Anda di halaman 1dari 27

BAGIAN I : PENDAHULUAN

Perawat yang memiliki kompetensi dan kewenangan klinik jelas dapat menjamin memberikan
asuhan keperawatan berkualitas dan aman bagi pasien dan keluarganya. Kompetensi perawat
selalu berkembang sesuai dengan perkembangan IPTEK di bidang kesehatan dan atau
keperawatan serta semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan keperawatan. Perawat
diharapkan mampu mempertahankan dan mengembangkan kompetensinya agar tetap dapat
memberikan asuhan keperawatan berkualitas dan aman bagi penerima pelayanan. Berbagai upaya
dilakukan agar perawat dapat mempertahankan dan mengembangkan kompetensinya yaitu antara
lain : terus belajar mengikuti pelatihan-pelatihan teknis keperawatan, mengikuti kegiatan-kegiatan
ilmiah serta asesmen kompetensi untuk menjamin kompetensi dan untuk mengetahui apakah
seorang perawat masih memiliki kompetensi yang baik.

Asesmen kompetensi adalah proses pengumpulan bukti-bukti yang benar dengan cara yang tepat
untuk menyatakan seorang perawat kompeten terhadap satu unit atau paket kompetensi. Asesmen
kompetensi harus dilakukan dengan benar oleh assesor yang memiliki kompetensi melakukan
asesesmen kompetensi.

Untuk menjadi asesor diperlukan pelatihan berbasis kompetensi sehingga dihasilkan asesor
asesor yang kompeten.

Berdasarkan kebutuhan tersebut HPMI ( Himpunan Perawat Manajer Indonesia ) bersama PT


HSTC ( Health Service Trainning Centre ) sebelumnya bernama BNTC ( Batavia Nurse Trainning
Centre ) yang telah melakukan Pelatihan Asesor kompetensi sebanyak 60 ( enam puluh ) angkatan
dalam 5 ( lima ) tahun, mengembangkan pelatihan asesmen kompetensi bagi perawat.

Pada awalnya pelatihan asesmen kompetensi oleh BNTC dilaksanakan bekerjasama dengan BNSP
( Badan Nasional Sertifikasi Profresi ( BNSP ) yang telah mengembangkan sistem pelatihan
asesmen kompetensi yang terstandar. Selanjutnya pelatihan ini dikembangkan sesuai untuk profesi
keperawatan dan berdasarkan studi beberapa literatur dan telah disusun modul-modul pelatihan
asesmen kompetensi perawat ( asesor kompetensi ) yang mengadaptasi modul pelatihan dari
BNSP.

Adapun tujuan penyusunan modul pelatihan asesor kompetensi adalah sebagai pedoman bagi
fasilitator ( Master Asesor/ Asesor Senior ) dan Calon Asesor mengikuti rangkaian pelatihan
asesmen kompetensi perawat.

Sistematika modul berisi tentang : Pendahuluan,jadual, struktur program, modul 1 tentang


kompetensi asesor, modul 2 tentang materi dasar, modul 3 tentang materiinti, modul 4 tentang
materi pendukung, modul 5 tentang role play asesmen kompetensi, modul 6 tentang asesmen calon
asesor ( real asesmen) serta penutup
BAGIAN II : STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN ASESMEN KOMPETENSI
PERAWAT ( ASESOR KOMPETENSI )

METODE
NO MATERI JUMLAH KET
T PL P
A. Materi Dasar
1 Kebijakan pemerintah tentang Sistem Jenjang 2 - - 2
Karir

2 Fungsi Komite Keperawatan : Kredensialing 2 - - 2


Perawat

3 Standar Kompetensi Perawat 2 - - 2

4 Konsep Dasar Asesmen Kompetensi 2 - - 2

B. Materi Inti
5 Perencanaan Asesmen Kompetensi 2 8 - 10

6 Komponen / Perangkat Asesmen 2 8 - 10

7 Pelaksanaan Asesmen 2 8 - 10

8 Kaji Ulang Asesmen kompetensi perawat 1 4 - 10

9 Praktik Asesmen Kompetensi Perawat - - 10 10

C. Materi Penunjang
10 K K N I (Kerangka Kualifikasi Kerja Nasional 1 - - 1
Indonesia)

TOTAL 16 28 10 54
BAGIAN III :JADWAL PELATIHAN ASESOR KOMPETENSI PERAWAT

HARI KE 1 :
SES
WAKTU MATERI Fasilitator
I
1 09.00 10.00 - Pembukaan program pelatihan asesor kompetensi Panitia
- Penjelasan program pelatihan Team Fasilitator
10.00 - 10.15 Rehat kopi
2 10.15 - 11.30 Kebijakan jenjang karir perawat & penilaian kinerja Team Fasilitator
11.30 - 12.00 Kredensialing perawat (Komite keperawatan)
12.00 - 13.00 Ishoma
3 13.00 - 14.00 Pengantar Kompetensi Perawat Indonesia Team Fasilitator
14.00 - 15.00 Konsep Dasar Asesmen Kompetensi
15.00 - 16.00 Kompetensi : 1. Perencanaan Asesmen Kompetensi (1)
16.00 - 16.30 Rehat Kopi
4 16.30 17.30 Latihan I: Team Fasilitator
Identifikasi Unit Kompetensi (single) atau (Cluster)
17.30 19.00 Ishoma
5 19.00 21.00 TUGAS MANDIRI : Perencanaan Asesmen
Kompetensi Perawat ( Sesuai Kompetensi yang
dipilih)

HARI KE 2 :
SES
WAKTU MATERI Fasilitator
I
1 08.00 - 08.30 Refleksi pelatihan hari 1 Team Fasilitator
08.30 - 10.00 KKNI
10.00 - 10.15 Rehat Kopi
2 10.15 - 12.00 Kompetensi II: Team Fasilitator
Mengembangkan perangkat asesmen kompetensi
perawat :
12.00 - 13.00 Ishoma
3 13.00 - 15.30 Mengembangkan perangkat asesmen kompetensi Team Fasilitator
perawat (lanjutan) :
Latihan 2: Menyusun perangkat asesmen
kompetensi
15.30 - 16.00 Rehat Kopi
4 16.00 - 17.30 Mengembangkan perangkat asesmen kompetensi Team Fasilitator
perawat (lanjutan) :
Latihan 3: Menyusun perangkat asesmen
kompetensi perawat (lanjutan)
17.30 - 19.00 Ishoma
5 19.00 - 21.00 KEGIATAN MANDIRI : Menyusun perangkat asesmen
kompetensi perawat ( sesuai perencanaan asesmen
kompetensi yang dipilih)
HARI KE 3 :
SES
WAKTU MATERI Fasilitator
I
1 08.00 - 08.30 Refleksi pelatihan hari ke 2. Team Fasilitator
08.30 - 10.00 Kompetensi III: Melaksanakan asesmen kompetensi
10.00 - 10.15 Rehat Kopi
2 10.15 - 12.00 Latihan 3: Persiapan Role Play pelaksanaan asesmen Team Fasilitator
kompetensi (sesuai kompetensi yang dipilih)
12.00 - 13.00 Ishoma
3 13.00 - 15.00 Role Play : Pelaksanaan asesmen kompetensi Team Fasilitator
15.00 - 15.15 Rehat kopi
4 15.15 - 17.15 Role Play : Pelaksanaan asesmen kompetensi Team Fasilitator
17.15 - 19.00 Ishoma
5 19.00 - 21.00 KEGIATAN MANDIRI:
Evaluasi Pelaksanaan Role Play

