Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN AKHIR KARYA ILMIAH

KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER

CLONNING SIM CARD PADA KARTU GSM

Dosen: Deris Setiawan. S.Kom. MT.

OLEH :

Aini Zahara
NIM : 08053111067

FAKULTAS ILMU KOMPUTER


JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2008

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke Hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat,

karunia dan nikmatnya yang tidak terhingga penulis bisa menyelesaikan karya ilmiah.

Karya ilmiah ini merupakan tugas akhir mata kuliah Keamanan jaringan komputer. Karya

ilmiah ini membahas metode pengkloningan kartu SIM GSM, termasuk langkah-langkah

dalam melakukan cloning.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan pada laporan ini, masukan dan kritik yang

membangun senantiasa penulis nantikan untuk perbaikan ke depannya.

Palembang, Mei 2008

Aini Zahara

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.........................................................................................................2

Daftar Isi....................................................................................................................3
1. Pendahuluan............4

1.1 Latar Belakang Judul4


1.2 Tujuan Penelitian...5
1.3 Metode Penelitian...6

2. Landasan Teori ...8

3. Pembahasan.13

4. Kesimpulan..33

Daftar Pustaka..38

3
1. Pendahuluan
1.1 latar belakang judul

Kemajuan teknologi komunikasi dalam penggunaan ponsel berbasis GSM sekarang ini sudah
mencapai jumlah yang sangat signifikan dan mulai menimbulkan persoalan-persoalan baru yang
tidak pernah ditemui sebelumnya. Persoalan yang muncul sebenarnya bukan pada peralatan
ponsel yang sangat pasif di pasaran dari berbagai model, tetapi lebih pada persoalan-persoalan
yang menyangkut persoalan harga, kekuatan sinyal, serta fasilitas layanan yang disediakan oleh
para operator GSM.

Harga memang selalu menjadi persoalan utama para pengguna ponsel GSM di mana saja,
termasuk di Indonesia. Ini terlihat dari banyaknya jumlah pengguna GSM yang memilih skema
pembayaran pre-paid dengan memilih SIM Card isi ulang yang sangat populer. Lebih dari 80
persen SIM Card di berbagai operator GSM di Indonesia adalah para pelanggan yang membayar
di muka dengan pilihan isi pulsa yang variatif.

Banyaknya pengguna jasa GSM juga menyebabkan masalah lain, terutama berkaitan dengan
kekuatan sinyal dari berbagai base station yang terasa mulai sesak dan tidak tertatanya pusat
penerima sinyal GSM yang mengakibatkan tidak bisa memperoleh sinyal di kawasan tertentu.

Di sisi lain, karena kemajuan teknologi perangkat ponsel sendiri, tidak semua operator GSM
memiliki jasa layanan multimedia masa kini seperti GSM, MMS, dan sejenisnya. Karena
persoalan ini, banyak pelanggan GSM memiliki lebih dari satu SIM Card dari beberapa operator
untuk bisa menikmati berbagai jasa layanan yang tidak dimiliki oleh operator lain.

Kenyataan ini kemudian melahirkan berbagai solusi menarik, termasuk di antaranya Sim Max
dan SIM Master 3, Sim Max merupakan sebuah perangkat untuk melakukan cloning SIM Card
yang mudah digunakan. Orang biasanya merasa terkejut pada perangkat Sim Max yang mampu
melakukan cloning berbagai ragam SIM Card dan memasukkannya ke dalam sebuah SIM Card
lain yang memungkinkan penggunanya memiliki 12 nomor ponsel dalam sebuah SIM Card.
Kemudian SIM Master 3 merupakan program scanning, di dalam CDROM ini kita akan
menemukan program aplikasi SIM Scan yang dibuat oleh Dejan Kaljevic. Distributor SIM
Master Indonesia menyarankan konsumennya untuk menggunakan program SIM Scan saat

4
melakukan scanning nilai Ki. Ini adalah saran yang sangat baik karena dengan menggunakan SIM
Scan kerusakan kartu SIM GSM dapat lebih diminimalisasi.

1.2 Tujuan penelitian

Sekarang ini persoalan-persoalan yang banyak muncul dari pengguna jasa operator adalah
persoalan yang menyangkut harga, kekuatan sinyal, serta fasilitas layanan yang disediakan oleh
para operator GSM. Untuk itu para pengguna jasa operator cukup memiliki satu SIM Card saja
untuk berkomunikasi suara menggunakan jasa operator tertentu yang murah dan menggunakan
komunikasi SMS untuk komunikasi lainnya dan ketika berada di luar negeri cukup memindahkan
nomor ponsel untuk menggunakan jasa operator GSM di negara tujuan. Hal ini memudahkan dan
tidak berisiko kehilangan SIM Card karena lupa menyimpan di mana.

Sim Max dan Sim Master ini merupakan perangkat berbentuk segitiga yang disambung ke
komputer menggunakan saluran USB (Universal Serial Bus) yang berfungsi untuk membaca
berbagai SIM Card yang dikeluarkan oleh operator GSM dan menulis seluruh informasi SIM
Card milik operator ini ke sebuah SIM Card baru yang disediakan. Dengan adanya Sim Max dan
Sim Master ini menunjukkan di mulainya sebuah komunikasi alternatif bagi para pengguna
ponsel GSM. Memiliki berbagai SIM Card dari berbagai operator, karena berbeda jasa layanan
dan kualitas serta kemudahan kepemilikan sistem pre-paid, sering kali merepotkan dan tidak
nyaman. Memiliki beberapa nomor telepon dan jasa layanan GSM di Sim Max dan Sim master
akan membawa kita ke sebuah pengalaman bertelekomunikasi yang berbeda sama sekali.

Dengan melakukan cloning ini maka dapat memilih nomor mana yang ingin diaktifkan dan agar
tidak diganggu dengan pihak lain. Sampai anda menginginkan menghubungi pihak tersebut dan
untuk orang yang memiliki mobilitas tinggi sering berpindah-pindah daerah. Sehingga biaya
roaming dapat ditekan dengan memiliki nomor telepon ditiap daerah yang berbeda. Dengan
melakukan kloning ini maka dapat mem-backup kartu sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak
diingikan (rusak atau hilang). Sebuah MultiSIM card yang memiliki banyak nomor untuk
kepentingan masing-masing yang cukup untuk semua kebutuhan, dengan tidak khawatir data
SIM card akan hilang dalam hal penyalinan/scanning di PC.

5
1.3 Metode penelitian

Metode penelitian yang dilakukan dalam penulisan karya ilmiah ini dengan melakukan observasi.
Dalam melakukan cloning digunakan dua produk cloning kartu SIM GSM yaitu dengan
menggunakan SIM Master dan SIM MAX.

