Anda di halaman 1dari 9

BAB II

PENGUJIAN BERAT JENIS TANAH

A. Maksud
Maksud pengujian adalah menentukan berat jenis contoh tanah.
Berat jenis tanah adalah perbandingan antara berat butir-butir dengan berat
air destilasi diudara dengan volume yang sama dan pada temperatur 27,5°
C.

B. Alat yang Digunakan


a. Piknometer, yaitu botol gelas dengan leher sempit dan dengan tutup
dari gelas yang berlubang kapiler, dengan kapasitas 50cc atau lebih
besar.
b. Timbangan dengan ketelitian 0,001 gr.
c. Air destilasi bebas udara (dalam wosh bottle).
d. Oven dengan suhu dapat diatur pada 105° - 110° C
e. Desikator.
f. Termometer.
g. Cawan porselin (mortar) dengan pastel (penumbuk berkepala karet)
untuk menghancurkan gumpalan tanah menjadi butir-butir tanpa
merusak butir-butirnya sendiri.
h. Kompor.

C. Benda Uji
Contoh tanah seberat sekitar 30 gr – 40 gr yang akan digunakan
untuk pemeriksaan secara duplo (dua percobaan yang terpisah).

D. Pelaksanaan
1. Membersihkan piknometer luar dalam dan dikeringkan, kemudian
ditimbang (w1)
2. Menghancurkan contoh tanah dalam cawan porselin dengan
menggunakan pastel kemudian dikeringkan dalam oven. Mengambil

12
tanah kering dari oven dan langsung didinginkan dalam desikator.
Setelah dingin,dari desikator segera atau langsung dimasukkan dalam
piknometer sebanyak kira-kira 10gr. Menimbang piknometer dengan
titipnya berisi tanah (w2)
3. Mengisikan air kurang lebih 10cc ke dalam pinometer, sehingga tanah
terendam seluruhnya dan dibiarkan 2-10 jam
4. Menambahkan air destilasi sampai kira-kira 1⁄2 atau 2⁄3 penuh.
Udara yang terperangkap diantara butir-butir harus dikeluarkan dan
dihilangkan. Cara yang dapat dilakukan :
a) Piknometer bersama air dan tanah dimasukkan dalam bejana
tertutup yang dapat di vaccum dengan pompa vaccum (tidak
melebihi 100mm Hg). Sehingga gelembung-gelembung udara
keluar dan air menjadi jernih
b) Pinometer direbus dengan hati-hati sekitar 10 menit dengan sekali-
kali dimiringkan untuk membantu keluarnya udara, kemudian
didinginkan
5. Menambahkan air destilasi pada piknometer sampai penuh dan ditutup.
Bagian luar piknometer dikeringkan dengan kain kering, setelah itu
piknometer berisi tanah dan air ditimbang (w3). Air dalam piknometer
diukur suhunya dengan termometer (t° C)
6. Mengkosongkan dan memebersihkan piknometer,kemudian mengisi
penuh dengan air destilasi bebas udara,ditutup, diluarnya dikeringkan
dengan kain kering. Piknometer penuh air ditimbang (w4). Hal ini
dikerjakan setelah selesai no 5 agar suhu udara masih sama dengan
keadaan no 5.

E. Rumus
1. Berat jenis butir-butir tanah pada suhu t° C adalah :
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑢𝑡𝑖𝑟 𝑊𝑠
𝐺= =
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑎𝑖𝑟 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑊𝑤

13
2. Berat jenis tanah pada temperatur 27,5° C
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑎𝑖𝑟 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡° 𝐶
𝐺 (27,5° ) = 𝐺(𝑡°) ×
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑎𝑖𝑟 𝑝𝑎𝑑𝑎 27,5° 𝐶

CATATAN :

