Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang

Perilaku merokok merupakan suatu hal yang fenomenal. Hal ini

ditandai dengan jumlah perokok yang terus mengalami peningkatan dari

tahun ketahun. WHO mencatat jumlah perokok seluruh dunia tahun 2013

mencapai 1.2 milyar orang dan 800 juta diantaranya berada di negara

berkembang. Indonesia menempati urutan ke3 dengan jumlah perokok

terbanyak setelah Cina dan India. The Southeast Asia Tobacco Control

Alliance (SEATCA) menyebutkan bahwa jumlah perokok di Asia Tenggara

tahun 2013 tercatat sebanyak 121.156.804 jiwa, dimana Indonesia menempati

urutan pertama perokok terbanyak dengan persentase 50,68%. Global Youth

Tobacco Survey (GYTS) tahun 2014 menyatakan Indonesia sebagai negara

(1, 2)
dengan angka perokok remaja tertinggi di dunia.

Trend prevalensi perokok mengalami peningkatan, seakan mereka

mengabaikan bahaya yang dapat ditimbulkan rokok bagi kesehatan. Setiap

batang rokok mengandung 4000 zat kimia berbahaya dimana 69 diantaranya

mengandung zat yang memicu terjadinya kanker. Pada tahun 2010 total

kematian akibat mengkonsumsi rokok mencapai 190.260 jiwa. Sebanyak 50%

(2)
dari orang yang terkena penyakit terkait rokok mengalami kematian dini.

WHO mempekirakan angka kematian akibat rokok tahun 2030 akan mencapai

10 juta pertahunnya dan 70% terjadi di negara-negara berkembang. Penyebab


kematian terbanyak adalah penyakit stroke, jantung koroner, serta kanker

trakhea, bronkhus, dan paru.

Guna mencegah meluasnya epidemi konsumsi rokok, pemerintah

berkewajiban untuk melindungi masyarakat salah satunya dengan

memberikan informasi yang jelas dan benar tentang dampak konsumsi

produk tembakau. Sarana informasi yang diberikan harus memiliki akses luas

dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Tidak terkecuali orang yang

buta hurufpun bisa memahami dan mengetahui bahaya merokok terhadap

kesehatan. Salah satu upaya pemerintah yaitu dengan mewajibkan setiap

produsen rokok untuk mencantumkan peringatan bahaya merokok berupa

tulisan dan gambar pada kemasan rokok.

Hal tersebut membuat pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah

Republik Indonesia No. 109 Tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang

mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan dan

Permenkes No.28 tahun 2013 tentang pencantuman peringatan kesehatan dan

informasi kesehatan pada kemasan produk tembakau. Peraturan itu

menegaskan aturan tentang pencantuman peringatan kesehatan dan informasi

kesehatan pada produk tembakau yaitu berupa gambar dan tulisan

dampak merokok bagi kesehatan.

B. Rumusan Masalah

Faktor faktor apa saja yang menyebabkan prevelensi kebiasaan merokok

warga masih tinggi pada desa gedung gempol kecamatan mojosari kabupaten

mojokerto
C. Tujuan

1. TujuanUmum

a) Terwujudnya desa yang sehat dan bebas asap rokok.

b) Terwujudnya Indonesia Sehat

2. Tujuan Khusus

a) Untuk mengetahui apa yang menyebabkan masih banyak warga yang

gemar merokok

b) Merencanakan program yang dapat mengurangi perilaku merokok di

dalam rumah.

c) Meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya orang tua untuk

menjalangkan program hidup sehat tanpa rokok

D. Manfaat

Diharapakan dari pembahasan materi ini dapat memberikan manfaat

kepada pembaca sehingga pembaca dapat mengetahui :

1. Faktor apa saja yang menyebabkan warga gemar merokok

2. Mengetahui program mengurangi asap rokok.


BAB II

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. PEMBAHASAN

1. Pengertian Rokok

Rokok adalah salah satu zat adiktif yang bila digunakan

mengakibatkan bahaya bagi kesehatan individu dan masyarakat. Kemudian

ada juga yang menyebutkan bahwa rokok adalah hasil olahan tembakau

terbungkus termasuk cerutu atau bahan lainya yang dihasilkan dari

tanamam Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica dan spesies lainnya atau

sintesisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan

tambahan. (HansTendra, 2003)

2. Bahan Baku Rokok

Rokok terbuat dari tembakau yang diperoleh dari tanaman

Nicotiana Tabacum L. Tembakau dipergunakan sebagai bahan untuk

sigaret, cerutu, tembakau untuk pipa serta pemakaian oral. Di Indonesia,

tembakau ditambah cengkih dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat

rokok kretek. Selain kretek, tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok

linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa, dan tembakau tanpa asap (chewing

tobacco atau tembako kunyah).

