Anda di halaman 1dari 81

MODALITAS-MODALITAS

PENATALAKSANAAN SISTEM
KARDIOVASKULER

PACU JANTUNG

Prinsip-Prinisip Fisiologi kateter unipolar hanya terdiri dari sebuah


elektroda pemacu negative pada ujungnya dan
Komponen-komponen Pacu Jantung
menggunakan elektroda positif dibagian luar
Pacu Jantung ditanam secara oermanen atau dari kateter.
temporar.Memiliki tiga komponen dasar antara Pada pacu jantung permanen,letak generator
lain: dielektroda positif.

1. Generator denyut Kawat Lead atau Kateter


2. Elektroda-elektroda
3. Kawat lead atau keteter Komponen ini memberikan jaringan komunikasi
antara generator denyut dan otot jantung.Lead
Generator Denyut dilekatkan pada otot jantung dengan alat
pengikat lead.Alat ini terdiri dari sekrum,ujung
Terdiri dari sumbr tenaga ( baterai lithum) dan
berkait,berbentuk gigi atau gulungan
rangkaian listrik.Generator denyut memiliki
kawat.Aktifitas listrik jntung dihantarkan
rangkaian untuk mengeluarkan muatan pacu
menuju elektroda pendeteksi dan ketika
jantung,megatur waktu dan fungsi,mendeteksi
dibutuhkan generator denyut mengeluarkan
aktivitas intrinsic jantung,memori,program
ransangan listrik keotot jantung melalui
telemetri dan pemeriksaan.Untuk memenuhi
lead.Kateter harus memberikan konduksi listrik
kebutuhan fisiologi secara adekuat banyak
yang adekuat,pengisolasian cukup dan mampu
generator dilengkapi sensor untuk mendeteksi
menahan getaran turbelen,menurunkan ukuran
gerakan yang akan meningkatkan deyut jantung
lumen kateter yang terdapat baik pada kateter
selama latihan.Parameter metabolic pasien
unipolar maupun bipolar.
dapat diukur dengan saturasi oksigen
vena,pH,suhu,isi sekuncup dari
ventrikel,ventilasi per menit,volume tidal, dan
interval.

Elektoda-Elektroda

Rangkaian listrik memiliki 2 komponen


elektroda ,elektroda positif (anoda) dan
elektroda negative (katoda).Pada keteter
bipolar,eletroda pemacu negative terletak
diujung kateter dan elektroda pendeteksi positif
terletak 1cm dari ujung kateter,sebaliknya pada

1
PACU JANTUNG TEMPORER VERSUS Ambang Pacu dan Deteksi Jantung
PERMANEN
Elektroda pacu harus ditempatkan sehingga
Pacu Jantung Temporer generator dapat diatur pada jumlah energy
listrik relative kecil dan derajat senitivitas yang
Generator denyut temporar digunakan untuk rendah dan masih memungkinkan keberhasilan
pacu jantung jangka pendek yang dilakukan pacu jantung.
pada area keperawatan kritis atau selama
prosedur.Alat pacu jantung mampu memacu satu Tingkat energy paling randah yang diperlukan
atau dua ruang. untuk menangkap konsistensi pada sisi elektrada
pacu jantung disebut ambang pacu
Sistem lead transvena temporer merupakan
kateter bipolar.Kateter bipolar digunakan pada Tingkat ambang ditentukan oleh adanya
bagian elektroda negative (distal) diletakkan keberhasilan pacu jantung pada energy yang
dibagian negative dari terminal generator dan lebih tinggi dan kemudian secara bertahap
elektoda positif diletakkan dibagian positif dari menurunkan energy dari generator sampai
terminal generator.Kadang-kadang pendeteksian penangkapan berhenti.Ambang ditunjukkan
yang tidak tepat dapat dikoreksi dengan dengan mili amper.Banyak factor yang
membalikkkan letak dari ujung kateter mempengaruhi ambang pacu jantung.Ambang
keterminal generator (polaritas pacu jantung biasanya meningkat pada waktu
kebalikan).Namun bila dengan membalikkan tidur akibat dari meningkatnya
polaritas kateter tidak memperbaiki kesalahan ketokolamin.Faktor lain yang dapat
perubahan kesistem unipolar dapat mengatasi meningkatkan ambang pacu jantung meliputi
masalah dengan cara memutuskan hubungan hipoksia,hiperkalemia,obat-obat bloking,dan
elektroda bipolar positif dari generator dan obat obatan antiatitmia tipe I.
menggantinya dengan kawat dari elektroda
pemantau pada dada anterior,lengan atau kaki. Ambang dapat diturunkan dengan penurunan
ketokolamin ,toksisitas digoksin dan
Saat elektoda dada digunakan sebagai bagian kortikosteroid.
dari system pacu,harus diberi tanda sehingga
tidak dikacaukan dengan elekroda dada lainnya Pacu Jantung Overdrive dan Underdrive
yang digunakan untuk memantau irama jantung. Pacu jantung dapat digunakan untuk takiaritmia yang tidak
Pacu Jantung Permanen berespon terhadap berbagai macam terapi.Disretmia mungkin
berasal dari ventrikel atau supraventrikel.
Generator denyut permanen dimasukkan
kedalam jaringan subkutan di bawah subklavia Kateter elektroda pacu jantung trasvena
kiri.Kateter ditempatkan melalui vena sentral temporal diletakkan pada dimana terjadinya
dan elektroda pemacu dihubungkan secara disretmia.
subcutan kegenerator yang ditanamkan. Pada ventrikel takikardi ventrikal reentra
Kateter pacu jantung permanen dapat berupa ( membentuk sudut) .Pacu jantung overdrive
unipolar maupun bipolar. dapat selesai dengan meningkatkan frekuensi
pacu jantung sampai pacu jantung terjadi
Kebanyakan generator denyut jantung permanen selama periode nonreftraktori antara denyut-
menggunakan baterai lithium yang mempunyai denyut spontan.Bila focus ektopik telah tertekan
daya hidup yang diharapkan selama 7-12 tahun. frekuensi pacu jantung dapat diturunkan secara
2
bertahap dan rangsangan pacu jantung akan frekuensi dimana pacu jantung diatur yaitu
berlanjut mengontrol ventrikel. frekuensi ventrikel diatur pada 60 x/menit,pacu
jantung akan mengeluarkan muatan hanya bila
Bila pacu jantung overdrive gagal menghentikan ventrikel pasien 60 x/menit.Selanjutnya pacu
disritmia ventrikel maka dapat di diganti dengan jantung dihambat oleh aktifitas jantung
underdrive. intrinsic,dan tidak akan berbahaya
menghidupkan pacu jantung pada waktu terjadi
GAMBARAN PERALATAN
disritmia jantung seperti takikardi ventrikel.
Tipe Picu Jantung
Sinkronisme
Asinkronisme
Pada tipe demand salah satu ruang
Tipe pacu jantung ini merangsang jantung pada jantungdipacu atau dihambat untuk
interval preset dan tidak berespon pada jantung menstimulasi aktiitas ruang lainnya.Sebagai
instrinsik. contoh sebuah lead pacu jantung diletakkan
diventrikel. Ketika nodus sinatria menstimulasi
menghasilkan depolarisasi atrium
dengankeluaran pacu jantung ke ventrikel.

Karena kontraksi atrium menghasilkan 15%


sampai 20% isi sekuncup ventrikel tanpa
perangsang atrium maka akan terjadi hipotensi
atau gagal jantung kongestif pada pasien yang
mempunyai cadangan jantung rendah.
Gambar pacu jantung demamd pacu jantung Ketika pacu jantung ventrikel digunakan dengan
dihambat tiap denyut spontan yang tampak pada baik akan dihasilkan diasosiasi AV atau
interval yang lebih pendek dari yang konduksi atrium retrograde.
diindikasakan pada ketentuan frekuensi pacu
jantung. Pada kasus lain atrium dan ventrikel tidak
berkontraksi secara tepat dan perangsang atrium
Gambar Atas: Pacu jantung dengan system hilang .
konduksi retrograde.M asing-masing di
konduksi retrograde melalui atrium serta Maka dengan menggunakan tipe sinkronaisme
antegrad melalui ventrikel .Konduksi atrium pengaruh atrium pada curah jantung dapat
retrogred menghasilkan gelonbang P setelah dihindari.
tiap-tiap pacu QRS.

Gambar Bawah: Pacu jantung dengan disosiasi


Memodulasi Frekuensi
AV .Gelombang P didisosiasi dari paci
QRS,mengindikasikan bahaya ransangan pacu Medodulasi berhubungan dengan peningkatan
jantung tidak dikonduksi retrograde keatrium. atau penurunan frekuensi jantung dalam
merespon sensor.Variabel tidak bergantung
Pacu jantung tipe ini menimbulkan impuls hanya
pada aktivitas intrinsic atau aktivitas listrik pacu
pada saat preset interval PR,RR telah terlewati
jantung ,namun satu variabel yang telah
tanpa adanya aktivasi listrik spontan dari
dihubungkan dengan peningkatan metabolism
ventrikel.Lepasnya interval ditentukan oleh
3
dan penurunan metabolism tubuh selama latihan yang secara relative tidak aktif dimana
(contoh vibrasi,saturasi oksigen vena,isi keuntungan hemodinamik dari aktifitas atrium
sekuncup,dll.)Sensor frekuensi jantung di tidak ada atau tidak perlu.
rancang untuk memenuhi kebutuhan fisik secara
adekuat pada pacu jantung. AAO atau VOO adalah tipe pacu jantung dengan
frekuensi fixed atrium atau ventrikel yang
Kemampuan Fungsi Pacu Jantung digunakan ketika mengevaluasi fungsi pacu
Berdasarkan Kode ICHD jantung.

The Inter Society Commission for Heart AAI serupa dengan tipe VVI kecuali
Disease Resources ( ICHD ) mengembangkan elektrodanyaditempatkan diatrium.Dengan
suatu kode untuk membedakan kemampuan dari system ini akan memacu atrium ketika atrium
fungsi pacu jantung.Kode ICHD meliputi ruang pasien tidak terpolarisasi.Tipe ini digunakan
pacu,ruang deteksi,bentuk tipe respons terhadap pada pasien dengan bradikardi atrium dan
deteksi impuls listrik ( dihambat oleh system konduksi AV utuh.
pacu ),fungsi program,dan fungsi tekhikardia
khususs. Tipe Dua-Ruang

Tipe Pacu Jantung Yang Umum Digunakan DVI adalah tipe rangkaian pacu jantung demand
vnetrikel yang memacu dengan baik dalam
Pada umumnya tipe pacu jantung VVI yang rangkaian atrium dan ventrikel.Atrium tidak
paling umum digunakan pada jantung terdeteksi tetapi ventrikel terdeteksi.Pacu
temporer,namun tipe lain juga sering dihadapi jantung terjadi hanya jika frekuensi ventrikel
oleh perawat kritis antara lain tahapan pacu lambat (aktivitas atrium diabaikan).Jadi
jantung temporermdua-ruang dan kemampuan keuntungan dari aktivitas pacu jantung atrium
fungsi program dan kemampuan multiprogram hilang bila inherenfrekuensi ventrikel tidak
pada fungsi takikardia khusus. cukup cepat.Tipe ini digunakan pada pasien
dengan frekuensi lambat tapi dengan tambahan
Kebanyakan pacu jantung yang permanen modulasi frekuensi membuat DVIR atau DDIR
ditanam dapat alat program khusus.Perubahan sehingga tipe pacujantung ini lebih tepat untuk
yang dapat dibuat pada frekuensi denyut nadi pasien ini.
,energy yang di keluarkan
,sensitivitas,tipe,periode refraktori (periode VDD pada tipe sinkronisme atrium ini,pacu
setelah QRS pacu jantung tidak dapat jantung merangsang ventrikel dalam berespon
mengeluarkan impuls) dan hysteresis.Untuk terhadap aktivitas atrium intrinsic.Disini
tujuan mengatasi masalah ini perawat perawatan depolarisasi ventrikel dihambat dan pacu jantung
kritis mampu memahami tipe pacu tidak terjadi diatrium tanpa memperdulikan
jantung,sehingga irama pacu jantung dapat aktivitas atrium ataupun ventrikel.Ini paling
diinterprestasikan dengan benar dan kesalahan tepat untuk pasien dengan fungsi nodus sinus
diagnose dapat dihindari. yang masih baik atau normal dan blok AV, yang
akan mendapat keuntungan dari frekuensi
Tipe Satu - Ruang jantung yang berubah pada perubahan kebutuhan
metabolis.
VVI merupakan tipe demamd ventrikel,tipe
deteksi ventrikel dan tipe yang DDD tipe ini sangat fleksibel,tipe jatung ini
menghambat.Tipe ini digunakan pada pasien dapat secara otomatis diubah manjadi tipe
4
DVI,AAI atau VDD sesuai kebutuhan.Baik O=Ta O=Ta O=Ta R=Frekue
atrium maupun ventrikel dapat dipacu dan k ada k ada k ada nsi
dideteksi .Ini digunakan pada pasien dengan modulasi
indikasi mengalami gangguan irama kombinsi
yang akan mendapatkan keuntungan dari DEFIBRILATOR-KARDIOVERTER
sinkronisme AV. INTERNAL

DDDR tipe ini memungkinkan baik atrium dan Defibrilator Kardioverter Internal (DKI)
ventrikel dideteksi dan dipacu.akan tetapi secara mampu menghentikan episode takhikardi
sederhana lebih mengandalkan pada depolarisasi ventrikel atau fibrilasi dengan memberikan syok
atrium atau pacu atrium untuk mengontrol internal.Mskipun generator denyut lebih besar
frekuensi jantung,pacu jantung akan sensitive beberapa kali dan lebih berat dari pada generator
terhadap sensor yang dapat meningkatkan denyut tipe dua-ruang,fungsi DKI mirip dengan
frekuensi jantung,untuk memenuhi kebutuhan pacu jantung permanen lainnya.Pendeteksi
metabolism pasien. menimbulkan hubungan generator denyut pada
jantung dan secara kontinyu mendeteksi
frekuensi jantung.Bila terjadi takikardi ventrikel
atau fibrilasi terdeteksi,DKI mengeluarkan 0.05
Kode ICHD untuk Pembedaan Kemampuan -34 joule listrik.tergantung pad tingkat energy
Fungsi Pacu Jantung yang dapat diprogram.Ini dapt berulang sampai
empat kali bila disrikmia menetap.
Ruan Ruan Respo Fungsi Fungsi
g g n Thd Kemampu Antita Alat defebrilasi dan elektroda pacu jantung
jantu detek Deteks an khikar diletakkan diepikardium dan memerlukan
ng si i Program di tindakan stenotomi atau torakotomi.Generasi
Khusu baru dari DKI yang telah terbukti yaitu system
s lead transvena yang akan menghentikan
perlunya tindakan torakotomi dan memberikan
V=Ve V=Ve I= P=Progra P=Stan
kemampuan program tambahan.Pilihannya
ntrik ntrik Inhibi m(frekwe dar
adalah pacu jantung VVI untuk bradikardi,pacu
el el si nsi teknol
jantung antitakikardi,dan berbagai energy untuk
(Meng dan/atau ogi
kardioversi dan defibrilasi.Defebrilator
hamb keluaran pacu
kardioverter internal menjalankan banyak
at jantun
kemampuan yang tampak pada pacu jantung
g
permanen sebagai contoh,kemampuan program
A=At A=At T=Me M=Kema S=syok multi,generator denyut lebih kecil,dan system
rium rium micu mpuan lead transvena.
Multiprog
ram

D=Du D=Du D=Du C=Komun D=Pac


a a a ikasi u
Gambar: Pacu jantung rangkaian AV (DVI)
ruang jantun
.Karena pacu jantung tidak mendeteksi aktivitas
g dan
atrium secara spontan,gelombang P sinus dapat
syok
diketahaui tidak berhubungan dengan aktivitas
5
pacu jantung.Kurangnya pacu jantung 3. Kelompok III (kondisi dimana
gelombang P pada komplek 2 dan 5 diakibatkan implantasi pacu jantung tidak perlu)
dari pengeluaran impuls pacu jantung atrium
selama periode reftraktori atrium yang diikuti Bradiaritmia
gelombang P sinus. Disritmia yang dapat menghalangi curah jantung
Indikasi Untuk Pacu Jantung meliputi sinus bradikardi simtomatik,sinus
arresr,sick sinus syndrome,dan blok jantung
Pacu jantung diindikasikan untuk kondisi yang derajat II dan III
mengakibatkan kegagalan jantung untuk
menciptakan atau megkonduksi impuls listrik Blok Jantung
intrinsic pada frekuensi yang secara normal Tidak ada bukti untuk memastikan bahwa pacu
untuk mempertahankan perfusi tubuh.Ini dapat jantung diindikasikan pada blok jantung derajat
digunakan secara propilaktik bila disritmia pertama.Pasien yang mengalami bradikardi
tertentu tidak berrespon terhadap bentuk terapi
simtomatik dengan blok jantung derajat II harus
lain.penyakit yang harus diantisipasi oleh menggunakan pacu jantung.Blok jantung
perawat kritis antara lain penyakit jantung komplet selalu membutuhkan pacu jantung
ateroklorosis,infark miokard,atau toksitas ,kecuali irama ventrikel lebih dari denyut
digitalis. 40x/menit dan pasien asimtomatis.Implantasi
tuk membantu para tenaga medis professional pacu jantung pada pasien blok AV yang
dalam menentukan criteria klinis untuk berhubungan dengan infark miokard tidak
implantasi,Joint Committee of The American didefinisikan dengan jelas karena tergantung
College of Cardiology dan The American Heart pada luasnya cedera miokard.Oleh karena itu
Association dibentuk untuk menciptakan criteria pasien dengan pasca-infark dengan AV blok
yang seragam mengenai implantasi pacu jantung derajat II menetap,blok jantung komplit atau
. blok AV yang berhubungan dengan blok cabang
berkas (BCB) harus menerima pacu jantung
hun 1991 komite merekomendasi suatu pedoman .Blok bifasikulus (BCB)kanan dan hemiblok
untuk gangguan konduksi khusus yang BCB kiri).dengan blok jantung simtomatik
berhubungan dengan bradikardi intermiten atau asimtomatik,blok jantung derajat
simtomatik.Bradikardi simtomatik II intermiten (tipe II)juga harus diimplantasi
menunjukkan manifestasi klinis :pusing pacu jantung.
sementara,sakit kepala ringan,hamper
sinkope,pingsan dan gejala-umum seperti Takhikardia Menetap
intoleren terhadap aktivitas atau kegagalan Takhikardi supraventrikuler dan takikardi
jantung kongestif. ventrikel kadang-kadang ditekan dengan berhasil
Komite membagi dalam 3 kelompok antara lain: melalui pacu jantung lebih cepat dari takikardi
intrinsic ( pacu jantung overdrive)
1. Kelompok I ( kondisi dimana implantasi
pacu jantung perlu) PROSEDUR

2. Kelopok II (Kondisi implantasi pacu Metode-metode Pacu Jantung


jantung mungkin perlu tetapi terdapat Berbagai metode pacu jantung telah digunakan
beberapa perbedaan pendapat selama beberapa tahun termasuk pacu jantung
6
eksternal,pacu jantung transtorakal,pacu jantung Penanaman permanen lead epikardial jarang
epikardial,dan pacu jantung endokardial atau digunakan karena memerlukan prosedur
transvena. pembedahan besar,kecuali torakotomi
diperlukan bersamaan dengan
Pacu Jantung Transkutan Eksternal pembedahan.Dokter banyak menggunakan jenis
elektroda screw in .yaitu ujungnya dapat
Metode pacu jantung ini secara langsung
diputar kedalam epikardium. Keuntungan dari
kedinding dada melalui piringan elektroda
lead epikardial permanen adalah kestabilan
berjeli besar yang ditempatkan pada anterior dan
elektroda yang mengakibatkan insiden rendah
posterior.
dari perubahan posisi.
Elektroda dihubungkan pada pacu jantung
Pacu Jantung Transvena Endokardial
traskutan eksternal.Pada awal pembuatannya
pacu jantung transkutan memerlukan jumlah Metode ini yang meliputi sebuah kateter pacu
listrik yang lebih besar untuk memacu jantung transvena merupakan tipe pacu jantung
,mangakibatkan nyeri ,luka bakar dan kedutan yang paling umumdigunakan.Dapat digunakan
otot rangka.Kini teknologi baru penggunaan baik untuk pacu jantung temporer atau
listrik yang lebih rendah,sehingga dapat permanen.Untuk pacu jantung temporer,kateter
mengatasi masalah yang lalu. dimasukkan kedalam vena superficial dengan
menggunakan anastesi local.Vena yang
Pacu Jantung Transtorakal
umumnya digunakan adalah vena
Metode ini dengan memasang lead pacu jantung brahialis,femuralis,juguralis internal atau
kedalam jantung meliputi jarum didinding subklavicula. Pada vena subklavia dan juguralis
anterior.Karena keterbatasan keberhasilan internal memungkinkan stabilitas kateter dan
frekuensi dan kemungkinan komplikasi metode pasien dapat mobilisasi : namun demikian
ini hanya digunakan pada keadaan darurat.Pacu ,pneumothoraks dapat terjadi sebagai komplikasi
jantung transtorakal tidak untuk jangka panjang dari pemasangan kateter. Vena femoralis
namun hanya untuk profilaksis terhadap memungkinkan akses yang mudah,tetapi
kewaspadaan disritmia. penggunaan sisi ini secara nyata mengurangi
mobilitas pasien.Kateter pacu jantung
Pacu jantung Epikardial disusupkan melalui vena,vena kava,atrium
kanan,dan kedalam ventrikel kanan.Kateter
Metode ini dapat dilakukan dengan tindakan
ditempatkan dengan menghubungkan
torakotomi atau melalui insisi subxifoid dengan
kepermukaan endokardial dari ventrikel
menempatkan elektroda pacu jantung langsung
kanan.Prosedur pemasanag dapat atau tanpa
dipermukaan jantung.Ini sering digunakan pada
fluoroskopi. Bila flioroskopi tidak tersedia
untuk bantuan temporer selama dan setelah
kompleks elektrokardiogram (ekg) dapat
bedah jantung terbuka.Kawat pacu jantung
digunakan sebagai pedoman alternative untuk
dijahit pada permukaan epikardium
menentukan posisi kateter.
jantung,ditarik keluar melalui insisi dada dan
dihubungkan ke generator pacu jantung Lead-lead ekstemitas dari 12 lead EKG
temporer atau dibalut dan kemudian dihungkan ditempatkan pada ekstemitas yang tepat dan lead
bila timbul keluhan.Kawat dapat dilepas tanpa V dihubungkan pada ekstremitas yang tepat di
membuka ulang insisi,bahkan setelah jaringan hubungkan pada ujung elektroda proksimal pacu
parut telah terbentuk diatas ujungnya. jantung ( negative ) dengan klem
7
alligator.Elektroda kateter distal menjadi
elektroda exploing EKG dan posisi kateter
ditentukan dengan analiasa kompleks EKG yang
berubah saat kateter dimasukkan. Ekg akan
membentuk gelombang P besar bila elektoda
menyentuh atrium.Saat ujung kateter
dimasukkan ke ventrikel kanan,kompleks QRS
menjadi besar dan gelombang berkurang.

Bagi yang sudah berpengalaman sering


mengerjakan denhan insersi dengan cara blind
menggunakan standar pemantauan EKG untuk
mengindikasikan pacu jantung .Dokter lebih
menyukai menggunakan kateter berujung
balon,kateter pacu jantung flow-directed untuk
memudahkan insersi.

Balon dikembangkan dengan udara dalan vena


kava dan membawa kateter dalam arah aliran
darah melalui atrium kanan,katup tricuspid dan
kedalam ventrikel kanan.Balon kemudian
dikempeskan dan disangkutkan pada dinding
ventrikel kanan.

Pacu jantung temporer juga dapat dilakukan


pada kateter arteri pulmonal spesifik.Lead pacu
jantung di hubungkan pada kateter arteri PENATALAKSANAAN
pulmonal atau dibuat lumen untuk pemasangan
kawat pacu jantung kedalam ventrikel kanan. Isu-isu Keamanan Penggunaan Pacu Jantung

Pendekatan transvena paling luas digunakan Keamanan alat-alat listrik harus diperhatikan
untuk implantasi pacu jantung bila pasien menggunakan pacu jantung
permanen.Prosedur ini dilakukan dengan temporal.Peralatan listrik harus seminimal
anastesi umum oleh ahli bedah atau implantasi mungkindan harus diground dengan tepat
dengan anastesi local oleh ahli kardiologi .Penggunan tempat tidur non listrik lebih
dilaboratorium kateterisasi. Pada kasus ini juga disukai.Namun jika menggunakan tempat tidur
fluoroskopi dapat digunakan untuk menentukan listrik harus diputuskan hubungan AC-
posisi lead. Lead dimasukkan kedalam vena nya.Pasien harus diberi bel dan lampu
subklavia,sefalik atau juguralis internal atau pemanggil listrik harus diputuskan.Dianjurkan
eksternal. Ini memungkinkan akses pada sisi hanya mengunakan alat cukur ,sikat gigi atau
kanan jantung untuk penempatan lead ventrikel radio yang menggunakan baterai. Televisi
atau atrium.Lead-lead dihubungkan pada dengan menggunakan tenaga listrik dapat
generator denyut dan dilipat kedalam kantung digunakan jika menjalankan oleh seseorang yang
generator, umumnya pada bagian tidak mengadakan kontak dengan
intraklavikularis kiri. pasien.Perawat harus menghindari kontak secara

8
simultan dengan pasien dan peralatan Komplikasi-Komplikasi dari Pacu Jantung
listrik.Tempat tidur harus dalam keadaan
kering./eralatan diatermidan elektrokauter tidak Kegagalan berfungsi sebagaimana mestinya
boleh digunakan karena gelombangnyadapat pada pacu jantung demand dapat ditentukan
dideteksi dan menghambat pacu jantung pada pemantau jantung EKG. Pacu jantung
demand. mulai tidak berfungsi karena kegagalannya
mengeluarkan (discharge) impuls,kegagalan
Jika menggunakan generator pacu jantung untuk menangkap (capture) impuls ruang yang
temporer model lama dengan ujung atau terlibat atau kegagalan untuk mendeteksi
terminal kateter terpajanbagian logam ini harus ( sensing ) depolarisasi intrinsic.
terisolasi.Sarung tangan karet dapat dipotong
dan dibalutkan pada logam yang terpanjan untuk Rencana asuhan keperawatan pasien dgn pacu
menciptakan isolasi dari sumber arus eksternal. jantung

Penutup plastic pada generator temporal harus DIAGNOSA KRITERI NTERVENSI


tetap ditempatnya untuk menutupi lempengan KEPERAWAT A KEPERAWATAN
agar mencegah pengubahan susunan yang tidak AN HASIL/T
hati-hati.Generator harus dihubungkan secara UJUAN
aman pada lengan atau abdomen pasien.Kateter KEPERA
harus diplester dengan aman dikulit tanpa WATAN
menimbulkan tegangan langsung pada Praoperasi: Memperta 1.Monitor irama
keteter.Gerakan ekstermitas paling dekat dengan hankan jantung secara
sisientri diminimalkan,khususnya bila sisis Penurunan irama kontinu pd MCL
femoral telah digunakan. curah jantug jantung atau lead II
b/d frekuensi dgn
Perlu diingat bahwa pasien dengan defibrillator- jantung 2.Catat dan
kardiovertar internal harus menghindari area system
abnormal,iram perfusi laporkan
elektromagnetik karenaaa dapat merusak a,atau perubahan pd
kemampuan detekasi dini. yang
konduksi adekuat irama jantung
Penyuluhan Pasien tentang Pacu Jantung jantung
abnormal 3. Rekam 12 lead
Penyuluhan dilakukan mulai pasien membuat EKG sesuai
keputusan untuk menggunakan pacu jantung pelaksanaan
ditetapkan.Pasien dan keluarga harus diberitahu 4.Kaji &laporkan
mengapa harus menggunakan pacu tanda penurunan
jantung.Prosedur pemasangan harus curah jantung spt
dijelaskan ,begitu pula perawatan setelah td
pemasangan yang diharapkan. turun,penurunan
Kedalaman penyuluhan yang tepat dan alat tingkat
bantu penyuluhan yang digunakan tergantung kesadaran,nadi
pada beberapa hal seperti perifer tak
usia,intelegensi,perhatian,penglihatan,dan rasa teraba,penurunan
aman.Penyuluhan awal harus dibatasi pada haluan
aspek positif dari hidup dengan pacu jantung. urin,sianosis,disp

9
nea diam,pernyataan
pikiran
5.Siapkan fasilitas terbuka,dll
utk menurunkan
O2 miokard spt 4.Dorong
tirah pengambilan
baring,meninggik keputusan
an berkenaan dg
kepala,mambatasi perawatan
aktivitas
5.Beri sadasi ssi
6.Siapkan tind utk kebutuhan dan
menghindari jika dipesakan
respon valsalva
spt menghindari 6.Dorong
mengejan dukungan
&menahan nafas keluarga

7.Psg jalur IV ssi 7.Catat respon thd


pesanan peny

8.Berikan 8.Lihat renc


atropine atau penyuluhan utk
isoprotenol,ssi lebih detilnya.
pesanan Kurang Ps 1.Libatkan klg
pengetahuan mengg dlm proses
9.Bantu
b/d ambar penyuluhan ttg
pemasangan pacu
pemasangan kan pacu jantung
jantung eksternal
pacu jantung menga
at pacu jantung 2.Beri gambaran
tranvena temporer pa
pacu seluruh terapi spt
ssi pesanan. obat mll IV dan
jantng
hrs di pemasangan pacu
pasang jantung temporer
Ansietas:b/d Ps akan 1.Ciptakan hub dan
peny jantung mengguna prwt-klien. 3.Beri gmb an
bagai dgn istilah
yg mengacam kan mana
hidup yg mekanism 2.Jelaskan lingk sederhana,proses
prwtan kerjan dan prosedur
memerlukan e koping ya.
pacu jantung yg efektif kritis,prosedur,dll operasi
& Ps
3.Gunakan tehnik 4.Gunakan tehnik
implikasinya mengg
komunikasi yg penyuluhan
dimasa datang ambar
membantu praoperasi umum
mengembangkan kan
verbalisasi,spt progra 5.Buat tuj

10
m penyuluhan pd tk malfungsi,infeksi,
pasca yg tepat utk ps scr penggantian
operas indv generator
i denyut,obat-
norma 6.Evaluasi obatan,keamanan
l pemahaman prwtan
pasien selanjutnya.
7.Catat respon ps 4.Evaluasi
pemahaman
8.Lihat pd renc
pasien
penyuluhan
5.Catat respon ps.