HARI KE 4 :
SES
WAKTU MATERI Fasilitator
I
1 08.00 - 08.30 Refleksi pelatihan hari ke 3 Team Fasilitator
08.30 - 10.00 Kompetensi IV : Melakukan evaluasi asesmen kompetensi
10.00 - 10.15 Rehat Kopi
2 10.15 - 12.00 Latihan 4: Evaluasi asesmen kompetensi Team Fasilitator
12.00 - 13.00 Ishoma
3 13.00 - 15.30 Persiapan dokumen asesmen mandiri kompetensi Team Fasilitator
perawat
15.30 - 16.00 Rehat Kopi
4 16.00 - 17.30 Persiapan dokumen asesmen kompetensi perawat Team Fasilitator
17.30 - 19.00 Ishoma
5 19.00 21.00 Kegiatan Mandiri : Asesmen Kompetensi Perawat

HARI KE 5:
SES
WAKTU MATERI Fasilitator
I
1 08.00 - 08.30 Refleksi pelatihan hari ke 4 Team Fasilitator
08.30 - 10.00 Pelaksanaan Real Asesmen Perawat
10.00 - 10.30 Rehat Kopi
2 10.30 12.00 Pelaksanaan Real Asesmen Perawat (lanjutan) Team Fasilitator
12.00 13.00 Ishoma
3 13.00 - 15.30 Pelaksanaan Real Asesmen Perawat (lanjutan) Team Fasilitator
15.30 - 16.00 Rehat Kopi
4 16.00 17.30 Evaluasi & Rumusan Rencana Tindak Lanjut ( RTL ) Peserta dan Team
Pelatihan Asesor Kompetensi Perawat Fasilitator

Catatan : Jadual sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan kesepakatan antara Fasilitator ( Master
Asesor/ Asesor senior ) dan calon asesor.
BAGIAN IV : MODUL-MODUL PELATIHAN

Modul 1 : Kompetensi Assesor

Modul 2 : Materi Dasar

Modul 3 : Materi Inti

Modul 4 : Materi Pendukung

Modul 5 : Role Play Asesmen Kompetensi

Modul 6 : Asesmen Calon Asesor ( Real Asesmen )


Modul 1 : KOMPETENSI ASESOR

A. Pengantar
Asesemen kompetensi merupakan rangkaian proses mengumpulkan bukti-bukti untuk
memutuskan seseorang kompeten atau tidak dalam melaksanakan kinerjanya. Asesmen
kompetensi merupakan salah satu fungsi ketenagaan dalam suatu organisasi sehingga kinerja
individu staf keperawatan dilaksanakan berdasarkan kompteensi yang dimiliki.
Untuk melaksanakan asesmen kompetensi diperlukan asesor yaitu seseorang yang memiliki
kemampuan merencanakan, mengembangkan, melakukan dan mengevaluasi kegiatan
asesmen kompetensi. Kemampuan seseorang tersebut diperoleh melalui suatu proses
pelatihan berbasis kompetensi dengan bukti sertifikat komptensi bagi yang kompeten.

B. Tujuan
Setelah mempelajari Modul 1 tentang kompetensi asesor, peserta memahami kompetensi yang
harus dimiliki oleh seseorang untuk melakukan asesmen kompetensi

C. Materi
Terdapat berbagai pendapat ahli/ pakar tentang pengertian kompetensi, secara umum
kompetensi adalah kemampuan yang merupakan integritas pengetahuan, ketrampilan dan
sikap yang diperlihatkan dalam bentuk kinerja yang dipersyaratkan oleh setiap organisasi.
Setiap asesor kompetensi harus memiliki kompetensi sebagai berikut :
Bagian 1.1 : ASKP 001, Merencanakan asesmen kompetensi
Bagian 1.2 : ASKP 002, Mengembangkan perangkat asesmen
Bagian 1.3 : ASKP 003, Melaksanakan asesmen
Bagian 1.4 : ASKP 004, Evaluasi /kaji ulang Asesmen Kompetensi
Bagian 1.1 : ASKP 001, Merencanakan asesmen kompetensi

KODE UNIT : ASKP : 001

JUDUL UNIT : Merencanakan Asesmen Kompetensi Perawat

DESKRIPSI UNIT : Unit ini menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk


merencanakan dan mengorganisasikan proses dalam system
asesmen berbasis kompetensi. Perencanaan asesmen berfungsi
untuk memberikan gambaran yang jelas tentang tanggung jawab
asesor atau pun personil terkait lainnya dalam melaksanakan
langkah langkah yang harus dilakukan dalam pelaksanaan
asesmen terhadap asesi.

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA

1. Menentukan 1.1. Profil asesi diidentifikasi


pendekatan asesmen 1.2. Tujuan dan kontek asesmen ditetapkan
1.3. RPL( Recognition of Prior Learning )
dikonfirmasi & ditetapkan

2. Mempersiapkan 2.1. Menetapkan bukti yang diperlukan sesuai


rencana asesmen/ konteks yang akan dilakukan dan jenis jenis
RPL bukti yang diperlukan untuk mendemontrasikan
kompetensi sesuai dengan aturan aturan
bukti.
2.2. Standar kompetensi dikaji untuk menetapkan
dan mendokumentasikan bukti yang akan
dikumpulkan
2.3. Setiap dokumen terkait untuk mendukung
perencanaan proses asesmen diperoleh dan
diinterpretasikan.
2.4. Metode asesmen/RPL dan perangkat asesmen
dipilih/dikonfirmasi berdasarkan bukti yang akan
dikumpulkan untuk memenuhi prinsip asesmen.
2.5. Bahan dan sumber daya fisik spesifik yang
diperlukan dalam dalam pengumpulan bukti
diidentifikasi dan didokumentasi
2.6. Peran dan tanggung jawab semua orang yang
terlibat dalam proses asesmen diklarifikasi,
dimintakan persetujuan dan didokumentasikan
2.7. Jangka waktu dan priode waktu pengumpulan
bukti ditentukan dan semua informasi yang akan
dimasukan kedalam rencana asesmen
didokumentasikan.
2.8. Rencana asesmen dikonfirmasi dengan
personel yang relevan

