Anda di halaman 1dari 2

TUGAS PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

Nama : Rizki Rachmatullah C. P.

Kelas : 5F / 30

Tiga level korupsi dan cara menanggulanginya:

1. Pengusaha / pejabat
Seingkali kita mendengar kabar terjadinya korupsi berupa suap dari pengusaha
kepada pejabat demi memuluskan suatu proyek atau persekongkolan di antara
mereka. Hal ini bisa terjadi karena begitu besar dan strategisnya wewenang pejabat
dalam menentukan kebijakan di instansi yang dipimpinnya, yang dalam kegiatan
tertentu bisa menguntungkan pengusaha bila kebijakan itu pro terhadap usahanya.
Sering juga pengusaha memberi suap kepada pejabat karena mereka bersekongkol
dalam korupsi proyek yang diadakan pemerintah, pengusaha memberi upeti dengan
nilai yang disepakati agar skenario di antara mereka berjalan mulus.
Menurut saya cara menanggulanginya adalah dengan transparansi pengadaan
proyek yang secara mudah dapat diakses publik agar publik bisa menilai apakah nilai
yang tertera wajar atau tidak. Seperti yang dilakukan oleh pemprov DKI Jakarta yang
membuat e-catalog dan transparansi APBD yang terbukti efektif dalam mengontrol
anggaran agar tidak diselewengkan oleh pejabat tertentu. Untuk masalah suap
pengusaha kepada pejabat agak sulit dikontrol, namun mungkin bisa saja
ditanggulangi dengan cara melakukan penyadapan terhadap pejabat mulai dari eselon
3 hingga menteri di semua instansi. Seperti yang selama ini dilakukan oleh KPK
terbukti efektif dalam menangkap para koruptor yang bermula dari hasil penyadapan
alat telekomunikasi.

2. Pengusaha/eksekutif-legislatif-yudikatif
Korupsi level selanjutnya adalah persekongkolan antara pengusaha dengan
eksekutif, legislatif dan yudikatif. Korupsi yang terstruktur, dan kerap terjadi di
Indonesia. Contohnya adalah kasus BLBI yang melibatkan pemerintah, DPR dan
lembaga yudikatif.
Cara terbaik dan tepat untuk menanggulanginya menurut saya adalah hukum
mati untuk pelaku korupsi. Selama di Indonesia belum berani menerapkan aturan
seperti itu, maka calon pelaku korupsi tidak akan gentar karena tidak ada hukuman
yang berat untuk menghukum mereka. Lihat saja contoh di China yang menerapkan
hukuman mati untuk koruptor. Semenjak dibuat peraturan tersebut dan dilakukan
eksekusi hukuman mati, angka korupsi di negara tersebut menurun drastis dan
negaranya menjadi sangat maju dan ekonomi bertumbuh pesat.

3. Internasional
Korupsi di tingkat internasional sangat sistematis melibatkan elit global dan
melibatkan bank untuk pencucian uang. Pejabat di suatu negara yang melakukan
korupsi kemudian menyimpan dana hasil korupsinya di Bank yang aman yang tidak
bisa disentuh oleh pihak yang berwenang. Mereka menyimpan di Bank negara-negara
tax heaven. Contohnya di Swiss. Uang dalam jumlah besar yang tersimpan di sana
tidak akan bisa diselidiki bila tidak ada persetujuan tertulis dari pemiliknya atau ahli
warisnya.
Cara menanggulanginya menurut saya adalah dengan menerapkan aturan
bersama negara-negara di seluruh dunia tentang transparansi data nasabah di Bank
manapun tanpa terkecuali, untuk memudahkan pihak yang berwenang dari negara
manapun untuk melacak aliran dana suatu nasabah. Hal ini sangat berguna, sebagai
pintu masuk penelusuran dana untuk mengungkap kasus korupsi besar.