3. Bahan-bahan kimia yang Terkandung dalam Rokok

1. Tar
Tar adalah zat berwarna coklat berisi berbagai jenis hidrokarbon

aromatik polisiklik, amin aromatik dan N-nitrosamine. Tar yang


dihasilkan asap rokok akan menimbulkan iritasi pada saluran napas,

menyebabkan bronchitis, kanker nasofaring dan kanker paru.


2. Nikotin
Nikotin adalah bahan alkaloid toksik yang merupakan senyawa

amin tersier, bersifat basa lemah dengan pH 8,0. Pada pH fisiologis,

sebanyak 31% nikotin berbentuk bukan ion dan dapat melalui

membrane sel. Asap rokok pada umumnya bersifat asam (pH 5,5).

Pada pH ini nikotin berada dalam bentuk ion dan tidak dapat melewati

membran secara cepat sehingga di mukosa pipih hanya terjadi sedikit

absorpsi nikotin dari asap rokok. Pada perokok yang menggunakan

pipa, cerutu dan berbagai macam sigaret Eropa, asap rokok bersifat

basa dengan pH 8,5 dan nikotin pada umumnya tidak dalam bentuk ion

dan dapat diabsorpsi dengan baik melalui mulut.


3. Karbonmonoksida
Karbon monoksida (CO) adalah gas beracun yang mempunyai

afinitas kuat terhadap hemoglobin pada sel darah merah, ikatan CO

dengan haemoglobin akan membuat haemoglobin tidak bisa

melepaskan ikatan CO dan sebagai akibatnya fungsi haemoglobin

sebagai pengangkut oksigen berkurang, sehingga membentuk karboksi

hemoglobin mencapai tingkat tertentu akan dapat menyebabkan

kematian.
4. Timah hitam
Timah hitam (Pb) yang dihasilkan oleh sebatang rokok sebanyak

0,5 ug. Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis dihisap dalam satu

hari akan menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas bahaya timah

hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa

dibayangkan, bila seorang perokok berat menghisap rata-rata 2


bungkus rokok per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk ke

dalam tubuh. (Sugeng D.Triswanto, 2007)

4. Dampak Rokok Bagi Organ Respirasi

Merokok dapat menimbulkan berbagai dampak pada kesehatan manusia,

baik dampak langsung maupun efek menahun. Dampak ini bias terkena

pada perokok aktif maupun pasif.


1. Dampak langsung merokok :
Air mata keluar banyak.
Rambut, baju, badan berbau.
Denyut nadi dan tekanan darah meningkat.
Peristaltik usus meningkat, nafsu makan menurun.
2. Dampak jangka pendek (segera):
Sirkulasi darah kurang baik.
Suhu ujung-ujung jari (tangan/kaki) menurun.
Rasa mengecap dan membau hilang.
Gigi dan jari menjadi coklat atau hitam.

3. Dampak jangka panjang:

Kerja otak menurun.


Adrenalin meningkat.
Tekanan darah dan denyut nadi meningkat.
Rongga pembuluh darah menciut.
Muncul efek ketagihan dan ketergantungan.

5. Beberapa Jenis Penyakit Akibat Merokok

Kanker paru-paru
Kanker ialah penyakit yang disebabkan pertumbuhan yang tidak

terkendali dari sel abnormal yang ada dibagian tubuh. Hubungan

merokok dan kanker paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade terakhir

ini. Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama

sigaret, dengan timbulnya kanker paru-paru. Bahkan ada yang secara

tegas menyatakan bahkan rokok sebagai penyebab utama terjadinya

kanker paru-paru.
Jantung Koroner
Merokok terbukti merupakan factor resiko terbesar untuk mati

mendadak. Resiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2-4

kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Resiko ini

meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang dihisap.

Penelitian menunjukkan bahwa factor resiko merokok bekerja sinergis

dengan factorfaktor lain, seperti hipertensi, kadar lemak, gula darah

yang tinggi, terhadap tercetusnya PJK.


Perlu diketahui bahwa resiko kematian akibat penyakit jantung

koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertamasesudah

rokok dihentikan. Akibat penggumpalan (trombosis) dan pengapuran

(aterosklerosis) dinding pembuluh darah, merokok jelas akan merusak

pembuluh darah perifer. Pembentukan aterosklerosis pada pembuluh

darah koroner jantung jauh lebih banyak bagi perokok dibandingkan

dengan yang non perokok. Kondisi ini akibat mendorong

vosokonstriksi pembuluhdarah koroner.


