dilakukan dengan ketentuan-ketentuan

sebagai berikut :

1) Mengambil contoh campuran beton segar pertama dan terakhir

dalam selang waktu tidak boleh lebih dari 15 menit.

2) Membawa masing-masing contoh campuran beton segar ke tempat

pengujian beton segar atau ke tempat pembuatan beton uji, kemudian

menggabungkan contoh-contoh dan mengaduk kembali dengan

sekop dengan jumlah minimum yang diperlukan untuk mendapatkan

keseragaman adukan dan pelaksanaannya dalam batas waktu yang

diizinkan sesuai butir a).

3) Memulai pengujian slump atau kadar udara atau keduanya paling

lama 5 menit setelah pengadukan kembali contoh campuran beton

segar, sedangkan pembentukan benda uji untuk uji kekuatan,

dilakukan paling lama 15 menit setelah semua contoh campuran

beton segar teraduk kembali dengan merata.

4) Membuat contoh benda uji secepat mungkin dan menjaganya dari

pengaruh sinar matahari, angin dan pengaruh lain yang dapat

mempercepat penguapan.

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 42


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

b) Pelaksanaan Kerja

1. Volume Contoh

Volume contoh yang akan digunakan untuk uji kekuatan

minimum 28 liter (1 ft3) atau sesuai kebutuhan seperti yang

tercantum pada tabel 1.

Pelaksanaan pengambilan contoh dilakukan dengan hati-

hati agar didapatkan contoh campuran beton segar yang benar-benar

representatif.

Tabel 1

Jumlah Pengambilan Contoh Beton Segar

Volume Contoh
No. Macam Pengujian
(liter)
1. Slump 8
2. Berat jenis 6
3. Kadar Udara 9
4. Uji Kuat Tekan 28
5. Uji Kuat Lentur 28
6. Uji Kuat Tarik 28
7. Uji Modulus Elastis 28

Catatan : Contoh yang lebih sedikit dapat diizinkan untuk

pengujian kandungan udara dan slump secara rutin

dari tiap contoh yang diambil dan besarnya

ditentukan oleh ukuran maksimum agregat.

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 43


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

2. Pengambilan Contoh dari Pengaduk yang Stasioner

Selama pengeluaran adukan diambil contoh 2 kali atau lebih

dengan selang waktu yang teratur pada bagian tengah adukan, dan

jangan dilakukan pada bagian awal dan akhir dari pengeluaran saja.

Pelaksanaan pengambilan contoh sesuai dalam batas waktu

yang diberikan dan semua contoh diaduk kembali menjadi satu

hingga homogen.

Bila pengeluaran terlalu cepat, pengambilan contoh

menggunakan wadah yang cukup besar agar seluruh adukan

tertampung untuk menghindari segregasi.

Kemudian dilakukan pengambilan contoh dengan cara yang

sama seperti diatas. Alirkan campuran yang keluar dari pengaduk,

harus dijaga sehingga tidak tertahan oleh wadah yang dapat

menyebabkan terjadinya segregasi, hal ini berlaku untuk pengaduk

dengan pengungkit maupun tanpa pengungkit.

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 44


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

B. PENGUJIAN KUAT TEKAN


a. Metode Pengujian Kuat Tekan Beton
1. Deskripsi

Maksud dan Tujuan

a. Maksud

Metode ini dimaksudkan sebagai pegangan dalam pengujian

ini untuk menetukan kuat tekan beton dengan benda uji berbentuk

silinder yang dibuat dan dimatangkan (curing) di laboratorium

maupun di lapangan.

b. Tujuan

Tujuan pengujian ini untuk memperoleh nilai kuat tekan

dengan prosedur yang benar.

2. Teori

Pengujian kuat tekan beton pada benda uji berbentuk kubus atau

silinder telah diterima secara luas sebagai cara yang paling mudah untuk

mengontrol kualitas beton yang dihasilkan, baik di lapangan maupun

pada instalasi beton pra campur (ready mix).

Jumlah beton yang dipakai untuk membuat benda uji hanya

merupakan proporsi kecil dari kuantitas beton keseluruhan yang dipakai

dalam pengecoran bangunan dan hanya diambil dari beberapa takaran

campuran. Oleh karena itu, pengujian secara individu hanya dianggap

memberikan petunjuk secara umum dari kualitas beton yang digunakan.

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 45


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

Timbulnya variasi dari pengujian beton padat disebabkan oleh

beberapa faktor, yaitu :

a. Ketidaktepatan dalam menentukan proporsi kerikil, pasir dan semen.

Hal ini merupakan penyebab tunggal yang terbesar.

b. Variasi pada faktor air / semen (w/c).

c. Variasi dari gradasi agregat yang memerlukan perubahan faktor air /

semen.

d. Tidak atau kurang meratanya pemadatan. Reduksi cukup besar pada

kekuatan tekan beton dapat disebabkan oleh persentase gelembung

udara yang sangat kecil.

e. Perawatan yang tidak memuaskan.

f. Variasi suhu dan variasi kualitas semen.

3. Cara Pelaksanaan
a. Peralatan

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 46


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

Mesin penguji kekuatan beton

b. Prosedur Pengujian

1. Mengambil benda uji dari tempat perawatan. Membersihkan

benda uji dengan kain lembab kotoran yang menempel.