Pada SIM Master terdapat dua program aplikasi yang disediakan, yaitu SIM Magic Editor dan
SIM Pro Backup yang dapat di-install. Kemudian dengan menggunakan program SIM Scan yang
dibuat oleh Dejan Kaljevic untuk melakukan proses scanning kartu SIM GSM. Program SIM
Scan yang disediakan oleh CDROM SIM Master adalah SIM Scan v2.0. namun bisa juga
menggunakan SIM Scan v2.01 yang di-download dari site yang disediakan oleh Dejan
(http://users.net.yu/~dejan). Program aplikasi yang disediakan oleh SIM Master 3 adalah
program aplikasi untuk melakukan scanning nilai Ki, program aplikasi untuk melakukan
penulisan ke kartu SIM GSM kosong, dan program aplikasi untuk mengatur phone book yang
tersimpan dalam kartu SIM GSM. Untuk pengguna Indonesia, pihak distributor
(http://www.simmaster.biz) menyediakan user interface program aplikasi ini dalam Bahasa
Indonesia.

Disamping program scanning yang dibuat sendiri oleh SIM Master 3, di dalam CDROM ini kita
akan menemukan program aplikasi SIM Scan yang dibuat oleh Dejan Kaljevic. Beberapa
kekurangan kartu SIM Master 8-in-1 ini adalah:

1. Saat menyalakan handphone, default entry dari nomor yang aktif berada pada entry ke
tujuh. Entah mengapa pihak produsen membuat entry ke tujuh ini sebagai default entry,
tidak ada alasan yang kuat yang dapat mendukung keputusan ini sehingga kemungkinan
besar merupakan kesalahan design, terlebih lagi default entry ini tidak dapat diubah ke
nomor-nomor lain.

2. Jumlah SMS maksimum yang dapat ditampung dalam kartu SIM GSM 8-in-1 ini
sangatlah sedikit. Hanya 10 SMS. Sehingga harus mengandalkan memory SMS yang
ada pada handphone.
3. Jumlah entry pada phonebook yang juga terlalu sedikit. Hanya 170 entry yang dapat
dimasukkan.

6
4. Saat handphone di mati-hidupkan atau saat mengganti nomor yang aktif melalui menu
"Super SIM", entry yang ada pada Last Dial Number tidak tersimpan dengan baik, entry
Call Received dan Missed Call akan menghilang.

Produk SIM MAX III 12-in-1, produk yang dapat menampung 12 nomor telepon dalam 1 kartu,
40 SMS, 200 address book utama, dan 100 address book tambahan yang ditampung dalam STK
Phonebook. Paket produk SIM MAX III terdiri dari reader/writer kartu SIM, satu kartu kosong,
dan CDROM aplikasi yang mempunyai kemampuan untuk beroperasi pada dua kecepatan yaitu
9600 bps (LO) dan 19200 bps (HI). Proses scanning kartu tentu akan jauh lebih cepat jika
mengoperasikan perangkat ini pada kecepatan HI. Sim Max memiliki berbagai sisi positif
dibanding kemampuannya untuk disalahgunakan, seperti pada proses kloning yang selama ini
menjadi momok bagi para pengguna ponsel GSM. Selain itu, Sim Max sendiri memiliki
keterbatasannya sendiri, misalnya, tidak bisa digunakan pada semua perangkat ponsel GSM yang
ada.

Keunikan Sim Max ini sebenarnya mengisyaratkan dimulainya sebuah era penggunaan
komunikasi selektif. Artinya, pengguna jasa GSM sekarang ini cukup memiliki satu SIM Card
saja untuk berkomunikasi suara menggunakan jasa operator tertentu yang murah dan
menggunakan komunikasi SMS untuk komunikasi lainnya.

Atau, perangkat Sim Max ini juga akan sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki dan
menggunakan jasa operator GSM luar negeri, sehingga ketika berada di luar negeri cukup
memindahkan nomor ponsel di dalam Sim Max untuk menggunakan jasa operator GSM di
negara tujuan. Memudahkan dan tidak berisiko kehilangan SIM Card karena lupa menyimpan di
mana.

Kekurangan dari kartu SIM MAX III adalah:

1. Saat kita menggantikan nomor yang aktif melalui menu "STK - Switch Number", entry
yang ada pada Last Dial Number Call Received dan Missed Call akan menghilang. Entry
ini hanya akan tersimpan jika handphone kita mati-hidup-kan.

2. Auto Menu tidak berfungsi sesuai dengan harapan.


3. STK Phonebook yang "terkesan" sia-sia karena entry-nya tidak dapat digunakan untuk
melakukan dial-out.
4. Kartu SIM MAX III terasa bekerja lebih lambat jika dibandingkan dengan SIM Master 3.

7
2. Landasan Teori

Kejahatan dalam sektor telekomunikasi yang lebih terkenal dengan istilah fraud merupakan hal
yang merugikan baik bagi customer maupun operator. Fraud tidak hanya terjadi pada sistem
komunikasi tetap namun juga pada komunikasi bergerak. Fraud yang banyak terjadi dalam
komunikasi bergerak adalah penggandaan identitas dan nomor telepon selular tertentu atau
mencoba menyusup kepada jaringan telepon bergerak padahal tidak terdaftar sebagai customer
pada operator telepon selular tersebut.

Fraud merupakan hal yang serius bagi operator komunikasi bergerak. Jumlah kerugian akibat
fraud rata-rata mencapai 500 juta dollar setiap tahun dalam industri komunikasi bergerak di
Amerika, yang merupakan suatu angka yang cukup besar untuk membangun jaringan sistem
komunikasi baru. Banyak kejadian fraud pada komunikasi telepon gengam seperti pada kasus di
Arizona dimana seorang melakukan 57 ribu kali panggilan interlokal maupun internasional
selama 19 hari dengan menggunakan identitas palsu sehingga operator menderita kerugian
sebesar sekitar 1 juta dollar. Akhirnya dapat ditangkap melalui kerjasama antara operator dan
polisi setempat berikut sekitar 10 ribu microchip palsu termasuk komputer dan software yang
dipergunakan untuk memprogram kembali chip pada telepon gengam lain.

Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mendeteksi fraud diantaranya adalah dengan
melakukan encryption atau pengacakan informasi, pemblokan (blocking), verifikasi kastemer dan
analisa pola trafik.

Encryption

Dengan melakukan encryption maka sinyal sebelum dipancarkan dikodekan terlebih dahulu
menggunakan bit '0' dan '1' sehingga memberikan kemungkinan kecil bagi orang untuk mencuri
identitas dan nomor dalam telepon gengam tersebut, bahkan juga susah untuk melakukan
penyadapan percakapan yang terjadi. Komunikasi bergerak yang analog relatif akan mahal
menggunakan teknologi ini sehingga sangat jarang diperoleh bahwa encryprion ini diterapkan
pada sistem analog.

Blocking

Blocking dilakukan dengan cara memblock setiap panggilan yang dilakukan oleh astemer tertentu
misalnya dengan cara membuat kastemer tertentu tidak dapat melakukan panggilan interlokal
ataupun internasional. Hal ini dilakukan operator atas permintaan customer atau juga untuk tujuan
proteksi, misalnya dengan membuat customer tertentu yang memiliki catatan yang baik yang
hanya mungkin dapat melakukan panggilan internasional.

Verifikasi Kastemer

Verifikasi kastemer dilakukan dengan cara memberikan syarat mutlak pada customer sebelum
melakukan akses pertama dengan memasukan PIN (Personal Identitas Number). Cara lain adalah
dengan melakukan akses prepaid (pascabayar) untuk panggilan interlokal maupun internasional.