Penurunan Aspek 1.Monitor irama


Pasca operasi Ps 1.Kaji derajat rasa
curah jantung mekanis jantung pd lead
akan nyeri ps dlm skala
Perubahan b/d kegagalan system yg paling baik
merasa 1-10
kenyamanan: system pacu pacu menggambarkan
nyaman
Nyeri insisi yg 2.Beri obat jantung jantung arti pacu jantung
b/d prosedur penghilang rasa akan stabil
2.Monitor tanda
pembedahan nyeri atau ssi
vital tiap 4 jam
pesanan
sekali slm 24 jam
3.Kaji dan catat
3.Kaji dan
hilangnya rasa
parorkan tanda
nyeri
kegagalan utk
4.Bantu aktivitas memacu,menangk
sehari-hari ap impuls dan
mendeteksi
5.Tingkatkan
waktu istirahat ps 4.Kaji dan
tanpa ggn laporkan tanda
gagal jantung
kongestif
Kurang Ps dpt 1.Ciptakan hub 5.Kaji dan
pengetahuan menyebut ps-prwt laporkan tanda
b/d hidup kan peningkatan
sehari-hari informasi 2.Libatkan klg
dlm proses ektopi
menggunakan yg
pacu jantung dianjurka penyuluhan 6.Pertahankan
permanen n dgn pembatasan
3.Beri gambaran
kata-kata ps tingkat yg tepat aktivitas ssi
sendiri kondisi,aktivitas pesanan
tanda-tanda 7.Lakukan
11
peningkatan menerus (ROM) pasif tiap
aktivitas bertahap 2 jam utk lengan
bila telah di yg sakit slm ps
tentukan bahwa tirah baring
system pacu
jantung stabil 2.Lakukan ROM
pasif tiap 2 jam
8.Monitor strip pd lengan yg sakit
irama dg 24 jam stlh
perubahan pemasangan.
aktivitas
3.Dorong lakukan
9.Catat tipe latihan kaki aktif
pendekatan sementara ps tirah
pemasangan Risiko tinggi baring
unipolar atau inefektif
bipolar,mode,frek 4.Temani ps saat
koping ind b/d
uensi pacu bangun dr tempat
perubahan
jantung,irama tidur dan monitor
gambaran diri
intrinsic dan strip irama thd
dan Ps akan
irama pacu perubahan.
ketergantunga mendemon
jantung. n pada pacu strasikan
jantung mekanisme
Risiko tinggi Tanda 1.Ps dan prwt
koping yg 1.Kaji dan
infeksi b/d dan gejala mencuci tangan
efektif laporkan rasa
prosedur infeksi dg sering
takut,depresi dan
pembedahan tidak ada
2.Pertahankan menurunnya
dan adanya
balutan pengikat kemampuan
benda asing
ttp utuh selama mobilitas.
sedikitnya 24 jam
2.Lukiskan
stlh pembedahan.
gambaran positif
3.Gunakan tehnik dan sehat
steril
3.Gunakan tehnik
Pd penggantian komunikasi yang
balutan tiap 24 tepat
jam sesudahnya.
4.Gunakan
Risiki tinggi
4.Monitor tanda sumber yang ada
kerusakan
Pasien infeksi. dir s dan
mobilitas fisik
akan komunikasi jk
b/d nyeri dan
meningkat diperlukan.
efek-efek tirah
kan scr
baring 1.Lakukan
terus
rentang gerak
12
sampai penyebab masalah ditemukan dan
diperbaiki.
Kegagalan untuk Mengeluarkan Impuls
Kegagalan untuk Mendeteksi Denyut Spontan.
Karena pengeluaran ransangan dari pacu jantung
menghasilkan artifak atau puncak tampak pada Kegagalan dari pacu jantung untuk mendeteksi
pemantauan EKG,kegagalan untuk pengeluaran denyut spontan mengakibatkan tidak tepatnya
mengakibatkan tidak adanya artifak. Kegagalan posisi aratifak pacu jantung pada EKG. Ini dapat
ini mungkin pada generator itu sendiri(baik disebabkan oleh penempatan elektroda yang
kegagalan mekanis atau batetrai)pada sisi tidak tepat, kegagalan baterai atau komponen
hubungan lead pada generatoratau pada lead patahnya kawat lead.
karena patahnya kawat.
Disritmia ventrikel disebabkan oleh terjadinya
Bila kegagalan terjadi pada pacu jantung ransangan pacu jantung selama fase rentan
temporer,periksa hubungan pada terminal gelombang T yang paling mungkin terjadi pada
generator,ganti baterai generator itu sendiri.Jika pasien yang mengalami proses penyakit jantung
tidak berhasil pastikan bahwa patahnya kawat akut,ketidakseimbangan elektrolit,atau toksisitas
adalah penyebabnya. obat,tetapi jarang terlihat pada pasien yang
dirawat untuk pengenbalian posisi pacu jantung
Jika hanya satu kawat yang patah perubahan daripada penyakit akut.
system unipolar dengan elektroda dada untuk
mengganti kawat yang patah,mungkin dapat Kegagalan fungsi pacu jantung dengan dua-lead
menghasilkan pacu jantung.Bila pacu jantung tidak terdeteksi dengan mudah pada EKG seperti
permanen gagal untuk mengeluarkan pada pacu jantung dengan lead-tunggal.
ransangan ,masalah harus diatasi dengan operasi.
Iritabilitas Ventrikel
Jika situasi darurat dokter dapat memasabg pacu
jantung transvena temporer untuk mendukung Iritabilitas ventrikel pada sisi ujung kateter
hemodinamik pasien sampai masalah pacu endotrakeal merupakan kejadian yang sering
jantung permanen dapat diperbaiki. setelah pemasangan kateter awal.Komplek
ventrikel premature biasanya tampak mirip
Kegagalan untuk menangkap impuls dalam konfigurasi dengan komplek pacu
jantung.Iritabilitas terhadap kateter sebagai
Kegagalan ransangan pacu jantung untuk benda asing biasanya hilang setelah 2 atau 3
menangkap ventrikel atau atrium akan tampak hari.
oleh tidak adanya gelombang QRS atau
gelombang P secara setelah artifak pacu jantung Perforasi Dinding ventrikel atau Septum
pada EKG .Jika ambang pacu jantung meningkat
,maka miliamper dapat ditingkatkan samapai Perforasi dinding ventrikel atau septum oleh
penangkapan ventrikel terjadi. kateter trasvena terjadi pada pasien dalam
jumlah kecil.Ini dapat atau tidak dapat
Kegagalan baterai juga dapat menyebabkan menimbulkan noncaptur.Hal ini dapat dicurigai
kegagalan untuk menangkap.Jika pasien pada monitor jantung akan tampak perubahan
tergantung pada pacu jantung dan mengalami lead VI.
simtonatik,terapi obat
(atropine,isoproterenol),pacu jantung Pada pacu jantung ventrikel kanan harus
ekternal,atau resusitasi jantung paru diperlukan membentuk QRS negative pada lead ini.Sering
13
kali perforasi ventrikel mengakibatkan pacu Infeksi dan flebitis dapat terjadi pada sisi
jantung dari ventrikel kiri dan QRS menjadi pemasangan pacu jantung temporer,infeksi atau
positif dalam polaritas. hematoma dapat terjadi pada sisi implantasi
generator permanen.Tehnik steril harus
Tamponade pericardial menyebabkan digunakan saat mengganti balutan.
menurunnya tekanan darah dan meningkatnya
frekuensi pengeluaran nodus sinus,harus diawasi Migrasi Generator Permanen
setelah terjadinya perforasi dinding ventrikel.
Migrasi generator permanen dari sisi implantasi
awal dapat terjadi pada pasien yang sangat
kehilangan jaringan ikat. Ini dapat atau tidak
Tamponade memerlukan implantasi ulang.Erosi pada sisi
implantasi jarang terjadi.
Tamponade jarang terjadi karena kemampuan
serat-serat miokard untuk meningkatkan Malfungsi karena Defibrilasi
integritas setelah kateter ditarik kedalam
ventrikel: namun demikian ,terapi antikoagulaan Defibrilasi pada pasien sementara system pacu
harus dihentikan setelah perforasi. jantung temporer utuh dapat mempengaruhi
berbagai komponen dari generator dan dapat
Migrasi Retrograd Kateter Ventrikel Kanan menyebabkan malfungsi.Generator temporer
harus diputar kearah off dan kawat kateter
Migrasi retrograde kateter pacu jantung ventrikel
diputuskan dari generator,jika
kanan kedalam atrium kanan dapat
mungkin,defibrilasi.
mengakibatkan pemacuan atrium kanan dapat
mengakibatkan pemacu atrium (artifak pacu ANTIARITMIA YANG UMUM DIGUNAKAN
Jantung diikuti gelombang P) atau hambatan DAN KARDIOVERSI
pacu jantung oleh depolarisasi atrium.efeknya
pasien tergantung pada kemampuan dari nodus SEDIAAN DIGITALIS
AV untuk menghantarkan impuls atrium dan
tergantung pada kemampuan escape focus Digoksi
bawah untuk muncul pada frekuensi yang Digoksin merupakan pilihan pertama untuk
adekuat. pasien-pasien dengan disritmia
Kedutan Abdominal atau Cegekan supraventrikular,seperti takikardi atrium
paroksismal , fibrilasi atrium, dan flutter
Kedutan abdominal atau cegukan terjadi kadang- atrium.Digoksin memiliki sedikit efek pada
kadang sebagai akibat dari penempatan takhikardi atrium multifocal.
elektroda terhadap dinding ventrikel kanan yang
tipis dan menghasilkan rangsangan listrik pada Digitalis dapat menghasilkan perbaikan irama
otot-otot abdominal atau diafragma Ini biasanya sinus normal atau pada kasus fibrilasi atrium
menimbulkan rasa tidak nyaman pada pasien,dan atau fluter atrium memperlambat frekuensi
elektroda harus diposisikan kembali sesegera ventrikel pada tingkat yang lebih memuaskan.
mungkin. Digoksin tidak boleh digunakan untuk megobati
Infeksi dan Flebitis sinus takhikardi kecuali bila takhikardi sekunder
terhadap gagal jantung kongestif.Menurunnya

14
frekuensi jantung sebagai akibat perbaikan Digitoksin
curah jantung.
Karena sifat ekskresinya relative lambat
70-80% digoksin dosis oral diabsopsi.Digoksin ,digitoksin secara khusus bermanfaat pad
juga diabsopsi bila secara intramuskuler tapi ini beberapa pasien dengan fibrilasi atrium kronik
dapat menimbulkan rasa nyeri dan hanya atau flutter atrium.
memberikan sedikit keuntungan. IV lebih
disukai untuk pasien.Biasanya dosis awal Kerja vagoronik dari digoksin pada nodus AV
0.5mg,dilanjutkan 0.25 mg tiap 2 sampai 4 lebih konsisten dari pada digoksin,sehingga
jam.Dosis total yang diperlukan pasien lebih diandalkan untuk control frekuensi.
bervariasi biasanya dosis total 1.0 sampai 1.5 mg
IV.
Toksisitas Digitalis
Untuk menimalkan resiko toksisitas
digitalis,pada pasien takhikardi supra ventrikuler Semua glikosida digitalis harus digunakan
perlu diperhatikan hal-hal antara lain: dengan kewaspadaan tinggi pada pasien dengan
sindroma Wolff Parkinson-White(WPW). Yang
Hentikan tindakan bila frekuensi jantung mana terjadi fibrilasi atau fluter atrium.Dosis
telah memuaskan,meskipun tidak yang berlebihan dari digitalis dapat dihindari
ideal,kadar dan dosis digoksin bila pertimbangan diberikan pada beberapa
selanjutnya tidak lagi menghasilkan prinsip metabolismenya.Jika fungsi ginjal
perlambatan ( contoh fibrilasi atrium normal ,sepertiga simpanan digksin dalam tubuh
dengan frekuensi ventrikel 100-120 dikeluarkan tiap hari.Klirens ginjal terhadap
x/menit) digoksin secara langsung berhubungan dengan
klirens kreatinin.bila kreatinin ditingkatkan
Pilih obat kedua untuk mengontrol
sampai 2-5 mg/dl,dosis pemeliharaan digoksin
frekuensi jantung,seperti propanolol atau
harus diturunkan paling sedikit setengahnya.
verapamil
Pada kegagalan ginjal yang lebih berat
Upayakan kardioversi listrik.
memerlukan pengurangan dosis lebih
banyak.Karena kadar kreatinin meningkat hanya
setengah kehilangan fungsi ginjal dapat
Quabain dipertimbangkan ,kreatinin serum tidak
menjamin klierens normal digoksin.
Pemberian hanya melalui Iv,quabain menekan
efek dari disritmia atrium dalam beberapa Kondisi lain yang meyebabkan toksisitas
menit.Keuntungan utamanya adalah pada yang digitalis meliputi
dengan kecepatan control irama dan pada status hipokalemi,hipomagnesia,hipotiroidisme,hiperte
digitalasisi tidak perlu.Pada masing-masing nsi pulmonal dan penyakit jantung berat dengan
kelompok ,peingkatan sedikit quabain ( 0.1mg berbagai etiologi.
IV tiap 30 menit).dapat menghasilkan baik
respon yang dihaarapkan atau toksisitas,seperti Kasus digoksin yang mengancam kehidupan
terjadinya denyut ventrikel premature. atau intoksikasi digitalis atau takar lajak dapat
diatasi degan Digibind Digoksin Immune Fab
(Burroughs Wellcome, Research Triangle Park,
NC ),suatu anti body yang berikatan dengan
15
digoksin, menyebabkan tidak mampu bereaksi Propan Memper 10-80 mg PO Hipotensi,kegagal Tdk ditetapkan 50-100mg/
olol panjang tiap 6 jam an jantung,blok
pada reseptor di miokard dan memungkinkan (indera PR,tdk total 0.3- IV jantung,asma
eliminasinya melalui ginjal. l) ada prbh 5mg
QRS,QT (tidak Tdk ditetapkan
Farmakokinetik Obat-obat Antiaritmia Terbaru memend >1mg/mt)
ek

AGEN-AGEN ARITMIA KELAS IA

Obat Efek pd Dosis dan Ru Efek Kerugian Kadar Plasma Terapeutik


Memper
EKG interval te Verapa panjang 5-10mg
min PR IV Hipotensi,bradikar
Digoks Memper Awal 0,5 IV Mual,muntah,nyer 0.8-1,8 mg/dl 80- di,pusing,ggn GI
in panjang mg:0,25 at i 120mg3- PO
PR mg tiap 2- PO abdomen,pengliha 4kali/hr
()depre 4 jam tan kabur at
si ST total 1.0- berwarna,lemah,p
1.5 mg sokosis
dlm 24 Quinidin
jam
pertama.
Quinidin sangat efektif dalam penatalaksanaan
Quinidi Memper 100-600 PO Gejala 2,3-5.0g/ml irama ektopik atrium dan ventrikel.Hal ini
n panjang mg tiap 4- GI,sinkonisme,tro
meliputi supraventrikel,fibrilasi atrium, flutter
QRS,QT 6 jam mbositopenia,hipo
,dan PR tensi,blok atrium,takikardi atrium multifocal,kontrksi
() jantung,takikardi ventrikel premature,dan takhikardi ventrikel.
ventrikel

Prokai Memper 500 mg-1 PO Gejala 4-10g/ml


Quinidin memiliki 2 car kerja.Pertama sebagai
namid panjang gram/hr. GI,psikosis,hipote vagolitik untuk meningkatkan konduksi melalui
(Prones QRS,QT nsi,kemerahan,sin nodul AV.Cara kerja ini cenderung
tyl) ,dan PR 250-500 dromma like-
() mg tiap 3- IM lupus mempercepat irama ventrikel pada fibrilasi atau
6 jam flutter.kedua quinidin menekan efek langsung
100 mg
miokard yang memperpanjang konduksi
tiap 5 AV,waktu konduksi His Purkinje, durasi
menit repolarisasi (interval QT pada EKG).
samapai IV
total 1
jam Quinidin sulfat diabsorpsi secara oral dan
mencapai puncak serum kira-kira 1.5
Pemelihar
jam.Sebaliknya quinidin glukonat diabsopsi
aan 2-4
mg/mnt lebih lambat dengan kadar puncak kira-kira 4
jam.Ini diharapkan quinidin glukonat dapat
Disopir Memper Loading:2 PO Efek 2-8 g/ml
amid panjang 00-300 antikolinergik,hip diberikan lebih jarang (tiap 8-12 jam)dari pada
(Norpa QRS,QT mg otensi,kegagalan sulfat (tiap 6-8 jam),karena garam glukonat lebih
ce) dan PR jantung,blok
Pemelihar
lambat diabsopsi yang juga menyebabkan kadar
jantung,takiaritmi
aan 100- a puncak yang lebih rendah.
200 mg
tiap 6 jam Dosis total awal dari 600-900 mg per hari
Lidoka Tak ada 1mg/kg IV Mengantuk,kejang 1,5-6g/ml biasanya diberikan.Dosis harus ditingkatkan
in dpt secara bertahap sesuai kebutuhan dengan
diulangi
memperhatikan secara langsung tanda-tanda
0,5mg/kg

16
toksisitas pada rekaman EKG ( perpanjangan
QRS dan interval QT).
Prokainamid
Kadar darah memberikan petunjuk untuk
penatalaksanaan dan harus ketahui setelah enam Prokainamid (Pronestyl,E.R. Squibb and
sampai delapan dosis pertama.Dengan tehnik ini Sons,Princeton NJ) sangat efektif untuk irama
rentang kadar terapautik antara 2.3 5.0 g/mg. ektropik atrium dan ventrikel ,baik diberikan
melalui oral ,intramuskuler, atau IV.
Quinidin tidak boleh diberikan secara
intramuskuler karena absorpsi yang tidak teratur Prokainamid memiliki potensi untuk menekan
dan kecenderungan menyebabkan nyeri pada sisi miokard.Ia menurunkan konduksi melalui
penyuntikan. jantung dan dapat memperpanjang QRS dan
interval QT.Penurunan curah jantung dan
Pemberian quinidin intravena diberikan dengan hipotensi dapat terjadi setelah penggunaan IV
tetesan lambat,harus diberikan pada pasien cepat atau bila dosis oral menumpuk sebagai
dengan gangguan irama serius yang tidak akibat dari kegagalan ginjal.
berespon pada bentuk terapi lainnya.
Metabolisme prokainamid,N-asetilprokainamid
(NAPA) juga memiliki kerja antiaritmia.N-
asetilprokainamid mempunyai waktu patuh
Toksisitas Quinidin serum lebih panjang daripada prokainamid.
Kurang lebih 30 % dari pasien yang Prokainamid diabsopsi degan baik secara
menggunakan quinidin tidak dapat mentoleransi oral,mencapai kadar puncak dalam waktu 1 jam.
obat tersebut karena beberapa efek samping Dosis umumnya berkisar antara 250-500 mg tiap
yang ditimbulkannya. 3 jam-6 jam.
Frekuensi ventrikel yang sangat lambat pada Prokainamid diberikan melalui IV dengan dosis
pasien dengan fibrilasi atrium atau flutte atrium awal 100 mg dengan infuse yang lambat dan
juga mencetuskan terjadinya disritmia diulangi tiap lima menit sampai efek terapetik
ventrikel.Flutter ventrikel sementara atau tercapai atau toksisitas terlihat (hipotensi atau
fibrilasi dapat menghasilkan suatu yang pasti melebarnya kompleks QRS).Dosis IV total tidak
diketahui sebagai sinkope quinidin.Efek boleh lebih dari 1g.Pemberian dosis loading
proaritmia ini memperburuk aritmia ventrikel diikuti dengan infuse pemeliharaan 2-3
telah diperhatikan pada agen-agen IA dan IC. mg/menit.Dosis harus diturunkan pada pasien-
pasien dengan kegagalan jantung atau hepar atau
Kematian mendadak terjadi dalam persentase
insufisiensi renal.
kecil dari pasidengan quinidin dosis
pemeliharaan. Toksisitas Prokainamid
Sebagai aturan,dosis pemeliharaan dari quinidin Efek samping dari prokainamid dengan rute oral
harus diturunkan samapai 70 % pada adanya yang umum dijumpai adalah mual,muntah,dan
kegagalan jantung kongestif dan sampai 50% diare.Kemerahan ,demam,agranulositosis,dan
pada kegagalan ginjal. psikosis nyata terlihat kadang-
kadang.Penggunaan jangka panjang
mengakibatkan insiden antibody antinuklear
yang sangat meningkat (80%). 30% persen
17
pasien menunjukkan sindrom like-lupus yang keefektifan yang cepat dan efek minimal pada
ditandai dengan meningkatnya titer antibody kontraktilitas jantung.
antinuklear,demam,pleuroperikarditis dan
artritis.Penghentian obat biasanya membuat Bolus Intravena awal 50-100 mg atau 1 mg/kg
kebalikan dari hasil ini. biasanya akan menekan aktivitas ektropik dalam
waktu kurang lebih 20 menit.Berulangnya
Disopiramid kontraksi ventrikel prematur memerlukan
pengulangan bolus IV diikuti dengan infus IV
Disopiramid lanjut sampai 1-4mg/menit.Dosis ini diatur
(Norpace,Searle,Laboratories,Chicago,IL) untuk mengontrol denyut ektropik
efektif baik untuk disritmia atrium dan ventrikel.Pengawasan diberikan untuk
ventrikuler. Disopiramid sangat jarang menghindari kelebihan dosis,yang menyebabkan
digunakan dibandingkan quinidin dan agitasi atau kejang.
prokainamid,tetapi sangat berguna dalam
mengatasi aritmia yang berhubungan dengan Karena lidokain dimetabolisme oleh hepar,dosis
kardiomiopati hipertropik dan sinkope dimedia harus diturunkan bila aliran darah hepatik
dangan neural. menurun,seperti pada gagal jantung kongestif.
Blok antioventrikuler dengan fokus irama
Disopiramid dapat diabsopsi dengan baik ventrikel atau junctional juga
dengan pemberian oral.Kadar pucak plasma dikontraindikasikan untuk penggunaan
terjadi dalam waktu 2 jam: waktu paruh plasma lidokain.Kadar terapetik berkisar dari 1.5-
kurang lebih 6 jam. Dosis berkisar antara 100- 6g/ml.
300 mg tiap 6 jam.Kadar efektif plasma terjadi
pada kira-kira 2 sampai 8g/ml. Fenitoin

Toksisitas Disopiramid Fenitoin (Dilantin,Parke-Davis,Morris


Plains,NJ) digunakan untuk irama toksisitas
Disipiramid mengakibatkan menurunnya curah digitalis yang memberikan kesuksesan dalam
jantung dari ringan sampai dengan sedang.Ini batas sedang.Irama-irama seperti takhikardia
dapat menetuskan kegagalan jantung pada atrium,dengan atau tanpa blok.dan fibrilasi atau
pasien-pasien dengan keterbatasan kemampuan flutter atrium dengan irama ventrikel yanh
kembalinya miokard.Obat ini harus dihindari sangat lambat dan kntraksi ventrikel prematur
pada pasien dengan blok jantung tahap multipel.Pada keadaan ini fenotoin dapat
lanjut.Efek samping yang sering timbul adalah meningkatkan frekuensi ventrikel sampai
antikolinergik yaitu mulut kering,penglihatan rentang lebih normal dan menghentikan aktivitas
kabur,dam khususnya pada pria dengan ektopik ventrikel.
pembesaran prostat akan mengalami retensi urin.
Fenitoin harus diberikan secara IV dengan
AGEN-AGEN ANTIARITMIA KELAS IB lambat dan tidak diencerkan dari vial karena
dapat menyebabkan bradikardi berat atau
Lidokain
asistol.Kecepatan dari pemberian tidak lebih dari
Lidokain (Xylocaine ,Astra Pharmaceutical 50-100mg tiap 5 menit.Obat harus diberikan
Produks,Inc,Westboro.MA) bernilai tinggi dalam sampai disritmia terkontrol atau sampai dosis
penatalaksanaan irama ektropik ventrikel pada maksimal 1 g diberikan,Fenitoin jarang
penyakit kronis.Ia memiliki keuntungan yaitu digunakan sebagai pemeliharaan dengan rute
oral.
18
Tokainid Propafenon

Obat ini analog dengan lidokain,tetapi tidak Obat ini dibuktikan untuk mengobati aritmia
mirip lidokain,yang efektif melalui oral.Tokainid memblokir saluran kalsium.Rentang dosis
berguna pada terapi disritmia ventrikel.Dosisnya berkisar antara 150-300 mg tiap 8 jam.Waktu
berkisar antara 400-600 mg tiap 8 jam.Efeknya paruhnya antara 2-10 jam.efek yang merugikan
merugikan GI (mual,muntah,nyeri abdomen,atau meliputi mual,muntah terasa pahit,hipotensi,dan
konstipasi) dan sitem saraf pusat blok jantung pada rentang dengan penyakit
( pusing,tremor,atau parestesia). nodus AV.