Sebagai pendorong factor resiko PJK yang lain tentu perokok akan

meningkatkan kadar kolesterol didalam darah yang akan memberikan

resiko tinggi terhadap PJK. Demikian juga merokok mempercepat

pembekuan darah sehingga agregasi trombosit lebih cepat terjadi,

yang merupakan salah satu factor pembentukan aterosklerosissebagai

penyebab PJK.
Bronkitis
Bronkitis terjadi karena paru-paru dan alur udara tidak mampu

melepaskan mucus yang terdapat didalamnya dengan cara normal.

Mucus adalah cairan lengket yang terdapat dalam tabung halus, yang

disebut tabung bronchial yang terletak dalam paru-paru. Mucus


beserta semua kotoran tersebut biasanya terus bergerak melalui

tabung baronkial dengan bantuan rambut halus yang disebut silia.

Silia ini terus menerus bergerak bergelombang seperti tentakel bintang

laut, anemone, yang membawa mucus keluar dari paru-paru menuju

ketenggorokan.
Asap rokok memperlambat gerakan silia dan setelah jangka waktu

tertentu akan merusaknya sama sekali. Keadaan ini berarti bahwa

seorang perokok harus lebih banyak batuk untuk mengeluarkan

mukusnya. Karena sistemnya tidak lagi bekerja sebaik semula,

seorang perokok lebih mudah menderita radang paru-paru yang

disebut bronchitis.
Penyakit Stroke
Stroke adalah penyakit deficit neurologist akut yang disebabkanoleh

gangguan pembuluh darah otak yang terjadi secara mendadak

sertamenimbulkan gejala dan tanda yang sesuai dengan daerah otak

yangterganggu. Kejadian serangan penyakit ini bervariasi antar

tempat, waktu,dan keadaan penduduk.(Hurlock, 2002).


Dr. Hans Tendra juga mengungkapkan bahwa penyumbatanpembuluh

darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak

dikaitkandengan merokok. Resiko stroke dan resiko kematian lebih

tinggi perokokdibandingkan tidak perokok.


Hipertensi
Walaupun nikotin dan merokok menaikkan tekanan

darah diastolesecara akut, namun tidak tampak lebih sering di antara

perokok, dantekanan diastole sedikit berubah bila orang berhenti

merokok. Hal inimungkin berhubungan dengan fakta bahwa perokok

sekitar 10-12 ponlebih ringan dari pada bukan perokok yang sama
umur, tinggi badan dan jenis kelaminnya. Bila mereka berhenti

merokok, sering berat badan naik.


Dua kekuatan, turunnya tekanan diastole akibat adanya nikotin

dannaiknya tekanan diastole karena peningkatan berat badan,

tampaknyamengimbangi satu sama lain pada kebanyakan orang,

sehingga tekanandiastole sedikit berubah bila mereka berhenti

merokok.

Penyakit Diabetes
Diabetes terjadi ketika glukosa dalam darah terlalu tinggi karenatubuh

tidak bisa menggunakan dengan benar. Glukosa adalah gula

yangdiproduksi oleh tubuh dan terutama diambil dari

karbohidrat dalammakanan.Bukti-bukti makin bayak menunjuk pada

peran rokok terhadaptimbulnya penyakit diabetes atau bahwa

penderita diabetes akanmemperparah resiko kematian jika terus

merokok.
Impotensi
Impotensi merupakan kegagalan atau disfungsi alat kelamin laki laki

secara berulang. Ciri utamanya adalah kegagalan mempertahankan

ereksi atau berhasil ereksi tetapi kurang keras. Rokok merupakan

salahsatu penyumbang penting terjadinya impotensi. Para ahli

mengaitkan terjadinya impotensi dengan peran rokokyang merusak

jaringan darah dan syaraf. Dan karena seks yang sehatmemerlukan

kerjasama seluruh komponen tubuh, maka adanya ganguanpada

komponen vital menyebabkan gangguan dan bahkan kegagalan

seksseperti halnya yang terjadi pada impotensi.

6. Kategori Perokok
1. Perokok Pasif
Perokok pasif adalah asap rokok yang dihirup oleh seseorang yang

tidakmerokok(pasif smoker). Asap rokok tersebut bias menjadi

polutan bagimanusia dan lingkungan sekitar. Asap rokok yang

terhirup oleh orangorangbukan perokok karena berada disekitar

perokok bias menimbulkansecone handsmoke.