Analisa Pola Trafik

8
Banyak operator yang telah melakukan tambahan software untuk mendeteksi fraud dengan cara melakukan
analisa pola trafik. Software akan mendeteksi apabila ada pola trafik yang luar biasa dibanding pada
biasanya, seperti adanya intensitas yang tinggi pada jumlah atau lamanya panggilan international yang
dilakukan pada oleh telepon gengam tertentu. Jika ada suatu trafik yang lain dari biasanya maka software
ini akan memberikan suatu alarm dan dapat dilakukan pengecekan lebih lanjut

Cara-cara di atas merupakan cara yang dapat dilakukan oleh operator untuk meminimisasi kasus fraud
sehingga memperkecil kerugian bagi operator maupun kastemer. Dari segi teknologi, saat ini telah banyak
dikembangkan teknologi yang mempertinggi tingkat keamananan/sekuriti (security) bagi komunikasi
telepon gengam. Mulai dari sistem generasi komunikasi bergerak pertama dengan menggunakan
pengacakan identitas, sistem generasi kedua dengan voice encryption and user authentication serta sistem
generasi ketiga dengan asymmetric cryptographic algorithm

Sistem Generasi Pertama


Sistem generasi pertama umumnya masih menggunakan teknologi selular analog. Contoh sistem
generasi pertama ini adalah NMT (Nordic Mobile Telephony) yang mulai diimplementasikan di
Jakarta tahun 1986. AMPS (Advanced Mobile Phone System) yang masuk Indonesia sekitar tahun
1991 juga termasuk dalam kategori ini.

Dalam telepon gengam pada sistem komunikasi bergerak generasi pertama tersimpan suatu data
informasi 10 digit nomor identitas telepon (Mobile Indentification Number; MIN) dan nomor
yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat telepon berupa Electronic Serial Number (ESN) sebesar
32-bit. MIN berisi identitas customer dan operator yang melayani customer tersebut, sedangkan
ESN berisi identitas telepon gengam yang tersimpan dalam chip telepon tersebut. Ketika
pengguna melakukan atau menerima panggilan maka telepon akan memancarkan informasi MIN
dan ESN dalam jaringan. Jaringan kemudian melakukan pengecekan apakah MIN dan ESN ini
merupakan nomor customer dan bukan dalam daftar nomor-nomor yang hilang. Jika ESN dan
MIN ini memenuhi persyaratan di atas maka jaringan akan memproses lebih lanjut panggilan
yang dilakukan atau diterima.

Seperti telah dikemukakan sebelumnya pengembangan dari sistem ini adalah dengan
menggunakan PIN sebelum melakukan panggilan. Namun demikian sistem ini tetap sangat lemah
karena dengan kemajuan teknologi maka sistem scanner untuk teknologi ini relatif mudah
diperoleh dan algoritma pengacakannya mudah ditemukan sehingga dapat mudah untuk
digandakan (kloning).

Fraud yang banyak terjadi pada sistem generasi pertama ini adalah Kloning dan Tumbling.
Kloning dilakukan dengan menggandakan identitas MIN dan ESN pada suatu telepon lain.
Identitas MIN dan ESN ini pada awalnya diperoleh dengan melakukan scanner pada saat telepon
gengam menerima atau melakukan panggilan. Tumbling dilakukan dengan cara melakukan
modifikasi terhadap konfigurasi rangkaian dalam telepon sehingga telepon memiliki ESN yang
berbeda.

Melihat banyaknya kemungkinan fraud pada sistem teknologi selular analog maka saat ini
teknologi ini mulai banyak ditinggalkan dan beralih kepada sistem dengan teknologi selular
digital.

Sistem Generasi Kedua


Pada sistem generasi kedua telah menggunakan sistem komunikasi selular digital. Contoh sistem
yang dapat dikategorikan sebagai sistem generasi kedua ini adalah sistem GSM, CDMA, PDC

9
dan D-AMPS. Di Indonesia sendiri, sistem yang menjadi kategori ini misalnya adalah Sistem
GSM yang dimiliki oleh tiga operator: Telkomsel, Satelindo dan Excelcomindo dan sistem
CDMA IS-95 yang dioperasikan oleh Komselindo. Sistem GSM menggunakan model sekuriti
yang berbeda dibanding sistem CDMA. Pada GSM, model sekuriti yang dipakai dikenal dengan
nama protokol Security Triplet, sedangkan CDMA menggunakan Shared Secret Data (SSD).

Seperti pada generasi pertama, dalam telepon gengam generasi kedua ini juga terdapat ESN yang
di-set saat pembuatan dipabrik. Disamping itu juga terdapat pula nomor sebanyak 15 digit yang
dikenal dengan International Mobile Subscriber Identity (IMSI) yang unik dimana tidak akan
sama di seluruh dunia.

Pada sistem GSM, ESN ini lebih dikenal dengan nama International Mobile Equipment Identifier
(IMEI) yang juga terdiri dari 15 digit. Nomor ini biasanya terdapat pada belakang tempat baterai
telepon gengam atau pada nomor kartu garansi. IMEI berisi nomor digit yang unik yang berisi
informasi mengenai Type Approval Code (TAC) yaitu kode spesifik approval dari negara
pembuatan, Final Assembly Code (FAC) yang unik berdasarkan pabrikan, nomor seri dan spare
number, yang susunannya seperti pada gambar di bawah ini.

FAC memberikan informasi pabrik pembuat dengan kode sebagai berikut:

FAC Pabrikan

01,02 AEG

07 , 40 Motorola

10, 20 Nokia

30 Ericsson

40, 41, 44 Siemens

47 Option International

50 Bosch

51 Sony, Siemens, Ericsson

60 Alcatel

61 Ericsson

65 AEG

70 Sagem

75 Dancall

80 Philips

85 Panasonic

10
Pada saat telepon gengam dihidupkan maka nomor unik IMEI ini akan ditransmitkan pada
jaringan. Beberapa operator di Eropa mengaktifkan fasilitas untuk memeriksa nomor ini dalam
jaringan EIR (Equipment ID Register) mereka saat telepon dihidupkan. Dengan cara ini telepon
yang hilang dapat dilaporkan kepada operator sehingga tidak dapat dipergunakan karena nomor
tersebut dimasukkan ke dalam kategori black list pada database EIR.

Selain nomor IMEI tersebut, nomor IMSI juga ditransmitkan. Jika IMEI terletak pada setiap
telepon gengam maka IMSI terletak pada setiap kartu Subscriber Identity Module (SIM) pada
kastemer. SIM ini berisi semua informasi customer yang diproteksi dengan Personal
Identification Number (PIN), juga kunci authentifikasi customer (Ki), kunci rahasia yang
dihasilkan dengan algoritma (A8) dan algoritma A3 dalam sebuah smart card. Protokol ini
dikenal dengan sebutan Security Triplet. Triplet yang identik terdapat pada telepon gengam
customer dan juga di database sentral telepon bergerak atau Home Location Register (HLR).