Waktu paruh obat berkisar antara 9-20mjam. Morikizin


Karena tokainid dieksresikan melalui
ginjal,dosis harus dikurangi pada pasien-pasien Morikizin (Ethmozin) diklasifikasi terutama
dengan gangguan ginjal. sebagai agen IC karena kerjanya memperlambat
konduksi atrium,nodus AV dan
Meksileten intraventrikuler.Digunakan untuk mengobati
aritmia ventrikel yang berat dan mengancam
Struktur meksileten serupa dengan jiwa.Morikizin dimetabolisme da hati dan
lidokain.Dapat diberikan melalui IV atau diekskresikan melalui feses dan ginjal.Dosisnya
oral.Dosis oral 150 400 mg diberikan 3-4 kali berkisar antara 200-300 mg tiap 8 jam,tetapi
per hari . Waktu paruh dari meksileten 12-13 harus diturunkan bila terdapat disfungsi hati dan
jam. ginjal.waktu paruhnya 10 jam.Efek sampingnya
paling umum pada system saraf pusat ( pusing
Keefektifannya telah mengatasi disritmia
dan sakit kepala) dan gastrointestinal ( mual).
ventrikel,baik diberikan melalui IV pada infark
miokard akut atau pemberian secara oral untuk AGEN-AGEN -BLOKING KELAS II
gejala disritmia ventrikel kronik.
Agen-agen adrenergic -Bloking mempengaruhi
AGEN-AGEN ANTIARITMIA KELAS IC stimulasi sitem saraf simpatis,jadi pelambatan
frekuensi jantung dan konduksi melalui nodus
Entikainid dan flekainid
AV,dan menurunkan automatisasi.-Bloker
Entikainid tersedia dalam jumlah terbatas dan efektif dalam mengobati baik disritmis ventrikel
efektif dalam mengobati aritmia dan supraventrikuler.Agen ini dikategorikan
supraventrikuler tetapi masih dalam sebagai kardioselektif (inhibisi reseptor 1) atau
penyelidikan.Entikainid diberikan dengan dosis nonselektif (inhibisis reseptor 1dan2).Inhibisis
antara 75-300 mg/hari yang dibagi dalam dosis reseptor 1 menyebabkan perlambatan frekuensi
tiap 4-6 jam.Waktu paruhnya kira-kira 12 jam. jantung,menurunkan konduksi melalui nodus AV
dan menekan fungsi Jantung.Inhibisis reseptor
Frekainid memiliki waktu paruh yang panjang 2 menyebabkan kontriksi
12-27 jam. Dosis 100-200 mg/hr dapat diberikan bronkus,vasokontriksidan penurunan
dengan lambat meningkat 4-7 hari sampai glikogenolisis.
mencapai 400 mg/hr.Obat ini menekan efek
negative dari kinerja jantung.kemungkinan Propranolol ( Inderal)
hanya efektif pada pasien dengan gangguan
Propranolon (Inderal,ayerst Laboratories ,New
fungsi ventrikel.Efek samping mayor lainnya
York,Ny) adalah -Bloker yang paling umum
meliputi pusing dan pandangan kabur.
19
digunakan untuk menangani Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada
disritmia.Propranolon meningkatkan derajat pasien asma,yang dapat menginduksi spasme
blok pada nodus AV dan menurunkan frekuensi bronkus yang tak dapat sembuh atau fatal.Pada
jantung pada pasien dengan fibrilasi atau flutter pasien diabetes yang tergantung pada insulin
atrium.Pada beberapa irama dapat kembali propranolon dapat menutupi gejala-gejala
menjadi sinus. hopoglikemia dan oleh karena itu harus dengan
hati-hati.
Dosis oral propranolon bervariasi dari rentang
luasnya sampai perbedaan frekuensi Asebutolol
pembuangan oleh hepar.Dosis biasa antara 80-
320 mg/hr diberikan dalam 3 atau 4 dosis Asebutolol ( Sectral ,wyeth
pembagian.Kadang-kadang dosis terendah Laboratorius,aaaaphiladelpia,PA) adalah -
propranolol (10-20 mg/hari) meningkatkan Bloker kardioselektif yang digunakan pada
derajat blok pada nodus AV dan memberikan disritmia ventrikel.Acebutolol menunjukkan
kupuasan kontrol frekuensi jantung.Dosis pada aktivitas simtomimetik intrinsik yang
tiap situasi harus dititrasi mulai dari dosis obat memungkinkannya mempunyai aktivitas
yang kecil selanjutnya sesuai dengan derajat simptomimetik intrinsik. Dosis berkisar antara
respons. 600-1200 mg oral tiap hari. Waktu paruhnya
antara 9-20 jam.Efek merugikan utama meliputi
Penggunaan propranolol IV memerlukan bradikardi,hipotensi,kegagalan
kewaspadaan yang tinggi.Hipotensi,edema paru jantung,ansietas,pusing,mual,dan nyeri
akut,dan kolaps kardiovaskuler dapat terjadi abdomen.
dengan dosis IV serendah 1 mg.Dosis 0,3 -0,5
mg IV harus digunakan pertama kali dengan Esmolol ( Breviblok )
pemantauan EkG dan tekanan darah yang Esmolol (brevibloc,duPont,Wilmington,DE)
ketat.Dosis harus diulangi tiap 1-2 menit dan adalah -Bloker kerja paling
dinaikkan secara bertahap sesuai kebutuhan. pendek,kardioselektif yang efektif dalam
Dosis total IV tidak melebihi 7 -10mg dalam 2-3 memperlambat frekuensi ventrikel pada
jam pertama. disritmia supraventrikuler dan untuk konversi
Toksisitas Propranolol luas yang lebih sedikit pada irama sinus.Karena
waktu paruhnya yang singkat yaitu 9 menit,efek
Efek samping umum terjadi sinus merugikan mebaik dengan cepat.Efek merugikan
bradikardi,biasanya sebagai ditoleransi dengan meliputi hipotensi,bradikardia,dan edema paru.
baik:tidak perlu dianggap sebagai
komplikasi.Kelelahan,depresi,mual,diare,alopeci Esmolol diberikan melalui IV dan dititrasi
a,impotensi,peningkatan insufisiensi vaskuler sampai efek yang diinginkan.Dosis loading
perifer,dan hipoglikemia juga dilaporkan. 500g/kg/menit diberikan lebih dari 1 menit
diikuti dengan 50g/kg/menit lebih dari 4
Propanolol menekan curah jantung sehingga menit.Setelah 30 menit jika efek yang
kontraindikasi pada gagal jantung kongestif diharapkan tidak tercapai dosis perlu
kecuali pada gagal jantung karena fibrilasi atau digandakan.
flutter atrium dengan respons ventrikel sangat
cepat. Pemberian infud 25 sampai 50g/kg/menit dapat
digunakan untuk mempertahankan efek yang
diharapkan selama 24-48 jam.
20
AGEN-AGEN ENTIARITMIA KELAS III Dengan pemberian IV,verpamin telah menjadi
obat pilihan dalam mengobati takhikardi
Amiodoran supraventrikular paroksismal
( TSVP ).Disamping itu obat ini juga
Amiodoran berguna untuk mengatasi
mempunyai sifat antiangina dan
takhiaritmia ventrikel dan supraventrikel
antihipertensi.Verapamil mempunyai kerja
berulang yang tidak berespon terhadap obat yang
depresan yang poten pada nodus AV, akibatnya
biasa digunakan.Dosis oral berkisar 200 mg 5
memperlambat konduksi dan memperpanjang
hari seminggu sampai 600 mg sekali sehari.
keefektifan periode retraktori di nodus AV.
Efek merugikan yang tampak adalah gangguan
Dosis verapamil adalah 5-10mg IV diberikan
penglihatan kadang-kadang ada. Hipertiroidisme
lebih 1-3 menit.Dosis dapat diulang dalam
dan hipotiroidisme.Masalah kulit fotosensitivitas
waktu 20 menit bila perlu.Bila diberikan secara
neurologi dan meningkatnya kadar enzim di
oral dosisnya berkisar antara 80-120 mg
hepar.komplikasi yang mengkhawatirkan adalah
diberikan 3-4 kali perhari.
fibrosis paru,yang dapat terjadi bila obat
dihentikan pada beberapa contoh makin Toksisitas Verapamil
memburuk menjadi kerusakan pernafasan dan
kematian. Efek merugikan meliputi hipotensi (khususnya
dengan penggunaan IV),bradikardi,intoleransi
Bretilium gastrointestinal,sakit kepala,ansietas dan edema.
Pada pasien yang rentan dengan penyakit nodus
Pemberian bretilium tosilat secara intravena
SA atau AV, verapamin harus dihindari.Obat ini
telah dibuktikan keberhasilannya untuk disritmia
juga tidak boleh diberikan pada pasien-pasien
ventrikel yang mengancam jiwa ( ventrikel
tertentu menunjukkan disfungsi ventrikel kiri
takhikardi atau fibrilasi berulang) yang terjadi
atau bradiaritmia signifikan.Verapamin dapat
selama infark miokard yang gagal berespon
digunakan dengan aman dalam kombinasi
terhadap lidokain atau prokainamid.
dengan digoksin,tetapi karena verapamin
Dosis yang dianjurkan 5-10 mg/kg,diberikan meningkatkan kadar digoksin serum sebesar
secara IV lebih dari 10-12 menit.Hipotensi yang 50% - 70%,dosis pemeliharaan digoksin harys
dapat terjadi ketika posisi pasien terlentang dan dipertimbangkan turun.
mual serta muntah merupakan efek perugikan
Diltiazem
yang paling umum.
Diltiazem adalah penghambat saluran kalsium
Sotalol
yang mempunyai kerja mirip dengan
Sotalol merupakan agen yang telah diselidiki verapamil.Obat ini dapat menurunkan frekuensi
yang menunjukkkan sifat agen-agen kelas III ventrikel pada flutter dan fibrilasi
(repolarisasi panjang) dan -Blokade atrium,danpada beberapa kasus mengubah TSVP
(nonkardioselektif).Sotalol efektif dalam menjadi irama sinus dengan memperlambat
mengobati baik disritmia ventrikel maupun konduksi melalui nodus AV.
ventrikel.
Waktu paruh plasma berkisar antara 3.5 6
Penghambat Saluran Kalsium Kelas IV jam.Efek merugi meliputi
hipotensi,kemerahan,dan disritmia
Verapamil

21
junctional.Obat ini dimetabolisme dihepar dan Terapi kontersyok berguna untuk mengubah
diekskresi melalui ginjal. disritmia supraventrikuler dan ventrikel menjadi
irama sinus.Sebagai kebalikan dari defibrilasi
Dosis awal 0.25mg/kg diberikan lebih dari 2 yang memberikan arus tidak tersinkronisasi pada
menit.Bila respon tidak cukup dapat diulangi jantung melalui dinding dada dalam upaya untuk
dengan 0.35 mg/kg. Pemberian infuse 5-15 mengubah kurangnya nadi takikardi
mg/jam dapat diinfuskan selama 24 jam untuk ventrikel/fibrilasi pada irama sinus,kardioversi
mempertahankan efek yang diinginkan. memberikan kujutan yang tersinkronasi dengan
aktivitas jantung yaitu yang diberikan pada
AGEN-AGEN ANTIARITMIA LAIN
gelombang R.
Adenosin
Energi yang dibutuhkan untuk mengubah
Adenosi n(Adenocard) adalah agen antiaritmia takikardi ventrikel tidak stabil pada nadi dapat
baru yang efektif dalam mengubah TSVP serendah 10 J,tetapi sering menggunakan energy
menjadi irama sinus normal dengan awal 50 J,diikuti 100.200.300 atau 360 J yang
memperlambat konduksi melalui nodus dibutuhkan untuk pengunahan.
AV.Adenosin memiliki waktu paruh 10 detik,jadi
Energi yang dibutuhkan untuk mengubah
efek samping pendek.
fibrilasi atrium lebih besar dimulai dari 100 J
Dosis 6 mg diberikan dengan cepat melalui dengan peningkatan sampai 360 J jika perlu.
IV,diikuti dengan bilasan larutan garam
Prosedur
fisiologis.Dosis dapat diulang 12 mg dalam
beberapa menit bila efek yang diinginkan tidak Tehnik Kardioversi antara lain sebagai berikut:
didapat.
1. Sebelum pengubahan takhikardia
Efek merugikan meliputi hipotensi supraventrikuler,bermanfaat bila mulai
singkat,kemerahan pada wajah,dan dispnea.Saat memberikan pasien Quinidin 0.2 g tiap 6
irama berubah barbagai derajat blok AV,sinus sampai 8 jam selama 24 jam sebelum
bradikardi atau denyutan ektropik dapat terlihat pengubahan.Ini akan menghasilkan
sebelum irama sinus ada. perbaikan menjadi irama sinus sampai
Atropin 15 % dari pasien tersebut

2. Pasien dipertahankan dalam keadaan


Atropin adalah agen parasimtolitik yang
puasa selama 6-8 jam sebelum
digunakan untuk pengobatan bradikardi
kardioversi,kecuali kardioversi darurat
simtonatik dan memperlambat konduksi pada
diperlukan.Proses harus dijelaskan pada
nodus AV.Agen ini merupakan efek ransang
pasien
vagal,jadi meningkatkan frekuensi jantung dan
memperbaiki fungsi jantung.Pemberian dosis 0.5 3. Pasang jalur IV, pasien ditempatkan
-1 mg melalui IV dianjurkan. pada pemantauan dan semua alat
resusitasi yang diperlukan siap
Dosis dapat diulang dalam beberapa detik,tetapi
disediakan.
tidak lebih dari 2 mg.
4. Idealnya digitalis harus dihentikan
KARDIOVERSI
selama 24 jam sebelum

22
kardioversi,meskipun kardioversi dapat 18. Jika irama pasien menyimpang menjadi
diupayakan dalam situasi kedaruratan. fibrilasis ventrikel ,sinkroniser harus
dimatikan dan segera di- defibrilasi
5. Sedasi diberikan melalui intra vena mulai dengan 200 J dan meningkat
dengan diazepam atau medazolam samapai 360 J sesuai kebutuhann.
6. Hidupkan defibrillator / monitor

7. Dapatkan pola EKG yang baik dengan Tabel Kebutuhan Energi untuk
gelombang R tinggi.
Kardioversi
8. Hidupkan tombol Sinkroniser
Indikasi Energi dalam
9. Lepaskan pedal dan berikan sejumlah Joule
jeli padanya atau beri bantalan jeli pada
Takikardi Ventrikel 50-360
dinding dada.
tidak stabil pada nadi
75-100
10. Letakkan pedal yang satu tepat dibawah
Takhikardi
klavikula kanan dan lainnya diapeks 25 pada awal
supraventrikular
jantung.Jka padel anterior-posterior
digunakan,letakkan pedal anterior di Flutter atrial 100 pada awal
prekordium dan bagian posterior pada
belakang berlawanan dengan yang Fibrilasi atrial
posterior.Yakinkan pedal jauh dari kawat
elektroda dan adanya baterai pacu
jantung.

11. Atur besar energy yang diinginkan BAB II

12. Tekan tombol setrum (charge) .Sinar ANGIOPLASTI KORONER


akan mengkilat sampai padel benar- TRANSLUMINAL PERKUTAN
benar diestrum
A. DESKRIPSI
13. Sebelum kata-kata minggir untuk
meyakinkan bahwa tak seorang pun
menyentuh pasien atau tepat tidur. AKTP adalah teknik non bedah yang

14. Singkirkan pedal saat memberikan diterapkan sebagai alternative pada bedah tandur
tekanan 12,5 15 kg.
arteri koroner dalam pengobatan obstruksi
15. Lepaskan pedal dan periksa status
penyakit arteri koroner (PAK). AKTP dapat
pasien
mengatasi iskemik miokard dan menghilangkan
16. Syok selanjutnya perlu diberikan.

17. Setelah kardioversi pasien harus angina pectoris.


diobservasi untuk adanya perubahan
irama,tekanan darah,dan pernafasan. B. RIWAYAT
23
Penyakit Kardiovaskular merupakan menghasilkan permukaan lumen yang lebih
halus dengan trauma yang sedikit daripada
penyebab kematian nomor satu di Amerika
pendekatan Dotter-Judkins,metode ini
Serikat.Pada tahun 1992, American Heart
mengurangi risiko komplikasi seperti ruptur
Association memperkirakan 1.500.000 orang pembuluh darah, robeknya subintima, dan
embolisme.Pada awalnya, Gruentzig terus
Amerika mengalami serangan jantung dan kira-
mencoba tekniknya hanya pada lesi pembuluh
kira 500.000 dari mereka kemudian meninggal.
darah perifer. Kemudian,setelah dilatasi berhasi
Keuntungan utama yang pertama dalam lebih dari 500 lesi perifer, dia membuat kateter
pendilatasi versi yang lebih kecil untuk
menangani penurunan dan PAK adalah
digunakan dalam cabang-cabang arteri koroner.
implantasi tandur bypass aortokoroner dengan
Buatan baru ini diuji pertama kali pada anjing
vena safena pada tahun 1967. Sejak itu bedah dengan percobaan pemasangan di stenosis arteri
koroner. Setelah percobaan luas terhadap anjing,
tandur bypass arteri koroner (TBAK) telah
Gruentzig melakukan AKTP pertama kali pada
dengan perlahan berlanjut dan telah jadi
manusia pada tahun 1977 sejak itu, perbaikan
tindakan pilihan untuk banyak pasien dengan yang dapat dipertimbangkan dalam teknik dan
peralatan telah membuat AKTP menjadi
PAK.AKTP pertama dilakukan oleh Gruentzig
tindakan pilihan yang tepat untuk kasus PAK.
pada tahun 1977, menandakan inovasi utama
C. PRINSIP PRINSIP FISIOLOGIS
yang lain pada tindakan terhadap penyakit arteri
AKTP meregangkan dinding pembuluh
koroner.
darah, sering menyebabkan patahnya plaque
ateromatous yang tidak elastis dan selanjutnya
Jalan untuk AKT dimulai pada tahun 1964
merobek dan meretakkannya dari intima dan
ketika Dotter dan Judkins memperkenalkan
media. Peretakan atau sedikit diseksi lumen
konsep pendilatasian stenosis di pembuluh darah
dalam pembuluh darah mungkin perlu untuk
secara mekanis dengan tehnik pemasangan seri
keberhasilan dilatasi.
kateter besar secara bertahap untuk mengatasi
penyakit pembuluh darah perifer.Setelah D. PERBEDAAN ANTARA AKTP DAN TBAK
bereksperimen dengan tehnik ini, Gruentzig
AKTP TBAK
memodifikasi prosedur tersebut dengan
menempatkan ujung kateter balon polivinil yang Keberhasilan 80-95% 90% selama

dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang (pembuluh 2 bulan

sempit kemudian dikembangkan.Karena itu darah tunggal)


24
95% 82% selama E. TES DIAGNOSTIK UNTUK SELEKSI
(multivessel 18 bulan PASIEN AKTP DAN TBAK
sederhana) Metode evaluasi non-invasif yang dapat
82% selama
digunakan sebelum dan sesudah AKTP meliputi
5 tahun
uji stres treadmill, imaging redistribusi miokard
82% selama dan stres talium. Pengujian ini memungkinkan
10 tahun dokter menemukan area iskemik di miokard
ketika pasien dihadapkan pada stres. Sedangkan
Tingkat 0-2% 1,5-4%
metode invasifnya adalah arteriografi koroner
mortalitas
dengan kateterisasi jantung yang bisa
Restenosis 20-30% 6bulan 18% 5tahun
mendokumentasikan adanya insufisiensi
pertama
koroner. Tes ini untuk memastikan lokasi
4-50% 5-10 stenosis dan derajat keterlibatan arteri. Prosedur
tahun ini menghasilkan sineangiogram dari anatomi

Psikologis Stres Lebih besar arteri koroner sebesar 35mm.

emosional F. GAMBARAN PERALATAN


kecil
Kateter pembimbing digunakan untuk
Resiko krisi mengarahkan dan menyokong pemasukan
psikologis bila kateter pendilatasi ke dalam osteum arteri
gagal dan koroner yang tepat, mempunyai diameter 6-9 Fr.
pembehan cito Seperti kateter angiografi koroner Judkins dan
dilakukan 1- Amplatz, ujung-ujung kateter pembimbing
5% mempunyai kelengkungan yang dapat berubah-

Hari perawatan 2-3 hari 7-10 hari ubah untuk pemilihan akses pada arteri koroner
kanan atau kiri. Sistem dilatasi balon telah
Biaya Rendah dapat Tinggi
dikembangkan sejak buaatan asli gruentzigs,
tinggi bila
yang ujung kawat pembimbingnya dan lubang
komplikasi dan
kateter bergabung. Pada awalnya angioplasti,
pasien berisiko
dokter dibatasi oleh kinerja kateter dan dapat
Kemampuan 7-10 hari 8 minggu
menimbulkan lesi hanya pada bagian proksimal.
fisik setelah
Pada tahun 1982, Simpsons memperkenalkan
prosedur
sistem koaksial over-the-wire, perbaikan yang
telah menjadi utama pada pembuatan kateter saat

25
ini. Penemuan utama adalah kawat pembimbing Tekanan balon diukur dalam pounds per
yang dapat bergerak sendiri dalam kateter balon square inch (psi) atau atmosfir (atm). Rata-rata
dilatasi. Kawat pembimbing ini dapat pengembangan pertama antara 60 dan 80 psi
dimanipulasi untuk memilih pembuluh yang atau 4 sampai 6 atm dan berakhir dari 1 sampai
tepat meskipun cabang-cabang lain dan 3 menit. Pengembangan sampai 30 menit atau
memungkinkan pemasukan lanjut pada kateter lebih telah menunjukkan hasil yang dapat
dilatasi melintasi lesi. diterima. Pengembangan yang lebih lama
tampak meningkat lebih halus, dinding
Saat ini ada ukuran kawat pembimbing
pembuluh darah lebih teratur seperti terlihat
dengan diameter antara 0,010 dan 0,018 inci,
pada angiografi dan digunakan terutama untuk
dan biasanya merupakan tindakan kecil yang
tindakan diseksi mayor dan penghentian
mempengaruhi aliran darah pada stenosis.
penutupan. Pengembangan selanjutnya dengan
Lubang kateter pendilatasi koroner kateter pengembang yang secara simultan
ukurannya berkisar dari 1,9 sampai 4,2 Fr, cukup mengembang dan menyebar.
kecil untuk melalui dengan mudah pada kateter
Koaksial sistem over-the-wire
selama injeksi kontras. fluroskopi. Jadi dokter
dipertimbangkan sebagai kateter penarik oleh
dapat memposisikan balon secara akurat
banyak dokter karena dapat mendekati berbagai
melintasi lesi. Balon yang mengembang ukuran
anatomi dengan baik. Dokter juga dapat memilih
diameternya berkisar dari 1,5 sampai 4,0 mm
sistem rapit-exchage untuk melakukan dilatasi
dan panjangnya antara 10 sampai 40 mm. ukuran
dengan mudah terhadap lesi percabangan
balon (diameter mengembang) yang digunakan
(bifurkasi). Jenis alat ini menghubungkan sistem
untuk pasien AKTP tertentu biasanya sekecil
rail yang memudahkan proses pertukaran.
diameter segmen arteri koroner proksimal atau
Kateter fixed wire digunakan untuk mencapai
distal untuk stenosis. Lesi dan panjang balon
dan mendilatasi lesi pada anatomi distal, berliku
juga diperkirakan.
liku dan lubang kecilnya juga membuatnya
Dokter secara manual mengembangkan masuk kedalam kateter pembimbing bila strategi
balon dengan alat berisi kontras,alat yang dipakai balon sisi persisi.
pengembang pengempes sekali pakai yang
Tiap strategi juga meliputi strategi
dihubungkan pada sisi lengan atau lumen balon
pengembangan. Elemen utama strategi
kateter pendilatasi koroner.Alat menghubungkan
pengembangan adalah durasi dan tekanan
tekanan yang mmengindikasikan jumlah tekanan
pengembangan balon yang diperlukan untuk
yang menekan pada dinding balon selama balon
membuka lesi. Saat ini, balon yang tersedia
mengembang.

26
dapat menahan tekanan lebih besar untuk Pasien dengan bedah
tindakan kalsifikasi lesi. resiko tinggi
Stenosis ringan <50%
Hasil AKTP secara besar dipengaruhi oleh: (1) b.Anatomis
Ateroma difuse
pemilihan kateter pembimbing yang
Stenosis berat >50% perkijuan pada
memberikan suatu bentuk flat untuk pemasukan
tandur
lebih jauh untuk sistem pendilatasian saat Lesi proksimal dan
mempertahankan aliran ke arteri koroner distal Bukti diseksi atau
(2)pemilihan sistem pendilatasian yang trombosis
Penyakit tunggal dan
memberikan paling baik lokasi anatomi sebelumnya
multivessel
pembuluh darah dan lesi.
Arteri koroner utama
Lesi bifurkasi
kiri tak terlindungi
Lesi ostial

Sumbatan pembuluh
total

Lesi tandur bypass

Arteri koroner utama


kiri atau
terlindungi(DAK
G. INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI
sebelumnya AS, TBAK)
UNTUK AKTP
Indikasi Kontraindikasi

a.Klinis Adanya spasme H. PROSEDUR


koroner Prosedur AKTP dilakukan pada kondisi steril
Simtomatis (angina
dengan anastesi lokal dan pendekatan Judkins
yang tak hilang dengan
(femoral perkutan) atau jarang sekali pendekatan
terapi medis)
Sones (vena seksi pada vena brachial).
Asimtomatik tetapi
Dengan pendekatan Judkins, dokter membuat
dengan stenosis berat
kanula pada vena femoral dan arteri secara
Angina stabel/unstabel perkutan dengan memasukkan jarum (biasanya
Ami 18G) yang berisi obturator yang dapat
dilepaskan( untuk memestikan adanya aliran
27
darah dimana bagian luar jarum dalam lemen road map atau pembimbing sepanjang
pembuluh darah). Bila penempatan telah tepat prosedur. Pengkajian lesi terakhir dilakukan,
kawat pembimbing dimasukkan melalui jarum memastikan beratnya lesi dan diameter
ke dalam arteri pada setinggi diafragma. Jarum pembuluh darah untuk ukuran balon yang tepat.
kemudian dilepaskan dan digantikan dengan
Bila AKTP diindikasikan penyiapan operasi
sarung introduser berkatup. Sarung memberikan
harus dipastikan dan pasien diberikan
sokongan pada sisi fungsi dilipat paha sebagai
antikoagulan dengan heparin 10.000 U untuk
hemostasis dan mengurangi potensial trauma
mencegah pembentukan bekuan yang terbentuk
arteri bila penggantian kateter yang banyak
atau pada sistem keteter selama prosedur.
diperlukan. Kateter pembimbing sebelumnya
Pemberian nitrogliserin drip iv secara kontinyu
diisi dengan kawat J 0,038 inchi dan
dimulai segera sebelum prosedur dan dititrasi
dimasukkan ke dalam sarung. Kawat J 0,038 inci
untuk mempertahankan tekanan darah agar
terus dimasukkan sampai arkus dan kateter
perfusi adekuat. Nitrogliserin intrakoroner
pembimbing melebihi kawat. Kawat J 0,038 inci
dipertahankan pada area steril sepanjang
dilepaskan dan kateter pembimbing dirotasi
prosedur dan diberikan secara intermiten yang
secara tepat pada osteum arteri yang tepat.
diperlukan untuk vasospasme. Elektroda pacu
Prosedur juga dapat dilakukan dengan
jantung tempore dapat diletakkan di apeks
pendekatan sones, dimana vena seksi pada vena
ventrikel kanan dan ditempatkan dalam keadaan
brachial digunakan untuk mengisolasi vena
siap sedia karena pada kasus kedaruratan pacu
brachial dan arteri. Arteriotomi kecil dibuat dan
jantung diperlukan
katater dilewatkan setinggi arkus aortik.

