Anda di halaman 1dari 9

BAB V

PENGUJIAN DISTRIBUSI UKURAN BUTIRAN TANAH

A. Maksud Pengujian
Untuk menetukan distribusi ukuran butiran suatu tanah. Percobaan
pemeriksaan dilakukan dengan analisa ukuran butir-butir yang tertahan
saringan No. 200 (0,075 mm) dilakukan dengan menggunakan saringan.

B. Alat yang Digunakan


1. Satu set saringan
No. 4 (4,75 mm)
No. 10 (2,00 mm)
No. 30 (0,6 mm)
No. 40 (0,425 mm)
No. 60 (0,250 mm)
No. 100 (0,150 mm)
No. 200 (0,075 mm)
2. Mesin penggerak saringan
3. Dua buah gelas silinder dengan kapasitas 1000ml
4. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gr
5. Beaker gelas dengan kapasitas maksimum 500ml
6. Stop Watch
7. Cawan timbang, mixer, dab oven
8. Air destilasi dan bahan disperse (Reagent)

C. Benda Uji
Tanah kering yang telah dioven dan sudah diketahui kadar airnya.

37
D. Pelaksanaan
1. Menyiapkan sampel tanah dengan berat 60 gr.
2. Masukkan contoh tanah ke dalam beaker gelas, beri air destilasi yang
dicampur dengan reagent sebanyak 125 ml sampai tanah terendam.
Diamkan selama 16 jam.
3. Tanah diaduk-aduk sampai benar-benar hancur, kemudian dituangkan
kedalam mixer dan sisa endapan dicuci dengan air destilasi dan
dituangkan ke dalam mangkok gelas sehingga tidak ada butiran tanah
yang hilang.
4. Jalankan mixer sampai tanah hancur. Setelah tanah hancur kemudian
dimasukkan ke dalam gelas silinder yang sudah disediakan dan
ditambah air destilasi sampai volume 1000 cc (ukuran silinder).
5. Gelas silinder pertama ditutup kemudian dikocok-kocok dengan
membolak-balikkan secara vertikal dengan butir-butir tanahnya
melayang-layang dalam air atau 60 kali kemudian diletakkan diatas
meja dan dicatat waktu permulaan pengendapan (t=0) dengan
menggunakan stop watch.
6. Setelah itu larutan dituangkan pada saringan No. 200(0,075 mm) dan
dicuci bersih sampai air yang mengalir dibawah saringan menjadi
jernih atau larutan yang tinggal tidak ada lumpur.
7. Yang tertahan diatas saringan dipindahkan pada suatu tempat,
kemudian keringkan dalam oven dengan suhu 105° C - 110° C.
8. Kemudian dinginkan dan ditimbang, catat beratnya = B1 gr.
9. Setelah ditimbang kemudian disaring dengan satu set saringan tersebut
diatas.
10. Susun saringan dari diameter paling besar ke diameter kecil.
11. Pasang saringan ke dalam alat atau mesin penggerak lalu masukkan
tanahsample tadi ke dalam saringan dan ditutup.
12. Getarkan mesin pengayak, dalam 3 x 1 menit.
13. Tanah yang tertinggal dalam ayakan dipindah ke cawan ditimbang satu
per satu.
14. Menimbang berat tanah yang tertahan dalam saringan.

38
15. Menghitung berat tanah yang melewati saringan.
16. Jumlah butiran yang disaring biasanya tidak sama, karena ada yang
hilang (tertahan pada saringan).

E. Rumus
1. Berat lewat saringan (e) dapat dihitung dengan rumus :

Berat Butiran Total – Berat Tertahan Saringan

e1 = W – d1

* sedangkan untuk selain e1 dapat menggunakan rumus :

𝑒𝑛 = 𝑒𝑛−1 − 𝑑𝑛

2. Presentase berat kecil dapat dihitung dengan rumus :


𝑒
𝑥 100 %
𝑊

F. Data dan Pengamatan


Tabel 5.1 Data dan Pengamatan Distribusi Ukuran Butiran

Nomor Ukuran Butiran (mm) Berat Tertahan Saringan (gr)


Saringan
4 4,75 dl = 0
10 2 d2 = 1,8
30 0,6 d3 = 9,3
40 0,425 d4= 3,7
60 0,250 d5 = 13,5
100 0,150 d6 = 8,1
200 0,075 d7 = 19,6
Nampan Sisa d8= 3,3