Algoritma yang dihasilkan dalam telepon gengam adalah algoritma rahasia A5. Algoritma A3, A5
dan A8 juga terdapat dalam database jaringan operator GSM. Untuk melakukan authentifikasi,
semua elemen (SIM, telepon gengam dan database GSM) ini diperlukan. Kloning relatif tidak
mungkin dapat dilakukan tanpa mengakses chip pada SIM karena kode ini relatif tidak mungkin
dapat diperoleh melalui scanner seperti pada sistem generasi pertama karena algoritma tadi
menyebabkan pengacakan informasi.

Pada sistem CDMA, SSD digunakan sebagai informasi dalam melakukan authentifikasi. Baik
telepon gengam maupun database pada jaringan CDMA memiliki informasi ESN, 64 bit kunci
authentifikasi (A-key) dan angka acak untuk perhitungan SSD (RANDSSD). Algoritma yang
dipergunakan dalam perhitungan SSD ini dikenal dengan nama Cellular Authentification and
Voice Encryption (CAVE).

A-key adalah bit rahasia dan unik untuk setiap telepon gengam CDMA. A-key ini diprogram oleh
operator CDMA di telepon masing-masing dan pada database Authetification Center (AC).
Masing-masing informasi A-key ini harus sama baik pada telepon maupun pada AC. Informasi
pada A-key inilah yang akan dipakai sebagai bagian pada perhitungan SSD.

Pada saat telepon dihidupkan maka akan melakukan transmisi informasi ESN dan RANDSSD
untuk melakukan updated SSD. SSD yang di-updated ini menghasilkan dua informasi yaitu:
SSD-A dan SSD-B. SSD-A dipergunakan untuk melakukan authentifikasi sedangkan SSD-B
digunakan untuk pengacakan dan sekuriti suara pada kanal voice.

Saat MSC mendeteksi adanya suatu telepon gengam yang akan mencoba melakukan akses ke
jaringan, maka MSC akan merespon dengan mengirim informasi ke Home Location Regiter
(HLR) untuk melakukan pengecekan dan menerima informasi profile dari kastemer. MSC
kemudian menghasilkan bit random dan respon authentifikasi ke telepon gengam. Telepon
gengam kemudian melakukan CAVE dan mengirim kembali ke MSC. MSC juga melakukan
perhitungan yang sama dan melakukan pengecekan terhadap informasi yang diterima. Jika
hasilnya sama maka MSC mengijinkan telepon gengam tersebut untuk mengakses sistem.
Perhitungan ini tentunya akan berhasil jika keduanya memiliki SSD, MIN dan ESN yang sama.

Seperti juga pada sistem GSM, sistem CDMA ini relatif tidak mungkin dapat dilakukan kloning
dengan melakukan pencurian informasi data SSD, MIN dan ESN melalui udara karena sistem
pengacakan dan algoritma digital yang dilakukan, termasuk juga pada kanal suara yang
melakukan proses encryption.

11
Sistem Generasi Ketiga

Pada sistem generasi ketiga model authentifikasi merupakan gabungan kelebihan-kelebihan


model sekuriti pada generasi sebelumnya. Selain itu juga dengan tambahan end-to-end security
dan integrasi data. Sekuriti generasi ini harus lebih baik karena informasi seperti transfer data
misalnya nomor kartu kredit harus tidak dapat disadap oleh pihak lain. Kelemahan sistem GSM
bahwa proses encryption hanya dilakukan pada komunikasi melalui udara juga diperbaiki pada
generasi ini.

Dengan adanya integrasi sistem komunikasi telepon bergerak dengan komunikasi data, maka
metode sekuriti yang dipergunakan adalah dengan algoritma asymmetric cryptographic. Alasan
penggunaan metoda ini adalah karena sekuriti ini mengunakan sertifikasi digital (digital
signatures), penyederhanaan profil menjadi anonim, penyederhanaan distribusi key saat roaming.
Hal ini juga dapat dicapai karena kecenderungan model sekuriti akan menggunakan chip yang
fisiknya sama seperti kartu pada sistem GSM saat ini.

Skenario dengan menggunakan algoritma asymmetric ini dengan kecenderungan:

Pasangan informasi authentifikasi akan dihasilkan dalam telepon dan juga tergantung
pada desain sekuriti pada smart card (chip).
Informasi bit (key) pada gengam harus lebih dahulu disertifikasi oleh operator dan
disimpan dalam SIM.
Semua operator harus memiliki persetujuan bilateral untuk roaming, dan sebuah badan
sertifikasi internasional akan diperlukan untuk implementasi sertifikasi secara
internasional.

Beberapa yang tergolong pada algoritma asymmetric cryptographic diantaranya adalah Algoritma
RSA dan Algoritma DSA, dan Algoritma Elliptic Curve Crytosystems (ECC).

Algoritma RSA dan DSA cenderung memiliki kelemahan yaitu jumlah bit (overhead) yang terlalu
panjang sehingga memerlukan waktu perhitungan yang tinggi, memperlambat pembentukan
digital signatures. Algoritma ECC lebih baik dibanding algoritma RSA dan DSA karena memiliki
kelebihan dalam digital signatures yang lebih pendek dan jumlah bit key yang lebih pendek

Sekuriti dalam komunikasi telepon bergerak sangat penting untuk menghindari adanya fraud.
Sekuriti dilakukan dengan melakukan proses authentifikasi bagi setiap telepon gengam yang
ingin mengakses jaringan. Adanya peningkatan model sekuriti dari sistem generasi pertama,
kedua dan ketiga memberikan kemampuan sekuriti yang lebih baik bagi komunikasi bergerak.
Secara umum dapat ditabelkan masing-masing model sekuriti dari masing sistem generasi di atas
pada tabel berikut:

Generasi Generasi Genrasi


Parameter
Pertama Kedua Ketiga

Signaling, Voice Tidak ada Tinggi: dilakukan Tinggi: dilakukan


dan Data pengacakan pengacakan
(encryted) (encryted)

12
Lokasi, user ID Tidak ada Sedang: Tinggi: dengan
menggunakan sistem anonymity
IMSI

Kloning Mudah dikloning Tidak mungkin Tidak mungkin

Penyadapan Mudah Susah Susah


melalui udara

Cara kerja dual SIM adapter ini sangat sederhana, perangkat ini memanfaatkan rangkaian
elektronika digital sebagai pengganti saklar mekanik.

Diagram skematik perangkat dual SIM

3. Pembahasan

Dengan tumbuhnya berbagai operator seluler di Indonesia yang menawarkan fasilitas yang
berbeda dan tingkat layanan pelanggan yang beragam, kita dihadapkan pada dilema untuk
memilih penyedia jasa layanan selular terbaik yang dapat melayani berbagai kebutuhan
komunikasi bergerak kita. Dilema ini terkadang diakhiri dengan keputusan untuk menggunakan
layanan lebih dari satu penyedia karena masing-masing penyedia jasa ini memiliki kekurangan
dan kelebihan yang bervariasi. Konkurensinya adalah kita harus memegang kartu SIM GSM
lebih dari satu.

