Anda di halaman 1dari 1

Asal Usul Tanah

Dalam pengertian teknik secara umum, tanah didefinisikan sebagai material yang terdiri dari
agregat (butiran) mineral-mineral padat yang tidak tersementasi (terikat secara kimia) satu
sama lain dan dari bahan-bahan organik yang telah melapuk disertai dengan zat cair dan gas
yang mengisi ruang-ruang kosong di antara partikel-partikel padat tersebut.

Istilah Rekayasa Geoteknis (Geotechnical Engineering) didefinisikan sebagai ilmu


pengetahuan dan pelaksanaan dari bagian teknik sipil yang menyangkut material-material
alam yang terdapat pada (dan dekat dengan) permukaan bumi.

Burtiran-butiran mineral yang membentuk bagian padat dari tanah merupakan hasil
pelapukan dari batuan. Berdasarkan asal-usulnya, batuan dapat dibagi menjadi tiga tipe dasar
yaitu: batuan beku (Igneous rock), batuan sedimen sedimentary rock) dan batuan metamorf
(metamorphic rock).

Pelapukan adalah suatu proses terurainya batuan menjadi partikel-partikel yang lebih kecil
akibat proses mekanis dan kimia. Agregat (butiran) yang tidak tersementasi dengan proporsi
yang bermacam-macam membentuk beragam tipe tanah. Mineral lempung (clay mineral),
yang merupakan produk pelapukan kimia dan feldspar, ferromagnesium, dan berjenis-jenis
mika, adlah mineral-mineral yang membentuk sifat-sifat plastis dari tanah. Ada tiga tipe
utama mineral-mineral tanah lempung yaitu: (1) kaolinite, (2) illite, dan (3) monimorillite.