Anda di halaman 1dari 1

WATAK TOKOH

1. Bawang Putih: Cantik, sabar, lembut,pemaaf (protagonis)


2. Bawang Merah: Bermuka dua,licik,jahat,kasar ( antagonis)
3. Ibu Bawang Merah: bermuka dua, jahat,licik, kasar (antagonis)
4. pangeran : pria tampan dan kaya yang memiliki watak baik
5. ayah bawang putih : ayah yang penyayang dan memiliki watak baik dan pekerja keras
6. ibu bawang putih : ibu yang penyayang dan memiliki watak yang baik dan lembut
7. ibu peri : baik hati, penolong dan lembut
8. penghulu :
9. pengawal :

Peristiwa Yang Terjadi

1. Peristiwa dimana bawang putih kehilangan ibunya dan setelah itu ayahnya menikah lagi
dengan seorang janda beranak satu lalu ayah bawang putih pergi untuk merantau lalu
bawang putih tinggal bersama dengan ibu tirinya dan saudara tirinya itu setiap hari dia di
perlakukan seperti pembantu dirumahnya sendiri
2. Bawang putih yang selalu disiksa oleh ibu dan kakak tirinya
3. Tersiksanya bawang putih,direnggunya hak bawang putih, dan kekejaman seorang ibu tiri
kepada anak tirinya
4. Penyiksaan terhadap bawang putih

Konflik

1. Setelah ibu bawang putih meninggal ayah bawang menikahi ibu bawang merah
2. Bawang merah ingin menguasai semua yang dimiliki oleh bawang putih padahall bawang
putih yang lebih berhak
3. Pada saat bawang putih sedang mencuci bajy ibu dan saudara tirinya disungai, tiba-tiba ada
satu baju yang terhanyut.
4. Setelah ayah bawang putih meninggal, bawang putih selalu di jadikan pembantu
dirumahnya sendiri

Sinopsis

Jaman dahulu kala disebuah desa yang bernama desa bumbu, tinggallah sebuah keluarga
yang bahagia dan sejahtera. Keluarga tersebut adalah keluarga bawang putih. Namun kebahagiaan
itu tidaklah abadi karena adanya rasa ingin mendapatkan kekayaan yang dimiliki oleh keluarga
bawang putih. Ibu bawang merah dan bawang merah pun memilih untyk menghancurkan keluarga
ini dan merampas habis kekayaan yang dimiliki oleh keluarga bawang putih dengan cara meracuni
ibu bawang putih dan menikahi ayah bawang putih kemudian kembali meracuni ayah bawang
putih.. Dan mereka pun berhasil mendapatkan kekayaan yang dimiliki keluarga bawang putih
tersebut dan memperbudak bawang putih sebagai pesuruh mereka. Sikap mereka semena-mena
terhadap bawang putih dan membuat hidup bawang putih menjadi menderita, namun penderitaan
itu pun tidak sealamanya terjadi. Ketika ia bertemu dengan sosok pangeran yang mencintainya.
Keluarganya pun hidup rukun. Bawang merah dan ibunya pun bertaubat dan mereka berhak
tinggal diistana megah itu bersama bawag putih dan pangeran dan kebahagiaan pun muncul
ditengah-tengah keluarga besar ini.