Penggunaan lebih dari satu kartu ini tidaklah mudah. Kembali kita dihadapkan dengan pilihan
untuk menggunakan handphone lebih dari satu, atau menggunakan satu handphone saja namun
harus bersedia menggonta-ganti kartu disaat kita ingin terhubung dengan penyedia layanan
seluler tertentu.

13
Melihat adanya peluang bisnis yang cukup menjanjikan dibalik dilema yang dihadapi oleh
konsumen, para pembuat asesoris handphone segera merespon dengan melahirkan inovasi yang
sangat kreatif. Mereka menawarkan produk dual SIM (double SIM) adapter, perangkat
sederhana yang dapat memuat dua kartu SIM GSM yang dapat memuat dua kartu SIM GSM
sekaligus.

Dengan menggunakan assesoris ini kita dapat bergonta-ganti nomor dengan menggunakan switch
mekanis atau switch elektronis dengan cara mematikan atau menghidupkan kembali handphone.

Salah satu contoh super slim dual SIM adapter yang telah beredar dipasaran dapat dilihat pada
gambar dibawah ini. Adapter TYPE E yang ditunjukan dalam gambar adalah adapter yang dapat
digunakan pada handphone Nokia 6510, Nokia 8310, Siemens C55.

14
Pemasangan super slim dual SIM adapter ini sangatlah sederhana sehingga dapat dilakukan oleh
siapa saja. Faktor yang harus diperhatikan adalah tipe yang digunakan merupakan tipe yang
sesuai dengan handphone yang kita miliki. Super slim dual SIM adapter TYPE E ini tidak terlalu
sesuai untuk digunakan pada Siemens C55. Hal ini dapat dilihat pada gambar paling kiri di
bawah ini. Terlihat bahwa kita harus menekuk paksa jalur penghubung agar adapter dapat masuk
ke dalam slot SIM card Siemens C55.

15
Daftar Handphone yang didukung oleh super slim dual SIM adapter

Super Slim Dual Sim Card Handphone Yang Didukung Tipe Handphone

TYPE A Alcatel OT500 CD938

Ericsson OT700 T2988

Motorola OT701 i66

Okwap T20 i18

Panasonic T28 i88

Sagem T68 i3698

Sony T29 GD92

T39 GD93

R320 918

R520 930

A3618 968

V8088 986

V3688 Z18

CD928 J16

TYPE B Ericsson T66 R210

GVC 168D N500

Nokia 268E C35

Panasonic 588H S35

Samsung 5110 M35

Siemens 7110 SL45

GD90 SL42

A200 1118

T100

TYPE C Nokia 3310 5510

Motorola 3315 6210

3350 T189

3330 p7689

3410 P7789

TYPE D Nokia 3210 8890

Motorola 6210 L series

16
8210 LF2000

8250 V2188

8850 T192

TYPE E Nokia 6510 C45

Siemens 8310 C55

TYPE F Nokia 6100 7250

6610 7250I

7210

Cara meng-cloning Kartu SIM GSM

10 langkah-langkah yang mudah untuk mengcloning GSM SIM :


LANGKAH 1

Download Perangkat lunak dari Internet:

- SIM Scan 1.21 oleh Dejan Kaljevic pada alamat


[http://www.anytimenow.com]
- TwinSim 1.0 oleh lotfi17 pada alamat [http://www.anytimenow.com]
- IC-PROG 1.04 oleh Bonny Gijzen pada alamat
[http://www.ic.prog.com/icprog.zip]
- WinPhoenix 1.06 oleh Paulus Arnold dan Joos pada alamat [
http://www.anytimenow.com]
- WinPhoenix EEPROM pada alamat [http://www.anytimenow.com]
- Konvertor HEX to BIN pada alamt [http://www.anytimenow.com]

LANGKAH 2

Membangun hardware Reader/Writer GSM SIM sendiri

- SIM Reader =SIM SCAN -Mouse Compatible cerdas - Schematics pada [


http://www.anytimenow.com]
- SIM Penulis =JDM Programmer - Schematics pada
[http://www.anytimenow.com]

LANGKAH 3

17
Membeli atau membuat SIM cards kosong sendiri

Buat 16F84A +24C16 DIL - Schematics pada [http://www.anytimenow.com]

Beli kartu Goldwafer di sini. [http://users.anytimenow.com/sid67b/GSMSIM3.htm]

LANGKAH 4

Memperoleh Ki dan IMSI dari SIM yang asli

Instal Sim Scan 1.21 dengan menjalankan file install.bat. Jalankan dan atur Sim
Scan dari file c:\sim_scan\setup.bat.

Screen 1:

Tekan Alt+Enter, lalu pilih port COM di mana SIM Reader dihubungkan. SIM
Scan tidak akan bekerja dengan baik kecuali jika itu dimaksimalkan pada layar
penuh.

Screen 2:

Pilih baud rate (pilih 9600 bps 357 Mhz)


[ Baud rate ini harus dipertimbangkan dalam hubungan dengan kemampuan
SIM dan alat yang membaca SIM. Sebagai contoh, pada [-
http://users.anytimenow.com/sid67b/GSMSIM3.htm. alat memanggil(hubungi U-
GSR Advanced v 16 dan negara "U-GSR. Dikedepankan ver 1.6 adalah untuk

18
para pemakai yang ingin lebih baik dan lebih cepat kinerja di dalam pengklonan
GSM SIMs. Pilihan Dual Resonator memungkinkan untuk pindah dari 357Mhz
atau 600Mhz dengan mudah. Menggunakan pilihan 600Mhz, ini akan
mengurangi/ berkurangnya waktu untuk mendapat Ki dan IMSI sekitar 50%! ]."

Screen 3 :

Tempatkan kartu SIM asli pada SIM Reader dan tekan Enter

Screen 4:

19
Tekan ' F5' -Dapat IMSI dan Ki. Sim Scan akan secara otomatis membuat file
par2.bin sebagai bagian dari instalasi. Ini akan berlangsungl sekitar 40 menit
pada komputer yang cepat.

Screen 5 :

Pilih 'F2' atau ' F3' (Jangan gunakan 'F1' kecuali jika mengetahui apa yang
sedang dilakukan.) 'F3' Dapat kembali 75% dari SIMs. GSM SIMs, tetapi itu
adalah lambat. 'F2' Dapat kembali 50% dari SIMs. GSM SIMs itu lebih cepat.
Jika Ki dan IMSI tidak bisa didapat kembali dengan 'F2', kita dapat pindah ke
'F3'

20
Proses dari memperoleh Ki dan IMSI dari SIM asli biasanya diambil dari 4 jam
sampai 3 hari tergantung pada jenis dari SIM GSM. Sim Scan akan mulai dari di
mana terakhir selesai. Setelah Ki dan IMSI sudah didapat kembali, suatu file
bernama c:\Imsi_ki.dat akan yang diciptakan dan dengan menggunakan Notepad
untuk open nya yang dapat dilihat serupa dengan layar di bawah.

