Anda di halaman 1dari 4

1.

Pengembangan

Pengembangan dalam arti yang sangat sederhana adalah suatu proses dan cara
pembuatan. Sedangkan menurut Drs. Iskandar Wiryokusumo M.sc. pengembangan adalah
upaya pendidikan baik formal maupun non formalyang dilaksanakan secara sadar, berencana,
terarah, teratur, dan bertanggungjawab dalam rangka memperkenalkan, menumbuhkan,
membimbing, danmengembangkan suatu dasar kepribadian yang seimbang, utuh dan
selaras,pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan bakat, keinginan sertakemampuan-
kemampuannya, sebagai bekal untuk selanjutnya atas prskarsasendiri menambah,
meningkatkan dan mengembangkan dirinya, sesame,maupun lingkungannya ke arah
tercapainya martabat, mutu dan kemampuanmanusiawi yang optimal dan prbadi yang
mandiri. Prof. Dr. H. M. Arifin, Med. Berpendapat bahwa pengembangan bila dikaitkan
dengan pendidikan berarti suatu proses perubahan secara bertahap kearah tingkat yang
berkecenderungan lebih tinggi dan meluas danmendalam yang secara menyeluruh dapat
tercipta suatu kesempurnaan atau kematangan.

2.Teori pilihan rasional, kadang disebut teori pilihan atau teori tindakan rasional, adalah
kerangka pemikiran untuk memahami dan merancang model perilaku sosial dan ekonomi.[1]
Asumsi dasar teori pilihan rasional adalah seluruh perilaku sosial disebabkan oleh perilaku
individu yang masing-masing membuat keputusannya sendiri. Teori ini berfokus pada
penentu pilihan individu (individualisme metodologis).

Teori pilihan rasional juga berasumsi bahwa seseorang memiliki preferensi di antara
beberapa pilihan alternatif yang memungkinkan orang tersebut menyatakan pilihan yang
diinginkannya. Preferensi tersebut dianggap lengkap (orang tersebut selalu dapat menentukan
alternatif yang mereka inginkan atau tak ada alternatif yang diinginkan) dan transitif (apabila
pilihan A lebih diinginkan daripada pilihan B dan pilihan B lebih diinginkan daripada pilihan
C, maka A lebih diinginkan daripada C). Agen rasional kemudian mempertimbangkan
informasi yang ada, kemungkinan peristiwa, dan potensi biaya dan keuntungan dari
menentukan pilihan, dan bertindak konsisten dalam memilih tindakan terbaik.

Rasionalitas sering dijadikan asumsi perilaku individu dalam model dan analisis
ekonomi mikro dan muncul di hampir semua penjelasan pembuatan keputusan manusia yang
ada di buku pelajaran ekonomi. Rasionalitas juga penting bagi ilmu politik modern,[2]
sosiologi,[3] dan filsafat. Versi turunan dari rasionalitas adalah rasionalitas instrumental yang
meliputi pencarian cara paling hemat biaya untuk meraih tujuan tertentu tanpa melihat
berharga atau tidaknya tujuan tersebut. Gary Becker adalah salah satu pendukung penerapan
model perilaku rasional secara luas.[4] Becker dianugerahi Hadiah Nobel Ekonomi tahun 1992
atas penelitiannya tentang diskriminasi, kejahatan, dan modal manusia.[5]

3.Birokrasi adalah organisasi besar yang terdiri dari pejabat yang ditunjuk dimana wewenang
dibagi di antara beberapa manajer. Birokrasi adalah ciri yang jelas dari semua masyarakat
modern, namun birokrasi pemerintah Amerika berbeda dalam tiga cara. Pertama, otoritas
politik atas birokrasi dibagi di antara beberapa institusi. Kedua, sebagian besar agen federal
berbagi fungsinya dengan instansi pemerintah daerah dan daerah. Akhirnya, budaya lawan
Amerika berarti bahwa tindakan birokrat sering dilakukan di pengadilan.

4. Model Power

Osilasi frekuensi rendah sangat merugikan tujuan transfer daya maksimum dan
keamanan sistem tenaga yang optimal. Solusi kontemporer untuk masalah ini adalah
penambahan stabilisator sistem tenaga listrik (PSS) ke regulator voltase otomatis pada
generator di sistem tenaga. Untuk sistem tenaga berskala besar yang terdiri dari banyak mesin
yang saling berhubungan, tuning parameter PSS adalah latihan kompleks karena adanya
beberapa mode osilasi yang tidak teredam dengan baik. Masalahnya semakin diperumit oleh
variasi terus menerus dalam kondisi operasi sistem tenaga. Penelitian ini mengusulkan model
PSS berdasarkan adaptif neuro-fuzzy untuk merancang stabilisator sistem tenaga yang kuat
untuk sistem multi mesin. Simulasi dilakukan dengan menggunakan beberapa uji kesalahan
pada saluran transmisi pada Sistem Tenaga Multimachine Dua Area. Simulasi dilakukan
dengan menggunakan perangkat lunak Matlab-Simulink. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa respon perpindahan daya dengan menggunakan model lebih kuat daripada Delta w
PSS, terutama untuk single phase to ground fault.