1. Piknometer 50cc digunakan untuk butir-butir tanah yang lewat saringan


no.4 untuk butir-butir yang lebih besar dari saringan no.4 digunakan
piknometer yang lebih besar (misal 100cc).
Jika tanah berupa campuran antara butir-butir kasar (tertahan saringan
no.4) dan butir-butir halus,butir-butir tersebut harus dipisahkan dengan
saringan no.4 kemudian masing-masing dikerjakan tersendiri, kemudian
berat jenis tanah diambil rata-rata dari keduanya. Pada percobaan
penentuan gradasi butir-butir dengan cara mengendapkan (cara pipet atau
hidrometer). Berat jenis butir-butir ditentukan dari butir-butir yang lolos
saringan no 10.
2. Sebagai pengganti air destilasi sering dipakai kerosene yang sifatnya
membasahkan butir-butir lebih baik.
3. Contoh tanah basah dapat juga digunakan dan langsung dimasukka
kedalam piknometer,asal diketahui kadar airnya.
4. Secara praktis pengaruh temperatur tidak terlalu besar dan pengaruh yang
besar terhadap kesalahan hasilnya adalah bersihnya udara yang
terperangkap antara butir-butir dan udara yang larut dalam air. Sehingga
pembersihan udara ini harus sebaik-baiknya.
5. Pekerjaan penentuan berat jenis suatu tanah harus dilakukan secara
duplo,yaitu dilakukan dua kali yang terpisah.

F. Data dan Pengamatan


Tabel 2.1 Data dan Pengamatan
NO PIKNOMETER NOMOR 1 2
1 Berat Piknometer Kosong W1 gr 37,4 39,9
2 Berat Piknometer + Tanah Kering W2 gr 47,4 49,9
3 Berat Piknometer + Tanah + Air W3 gr 142,1 143,4

14
4 Berat Piknometer + Air W4 gr 137,0 139,0
5 Temperatur t°C 35° C 39,1° C

G. Analisa Data dan Hitungan


Analisis Hitungan

1. a. Berat butir tanah 1(A) = W2 – W1 gr 2(A) = W2 – W1 gr


= 47,4 – 37,4 = 49,9 – 39,9
= 10 gr = 10 gr
Ket : W1 = berat pikometer kosong (W1 gr)
W2 = berat pikometer + tanah kering (W2 gr)
2. B = (W3 –W4 gr )
Dimana : W3 = berat piknometer + tanah + air
W4 = berat piknometer + air

Untuk 1 ( B ) = W3 –W4 gr 2 ( B ) = W3 – W4 gr
= 142,1 – 137,0 = 143,4 – 139,0
= 5,1 gr = 4,4 gr

3. C = A – B gr
Dimana A = berat butir tanah
B = berat butir tanah + air
Untuk 1(C) = A – B gr 2 ( C ) = A – B gr
= 10 – 5,1 gr = 10 – 4,4
= 4,9 gr = 5,6 gr

4. Berat jenis ( B J)= A/ C


Dimana A = berat butir tanah
C = kadar air
Untuk 1 ( BJ ) = A/C gr
10
= 4,9

= 2,04081 gr

15
Untuk 2 (BJ) = A/ C gr
10
= 5,6

= 1,78571 gr
BJ X (BJair t° )
G untuk 27,5 = BJair 27,5°
2,04081(0,9941)
1. = 2,0361
0,9964
1,78571(0,9926)
2. = 1,7789
0,9964

2,04081+ 1,78571
Berat Jenis rata – rata = = 1,91326 gr
2

H. Hasil Pengamatan
Tabel 2.2 Tabel Data Hasil Pengamatan
NO PIKNOMETER NOMOR 1 2
1 Berat Piknometer Kosong W1 gr 37,4 39,9
2 Berat Piknometer + Tanah Kering W2 47,4 49,9
gr
3 Berat Piknometer + Tanah + Air W3 142,1 143,4
gr
4 Berat Piknometer + Air W4 gr 137,0 139,0
5 Temperatur t°C 35° C 39,1° C
6 A = W2 –W1 gr 10 10
7 B = W3 –W4 gr 5,1 4,4