LANGKAH 4

Mebuat file HEX untuk "kloning" SIM

Jalankan TwinSim 1.0 dan pilih 'Single-Sim' lalu masukan Ki dan IMSI yang
didapat dari SIM asli. Untuk 'PIN masukan setiap 4 digit dan 'PUC' masukan
setiap 8 digit. Setelah dimasukan semua data yang diperlukan, klik 'Generate
Picfile' dan 'Generate Epromfile' lalu keluar dari program. Dua file HEX akan
dihasilkan di dalam folder di mana TwinSim ditempatkan ( pic16f84hex
+epromhex).

Langkah 6

Mengubah eeprom.hex menjadi eeprom.bin

file Eeprom.hex dan hex2bin.exe harus ditempatkan di directory yang samai.


Jalankan hex2bin.exe dan copy setting nya dari layar. Sekarang suatu file yang
baru 'eeprom.bin' akan dibuat.

21
Langkah 7

Mem-burning EEPROM Loader pada Goldwafer.

Jalankan IC-PROG 1.04 dan atur agar dapat bekerja pada SIM Writer yang
merupakan suatu perangkat keras JDM. Pilih ' Settings --> 'Hardware' lalu pilih
port COM yang benar di mana SIM Writer dihubungkan.

Setelah menyiapkan perangkat keras, taruh Goldcard yang kosong pada SIM
Writer dan pilih 16F84A dari daftar chip.

22
Sekarang isit 'Winphoenix Loader.hex' dengan memilihan 'File' -->"- Open File'.
Setelah file dimasukkan, klik semua tombol program (salahsatunya dengan ikon
guntur).

23
Langkah 8

Mem-burning eeprom.bin pada Goldcard.

Tempatkan Goldcard yang akan digunakan dari IC-Prog ke SIM Reader dan
kemudian jalankan WinPhoenix 1.06. Versi lain dari WinPhoenix might tidak
bekerja maka pastikan bahwa kita sedang menggunakan versi 1.06. Atur port di
mana SIM reader dihubungkan. Hal ini bisa dilakukan dengan 'File' -->
'Preference dan pilih 'General' Tab.

Select File Load dan pilih eeprom.bin

Select Card Program dan eeprom.bin akan ditulis pada Goldwafers 24C16

24
Langkah 9

Mem-burning pic16f84.hex pada Goldwafer .

Tempatkan Goldwafer pada SIM writer dan jalankan IC-Prog 1.04 lagii. Ikuti
langkah-langkah yang sama sebagaimana digambarkan dalam langkah 7, tetapi
sekarang diganti file pic16f84.hex. ini dapat memprogram kartu ini dengan 'CP'
yangbisa atu tidak bisa, tapi itu tidak menjadi soal.

Langkah 10

Uji SIM yang telah di clone pada telepon selular

Masukkan SIM yang telah di clonepada telepon selular dan masukan kode PIN
yang anda tulis sebelum menggunakan program TwinSim 1.0. Tunggu untuk
mendaftarkan pada jaringan dan sekarang selesai

25
Jika tidak dapat menemukan dual SIM adapter yang sesuai dengan tipe handphone yang kita
pakai atau kita ingin menggunakan lebih dari satu kartu SIM pada PDA Phone dan Smartphone,
pilihan terakhir adalah memanfaatkan kelemahan yang ada pada kartu SIM GSM.

Mayoritas penyedia jasa layanan seluler masih menggunakan kartu SIM GSM dengan
authentication algorithm COMP128-1 (COMP128v1). Pada bulan April 1998, SDA (Smartcard
Developer Association) dan dua orang peneliti dari ISAAC (Internet Security, Applications,
Authentication and Cryptography) U.C. Berkeley mendapati bahwa authentication algorithm
COMP128-1 ini ternyata dapat dengan mudah "diakali". Hanya membutuhkan 50.000 hingga
150.000 lebih percobaan "chosen-challenge and response attack" untuk mendapatkan nilai Ki
yang panjangnya 128 bit. Jika nilai Ki ini sudah berhasil diperoleh, proses cloning adalah
pekerjaan yang sangatlah mudah. Kita tinggal memasukkan nilai Ki ini ke kartu smartcard yang
sudah dilengkapi dengan STK emulasi kartu SIM.

Kelemahan dalam implementasi authentication algorithm COMP128-1 ini membuka peluang


bagi pihak-pihak yang kreatif dengan melahirkan produk cloning kartu SIM GSM. Produk ini
terdiri dari perangkat keras yang digunakan untuk menempatkan kartu SIM GSM, perangkat
lunak untuk melakukan proses pembacaan dan penulisan kartu SIM GSM, dan satu kartu SIM

GSM kosong yang dapat menampung empat, delapan, dua belas, atau bahkan enam belas nomor
sekaligus.

26
Perangkat yang dibutuhkan untuk melakukan cloning kartu SIM GSM ini adalah satu perangkat
reader/writer kartu SIM GSM dan perangkat lunak yang tepat untuk melakukan scanning nilai
Ki.

Perangkat reader/writer yang dihubungkan pada serial port RS-232 komputer pribadi (personal
computer) ini dapat dibuat sendiri dengan harga yang terjangkau. Diagram skematik yang dibuat
oleh Dejan Kaljevic ini dapat dengan mudah dibuat oleh mereka yang memiliki keterampilan
merakit rangkaian elektronika.

Di Indonesia ini setidaknya ada dua produk cloning kartu SIM GSM yang beredar di pasaran.
Keduanya dibuat oleh perusahaan yang berasal dari Taiwan:

SIM Master 3 dengan kartu 8-in-1, satu kartu SIM GSM yang disediakan dalam paketnya dapat
menampung delapan nomor yang berbeda.

SIM MAX III dengan kartu 12-in-1, satu kartu SIM GSM yang disediakan dalam paketnya dapat
menampung dua belas nomor yang berbeda.

Cukup banyak produk cloning kartu SIM GSM sudah


beredar di Indonesia namun kedua produk inilah
yang dapat dengan mudah di temukan di pasaran.

Khusus untuk SIM Master, produk ini sudah


memiliki distributor/dealer resmi di Indonesia.
Mereka memberikan jaminan garansi selama 1 tahun
terhadap perangkat yang mereka pasarkan.

Pengalaman Singkat Dengan SIM Master 3

Saat membuka kemasan SIM Master 3, maka akan diperoleh satu perangkat reader/writer kartu
SIM GSM, satu kartu SIM GSM kosong yang dapat menampung delapan nomor (8-in-1), dan
satu CDROM yang berisi beberapa program aplikasi.

27
Program aplikasi yang disediakan oleh SIM Master 3 adalah program aplikasi untuk melakukan
scanning nilai Ki, program aplikasi untuk melakukan penulisan ke kartu SIM GSM kosong, dan
program aplikasi untuk mengatur phone book yang tersimpan dalam kartu SIM GSM. Untuk
pengguna Indonesia disediakan user interface program aplikasi dalam Bahasa Indonesia.

Disamping program scanning yang dibuat sendiri oleh SIM Master 3, di dalam CDROM ini akan
ditemukan program aplikasi SIM Scan yang dibuat oleh Dejan Kaljevic. Saat menggunakan SIM
Master disarankan untuk menggunakan program SIM Scan saat melakukan scanning nilai Ki.
Dengan menggunakan SIM Scan kerusakan kartu SIM GSM dapat lebih diminimalisasi.

