Anda di halaman 1dari 10

KUAT GESER TANAH, oleh Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A.

Hak Cipta 2014 pada penulis


GRAHA ILMU
Ruko Jambusari 7A Yogyakarta 55283
Telp: 0274-889398; Fax: 0274-889057; E-mail: info@grahailmu.co.id
Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku
ini dalam bentuk apa pun, secara elektronis maupun mekanis, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan
teknik perekaman lainnya, tanpa izin tertulis dari penerbit.
ISBN: 978-602-262-304-5
Cetakan ke I, tahun 2014
KATA PENGANTAR

Didalam ilmu Teknik Sipil, mempelajari Tanah termasuk di dalamnya Mata kuliah Mekanika Tanah
dan Pelajaran tersebut dibagi dalam dua tahapan dimana secara keseluruhannya mempelajari sifat
fisik dan mekanik tanah. Kegunaan mempelajari Mekanika Tanah agar mahasiswa dapat mengerti
dan memahami pentingnya struktur tanah untuk mendukung bangunan diatasnya. Kemudian
mahasiswa dapat menghitung sifat fisik tanah seperti kadar air, berat jenis, analisa saringan dan kuat
geser tanah.
Mata kuliah Mekanika Tanah (soil Mechanic) ini karena sudah dikenal sejak lama dan sampai
sekarang mata kuliah Mekanika Tanah terus berkembang dan menjadi mata kuliah wajib bagi Jurusan
Teknik Sipil.
Pada awalnya, Penulis membuat diktat perkuliahan untuk Mekanika Tanah I - II dan akhirnya
ditingkatnya menjadi Buku Ajar dengan spesialis pembahasannnya tentang Kuat Geser Tanah. Buku
ini dipersiapkan sebagai pegangan mahasiswa Teknik Sipil Universitas Lampung dan jurusan Teknik
Sipil lainnya serta para praktisi. Dalam penulisannya banyak menggunakan literatur dari berbagai
sumber dan hasil penelitian terdahulu, sehingga mata kuliah Mekanika Tanah dapat lebih baik dan
lebih berkembang sesuai dengan kemajuan Teknologi.
Pembaca tentunya sudah membaca buku dari berbagai pengarang, tetapi buku ini dipersiapkan
bentuk lain yang lebih spesifik. Perbedaan buku ajar ini dengan buku ajar atau buku pegangan
lainnya adalah buku ajar ini berisi khusus melihat perilaku batuan atau tanah jika ditinjau dari
kekuatan gesernya, sehingga pembaca lebih memahami dari tata cara melalukan penelitian kuat geser
tanah.
Buku ini berisi tentang informasi penting tentang asal usul batuan dan bentuk batuannya
kemudian dilanjutkan Bab tentang kuat geser dan triaxial. Penulis mengucapkan banyak terimakasih,
vi Kuat Geser Tanah

untuk orang-orang yang membantu dalam penyelesaian Buku Ajar tentang Kuat Geser Tanah.
Semoga kedepan penulis dapat menyempurnakan buku ini dan bisa dikembangkan menjadi buku
teks.Walaupun isi dari Buku Ajar masih tergolong sederhana dan masih banyak kekurangannya
secara materi maupun tulisan, kritik dan saran kami tunggu.
Bandar Lampung, Agustus 2014

Lusmeilia Afriani
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR v
DAFTAR ISI vii
BAB 1 PENGERTIAN, BENTUK, ISTILAH TENTANG TANAH 1
A. Pengertian Tanah 1
B. Bentuk batuan 4
C. Ukuran Butiran Tanah 6
D. Hubungan Antara Ukuran Butiran, KERAPATAN, BERAT VOLUME 14
E. Mineral Penyusun Batuan 18
Pendalaman Materi 21
Acuan 24
BAB 2 TANAH DALAM TEKNIK SIPIL 27
A. Tanah Sebagai Penyokong Beban Struktur Bangunan 27
B. PENERAPAN DIBIDANG TEKNIK SIPIL 29
C. Difinisi Tanah Berbutiran Kasar 33
Acuan 36
BAB 3 KUAT GESER TANAH MELALUI UJI DIRECT SHEAR TEST 37
A. Tegangan Normal dan Tegangan Geser Pada Sebuah Bidang 38
B. Percobaan Uji Geser Langsung Skala Laboratorium 40
C. Percobaan Uji Geser Langsung (SHEAR BOXES TEST) 44
D. Pengaruh jenis tanah terhadap nilai C dan f 52
Acuan 55
viii Kuat Geser Tanah

BAB 4 TRIAXIAL 47
A. Gaya Yang Bekerja Pada Suatu Masa Tanah 57
B. C dan j Berkenaan Dengan Tegangan Efektif 59
C. Alat uji triaxial 64
D. Metode pengujian triaxial dan kegunaannya 66
Pendalaman Materi 69
Acuan 73
BAB 5 HUBUNGAN C DAN DEGAN PARAMETER TANAH 75
A. Hubungan Antara Besaran Butiran Dengan Kekuatan Geser Tanah melalui
percobaan direct shear test 75
B. Hubungan Antara Besaran Butiran Dengan Kekuatan Geser Tanah melalui
percobaan triaxial 80
C. Pengaruh Alat pemadatan terhadap nilaic DAN f 81
D. Variasi Nilai c dan ari Uji Geser Langsung (Direct Shrear Test) dan Uji Triaxial 82
DAFTAR PUSTAKA 83
DAFTAR SIMBOL 87

