Anda di halaman 1dari 4

ANATOMI ORGAN GENITALIA

VULVA

Vulva adalah tempat bermuaranya system urogenitalia. Di sebelah luar vulva dilingkari
oleh labium mayus yang kearah belakang membentuk kommisura posterior dan perineum.
Dibawah kulitnya terdapat jaringan lemak serupa dengan yang ada di mons veneris. Medial dari
labium mayus di temukan labium minus yang kea rah perineum dan menjadi satu membentuk
frenulum labioum pudenda. Didepan frenulum ini terdapat fossa naviculare. Kana dan kiri dekat
pada faossa navikulare ini dapat terlihat dua
lubang tempat saluran bartolini bermuara.
Kedepan labium manus membentuk preputium
klitoridis dan frenulum klitoridis. Dibawah
preputium klitoridis ada klitoris. Kira kira 1,5
dibawah klitoris terdapat orificium urethra
eksternum. Di kanan kiri osteum urethra
eksternum terdapat dua lubang kecil dari saluran
yang buntu (ductus paraurethralis atau ductus
skene)

VAGINA

Vagina adalah suatu tuba


berdinding tipis yang dapat melipat
dan mampu meregang secara luas
karena tonjolan serviks ke bagian
atas vagina. Panjang dinding
anterior vagina hanya sekitar 9 cm,
sedangkan panjang dinding
posterior 11 cm. Vagina terletak di
depan rectum dan di belakang
kandung kemih. Vagina merupakan
saluran muskulomembraneus yang
menghubungkan rahim dengan vulva. Jaringan muskulusnya merupakan kelanjutan dari
muskulus sfingter ani dan muskulus levator ani oleh karena itu dapat dikendalikan. Pada dinding
vagina terdapat lipatan-lipatan melintang disebut rugae dan terutama di bagian bawah. Pada
puncak (ujung) vagina menonjol serviks pada bagian uterus. Bagian servik yang menonjol ke
dalam vagina di sebut portio. Portio uteri membagi puncak vagina menjadi empat yaitu: fornik
anterior, fornik posterior, fornik dekstra, fornik sinistra.
Sel dinding vagina mengandung banyak glikogen yang menghasilkan asam susu dengan
PH 4,5. Keasaman vagina memberikan proteksi terhadap infeksi. Fungsi utama vagina yaitu
sebagai saluran untuk mengeluarkan lendir uterus dan darah menstruasi, alat hubungan seks dan
jalan lahir pada waktu persalinan.

UTERUS

Merupakan jaringan otot yang kuat,


berdinding tebal, muskular, pipih, cekung
dan tampak seperti bola lampu / buah peer
terbalik yang terletak di pelvis minor di
antara kandung kemih dan rectum. Uterus
normal memiliki bentuk simetris, nyeri bila
ditekan, licin dan teraba padat. Uterus terdiri
dari tiga bagian yaitu: fundus uteri yaitu
bagian corpus uteri yang terletak di atas
kedua pangkal tuba fallopi, corpus uteri merupakan bagian utama yang mengelilingi kavum uteri
dan berbentuk
segitiga, dan seviks uteri yang berbentuk silinder. Dinding belakang, dinding depan dan bagian
atas tertutup peritoneum sedangkan bagian bawahnya berhubungan dengan kandung kemih.
Untuk mempertahankan posisinya uterus disangga beberapa ligamentum, jaringan ikat dan
peritoneum. Ukuran uterus tergantung dari usia wanita, pada anak-anak ukuran uterus sekitar 2-3
cm, nullipara 6-8 cm, dan multipara 8-9 cm. Dinding uterus terdiri dari tiga lapisan yaitu
peritoneum, miometrium / lapisan otot, dan endometrium.
HISTOLOGI ORGAN GENITALIA

Sel germinal terdapat pada folikel ovarium. Masing-masing folikel berada dalam keadaan
istirtahat dan mengandung oosit primordial ( primitif ) yang dikelilingi satu lapis sel yaitu sel
granulosa. Disekitar sel granulosa terdapat sekelompok sel yaitu sel teka.
Sel teka memproduksi androgen yang oleh sel granulosa di konversi menjadi estrogen. Hormon
steroid dari ovarium bekerja dalam folikel untuk menujang perkembangan oosit dan di luar
ovarium, hormon steroid bekerja pada jaringan target.
Pada neonatus, ovarium manusia mengandung sekitar 2 juta oosit . pada saat pubertas
tersisa sekitar 100.000 oosit. Jumlah oosit semakin berkurang selama masa reproduksi akibat
proses mitosis oogonium primitif pada masa janin berhenti dan tidak berlanjut. Saat proses
mitosis berhenti, oosit yang baru terbentuk masuk ke tahap profase dari pembelahan meiosis
pertama. Oosit akan tetap berada pada tahap profase meiosis sampai mereka di stimulasi dan
menjadi matang untuk proses ovulasi atau mengalami degerasi menjadi folikel atresia.
Folikel primer berada dibagian superfisial sehingga memungkinkan untuk terjadinya
ovulasi pada saat folikel sudah matang ( folikel dgraaf ) dimana terdapat area sekeliling oosit
yang disebut zona pellucida

Sebagian besar dinding uterus terdiri dari otot polos yang dinamakan miometrium. Uterus
harus mampu untuk membesar selama kehamilan.
Pembesaran uterus terjadi akibat hipertrofi sel otot
polos miometrium (miosit) dan penambahan miosit
baru dari stem sel yang terdapat dalam
jaringanikatmiometrium.
Rongga uterus dilapisi oleh endometrium.
Endometrium merupakan organ target dan kelenjar endokrin. Dibawah pengaruh produksi siklis
hormon ovarium endometrium mengalami perubahan mikroskopik pada struktur dan fungsi
kelenjar

Servik terutama terdiri dari jaringan ikat. Struktur ini dilapisi satu lapis epitel kelenjar
penghasil mukus dibagian dalam servik (canalis endoservicalis) dan epitel skuamosa berlapis
pada ektoservik. Transisi epitel kelenjar dan skuamosa dikenal sebagai zona transformasi yang
penting oleh karena sering mengalami perubahan displastik yang dapat menjadi keganasan.
Vagina dilapisi oleh epitel skuamosa.