Persiapan Sebelum Melakukan Cloning

Saat menerima paket SIM Master 3 sebaiknya memeriksa isi CDROM yang ada karena
kemungkinan sebagian besar file dari CDROM ini tidak dapat digunakan. File-file ini hanya terisi

28
dengan karakter NULL (00 hal ini terjadi karena proses duplikasi CDROM yang kurang
sempurna).

Kendala dapat diatasi dengan men-download program aplikasi penunjang ini dari web site
produsen SIM Master (http://www.inex-tw.com) atau dari web site distributor SIM Master
Indonesia (http://www.simmaster.biz).

Kedua program aplikasi yang disediakan oleh SIM Master, yaitu SIM Magic Editor dan SIM Pro
Backup, dapat di-install tanpa kendala apapun. Kemudian dengan menggunakan program SIM
Scan yang dibuat oleh Dejan Kaljevic untuk melakukan proses scanning kartu SIM GSM.
Program SIM Scan yang disediakan oleh CDROM SIM Master adalah SIM Scan v2.0. namun
bisa juga menggunakan SIM Scan v2.01 yang di-download dari site yang disediakan oleh Dejan
(http://users.net.yu/~dejan).

Perangkat keras sudah terhubung dan perangkat lunak pendukung telah ter-install. Setelah
melakukan beberapa uji coba untuk memastikan bahwa reader/writer SIM Master dapat bekerja
dengan baik maka proses cloning dapat segera dimulai. Uji coba ini dilakukan dengan cara
membaca phone book dari kartu SIM GSM yang ada dengan bantuan program SIM Magic
Editor.

Dengan menggunakan perangkat SIM Master 3 yang akan meng-clone ketiga kartu SIM GSM
dari penyedia jasa yang berbeda dan menempatkannya ke dalam satu kartu SIM GSM saja.

Aktivitas menggonta-ganti kartu yang selama ini dilakukan terasa sebagai kegiatan yang sangat
tidak efisien. Jika tindakan gonta-ganti kartu ini dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama,
kerusakan mekanis pada dudukan kartu SIM GSM yang ada pada pesawat handphone tentu tidak
dapat dihindari.

Berikut ini adalah informasi singkat dari kartu SIM GSM yang digunakan dan dapat dicoba untuk
di-clone dengan SIM Master 3:

Mentari (Satelindo) edisi 10th Satelindo, address book 250 entry.

IM3 Smart, address book 250 entry.


Simpati (Telkomsel) Double Impact, address book 200 entry.

29
Seluruhnya merupakan kartu SIM GSM untuk layanan pra-bayar (pre-paid).

Suka-duka Saat Cloning

Kurun waktu yang dibutuhkan oleh SIM Scan v2.01 untuk mendapatkan nilai Ki dari kartu SIM
GSM sangat beragam.

Dibutuhkan waktu dua jam lebih lamanya untuk mendapatkan nilai Ki dari kartu SIM GSM
Mentari dan Simpati dengan mengatur SIM Scan pada modus operasi "No Strong Ki" dan "A38
Limit". Menurut Dejan dalam petunjuk penggunaan SIM Scan, setting ini merupakan modus
operasi paling aman untuk melakukan scanning terhadap kartu SIM GSM.

Mengikuti petunjuk penggunaan SIM Scan, segera proses scanning dihentikan untuk mengganti
modus operasinya. Kali ini SIM Scan dijalankan dari awal dengan modus "Strong Ki" and "No
A38 Limit". Dibutuhkan waktu belasan jam lamanya untuk mendapatkan nilai Ki dari kartu SIM
GSM IM3 Smart.

30
SIM Scan akan menghasilkan file imsi_ki.dat jika proses scanning yang dilakukan berhasil. File
dalam format teks ini berisi informasi nilai Ki dan IMSI dari kartu SIM GSM :

IMSI:000000000000000000 Ki:00000000000000000000000000000000

Agar data hasil scanning ini dapat digunakan oleh program SIM Pro Backup untuk
mentransfernya kedalam kartu SIM GSM 8-in-1 data IMSI dan Ki ini masih harus dilengkapi
dengan informasi SMSC (Short Message Service Center) yang spesifik untuk setiap penyedia jasa
layanan seluler. Pihak distributor SIM Master Indonesia sudah menyiapkan data SMSC penyedia
jasa layanan seluler di Indonesia. Penggabungan data imsi_ki.dat dengan SMSC dapat dilakukan
dengan mudah oleh orang awam sekalipun karena pihak distributor juga telah menyiapkan batch
file untuk membantu proses ini. Hasil dari proses penggabungan ini adalah satu baris informasi
dalam file teks seperti berikut ini:

IMSI:000000000000000000 Ki:00000000000000000000000000000000
SMSC:0000000000000000000000000000000000000000000000000000
00000000000000000000000000000000000000000000000000

Proses penulisan ke kartu SIM GSM 8-in-1 merupakan pekerjaan yang mudah dan
menyenangkan. SIM Pro Backup hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk menulis
informasi ini kedalam kartu kosong.

Hasil Akhir Dari Proses Cloning SIM Master 3

Setelah seluruh data dari ketiga kartu berhasil ditulis ke dalam kartu SIM GSM 8-in-1, kartu ini

31
penulis masukkan kedalam handphone Siemens C55.

Setelah handphone dihidupkan maka akan ditemukan satu menu baru yang bertuliskan "Super
SIM". Melalui menu ini kita dapat memilih nomor mana yang ingin kita aktifkan. Menu ini akan
tampil pada handphone apa saja yang mendukung penggunaan menu STK yang ada pada kartu
SIM GSM.

Dengan teknologi ini kita tidak dapat mengharapkan bahwa seluruh nomor yang kita tulis
kedalam kartu SIM GSM 8-in-1 dapat hidup secara bersamaan. Limitasi ini adalah limitasi dari
pesawat handphone yang hanya memiliki satu unit transmitter dan receiver. Limitasi ini hanya
dapat dihilangkan jika terdapat lebih dari satu unit transmitter dan receiver pada pesawat
handphone yang digunakan.

4. Kesimpulan

Dari hasil uji coba untuk menjalankan kartu SIM Master dan SIM MAX pada perangkat PDA
phone Palm Tungsteng}W didapatkan hasil bahwa menu pemilihan nomor dari SIM Master tidak
berjalan dengan sempurna pada Tungsten|W sehingga kita harus memilih nomor yang ingin
diaktifkan melalui fasilitas PIN. Menu STK Switch Number dari SIM MAX dapat berjalan
dengan baik pada PDA phone.

32
Saat mengamati komponen-komponen elektronik yang terpasang pada PCB (printed circuit
board) dari SIM Master dan SIM MAX, dapat disimpulkan bahwa kedua produk ini dibangun
dari rangkaian dasar yang serupa, yaitu skematik reader/writer kartu SIM GSM yang diberikan
oleh Dejan Kaljevic:

Untuk

penggunaan pribadi maka SIM Master 3 lebih cocok, dengan pertimbangan: kinerja kartu yang
cepat saat dioperasikan di handphone, memanfaatkan format data yang dihasilkan oleh Sim Scan
yang dibuat oleh Dejan Kaljevic, pilihan nomor aktif dapat dilakukan saat kita memasukkan
nomor PIN, dan memiliki layanan garansi selama 1 tahun

Berikut perbandingan antara produk SIM master dan SIM Max.