3. Mengorganisasikan 3.1. Persyaratan bahan dan kebutuhan sumber daya


asesmen/RPL fisik yang telah terindentifikasi diatur sesuai
dengan kebijakan dan prosedur sistem
asesmen.
3.2. Bila diperlukan, dukungan spesialis yang
dibutuhkan untuk asesmen diorganisasikan
3.3. Peran dan tanggung jawab semua orang yang
terlibat dalam proses asesmen diorganisasikan
3.4. Dilakukan komunikasi efektif dengan orang
yangterlibat dalam proses asesmen dilakukan
guna mendorong terjadinya komunikasi positif
dan didapatkannnya umpan balik
3.5. Penyimpanan rekaman asesmen dan
pelaporannya dikonfirmasi.

Keterampilan yang diperlukan :


Keterampilan interpretasi kongnitif untuk:
o Mengiterpretasi standar kompetensi dan dokumentasi asesmen
lainnya secara akurat
o Mengidentifikasi peluang pelaksanaan asemen kompetensi
terintegritas
o Kontekstualisasi standar kompetensi kedalam lingkungan asesmen
o Mengurutkan informasi
Keterampilan observasi untuk:
o Mengases keefektifan pengorganisasian asesmen
o Mengidentifikasi hal-hal yang perlu dilakukan untuk perbaikan
proses asesmen
o Mengidentifikasi hal-hal yang perlu dilakukan untuk perbaikan
kebijakan prosedur RPL
Keterampilan merencanakan dalam rangka memformulasikan rencana
asesmen

Pengetahuan yang diperlukan :


Asesmen berbasis kompetensi
Berbagai tujuan dan konteks asesmen, termasuk RPL
Standar kompetensi
Konsep asesmen
Berbagai jenis metode asesmen dan pemilihan metode yang tepat
dalam pengumpulan bukti
Perangkat asesmen dan kegunaannya, berbagai jenis perangkat,
relevansi berbagai perangkat sebagai peluang untuk pengumpulan
bukti yang spesifik.

Batasan Variabel :
Batasan variable ini mengemukakan pengertian unit kompetensi secara keseluruhan,
menggambarkan kemungkinan penerapan unit kompetensi pada situasi dan lingkungan
kerja berbeda yang dapat berdampak pada kinerja asesi.Kata- kata yang dicetak tebal
dan miring pada criteria Unjuk kerja, diberikan penjelasan lebih lanjut pada bagian
berikut.Komdisi-kondisi operasi esensial yang dapat dibuat/dikemukakan didalam
pelatihan dan asesmen (tergantung kapada situasi kerja, kebutuhan asesi, kemampuan
mengakses suatu item, konteks regional dan industry setempat), dapat saja dimasukan.

Tujuan Asesmen
Konteks Asesmen
Orang yang Relevan
Persyaratan Legal/Organisasi/etika
Konsep & Strategi asesmen
Tolak Ukur Asesmen/RPL

Keterampilan yang diperlukan


1. Keterampilan kognitif:Menganalisis standar kompetensi yang akan
diassesmen
2. Keterampialan mengidentifikasi metode dan perangkat asesmen sesuai
kompetensi
3. Keterampilan mengidentifikasi bukti-bukti
4. Keterampilan menyusun perangkat asesmen sesuai kompetensi
5. Keterampilan komunikasi

Pengetahuan yang diperlukan :


1. Standar Kompetensi perawat
2. Metode-metode asesmen kompetensi
3. Prinsip-prinsip asesmen
4. Prinsip-prinsip bukti
5. Instrumen-instrumen asesmen sesuai kompetensi

Bagian 1.2 : ASKP 002, Mengembangkan perangkat asesmen


KODE UNIT : ASKP : 002
JUDUL UNIT : Mengembangkan Perangkat Asesmen
DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini menetapkan kemampuan
asesor dalam mengembangkan komponen
perangkat asesmen.
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA

1. Menentukan 1.1. Fokus asessmen kompetensi (asesi, tujuan, kontek,


kebutuhan standar kompetensi) dikaji ulang
perangkat 1.2. Metode-metode asesmen yang akan mendukung
asesmen pengumpulan buktiyang telah ditentukan dipilih dengan
mempertimbangkan konteks asesmen dan prinsip-prinsip
asesmen
1.3. Metode-metode asesmen yang nominasikan haruslah
sedemikian rupa agar asesi dapat menunjukan
kompetensinya atau mendukung permintaan mereka
dalam memperoleh pengakuan kompetensi terkininya.
1.4. Instrument untuk setiap metode asesmen yang terpilih
dipertimbangkan, kemudian dipilih (opsi) aktifitas
asesmen diciptakan dengan menggunakan keterampilan
berfikir kritis
2. Merancang dan 2.1. Instrumen- instrument spesifikasi/ sesuai dengan bukti
mengembangkan yang akan dikumpulkan dikembangkan berdasarkan
perangkat rancangan asesmen yang:
asesmen 2.1.1. Memenuhi standar-standar kompetensi
2.1.2. Mencerminkan prinsip-prinsip asesmen
2.1.3. Menggabungkan prinsip-prinsip akses dan
keadilan
2.1.4. Memenuhi aturan bukti
2.1.5. Memberikan pilihan , bila perlu
2.1.6. Mudah digunakan oleh pengguna
2.1.7. Merefleksikan lingkungan asesmen
2.1.8. Dapat dipraktikkan
2.2. Instrument-instrumen asesmen dikembangkan dengan :
2.2.1. Menggunakan format yang sesuai
2.2.2. Memperhatikan bahasa dan kemampuan baca
tulis dan numerasi asesi
2.2.3. Memperlihatkan keragaman asesi
2.2.4. Menggunakan representasi visual dan suara
2.2.5. Menggunakan media
2.3. Prosedur-prosedur spesifik dan jelas yang memandu
asesor dan /atau asesi dalam pengadministrasian dan
pengguanaan intrumen-instrumen ditetapkan dan
didokumentasikan
2.4. Kebijakan dan prosedur system asesmen yang relevan
dipertimbangkan dan dikemukakan, meliputi prosedur
penyampaian dan melacak rekaman, tinjauan dan
evaluasi
3. Meninjau dan 3.1. Perangkat asesmen diperiksaberdasarkan criteria
menguji coba evaluasi dan bila perlu diubah
perangkat 3.2. Perangkat asesmen diuji coba untuk memvalidasi isi dan
asesmen tingkat kecocokan penggunaan
3.3. Umpan balik dari orang yang relevan dan terlibat dalam
uji coba konsep perangkat asesmen dikumpulkan dan
didokumentasikan
3.4. Bila perlu, perubahan-perubahan terkhir terhadap konsep
perangkat asesmen dilakukan berdasarkan analisis
umpan balik
3.5. Perangkat asesmen yang telah direvisi, diformat dan
diarsipkan dengan benar sesuai kebijakan dan prosedur
system asesmen serta persyaratan
organisasi/hukum/etika