Kateter dilatasi dimasukkan ke dalam kateter


Tanpa memperhatikan bagaimana cara
pembimbing melalui adapter bifurkasi yang
masuknya arteriografi koroner berulang
memberikan akses serta lubang untuk injeksi
kemudian dilakukan baik dengan sudut pandang
kontras dan pengukuran tekanan aortik. Kateter
oblik anterior kanan(OAKa) dan oblik anterior
dilatasi dan kawat pembimbing terus
kiri (OAKi). Sudut pandang ini (OAKi 30 dan
dimasukkan pada ujung kateter pembimbing saat
OAKa 60) memungkinkan pengamatan jantung
posisi alat tersebut diperiksa dengan
sepanjang bidang transversal dan
fluoroskopi.
longitudinalnya. Pada sudut pandang yang
berlawanan memungkinkan pengkajian yang Kawat pembimbing kemudian dimasukkan dan
menyuluruh baik mengenai keadaan lesi maupun dimanipulasi untuk melewati cabang-cabang
pendekatan anatomi. Sebuah freeze frame dari pembuluh darah. Pemasukan yang tepat dapat
masing-masing sudut pandang berfungsi sebagai dipastikan dengan menginjeksikan kontras

28
melalui kateter pembimbing dan melihat cabang- Menurut Kahn dn Hartzler alasan gagalnya
cabang koroner dengan fluoroskopi. menyelesaikan prosedur AKTP meliputi:
(1)ketidakmampuan untuk melewatkan target
Ketika kawat pembimbing pada posisinya
lesi dengan kateter pembimbing atau kateter
dengan aman di atas stenosis katater dilatasi
dilatasi karena oklusi total kronik;
dapat dimasukkan dengan perlahan melalui
(2)ketidakmampuan untuk mendilatasi lesi
kawat pembimbing ke dalam penyempitan tanpa
karene lesi yang keras atau diseksi berat;
resiko cedera pada intima.
(3)embolisasi pada bahan tandur vena atau

Penempatan yang tepat dari balon dilatasi di embolisasi trombus.

dalam stenosis dipermudah dengan fluoroskopi


Keberhasilan untuk dilatasi lesi umumnya
dengan penanda radiopaque pada balon yang
diartikan sebagai menurunnya diameter lumen
tampak saat zat kontras disuntikkan. Mula-mula
stenosis kira-kira 40% atau 50%. Keberhasilan
balon dikembangkan sampai 1-2 atm untuk
klinis umumnya diartikan sebagai keberhasilan
memastikan posisinya. Pertama kali balon pada
angiografi dengan perbaikan klinis dan tanpa
kedua ujungnya dan bukan di tengah sehingga
komplikasi yang bermakna di rumah sakit
terjepit dengan stenosis. Lekukan bagian tengah
seperti kematian, infark miokard atau TBAK.
biasanya hilang saat stenosis didilatasi. Setelah
setiap pengembangan dokter menyuntikkan Angiografi setelah keberhasilan angioplasti
bolus zat kontras untuk mengkaji adanya menunjukkan peningkatan secara cepat pada
perubahan aliran darah koroner melalui stenosis diameter intra luminal dari pembuluh darah yang
dan untuk mengkajiadanya peningkatan terlibat. Perbaikan klinis dari pasien ditunjukkan
diameter lumen. Pada saat ini kebutuhan, untuk dengan perbaikan atau normalnya perfusi
mengembangkan tambahan ditentukan dan miokard seperti diperlihatkan oleh perbandingan
periode menunggu 10-15 menit diobservasi. image stres talium pasca AKTP terhadap image
Komplikasi seperti pembuluh darah stres pra AKTP. Hasil tes treadmill pasca
mengembang dan menyempit secara mendadak angioplasti dibandingkan dengan hasil sebelum
sering terjadi pada fase awal akan tetapi rendah prosedur menunjukkan peningkatan ketahanan
angka kejadiannya dan redilatasi dapat latihan dan penurunan nyeri dada karena latihan.
dilakukan kembali saat ini. Setelah dilatasi
selesai kateter pembimbing dan kateter dilatasi
dilepas. Arteriografi pasca dilatasi dilakukan
untuk menentukan lebih jelas hasil AKTP.

29
vasospastik yaitu nitrogliserin dan agen-agen
kalsium blocking seperti nifedipin 10mg 3x
sehari dan diltiazem

Ringkasan obat obatan yang paling sering

I. PENGKAJIAN DAN berhubungan dengan AKTP dan VBP

PENATALAKSANAA
Antikoagulan / antitrombosit

Persiapan Pasien
Aspirin

1. Evaluasi tes labolatorium Indikasi ; profilaksis pembentukan trombus pada


arteri koroner dan serebral.
Sebelum prosedur pasien dirawat satu hari
sebelumnya untuk mementau semua tes Kerja ; menghambat agregasi trombosit.
labolatorium seperti evaluasi terhadap enzim
Dosis ; 80-325 mg 4x/ hari
jantung, elektrolit serum,waktu
protrombin,kadar kalium, kreatinin serum dan Efek merugikan ; dapat ditoleransi dengan baik.
NUD serta melapor ke dokter jika ada Mual, muntah, diare, sakit
keabnormalan. kepala kadang kadang
vertigo.
2. Mendapatkan surat persetujuan

Dipiridamol ( persantin )
Dokter menjelaskan bagaimana prosedur
angioplasti, alasan tindakan,risiko dan potensial Indikasi ; angina pectoris unstable dan
dari AKTP dan alternatif yang ada yaitu profilaksis pada penyakit
pembedahan ,dan perawat harus menjawab tromboemboli dengan menurunkan
pertanyaan pasien dan harus menjelaskan agregasi trombosit
program perawatan pasca AKTP,barulah
Kerja ; efek anti trombosit dan vasodilatasi
didapatkan persetujuan dari pasien.
ringan
3. Obat-obatan praoperasi
Dosis ; 25-75 mg 3x/hari
Dua puluh empat jam sebelum prosedur obat-
Efek merugikan ; dapat ditoleransi dengan baik.
obatan pasien meliputi:aspirin 325mg 3x
Mual, muntah, sakit kepala,
sehari;dipiridamol 75mg 3x sehari;sulfinpirazon
kadang-kadang vertigo
200mg 3x sehari untuk efek anti trombositnya.
Juga untuk menurunkan angka kejadian
30
Heparin Vasodilator koroner

Indikasi ; profilaksis oklusi koroner dan Isosorbid dinitrat


emboli arteri perifer
Indikasi ; profilaksis angina
Kerja ; menghambat pembekuan darah dan
Kerja ; nitrat yang bekerja sebagai relaksan
pembentukan bekuan fibrin.
otot halus. Menyebabkan
Inaktivasi trombin, mencegah
vasodilatasi koroner, tanpa
pembentukan fibrinogen menjadi
meningkatkan konsumsi
fibrin .mencegah pembentukan
oksigen miokard. Sekunder
bekuan fibrin stabil dengan
terhadap vasodilatasi umum,
menghambat faktor stabilisasi
penurunan tekanan darah.
aktivasi fibrin, menghambat raksi
yang menimbulkan pembekuan Dosis ; 1. sublingual ; 2,5-10mg tiap 2-3x
tetapi tidak mengubah komponen per jam prn pada angina
normal darah. Memanjangnya waktu
2. oral ; 5-40mg tiap 4x/hari
pembekuan tetapi tidak
mempengaruhi waktu perdarahan. 3. kerja oral selanjutnya ; 40mg
Tidak melisis bekuan. 6-12 x/jam.

Dosis ; bervariasi sesuai indikasi IV, IA, ; Efek merugikan; 1. vasodilatasi pembuluh darah
10.000 U pada awal AKTP kulit sehingga menimbulkan
kemerahan
Efek merugikan ; perdarahan yang tidak
terkontrol, reaksi hipersensivitas. 2. sakit kepala, pusing
sementara
Sulfinpirazon (anturane)
3. hipotensi berat
Indikasi ; profilaksis trombo embolik
Nitrogliserin
Kerja ; menghambat agregasi trombosit
Indikasi ; mengontrol TD dan angina pectoris
Dosis ; 100-200 mg 4x/hari.
Kerja ; vasodilator poten terutama
Efek merugikan ; iritasi GI ( berkurang bila
mempengaruhi sistem vena .
dibagi saat jam makan),
secara selektif melebarkan
hipersensitifitas ( kemerahan dam
arteri koroner yang besar
demam), diskrasias darah.
sehingga meningkatkan aliran
31
darah ke subendokardial yang Kerja ; menghambat aliran ion kalsium
iskemi melewati membran sel otot jantung dan
otot polos vaskuler tanpa mengubah
Dosis ; 1. sublingual ; 0,3-0,4mg prn saat
konsentrasi kalsium serum.
nyeri dada
Menurunkan afterload melalui dilatasi
2 topikal ( piringan ) ; 2,5- arteri ferifer dan
10mg/hr. indikasi untuk
1. menurunkan tahanan pembuluh darah
angina primer, sekunder atau
paru dan sistemik
nokturnal karena efek lebih
2. vasodilatasi sirkulasi koroner
terus menerus.
3. menurunkan kebutuhan oksigen miokard
3 IV mulai dengan 5mg/menit
dan meningkatkan suply oksigen
dititrasi untuk respon pasien
miokard
(tidak ada dosis yang pasti
dosis ; 1 . Nipedipin (procardia) 10-30 mg 3-
karena respon tiap orang
4x/hr
berbeda
Efek merugikan. ; 1 . hipotensi berat dan 2 . Diltiazem ( cardiazem ) 30-90mg 3-
berkepanjangan 4x/hr

2. sakit kepala Efek merugikan

3. tacicaedi , palpitasi 1 . kontraindikasi pada pasien dengan sick sinus


sindrom
4. mual, muntah, ketakutan
2. hipertensi setelah pemberian IV
5. rasa tidak nyaman pada
daerah retrosternal. 3. distres GI

Penghambat saluran kalsium 4. sakit kepala, vertigo, kemerahan,

Nifedipin , diltiazem 5. edema perifer, kadang-kadang peningkatan


angina, tacicardi.
Indikasi
Vasopressor
1. angina pectoris karena spasme arteri
koroner dan penyakit pembuluh darah Levophed ( norepineprin )
menetap
Indikasi ; memperbaiki TD sistemik nrmal
2. hipertensi
pada keadaan hipotensi akut
3. disritmia
32
Kerja ; kerja adrenerjik menyebabkan kateterisasi jantung bertanggung jawab
peningkatan TD sistolik dan untuk memahami seluruh aspek peralatan
diastole. Tahanan pembuluh darah yang digunakan dan perawatan pasien.
periper juga meningkat pada Perawat harus berpengalaman dalam
kebanyakan dasar pembuluh darah memberikan dukungan hidup tahap lanjut
dan aliran darah pada hepar, ginjal dan memiliki pengetahuan tentang obat-obat
dan biasanya otot rangka darurat dengan benar yang meliputi
defibrilator, ventilator dan pacu jantung.
Dosis ; konsentrasi IV 2mg Levophed /
Perawat juga mengobservasi dan
250ml larutan. Infus IV awal 2-3
berkomunikasi dengan pasien secara
mg ( 8-12 mg/mnt) atur kecepatan
intermiten serta melaporkan perubahan
infus untuk menciptakan dan
kondisi pasien kepada dokter. Perawat
mempertahankan TD normal (80-
memonitor EKG dan tekanan arteri secara
100mmHg) yang cukup untuk
konstan serta menyadari adanya perubahan
sirkulasi organ-organ vital.
gambaran yang menyertai pemberian obat-
Catatan ; sebelum pemberian hipovolemi obatan, gejala iskemia atau nyeri dada.
harus dikoreksi Perawat harus mengenali tanda dan gejala
dari sensivitas zat kontras, seperti urtikaria,
Efek merugikan ;
kemerahan, ansietas, mual dan spasme
1. ansietas , bradikardi, hipotensi berat, laring. Perawat harus memahami cara
peningkatan nyata pada tahanan pemasangan alat angioplasti dan harus dapat
pembuluh darah perifer, sakit kepala, trouble shooting adanya malfungsi yang
penurunan curah jantung timbul.
2. nekrosis dan pengelupasan dapat terjadi
Setelah prosedur AKTP selesai perawat
pada ekstravasasi ditempat infus.
menginstruksikan pasien tentang kewaspadaan
3. penurunan aliran darah ke organ vital
yang diperlukan untuk mencegah perdarahan
( ginjal, hepar ).
dari sisi fungsi. Hal ini meliputi;
4. Penyusunan Persiapan Bedah
1. Tirah baring selama 6-8 jam
J. PENATALAKSANAAN
2. Mempertahankan posisi kaki yang sakit
KEPERAWATAN PADA AKTP
tetap lurus untuk tehnik Judkins
Selama persiapan untuk angioplasti dan
3. Hindari posisi tegak.
seluruh prosedur perawat di labolatorium
33
4. Hindari penggunaan berlebihan otot-otot dipindahkan di tempat tidur dan dihubungkan
abdomen seperti batuk bersin atau pada pemonitor, perawat harus mendengarkan
mengedan. dengan seksama bunyi jantung dan paru-paru.
Perawat haeus mengevaluasi sirkulasi perifer
Pasien kemudian dipindahkan ke unit telemetri
dengan memperhatikan warna dan suhu tubuh di
untuk diobservasi
daerah perifer serta kualitas nadi dorsalis pedis

K. PENGKAJIAN DAN dan tibialis posterior pada ekstremitas.

PENATALAKSANAAN
Karena teknik Judkins sering digunakan pada
KEPERAWATAN PASCA AKTP
pada awal prosedur AKTP paling sering untuk

L. Bila pasien telah kembali dari unit mengkaji struktur pembuluh darah, kebanyakan

perawatan koroner atau telemetri perawat pasien akan dibuat lubang masuk baik di kanan

memainkan peranan penting dalam ataupun dikiri lipat paha dimana sarung (sheat)

mengobservasi dan mengkaji tingkat akan ditempatkan secara perkutan pada vena dan

pemulihan pasien. Perawatan pasca arteri untuk memungkinkan kateterisasi.(Jika

angioplasti disusun untuk mementau pasien digunakan teknik sones,akan dipasang kateter

secara ketat terhadap adanya tanda dan arterial di brachial). Sarung tidak segera dilepas

gejala iskemik miokard. Gejala yang paling setelah AKTP karena pasien diberikan anti

banyak ditemukan sebagai kemungkinan koagulan pada awal prosedur untuk menghindari

komplikasi kekambuhan awal dari angina komplikasi pembentukan bekuan; sebagai

pectoris setelah AKTP memerlukan tindakan akibatnya efek warfarin atau heparin tidak

keperawatan yang cepat. bertentangan tetapi memungkinkan menghilang


secara alami lebih dari 3-4 jam. Perawat harus
Sesegera mungkin pada penerimaan pasien dari memberikan perhatian yang khusus pada daerah
labolatorium kateter jantung, perawat harus distal tempat pungsi, seringkali memeriksa
menghubungkan pada monitor EKG, yang denyut nadi dan melaporkan dengan segera pada
memungkinkan pengkajian jantung awal secata dokter adanya perubahan yang menandakan
cepat dan memberikan dasar untuk merujuk jika terjadinya pembekuan. Perdarahan pada sisi
kondisi pasien berubah dengan cepat. Ketika sarung dapat mengakibatkan hematoma mayor
pasien dipindahkan dari brankar ke tempat tidur, yang mungkin memerlukan evaluasi bedah atau
perawat harus mengkaji status pasien dari kepala mengganggu aliran darah ke distal ke
smpai ujung kaki, memperhatikan warna kulit, ekstremitas bawah. Untuk mencegah perdarahan
keseluruhan dan suhu serta mengamati tingkat berlebihan dan m embantu hemostasis,dokter
kesadaran pasien dengan cermat. Setelah pasien

34
dapat memberikan kantung pasir 2,25 kg yang cermat karena hal tersebut merupakan indikasi
ditempatkan pada sisi pungsi. mulainya vasospasme atau penyumbatan secara
tiba-tiba. Pasiendapat menggambarkan angina
Perawat harus meyakinkan pasien pentingnya
seperti perasaan terbakar, tertekan benda berat
mempertahankan posisi tungkai dalam keadaan
dan rasa nyari seperti ditusuk-tusuk pada daerah
lurus dan posisi kepala tidak lebih dari 45. untuk
midsternal.
mencegah pembekuan di dalam lumen dalam
pemasangan sarung, infus IV dihubungkan ke Tanda dan gejala dari iskemi miokard meliputi
sarung vena dan tekanan dari bilasan arteri (1) perubahan EKG iskemi (elevasi segmen ST
dihubungkan pada jalur arteri. Rangkaian ini atau inversi gelombang T;(2) disritmia; (3)
jaga menjamin patensi perlu segera kembali ke hipotensi (4) mual. Perawat harus
labolatotium kateterisasi jantung bila terjadi memberitahukan dokter tiap perubahan kondisi
komplikasi. Dokter memilih baik tipe cairan pasien karena hal ini tidak mungkin memberitau
infus yang digunakan (melalui sarung vena) dan hanya dengan observasi, jika perubahan itu
kecepatan infus yang tergantung pada keadaan menunjukkan episode vasospastik sementara,
volume cairan pasien. yang dapat membaik dengan terapi vasodilatasi
atau sumbatan akut yang memerlukan bedah
Tes labolatorium darah awal untuk pasca AKTP
darurat.
meliputi (1`) waktu protrombin untuk mengkaji
kemampuan pembekuan pasien;(2)enzim Bila terapi vasodilatasi diindikasikan dapat
jantung dengan perhatian khusus pada kreatinin diberikan sebagai gambaran lanjut kecuali
kinase (CK) dan isoenzim CK;(3) elektrolit pasien hipotensi berat; pada kasus ini
serum. Peningkatan enzim jantung dapat vasodilatasi dikontraindikasikan. Pada tanda
menunjukkan bahwa infark miokard pertama vasospasme pembepatnerian oksigen
tersembunyi telah terjadi (mis, infark yang tidak pertama dengan masker atau kanul nasal. Untuk
ditandai adanya nyeri dada jangka panjang). Jika cepatnya penyembuhan sementara (dan mungkin
nilai enzim jantung abnormal, perawat perlu permanen) 0,4mg nitrogliserin, 5 mg isosorbid
segera memberitau dokter karena parawatan atau 10 mg nifedipin harus diberikan secara
pasca operasi pasien perlu diubah untuk sublingual. Selain itu pemberian nitrogliserin
mencegah cedera lanjut. melalui IV drip harus dititrasi untuk
mempertahankan adekuatnya tekanan darah
Perawat memainkan peranan bermakna dalam
untuk menjamin perfusi arteri koroner dan untuk
mengobservasi dan mengkaji angina yang terjadi
menghilangkan rasa nyeri.
segera setelah AKTP. Adanya nyeri dada
memerlukan tindakan segera dan perhatian

35
Dalam hubungannya dengan awitan nyeri Sebagai terapi pencegahan, selama 6 bulan
dada,pembacaan EKG 12-lead harus dilakukuan setelah angioplasti, pasien akan memperoleh
untuk merekam adanya perubahan akut. Bila obat yang dapat menolong untuk mencegah
angina membaik dan perubahan EKG akut yang pembentukan trombus dan mempertahankan
disebabkan oleh terapi medis hilang, ini aman dilatasi maksimal pada tempat dilakukannya
untuk berasumsi bahwa episode vasospastis angioplasti. Pasien secara rutin dirumah
sementara terjadi; namun demikian,redilatasi memperoleh aspirin; dipiridamol, 75 mg secara
atau bedah bypass darurat harus oral empat kali sehari; atau sulfinpirazon, 200
dipertimbangkan. mg secara oral empat kali sehari, untuk efek
antitrombosis dan penghambat saluran kalsium.
Jika periode pasca-angioplasti tidak
Kadang-kadang ditambahkan nitrat kerja
menimbulkan komplikasi,sarung dilepas setelah
panjang dalam progam pengobatan. Perawat
3 sampai 4 jam dan balutan tekanan ringan
sangat bertanggung jawab untuk menjelaskan
diberikan pada sisi. Pasien harus terus tirah
pasien indikasi dari masing-masing obat yang
baring total selama 6 sampai 8 jam setelah
diberikan dokter, termasuk efek samping dan
pelepasan sarung. Diet normal, atau rendah
tanda-tanda takar lajak, dan harus menjawab
garam, atau rendah kolesterol dapat diberikan,
adanya pertanyaan yang diajukan pasien
tergantung pada pilihan dokter dan kebutuhab
sewaktu perawatan lanjut, meyakinkan bahwa
pasien.
semua aspek dipahami secara jelas.

Selama periode pemulihan, perawat dapat


Sebelum kepulangan pasien, tes stres treadmill
memperkenalkan proses rehabilitasi pada pasien,
dan imaging tes-istirahat talium dilakukan
yang menekankan cara untuk melawan PAK
untuk menguji kemanjuran AKTP. Sebagai
yang meluasnya. Upaya-upaya harus dibuat
perbandingan dengan tes pra-AKTP,
selama instruksi ini untuk menguatkan
meningkatkan kapasitas latihan dan penurunan
pentingnya kebugaran dengan latihan sedang,
atau hilangnya nyeri dada yang disebabkan oleh
teratur dengan peningkatan pacu jantung yang
latihan (tanpa perubahan segmen ST)
sesuai. Juga perawat harus menjelaskan bahwa
menunjukkan perbaikan aliran darah dan
suatu penyimpangan seperti sering stres, berat
normalnya fungsi jantung pada hipoperfusi otot
badan berlebihan, dan merokok meningkatkan
sebelumnya. Tes stres treadmill harus diulang
PAK dan bahwa pasien mempunyai kekuatan
setiap 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun
dan tanggung jawab untuk menghindari
setelah angioplasti.
penyimpangan ini dengan mengubah perilaku.
M. KOMPLIKASI KOMPLIKASI

36
walaupun indikasi untuk AKTP telah ST, menunjukan predisposisi iskemi untuk
diperluas meliputi pasien-pasien dengan merusak miokard dan memerlukan intervensi
PAK berat (mis., oklusi total, penyakit segera.
multivessel disease, infark miokardium yang
Spasme arteri koroner kadang-kadang
baru atau lanjut, fungsi ventrikel kiri buruk),
memerlukan intervensi bedah bila vasokontriksi,
tingkat komplikasi berkaitan dengan dilatasi
oklusi, dan iskemi tidak dapat ditangani dengan
belum meningkat. Komplikasi dari
pemberian nitrat.
angioplasti dapat terjadi selama prosedur
atau sesudah prosedur tersebut selesai. Penutupan kembali dilatasi segmen secara tiba-
Kemudian observasi ketat dan pemantauan tiba
pasien diperlukan setelah AKTP berhasil.
Komplikasi utama yang dapat menyebankan Penutupan kembali secara tiba-tiba komplikasi
iskemi dan kemungkinan disfungsi ventrikel serius dari dilatasi arteri koroner yang terjadi
kiri berat memerlukan bedah darurat yang kira-kira 7% dari mereka yang telah menjalani
meliputi (1) angina yang tidak hilang dengan angioplasti. Perkiraan 70% sampai 80% dari
pemberian maksimal nitrat dan penghambat penutupan kembali secara tiba-tiba terjadi saat
saluran kalsium (lihat tabel 13-10); (2) pasien masih berada di laboratorium kateterisasi
infark miokard; (3) spasme arteri koroner; jantung.
(4) penutupan kembali secara tiba-tiba pada
Kira-kira sepertiga sampai setengah pasien-
segmen terdilatasi; (5) siseksi arteri koroner
pasien yang mengalami penutupan kembali
yang menyebabkan oklusi dan (6) stenosis
menjalani dilatasi ulang yang berhasil.
berulang.
Penutupan kembali secara tiba-tiba terjadi
Angina, Infark, dan Vasospasme karena diseksi arteri koroner, spasme arteri
koroner, dan pembentukan trombus. Pengoban
Normalnya, angia merupakan komplikasi yang pilihan meliputi dilatasi ulang segera,
dapat diantisipasi selama angioplasti koroner pembedahan darurat, atau terapi farmakologi.
karena oklusi sementara pada pembuluh darah Untuk mempertahankan aliran darah ke daerah
yang terlibat selma proses dilatasi. Insiden oklusi sambil pasien dipersiapkan untuk
angina diatasi dengan pemberian nitrogliserin menjalani pembedahan darurat, dokter dapat
intrakoroner atau pelepasan kateter dilatasi menggunakan kateter balon perfusi, yang
sementara kawat pembimbing tetap menyilang mempunyai rongga disepanjang lubangnya
pada lesi. Bukti nyeri dada menetap setelah untuk memungkinkan kesempatan agar darah
AKTP, ditunjukan pada perubahan frekwensi mengalir ke kateter ditempat terjadinya
jantung dan tekanan darah dan elevasi segmen
37
penyempitan dan menyebar ke daerah distal alat yang dapat ditanam untuk mempertahankan
miokard. pembukaan secara mekanis (stents) dapat
memberikan hasil yang efektif atau alternatif
Diseksi Arteri Koroner
angioplasti untuk masalah timbul kembalinya

Diseksi arteri koroner atau robeknya intima pada lesi. Restenosis dari stenosis terdahulu yang tak

lapisan dalam arteri dapat terlihat pada terdilatasi dengan aterektomi dan implantasi

kerusakan bentuk pengisian luminal atau stents intrakoroner serupa dengan karakter dan

ekstravasasi ekstraluminal bahan kontras. prevalensinya pada AKTP.

Sedikit intrupsi pada dinding intraluminal


Penyebab restenosis masih tidak jelas, walaupun
diperkirakan akibat dari robekan dan regangan
banyak penelitian sudah dan sedang dilakukan.
intima pada inflasi dilatasi balon pada sisi lesi.
Ini tampaknya sebagai akibat dari respons
Oleh karna itu, pada tidak adanya efek
penyembuhan yang berlebihan terhadap dilatasi
merugikan pada awal setelah AKTP, secara
balon yang memajankan struktur subintima dari
angiografi penampilan diseksi biasanya tidak
pembuluh darah terhadap sirkulasi darah. Area
merupakan komplikasi mayor. Diseksi kadang-
pemajanan ini kemudian tempat yang potensial
kadang dapat menyebabkan obstruksi luminal
untuk adesi dan agregasi trombosit, serta
yang berhubungan dengan oklusi arteri koroner,
pembentukan trombus. Derajat respon
akan tetapi mengakibatkan memburuknya aliran
penyembuhan ini bervariasi dari satu lesi ke
darah dengan akibat iskemi berat atau infark
lesi lainnya dan dapat dipengaruhi oleh faktor
mikokard yang memerlukan bedah bypass
klinis dan angiografik yang berhubungan dengan
darurat.
restenosis yang didiskusikan sebelumnya.