2. Perokok aktif
Perokok aktif adalah orang yang suka merokok (Hasan alwi,

2003:960)Kemudian menurut (Hurlock, 2002). Rokok aktif adalah

asap rokokyang berasal dari isapan perokok(mainstream).Dari

perokok aktif ini dapat digolongkan menjadi tiga bagian:


a. Perokok ringan
Perokok ringan yaitu perokok yang merokok kurang dari

sepuluhbatang per hari.


b. Perokok sedang
Perokok sedang adalah orang yang menghisap rokok sepuluh

sampai dua puluh batang perhari.


c. Perokok berat
Perokok berat adalah orang yang merokok lebih dari duapuluh

batangperhari. (Hurlock, 2002).

A. Kausa dan alternatif kausa

1. Lingkungan
Faktor lingkungan sepertitradisi masyarakat,dan pemikiran

masyarakat bahwa hanya batuk biasa saja menyebabkan makin gemarnya

warga merokok.
2. Material
Salah satufaktorpenyebabmasihbanyaknya masyarakat kita yang

gemar merokok karena kurangnya pengetahuan mengenai efek apa saja

yang terjadi dengan asap rokok baik penyebab langsung maupun ridak.

3. Manusia

Faktor individu dari masyarakat kita terutama di daerah perifer

yang rata-rata masih mempunyai kesadaran kesehatan yang rendah juga

menjadi salah satu penyumbang angka penyakit meningkat. Karena dari

kurangnya pengetahuan tentang rokok dan dampak rokok bagi kesehatan.

Masyarakat menganggap rokok bukan penyebab penyakit yang dapat

mematikan.
4. Proses
Proses asap rokok terhadap kesehatan masyarakat tak lepas dari

faktor lingkungan dan keluarga. Jika salah seorang anggota keluarga

mempunyai kebiasaan atau kegemaran merokok, anggota keluarga yang

lain dapat terkena dampak yang langsung maupun yang akan datang.

Kurangnya perhatian khusus pada lingkungan yang bersih bebas rokok di

dalam keluarga juga menyababkan dengan mudah kegemaran merokok ini

menjadi budaya.

B. Alternatif penyelesaian masalah dan prioritas pemecahan masalah

Alternatif penyelesaian masalah anatara lain:

1. Meningkatkan promosi kesehatan dan penyuluhan.


2. Pembentukan Karang Taruna yang aktif dalam melakukan aksi bebas asar

rokok
3. Memperbanyak program edukasi desa dan gotong royong
BAB III

RENCANA PROGRAM

Untuk menanggulangi masalah yang timbul akibat budaya merokok di

desa Kedunggempol dibutuhkan beberapa rencana program yang dirancang

sesuaidengan tujuan yang ingind icapai. Kegiatan untuk penanggulangan masalah

hidup sehat bebas asap rokok :

A. Edukasi dan Pengkaderan desa bebas Asap Rokok

Sasaran : Menyiapkan kader desa bebas rokok dengan

tujuan guna mempersiapkan desa bebas rokok

di masadepan

Target : Kadern desa dan seluruh petugas pelaksanaan

program.

Rinciankegiatan : Memberi pengetahuan terperinci mengenai

rokok baik penyebab, pencegahan dan

komplikasinya, memberi pelatihan teknis

tentang cara penyuluhan.

Lokasipelaksanaan : Balai desa

Tenaga pelaksana : Dokter atau tenaga ahli dalam bidang

kesehatan

Jadwal : Jadwal bisa disesuasikan tapi harus dilakukan

secara berkala sampai petugas pelaksana

dianggap sudah menguasai materi tersebut.


Diharapkan petugas pelaksana sudah siap 2

minggu sebelum dimulainya penyuluhan yang

pertama kepada masyarakat.

Kebutuhan pelaksanaan : Materi penyuluhan dan materi lengkap tentang

budaya rokok dan dampak kedepannya bagi

kesehatan

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN


4.1. KESIMPULAN

Rokok adalah salah satu zat adiktif yang bila digunakan mengakibatkan

bahaya bagi kesehatan individu dan masyarakat. Kemudian ada juga yang

menyebutkan bahwa rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk

cerutu atau bahan lainya yang dihasilkan dari tanamam Nicotiana Tabacum,

Nicotiana Rustica dan spesies lainnya atau sintesisnya yang mengandung nikotin

dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan.

Pengkajian yang lengkap dan tepat dengan memperhatikan aspek biopsiko

dan spritual maka masalah masyarakat dapat sedini mungkin diketahui sehingga

masalah yang timbul dapat diatasi secara tepat dan benar. Pelaksaan yang

dilakukan baik besifat kolaborasi ataupun idenpenden pada perokok terdiri dari

penyuluhan dan pemicuan. Keberhasilan pada waktu mengatasi masalah

masyarakat sangat di tentukan oleh kerjasama pasien sangat di tentukan oleh kerja

sama yang baik antara team kesehatan, pasien dan keluarga.