Batasan Variabel

Batasan Variabel ini mengemukakan pengertian unit kompetensi secara keseluruhan,


menggambarkan kemungkinan penerapan unit kompetensi pada situasi dan linkungan
kerja berbeda yang dapat berdampak pada kinerja asesi. Kata-kata yang dicetak tebal
dan miring pada Kriteria Unit Kerja, diberikan penjelasan lebih lanjut pada bagian beriku
Kelompok target asesi
Tujuan asesmen
Konteks asesmen
Acuan pembanding asesmen
Seluruh komponen dari unit standar kompetensi
Metode Asesmen khusus yang digunakan untuk mengumpulkan bukti
Prinsip-prinsip asesmen
Uji coba
Umpan balik
Orang-orang yang relevan

Keterampilan yang diperlukan


6. Keterampilan kognitif:Menganalisis standar kompetensi yang akan
diassesmen
7. Keterampialan mengidentifikasi perangkat asesmen sesuai kompetesi
8. Keterampilan mengidentifikasi bukti-bukti
9. Keterampilan menyusun perangkat asesmen sesuai kompetensi
10. Keterampilan komunikasi

Pengetahuan yang diperlukan :


6. Standar Kompetensi perawat
7. Metode-metode asesmen kompetensi
8. Prinsip-prinsip asesmen
9. Prinsip-prinsip bukti
10. Instrumen-instrumen asesmen sesuai kompetensi

Bagian 1.3 : ASKP 003, Melaksanakan asesmen


KODE UNIT : ASKP : 003

JUDUL UNIT : Melaksanakan Asesmen Perawat

DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan


untuk melaksanakan asesmen kompetensi keperawatan
sesuai prosedur yang spesifik.

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA

01 Mengidentifikasi dan 1.1 Konteks dan tujuan asesmen keperawatan


menjelaskan konteks didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi
asesmen keperawatan
1.2 Konteks dan tujuan asesmen keperawatan
didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi

1.3 Prosedur asesmen diklarifikasi, harapan asesor


maupun asesi disepakati.

1.4 Hal - hal yang menyangkut aspek legal dan


tanggung jawab etika yang berkaitan dengan
asesmen keperawatan harus dijelaskan kepada
asesi.

1.5 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh


asesi dalam prosedur asesmen keperawatan
ditetapkan.

1.6 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan


strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif
kepada asesi.

02 Membuat perencanaan 2.1 Kesempatan untuk memperoleh pembuktian


untuk memperoleh bukti- kompetensi dari asesi diidentifikasi berdasarkan
bukti pekerjaan sehari-hari atau kegiatan pelatihan serta
mencakup dimensi kompetensi.

2.2 Kebutuhan untuk mencari bukti-bukti assesmen


kompetensi tambahan lain yang tidak terkait
dengan pekerjaan maupun kegiatan pelatihan
diidentifikasi.

2.3 Kegiatan pengumpulan bukti bukti assesmen


kompetensi direncanakan guna memenuhi prinsip
kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil
sesuai prosedur asesmen.
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA

03 Mengorganisir asesmen 3.1 Semua bahan dan alatsesuai prosedur asesmen


diperoleh dan ditata di lingkungan asesmen yang
aman dan mudah dijangkau.

3.2 Pihak yang berkepentingan diberitahu akan adanya


asesmen

3.3 Bahasa interaktif maupun dokumen tertulis


menggunakan bahasa, strategi maupun teknik
penulisan yang tepat agar kegiatan asesmen
dimengerti oleh asesi dan personil terkait lainnya.

04 Mengumpulkan bukti- 4.1 Bahasa verbal dan non verbal disesuaikan dan
bukti strategi digunakan untuk menciptakan suasana
asesmen yang mendukung pengumpulan bukti
bukti assesmen kompetensi

4.2 bukti bukti assesmen kompetensi yang tertera


dalam prosedur asesmen dikumpulkan,
menggunakan metode dan instrumen asesmen.

4.3 bukti bukti assesmen kompetensi dikumpulkan sesuai


penyesuaian yang dibutuhkan, bila dipandang
perlu.

4.4 bukti bukti assesmen kompetensi yang dikumpulkan


didokumentasi sesuai dengan prosedur asesmen.

05 Membuat keputusan 5.1 bukti bukti assesmen kompetensi yang


asesmen dikumpulkan di evaluasi:
5.1.1 Validitasnya.
5.1.2 Keasliannya
5.1.3 Kecukupannya
5.1.4 Kekiniannya
5.1.5 Pencapaian yang konsisten sesuai standar
yang ditentukan.

5.2 Bukti bukti yang dikumpulkan di evaluasi dimensi


kompetensinya yaitu mampu :
5.2.1 Melakukan tugas rutinnya
5.2.2 Mengatur / mengorganisasikan beberapa
tugas berbeda dalam pekerjaannya
5.2.3 Menghadapi situasi darurat dalam
melaksanakan tugasnya
5.2.4 Mampu menghadapi tanggungjawab dan
harapan dari lingkungan kerja
5.2.5 Mampu melakukan transfer terhadap
aplikasi pengetahuan dan Keterampilan
pada situasi maupun konteks yang baru.
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA

5.3 Apabila mengalami keraguan, meminta bantuan


kepada asesor yang lebih berpengalaman

5.4 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang


tercantum dalam prosedur asesmen.

06 Merekam hasil asesmen 6.1 Hasil asesmen didokumentasikan secara akurat


sesuai dengan tata cara pengarsipan.

6.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses


terhadap rekaman dokumentasi hanya dapat
dilakukan oleh petugas yang berwenang.