Restenosis Kecepatan restenosis masih pada tingkat yang


memprihatinkan 20% sampai 30% walaupun
Restenosis pada dilatasi lesi terjadi kira-kira pemahaman mengenai mekanismenya lebih
20% sampai 30% kasus AKTP dalam waktu 6 jelas.
bulan pertama setelah angioplasti.
Komplikasi Lain
Berbagai agen farmakologi yang menurunkan
restenosis masih dalam penelitian. Hal ini Komplikasi utama lainnya dari AKTP yang

meliputi minyak ikan, protasiklin, antikoagulan, membutuhkan intervensi medis adalah (1)

antibodi, trombosit, dan kortikosteroid. bradikardi, yang memerlukan pacu jantung


temporer; (2) takikardi ventrikel atau fibrilasi
Berkembangnya alat baru untuk mengangkat ventrikel, yang membutuhkan defibrilasi dengan
plaque aterosklerotik (kateter aterektomi) dan segera; dan (3) bahkan sistem saraf pusat

38
menyebabkan menurunnya fungsi neurologi ahankan
n dengan stabilitas 15 menit x 4,
sementara atau menetap.
faktor hemodina tiap 30 menit
mekanis x 4, tiap 1
mik
Komplikasi pembuluh darah perifer terjadi jam x 4, tiap
yang Mempert 4 jam x 24
terutama pada tempat pemasangan kateter mempengar ahankan jam
meliputi (1) trombosis arteri, (2) perdarahan uhi frekuensi
preload,afte dan irama FJ(perhatika
berlebihan yang menyebankan hematoma
rload,dan jantung n
bermakna, (3) pseudoaneurisme, (4) fistula kegagalan untuk peningkatan
arteriovena femoral, dan (5) laserasi arteri. Jika ventrikel lebih sering
perfusi
selama
kiri. arteri
ada komplikasi tersebut diatas secara terus aktifitas)
koroner
menerus atau menggangu aliran darah distal ke
dan curah FP(perhatika
ekstremitas yang sakit, maka perlu dilakukan jantung n takipneu
tindakan pembedahan. optimal atau
yang ortopneu)

Tabel 13-11 merupakan ringkasan tentang ditunjukk


Sisi prosedur
an oleh dan nadi
komplikasi yang dapat diakibatkan dari AKTP,
perfusi distal, CMS
termasuk tanda-tanda umum dari komplikasi dan sistemati distal.
kemungkinan tindakan intervensi. k
optimal. 2.monitor irama
jantung

3.lakukan tes
labolatorium dasar
(elektrolit,NUD,enzi
N. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN m,kreatinin)

4.Beritau dokter hasil


Diagnosa Kriteria Intervensi yang abnormal
Resiko Mempert
keperawatan hasil/ keperawatan tinggi ahankan 5.Kaji gas
Tujuan penurunan stsbilitas darah,perhatikan
pasien curah hemodina hipoksemia,berikan
jantung:yan mik. suplemen oksigen
g
Resiko 1.Kaji dan catat sesuai kebutuhan.
Menurun berhubungk
tinggi kan tanda vital; an dengan 6.Auskultasi paru
penurunan beban faktor listrik
TD(perhatika terhadap crackles
curah kerja yang
n tekanan dan jantung terhadap
jantung jantung mempengar
nadi arteri) gallop S3.
yang dan uhi
setelah
berhubunga mempert prosedur tiap frekuensi, 7.catat adanya batuk

39
n dengan
irama, atau dan dispneu. perubahan 18.Siapkan untuk
konduksi. struktural AKTP ulang atau
8.Observasi edema akut operasi jantung.
perifer,distensi vena (diseksi
jugularis trombus,
atau spasme 1.Rekam irama dasar
9.catat status
arteri pada EKG
neurologi dasar
sisi
AKTP)men 2.Selama dan setelah
gakibatkan prosedur secara
10.pada fibrilasi iskemia kontinu kaji dan
atrial koroner bila miokard dan catat;
terapi antikoagulan atau infark.
dihentikan ,observasi TD,FJ,FP
adanya emboli
Irama EKG
(stroke)
3.Perhatikan adanya
11.Perhatakan warna
dan frekuensi
dan suhu kulit.
disritmia.
12.Timbang berat
4.Berikan obat anti
badan
aritmia sesuai
Mempert
pesanan
13.Pertahankan tirah ahankan
baring dan bantuan stabilitas
5.Siagakan untuk
pada aktivitas hemodina
memberitahukan
kehidupan sehari- mik,yang
ruang operasi bila
hari(AKS) ditandai
pembedahan
dengan
diindikasikan
14.Ukur berat jenis TD,CVP,
urin AP dan 6.Berikan oksigen
Kembali PCWP sesuai pesanan
pada 15.Monitor intake normal.
stabilitas dan output cairan.
7.Pertahankan pasien
hemodina *Tidak pada IV
16.Pertahankan ada
mik
cairan parenteral. kongesti
sebelum 8.Sediakan pacu
Resiko balon pulmonal jantung temporer
17.Berikan resep
tinggi dikempes atau eksternal.
kardiotonik(digoksin *Nadi
penurunan kan ),diuretik,nitrat atau distal
curah
vasopressor,sesuai sampai
jantung
pesanan. sisi
yang
berhubunga pungsi
40
1.Secara kontinu kaji berhubunga n dalam
arteri dan catat : n dengan batas paru.
teraba peningkatan normal
dan kuat. TDFJ,FP(C preload dan dengan 7.Berikan
VP,PAP,PC kongestif fungsi vasopressor(dopamin
*Sisi WP) paru yang motoriks ) sesuai pesanan
pungsi berhubunga ensorik
arteri Irama EKG 8.Kaji tingkat
(monitor n dengan utuh
tidak kesadaran
lead yang faktor
menujuk menunjukka mekanis
kan 9.Siapkan troli
n yang sementara(
eritema darurat dengan obat-
paling mis;inflasi
atau nyeri menunjukan obatan
balon darurat,defibrilator,p
tekan adanya
iskemi selama acu jantung temporer
karena VBP)
miokard dan intraaortik ballon
sentuhan.
yang pump
berhubunga
*Pasien n dengan
tetap 10.Siapkan untuk
sisi AKTP). Nyeri
tidak tindakan operasi
dada
demam 2.Pertahankan IV TBAK darurat
akan
paten dan atur hilang
11.Setelah prosedur;
pemberian oksigen
kaji tanda vital tiap
3.Berikan obat- 15 menit x4,tiap 30
obatan untuk menit sampai
mengatasi spasme keadaan stabil,tiap 4
arteri jam x24 jam.
koroner,angina,dan
12.Auskultasi bunyi
pembekuan(mis.,nife
jantung dan bunyi
dipin dan
napas tiap 4 jam
heparin)sesuai
kebutuhan 13.Catat intake dan
output
4.Evaluasi berat dan
lokasi angina dengan 14.berikan analgetik
menanyakan pasien sesuai pesanan
dan observasi EKG
15.Berikan oksigen
5.Instruksikan pasien sesuai pesanan
Resiko tingi untuk melaporkan
penurunan Pasien
angina berulang 1.Secara kontinu kaji
curah menunju
kkan dan catat selama dan
jantung 6.Observasi adanya
tingkat setelah balon
yang hipotensi edema
kesadara Resiko
41
tinggi Mempert an
penurunan ahankan dikembangkan; pemaham defibrilator.
curah kreatinin, an
jantung;yan NUD, TD(observas prosedur 9.Siaga untuk beritau
i terhadap (RO) jika
g kadar dan
kelanjutan pembedahan
berhubunga elektrilit hipotensi) tindakan
n dengan serum dibutuhkan
pirau kiri ke dan berat FJ
kanan bada
dengan VBP normal. Irama EKG 1.Monitor dan catat
mitral TD,CVP,PAP dan
PAP,PCWP
dan/tampon PCWP tiap jam.
ade jantung 2.Observasi tanda
lanjut. 2.Beritau dokter jika
dan gejala progresif
elevasi tekanan
dari edema paru
berlanjut.
3.Pertahankan IV
3.Catat masukan
paten
Pasien cairan dan ukur
akan 4.Pada kasus output urin( jika
menyatak hipotensi berat, menggunakan kateter
an berikan vasopressor foley) tiap jam.
Resiko pemaham sesuai Output <30ml/jam
tinggi an proses pesanan(mis;dopami harus dilaporkan ke
perubahan penyakit n, lepoved) dokter.
Resiko
perfusi arteri tinggi 4.Pertahankan IV
perifer;yang koroner 5.Berikan anti
perubahan paten
berhubunga dan mulai aritmia sesuai
perfusi
dengan mengiden kebutuhan mis
serebral
hematoma,p tifikasi lidokain
yang
embentukan kemungk 1. Palpasi nadi distal
berhubunga
trombus, 6.Pada kasus pada sisi pungsi
inan n dengan
atau infeksi perubaha bradikardi arteri terhadap
emboli adanya dan
pada sisi n berat,berikan anti
gaya karena sisi
konulasi kolinergik,mis;atropi kekuatannya tiap
hidup. prosedur, 15 menit x 4, tiap
n
ventrikel 30 menit x 4,
atau atrium kemudian tiap 4
7.Siapkan pacu
kiri jam x 24 jam.
jantung tempore atau 2. Kaji ekstremitas
eksternal distal sampai sisi
pungsi arteri
8.Siapka troli darurat terhadap kulit
Pasien dengan obat-obatan dingin,pucat,belan
akan darurat ,kotak g,cyanosis,
menyatak intubasi ET dan kesemutan, kebas,
42
nyeri,dan diuretik
melaporkan antipiretik dan
perubahan pada antibiotik sesuai
Resiko dokter. pesanan.
tinggi untuk 3. Tinggikan letak
kemungkina dan perhatikan
n perubahan sisi pungsi arteri
dan balutan
kenyaman
terhadap adanya
yang hematoma, nyeri 1.Kaji apakah pasien
berhubunga tekan, ekimosis, terjaga, sadar,dan
n dengan rasa hangat dan berorientasi terhadap
angina atau drainase.
waktu,tempat dan
peregangan 4. Pertahankan
tekanan pada orang.
katup
balutan pada sisi
selama 2.Kaji fungsi
pungsi arteri.
dilatasi 5. Instruksikan motorik;kemampuan
pasien tentang untuk menggerakkan
pentingnya tirah seluruh ekstremitas
baring total. dengan kekuatan
6. Berikan bantal
seimbang.
pasir 2,5 kg pada
sisi pungsi jika
3.Kaji jika PERRL
perlu.
7. Pertahankan Kurang
ekstremitas yang pengetahuan
sakit tetap lurus. yang
8. Pertahankan
tinggi kepala berhubunga
n dengan 1. Kaji dan catat
tempat tidur tidak
penyakit secara kontinu;
lebih dari 45
selama 8 jam dampaknya
TD,FJ,FP,AP
pertama pasca pada masa ,PCWP
AKTP. depan
9. Lakukan tes Irama
pasien EKG( jika
koagulasi dan
laporkan terjadi
Resiko
keabnormalan. oklusi,
tinggi tampak pada
perubahan 10.Ukur suhu oral
atau rektal tiap 4 monitor lead
volume arteri
jam.Bila demam
cairan yang kultur darah koroner yang
berhubunga sesuai pesanan. alami
n dengan 11.11.Kaji dan lapor gangguan)
dokter adanya 2.Evaluasi berat dan
sensivitas
diaporesis atau Ansietas / lokasi angina dengan
ginjal
menggigil takut yang menanyakan pasien
terhadap zat
berhubunga dan observasi EKG
kontras atau 12.Berikan n dengan
terapi
43
kurangnya 3.Kaji warna dan
pengetahuan suhu kulit hipovolemik seperti
mengenai dispneu, crackles,
AKTP dan 4.Pertahankan IV edema perifer,dan
VBP, paten dan atur distensi vena
lingkungan pemberian oksigen jugularis.
perawatan (2-4 l/mnt)
akut dan 6.Berikan diuretik
5.Berikan obat nyeri osmotis sesuai
kemungkina
untuk angina(mis pesanan
n
nitrat atau narkotik)
pembedahan
sesuai kebutuhan. 7.Berikan diureti
pemeliharaan sesuai
6.Kaji berkurangnya pesanan.
rasa nyeri.
1.Mulai pendidikan
7.Instruksikan pasie rehabilitasi jantung;
untuk melapor faktor resiko,
berulangnya angina patofisiologi, kapan
perlu konsultasi
1.Pastikan kreatinin. medis, pemberian
NUD,dan kadar obat tepat, AKS
elektrolit serum. progresif, diet,
Laporkan reduksi stres.(dapat
keabnormalan. melibalkan keluarga )

2.Monitor dan catat 2.Evaluasi


intake dan output pemahaman pasien
selama 24 jam. Catat catat penyuluhan dan
tiap jam bila respon.
dikateterisasi dan
lapor bila <20ml/jam.

3.Kaji dan catat 1.Berikan pasien


tanda dan gejala penjelasan mengenai
hipovolemik seperti prosedur.
penurunan TD,output
urin, tacicardi, 2.Orientasika pasien
keluhan haus. ke lab kateterisasi,
UPI, atau ruang VBP
4.Berikan cairan via
oral dan IV sesuai 3.Jelaskan rasional
pesanan. pemeriksaan awal
yang meliputi tes
5.Kaji dan laporkan darah, radiografi
tanda dan gejala dada, dan perubahan
44
diterapkan telah membantu pengembangan
sementara dalam
obat-obatan. penelitian dalam mengobati pasien-pasien

4.Jelaskan apa yang dengan angina unstable, infark miokard


akan dirasakan
akut, dan syok kardiogenik.
sehingga pasien
dapat mengenal yang
akan dialami selama Teknologi baru telah dikembangkan untuk
prosedur.
menghadapi tantangan yang berhubungan
5.Jelaskan aktivitas denggan angioplasti kompleks dan untuk
yang diharapkan memperluas pandangan para dokter dan seleksi
dokter dan perawat
pasien untuk AKTP. Pengangkatan perkutan
selama prosedur.
terhadap plaque menggunakan kateter
6.Berikan resep aterektomi rotasional atau langsung hasilnya
sedatif sesuai
baik. Teknologi laser telah maju dan digunakan
pesanan.
untuk mengablasi plaque atau sebagai tambahan
7.Libatkan keluarga
untuk AKTP dalam membuat jalan pada oklusi
atau orang terdekat
lainnya dalam proses total. Implantasi stent intravaskuler untuk
penyuluhandan memperkuat dinding arteri telah berhasil dan
penjelasan mengenai rangkaian baik untuk memperbaiki diseksi
prosedur. oklusi akut. Penelitian yang dilakukan Leon
dkk., 1.256 lesi diatasi dengan berbagai alat
O. MASA DEPAN INTERVENSI
intervensi penelitian yang menggunakan
KARDIOLOGI Kemanjuran angioplasti pendekatan lesi-spesifik. Mereka melaporkan
koroner segera dan jangka panjang dalam 94% seluruh kesuksesan pada anatomi koroner
yang tidak mengnuntungkan.
mengobati pasien simtomatik dengan

penyakit pembuluh-tunggal telah ditunjukan Juga yang masih dalam perkembangan, adalah
alat-alat untuk melihat struktur vaskular secara
dengan baik. Pada banyak pusat kesehatan,
langsung, seperti angioskopi dan ultrasound
AKTP juga secara rutin dan berhasil intravaskular, untuk mengkaji berat dan tipe lesi
diterapkan pada klien dengan penyakit sebelum inflasi (pengembangan) dan untuk
menentukan perubahan diameter lesi dan
pembuluh-multipel. Keamanan dan
struktur arteri setelah deflasi (pengempesan).
keberhasilan angioplasti yang telah Angioskopi dan ultrasound juga memberikan

45
inforrmasi untuk membantu menentukan bimbingan fluoroskopik. Kateter dilatasi
intervensi teknologi yang paling cocok untuk kemudian dikembangkan untuk meningkatkan
lesi (mis., AKTP, aterektomi, implantasi stent). pembukaan katup dan memperbaiki aliran darah.

Faktor utama yang membatasi luas dan B. RIWAYAT


keberhasilan jangka panjang dari AKTP adalah
Kasus pertama dari dilatasi balon penyempitan
masalah restenosis. Sayangnya tidak satupun
katup jantung dilaporkan pada tahun 1979 dan
teknologi baru yang lebih baru telah
1982, ketika para dokter berhasil melebarkan
mengakibatkan tingkat restenosis lebih rendah
stanosis katup pulomnal. Teknik ini
dari AKTP itu sendiri. Pengobatan farmakologi
dipertimbangkan sebagai alternatif efektif untuk
sebelum dan setelah dilatasi, teknik prosedur,
oprasi jantung terbuka, walaupun hasil jangka
dan identifikasi pasien kontinu diteliti sebagai
panjangnya belum dapat di evaluasi sementara
cara untuk menurunkan kecepatan kambuh.
ini. Karena bedak komisurotomi berhasil dalam

Dengan berbagai macam alat dan teknologi yang mengatasi penyempitan katup mitral dan karena

tersedia bagi intervensi ahli kardiologi, sejalan awal keberhasilan pada dilatasi katup pulmonal,

dengan meningkatnya terapi farmakologi, dokter mulai melakukan dilatasi katup mitral

dimasa yang akan datang harus menciptakan perkutan pada tahun 1984, untuk menghindari

perbaikan lanjut dalam keberhasilan dan tindakan torakotomi. Pada tahun 1984 dan 1985,

kemampuan untuk dapat diperkirakan dari dokter berhasil mendilatasi stenosis katup aortik

AKTP dan patensi jangka panjang dari kongenital (SKA). SKA klasifikasi pertama

pembuluh aterosklerotik yang terlibat. didilatasi pada 1985. prosedur ini memperbaiki
fungsi jantung tanpa komplikasi prosedur serius.
BAB III VALVULOPLASTI BALON
PERKUTAN Sejumlah kasus diperlihatkan pada tahun 1992
tidak memenuhi kriteria angioplasti koroner. Ini
A. DESKRIPSI karena sedikitnya insiden dari penyakit katup
dibandingkan dengan PAK dan sebagian karena
Valvuloplasti balon perkutan adalah teknik non
terbaatasnya prosedur baru ini, yang indikasinya
bedah untuk meningkatkan aliran darah melalui
pada terutama para calon yang tak dapat
katup jantung yang stenosis dengan
dioperasi. Valvuloplasti balon perkutan
menggunakan kateter dilatasi. Ini secara relatif
dipertimbangkan tinbakan pilihan untuk anak
merupakan prosedur baru yang mirip dengan
dengan stenosis katup pulmonal.
AKTP dalam hal sistem kateter yang
dimasukkan secara perkutan dan dilanjutkan Pasien berpendapat mengalami perbaikan klinis
kedalam bagian penyempitan menggunakan jangka panjang berhubungan dengan VBP,
46
keuntungan dibandingkan pada beban mirip jantung. Pemeriksaan dengan ultrasound
AKTP versus bedah TBAK.VBP(1) kurang Doppler memungkinkan pengukuran gradien
menyebabkan trauma (2) tidak memerlukan transvalvular, penghitungan tak langsung pada
anastesi (3) dihubungkan dengan morbiditas area katup dan pengkajian pada area katup.
lebih rendah dan lama perawatan lebih pendek Dengan informasi ini dokter mampu untuk (1)
(4) tidak menyebabkan jaringan parut (5) kurang menentukan ukuran orifisium katup (2) melihat
mahal. derajat gerakan daun katup (3) menentukan
luasnya hipertropi ventrikel kiri atau kanan.

Kateterisasi jantung kanan dan kiri dilakukan


C. PATAFISIOLOGI STENOSIS KATUP
bila hasil tes sebelumnya menunjukkan adanya

Katup stenosis disebabkan oleh (1) degenerasi kelainan katup. Walaupun prosedur ini invasif

kalsifikasi (2) abnormalitas kongenital (3) ini diperlukan untuk menentukan tekanan di

penyakit jantung rematik. Degenerasi katup dalam tiap ruang-ruang jantung untuk

kalsifikasi aortik sekarang tampak paling sering menentukan gradien transvalvular. Bila tekanan

akibat SKA yang memerlukan tindakan bedah. dan gradien diperoleh, seri radiografi dilakukan
dengan menyuntikkan zat kontras dengan
D. TES DIAGNOSTIK UNTUK VBP DAN radiopaque, baik di aorta untuk melihat
PENGGANTIAN KATUP regurgitasi aorta atau pada ventrikel kiri untuk
melihat regurgitasi mitral. Prosedur ini
Berbagai tes non invasif membantu dokter untuk
menghasilkan sineangiografi yang
menentukan derajat hipertropi atrium atau
menggambarkan fungsi katup jantung dan
ventrikel kiri, kongesti atau hipertensi vena
ukuran ruang jantung.
pulmonal, rigiditas katup dan gradien
transvalvular. Pada rekaman EKG 12 lead, E. GAMBARAN PERALATAN
besarnya gelombang R di lead prekordial
menunjukkan adanya hipertropi ventrikel kiri Walaupun AKTP dan VBO memiliki desain

yangberkaitan dengan SKA. Adanya puncak serupa terdapat perbedaan yang penting terutama

gelombang P menunjukkan hipertropi atrium kiri diameter besar katup jantung dengan arteri

karena stenosis katup mitral. Radiografi dada koroner. Satu perbedaan utama adalah diamater

menggambarkan adanya kalsium di dalam atau luar kateter, lubang kateter VBP berkisar 7-9 Fr

di sekitar katup , hipertropi ventrikel kiri, atau (versus 2-4 Fr AKTP); diameter balon VBP 15-

atrium dan kongesti vena pulmonal atau gagal 25 mm. Kateter pembimbing yang diperlukan

jantung kongestif. Ekokardiogram dua dimensi untuk AKTP dapat digunakan untuk VBP karena

digunakan untuk scan katup dan ruang-ruang diameter kateter pendilatasi VBP yang besar.

47
Sarung pemasang 10-14 Fr dapat digunakan Trombus
pada sisi pungsi arteri atau vena untuk
memungkinkan pemasangan kateter dilatasi Regurgitasi katup berat

katup. Kawat pembimbing besar, 0.035-0,038


Riwayat emboli
inci, juga digunakan untuk memberi kekakuan
tambahan dan dukungan yang diperlukan untuk G. PROSEDUR
pemasangan kateter dilatasi. Kateter dilatasi
VBP mempunyai penanda radiopaque mirip VBP dilakukan pada labolatorium kateterisasi

AKTP untuk imaging fluoroskopi. jantung dan banyak melibatkan langkah yang
sama seperti AKTP. Kateterisasi jantung kiri dan
F. INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI VBP kanan dapat diulang untuk menilai status
hemodinamik dan mendapatka dasar dari
Indikasi klinis
gradien transvalvular. Angiografi koroner dila

* Pasien bedah berisiko tinggi (lansia, hipotensi diindikasikan diulang untuk menentukan apakah

pulmonal berat, gagal ginjal,disfungsi pulmonal pasien masih memenuhi kriteria untuk VBP.

berat, gagal ginjal, disfungsi pulmonal, disfungsi Seluruh evaluasi ulang perlu karena status

ventrikel kiri) pasien dapat berubah termasuk tindakan


intervensi ini. Faktor yang dapat membatalkan
* Pasien tak stabil pada prabedah intervensi ini (1) berlanjutnya regurgitasi katup
ringan (2) lesi arteri koroner yang stenosis tak
* Pasien tak dicalonkan untuk antikoagulasi
nampak sebelumnya (3)berlanjutnya lesi arteri
kronik
koroner.
Indikasi Anatomis
Jika VBP masih merupakan indikasi kateter
Penyempitan katup tingkat sedang angiografi baik ditempatkan dengan dimasukkan
sampai berat sarung atau kateter dilatasi. Pada VBP mitral,
pungsi vena dilakukan pada vena femoralis
Kalsifikasi katup tingakat sedang sampai kanan. Selama VBP aorta dan mitral
berat pertahankan jalur intravena dan jalur arteri
femoral atau radial penting untuk pemberian
Regurgitasi katup ringan
obat-obatan dan untuk pengambilan sampel.
Kontraindikasi Anatomis
Pada VBP aortik, bila sarung ditempatnya,

Ketidakmampuan untuk masuk ke pasien diberi anti koagulan 5000-10000 U

pembuluh darah heparin untuk mencegah pembentukan bekuan di


48
dalam kateter. Kateter dilatasi dan kawat Bila kateter dilatasi telah dikempeskan tekanan
pembimbing kemudian terus dimasukkan ke darah harus kembali normal. Selama dilatasi
dasar aorta asenden. Kawat pembimbing katup mitral, terdapat peningkatan sementara
dimasukkan melewati stenosis katup aorta dan pada pulmonary capilary wedge pressure
kateter dilatasi dimasukkan melebihi kawat (PCWP), harus dimonitor oleh perawat. Bila
pembimbing. Penempatan yang tepat kateter keteter dilatasi dikempeskan PCWC harus
dilatasi dipermudah oleh fluoroskopi dan kembali ke nilai asal. Sinus bradikardi juga
penanda radiopaque pada balon. dapat terjadi khususnya saat dilatasi mitral.

Pada VBP mitral, kateter pacu jantung dapat Bila dilatasi maksimum telah dicapai, kateter
diletakkan melalui sarung vena yang terpisah dilepaskan. Pengukuran hemodinamik termask
pada setinggi vena kava inferior atau atrium gradien transvalvular, diulang untuk menentukan
kanan dan ditempatkan dalam keadaan siaga. keberhasilan prosedur. Angiografi ulang
Katup mitral kemudian dicapai baik melalui dilakukan untuk mengkaji regurgitasi katup. Jika
arteri arteri femoralis dan katup aortik atau pada prosedur sudah selesai,untuk mencegah
kebanyakan kasus melalui jantung kanan dengan komplikasi perdarahan yang disebabkan karena
perforasi septum atrium untuk masuk ke atrium luasnya sisi pungsi, efek antikagulan heparin
kiri. Jika katup mitral telah dicapai pasien diberi terbalik.
antikoagulan dengan heparin 5000-10.000 U.
H. HASIL
kateter dilatasi kemudian dimasukkan
melampaui kawat pembimbing melalui pungsi VBP aortik dihubungkan dengan penurunan
septal atrial dan melewati katup mitral. Sekali gradien tekana dan volume akhir sistol dan
lagi penempatan pasti dari kateter dilatasi di peningkatan area katup aortik, fraksi
dalam katup dipermudah dengan fluoroskopi dan pemompaan (ejeksi) dan curah jantung. Tingakat
penanda radiopaque pada balon. Baik pada VBP mortalitas di rumah sakit berkisar antara 2-5%.
mitral dan aortik 2 balon kadang-kadang Walaupun terdapat peningkatan di area katup
digunakan untuk meningkatkan kualitas aortik, ini bukan hal yang besar seperti pada
potensial untuk dilatasi. bedah pergantian katup. Selain itu kecepatan
restenosis yang berhubungan dengan VBP tinggi
Rata-rata waktu pengembangan dari kateter
. oleh karena VBP aorta diindikasikan terutama
dilatasi adalah 15-60 detik pada VBP aorta dan
pada lansia dan pada pasien bedah berisiko dan
10-30 detik pada VBP mitral. Selama
sevara umum dipertimbangkan sebagai tindakan
pengembangan katup tersebut perawat harus
paliatif bukan kuratif.
memantau tekanan darah dengan ketat karena
penurunan beban curah jantung.
49
Hasil VBP mitral lebih nyata. Trdapat warna, suhu kulit, volume nadi, dan penurunan
peningkatan yang lebih bermakna pada area haluaran urin.
katupdancurah jantung serta penurunan gradien
Untuk memantau balance cairan dan elektrolit
katup, PCWP, rata-rata tekanan arteri pulmonal.
perawat harus mendapatkan nilai dasar elektrolit
Mortalitas operasi telah dilaporkan 1,5% dan
serum dan berat badan. Dan perawat mencatat
lama bertahan perbaikan klinis telah dilaporkan
intake dan output tiap hari.
pada 63%-90% kasus. Kematian terakhir kira-
kira 5-10%. Obat-obatan yang diminum pasien sebelum
dirawat adalah diuretik, digoksin, dan
Tiga mekanisme yang telah didalikan untuk
antikoagulan. Sebelum prosedur obat
perbaikan fungsi katup dengan VBP;(1) fraktur
antikoagulan akan dihentikan untuk
nodul-nodul kalsifikasi menetap pada daun
kemungkinan bedah kegawatdaruratan. Oleh
katup (2) terpisahnya gabungan kumisura (3)
karena itu pasien dengan fibrilasi atrium kronik
peregangan anulus dan struktur daun katup.
yang mempunyai potensi embolisasi sistemik
I. PENGKAJIAN DAN karena trombus harus dipantau dengan ketat.
PENATALAKSANAAN Perawat harus memantau hasil labolatorium dan
lapor keabnormalitasan.
Persiapan Pasien
Dokter akan menjelaskan pada pasien
Bila keputusan untuk VBP telah ditetapkan
bagaimana VBP dikerjakan,kemungkinan resiko
pasien dirawat di rumah sakit selama 1-2 hari
dan keuntungannya untuk menurunkan stres dan
sebelum prosedur. Tujuan dari asuhan
ansietas perawat perlu menguatkan penjelasan
keperawatan adalah untuk (1)menurunkan beban
dokter dan menjawab pertanyaan yang diajukan.
kerja jantung (2) memantau keseimbangan
cairan dan elektrolit (3) menurunkan stres Setelah pasien mengerti benar prosedur tersebut,
psikologis sehinga pasien secara hemodinamik dokter perlu memintakan surat persetujuan
tetap stabil. tindakan untuk VBP, anastesi, dan pembedahan.
Kesediaan pembedahan biasanya diberikan
Perawat harus memantau secara ketat tanda dan
selama VBP karena kemungkinan
gejala dari gagal jantung kongestif; penyempitan
komplikasinmemerlukan kedaruratan
pada tekanan nadi, lebih sering meningkatkan
penggantian katup.
frekuensi jantung selama aktivitas, edema
perifer, batuk, dispnea, rales di paru. Perawat J. PENGKAJIAN DAN
juga harus memantau perubahan sensorium, PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN

50
Selama VBP atrium atau ventrikel dapat mempengaruhi curah
jantung optimal dan perlu pemberian anti aritmia
Perawatan pasien selama VBP serupa dengan
secara parenteral seperti lidokain atau
perawatan pasien selama AKTP. Selain itu
pemasangan alat pacu jantung transvena
perawat secara kontinu memantau tekana arteri
temporer. Jika pasien dipasang jalur pemantau
pulmonal dan PCWP serta waspada terhadap
CVP atau arteri pulmonal harus juga diperiksa
perubahan gambaran yang menandakan gejala
pencatatan data dasar. Satu indikasi dimana sisi
gagal jantung kongestif atau edema paru.
pungsi septal atrium telah gagal untuk menutup

Pada terjadinya hipotensi berat, perawat harus setelah VBP adalah pirau kiri ke kanan, seperti

menyiapkan untuk mulai infus intravena peningkatan CVP.