-oo0oo-
Bab 1

PENGERTIAN, BENTUK, ISTILAH


TENTANG TANAH

K ompetensi dari Mata Kuliah Mekanika Tanah, diharapkan mahasiswa dapat dengan mudah
mempelajari kegunaan mekanika tanah dalam teknik sipil secara teori dan praktek dengan
menerapkan prinsip-prinsip yang telah diberikan pada pelajaran Mekanika Tanah,
diharapkan lulusan Teknik Sipil dapat bekerja dibidangnya tanpa mengalami hambatan terutama pada
waktu perencanaan/pengawasan/pelaksanan bangunan teknik sipil dan mampu bersaing dengan
lulusan secara regional dan nasional
Dalam bab pertama akan dibahan tentang difinisi dari tanah yang ditinjau dari berbagai
pendapat ahli geologi, sejarah terbentunya tanah dan batuan yang akan membahas secara rinci
tentang asal usul tanah, mineral tanah dan bentuk batuan.
Setelah mengikuti uraian pada beberapa subbab ini diharapkan pembaca akan dapat
mengetahui, mengerti dan memahami bagaimana pentingnya pengetahuan tentang terbentuknya
tanah dan batuan, mineral tanah dan mineral batuan serta bentuk dan ukuran dari batuan. Bab ini
sangat penting untuk dimengerti karena merupakan dasar dan pengantar mata kuliah Mekanika
Tanah.

A. PENGERTIAN TANAH
Difinisi tanah menurut ahli geologi adalah suatu benda padat berdimensi tiga terdiri dari panjang
lebar dan dalam yang merupakan bagian dari kulit bumi. Kata tanah seperti banyak kata umumnya
mempunyai beberapa pengertian. Pengertian tradisonal, tanah adalah medium alami untuk
pertumbuhan tanaman dan merupakan daratan.
2 Kuat Geser Tanah

Salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang tanah adalah geoteknik, dimana
cabang ilmu ini sangat penting bagi seorang insinyur sipil pada saat diperlukan struktur tanah untuk
mendisain suatu bangunan. Ada beberapa cara bagi orang sipil untuk mengetahui karakteristik tanah,
baik struktur tanah yang ada dipermukaan bumi maupun di dalam bumi. Yang lebih menariknya lagi
ada pengaruh dari air permukaan atau mata air yang mempengaruhi sifat dan karakteristik tanah
tersebut.
Ahli lain berpendapat bahwa tanah sebagai material agregat (butiran) mineral-mineral padat
yang tidak tersementasi (terikat secara kimia) satu sama lain dan dari bahan-bahan organik yang telah
melapuk, tanah juga berpartikel padat disertai dengan zat cair dan gas yang mengisi ruang kosong
diantara partikel padat tersebut.
Pengertian lain, tanah berguna sebagai pendukung pondasi bangunan dan sebagai bahan
bangunan itu sendiri, seperti batu bata, paving blok. Dalam pandangan teknik sipil, tanah adalah
kumpulan mineral bahan organik dan endapan yang relatif lepas, yang terletak diatas batuan dasar.
Proses pelapukan dari batuan dasar atau proses geologi lainnya yang terjadi didekat permukaan bumi
akan membentuk tanah. Pembentukan tanah dari bahan induknya dapat berupa proses fisik dan
kimia. Proses pembentukan tanah secara fisik yang mengubah batuan menjadi partikel-partikel yang
lebih kecil, terjadi akibat pengaruh erosi, angin, air, es, manusia atau cuaca/suhu
Umumnya pelapukan akibat proses kimia dapat terjadi oleh proses oksigen, karbondioksida, air
yang mengandung asam dan alkali. Jika proses tersebut terjadi ditempat asalnya maka tanah tersebut
disebut tanah residual (residual soil) dan apabila tanah berpindah tempatnya disebut tanah terangkat
(transported soil).
Dari keterangan diatas maka tanah dapat diklasifikasikan secara luas menjadi tanah organik
dan anorganik. Tanah organik adalah campuran yang mengandung bagian-bagian yang cukup berarti
berasal dari lapukan dan sisa tanaman dan kadang dari kumpulan kulit kerang dan kerangka
organisme kecil lainnya. Tanah anorganik berasal dari pelapukan batuan secara kimia ataupun fisik.
Pada umumnya klasifikasi tanah dilakukan terhadap besar butirannya. Berikut pembagian
tanah berdasarkan besaran butirannya.
1) Tanah berbutir kasar (pasir, kerikil, tanah liat)
2) Tanah berbutir halus (lempung, lanau)
3) Tanah campuran.
Berdasarkan klasifikasi tanah dari USDA, tanah terdapat 12 macam tanah utama, 6 (enam)
diantarnya meliputi: tanah Prairie, Forest, Tropical, Organic, Dessert dan Tundra yang masing-masng
memiliki tipe bentangan alam dan lingkungan dimana tanah tersebut terbentuk. Berikut klasifikasi
tanah secara umum.