07 Memberikan umpan 7.1 Umpanbalik yang jelas dan bersifat membangun


balik kepada asesi terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada
orang yang diases menggunakan bahasa serta
strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat
untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta
pemberian rekomendasi pelatihan tambahan.

7.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam


pencapaian kompetensi sebagai hasil dari
asesmen, didiskusikan dengan asesi.

7.3 Orang yang diases diberitahu akan adanya


kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme
gugatan untuk menolak keputusan asesmen.

08 Melaporkan 8.1 Suasana positif maupun negatif yang dialami pada


pelaksanaan asesmen saat melaksanakan asesmen dilaporkan kepada
kepada pihak yang pihak yang berkepentingan terhadap prosedur
asesmen.
berkepentingan dan
berwenang 8.2 Keputusan asesmen yang diperkarakan oleh asesi
didokumentasikan dan dilaporkan segera kepada
pihak yang berkepentingan terhadap prosedur
asesmen.

8.3 Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang


menyangkut proses asesmen disampaikan kepada
pihak yang berkepentingan.

Batasan Variabel
1. Sistem asesmen dapat dikembangkan oleh:
1.1 Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan lainnya
1.2 Perusahaan
1.3 Lembaga Sertifikasi Profesi
1.4 Organisasi Profesi
1.5 Atau kombinasi

2. Sistem Asesmen harus menspesifikasikan/mendeskripsikan:


2.1 Tujuan asesmen.
2.2 Persyaratan kompetensi asesor.
2.3 Kebijakan dan prosedur penyimpanan dokumen
2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi
2.4.1 Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi.
2.4.2 Evaluasi dan kaji ulang proses asesmen.
2.4.3 Keterkaitan antara asesmen dengan kualifikasi pelatihan, klasifikasi
kepegawaian, remunerasi, kenaikkan pangkat (bila ada).
2.4.4 Kebijakan yang relevan.
2.4.5 Mekanisme penjamin mutu.
2.4.6 Pemasaran dan promosi asesmen.
3. Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh:
3.1 Tujuan asesmen seperti:
3.1.1 Untuk memperoleh kualifikasi atau lisensi tertentu.
3.1.2 Menentukan klasifikasi kepegawaian
3.1.3 Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki
sekarang.
3.1.4 Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah
dicapai.
3.2 Lokasi asesmen seperti:
3.2.1 Ditempat kerja atau diluar tempat kerja.
3.2.2 Kombinasi dari keduanya
3.3 Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar
kompetensi bidang asesmen dan pelatihan

4. Karakteristik orang yang diases dapat meliputi:


4.1 Kemampuan berbahasa, membaca, menulis dan berhitung.
4.2 Latar belakang budaya, bahasa dan pendidikan
4.3 Jenis kelamin.
4.4 Usia
4.5 Kondisi sehat
4.6 Tingkat percaya diri, rasa gugup atau kegelisahan
4.7 Pengalaman mengikuti asesmen / pelatihan.
4.8 Pengalaman sebelumnya terhadap topik yang diases.

5. Personil yang sesuai meliputi:


5.1 Asesor kompetensi
5.2 Pihak lain yang terkait seperti penyedia pelatihan, pemberi kerja, departemen
pengembangan Sumber Daya Manusia.
5.3 Pemerintah / Lembaga Diklat Instansi / Otoritas kompetensi.
5.4 Koordinator pelatihan dan asesmen.
5.5 Manajer / Supervisor / Team Leader yang relevan.
5.6 Tenaga spesialis.

6. Prosedur asesmen yang tepat mencakup:


6.1 Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang
bertanggungjawab terhadap asesmen di:
6.1.1 Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan lainnya
6.1.2 Perusahaan
6.1.3 LSP ( Lembaga Sertifikasi Profesi )
6.1.4 organisasi profesi
6.1.5 atau kombinasi diantaranya

6.2 Prosedur asesmen menjelaskan tentang:


6.2.1 Prosedur pendokumentasian
6.2.2 Mekanisme untuk mengkaji ulang
6.2.3 Metode asesmen yang dipergunakan
6.2.4 Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases
6.2.5 Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten
6.2.6 Jumlah asesor yang dibutuhkan dan jumlah asesi yang di uji
6.2.7 Bukti-bukti yang dipersyaratkan
6.2.8 Tempat atau lokasi dan waktuasesmen
6.2.9 Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas
karakteristik asesi yang diuji

7. Metode asesmen mencakup:


7.1 Observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, produk, tugas, penugasan
proyek dan latihan simulasi
7.2 Kaji ulang logbook atau bukti portfolio
7.3 Laporan pihak ketiga atau atasan langsung serta asesmen apakah prestasi
yang diraih sebelumnya terjamin otentisitasnya
7.4 Tes tertulis, lisan maupun yang menggunakan komputer.
Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti bukti
assesmen kompetensi sebagai dasar didalam memberikan asesmen

8. Instrumen asesmen mencakup:


8.1 Perintah yang spesifik untuk diberikan yang terkait dengan kriteria unjuk
kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi
8.2 Instruksi spesifik terkait dengan hasil proyek maupun latihan.
8.3 Satu set soal tertulis / lisan / yang dihasilkan komputer.
8.4 Daftar cek dan log book
8.5 Deskripsi kriteria unjuk kerja kompetensi
Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti bukti untuk
dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan.

9. Penyesuaian yang diperbolehkan mencakup:


9.1 Pengadaan tenaga / jasa pendukung (seperti pembaca, penterjemah,
pemandu karir, penulis).
9.2 Penggunaan peralatan berteknologi adaptif / peralatan khusus (word
processor, lifting gear)
9.3 Rancangan waktu asesmen yang lebih singkat untuk memberi kesempatan
beristirahat maupun dalam rangka pengobatan.

10. Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup:


10.1 Waktu dan lokasi
10.2 Personil
10.3 Anggaran / Biaya
10.4 Peralatan dan bahan
10.5 Persyaratan keselamatan, keamanan, kesehatan kerja
10.6 Alat bantu/ OHP, LCD
10.7 SOP dari Rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya

11. Prosedur pencatatan mencakup :


11.1 Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak /
dokumen elektronik).
11.2 Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi / proses yang dipakai
(dokumen cetak / dokumen elektronik).
11.3 Kombinasi diantara keduanya.

12. Pelaporan asesmen :


Hasil asesmen akhir harus menyebutkan kode unit, judul unit dan tanggal
pengesahan.
Laporan asesmen secara sumatif yang dicetak harus menyebutkan unit unit
kompetensi yang di ases dan tambahan pelatihan yang dibutuhkan.