dopamin dan levoped. Pada kasus disritmia


Karena balance hemodinamik penting bagi
ventrikel, lidokain drip harus disiapkan untuk
pasien dengan penyakit katup, volume cairan IV
infus.
harus dicatat. Penurunan volume sirkulasi

Pasca VBP karena obat-obat diuretik sebelum VBP


dikombinasikan dengan perbaikan isi sekuncup
Tujuan asuhan keperawatan pasca VBp adalah setelah keberhasilan VBP dapat ditunjukkan
untuk mempertahankan curah jantung adekuat, sebagai penurunan curah jantung. Oleh karena
mempertahankan keseimbangan cairan dan itu penting memantau CVP, tekanan arteri
elektrolit dan memastikan hemostasis pada sisi pulmonal, PCWP , TD, FJ,output urin,dan
pungsi. keseimbangan elektrolit dalam evaluasi dan
pengkajian volume cairan sirkulasi dan keadaan
Perubahan pada curah jantung dapat disebabkan
pompa jantung.
oleh (1) disritmia sekunder terhadap manipulasi
katup, mengakibatkan edema di dekat berkas his Perawat juga mengkaji status pasien mulai dari
(2) pirau (shunt) kiri ke kanan melalui pungsi kepala sampai ujung kaki, mencatat warna dan
transeptal yang terbentuk selama valvuloplasti suhu kulit secara keseluruhan juga tingkat
mitral (3) tamponade jantung (4) perubahan kesadaran dan tanda neurologis. Perawat harus
sirkulasi volume cairan atau (5) kehilangan mendengar bunyi jantung dan napas, juga
darah. perhatikan warna dan suhu kulit daerah perifer
serta adanya dan kualitas denyut artedi dorsalis
Pertama perawat menghubungkan monitor EKG
pedis dan tibialis posterior.
untuk mengkaji jantung secara awal dan cepat
untuk mendapatkan data dasar irama sebagai Adanya drainase atau nyeri tekan pada balutan
referensi bila ada perubahan kondisi. Disritmia sisi pungsi selama palpasi sebagai data dasar

51
pada kemungkinan peningkatan perdarahan di Trauma pembuluh darah
sekitar kateter. Laporkan adanya perubahan
Defek septum atrium
yang menunjukkan perdarahan hebat.
Perdarahan pada sarung dapat menyebabkan Diseksi aorta
hematoma yang perlu pembedahan evakuasi.
Tamponade jantung
Untuk mencegah perdarahan hebat dan
membantu hemostasis doketr dapat Ruptur korda tendinae.
menganjurkan menggunakan bantal pasir atau
BAB IV
klem yang diletakkan diatas sisi pungsi.
KONTERPULASI POMPA BALON-
Bila pasien riwayat PAK, periksa serum enzim
AORTIK DAN ALAT-ALAT BANTU
jantung keseluruhan (CK dan isoenzim CK).
VENTRIKEL LAIN
Perawat harus waspada tanda iskemik miokard
selain memberikan intervensi yang tepat. Konterpulasi pompa balon intra aortic

Perawat perlu meyakinkan pasien pentingnya Konterpulasi pompa balon intra aortic pertama

menjaga posisi kaki yang terlibat tetap lurus dan kali diperkenalkan secara klinis oleh kantrowitz

posisi kepala tetap datar selama 6 jam pertama dkk tahun 1967 pendekatan terapeutik ini dipilih

setelah VBP. untuk pengobatan dua orang pasien dengan


gagal ventrikel kiri disertai dengan
Evaluasi pasca VBP meliputi waktu protrombin, infarkmiokard akut.tujuan terapeutik ditujukan
hemoglobin dan , pemeriksaan koagulasi, pada :
elektrolit serum, CK, EKG dan radiografi.
1. peningkatan suplai oksigen ke miokard.
K. KOMPLIKASI 2. penurunan beban kerja ventikel kiri.
3. perbaikan curah jantung.
Embolisasi debris kalsifikasi
Prinsip Fisikologis
Kerusakan cincin katup
Pada pengisian jantung kebutuhan oksigen
Regurgitasi katup meningkat untuk mempertahankan curah

Perdarahan pada sisi pungsi arteri jantung.Ini dapat terjadi pada waktu dimana
miokard telah iskemi dan perfusi arteri koroner
Perforasi ventrikel kiri
tidak mampu memenuhi kebutuhan
Hipotensi berat oksigen.sebagai hasilnya kinerja ventrikel kiri
menurun bahkan berlanjut mengakibatkan
Iskemi sementara
penurunancurah jantung.tampa penghentian
52
siklus ,syok kardiogenik akan terjadi.siklus ini ventrikel.pengempesan balon didalam
dapat diputuskan dengan PBIA dengan aorta,segera sebelum sistol ventrikel,tekanan
meningkatkan tekanan akar aorta selama diastol akhir diastolic aorta bawah yang menurunkan
melalui pengembangan balon.dengan impedans.sejumlah besar oksigen diperlukan
peningkatan tekanan akar aorta,tekanan perfusi selama siklus jantung adalah untuk menciptakan
arteri koroner akan ditingkatkan.Terapi efektif afterload.dengan menurunnya impedans,beban
untuk pasien gagal jantung kiri juga melibatkan kerja ventrikel menurun dengan cara ini PBIA
penurunan kebutuhan oksigen miokard.empat dapat juga menurunkan kebutuhan oksigen
determinan utama dari kebutuhan oksigen jantung secara efektif.
miokard adalah :
Preload
1. afterload
Preload adalah volume atau tekanan di ventrikel
2. preload
pada akhir diastole. pasien dengan gagal
3. kontraktilitas
ventrikel kiri ikut mengalami peningkatan
4. frekwensi jantung
volume di ventrikel pada saat distolik akhir
terapi kontrapulasi pompa balon intra aortic
karena ketidak mampuan jantung untuk
dapat mempengaruhi semua faktor
memompa secara efektif.keadaan ini bila
diatas.konterpulasi PBIA akan menurunkan
berlebihan meningkatkan preload juga
afterload secara langsung dan akan
meningkatkan beban kerja jantung.terapi PBIA
mempengaruhi tiga determinan lain secara tidak
membantu menurunkan preload yang berlebihan
langsung saat fungsi jantung membaik.
pada ventrikel kiri dengan menurunkan
Afterload impedans untuk ejeksi.Dengan menurunkan
impedans,terjadinya aliran darah yang lebih
Afterload adalah jumlah tegangan otot yang
efektif.
harus diciptakan oleh ventrikel untuk
meningkatkan tekanan Kontraktilitas
intraventikular.memungkinkan ventrikel untuk
Kontraktilitas menunjukan kecepatan dan
mengatasi impedans pada pemompaan,PBIA
kekuatan kontraksi selama sistolik.Pada
juga membantu jantung kiri pada
kegagalan, kontraktilitas ditekan.Status biokimia
impedans.Impedans untuk ejeksi disebabkan
miokard secara langsung mempengaruhi
oleh katup aortic,tekanan akhir diastolik aorta
kontraktilitas.kontraktilitas ditekan bila kadar
dan tahanan pembuluh darah.dengan impedansi
kalsium rendah,kadar katekolamin rendah dan
yang lebih besar afterload meningkat dan lebih
bila iskemi terjadi sehingga mengakibatkan
banyak oksigen diperlukan
asidosis.konterpulasi pompa balon intra aortic
53
dapat meningkatkan suplai oksigen yang Dua penggunaan utama dari terapi PBIA adalah
kemudian menurunkan iskemi dan untuk mengobati syok kardiogenik setelah infark
asidosis.dengan cara ini PBIA dapat miokard dan untuk gagal ventrikel kiri akut
memperbaiki kontraktilitas dan fungsi jantung setelah operasi jantung dan digunakan untuk
lebih baik. pasien dengan kondisi patofisilogi jantung
antara lain:
Frekwensi jantung
1. Syok kardiogenik setelah infark akut
Frekwensi jantung adalah determinan utama dari
2. Gagal ventrikel kiri pada pasien pasca
kebutuhan oksigen karena frekwensi
operasi jantung
menentukan besarnya jumlah berapa kali
3. Angina unstable berat
permenit tekanan tinggi harus diciptakan selama
4. Defek septum ventikel pasca infark atau
sistol.pada gagal ventrikel akut seseorang tidak
reguritasi mitral
mampu mempertahankan curah jantung dengan
5. Syok septic
meningkatkan volume darah yang dipompakan
6. Bedah umum untuk pasien dengan
pada tiap denyutan karena kontraktilitas ditekan.
penyakit jantung
Curah jantung = isi secukup x 7. Jembatan ke transplantasi jantung
Frekwensi jantung
Syok kardiogenik
Gambaran peralatan
Penanganan syok kardiogenik sangat rumit dan
Kateter balon intra aortic dibuat dari bahan mortalitasnya masih tinggi.syok kardiogenik
poliretan yang cocok dengan jaringan hidup. akan meningkat kira kira 15% pada pasien infark
Poliretan juga digunakan untuk membuat balon miokard.Timbulnya syok kardiogenik dipastikan
yang terdapat pada ujung akhir keteter.Kateter oleh criteria sebagai berikut :
mempunyai lumen tengah dimana tekanan aorta
Sindrom curah jantung rendah
dapat diukur dari ujung balon atau dengan
Indeks jantung 2,0 L/menit/m2 atau
menggunakan kawat pembimbing yang
kurang
ditempatkan di tengah balon dan tidak ada
Tekanan darah sistolik kurang dari 80
lumen tengah.
mm Hg atau kurang dari 100mm
Hgpada pasien yang sebelumnya telah
hipertensi
Haluaran urin kurang dari 20 ml/jam
Indikasi Pola pola respons

54
Terdapat tiga respon umum terhadap terapi PBIA beresiko tinggi yang sama.pada situasi ini
antara lain: pemeriksaan katerisasi jantung umumnya diikuti
dengan tindakan operasi jantung darurat.pasien
1. Pasien pertama akan mencapai
dalam kategori ini meliputi mereka yang
stabilisasi status hemo dinamik dan
memiliki angina unstable angina pasca infark
bertahan hidup dengan dukungan terapi
dan defek septum ventrikel pasca infark atau
medis dan PBIA.
regurgitasi mitral akibat kerusakan otot papilar
2. Pasien kedua akan berlanjut mengalami
jantung yang akan menyebabkan kegagalan
penyimpangan dengan dukungan PBIA
jantung.terapi konterpulasi pompa balon intra
dan akn meninggal karena syok
aortic telah berhasil digunakan untuk
kardiogenik yang tak dapat diatasi .
mengontrol beratnya angina pada pasien yang
3. Pasien kelompok ketiga akan menjadi
sebelumnya gagal dengan terapi
tergantung pada pemakaian PBIA untuk
medis.penggunaan terapi PBIA pada pasien
mendukung sirkulasi.
gagal jantung setelah ruptur septum ventrikel
Kegagalan ventrikel kiri pasca operasi
atau katup mitral tidak kompeten dapat
Terdapat dua kondisi utama yang dapat membantu dalam meningkatkan aliran
menyebabkan kegagalan pompa jantung pasca darah,yang akan menurunkan pirau melalui
operasi : defek septum dan penurunan jumlah regurgitasi
mitral.
1. Disfungsi ventrikel kiri pra operasi
2. Cedera miokard intra operasi . Syok septic
Terapi konterpulasi pompa balon intra aortic
Aplikasi PBIA lainnya untuk mendukung pasien
dapat digunakan untuk menyapih pasien pasien
dengan syok septic.pasien ini mengalami
dari bypass kardiopulmonal dan untuk memberi
tahanan pembuluh darah sistemik yang sangat
bantuan sirkulasi pasca operasi sampai
rendah karena vasodilatasi yang disebabkan oleh
pemulihan ventrikel kiri terjadi.
endotoksin.pasien dengan syok septic harus
Bedah jantung risiko tinggi mempertahankan curah jantung yang sangat
tinggi.terapi konterpulasi pompa balon intra
Terapi konterpulasi pompa balon intra aortic
aortic telah digunakan ketika dukungan
telah digunakan pada pasien bedah jantung
vasopresor tradisional gagal untuk
risiko tinggi untuk induksi anestesi yang lebih
mempertahankan tekanan arteri rerata.dukungan
aman.terapi konterpulasi pompa balon intra
pompa balon intra aortic diajurkan oleh beberapa
aortic juga dapat digunakan selama prosedur
praktisi untuk membantu mempertahankan
katerisasi jantung pada kelompok pasien

55
tekanan darah dan meningkatkan perfusi koroner memerlukan insisi median sternotomi,ini yang
bila dukungan tradisional gagal. sangat dibatasi untuk pasien bedah jantung yang
dadanya telah terbuka untuk pembedahan.bila
Bedah umum pasien risiko tinggi
telah ditempatnya,kateter dihubungkan ke unit
Aplikasi PBIA lainnya adalah utuk pasien mesin yang memiliki 3 komponen dasar yaitu:
kardiovaskular risiko tinggi yang menjalani
1. sistem pemantauan
operasi bedah umum beberapa pasien penyakit
2. mekanisme penpelektronik
jantung iskemi risiko tinggi selama anestesi
3. sistem pengendali yang menggerakkan
umum.untuk membantu mempertahankan
gas keluar dan kedalam balon.
tekanan perfusi arteri koroner adekuat selama
sistem pemantauan memiliki kemampuan untuk
prosedur.
mendisplai EKG pasien dan menunjukkan
Kontraindikasi bentuk gelombang arteri yang merupakan efek
dari pengembangan dan pengempasan balon.
Kontra indikasi yang dihubungkan dengan
penggunaan terapi PBIA antara lain:

1. .katub aorta tidak kompeten


2. penyakit oklusif vaskuler perifer berat.
3. tandur baypass aorta femoral atau aorta
iliaka sebelumnya. Pengaturan waktu
4. aneurisme aortic.
Langkah pertama untuk mengatur ketepatan
waktu pemompaan balon adalah
mengindentifikasi awal sistol dan diastole pada
Prosedur
bentuk gelombang arteri.dan terdapat dua fase
Posisi balon yang tepat di aorta torakal dibagian untuk sistolik :
distal terhadap arteri subklavia kiri dan
1. kontraksi isovolumik
proksimal terhadap arteri renalis.pemasangan
2. ejeksi
kateter dapat dicapai melalui tandur Dacron
Takik dikrotik digunakan sebagai acuan
yang telah di anastomosekan baik dengan arteri
pengaturan waktu untuk menentukan kapan
femoralis atau aliaka.metode yang paling
pengembangan balon terjadi.pengembangan
digunakan untuk penempatan kateter adalah
tidak boleh terjadi sebelum takik karena sistolik
pemasangan kateter perkutan menggunakan
belum selesai.setelah katub aorta menutup,dua
teknik seldinger adalah dengan pemasangan
fase diastole mulai::
langsung kedalam aorta torakal.karena ini
56
1. relaksasi isovolumik tajam dan sejajar gerakan keatas dari
2. pengisian tentang ventrikel sistolik.lekukan selalu pada garis lurus.
pengembangan balon harus berlangsung selama 4. Langkah keempat pengempesan harus
diastole,segera sebelum gerakan ke atas sistolik terjadi segera sebelum
tajam berikutnya pada bentuk gelombang arteri sistolik,menyebabkan penurunan tiba
tiba pada tekanan akhir diastolic
Interpretasi hasil
aorta.pengempesan ini memindahkan
Pengkajian bentuk gelombang kira kira 40cc volume,tergantung pada
ukuran balon.
1. Langkah pertama dalam pengkajian
5. Langkah kelima jika afterload telah
pengaturan waktu adalah kemampuan
menurun,puncak tekanan sistolik
mengenali mulainya sistol dan diastole
berikutnya akan lebih rendah dari
pada bentuk gelombang arteri.dan lima
puncak tekanan sistolik unassisted.hal
kriteria yang dapat digunakan untuk
ini menunjukan bahwa ventrikel tidak
mengukur keefektifan dari PBIA pada
perlu mengeluarkan tenaga sebesar
bentuk gelombang tekanan arteri untuk
tekanan untuk mengatasi impedans
mengevaluasi bentuk gelombang secara
untuk ejeksi.
efektif.gambaran tekanan anassisted
Sistem kardiovaskular
pasien harus ditunjukkan bersamaan
dengan gambaran tekanan assisted dan Pengkajian ini meliputi tanda
hal inidapat dicapai melalui vital,curah,jantung,irama dan keteraturan
penyelarasan unit sehingga balon jantung.haluaran urin,warna,perfusi,dan status
mengembang dan mengempis pada mental pasien.
setiap denyutan berikutnya
Tanda vital
2. Langkah kedua menggunakan criteria
pertama ,takik dikrotik pasien harus Tiga tanda vital yang penting pengaruhnya
diindentifikasi dan pengembangan terhadap PBIA adalah frekwensi
sebelum takik dikrotik akan jantung,TAR,PCWP.karena pengaturan waktu
memperpendek sistol secara tiba tiba pompa balon tergantung pada frekwensi
dan meningkatkan volume ventrikel saat jantung,bervariasinya frekwensi jantung dapat
ejeksi terhenti mempengaruhi fungsi pompa balon secara
3. Langkah ketiga lekukan gerak keatas bermakna.tekanan darah arteri rerata harus
sistolik dan tambahan diastolic harus membaik dengan bantuan PBIA
dibandingkan lekukan diastolic harus efektif.perubahan TAR secara tiba tiba

57
memerlukan evaluasi yang cepat untuk tersebut juga merupakan indikasi penurunan
pengaturan waktu dan kemudian dilakukan curah jantung.perhatian khusus harus diberikan
pengkajian tanda tanda vital lainnya.PCWP pada nadi radialis kiri.penurunan,tidak ada atau
merupakan parameter yang penting untuk perubahan karakter nadi radialis kiri dapat
memantau status cairan.ini akan memberikan menunjukan bahwa balon telah masuk sampai
indikasi awal adanya kekurangan atau kelebihan aorta atau mungkin sebagian menghambat arteri
cairan.pembacaan tekanan darah memerlukan subklavia kiri,atau telah masuk kedalam arteri
pertimbangan khusus.karena balon mengembang tersebut.adanya kateter balon arteri femoralis
selama diastole,tekanan puncak diastole dapat atau iliaka mempredisposisikan pasien pada
lebih tinggi daripada tekanan puncak kerusakan sirkulasi dari ekstrimitas yang
sistolik.tekanan ini dapat dibaca dari rekaman terlibat.kamulasi ekstremitas dengan kateter
strip bentuk gelombang arteri.kebanyakan unit perlu dipertahankan tidak bergerak secara
PBIA model baru mempunyai system pemantau relative.fleksi panggul dapat melipat kateter dan
yang dapat membedakan sistol dari puncak merusak pemompaan balon.fleksi panggul juga
distol. menambah penurunan perfusi ke ekstremitas
distal.ekstremitas harus diperiksa tiap terhadap
Irama dan keteraturan jantung
nadi,warna dan sensasi.
Disritma tak teratur dapat menghambat terapi
System pernapasan
PBIA efektif karena pengaturan waktu diatur
berdasarkan keteraturan interval RR pada Banyak pasien dengan terapi PBIA
EKG .gambaran keamanan dari semua unit membutuhkan intubasi dan bantuan
pompa balon adalah pengembangan otomatis vetrilator.banyak yang mengalami insufisiensi
dari balon untuk kompleks QRS pernapasan sebagai sebagai akibat dari kelebihan
premature.pasien yang mengalami irama cairan yang berhubungan dengan gagal
bigeminal akan kehilangan 50% bantuan balon. jantung.pada beberapa pasien yang
diintubasimemiliki resiko tinggi terjadinya
infeksi saluran pernapasan.imobilisasi relatife ini
dapat meningkatkan resiko terjadinya atelektasis
pengubahan tepat sepanjang ekstremitas pada
Observasi lain
kateter balon dipertahankan lurus.ini dapat
Haluaran urine,warna,perfusi,dan status mental menolong untuk menggunakan penopang lutut
seluruhnya.parameter pengkajian yang penting pada ekstremitas yang terganggu untuk
untuk menentukan kekuatan curah mengingatkan pasien agar tidak menekuk daerah
jantung.adanya penyimpangan dari tanda tanda panggul,untuk alasan yang serupa.kepala tempat
58
tidur tidak boleh ditinggikan lebih dari 30.selain menjelaskan keadaan disekeliling pasien dan
itu peninggian dapat menyebabkan kateter prosedur yang dilakukan.tujuannya untuk
bergerak masuk keaorta.beberapa pasien membuat mereka merasa aman dilingkungan
mungkin membutuhkan pengangkatan horizontal mereka dan untuk menurunkan ansietas.anggota
untuk menempatkan film radiografi dada bila keluarga perlu disiapkan pada saat kunjungan
ronsenogram portable diperlukan pertama setelah pemasangan balon.persiapan
yang baik membantu mereka dapat menghadapi
Sistem ginjal
situasi yang penuh dengan stress dan dapat
Pasien dalam keadaan syok kardiogenik memberikan dukungan bagi pasien.komunikasi
memiliki resiko mengalami gagal ginjal yang lembut dengan keluarga sangat penting.Hal
akut.pada keadaan syok ginjal mengalami akibat ini menolong mereka dapat
dari keadaan hipoperfusi.haluaran urine dan menginterprestasikan situasi secara nyata dan
kualitasnya harus dipantau secara ketat.kadar mengubah pandangan kondisi pasien dengan
urea nitrogen darah dan kreatinin dimasukkan makna yang tepat.keluarga juga memiliki
dalam pemeriksaan laboratorium harian untuk tanggung jawab untuk membuat keputusan
memantau fungsi ginjal.ada baiknya untuk mengenai perawatan pasien.pasien sakit kritis
memeriksa klirens kreatinin selain kreatinin sering mengalami sulit tidur.
serum.klirens kreatinin akan menandakan
Parameter lain
disfungsi ginjal dan kemungkinan gagal ginjal
lebih dini daripada peningkatan kreatinin Nutrisi harus dipertimbangkan sejak awal untuk
serum.kondisi penurunan haluaran akut yang meningkatkan proses penyembuhan dan
sangat dapat mengindikasikan bahwa kateter kekuatan.hiperalimentasi dapat dicapai untuk
telah terpindah kebawah aorta dan menghambat memberikan nutrient nutrisi dan vitamin vitamin
arteri renalis. esensial.pemberian makanan melalui selang juga
perlu dipertimbangkan bagi mereka yang dapat
toleran terhadap selang.

Infeksi adalah masalah utama pada pasien yang


Masalah psikososial lemah oleh karena itu sangat penting untuk
mempertahankan teknik steril khususnya yang
Pemasangan balon biasanya tidak direncanakan
berhubungan dengan balutan diatas sisi keluar
merupakan prosedur drurat karena kondisi
kateter balon.pada pasien dengan tandur Dacron
menyimpang.pemantauan yang berlebihan
dibawah jaringan subkutan,risiko infeksi luka
menakutkan baik untuk pasien dan
meningkat.
keluarga.setiap usaha harus dilakukan untuk
59
Penyapihan jam.jumlah minimal waktu harus 30
menit.
Indikasi untuk penyapihan
2. Turunkan tambahan diastolic.ini akan
Penyapihan pasien dari bantuan balon umumnya mengakibatkan penurunan tekanan akar
dilakukan 24 sampai 48 jam setelah aorta,yang harus ditoleransi oleh pasien
pemasangan.Indikasi untuk penyapihan dari yang telah siap untuk penyapihan.
terapi PBIA antara lain: Pengangkatan kateter balon

Stabilitas hemodinamik indek Sebelum diangkat pasien diberi heparin jika ia


jantung 2 L/menit PCWP 20 mm belum memperoleh terapi antioagulan,tujuan
Hg prosedur ini adalah untuk mengangkat adanya
Kebutuhan minimal untuk pembentukan bekuan yang mungkin ada dan
dukungan vasopresor untuk mencegah komplikasi tromboboli.bila

Terbukti fungsi jantung adekuat tandur telah digunakan ini diangkat dan

nadi perifer baik haluaran urin arteriotomi ditutup dengan piringan vena Dacron

adekuat tidak ada edema paru atau safena.piringan mengamankan hemostasis

perbaikan status mental. atau iliaka.pengangkatan tandur dilakukan

Terbukti perfusi koroner baik tidak diruang operasi,sedangkan pengangkatan kateter

ada ektopi ventrikel tidak ada yang dipasang secara perkutan dapat dilakukan

iskemi pada EKG ditempat tidur pasien.setelah pengangkatan

Insufisiensi vascular berat pasien perlu pengkajian yang sering terhadap


perfusi ke ekstremitas distal.
Kebocoran balon
Penyimpangan,kondisi tak dapat Komplikasi
pulih
Sindrom kompartemen

Pasien yang dengan konterpulsasi pompa balon


intra aortic perlu dipantau terhadap terjadinya
Pendekatan untuk penyapihan aliran darah yang buruk pada ekstremitas yang
dipasang kanul,yang dapat menimbulkan
Penyapihan dapat dicapai dengan melakukan sindrom kompartemen.sindrom kompartemen
berbagai kombinasi pendekatan antara lain: disebabkan oleh peningkatan tekanan jaringan
pada satu kompartemen dari ekstremitas bawah
1. Secara bertahap menurunkan rasio yang digunakan.Tulang,otot,jaringan saraf dan
assist,pasien dapat dibantu pada pembuluh darah semua tertutup oleh membran
fibrosa yang disebut fasia dan area
penurunan awal selama 4 sampai 6 tertutup.pasien PBIA yang ekstremitasnya
iskemi terjadi karena penurunan aliran kapiler
60
yang dapat menyebabkan kerusakan selular dan penempatan lead. Henti jantung karena fibrilasi
kapiler yang menimbulkan peningkatan ventrikel atau asistol tidak akan menimbulkan
permeabilitas kapilar. picuan pada PBIA.mesin tersebut dapat
dimatikan akan tetapi tidak boleh dibiarkan mati
Perubahan jumlah darah lebih dari 5 menit Karena ini mungkin akan
menyebabkan agregasi trombosit dan
Penurunan sirkulasi trombosit pada 24 jam
pembentukan thrombus pada balon.takikardi
pertama PBIA dan penurunan minimal pada
juga dapat merusak kemampuan pemompaan.
jumlah sel darah merah.insiden yang rendah dari
kebocoran dan rupture balon.komplikasi ini Masalah balon
dapat diakibatkan dari pengembangan balon
terhadap kalsifikasi.plaque aterosklerosis pada Sejumlah kecil gas secara normal akan berdifusi
aorta.ganguan ini pada permukaan balon keluar dari balon.beberapa unit dapat melakukan
mungkin sekecil lubang jarum atau mungkin ini secara otomatis,sedangkan alat lain
robekan yang lebih besar. membutuhkan pengisian balon secara manual
oleh perawat.difusi gas yang normal hanya 1
Infeksi sampai 2 cc/jam.Ruptur balon utama terdeteksi
dengan kerasnya darah yang kembali keselang
Komflikasi pada pemasangan kateter adalah
ini adalah indikasi yang mematikan
kemungkinan infeksi pada sisi
PBIA,karena pembentukan trombus akan terjadi.
pemasangan,namun keuntungan PBIA lebih
besar daripada resiko yang berhubungan dengan Masalah vakum
penggunaan untuk pilihan pasien yang tepat.
Vakum bertanggung jawab pada pengempesan
Masalah lain balon.adanya penurunan pada vakum akan
mempengaruhi kemampuan balon untuk
Pemasangan kateter dalam mengatasi penyakit
mengempis.hilangnya tekanan dari pompa
aterosklerotik pembuluh darah berat dapat
kompresor akan mempengaruhi pengembangan
mengakibatkan perforasi arteri atau
efektif.adanya kerusakan pada system
oklusi.diseksi iatrogenic aorta insufesiensi
pengendali (vakum atau kompresor)
arteri.neuropati pada ekstremitas yang dikateter
menunjukan bahwa unit perlu diganti.
adalah komplikasi lain yang dilaporkan.