Diharapkan dari kegiatan MMD ini, seluruh sektor dapat bekerjasama

dalam mengurangi tingginya perokok sehinga terwujud desa yang bebas asap

rokok.

4.2. SARAN.

1. Tingkat pelayanan kesehatan

2. Memberi penyuluhan langsung kepada masyarakat


3. Meningkatkan penyuluhan untuk menemukan kontak sendiri mungkin

serta meningkatkan cakupan program.

4. Promosi kesehatan dalam rangka meningkatkan perilaku hidup sehat

5. Perbaikan perumahan serta peningkatan gizi.

BAB V

DAFTAR PUSTAK
Ali M, Asrori. Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT

Bumi Aksara; 2011.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI. Riset

Kesehatan Dasar 2007-2013 Provinsi Sumbar. 2013.

Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan

RI. Riset Kesehatan Dasar Jakarta: 2013.

Basuki J. Perilaku Dalam Organisasi Jakarta: Rajawali Pers; 2014.

Budiman, Riyanto A. Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Dan Sikap

Dalam

Grafiyana GA. Pengaruh Persepsi Label Peringatan Bergambar Pada Kemasan

Rokok Terhadap Minat Merokok Mahasiswa (Skripsi). Malang:

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim; 2014.

Gunawan A. Remaja Dan Permasalahannya. Yogyakarta: Hanggar Kreaton;

2011.a

Jamal Asmani M. Kiat Mengatasi Kenakalan Remaja Disekolah. Yogyakarta:

Buku Biru; 2012.

Juliansyah F. Teori Perilaku Merokok. unik-unikwordpresscom. 2009.

Kusmiran E. Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Wanita. Jakarta: Salemba

Medika;2012.

Latif A. Gambaran Pengetahuan, Perhatian Dan Sikap Mahasiswa Terhadap

Media

Notoatmodjo S. Ilmu Prilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2014.

Notoatmodjo S. Metodologi Penelitin Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010.


Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta;

2010.

Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika; 2013.

Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2013. Tentang Pencantuman

Peringatan Kesehatan Dan Informasi Kesehatan Pada Kemasan Produk

Tembakau.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 109 Tahun 2012. Tentang

Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk

Tembakau Bagi Kesehatan.

Poltekkes Depkes RI. Kesehatan Remaja Problem Dan Solusinya. Jakarta:

Salemba Medika; 2012.

Promosi Kesehatan Berupa Gambar Di Kemasan Rokok Pada Perokok Aktif

(Skripsi). 2015

Pusat Data Dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Info Datin. 2014.

Sarwono Sarlito W. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: PT Raja

Grafindo Persada;2012.

Sarwono Sarlito W. Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers; 2012.

Simarmata S. Perilaku Merokok Pada Siswa MTSn Negeri Model

Kuok Kec. Bangkinang Barat Provinsi Riau (Skripsi). Jakarta: Universitas

Indonesia; 2012.

Susila, Suyanto. Metode Penelitian Kesehatan Cross Sectional. Klaten:

Bossscript; 2015.
nd
Tan Yen Lian, Dorotheo U. The ASEAN Tobacco Control Atlas 2 Edition.

Thailand: The Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA), 2014.


Tobacco Control Support Center, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat

Indonesia. Atlas Tembakau Indonesia. Jakarta: 2013.

Undang-Undang Kesehatan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009.

Pengamanan Zat Adiktif.

Virly M. Hubungan Persepsi Tentang Bahaya Merokok Dengan Perilaku

Merokok Pada Karyawan Di PT Sintas Kurama Perdana Kawasan Industri

Pupuk Kujang Cikampek (Skripsi): Syarif Hidayatullah Jakarta; 2013.

Waluyo M. Psikologi Industri. Jakarta: Akademia Permata; 2013.

Widati S. Efektivitas Pesan Bahaya Rokok Pada Bungkus Rokok Terhadap

Perilaku Merokok Masyarakat Miskin Di Surabaya. 2011.

Yuliati R. Dampak Visualisasi Anacaman Kesehatan Pada Bungkus Rokok

Terhadap Perubahan Sikap Perokok Di Wilayah Samarinda Ulu. eJournal

Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas

Mulawarman. 2015.

Zulkarnain F. Pengaruh Label Visual Resiko Merokok Terhadap Sikap Pelajar

Pada SMK Negeri 2 Yogyakarta (Skripsi). 2015.


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA
Sekretariat: JalanDukuhKupangTimur XXV/45 Surabaya 60256
E-mail: bemfkuwks@yahoo.com Website http://www.fkuwks.com