Panduan Penilaian

1. Keterampilan dan Pengetahuan yang harus dikuasai :


Untuk membuktikan kompetensi, bukti bukti terhadap Keterampilan dan
pengetahuan yang dibutuhkan adalah :
1.1 Pengetahuan tentang standar kinerja Rumah sakit atau fasilitas kesehatan
lainnya dan pedoman asesmen.
1.2 Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggungjawab etika termasuk
didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak
mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif relevan
dengan konteks asesmen.

1.3 Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang


lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku

1.4 Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas,


keaslian, kecukupan dan konsistensi

1.5 Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi


asesmen dan pelatihan lainnya

1.6 Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan


asesmen sesuai tempat kerja

1.7 Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi


konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan

1.8 Keterampilan berbahasa, untuk :

1.8.1 Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan
maupun tertulisMeminta konfirmasi dari asesi agar semua proses
dapat dimengerti
1.8.2 Menggunakan bahasa yang efektif
1.8.3 Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan
tata letak dan bahasa yang jelas
1.8.4 Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan pertanyaan
menjurus, mampu mendengar serta memahami jawaban
jawabannya
1.8.5 Gunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung
suasana pelaksanaan asesmen.
1.8.6 Kemampuan berkomunikasi efektif sesuai dengan budaya ditempat
kerja dan kebiasaan asesi

2. Konteks asesmen :

Asesmen sebaiknya dilaksanakan di tempat kerja atau ruang simulasi. Calon


asesor seharusnya menggunakan kompetensi yang sesuai dengan keahlian
dibidangnya.

3. Aspek Penting Penilaian :


Carilah:

3.1 Gambaran dari konteks asesmen yang spesifik, termasuk tujuan asesmen.
3.2 Kompetensi dan standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur
asesmen
3.3 Gambaran bahwa pengumpulan bukti memenuhi prinsip validitas, otentik,
cukup, adil serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi
3.4 Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan
3.5 Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan
prosedur pencatatannya
3.6 Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan
mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran
untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan
datang.

4. Asesmen mempersyaratkan bukti-bukti yang harus tersedia terhadap


proses berikut :

4.1 Bagaimana proses tercapainya kesepakatan antara kandidat yang akan


diases terhadap pelaksanaan asesmen.
4.2 Bagaimana kesempatan dalam pengumpulan bukti bukti merupakan
hasil dari pekerjaan sehari hari asesi atau hasil diklat.
4.3 Bagaimana proses pengumpulan bukti sesuai dengan prosedur asesmen.
4.4 Bagaimana proses pengumpulan bukti bukti memenuhi dimensi
kompetensi.
4.5 Bagaimana proses konsultasi dengan petugas yang berwenang.
4.6 Bagaimana dalam proses pengumpulan bukti bukti telah terjadi
penyesuaian terhadap metode asesmen karena dinilai perlu
4.7 Bagaimana bukti bukti yang dikumpulkan dievaluasi agar memenuhi
prinsip validitas, otentisitas, cukup, terkini (currency) serta konsisten
didalam pencapaian suatu standar.
4.8 Bagaimana proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa :
4.8.1 Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak
4.8.2 Asesi dibuat agar tidak nervous dan lingkungan asesmen dibuat
senyaman mungkin
4.8.3 Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah
dipertimbangkan
4.9 Bagaimana proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan
kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten.
4.10 Bagaimana memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi
celah didalam kompetensi yang dia miliki.

5. Dampak terhadap sumber daya:


5.1 Akses terhadap kompetensi yang relevan, sumber informasi mengenai
metode asesmen, instrumen dan prosedur asesmen.
5.2 Akses terhadap asesi, peralatan sesuai dengan tempat kerja, informasi dan
personil pendukung assesmen yang sesuai

6. Konsistensi dalam melaksanakan tugas:


Kompetensi dalam unit ini harus diases secara berkala, dalam aneka konteks
pada kesempatan yang berbeda berulangkali, melibatkan kombinasi bukti
langsung, tidak langsung maupun bukti pendukung.

7. Keterkaitan dengan unit unit lainnya:


Unit kompetensi ini dapat diases dengan unit-unit lain sesuai fungsi dalam
pekerjaan

Kompetensi Kunci

N Kompetensi Kunci Dalam Unit ini Tingkat


o
1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 3

2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 3

3 Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 3

4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 3

5 Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika 3

6 Memecahkan masalah 2

7 Menggunakan teknologi 2

Bagian 1.4 : ASKP 004, Evaluasi /kaji ulang Asesmen Kompetensi


KODE UNIT : ASKP : 004

JUDUL UNIT : Evaluasi Asesmen Kompetensi Keperawatan

DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan


untuk mengkaji ulang asesmen dalam konteks yang
spesifik.

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA

01 Mengkaji ulang
prosedur asesmen 1.7 Proses kaji ulang yang ditetapkan oleh Rumah Sakit
atau Instansi dimana assesmen kompetensi
berlangsung.

1.8 Prosedur asesmen dikaji ulang di tempat yang telah


ditentukan bersama dengan asesi, Instansi / Rumah
Sakit/ lemdiklat dan atau perwakilan sesuai
peraturan pemerintah.

1.9 Kegiatan kaji ulang didokumentasikan, temuan-


temuan dibuatkan substansinya untuk revisi
assesmen kompetensi yang akan datang
02 Memeriksa konsistensi 2.2 Bukti bukti dari keseluruhan asesmen di periksa
terhadap keputusan agar konsisten dengan dimensi kompetensi yang
asesmen terkandung didalamnya.

2.2 Bukti bukti assesmen di periksa terhadap


kompetensi kunci.

2.3 Konsistensi keputusan asesmen sesuai dengan


standar kinerja dikaji ulang dan ketidaksesuaian
serta ketidak konsistenan dicatat dan ditindaklanjuti.

03 Membuat laporan hasil 3.1 Rekomendasi untuk modifikasi prosedur asesmen


kaji ulang sesuai dengan hasil asesmen dibuat dan
disampaikan kepada personil yang berkepentingan.

3.2 Dokumentasi assesmen dan atau rekaman dievaluasi


untuk menetapkan apakah kebutuhan assesmen
telah tercapai

3.3 Konstribusi yang efektif dibuat untuk melakukan


sistem kaji ulang dalam proses asesmen dan
prosedur umpan balik.