2. Menimbang dan mencatat beratnya

3. Meletakkan benda uji pada mesin tekan secara simetris.

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 47


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

4. Menjalankan mesin tekan. Harus dinaikkan berangsur-angsur

dengan kecepatan berkisar antara 6 s/d 4 kg/cm3 perdetik.

5. Melakukan pembebanan sampai benda uji menjadi hancur dan

mencatat beban maksimum hancur yang terjadi selama

pemeriksaan benda uji.

6. Melakukan proses (1), (2), (3), dan (4) sesuai dengan jumlah

benda uji yang akan ditetapkan kekuatan tekan karakteristiknya.

c. Perhitungan
P
Tegangan Hancur Beton = [N/mm2]
A
P = Beban maksimum (N)
A = Luas penampang benda uji (mm2)

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 48


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

Dari hasil percobaan diketahui data-data sebagai berikut :

Silinder TK1

Umur 7 Hari :

d = 150 mm

t = 300 mm

Beban Maksimum (P) = 235 kN = 235000 N

Luas Penampang (A) = d2

= 1502

= 17662,5 mm2

P
Tegangan Hancur =
A

235000
= 17662,5

= 13,305 N/mm2 = 13,305 Mpa

1 N/mm2 = 1 MPa

(untuk perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada tabel perhitungan)

Ukuran Silinder Berat Beban Tegangan


No. Umur
beton maximum hancur
(kode) (hari)
d (mm) t (mm) (kg) (N) (N/mm 2)

TK 1 7 150 300 12,07 235000 13,305


TK 2 14 150 300 12,37 300000 16,985
TK 3 21 150 300 12,27 345000 19,533
TK 4 21 150 300 12,42 345000 19,533
TK 5 28 150 300 12,32 325000 18,401

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 49


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

TK 6 28 150 300 12,44 325000 18,401

x (hari) Y' (N/mm2) Faktor Umur

(a) (b) (c)


7 10,191 0.65
14 14,154 0.88
21 16,702 0.95
28 17,551 1.000

Keterangan :

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 50


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

x = Umur (hari).

y = Tegangan Hancur (N/mm2)

Kesimpulan

Berdasarkan grafik regresi dapat dilihat bahwa semakin lama umur beton, maka

kekuatan tekan beton akan semakin besar.

Gambar Alat

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 51


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

Gambar Pengujian Kuat Tekan Beton

C. Pemeriksaan Kuat Tarik Baja

1. Pendahuluan

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 52


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

Dalam kehidupan sehari-hari prmakaian logam biasanya berdasarkan

sifat yang dimiliki logam tersebut contoh pada pembuatan konstruksi untuk

jembatan dibutuhkan logam yang kuat dan tangguh berbeda dengan

pemakaian logam urnuk pagar rumah yang tidak terlalu memperhatikan sifat

mekaniknya. Contoh contoh sifat mekanik adalah kekuatan tarik, kekerasan,

keuletan dan ketangguhan. Pengujian sifat-sifat mekanik ini dapat dilakukan

dengan pengujian mekanik. Slah satu pengujian yang digunakan untuk

mengetahui sifat mekanis logam adalah uji tarik (tensile test). Uji tarik adalah

suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahan/material

dengan cara memberikan beban gaya yang berlawanan arah. Hasil yang

didapatkan dari pengujian tarik sangat penting untuk rekayasa teknik dan

desain produk karena menghasilkan data kekuatan material. Pengujian uji

tarik digunakan untuk mengukur ketahanan suatu material terhadap gaya

statis yang diberikan secara lambat. Sifat mekanis logam yang dapat

diketahui setelah proses pengujian ini seperti kekuatan tarik, keuletan dan

ketangguhan.

Pengujian tarik sangat dibutuhkan untuk menentukan desain suatu

produk karena menghasilkan data kekuatan material. Pengujian tarik banyak

dilakukan untuk melengkapi informasi rancangan dasar kekuatan suatu bahan

dan sebagai data pendukungnbagi spesifikasi bahan. Karena dengan

pengujian tarik dapat diukur ketahanan suatu material terhadap gaya statis

yang diberikan secara perlahan.

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 53


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

Pengujian tarik ini merupakan salah satu pengujian penting untuk

dilakukan, karena dengan pengujian ini dapat memberikan berbagai informasi

mengenai sifat-sifat logam. Dalam bidang industry juga diperlukan pengujian

tarik ini untuk mempertimbangkan factor metalurgi dan factor mekanis yang

tercakup dalam proses perlakuan terhadap logam jadi untuk memenuhi proses

selanjutnya.

Oleh karena pentingnya pengujian tarik ini, kita sebagai mahasiswa

metalurgi hendaknya mengetahui mengenai pengujian ini. Dengan adanya

kurva tegangan regangan kita dapat mengetahui kekuatan tarik, kekuatan

luluh, keuletan, modulus elastisitas, ketangguhan dan lain lain. Pada

pengujian tarik ini kita juga harus mengetahui dampak pengujian terhadap

sifat mekanis dan fisik suatu logam. Dengan mengetahui parameter-parameter

tersebut maka kita dapat data dasar mengenai kekuatan suatu bahan atau

logam.

2. Gambar Alat Uji Tarik Baja

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 54


Laporan Praktikum Bahan dan Struktur Beton Kelompok XX

Alat Uji Tarik Baja

Baja

Perencanaan Campuran Beton Metode British (1986) BAB III | 55