∑ 𝑑 = 59,3

39
G. Analisa Data dan Hitungan

Menghitung berat lewat saringan


e1 = W – d1 =59,3– 0=59,3
e2 = e1 – d2 = 59,3– 1,8=57,5
e3 = e2 – d3 = 57,5– 9,3 = 48,2
e4 = e3 – d4 = 48,2– 3,7 = 44,5
e5 = e4 – d5 = 44,5– 13,5 = 31
e6 = e5 – d6 = 31– 8,1= 22,9
e7 = e6 – d7 =22,9– 19,6= 3,3
𝑒
Menghitung persen berat lebih kecil 𝑊 x100%
𝑒1 0
Nomor saringan 4 = 𝑊 x 100% = 59,3 x 100% = 100%
𝑒2 57,5
Nomor saringan 10 = 𝑊 x 100% = 59,3x100% =96,96%
𝑒3 48,2
Nomor saringan 30 = 𝑊 x100% = 59,3x100% = 81,28%
𝑒4 44,5
Nomor saringan 40 = 𝑊 x100% = 59,3x100% = 75,04%
𝑒5 31
Nomor saringan 60 = x100% = x100% = 52,27%
𝑊 59,3
𝑒6 22,9
Nomor saringan 100 = 𝑊 x100% = 59,3x100% = 38,61%
𝑒6 3,3
Nomor saringan 200 = 𝑊 x100% = 59,3x100% = 5,56%

H. Hasil Pengamatan
Tabel 5.2 Data Hasil Pengamatan Distribusi Ukuran Butiran
No Ukuran Berat Berat Lewat Persen
Saringan Butiran Tertahan saringan
Berat
(mm) (gr) (gr)
4 4,75 0 59,3 100 %
10 2 1,8 57,5 96,96%
30 0,6 9,3 48,2 81,28 %
40 0,425 3,7 44,5 75,04 %
60 0,250 13,5 31 52,27 %

40
100 0,150 8,1 22,9 38,61%
200 0,075 19,6 3,3 5,56 %
Nampan Sisa 3,3

Grafik Distribusi Ukuran Butiran Tanah


100
90
80
Presentase Komulatif (%)

70
60
50
40
30
20
10
0
10 1 0.1 0.01
Diameter (mm)

𝐷60 0,3
Cu= = = 3,75
𝐷10 0,08

(𝐷30)2 (0,13)2
Cc= = = 0,704
𝐷10.𝐷60 0,08.0,3

I. Pembahasan

Sifat-sifat tanah sangat tergantung pada ukuran butirannya. Besarnya


butiran dengan dasar untuk pemberian nama dan klasifikasi tanah.

Penggolongan jenis tanah:

a. Tanah berbutir halus (lanau/ lempung)

Lolos saringan no. 200 > 50 %

41
b. Tanah berbutir kasar (kerikil/ pasir)

Lolos saringan no. 200 < 50 % , terdiri dari :

1. Kerikil lolos ayakan no.4 dengan ketentuan < 50 %


Kerikil bergradasi baik :

D60 ( D30 ) 2
Cu   4, Cc  3
D10 D10 .D60

Kerikil bergradasi buruk :

D60 ( D30 ) 2
Cu   4, Cc  4
D10 D10 .D60

Keterangan :

Cu : koefisien keseragaman

Cc : koefisien gradasi

2. Pasir lolos saringan dengan no.4 dengan ketentuan > 50 % :


Pasir bergradasi baik :

D60 ( D30 ) 2
Cu   6, Cc  3
D10 D10 .D60

Pasir bergradasi buruk :

D60 ( D30 ) 2
Cu   6, Cc  4
D10 D10 .D60

J. Kesimpulan
Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa butiran tanah
berbutir kasar yaitu >50% tertahan saringan no 200. Dan berdasarkan hasil
penelitian diporoleh menunjukkan bahwa tanah merupakan pasir yang
bergradasi buruk, hal ini disebabkan karena tanah yang lolos saringan no.4
adalah 100% dan koefisien keseragaman (Cu) = 3,75 (< 6), meskipun
koefisien gradasinya (Cc) adalah 0,704 (< 3).

42
43
K. Lampiran
Lampiran I

PENGUJIAN DISTRIBUSI UKURAN BUTIRAN TANAH

PROYEK : Pengujian Distribusi Ukuran Butiran

LOKASI : Kampus V UNS Pabelan

No. CONTOH: TANGGAL : Selasa 14 april 2015

LOKASI : Lab praktikum mektan PETUGAS : Kelompok 4

No Ukuran Berat Berat Lewat Persen


Saringan Butiran Tertahan saringan
Berat
(mm) (gr) (gr)
4 4,75 0 59,3 100 %
10 2 1,8 57,5 96,96%
30 0,6 9,3 48,2 81,28 %
40 0,425 3,7 44,5 75,04 %
60 0,250 13,5 31 52,27 %
100 0,150 8,1 22,9 38,61%
200 0,075 19,6 3,3 5,56 %
Nampan Sisa 3,3

44
Lampiran II

ALAT YANG DIGUNAKAN

Gambar 5.1 Satu Set Saringan Gambar 5.2 Timbangan

Gambar 5.3 Oven Gambar 5.4 Alat Penggetar

Gambar 5.5 Cawan

45