Batasan Variabel

1. Sistem asesmen dapat dikembangkan oleh:


1.1 Rumah Sakitdan fasilitas kesehatan lainnya
1.2 Perusahaan
1.3 LSP ( Lembaga Sertifikasi Profesi )
1.4 Organisasi Profesi
1.5 Atau kombinasi

2. Sistem Asesmen harus menspesifikasikan/mendeskripsikan:


2.1 Tujuan asesmen.
2.2 Persyaratan kompetensi asesor.
2.3 Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman bukti
2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi
2.5 Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi.
2.6 Evaluasi dan kaji ulang proses asesmen.
2.7 Keterkaitan antara asesmen dengan kualifikasi pelatihan, klasifikasi kepegawaian,
remunerasi, kenaikkan pangkat (bila ada).
2.8 Kebijakan yang relevan.
2.9 Mekanisme penjamin mutu.
2.10 Pengaturan tentang verifikasi.
2.11 Pembagian pembiayaan / honor secara merata (jika ada)
2.12 Pengaturan untuk kemitraan (jika ada)

3. Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh:


3.1 Tujuan asesmen seperti:
3.1.1 Untuk memperoleh kualifikasi atau lisensi tertentu.
3.1.2 Menentukan klasifikasi kepegawaian
3.1.3 Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki
sekarang.
3.1.4 Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang
sudah dicapai.
3.2 Lokasi asesmen seperti:
3.2.1 Ditempat kerja atau diluar tempat kerja.
3.2.2 Kombinasi dari keduanya
3.3 Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar
kompetensi bidang asesmen dan pelatihan

4. Kriteria evaluasi dalam proses kaji ulang termasuk :


4.1 Jumlah orang-orang yang diases.
4.2 Jangka waktu kegiatan asesmen.
4.3 Faktor-faktor kesehatan dan keselamatan organisasi.
4.4 Faktor-faktor kesehatan dan keselamatan jabatan
4.5 Mitra kerja assessor selama proses asesmen berlangsung
4.6 Frekwensi prosedur asesmen.
4.7 Hambatan dana.
4.8 Kebutuhan-kebutuhan informasi dari pemerintah dan regulator lainnya.
4.9 Kebutuhan-kebutuhan pendukung dan kebutuhan akan peningkatan
kemampuan assessor.
4.10 Karakteristik-karakteristik dari orang yang diases.
4.11 Dampak-Dampak terhadap sumber daya manusia.
4.12 Konsistensi terhadap keputusan asesmen.
4.13 Tingkat fleksibilitas terhadap prosedur asesmen.
4.14 Keadilan dari prosedur asesmen.
4.15 Efisiensi dan efektivitas dari prosedur asesmen.
4.16 Pencapaian kompetensi dari orang yang diases.
4.17 Kesulitan-kesulitan yang dihadapi selama proses perencanaan maupun
pelaksanaan asesmen.
4.18 Motivasi dari orang yang diases.
4.19 Lokasi dan sumber daya yang memadai.
4.20 Reliabilitas, validitas, keadilan dan fleksibilitas dari instrumen asesmen.
4.21 Relevansi asesmen untuk konteks khusus.
4.22 Gugatan / ketidaksepakatan terhadap keputusan asesmen oleh orang-
orang yang diases maupun oleh supervisor/manager/pemilik perusahaan.
4.23 Kemudahan administrasi.
4.24 Pertimbangan terhadap akses keadilan maupun kesetaraan.
4.25 Segi kepraktisan.

5. Karakteristik orang yang diases dapat meliputi:


5.1 Kemampuan berbahasa, membaca, menulis dan berhitung
5.2 Latar belakang budaya dan bahasa.
5.3 Latar belakang pendidikan maupun pengetahuan umum.
5.4 Jenis kelamin.
5.5 Usia
5.6 Kemampuan fisik
5.7 Pengalaman sebelumnya terhadap topik yang diases
5.8 Pengalaman sebelumnya terhadap topik yang diases
5.9 Tingkat percaya diri, rasa gugup atau kegelisahan
5.10 Struktur organisasi / sesuai jadwal kerja

6. Personil yang sesuai meliputi:


6.1 Asesor kompetensi
6.2 Asesi
6.3 Pekerja atau serikat pekerja
6.4 Pengguna hasil asesmen seperti diklat, pemilik perusahaan, departemen
pengembangan Sumber Daya Manusia.
6.5 Pemerintah / Training Center Perusahaan / Otoritas kompetensi.
6.6 Koordinator pelatihan dan asesmen.
6.7 Manajer / Supervisor / Team Leader yang relevan.
6.8 Tenaga spesialis.

7. Prosedur asesmen:
7.1 Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang
bertanggungjawab terhadap asesmen di:
7.1.1 Rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya
7.1.2 Perusahaan
7.1.3 LSP
7.1.4 Organisasi Profesi
7.1.5 atau kombinasi di antaranya
7.2 Prosedur asesmen menjelaskan tentang:
7.2.1 Prosedur rekaman
7.2.2 Mekanisme untuk mengkaji ulang dan naik gugatan
7.2.3 Metode asesmen yang dipergunakan
7.2.4 Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases
7.2.5 Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten
7.2.6 Jumlah asesor yang dibutuhkan
7.2.7 Bukti-bukti yang dipersyaratkan
7.2.8 Tempat atau lokasi asesmen
7.2.9 Waktu asesmen
7.2.10 Jumlah asesi / kelompok asesi yang diuji
7.2.11 Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas
karakteristik asesi yang diuji

8 Metode asesmen dapat merupakan kombinasi dari :


8.1 Contoh contoh hasil pekerjaan maupun hasil kegiatan simulasi
8.2 Observasi langsung terhadap unjuk kerja, produk maupun kegiatan
simulasi
8.3 Pengkajian terhadap logbook atau bukti portfolio
8.4 Tanya jawab
8.5 Pertimbangan terhadap laporan pihak ketiga atau atasan langsung
mengenai hasil yang diraih asesi sebelumnya terjamin kesahihannya
(otentik)
8.6 Tes tertulis, lisan maupun yang menggunakan komputer
8.7 Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti bukti
sebagai dasar pemberian keputusan asesmen

9. Instrumen asesmen mencakup:


9.1 Perintah yang spesifik untuk diberikan yang terkait dengan kriteria unjuk
kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi
9.2 Instruksi spesifik terkait dengan hasil proyek maupun latihan
9.3 Satu set soal tertulis / lisan / yang dihasilkan komputer
9.4 Daftar log book
9.5 Petunjuk / Marking guides
9.6 Deskripsi kriteria unjuk kerja kompetensi
9.7 Kombinasi dari beberapa instrumen uji
Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti bukti untuk
dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan.