Spesifikasi SIM Master 3 SIM Max III

Kapasitas maksimal nomor GSM 8 12

Kapasitas penyimpanan SMS 10 40

Kapasitas phonebook 170 200

Kecepatan GSM card reader 9600 bps 9600bps

19200 bps

Koneksi GSM card reader ke komputer Serial port RS-232 Serial port RS-232

pribadi (personal computer)

Pemilihan nomor GSM yang aktif STK menu dan PIN STK menu

33
selection

Setiap kita mengubah nomor yang aktif Tidak Ya

melalui STK menu, PIN harus selalu

dimasukkan

Saat ponsel dimatikan dan dihidupkan Nomor GSM pada entry Nomor GSM yang

kembali, nomor GSM yang aktif adalah ketujuh, kecuali terakhir kali aktif

dilakukan pemilihan

dengan PIN selection

Entry nomor GSM yang tampil pada STK Tidak Ya

menu dapat diubah sesuka kita

Nomor GSM yang sudah ditulis dapat Tidak. Nomor GSM yang Ya

dihapus melalui program aplikasi yang ingin dihapus harus

disediakan oleh produsen ditulis ulang dengan

data kosong (blank)

PUK untuk membuka kembali kartu yang Tidak Ya

terkunci karena kesalahan PIN

Mendukung penggunakan Sim Scan yang Ya Reader/writer dapat

dibuat oleh Dejan Kaljevic untuk proses digunakan oleh Sim Scan

pencarian KI namun kita

membutuhkan utility

tambahan untuk

mengubah format data

Sim Scan ke format SIM

Max. Sayangnya user

interface utility yang

disediakan oleh SIM Max

ini didistribusikan dalam

bahasa Mandarin.

Program aplikasi (utility) dapat di- Ya Ya

download melalui web site produsen

User interface program aplikasi (utility) Ya Tidak

berbahasa Indonesia

Panduan pengguna (help file) Cukup lengkap dan Terlalu sederhana

34
detail

Panduan pengguna dalam bahasa Ya Tidak

Indonesia

Dealer/distributor resmi di Indonesia Ya Tidak

Garansi 1 tahun di Indonesia Ya Tidak

Kinerja kartu saat digunakan di Cepat Agak lambat

handphone

Penggunaan kedua produk cloning kartu SIM GSM ini secara umum tidaklah sukar. Proses
cloning ini dapat dilakukan oleh siapa saja yang telah terbiasa menggunkan program aplikasi di
komputer dan berani untuk menghubungkan sendiri perangkat tambahan seperti printer atau
mouse ke port-nya masing-masing. Pastikan selalu menggunakan Sim Scan Dejan Kaljevic untuk
melakukan proses scanning guna memperkecil resiko kerusakan kartu SIM GSM asli.

Kartu SIM GSM yang beredar di Indonesia tidak semuanya dapat di-clone. Dari pengalaman di
dapat bahwa kartu SIM GSM yang dikeluarkan oleh Satelindo yang memiliki kode CED
dibelakang kartu SIM-nya tidak dapat di-scan oleh Sim Scan v2.01 namun kartu SIM GSM yang
memiliki kode IM dibelakangnya, seperti tampak pada gambar dibawah ini dapat dengan mudah
di-scan

Proses cloning merupakan aktivitas

yang sangat memakan waktu, proses

scanning kartu SIM GSM rata-rata

membutuhkan waktu lebih dari dua

jam lamanya. Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah ter-cloning-nya kartu SIM

oleh pihak yang tidak bertanggung-jawab adalah:

1. Jangan pernah meminjamkan kartu SIM GSM kepada pihak lain dalam kurun waktu yang

memungkinkan mereka untuk melakukan proses cloning.

35
2. Selalu aktifkan fungsi PIN yang ada pada kartu SIM. Ubah nomor PIN standar kartu

dengan nomor PIN baru. Nomor PIN baru jangan diketahui orang lain. Upaya ini bisa

ditempuh karena pada saat berlangsungnya proses penggandaan, yang pertama diminta

mesin pengganda nomor PIN kartu tersebut.

3. Bagi calon konsumen kartu prabayar, "Sebaiknya membeli kartu prabayar yang tersegel

rapi atau membeli di toko ponsel yang jelas nama dan alamatnya atau di dealer resmi.

Sedangkan bagi konsumen yang curiga nomornya digandakan dari indikasi tagihan dan

pulsa cepat habis, sebaiknya konsumen minta ganti kartu dengan nomor tetap ke operator

terkait.

4. Mengganti kartu utama otomatis akan memblokir nomor hasil gandaan karena pada kartu

GSM selain terdapat nomor panggil (MSISDN), juga terdapat nomor IMSI. Tiap kartu

GSM memiliki MSISDN dan IMSI yang berbeda-beda. "Hingga sekarang belum dapat

dipindahkan ke kartu lain

5. Jika kehilangan kartu SIM GSM, segera laporkan kejadian tersebut ke penyedia jasa

layanan selular yang bersangkutan guna mendapatkan kartu SIM GSM baru.

6. Tertarik dengan nomor cantik ? Berhati-hatilah jika ingin membeli kartu SIM bekas

(second hand)

7. Jika ada pihak yang tidak dikenal secara pribadi menawarkan jasa untuk melaksanakan

proses cloning, sebaiknya tolak tawaran ini. Proses cloning ini harus dilakukan sendiri.

8. Lakukan cloning hanya pada komputer milik pribadi untuk komputer milik orang yang

kita kenal secara pribadi.

9. Simpan baik-baik file.dat yang diperoleh dari hasil scaning. Ada baiknya untuk

menyinpan file tersebut dalam bentuk kompresi (ZIP, RAR, atau yang lainnya) dan

lindungilah dengan password yang panajang, katakanlah lebih dari 15 karakter.

Kemudahan cloning ini tidak akan bertahan lama karena lambat-laun para penyedia jasa telepon
seluler akan menggantikan kartu SIM GSM mereka dengan standar keamanan yang lebih
sempurna seperti standar authentication algorithm COMP128v2 atau standar yang paling baru
lagi.

36
DAFTAR PUSTAKA

[1]. ____________, SIM Scan v2, http://users.net.yu/~dejan

[2]. ____________,Special_Edition_2002_SIM_Cloning,

http://sepakraga.blogspot.com/2008/03/download-ebook-berkualitas.html

[3]. ____________,CloningSIMGSM,

http://www.interdimension.org/gadgets/sim_card_cloning/sim_card_cloning_04.ht

[4]. ____________, SIM cloning, http://www.kafegaul.com/forumkg/SIMcloning

[5]. ____________, http://www.elektroindonesia.com/elektro/tel29c.html

37
38

Anda mungkin juga menyukai