Anda di halaman 1dari 9

KOMPOSISI TANAH

2.1 Hubungan Volume-Berat

Gambar (a) di atas menunjukkan elemen tanah dengan volime V dan Berat W. Untuk membuat
hubungan antara Volume dan Berat makan di pisah menjadi gambar (b).

Maka, didapatkan persamaan seperti yang di bawah ini :

1. W = Ws + Ww
2. V = Vs + Vw + Va
3. Vv = Vw + Va
Dimana :
Ws = Berat butiran padat
Ww = Berat air
V = Volume total
Vs = Volume butiran padat
Vw = Volume air
Va = Volume udara
Vv = Volume rongga

Hubungan Volume yang umu dipakai untuk suatu elemen tanah adalah Kadar Air (Moisture Content),
Angka Pori (Void Ratio), Porositas (Porosity) dan Derajat Kejenuhan (Degree of Saturation).

1. Kadar Air
Adalah perbandingan antara berat air (Ww) dan berat butiran padat (Ws), Jadi :
Ww
w (%) = 100
Ws
Dimana :
w = Kadar Air (%)
2. Angka Pori
Adalah perbandingan antara volume pori (Vv) dan volume butiran Padat (Vs), Jadi :
Vv
e=
Vs
Dimana :
e = Angka Pori (Void Ratio)
3. Porotisitas
Adalah perbandingan antara volume pori (Vv) dan volume tanah total (V), Jadi :
Vv
n=
V
Dimana :
n = Nilai Poritisitas (dalam decimal maupun %)
4. Derajat Kejenuhan
Adalah perbandingan antara volume air (Vw) dan volume pori (Vv), Jadi :
Vw
Sr =
Vv
Dimana :
Sr = Derajat Kejenuhan
5. Lain Lain.
- Berat Volume Lembab atau Basah
Adalah Perbandingan antara berat butiran tanah termasuk air dan udara (W) dan volume tanah
(V), Jadi :
W
b
V
Dengan W = Ww + Ws + Wa (Wa = 0). Bila ruang udara terisi oleh air dan (Va = 0 ), maka
tanah menjadi jenuh menjadi :
Ws
d
V
- Berat Volume Butiran Padat
Adalah perbandingan antara berat butiran padat (Ws) dan volume butiran padat (Vs), Jadi :
Ws
s
Vs
- Berat Spesifik atau Berat Jenis (Specific Gravity)
Adalah perbandingan antara berat volume butiran padat dan berat volume air pada temperatur
4C, Jadi :
s
Gs =
w
Gs tidak berdimensi, Berat Jenis dari berbagai jenis tanah berkisar antara 2,65 sampai 2,75.
Nilai (Gs = 2,67) biasanya digunakan untuk tanah-tanah tidak berkohesif, sedangjan untuk
tanah berkohesif tak organik berkisar antara 2,68 2,72.
- Hubungan Antara Angka Pori dan Porotisitas.
Menjadi :
n e
e= dan n =
1 n 1 e
- Kerapan (Density)

- Kerapatan Kering (Dry Density)

- Kerapatan Jenuh Air (Saturated Density)

- Kerapatan Relatif (Relative Density)


Digunakan untuk menunjukkan tingkat kerapatan dari tanah berbutir (granular soil), dan dapat
di definisikan sebagai :

Dimana :
Dr = Kerapatan relatif (%)
e = Angka pori tanah
e maks = Angka pori tanah dalam keadaan paling lepas
e min = Angka pori tanag dalam keadaan paling padat
Tabel Kerapatan Relatif
Kerapatan Relatif (%) Deposit Tanah
0 15 Sangat lepas
15 50 Lepas
50 70 Menengah
70 85 Padat
85 100 Sangat Padat

Contoh Soal :

Pada kondisi di lapangan, tanah mempunyai volume = 10 cm3 dan berat basah tanah = 19 gr,
Berat tanah kering oven = 16 gr. Jika berat jenis tanah (Gs) = 2,71 dan berat volume air = 1 gr/cm3.
Hitung :

a. Kadar air (w)


b. Angka pori (e)
c. Porositas (n)
d. Berat volume basah (b)
e. Berat volume kering (s)
f. Derajat kejenuhannya (Sr)
Diketahui :
V = 10 cm3

Ww =19 gr

Ws =16 gr

Gs = 2,71

Vw = 1 gr/cm3

Penyelesaian :
Ww W Ws 19 16
a. kadar air (w) = x100% 18,75%
Ws Ws 16
Vv Ws 16
b. angka pori (e) = Vs 5,90cm 3
Vs Gs. w 2,71 1