Rencana asuhan keperawatan


Troubleshooting
Rencana asuhan keperawatan pasien yang
Masalah konduksi
menjalani adalah :
Artifak EKG akan mempengaruhi kemampuan
Diagnosa keperawatan
unit untuk mengenali adanya picuan atau
gelombang R mengakibatkan bantuan Risiko tinggi penurunan curah jantung yang
menyebabkan pengempesan balon secara berhubungan dengan tidak tepatnya atau tidak
automatis.jika amplitude gelombang R efektifnya pengaturan waktu PBIA
terlampau rendah untuk memicu secara
efektif,ini dapat diperbaiki dengan mengubah Kriteria hasil /tujuan pasien
61
Mempertahankan stabilitas hemodinamik yang Pasien menunjukkan nadi perifer teraba dengan
tunjukkan dengan bentuk gelombang yang tepat. kulit hangat,kering, dan warna normal.

Intervensi keperawatan Intervensi keperawatan

1. Atur rasio assist 1:2 dan periksa 1. Catat kualitas nadi perifer sebelum
pengaturan waktu PBIA yang benar pemasangan PBIA.
tiap jam. 2. Kaji dan catat nadi perifer,suhu dan
2. Catat pengaturan PBIA tiap jam warna kulit setiap jam.
untuk menggambarkan 3. Beri tahu dokter bila terjadi penurunan
kecenderungan dan perbaikan. nadi.
3. Evaluasi ulang pengaturan waktu 4. Pertahankan pemberian antikoagulasi
adanya peningkatan atau penurunan pada batas yang ditentukan.
pada frekwensi jantung lebih besar 5. Pertahankan kepala tempat tidur pada
dari 10 denyut/mnt. sudut 15 atau lebih rendah untuk
4. Pertahankan volume balon yang menghindari fleksi panggul,yang dapat
sesuai. menyumbat aliran darah distal pada kaki
5. Isi ulang balon tiap 2 4 jam sesuai yang terkanulasi.
kebutuhan.gunakan bentuk pengisian 6. Pertahankan kaki dengan kanulasi dalam
automatis bila ada. posisi lurus untuk menghindari fleksi
6. Pertahankan bentuk gelombang arteri panggul.restrain atau topang sesuai
yang baik untuk memungkinkan kebutuhan.
evaluasi pengaturan waktu.beri tahu 7. Pertahankan gerakan balon untuk
dokter bila garis awal gagal sehingga mencegah pembentukan thrombus pada
garis baru dapat dimasukkan. balon.
7. Kurangi atau hilangkan situasi yang 8. Bantu pasien melakukan fleksi dan
akan mempengaruhi kemampuan ekstensi mata kaki tiap jam untuk
PBIA untuk mempertahankan rasio meningkatkan aliran vena balik dan
assist yang tepat. mencegah statis vena dan potensial
- Pertahankan sinyal gambaran trombosis vena dalam.
EKG adekuat. 9. Segera evaluasi perfusi perifer bila
- Waspadakan dokter jika pasien mengeluh nyeri kaki/telapak
irama jantung tak teratur atau kaki.
takikardia cepat terjadi .
- Lakukan pacu jantung atau
berikan obat antiaritmania Diagnosa keperawatan
sesuai pesanan.
8. Hindari fleksi panggul,yang dapat Risiko tinggi kerusakan pertukaran gas:yang
mengganggu gerakan gas masuk dan berhubungan dengan imobilisasi,sedasi dan
keluar kateter PBIA. sekresi

Kriteria hasil /tujuan pasien


Diagnosa keperawatan
Oksigenasi kembali normal,ditandai dengan
Risiko tinggi perubahan perfusi perifer:menurun analisa gas darah.
yang berhubungan dengan kerusakan sirkulasi di
ekstremitas bawah berhubungan dengan adanya Intervensi keperawatan
kateter,emboli atau trombosis.
1. Auskultasi bunyi napas tiap 2 4 jam
Kriteria hasil /tujuan pasien dan catat.

62
2. Kaji pasien dengan membersihkan jalan - organ tubuh.ventrikel kiri diby-pass secara
napas dari sekresi dengan batuk atau total dan tidak perlu menghasilkan tekanan yang
penghisapan sesuai kebutuhan. tinggi sebagaimana biasanya.pompa yang umum
3. Jika diintubasi,lakukan penghisapan
digunakan adalah pompa sentrifugal biomdicus.
sedikitnya tiap 2 jam.
4. Ubah posisi pasien tiap 2 jam. Pompa pulsatil
5. Penuhi pesanan untuk pemeriksaan nadi
oksitemtri bila pasien mempunyai gas Pompa pulsatil dapat ditanam secara temporer di
darah abnormal,sekresi berlebihan atau
abdomen atau diluar tubuh.darah secara
kesulitan pernapasan.
Alat Bantu ventrikel lain langsung dipompakan melalui selang yang
diletakkan diatrium kiri atau apeks ventrikel kiri
Deskripsi keaorta asenden.pompa pulsatil mempunyai
katup inflow dan outflow yang mempertahankan
Terapi konterpulasi pompa balon intra aortic darah mengalir kearah depan.saat darah mengalir
mampu meningkatkan curah jantung pasien kedalam pompa,memenuhi kantong darah yang
hanya 8% sampai 12%.terdapat tiga tipe ABV berada dalam kotak kaku didalam pompa.bila
yang umum digunakan akhir akhir ini,yaitu sudah penuh kantung darah akan kolaps baik
pompa sentrifugal,yang paling banyak dan oleh mekanisme pnematik atau elektrik dan
pompa pulsatil yang dikendalikan baik dengan mendorong darah keluar dari kantong dan
system pnematik atau elektrik.pada kelompok kembali kedalam selang.cara kerja ini
terakhir,tidak umum bagi pasien untuk menggambarkan tekanan darah sistolik.contoh
menunggu lebih dari 30 hari. dari pompa pulsatil adalah pompa pierce
donachy thoratec.pompa elektrik yang umum
digunakan dan dapat ditanam adalah novacor
system alat Bantu ventrikel kiri.

Pengkajian dan penatalaksanaan

Prinsip prinsip fisiologi Semua pasien dengan ABV mempunyai isu


pelaksanaan keperawatan.perdarahan adalah
Pompa sentrifugal masalah umum pada pasca pemasangan pasien
juga harus diberikan antikoagulan untuk
Cara kerja pompa sentrifugal yaitu membawa
mencegah pembentukan thrombus pada
darah dari atrium kiri melalui sebuah kanula
pompa,selang,dan ventrikel yang sedang
kepompa yang berada diluar tubuh.darah
diistirahatkan.adanya pompa diluar tubuh maka
didalam pompa diputar dengan kecepatan tinggi
sangat berisiko tinggi mengalami infeksi.teknik
oleh kipas pemutar yang dikendalikan oleh alat
aseptic yang baik saat mengganti balutan dan
pemutar dari magnet.makin cepat magnet
observasi daerah luka serta tempat pengeluaran
berputar,makin banyak energi penggerak yang
selang sangat penting bagi perawat.untuk
dialirkan kedalam pompa,yang mendorong darah
mencegah dan mengenali secara dini adanya
mengalir kedepan,kembali kepasien.darah
infeksi.karena pasien ini telah mengalami
mengalir kembali aorta asenden melalui selang
intervensi pembedahan mayor,penatalaksanaan
terpisah lainnya.pompa jenis ini menciptakan
nyeri akan menjadi fokus keperawatan mayor
aliran darah linear tanpa adanya sistol atau
selama beberapa hari permulaan penggunaan
diastole.tekanan arteri dipertahankan terus
bantuan.isu tersebut meliputi potensial
menerus pada batas optimal untuk perfusi organ
63
terbentuknya thrombus dan potensial timbulnya Darah autolog
masalah yang berhubungan dengan
mobilisasi,gangguan sensasi,gangguan pola Darah autolog dipertimbangkan tipe darah yang
tidur,dan tidak adekuatnya masuk nutrisi. paling aman untuk transfusi pada kebanyakan
pasien untuk berbagai alasan,termasuk
Deskripsi menghilangkan transmisi penyakit dan reaksi
transfusi.selain itu kualitas darah autolog secara
Transfusi darah autolog adalah proses morfologis,fisiologis,dan biokimia mempunyai
pengumpulan,penyaringan,dan infuse ulang kelebihan dibandingkan darah
darah milik pasien sendiri .tujuan autotransfusi homolog.trombosit dalam darah autolog dapat
adalah menghindari atau mengurangi kebutuhan dipertahankan tetap serupa dengan fungsi dan
meminjam darah dari bank darah dan jumlah trombosit normal sedangkan trombosit
kemungkinan komplikasi yang timbul.karena dalam darah yang disimpan tidak dapat bertahan
perdarahan pascaoperasi pada pasien yang dalam waktu 24 jam.eritrosit autotransfusi segar
menjalani bedah jantung torak dapat memiliki waktu hidup yang hampir
signifikan,pascaoperasi serta system autotranfusi normal.darah autolog memiliki waktu
intraoperasi dikembangkan pada penatalaksaan tromboplastin parsial darah kalium dan kadar
kardiovaskular perioperasi autotransfusi amonia yang normal dan mendekati suhu
digunakan secara luas pada bidang lain dengan tubuh.transfusi darah autolog memiliki insiden
kebutuhan penggantian volume darah yang besar yang sangat rendah untuk mengalami infeksi
seperti perawatan trauma.kemajuan terbaru bakteri pascaoperasi dibandingkan dengan
meliputi penggunaan autotransfusi pada mereka yang menerima transfusi homolog.hal
prosedure ortopedi seperti fraktur tulang pinggul ini disebabkan karena rendahnya mekanisme
menyambung spinal dan prosedur artroplasti sekunder host terhadap perbedaan imunologi
panggul lutut dan bahu yang membutuhkan antara donor dan resipien transfuse
transfusi darah rata rata lebih dari 1 unit. homolog.darah yang didefibrinogenasi diaspirasi
dari mediastinum,seperti saat drainase
Prinsip fisiologi
hemotoraks atau setelah tindakan perbedaan
Darah homolog yaitu hilangnya fibrinogen dengan
memperpanjang waktu protrombin(aktivitas
Transfusi darah homolog adalah pemindahan 30%-50% dari normal)dan waktu tromboplastin
atau trasplantasi jaringan hidup dari satu orang parsial serta meningkatkan kadar produksi
ke orang lain seluruh produk darah homolog pemecahan fibrin.hemolitis efek utama dari
membawa risiko transmisi penyakit dan reaksi sitem autotransfusi menyebabkan menurunnya
transfusi.reaksi dan transfusi homolog yang hematokrit,meningkatkan hemoglobin seru dan
dapat terjadi paling sedikit 10 sampai 15 ml urin dan menyebabkan akumulasi sisa-sisa
darah incompatible meliputi reaksi hemolitik eritrosit.
penyakit host-versus-tandur yang ditimbulkan
oleh Gambaran peralatan
transfusi,hemaglobinuria,purpura,demam,kelebi
Berbagai macam system transfusi darah autolog
han beban
(STA)tersedia untuk autotransfusi whole blood
sirkulasi,tromboflebilitis,urtikaria,hiperkalemia,
dan komponen autotransfusi(dicuci atau
hemaglobinuria yang asimptomatik,edema
diproses).autotransfusi whole blood lebih sering
paru,dan alergi serta reaksi anafilatik.
digunakan pada pasien dalam keadaan
64
darurat/trauma dan penatalaksanaan Penghematan bank darah
pascaoperasi pasien kardiovaskular.unit
Keefektifan biaya
autotransfusi drainase dada steril digunakan
untuk mengumpulkan whole blood dari
mediastinal atau rongga pleura setelah Keamanan
pembedahan dan setelah evakuasi hemotoraks
dalam situasi darurat.waterseal biasanya diatur Risiko penyakit karena donor darah seperti
untuk memberikan tekanan negative sebesar 20
AIDS hepatitis,malaria,sifilis,sitomegalovirus
cm air secara konstan pada rongga
toraks,memberikan kepastian visual adanya dan virus Epstein barr dapat dihindari.
kebocoran udara.darah dari selang dada
melewati sebuah alat penyaring besar didalam Tak adanya antikoagulan
drainase dada untuk mengeluarkan beku-bekuan
dan sisa-sisa debris yang kasar.karena Mengingat semua darah dari bank darah
kehilangan darah mediastinal pascaoperasi mengandung antikoagulan,darah intraoperasidan
biasanya didefrinogenasi jarang dilakukan darah autolog mediastinal yang hilang pada
penambahan antikoagulan regional pada ruang
pascaoperasi biaya sedikit atau tidak sama sekali
penampung.alat pencuci sel umumnya banyak
dipergunakan dalam ruang operasi,bank mengandung antikoagulan.
darah,dan untuk drainase pascaoperasi
ortopedik.alat pencuci sel adalah sebuah alat Ketersediaan darah
sentrifugal yang memisahkan plasma dari sel-sel
darah merah.alat pencuci sel-sel darah merah Karena pencocokan tipe dan pencocokan silang
mengeluarkan 90% sisa-sisa tidak diperlukan pada autotransfusi.darah sering
debris,cairanirigasi,faktor pembekuan yang aktif
kali tersedia dengan segera untuk stabilitas awal
dan komplemen,antikoagulan,hemoglobin
bebas,agregasi,trombosit dan sel-sel darah pasien dan tidak membutuhkan operator atau
merah yang terhemolis.kerugian dari teknik teknik khusus.
pencucian darah meliputi biaya.kompleksitas
dan lambatnya waktu karena bilangnya faktor Reduksi penolakan agama
pembekuan sel-sel darah putih,protein plasma
dan trombosit. Kelompok religius yang percaya bahwa

Indikasi dan keuntungan transfuse dilarang,seperti penganut Jehovah


sering mengijinkan.autotransfusi.
Karena banyaknya indikasi dan keuntungan dari
infusi ulang adalah Keefektifan biaya
Menghilangkan transmisi penyakit
Menghilangkan reaksi transfusi Autotransfusi menghilangkan kebutuhan
Tak adanya antikoagulan pencocokan tipe dan pencocokan silang dan
Ketersediaan
mengurangi atau menghilangkan kebutuhan
Kualitas darah paling terjamin darah bank pada pasien tertentu.
Reduksi penolakan agama

65
Kontraindikasi untuk flebotomi predeposit melakukan tes yang
serupa pada darah autolog seperti pada
Autotransfusi dikontraindikasi pada pasien homolog.pendonoran autolog yang tak
dengan septikemia neoplasma malignan,infeksi digunakan dapat dipindahkan kepengiriman
homolog.pendonoron autolog dibuat dalam
intratoraks,koagulopati dan kegagalan gintal
interval 4 sampai 7 hari,sampai 42 hari.sebelum
tindakan pembedahan.darah dengan sitrat-fosfat-
Neoplasma malignan dekstrosa-adenin dapat disimpan tampa
Infeksi dibekukan selama 35 hari.darah dengan ADSOL
(adenine dextrosel sodium klorida)dapat
Darah terkontaminasi
disimpan tampa dibekukan selama 42 hari.jika
Koagulopati darah autotransfusi simpanan tidak digunakan
Hemolisis berlebihan sampai tanggal kadaluarsa,cairan yang diproses
kembali dapat ditambahkan kedalam darah
Kegagalan ginjal untuk memulihkan DPG dan darah selanjutnya
Prosedur dapat dibekukan.darah autolog beku harus dicuci
dan diimfuskan kembali dalam jangka 24
Flebotomi predeposit : satu atau lebih jam.pemberian suplemen besi peroral biasanya
unit darah dikumpulkan sebelum diperoleh kira kira 1 minggu sebelum
tindakan prosedur pembedahan elektif pendonoran pertama.donor darah autolog harus
untuk reinfus selama atau setelah
dianjurkan untuk banyak minum sebelum atau
prosedur
Autotransfusi intraoperasi : sejumlah sesudah flebotomi.pada beberapa keadaan
darah diaspirasi dari rongga tubuh pemberian cairan IV,pemberian cairan biasanya
selama prosedure pembedahan dan garam faal 0,9 % diberikan untuk mencegah
diimfuskan kembali. hipovolemia pada pasien lansia.kelainan jantung
Flebotomi perioperasi dengan dan pasien kurang berat badan.reaksi yang
hemodilusi : darah dikumpulkan merugikan yang mungkin timbul adalah anemia
sebelum prosedur operasi dan
dan hipovolemia.
penggantian sementara dengan cairan
kristaloid atau koloid dan kemudian Autotransfusi Intraoperasi
diimfuskan kembali.
Autotransfusi perioperasi dan Autotransfusi intraoperasi biasanya berisi
kedaruratan : darah yang hilang dari
kumpulan darah dengan antikuagulan selama
mediastinal diamankan setelah tindakan
pembedaan jantung terbuka dan trauma pembedahan.sel yang diproses dan imfus ulang
hemotoraks dan diifuskan kembali sel yang dicuci,sel darah merah dalam ruang
biasanya sebagai whole blood.drainase operasi.pada pasien tertentu.autotransfusi
luka biasanya dicuci sebelum infuse wholeblood digunakan.sejumlah darah diaspirasi
ulang. dari rongga tubuh selama pembedahan dan
infuskan kembali selama atau setelah
Flebotomi Predeposit
prosedur.prosedur seperti ini sering dilakukan
Satu atau lebih unit whole blood,sel sel darah selama pembedahan toraks dan kardiovaskular
merah,plasmaatau trombosit dikumpulkan juga pada reseksi gestrik hepar,bedah
sebelum prosedur pembedahan elektif dilakukan ortopedi,bedah ginekologi,(untuk rupture akibat
untuk retransfusi pada orang yang sama atau kehamilan ektopik)dan prosedur bedah
setelah prosedur pembedahan.beberapa pusat neuro(menyambung spinal).untuk
66
mempertahankan luka operasi tetap kering Autotransfusi kedaruratan
standar penghisapan autotransfusi.untuk reduksi
hemolisis sekunder terhadap pertemuan antara Autotransfusi kedaruratan dikategorikan sebagai
udara darah,sejumlah darah diaspirasi kedalam autotransfusi pascaoperasi.meskipun paling
system autotransfusi.sel sel yang dicuci umum digunakan untuk
kehilangan kira kira 90% kontaminan yang hemotoraks,autotransfusi kedaruratan juga dapat
adapada wholeblood.asosiasi bank darah digunakan pada cedera paru
amerika menganjurkan bahwa hematorkit dalam primer,hepar,dinding dada,jantung,pembuluh
darah yang dicuci jadi mengandung 50% sampai darah paru,limpa,ginjal,venakava,inferior dan
60% kadar heparin berkurang menjadi 0,1 iliak,portal,dan vena subklavia.karena sumber
sampai 0,2 g/ml.unit sel darah merah dapat pendarahan tidak selalu tampak pada situasi
diimfuskan kembali melalui jalur filter lebih dari kedaruratan,antikoagulan regional paling umum
periode 1,5 sampai 4 jam. CPD,ditambahkan pada alat penampung darah
meskipun darah biasanya ditampung melalui
Autotransfusi Perioperasi dan kedaduratan selang dada kedalam tempat sekali pakai,steril
dengan filter partikel besar (170m) yang telah
Autotransfusi pascaoperasi system drainase dada ditambah dengan CPD.kevakuman 10 sampai
digunakan untuk menampung kehilangan darah 30mm Hg dipertahankan sehingga hemolisis
mediastinal melalui selang dada setelah bedah dapat diturunkan.bila terdapat kehilangan
jantung.darah autolog dapat diimfuskan kembali kevakuman selama penampungan darah.selang
sebagai wholeblood atau darah yang dicuci dada harus diklem dengan segera.kegagalan
sebelum memulai infuse ulang semua udara melakukan ini dapat mengakibatkan
dihilangkan dari system penampung pnemotorak.infus ulang dilakukan bila semua
darah.antikoagulasi biasanya tidak diperlukan darah dikeluarkan dari sisi,bila transfuse segera
karena darah mediastinal didefibrinogen dengan secara klinis diindikasikan,atau bila wadah
kontak dengan permukaan serosa dan kerja penampungan autotranfusi penuh.
denyutan jantung.infus ulang dapat dipercepat
dengan penempatan darah dalam tekanan manset Metode infuse ulang kontinu
pemberian yang dikembangkan sampai
maksimum 150 mm Hg.penggunaan Untuk autotransfusi kontinu,pompa infuse
antikoagulan dapat diindikasikan pada pasien ditambahkan pada sitem intraoperasi atau
dengan kehilangan darah cepat melalui selang pascaoperasi.sistem autotranfusi kontinu
dada,seperti pada pendarahan pascaoperasi atau digunakan paling umum selama periode singkat
hemotoraks. kehilangan volume darah berat.bila digunakan
pada system sel yang dicuci pada intraoperasi
Infuse ulang drainase luka darah yang ditampung pada wabah diinfuskan
kembali secara melalui kontinu melalui filter
System autotransfusi kedaruratan ortopedik mikroagregasi yang ditempatkan dalam ruang
tersedia untuk drainase luka penampungan.darah defibrinogen dapat
pascaoperasi.berbagai drein luka ditempatkan diinfuskan kembali secara langsung dari unit
selama pembedahan tanggul,lutut,dan ruang drainase dada autotransfusi pascaoperasi
spinal.drainase luka sanguinosa biasanya dicuci digunakan untuk penampungan.pompa
sebelum infuse ulang untuk mencegah aktivasi diprogram untuk infuse ulang darah tertampung
trombosit atau komplemen. dialat penampung pertama secara

67
kontinu,sedangkan alat kedua digunakan untuk Menyimpan catatan
penampungan lanjut.
Catatan pasien harus meliputi nilai laboratorium
Antikoagulan regional seperti jumlah trombosit dan hemoglobin jumlah
darah lengkap atau komponen yang dicuci yang
Antikoagulan regional seperti CPD,CPDA- diinfuskan kembali lamanya waktu diantara
1,ACD,ADSOL,Nutricel,Optisol dan kadang penampungan pertama darah autolog dan
kadang heparin ditambahkan pada system selesainya infuse ulang dan pembuangan darah
penampungan selama intraoperasi,pascaoperasi yang tak digunakan.perhatikan tipe dan jumlah
nonkardiovaskular dan system autotransfusi antikoagulan yang digunakan pada reinfus
kedaruratan.sitrat fosfat wholeblood.catat jumlah vakum yang digunakan
dektrosa.antikoagulan yang sama digunakan dan adanya komplikasi yang dihadapi,seperti
pada darah bank (homolog)adalah antikoagulan pembekuan.
yang paling umum digunakan.pasien
kordiovaskular yang dicalonkan pada
autotransfusi intraoperasi sering secara sistemik
mengantikoagulasi selama pembedahan.heparin Antikogulasi
mencegah pembekuan dengan mempengaruhi Antikoagulan regional dapat ditambahkan secara
pembetukan tromboplastin dan trombin.plasma langsung pada system penampungan ATS untuk
yang kaya trombosit biasanya ditransfusikan pecampuran dengan darah yang didapat untuk
setelah penurunan antikoagulasi heparin. mencegah dan meminimalkan pembekuan
Pengkajian dan penatalaksanaan selama pembedahan.setelah penggantian heparin
dengan protamin.dan setelah pembedahan
Tindakan umum selama pendarahan torakal dan evaluasi
traumatic hemotoraks.dosis maksimum yang
Sebelum menggunakan autotranfusi,protokol dianjurkan adalah satu bagian antikoagulan
rumah sakit untuk control infeksi,antikoagulasi terhadap tujuh bagian darah.karena infuse cepat
darah,penampungan,infuse ulang,dan alat ATS darah dengan antikoagulan dapat menyebabkan
dan darah harus ditinjau kembali.praktisi harus toksisitas sitrat dan depresi miokard.pH darah
memeriksa indetifikasi pasien dan semua format dan kadar kalsium serum dianalisa selama infuse
dan label untuk membuat penentuan bahwa cepat dan pasien dimonitor untuk disritma,kram
pasien hanya menerima darah autolog.kesalahan lambung dan kesemutan disekitar mulut.
indetifikasi telah dilaporkan sebagai penyebab
primer reaksi transfusi. Komplikasi

Pemeriksaan laboratorium Transfuse darah autolog terdapat risiko tertentu


yang berhungan dengan prosedur.ini meliputi
Evaluasi laboratorium dilakukan sebelum dan hemolisis,emboli udara,dan
sesudah autotransfusi termasuk partikel,koagulasi,serta
urinalisa,radiografi dada,jumlah darah trombositopenia.mengetahui pemilihan alat
lengkap,kandungan Co2,dan kadar sesuai intruksi pabrik pembuat akan
NA,K,CL,dan Cr serum,glukosa,dan menghilangkan risiko.
NUD.pemeriksaan tambahan pada pasien
tertentu meliputi kadar kalsium,kultur darah,gas Koagulopati
darah arteri dan pielogram IV.

68
Meskipun insidennya kecil koagulopati yang Hindari membersihkan area operasi selama
berhubungan dengan teknik penampungan darah menampung darah
autolog dan infuse ulang,transfuse
multiple,hiportemia dan syok.bila diskrasia atau Hindari penggunaan alat yang mengandung
anomaly pembekuan darah sebelumnya terjadi pengatur pompa
risiko perdarahan dan waktu pembekuan Pertahankan kevakuman dibawah 30mm Hg bila
memanjang ditingkat kan oleh infuse ulang menampung darah dari selang dada dibawah
darah autolog yang mengurangi kebutuhan 60mm Hg bila mengaspirasi dari sisi
factor pembekuaan.infusi cepat darah pembedahan.
diantikoagulasi dapat menyebabkan toksisitas
sitrat dan depresi miokard. Komplikasi

Koagulopati

Penyebab

Troubleshooting Hipotermia,syok,transfuse,multiple

Komplikasi Penurunan kadar trombosit dan fibrinogen.

Koagulasi Trombosit terperangkap difilter.

Penyebab Peningkatan kadar produk robekan fibrin.

Ketidak cukupan tambahan antikoagulan Intervensi

Darah mediastinal tidak didefibrinogen Pasien yang ditransfusi dengan lebih dari 4000
ml darah memerlukan transfuse fresh frozen
Intervensi plasma.
Tambahkan antikoagulan reginal sepert CPD komplikasi
pada rasio 7 :1 antara darah dan CPD.kocok alat
penampung secara periodic untuk Emboli udara dan partikel.
mencampurkan darah dan antikoagulan
regional.periksa penurunan koagulan beri garis Penyebab
batas selang dada PRN.
Debris mikroagregasi
Komplikasi
Emboli udara
Hemolisi
Tidak memberikan obat penetral pada sisi
Penyebab transfuse

Trauma darah sekunder terhadap turbulen atau Intervensi


pompa pemutar
Gunakan filter mikroagregasi 20 sampai 40 m
Intervensi selama infuse ulang

69
Gunakan hanya pompa infuse dengan system Monitor terhadap hipotensi,disritmia,dan
deteksi gelombang. kontraktilitas miokard;bila lebih dari 2000ml
Hilangkan udara dari kantung darah sebelum darah antikoagulan CPD diberikan lebih dari 20
infuse ulang. menit,kasium klorida dapat diberikan secara
Hindari penggunaan darah yang mengandung profilaktik
obat non IV.
Perlambat infuse CPD atau hentikan perbaiki
Beri darah yang dicuci sesuai indikasi.
asidosis,
Komplikasi
Monitor toksisitas dengan gas darah yang sering
Sepsis
dan kadar kalsium serum.
Penyebab
CPD,Sitrat-fosfat-dektrosa;ACD,asam-sitrat-
Kegagalan teknik Aseptic dektrosa
Darah terkontaminasi

Intervensi

Antibiotic sepectrum luas sesuai indikasi


Rencana asuhan keperawatan
Mempertahankan teknik aseptic yang baik.