8 C = A –B gr 4,9 5,6

9 Berat Jenis BJ = 𝐴⁄𝐶 2,04081 1,78571

10 Berat Jenis rata-rata (BJ) 1,91326

𝐵𝐽 𝑎𝑖𝑟 𝑡° 𝐶 2,0361 1,7789


11 𝐺 (27,5° ) = 𝐵𝐽 ×
𝐵𝐽 𝑎𝑖𝑟 27,5° 𝐶

12 G rata-rata 2,9255

16
I. Pembahasan
Berat jenis atau Berat spesifik (specific Grafity) tanah adalah
perbandingan antara berat volum butiran padat (γs) dengan berat volum air
(γw) pada temperatur 27,5. Gs tidak berdimensi. Berat jenis dari berbagai
tanah berkisar antara 2,65 – 2,75. Nilai berat jenis Gs = 2,67 biasanya untuk
tanah-tanah tidak berkohesi. Sedangkan untuk tanah kohesif atau anorganik
berkisar antara 2,68 – 2,72. Nilai-nilai berat jenis dari berbagai tanah
diberikan dalam tabel berikut :
Tabel 2.3 Nilai-nilai Berat Jenis Tanah

Macam Tanah Berat Jenis (Gs)


Kerikil 2,65 – 2, 68
Pasir 2,65 – 2, 68
Lanau organic 2,62 – 2, 68
Lempung organic 2,58 – 2,65
Lempung anorganik 2,68 – 2,75
Humus 1,37
Gambut 1,25 -1, 80

Tabel 2.4 Konversi Suhu Berat Jenis Tanah


Temperatur tC Konversi
20 0,9982
21 0,9980
22 0,9978
23 0,9976
24 0,9973
25 0,9971
26 0,9968
27 0,9965
27,5 0,9964
28 0,9964

17
29 0,9960
30 0,9957
31 0,9954
32 0,9951
33 0,9947
34 0,9944
35 0,9941
36/36,5 0,9937
37 0,9934
38 0,9930
39 0,9926
40 0,9922

J. Kesimpulan
Dari data hasil percobaan dengan perhitungan dan pembahasan di
atas dapat disimpulkan bahwa tanah sampel 1 tersebut mempunyai berat jenis
2,0361 gr,tanah sampel 2 mempunyai berat jenis 1,7789 gr,dan berat jenis rata
– rata dari kedua sampel tersebut adalah 2,9255 gr. Maka dilihat dari berat
jenis kedua tanah tersebut hampir termasuk jenis tanah “gambut”. Yang
memiliki berat jenis tanah 1,25 -1, 80.

18
K. Lampiran
Lampiran I
PENGUJIAN BERAT JENIS TANAH

PROYEK : Memeriksa berat jenis tanah


LOKASI : Lab Kampus V UNS Pabelan

NO.CONTOH : TANGGAL : 7 April 2015


KEDALAMAN : PETUGAS : Kelompok 4
JENIS TANAH :

NO PIKNOMETER NOMOR 1 2
1 Berat Piknometer Kosong W1 gr 37,4 39,9
2 Berat Piknometer + Tanah Kering W2 47,4 49,9
gr
3 Berat Piknometer + Tanah + Air W3 142,1 143,4
gr
4 Berat Piknometer + Air W4 gr 137,0 139,0
5 Temperatur t°C 35° C 39,1° C
6 A = W2 –W1 gr 10 10
7 B = W3 –W4 gr 5,1 4,4
8 C = A –B gr 4,9 5,6

9 Berat Jenis BJ = 𝐴⁄𝐶 2,04081 1,78571

10 Berat Jenis rata-rata (BJ) 1,91326

𝐵𝐽 𝑎𝑖𝑟 𝑡° 𝐶 2,0361 1,7789


11 𝐺 (27,5° ) = 𝐵𝐽 ×
𝐵𝐽 𝑎𝑖𝑟 27,5° 𝐶

12 G rata-rata 2,2955

19
Lampiran II

ALAT YANG DIGUNAKAN DALAM PENGUJIAN BERAT JENIS


TANAH

Gambar 2.1 Timbangan Gambar 2.2 Piknometer

Gambar 2.4 Oven Gambar 2.3 Air Destilasi

Gambar 2.5 Spatel dan Mortar

20