Vv V Vs 10 5,90 4,10cm 3

Vv 4,10
e 0,69
Vs 5,90

e 0,69
c. porositas (n) = 0,41
1 e 1 0,69
W 19
d. berat volume basah (b) = 1,9 gr / cm 3
V 10
Ws 16
e. berat volume kering (s) = 1,6 gr / cm 3
V 10

f. derajat kejenuhan (Sr) =


Vw
Vw
Ww

19 16 3cm3
Vv w 1
3
Sr 100% 73,17%
4,10

Konsistensi Tanah
Apabila tanah berbutir halus mengandung mineral lempung, maka tanah tersebut dapat diremas-remas
(remolded) tanpa menimbulkan retakan. Sifat kohesif ini karena adanya air yang terserap (adsorbed
water) di sekeliling permukaan dari partikel lempung.
Atterberg, Swedia (1900) mengembangkan metode untuk menjelaskan sifat konsistensi tanah
berbutir halus pada kadar air yang bervariasi. Jika kadar airnya sangat tinggi, campuran air dan tanah
akan sangat lembek. Tanah tersebut dipisahkan ke dalam empat keadaan dasar yaitu : padat, semi
padat, plastis, cair.

BATAS-BATAS ATTERBERG (Atterberg limits) :


Batas susut (Shrinkage limit) SL kadar air dalam persen, terjadi transisi dari keadaan padat ke
semi-padat. Perubahan volume suatu massa tanah berhenti.

Tanah akan menyusut apabila air yang dikandungnya secara perlahan hilang dalam tanah, dan tanah
tersebut akan mencapai suatu tingkat keseimbangan di mana penambahan kehilangan air tidak
menyebabkan perubahan volume.

Batas susut dinyatakan dalam persaman :

( M 1 M 2) (V 1 V 2). W
SL = { } 100%
M2 M2
Dimana :
M1 = Berat tanah basah dalam cawan percobaan (g)
M2 = Bert tanah kering dalam oven (g)
V1 = Volume tanah basah dalam cawan (cm 3 )
V2 = Volume tanah kering dalmam oven (cm 3 )
w = Berat volume air (g/cm 3 )

Batas plastis (Plastic limit) PL kadar air, transisi dari keadaan semi-padat ke plastis.

Tanah apabila digulung sampai dengan diameter 1/8 in (3,2 mm) menjadi retak-retak. Batas plastis
merupakan batas terendah dari tingkat keplastisan suatu tanah. Cara pengujiannya adalah dengan cara
menggulung massa tanah berukuran elipsoida dengan telapak tangan di atas kaca datar.

Indeks plastisitas (plasticity index PI) adalah perbedaan antara batas cair dan batas plastis suatu tanah,
PI = LL-PL

Batas cair (Liquid limit) LL kadar air, transisi dari keadaan plastis ke cair.

Dapat dilakukan pengujian dengan menggunakan alat berbentuk mangkok kuningan, pasta tanah di
letakkan di dalam mangkok kuningan kemudian digores tepat di tengahnya dengan menggunakan alat
penggores standar, kemudian dijalankan alat pemutar dan mangkok dinaik turunkan. Kadar air
dinyatakan dalam persen dari tanah yang dibutuhkan untuk menutup goresan sepanjang dasar tanah di
dalam mangkok, sesudah 25 pukulan maka didefinisikan sebagai Batas Cair.

Contoh Soal Batas Susut


Dilakukan uji batas susut pada suatu tanah dimana mineral lempung yang paling dominan
dikandungnya adalah Illite. Hasil pengujian yang didapat adalah :
M1 = 44,6 gr V1 = 16,2 cm3
M2 = 32,8 gr V2 = 10,8 cm3
(dianggap berat volume air = 1 gr/cm3).
Hitunglah batas susut tanah tersebut.
Penyelesaian :
m - m2 Vi - Vf w
SL = 1 x 100 - x 100
m2 m2

Dengan memasukkan data uji ke dalam persamaan, didapat :


44,6 - 32,8 16,2 - 10,8 x 1
SL = x 100 - x 100
32,8 32,8
= 35,97 - 16,46 = 19,50

Indeks Plastisitas (Plasticity Indeks) Selisih batas cair dan batas plastis.

Indeks plastisitas (PI) merupakan interval kadar air dimana tanah masih bersifat plastis. Karena itu
indeks plastisitas menunjukkan sifat keplastisan tanah.