5. Teori Pilihan Publik

Pilihan Publik adalah pengambilan keputusan secara bersama-sama/kolektif yang dilihat dari
perspektif ekonomi untuk menjelaskan fenomena sosial-politik. Dalam teori pilihan publik
ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan yaitu supply-demand(pertukaran) dan
kelembagaan. Menurut Samuelson & Nordhaus : Salah satu cabang ilmu ekonomi yang
mempelajari bagaimana pemerintah membuat keputusan yang terkait dengan kepentingan
masyarakat (publik) dan James Buchanan menjelaskan bahwa pilihan publik adalah sebuah
perspektif untuk sosial politik yang muncul dari pengembangan dan penerapan perangkat dan
metode ilmu ekonomi.

Teori ini muncul pada tahun 50-an dan mendapat perhatian publik secara luas pada
tahun 1986, ketika James Buchanan, salah seorang dari dua Pelopor utamanya (yang seorang
lagi adalah Gordon Tullock), mendapatkan Hadiah Nobel dalam bidang Ekonomi.
Pengertian
1. Menurut Samuelson & Nordhaus
Salah satu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari bagaimana pemerintah membuat
keputusan yang terkait dengan kepentingan masyarakat (publik)
2. Caporaso & Levine
Pilihan publik sebagai aplikasi metode-metode ekonomi terhadap politik
3. James Buchanan
Pilihan publik adalah sebuah perspektif untuk bidang sosial politik yang muncul dari
pengembangan dan penerapan perangkat dan metode ilmu ekonomi.
Tujuan dan Manfaat
Membantu pakar-pakar politik memfasilitasi konseptualisasi berbagai teori politik sebagai
masalah-masalah tindakan kolektif. Dapat digunakan untuk mempelajari perilaku aktor
politik maupun sebagai petunjuk bagi pengambilan keputusan publik dalam penentuan
pemilihan kebijakan publik yang paling efektif.
Teori Pilihan Publik
Teori Pilihan Publik menggunakan prinsip yang sama seperti yang digunakan para ekonom
untuk menganalisa kegiatan masyarakat di pasar dan menerapkannya pada kegiatan
masyarakat dalam pembuatan keputusan publik Ekonom-ekonom yang mengkaji perilaku
dalam pasar swasta mengasumsikan bahwa orang digerakkan terutama oleh kepentingan
pribadi. Walaupun banyak orang mendasarkan sejumlah tindakan mereka karena kepedulian
mereka terhadap orang lain, motif dominan dalam tindakan orang di pasar baik mereka
merupakan, pengusaha, pekerja, maupun konsumen, adalah suatu kepedulian terhadap diri
mereka sendiri. Ahli Ekonomi Pilihan Publik membuat asumsi yang sama bahwa walaupun
orang bertindak dalam pasar politis memiliki sejumlah kepedulian terhadap orang lain, motif
utama mereka adalah kepentingan pribadi.
Teori pilihan publik berusaha mengkaji tindakan rasional dari aktoraktor politik, baik di
parlemen, lembaga pemerintah, lembaga kepresidenan, masyarakat pemilih, pencinta
lingkungan hidup dan sebagainya.

Buchanan mengulas teori pilihan publik dari dua aspek :


1. Pendekatan catallaxy
Ekonomi sebagai ilmu pertukaran. Para pelaku politik menawarkan berbagai kebijakan public
kepada masyarakat. Pembeli kebijakan public ini adalah masyarakat pemilih yang akan
memilih kebijakan yang benar-benar dapat mewakili kebutuhan mereka.

2. Homo economicus (konsep manusia ekonomi)


Konsep ini menjelaskan bahwa manusia cenderung memaksimalkan manfaat utilitas untuk
dirinya karena dihadapkan pada kelangkaan sumber daya. Dalam pasar politik, politisi
sebagai pelaku memaksimalkan kepuasan pribadi yang dimotivasi oleh banyak factor seperti
gaji,reputasi public, kekuasaan dan ruang untuk mengontrol birokrasi. Sementara para
pemilih akan mengontrol suara untuk mendapatkan kebijakan yang diinginkan.