10. Penyesuaian yang diperkenankan mencakup:


10.1 Dukungan tenaga bantuan (pembaca, penterjemah, penasehat karir,
notulen).
10.2 Penggunaan peralatan berteknologi / peralatan khusus (word processor,
lifting gear)
10.3 Rancangan waktu asesmen yang lebih singkat untuk memberi
kesempatan beristirahat maupun dalam rangka pengobatan.

11. Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup:


11.1 Waktu dan lokasi
11.2 Personil
11.3 Anggaran / Biaya
11.4 Peralatan
11.5 Bahan
11.6 Persyaratan keselamatan, keamanan, kesehatan kerja
11.7 SOP dari industri / perusahaan

Panduan Penilaian

1. Keterampilan dan Pengetahuan yang harus dikuasai :


Untuk menunjukkan kompetensi, bukti bukti keterampilan dan pengetahuan
yang dibutuhkan :
1.1 Pengetahuan tentang standar kinerja industri, perusahaan dan pedoman
asesmen.
1.2 Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggungjawab etika termasuk
didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak
mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang
relevan dengan konteks asesmen.

1.3 Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang


lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku
1.4 Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas,
keaslian, kecukupan dan konsistensi

1.5 Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi


asesmen dan pelatihan lainnya

1.6 Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan


asesmen sesuai tempat kerja

1.7 Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi


konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan.

1.8 Keterampilan berbahasa, kemampuan membaca dan menulis serta


menghitung yang diperlukan untuk :

1.8.1 Membaca dan memahami prosedur untuk mengkaji ulang


asesmen.

1.8.7 Berpartisipasi dalam diskusi-diskusi dan membuat daftar strategi


untuk mengevaluasi informasi secara kritis.
1.8.8 Mengumpulkan, memilih dan mengorganisasi
kesimpulan/penemuan dari sejumlah sumber.
1.8.9 Membaca dokumen temuan dalam bentuk ringkasan, grafik atau
tabel.
1.8.10 Menyajikan temuan dalam bentuk laporan singkat kepada orang
yang relevan.
1.8.11 Membuat rekomendasi berdasarkan atas temuan yang
diketemukan.
1.8.12 Menetapkan efektifitas pembiayaan.
1.9 Keahlian berkomunikasi sesuai dengan budaya ditempat kerja dan
individu-individu.

2. Konteks terhadap asesmen:

Asesmen dapat dilaksanakan di tempat kerja atau tempat kerja simulasi. Calon
asesor sebaiknya menggunakan unit kompetensi yang memiliki keahlian
dibidangnya.

3. Aspek Penting Penilaian :


Carilah:

3.7 Prosedur asesmen yang terdokumentasi untuk dipergunakan sebagai


bahan mengkaji ulang prosedur asesmen.
3.8 Laporan tentang kegiatan pemeriksaan, hasil akhir dari prosedur asesmen
termasuk kesimpulan dan beberapa masukan untuk memodifikasi
prosedur asesmen.

4. Bukti-bukti yang diperlukan dalam asesmen adalah sebagai berikut :

4.11 Bagaimana implementasi di perusahaan, industri maupun organisasi


terhadap hasil kaji ulang proses asesmen.
4.12 Hal - hal yang mendasari pemilihan metode asesmen.
4.13 Bagaimana asesi maupun orang lain yang terlibat dalam proses asesmen
dapat dimintakan pendapatnya sebagai bagian dari kegiatan mengkaji
ulang asesmen.

8. Dampak terhadap sumber daya:


Akses terhadap kompetensi yang relevan, sumber informasi mengenai metode
asesmen, instrumen dan prosedur asesmen.
Akses terhadap asesi, peralatan sesuai dengan tempat kerja, informasi dan
personil yang sesuai

9. Konsistensi dalam melaksanakan tugas:


Kompetensi dalam unit ini harus diases secara berkala, dalam aneka konteks
pada kesempatan yang berbeda berulangkali, melibatkan kombinasi bukti
langsung, tidak langsung maupun bukti pendukung.

10. Keterkaitan dengan unit unit lainnya:


Unit kompetensi ini dapat diases dengan unit-unit lain sesuai fungsi dalam
pekerjaan

Kompetensi Kunci

N Kompetensi Kunci Dalam Unit ini Tingkat


o
1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 3

2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2

3 Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 3

4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 3

5 Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika 3

6 Memecahkan masalah 3

7 Menggunakan teknologi 3

MODUL 2 : Materi Dasar

A. Pengantar
Asesmen kompetensi dilakukan oleh asesor kompetensi yang memiliki kemampuan
merencanakan, mengembangkan, melakukan dan mengevaluasi kegiatan asesmen
kompetensi.
Dalam mencapai kompetensi tersebut, seorang asesor perawat harus memahami pengetahuan
dasar asesmen kompetensi di lingkungan tenaga keperawatan antara lain : konsep asesmen
kompetensi, standar kompetensi di bidang keperawatan termasuk jenjang karir yang diterapkan
dilingkungan keperawatan

B. Tujuan
Setelah mempelajari Modul 2 tentang materi dasar ini, diharapkan peserta mampu :
1. Memahami Kebijakan pemerintah tentang sistem jenjang karir perawat
2. Memahami Standar Kompetensi perawat
3. Konsep dasar asesemen kompetensi

C. Materi
Terdapat berbagai pendapat ahli/ pakar tentang pengertian kompetensi, secara umum
kompetensi adalah kemampuan yang merupakan integritas pengetahuan, ketrampilan dan
sikap yang diperlihatkan dalam bentuk kinerja yang dipersyaratkan. Materi dasar yang di
butuhkan bagi seorang asesor kompetensi perawat antara lain :
Bagian 2.1 : Kebijakan pemerintah tentang sistem jenjang karir perawat
Bagian 2.2 : Standar Kompetensi Perawat Indonesia
Bagian 2.3 : Konsep dasar asesmen kompetensi

BAGIAN V : PENUTUP
Modul pelatihan asesmen kompetensi perawat ( asesor kompetensi ) telah disusun sebagai
pedoman pelaksanaan pelatihan bagi fasilitator dan calon asesor. Modul ini terus dikembangkan
berdasarkan evaluasi peltihan dan masukan dari pengguna serta jika ada perubahan-perubahan
kebijakan yang terkait dengan kegiatan asesmen kompetensi.

Diharapkan modul ini dapat membantu mempermudah proses pelatihan berbasis kompetensi serta
memicu calon asesor untuk belajar aktif dan mandiri.

Selamat belajar dan salam sukses

Jakarta, April 2014

Tim Pengembang Modul

1. Prayetni
2. Yandih Mardean
3. Didin Syaefudin