Anda di halaman 1dari 3

RUMAH SAKIT BINA KASIH

JalanSamanhudi No. 3 5 Telp. 0761 21718, 32195


Fax. 0761 28803 email. rsbinakasih_pku@yahoo.com
PEKANBARU - RIAU

Pekanbaru, 8 September 2017

Kepada : KARU/PJ/PL CSO


No : 051/RSBK/MGR-Yanpenmed/IX/2017
Perihal : PERATURAN BPJS
Isi :

Sehubungan dengan hasil rapat antara Verifikator BPJS dan Pelayanan dan Penunjang Medis maka
didapatkan beberapa kesepakatan yaitu :

1. Peserta yang masuk pada hari Jumat diatas pukul 15.00 wib dengan kasus SC, Bayi lahir dan kasus lainnya
dengan denda 45 hari maka petugas shift dapat segera melapor kepada verifikator BPJS yang bertugas di
Rumah Sakit Bina Kasih.

2. Peserta dengan keterangan SEP penunggakan dikarenakan premi, maka pasien wajib untuk
melakukaan pembayaran terlebih dahulu. Untuk kasus rawat jalan setelah pembayaran kartu dapat
langsung aktif kembali dan SEP dapat langsung diterbitkan. Bila kasus rawat inap maka peserta memasuki
denda pelayanan 45 hari.

3. Denda 45 hari
Bila denda 45 hari peserta diwajibkan membayar denda pelayanan dengan syarat membawa
surat keterangan rawat inap dari Rumah Sakit ke kantor BPJS.
Untuk kasus yang bertepatan pada hari jumat diatas pukul 15.00 maka petugas shift wajib
mengkonfirmasi kepada verifikator yang bertugas di Rumah Sakit Bina Kasih. Jika Peserta sudah
mendapatkan bukti perhitungan denda, peserta diharapkan membayar langsung di lokasi
pembayaran terdekat. Bukti pembayaran dibawa ke kantor BPJS untuk dilakukan aktifasi, serta
bukti pengurusan denda dibawa ke Rumah Sakit.
Bila pasien sudah melakukan pembayaran tetapi kantor BPJS tutup, maka peserta wajib
membawa bukti pengurusan denda dan bukti pembayaran denda ke Rumah Sakit Bina Kasih dan
petugas shift dapat melapor kepada verifikator yang bertugas.

4. Beda data
Jika terdapat perbedaan data antara kartu dengan identitas maka tidak dibenarkan untuk mencetak SEP
sebelum petugas shift mengkonfirmasi kepada verifikator BPJS rumah sakit Bina Kasih (dapat melalui
whatsApp).
5. Pengurusan Kartu Bayi
a. Mandiri
Pastikan peserta sudah didaftarkan sebagai calon bayi dan sudah melewati masa 14 hari
penangguhan.
Peserta membawa Surat Keterangan Lahir (SKL) kekantor BPJS untuk dapat dilakukan
pembayaran dan pengaktifan.
Jika lahir bertepatan dengan hari jumat diatas pukul 15.00 petugas shift segera konfirmasi
dengan verifikator BPJS yang bertugas.
Jika calon bayi belum melewati masa penangguhan 14 hari dan sudah mendapatkan
perawatan maka peserta tidak dapat menggunakan BPJS.
Untuk bayi yang sudah melakukan pembayaran premi dan pulang dihari Minggu atau
tanggal merah, pasien pulang sesuai prosedur rumah sakit dengan meninggalkan
deposit. Hari senin verifikator BPJS yang bertugas akan meng-approve dan SEP dicetak
dihari senin.
Deposit dikembalikan jika SEP sudah dapat dicetak atau di approve oleh vverifikator
BPJS

Pelaporan kepada verifikator BPJS untuk peng-Approvean bayi atau calon bayi tidak boleh lebih
dari 10 hari.

b. PPU (Pekerja Penerima Upah)


Yang dikategorikan sebagai peserta BPJS PPU yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS),
Anggota TNI/POLRI, Pejabat Negara, Pegawai Pemerintah non PNS, Pegawai Swasta,
Pekerja yang menerima upah dan juga warga negara asing (WNA) yang sudah bekerja di
indonesia minimal selama 6 bulan.
Peserta yang dapat dijaminkan adalah anak pertama hingga ketiga.
Peserta diarahkan untuk pengurusan membawa Surat Keterangan Lahir dan Kartu

c. PBI
PBI APBD
Melapor ke kantor BPJS untuk pengaktifan disertai Rekom Dinas Sosial, KTP, KK dan
buku nikah.
PBI APBN
Melapor ke kantor BPJS untuk pengurusan kartu bayi disertai KTP, KK dan buku nikah.

6. Jika ditemukan ketidaksesuaian kasus dengan poli rujukan yang dituju maka wajib petugas shift melapor
kepada verifikator BPJS (dapat melalui whatsApp)
Contoh: pasien penyakit dalam, tetapi dirujuk ke IGD. Setelah diperiksa tidak emergency. Atau pasien
tujuan poli saraf setelah diperiksa harus ke Penyakit Dalam.
Tidak dibenarkan coret paraf pada surat rujukan.
7. Bila ada salah penginputan tanggal pada SEP yang sudah melewati 3 hari dapat segera melapor kepada
verifikator BPJS, jika kurang dari 3 hari dapat melakukan pencetakan ulang SEP.

8. Untuk pasien rawat jalan yang kontrol, pada SEP tanggal yang tertera merupakan tanggal pertama pasien
itu datang meskipun pasien kontrol kedua atau ketiga kalinya, demikian juga untuk konsul antar poli.

9. Surat kontrol dapat digunakan sesuai indikasi dan hak mutlak dokter yang menangani. Jika ditemukan pada
surat kontrol kontrol bila perlu atau kontrol karna obat habis maka surat kontrol tidak dapat digunakan
peserta wajib membawa surat rujukan baru.

Demikian kesepakatan ini kami buat, agar dapat diketahui dan dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Pekanbaru, 8 September 2017

Andi Lala Dr. APRILIA ARMANINGSIH


Verifikator BPJS MGR. YanPenMed