PI = LL PL

Jika tanah mempunyai (PI) tinggi, maka tanah mengandung banyak butiran lempung dan jika
tanah mepunyai (PI), rendah ,seperti lanau , sedikit penurangan kadar air berakibat tanah
menjadi kering.

Indeks Cair (Liquidity Indeks) Kadar air tanah asli relatif pada kedudukan plastis dan cair.

dinyatakan menurut persamaan :

wN PL wN PL
LI =
LL PL PI

Dengan :

Wn = Kadar air dilapangan

Jika Wn = LL, maka LI = 1,sedangkam jika Wn = PL ,maka LI = 0. Jadi untuk lapisan tanah asli yang
didalam kedudukan plastis . nilai LL >Wn > PL. Jika kadar air bertambah dari PL menuju LL ,maka
LI bertambah dari 0 sampai 1. Lapisan tanah asli dengan wN > LI ,akan mempunyai LL > 1. Tapi jika
wN kurang dari PL ,LI akan negative.

MINERAL LEMPUNG

1. Susunan Tanah Lempung


Pelapukan tanah akibat reaksi kimia menghasilkan susunan kelompok partikel
berukuran koloid dengan diameter butiran lebih kecil dari 0,002 mm yang disebut mineral
lempung.

Kebanyakan tanah lempung terdiri dari silica tetrahydra dan almunium oktahidra. Silika
dan alumunium secara parsial dapat digantikan oleh elemen yang lain dalam kesatuannya,
keadaan ini dikenal sebagai substitusi isomorf.

Kaolinite merupakan mineral dari kelompok kaolin, terdiri dari susunan satu lembar
silica tetrahedra dengan satu lembar alumunium oktahedra dengan satuan susunan setebal 7,2 A.
Halloysite hampir sama dengan kaolinite, tetapi kesatuan yang berurutan lebih acak ikatannya
dan dapat dipisahkan oleh lapisan tunggal molekul air.

Montmorillonite , disebut juga smectite, adalah mineral yanag dibentuk oleh dua lembar
silica dan satu lembar alumunium (gibbsite). Tanah-tanah yang mengandung montmorillonite
sangat mudah mengembang oleh tambahan kadar air. Tekanan pengembangannya yang
dihasilkan dapat merusak struktur ringan dan perkerasan jalan raya.

Illite adalah bentuk mineral lempung yang teriri dari mineral-mineral kelompok illite.
Bentuk susunan dasarnya terdiri dari sebuah lembaran alumunium oktahedra yang terikat
diantara dua lembaran silica tetrahdra.

Tabel Struktur Tanah Lempung

Hal Keterangan
Struktur Terdiaporsi Terbentuk oleh partikel-partikel lempung yang
mengendap secara individu. Orientasi butir-
butirnya hampir paralel
Struktur Terflokulasi Terbentuk oleh gumpalan-gumpalan butiran
lempung yang mengendap
Domain Kelompok unit-unit submikroskopis dari
partikel lempung.
Cluster Kelompok dari domain yang membentuk
Cluster. Dapat dilihat dengan Mikroskop biasa.
Ped Kelompok dari Cluster yang membentuk ped.
Dapat dilihat tanpa mikroskop.

2. Pengaruh Air pada Tanah Lempung


Air biasanya tidak banyak mempengaruhi kelakuan tanah non kohesif (granular),
Sebagai contoh: kuat geser tanah pasir mendekati sama pada kondisi kering maupun jenuh air.
Tetapi, jika air berada pada lapisan pasir yang tidak padat, beban dinamis seperti gempa bumi
dan getaran lainya sangat mempengaruhi kuat gesernya.

Terdapat 3 mekanisme yang menyababkan molekul air dipolar dapat ditarik oleh
permukaan partikel lempung secara elektrik :

1. Tarikan antara permukaan bermuatan negative dari partikel lempung dengan ujung positif
dari polar.
2. Tarikan antara kation-kation dalam lapisan ganda dengan muatan negative dari ujung polar.
Kation-kation ini tertarik oleh permukaan partikel lempung yang bermuatan negative.
3. Andil atom-atom hydrogen dalam molekul air, yaitu dengan ikatan hydrogen antara oksigen
dalam partikel lempung dan atom oksigen dalam molekul-molekul air.
Air yang tertarik secara elektris, yang berada disekitar partikel lempung, disebut air
lapisan ganda (Double-layer water). Sifat plastis tanah lempung adalah akibat ekstensi dari
lapisan ganda. Air lapisan ganda pada bagian paling dalam yang sangat kuat melekat pada
partikel lempung , disebut air serapan (absorbed water).Partikel tanah yang disusun oleh
mineral lempung akan sangat dipengaruhi oleh besarnya jaringan muatan negative pada
mineral, tipe, konsentrasi, dan distribusi kation-kation yang berfungsi untuk mengimbangkan
muatannya.