Reinfus dalam waktu 4 sampai 6 jam Rencana asuhan keperawatan pasien yang
penampungan awal. menerima transfuse darah autolog

Hindari penggunaan darah darah dari area


Diagnosa keperawatan
terinfeksi atau yang diketahui terkontaminasi
seperti feses dan urin.
Kekurangan volume cairan yang berhubungan
Komplikasi dengan perdarahan antikoagulan prosedur bedah
atau komplikasi.
Toksisitas sitrat (jarang dan tak dapat
diperkirakan ) Kriteria hasil/tujuan pasien

Penyebab Tanda vital dipertahankan dalam parameter yang


ada untuk mepertahankan perfusi sistemik
Efek ikatan sitrat pada CPD/ACD pada kalsium
Intervensi keperawatan
Hiperkalemia,hipokalsemia,asidosis,hipertemia,
disfungsi miokard,dan disfungsi hepar atau 1. Monitor dan catat masukan dan keluaran
2. kaji dan laporkan tanda dan gejala
ginjal menghilangkan factor factor.
hipovolemia penurunan TD dan
Intervensi haluaran urin takikardi kelemahan nadi
70
halus keluhan haus penurunan Respon toksik pada antikoagulan akan dicegah
CVP,PCWP.
Intervensi keperawatan
3. Observasi perdarahan dari selang dada.
4. kaji dan laporkan tanda hipovolemia 1. kaji pasien terhadap peningkatan risiko
takikardi dispnea dengan ronkibasah,TD yang disebabkan oleh
normal atau tinggi,saliva.berlebihan dan hiperkalemia,hipokalsemia,asidosis,hipo
berbusa,peningkatan CVP,PCWP. termia,disfusi miokard,dan fungsi hepar
5. Lab Hb dan Hrtiap 4jam atau sesuai atau ginjal.
pesanan. 2. monitor hipotensi,disritmia,dan
Diagnosa keperawatan kontarktilitas,miokard,bila lebih dari
2000 ml darah dengan antikoagulan
Risiko tinggiinfeksi yang berhubungan dengan
CPD diberikan lebih dari periode 20
jalur akses vascular
menit.
Kriteria hasil/tujuan pasien 3. kalsium klorida dapat diberikan secara
profilaktik,sesuai pesanan.
Mencegah infeksi nosokomial
4. perlambat atau hentikan infuse
Intervensi keperawatan CPD,perbaiki asidosis.
5. monitor toksisitas dengan gas darah
1. gunakan tekniksteril ketat selama
yang sering dan kadar kalsium serum.
penampungan dan infuse ulang darah
Risiko tinggi perubahan suhu tubuh yang
autolog
berhubungan dengan darah autolog
2. infuse ulang darah autolog dalam waktu
4 sampai 6 jam dari awal penampungan Suhu tubuh tetap dalam batas normal.
darah
1. pertahankan teknik aseptic pada semua
3. kaji gejala infeksi peningkatan
prosedur.
suhu,peningkatan SDP,eritema,drainase
2. periksa suhu tubuh sebelum dan
pada sisi akses.
sesudah infuse ulang
4. ambil SDP,kulturdarah,sesuai pesanan.
3. periksa dan catat suhu tiap 1 jam.
5. berikan anti biotic,sesuai pesanan.
Diagnosa keperawatan
BAB V
Risiko tinggi keracunan yang berhubungan RESUSITASI JANTUNG-PARU
dengan toksisitas sitrat Deskripsi

Criteria hasil/tujuan pasien

71
Resusitas jantung paru telah digunakan untuk Gambaran tim resusitasi
lebih dari 30 tahun.prosedur didasarkan pada
Resusitasi harus dilakukan dalam satu tim yang
masase jantung eksternal dimulai tahun 1960 terdiri dari orang orang terlatih yaitu
dan menggunakan obat IV yang telah perawat,dokter,teknisi EKG,teknisi
respirator,dan orang yang memindahkan alat
diperbaharui secara terus menerus.beberapa dari
khusus (defibrilator,pacu jantung,dan sel
istilah umum yang berhubungan dengan RJP peralatan khusus)tim tersebut juga harus terdiri
didefinisikan pada paragraph berikut,henti dari anggota secretariat yang dapat melakukuan
kerja bantuan seperti menelepon dan melakukan
jantung adalah penghentian tiba tiba aktivitas
tugas kecil lainnya tetapi merupakan bagian
pompa jantung efektif,mengakibatkan yang penting saat resusitas.anggota penting
penghentian sirkulasi.resusitasnya dengan dalam tim tersebut adalah operator swictcboard
yang harus segera memanggil seluruh anggota
interpretasi bebas adalah perbaikan tanda vital
tim untuk melaksanakan seluruh tugas
oleh cara mekanis,fisikologis,dan lainnya.operator switchboard sering tahu dimana
farmakologis.kematian klinis didefinisikan mereka dapat menemukan dokter kunci dari tim
sebagai tak adanya tanda vital dan kematian tersebut dan dapat memanggil mereka secara
individu.dua factor tambahan penting untuk
biologis disebut sebagai perubahan selular tak
keberhasilan tim.tim harus mempunyai rutinitas
ada pulih kembali seperti ditentukan secara yang pasti tetap dipertahankan paling baru oleh
eksperimen dan klinis,interval antara kematian seluruh anggota.petugas keperawatan dan
anggota nonmedis lainnya harus diperbolehkan
biologis dan klinis kurang lebih 4 menit.
bertindak secara spontan.karena banyak kejadian
henti jantung terjadi diluar lingkungan rumah
Indikasi dan kontraindikasi
sakit,telah dikembangkan tim terlatih di unit
unit mobil yang dapat segera merespon terhadap
Orang yang tidak di resusitasi meliputi yang
panggilan darurat.
mengetahui penyakit terminal dan yang secara
Pengkajian henti jantung
klinis mati lebih dari 5 menit.semua harus
dihargai sebagai calon untuk resusitasi.ingat Pengenalan terhadap henti jantung tergantung
bahwa resusitasi selalu dapat dibatalkan.tetapi pada dijumpainya tanda tanda tak adanya
tidak dapat dimulai setelah tindakan terlambat sirkulasi :
dilakukan.sering digunakan untuk membedakan
kemungkinan derajat vitalitas dan kemungkinan keadaan tidak sadar yang didahului oleh

alasan usia.tetapi ingat bahwa tampa keadaan penurunan mental dalam.

menghiraukan kronologis usia,orang yang sadar Tidak terabanya denyut nadi

dan mampu melakukan percakapan singkat Pupil dilatasi


adalah calon untuk resusitasi kecuali orang Pernapasan minimal atua tidak ada.
tersebut telah menyebutkan dengan jelas Dua hal yang perlu dicatat :
sebaliknya pada adanya saksi mata.
72
1. pupil membutuhkan waktu yang mengauskultasi diatas
cukup untuk dilatasi,yang telah prekordia.
diperkirakan kira kira 45 Prosedur untuk RJP
detik.tetapi dapat memanjang
Pedoman ACLS dikembangkan oleh asosiasi
lebih dari 1 menit.
jantung amerika untuk perawatan kedaruratan
2. Tidak adekuatnya
jantung orang dewasa (algoritme universal dan
pengembangan pernapasan
algoritme pengobatan asistol).terdapat dua
dapat diketahui pada detikawal
situasi dirumah sakit yang memerlukan RPJ :
henti jantung dan ini bukan
menjadi alasan kelambatan pada 1. pasien yang EKG nya dimonitor secara
pengenalan tanda lain. kontinu sperti diunit perawatan koroner
3. Tidak terabanya denyut nadi 2. pasien tidak dimonitor secara kontinu
palin baik ditentukan oleh seprti ruang atau unit keperawatan
palpasi baik pada arteri karotis regular.
atau femoralis.palpasi arteri 3. Untuk pasien yang dimonitor secara
karotis hampir selalu diperoleh kontinu disritmia mematikan alarm,dan
dengan segera,sedangkan bila disritmia adalah fibrilasi ventrikel
palpasi femoralis tidak.palpasi pasien dengan segera didefibrilasi
nadi brakhialis atau radialis setelah dokter dipanggil untuk
kurang bermakna.tidak evaluasi.pada pasien yang tidak
terabanya denyut nadi tidak dimonitor sebaiknya langsung
boleh ditentukan dengan dilakukan tindakan sebagai berikut :
memaksakan atau mendapatkan 1. Hentikan keras pada prekordia
tekanan darah.idealnya Hentikan keras pada prekordia
perawatan koroner atau unit sebenarnya tidak memerlukan waktu dan
perawatan kritis dengan dapat menimbulkan irama jantung hanya
peralatan baik harus meliputi diperlukan resusitasi.hal ini dikenal
pemantaua kontinu,sinyal dengan istilah thumpvesion dan
penanda listrik,dan merespon khususnya efektif pada takikardi
automatis terhadap kondisi dari ventrikel.beberapa orang percaya bahwa
tim yang terampil,sehingga thumpversion tidak tepat atau tidak
menyingkirkan kelambatan bermakna pada henti jantung yang tidak
merasakan denyut atau diketahui.

73
2. Memanggil pertolongan tiba. Irama ini dipertahankan pada
memanggil pertolongan,pengiriman frekuensi 80-100x/mnt.
pesan sederhana dengan kode nol atau
Jika satu orang harus melakukan baik
kewaspadaan merahbersamaan dengan
ventilasi dan kompresi, sebaiknya
lokasi pasien pada individu kedua yang
memberikan dua inflasi cepat dari mulut
kemudian menempatkan panggilan
ke mulut atau melalui alat bantuan
kedaruratan untuk mengirim tim
lainnya yang tersedia, diikuti dengan
bersamaan.
15x kompresi jantung eksternal. Cara ini
3. Pencapain jalan napas adekuat terus dipertahankan sampai dengan
ventilasi buatan dilakukan segera,kepala anggota tambahan dari tim tiba.
ditengadahkan kebelakang dan dagu
diangkat untu meregangkan jalan napas Dasar RJP adalah mempertahankan

dan memajukan lidah dalam fungsi jantung sebagai pompa dan katup

menyiapkan untuk ventilasi mulut ke bekerja dengan tepat sebagai satu jalan

mulut teknik baru menganjurkan masuk selama kompresi eksternal.

penghentian ventilasi 1,5 detik dan


Penelitian baru menekankan bahwa jantung
sedikit kekuatan dan tekanan pada
secara primer berperan sebagai konduksi
ekshalasi sehingga esophagus tidak
bukan sebagai pompa yang mempunyai vena-
terbuka.sepanjang tindakan
vena sebagai kapasitor dan arteri sebagai
tersebut,kompresi dada haru dilakukan
kondusi yang mempengaruhi sirkulasi serebral
sebanyak 80 sampai 100 kali/menit
dan koroner selama RJP. Dasar vena berperan

4. KOMPRESI JANTUNG EKSTERNAL sebagai reservoir, dimana beberapa rangkaian


vena berfungsi sebagai penghalang aliran
Kompresi jantung eksternal merupakan retrograde karena adanya katup. Arteri
satu tehnik sederhana yang dilakukan menunjukkan sedikit kecendrungan untuk kolaps
dengan cara berdiri pada salah satu sisi dan oleh karenanya harus menerima lebih
pasien, menempatkan tumit salah satu banyak darah selama masase buatan . dasar vena
tangan diatas setengah bagian bawah limpa dapat membentuk kumpulan besar statis
sternum dan tumit tangan yang lain di yang dapat menarik sirkulasi total selama RJP.
atas tangan yang pertama. Kompresi Beberapa menganjurkan kompresi abdominal
kuat diberikan secara langsung ke arah untuk mencegah hal tersebut. Penelitian yang
bawah dan sternum ditekan di antara menggunakan model pompa torakal dari RJP
1,5-2 inci dan dilepaskan dengan tiba- menunjukkan asalnya dalam mengetahui efek

74
hemodinamik dari batuk yang meliputi
penambahan tekanan dan aliran aortik, aliran
karotis, dan pemeliharaan kesadaran yang
mengesankan. Pada saat ini, RJP batuk
mempunyai keterbatasan penerapan ( pasien
sadar ); nilai utamanya membantu menguraikan
mekanisme tanggung jawab untuk aliran pada
kompresi dada eksternal.

5. KONTERSYOK EKSTERNAL

Kontersyok eksternal harus dilakukan segera


mungkin ketika alat ada, bahkan bila diagnosis
irama spesifik tidak diketahui.jika ada cardiac
standstill ( asistol ), kontersyok mengambil alih
sementara dan tidak membahayakan. Jika terjadi
adalah larutan yang cocok untuk infus kontinu.
Kadar darah fibrilasi ventrikel sedini mungkin
kontersyok diberikan dan menjadi efektif dan
harus dilakukan pada saat irama lebih mungkin
dipertahankan. Beberapa arang dewasa
melakukan hal ini; maka seluruh petugas harus
dilatih dalam tehnik defibrilasi dan diharapkan
mengerjakannya tanpa perlu diawasi.

6. INFUS INTRAVENA

Pemasangan dan pemeliharaan akses IV


merupakan tanggung jawab yang sangat penting
dari anggota tim perawat pertama yang ada
setelah dua orang anggota lainnya melakukan
ventilasi dan masase.

Perawat ini menguasai troli kedaruratan dan


bertanggung jawab dalam penyiapan obat-obatan
dan set infus IV. Metode yang paling sederhana

75
adalah pemasangan jarum, kanula atau jarum Bretilium tosilat merupakan obat anti aritmia
kepala ke dalam vena lengan. Bila gagal, vena kedua pada fibrilasi ventrikel bila lidokain gagal.
femoralis segera dapat diakses atau kanula yang Sering menyebabkan hipotensi dan awitan
sangat besar dengan mudah dapat dipasangkan lambat ( 20 menit ), perlu resusitasi sambil
ke dalam pembuluh darah besar ( VKS atau menunggu kerja obat. Kerjanya kompleks punya
atrium kanan ) melalui fungsi sederhana. Vena pengaruh adrenerjik yang berefek inotropik
seksi pada cabang sistem basilika tepat di atas paling sederhana. Kerja utamanya menghambat
lipatan siku pada aspek medial lengan baik efek anti fibrilasi dengan memperpanjang durasi
lengan atau vena jugularis eksternal potensial aksi dan keefektifan periode
refraktori. Diberikan dengan bolus IV dosis
Sisi pungsi vena jugularis internal atau
5mg/kg dan dapat diulang satu kali atau lebih
subklavia juga bisa diakses selain untuk sampel
dalam satu jam.
labolatorium dan monitor tekanan vena sentral
dan saturasi oksigen. Natrium bikarbonat dalam larutan 5% dapat
diberikan dalam spuit 50cc sebelum diisi 1
7. INTUBASI ENDOTRAKEAL
mEq/kg dapat diulang setengah dosis setiap 10

Intubasi diperlukan jika pasien dengan irama menit. Digunakan pada pasien hiperkalemi dan

jantung dan pernapasan spontan. asidosis metabolik saat arrest. Koreksi asidosis
cepat harus diringi overventilasi yang
8. TERAPI FARMAKOLOGI dikendalikan dengan tangan untuk menurunkan
PCO2 dan hiperinflasi alveoli.
Epinefrin dalam 1 : 10.000 larutan air. Efek -
adrenergiknya digunakan untuk henti jantung , Kalsium klorida penggunaan terbatas pada
tidak lebih 5mg IV per dosis. Perbandingan 1 : hipokalsemia, blok saluran kalsium dan
1000 lebih aman dan cepat pemberiannya. hiperkalemi.beberapa juga masih menggunakan
disosiasi elektromekanikal.
Lidokain disiapkan dalam larutan IV dengan
berbagai konsentrasi, 1-4mg/ml yang adekuat Isoproterenol bukan obat rutin henti jantung,
dicapai dengan pemberian 50-75mg IV bolus digunakan sebagai pacu medikal pada bradikardi
bertahap meningkat ( 1 mg/kg diulang pada sementara mempertahankan frekuensi jantung.
setengah jam dosis pertama pada menit ke
delapan, sampai total 3 mg/kg ). Dan kemudian Ion magnesium pilihan kedua setelah kalium

infus kontinu 2-4mg/menit. Biasa diberikan pada pada konsentrasi intraseluler dan untuk

AMI dengan ektopik ventrikel aktif dan metabolisme energi ( transport membran ).

melindungi dari fibrilasi/ takikardi ventrikel. Diberikan efektif pada disritmia yang

76
mengancam jiwa , terutama torsade de pointes. (menghindati perlambatan penerapan stimulasi
Dapat diberikan dalam larutan 10% dengan jantung)
kecepatan 1-2ml/mnt dengan dosis 3-4 mEq,
10. FIBRILASI VENTRIKEL
dapat diulang tergantung respon.

Bila terjadi, epineprin diberikan melalui IV.


Obat-obat IV lain seperti prokainamid, quinidin,
Penting untuk tetap memberikan ventilasi buatan
diuretik , asam atakrinik dan furosemid, manitol,
dan sirkulasi secara kontinu dan tidak berhenti
deksametason , bloker seperti propanalal dan
lebih dari 5 detik dan kontersyok
metaprolol. Agen inotropik dan kronotropik
eksternaldiberikan pada awal set 200 joule,
glukagon telah meningkat penggunaanya. Efek
diikuti 200-300 J dan 360 J. pemberian ventilasi
inotropik besar , tetapi kurang dari isoproterenol.
buatan dan sirkulasi segera dilakukan bila
Efek kronotropik sedikit juga hipereksitabilitas
kontersyok tidak mengembalikan denyut nadi.
kecil. Ketekolamin dopamin sebagai agen
inotropik pilihan, efek serupa dengan Bila fibrilasi ventrikel masih menetap bahkan
isoproterenol , tetapi memiliki kelebihan meningkat, antiaritmia IV harus diberikan tanpa
meningkatkan aliran darah ginjal dan efektif keterlambatan ( lidokain sebagai pilihan). Jika
untuk meningkatkan perfusi. Obat lain meliputi tidak efektif, bretilium diberikan 5mg/kg dan
dobutamin, golongan antagonis kalsium diulang 10mg/kg sampai total 30mg/kg.
( verapamil ), dan disopiramid. Dobutamin prokainamid IV atau drip bila disukai dapat
derivat isoproterenol punya keuntungan efek digunakan. Obat bloke seperti propanolol atau
kronotropik minimal. Jika dopamin metoprolol mungkin efektif. Quinidin kadang
menimbulkan tacicardi, dobutamin punya digunakan .
inotropik poten tanpa peningkatan frekuensi
jantung yang berbahaya dan menurunkan PCWP. Fibrilasi ventrikel atan standstill timbul karena
Pada beberapa kondisi bisa dikombinasikan. perfusi jaringan tak merata khususnya miokard.
Agen vasopresor tipe kontriktor perifer mungkin
9. MENGHADAPI CARDIAC bermanfaat pada masa ini. Digitalis dan kalium
STANDSTILL klorida jarang diberikan dalam upaya resusitasi.
Mekanisme depresi jantung seringkali jadi
Jika terjadi cardiac standstill, epinefrin 1:10.000
penyebab berulangnya ventrikel vibrilasi.
diberikan rutin , biasanya 1mg IV (ventilasi
Sebaliknya pacu jantung cara farmakologi
buataan dan sirkulasi lanjut), bila tak berhasil
dengan isoproterenol atau elektronik dengan
harus diulang dan epinefrin IV drip dimulai.
kateter pacu jantung transversa merupakan
Penggunaan rutin pacu jantung transkutan lebih
efektif dan memungkinkan peniadaan RJP

77
tindakan pilihan pada beberapa kasus ( setelah vena berfungsi sebagai penghalang aliran
mengembalikan irama ) retrograde karena adanya katup. Arteri
menunjukkan sedikit kecendrungan untuk kolaps
11. KOMPRESI JANTUNG EKSTERNAL
dan oleh karenanya harus menerima lebih

Kompresi jantung eksternal merupakan satu banyak darah selama masase buatan . dasar vena

tehnik sederhana yang dilakukan dengan cara limpa dapat membentuk kumpulan besar statis

berdiri pada salah satu sisi pasien, menempatkan yang dapat menarik sirkulasi total selama RJP.

tumit salah satu tangan diatas setengah bagian Beberapa menganjurkan kompresi abdominal

bawah sternum dan tumit tangan yang lain di untuk mencegah hal tersebut. Penelitian yang

atas tangan yang pertama. Kompresi kuat menggunakan model pompa torakal dari RJP

diberikan secara langsung ke arah bawah dan menunjukkan asalnya dalam mengetahui efek

sternum ditekan di antara 1,5-2 inci dan hemodinamik dari batuk yang meliputi

dilepaskan dengan tiba-tiba. Irama ini penambahan tekanan dan aliran aortik, aliran

dipertahankan pada frekuensi 80-100x/mnt. karotis, dan pemeliharaan kesadaran yang


mengesankan. Pada saat ini, RJP batuk
Jika satu orang harus melakukan baik ventilasi mempunyai keterbatasan penerapan ( pasien
dan kompresi, sebaiknya memberikan dua inflasi sadar ); nilai utamanya membantu menguraikan
cepat dari mulut ke mulut atau melalui alat mekanisme tanggung jawab untuk aliran pada
bantuan lainnya yang tersedia, diikuti dengan kompresi dada eksternal.
15x kompresi jantung eksternal. Cara ini terus
dipertahankan sampai dengan anggota tambahan 12. KONTERSYOK EKSTERNAL

dari tim tiba.


Kontersyok eksternal harus dilakukan segera

Dasar RJP adalah mempertahankan fungsi mungkin ketika alat ada, bahkan bila diagnosis

jantung sebagai pompa dan katup bekerja irama spesifik tidak diketahui.jika ada cardiac

dengan tepat sebagai satu jalan masuk selama standstill ( asistol ), kontersyok mengambil alih

kompresi eksternal. sementara dan tidak membahayakan. Jika terjadi


adalah larutan yang cocok untuk infus kontinu.
Penelitian baru menekankan bahwa jantung Kadar darah fibrilasi ventrikel sedini mungkin
secara primer berperan sebagai konduksi kontersyok diberikan dan menjadi efektif dan
bukan sebagai pompa yang mempunyai vena- harus dilakukan pada saat irama lebih mungkin
vena sebagai kapasitor dan arteri sebagai dipertahankan. Beberapa arang dewasa
kondusi yang mempengaruhi sirkulasi serebral melakukan hal ini; maka seluruh petugas harus
dan koroner selama RJP. Dasar vena berperan dilatih dalam tehnik defibrilasi dan diharapkan
sebagai reservoir, dimana beberapa rangkaian mengerjakannya tanpa perlu diawasi.
78
13. INFUS INTRAVENA tidak lebih 5mg IV per dosis. Perbandingan 1 :
1000 lebih aman dan cepat pemberiannya.
Pemasangan dan pemeliharaan akses IV
merupakan tanggung jawab yang sangat penting Lidokain disiapkan dalam larutan IV dengan
dari anggota tim perawat pertama yang ada berbagai konsentrasi, 1-4mg/ml yang adekuat
setelah dua orang anggota lainnya melakukan dicapai dengan pemberian 50-75mg IV bolus
ventilasi dan masase. bertahap meningkat ( 1 mg/kg diulang pada
setengah jam dosis pertama pada menit ke
Perawat ini menguasai troli kedaruratan dan
delapan, sampai total 3 mg/kg ). Dan kemudian
bertanggung jawab dalam penyiapan obat-obatan
infus kontinu 2-4mg/menit. Biasa diberikan pada
dan set infus IV. Metode yang paling sederhana
AMI dengan ektopik ventrikel aktif dan
adalah pemasangan jarum, kanula atau jarum
melindungi dari fibrilasi/ takikardi ventrikel.
kepala ke dalam vena lengan. Bila gagal, vena
femoralis segera dapat diakses atau kanula yang Bretilium tosilat merupakan obat anti aritmia
sangat besar dengan mudah dapat dipasangkan kedua pada fibrilasi ventrikel bila lidokain gagal.
ke dalam pembuluh darah besar ( VKS atau Sering menyebabkan hipotensi dan awitan
atrium kanan ) melalui fungsi sederhana. Vena lambat ( 20 menit ), perlu resusitasi sambil
seksi pada cabang sistem basilika tepat di atas menunggu kerja obat. Kerjanya kompleks punya
lipatan siku pada aspek medial lengan baik pengaruh adrenerjik yang berefek inotropik
lengan atau vena jugularis eksternal paling sederhana. Kerja utamanya menghambat
efek anti fibrilasi dengan memperpanjang durasi
Sisi pungsi vena jugularis internal atau
potensial aksi dan keefektifan periode
subklavia juga bisa diakses selain untuk sampel
refraktori. Diberikan dengan bolus IV dosis
labolatorium dan monitor tekanan vena sentral
5mg/kg dan dapat diulang satu kali atau lebih
dan saturasi oksigen.
dalam satu jam.

14. INTUBASI ENDOTRAKEAL


Natrium bikarbonat dalam larutan 5% dapat

Intubasi diperlukan jika pasien dengan irama diberikan dalam spuit 50cc sebelum diisi 1

jantung dan pernapasan spontan. mEq/kg dapat diulang setengah dosis setiap 10
menit. Digunakan pada pasien hiperkalemi dan
TERAPI FARMAKOLOGI asidosis metabolik saat arrest. Koreksi asidosis
cepat harus diringi overventilasi yang
Epinefrin dalam 1 : 10.000 larutan air. Efek -
dikendalikan dengan tangan untuk menurunkan
adrenergiknya digunakan untuk henti jantung ,
PCO2 dan hiperinflasi alveoli.

79
Kalsium klorida penggunaan terbatas pada inotropik poten tanpa peningkatan frekuensi
hipokalsemia, blok saluran kalsium dan jantung yang berbahaya dan menurunkan PCWP.
hiperkalemi.beberapa juga masih menggunakan Pada beberapa kondisi bisa dikombinasikan.
disosiasi elektromekanikal.
15. MENGHADAPI CARDIAC
Isoproterenol bukan obat rutin henti jantung, STANDSTILL
digunakan sebagai pacu medikal pada bradikardi
Jika terjadi cardiac standstill, epinefrin 1:10.000
sementara mempertahankan frekuensi jantung.
diberikan rutin , biasanya 1mg IV (ventilasi
Ion magnesium pilihan kedua setelah kalium buataan dan sirkulasi lanjut), bila tak berhasil
pada konsentrasi intraseluler dan untuk harus diulang dan epinefrin IV drip dimulai.
metabolisme energi ( transport membran ). Penggunaan rutin pacu jantung transkutan lebih
Diberikan efektif pada disritmia yang efektif dan memungkinkan peniadaan RJP
mengancam jiwa , terutama torsade de pointes. (menghindati perlambatan penerapan stimulasi
Dapat diberikan dalam larutan 10% dengan jantung)
kecepatan 1-2ml/mnt dengan dosis 3-4 mEq,
16. FIBRILASI VENTRIKEL
dapat diulang tergantung respon.

Bila terjadi, epineprin diberikan melalui IV.


Obat-obat IV lain seperti prokainamid, quinidin,
Penting untuk tetap memberikan ventilasi buatan
diuretik , asam atakrinik dan furosemid, manitol,
dan sirkulasi secara kontinu dan tidak berhenti
deksametason , bloker seperti propanalal dan
lebih dari 5 detik dan kontersyok
metaprolol. Agen inotropik dan kronotropik
eksternaldiberikan pada awal set 200 joule,
glukagon telah meningkat penggunaanya. Efek
diikuti 200-300 J dan 360 J. pemberian ventilasi
inotropik besar , tetapi kurang dari isoproterenol.
buatan dan sirkulasi segera dilakukan bila
Efek kronotropik sedikit juga hipereksitabilitas
kontersyok tidak mengembalikan denyut nadi.
kecil. Ketekolamin dopamin sebagai agen
inotropik pilihan, efek serupa dengan Bila fibrilasi ventrikel masih menetap bahkan
isoproterenol , tetapi memiliki kelebihan meningkat, antiaritmia IV harus diberikan tanpa
meningkatkan aliran darah ginjal dan efektif keterlambatan ( lidokain sebagai pilihan). Jika
untuk meningkatkan perfusi. Obat lain meliputi tidak efektif, bretilium diberikan 5mg/kg dan
dobutamin, golongan antagonis kalsium diulang 10mg/kg sampai total 30mg/kg.
( verapamil ), dan disopiramid. Dobutamin prokainamid IV atau drip bila disukai dapat
derivat isoproterenol punya keuntungan efek digunakan. Obat bloke seperti propanolol atau
kronotropik minimal. Jika dopamin metoprolol mungkin efektif. Quinidin kadang
menimbulkan tacicardi, dobutamin punya digunakan .
80
Fibrilasi ventrikel atan standstill timbul karena
perfusi jaringan tak merata khususnya miokard.
Agen vasopresor tipe kontriktor perifer mungkin
bermanfaat pada masa ini. Digitalis dan kalium
klorida jarang diberikan dalam upaya resusitasi.
Mekanisme depresi jantung seringkali jadi
penyebab berulangnya ventrikel vibrilasi.
Sebaliknya pacu jantung cara farmakologi
dengan isoproterenol atau elektronik dengan
kateter pacu jantung transversa merupakan
tindakan pilihan pada beberapa kasus ( setelah
mengembalikan irama ) .

81