SUSUNAN TANAH GRANULER

Butiran tanah yang dapat mengendap pada suatu larutan suspensi secara individu, tak
bergantung pada pada butiran yang lain akan berupa susunan tunggal. Sebagai contoh tanah
pasir, kerkil, atau beberapa campuran pasir dan lanau. Kerafatan relative sangat berpengaruh
pada sifat-sifat teknis tanah granuler.
ANALISIS UKURAN BUTIRAN

Sifat-sifat tanah sangat bergantung pada ukuran butiannya. Besarnya butiran dijadikan
dasar untuk pemberian nama dan klasifikasi tanah. Oleh karna itu, analisis butiran ini
merupakan pengujian yang sangat sering dilakukan.

Analisis ukuran butiran tanah adalah adalah penentuan persentase berat butiran pada
suatu unit saringan, dengan ukuran diameter lubang tertentu.

a. Tanah Berbutir Kasar


b. Tanah berbutir Halus
Distribusi ukuran butiran tanah berbutir halus atau bagian berbutir kasar dari
tanah,dapat ditentukan denagan cara sedimentasi. Metode ini didasarkan pada hokum
Stokes,yang berkenaan dengan kecepatan mengendap butiran pada larutan suspensi.

Menurut Stokes, kecepatan mengendap butiran dapat ditentukan dari persamaan :

s w
v= D2
1 s

Dengan :

Dengan :

v = Kecepatan, sama dengan jarak/waktu ( I/t)

s = Berat volume butiran padat (g/cm 3 )

w = Berat volume Air (g/cm 3 )

= Kekentalan air absolute (g.det/cm 2 )

D = Diameter butiran tanah (mm)


Aktivitas (Activity)
Sifat plastis dari suatu tanah adalah disebabkan oleh air yang terserap di sekeliling permukaan partikel
lempung, diharapkan tipe dan jumlah mineral lempung yang dikandung akan mempengaruhi batas
plastis dan batas cair tanah yang bersangkutan.

Skempton (1953) mendefinisikan suatu besaran yang dinamakan aktivitas (activity) yang
merupakan kemiringan dari garis yang menyatakan hubungan antara PI dan persen butiran yang lolos
ayakan 2, atau dapat pula dituliskan sebagai :

A = PI di per (% berat fraksi berukuran lempung)

Aktivitas digunakan sebagai indeks untuk mengidentifikasi kemampuan mengembang dari suatu
tanah lempung.

Struktur Tanah
Struktur tanah susunan geometrik butiran tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur tanah
adalah bentuk, ukuran, dan komposisi mineral dari butiran tanah serta sifat dan komposisi dari air
tanah. Secara umum, tanah dimasukkan ke dalam dua kelompok, yaitu :

Struktur Tanah Tak Berkohesi

Dibagi ke dalam dua kategori pokok :

Struktur butir tunggal (single-grained) , butiran tanah berada dalam posisi stabil dan tiap-tiap butir
bersentuhan satu terhadap yang lain. Bentuk dan pembaguan ukuran butiran tanah serta kedudukannya
mempengaruhi sifat kepadatan tanah. Terus penjelasan gambar.

Struktur sarang lebah (honeycombed) , mempunyai angka pori besar dan biasanya dapat memikul
beban statis yang tak begitu besar. Tetapi, apabila struktur tersebut dikenai beban atau dikenai beban
getar, struktur tanah akan rusak dan menyebabkan penurunan yang besar.

Struktur Tanah Berkohesi

Perlu diketahui tipe dari gaya gaya yang bekerja antara butir0butir tanah lempung yang terlarut dalam
air. Bilamana dua butiran lempung dalam larutan terletak berdekatan satu terhadap yang lain, lapisan
ganda terdifusi dari kedua butiran tersebut akan menyebabkan gaya tolak menolak, pada waktu yang
sama akan timbul gaya tarik menarik antar butiran lempung yang disebabkan oleh van der waal yang
tidak tergantung pada sifat air. Bila jarak antar partikel sangat kecil maka gaya tarik manearik adalah
lebih besar dari gaya tolak menolak dalam teori koloid.