Anda di halaman 1dari 18

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

TEORI ASAM BASA dan Ph Larutan

Nama Sekolah : SMAN 1 PRAMBANAN KLATEN


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI IPA / 2
Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan
terapannya
Kompetensi dasar :
4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung
pH larutan.
4.2 Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit dari hasil titrasi
asam basa.
4.3 Mendeskripsikan sifat larutan penyangga dan peranan larutan penyangga dalam tubuh
makhluk hidup.
4.4 Menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air dan pH larutan garam
tersebut.
4.5 Menggunakan kurva perubahan harga pH pada titrasi asam basa untuk menjelaskan
larutan penyangga dan hidrolisis
4.6 Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan
hasil kali kelarutan.

I. Indikator Pencapaian Kompetensi:


Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry
Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry dan
menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis
Mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan berbagai Indikator Pencapaian
Kompetensi.
Memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang tidak dikenal berdasarkan hasil
pengamatan trayek perubahan warna berbagai Indikator Pencapaian Kompetensi asam dan
basa.
Menjelaskan pengertian kekuatan asam dan menyimpulkan hasil pengukuran pH dari
beberapa larutan asam dan larutan basa yang konsentrasinya sama
Menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan derajat pengionan ( ) dan tetapan
asam (Ka) atau tetapan basa (Kb)
Menghitung pH larutan asam atau basa yang diketahui konsentrasinya.
Menjelaskan penggunaan konsep pH dalam lingkungan.
Menentukan konsentrasi asam atau basa dengan titrasi
Menentukan kadar zat melalui titrasi.
Menentukan Indikator Pencapaian Kompetensi yang tepat digunakan untuk titrasi asam
dan basa

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 1


Menentukan kadar zat dari data hasil titrasi
Membuat grafik titrasi dari data hasil percobaan.
Menganalisis larutan penyangga dan bukan penyangga melalui percobaan.
Menghitung pH atau pOH larutan penyangga
Menghitung pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam atau sedikit basa
atau dengan pengenceran
Menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup
Menentukan ciri-ciri beberapa jenis garam yang dapat terhidrolisis dalam air melalui
percobaan
Menentukan sifat garam yang terhidrolisis dari persamaan reaksi ionisasi
Menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis
Menganalisis grafik hasil titrasi asam kuat dan basa kuat, asam kuat dan basa lemah, asam
lemah dan basa kuat untuk menjelaskan larutan penyangga dan hidrolisis.
Menjelaskan kesetimbangan dalam larutan jenuh atau larutan garam yang sukar larut
Menghubungkan tetapan hasil kali kelarutan dengan tingkat kelarutan atau
pengendapannya
Menuliskan ungkapan berbagai Ksp elektrolit yang sukar larut dalam air
Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data harga Ksp atau
sebaliknya
Menjelaskan pengaruh penambahan ion senama dalam larutan
Menentukan pH larutan dari harga Ksp-nya
Memperkirakan terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp

II.Tujuan:
Siswa dapat,
1. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius
2. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry
3. Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry dan
menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya
4. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis
5. Mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan berbagai Indikator Pencapaian
Kompetensi.
6. Memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang tidak dikenal berdasarkan hasil
pengamatan trayek perubahan warna berbagai Indikator Pencapaian Kompetensi asam dan
basa.
7. Menjelaskan pengertian kekuatan asam dan menyimpulkan hasil pengukuran pH dari
beberapa larutan asam dan larutan basa yang konsentrasinya sama
8. Menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan derajat pengionan ( ) dan tetapan
asam (Ka) atau tetapan basa (Kb)
9. Menghitung pH larutan asam atau basa yang diketahui konsentrasinya.
10. Menjelaskan penggunaan konsep pH dalam lingkungan.
11. Menentukan konsentrasi asam atau basa dengan titrasi
12. Menentukan kadar zat melalui titrasi.

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 2


13. Menentukan Indikator Pencapaian Kompetensi yang tepat digunakan untuk titrasi asam
dan basa
14. Menentukan kadar zat dari data hasil titrasi
15. Membuat grafik titrasi dari data hasil percobaan.
16. Menganalisis larutan penyangga dan bukan penyangga melalui percobaan.
17. Menghitung pH atau pOH larutan penyangga
18. Menghitung pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam atau sedikit basa
atau dengan pengenceran
19. Menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup
20. Menentukan ciri-ciri beberapa jenis garam yang dapat terhidrolisis dalam air melalui
percobaan
21. Menentukan sifat garam yang terhidrolisis dari persamaan reaksi ionisasi
22. Menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis
23. Menganalisis grafik hasil titrasi asam kuat dan basa kuat, asam kuat dan basa lemah, asam
lemah dan basa kuat untuk menjelaskan larutan penyangga dan hidrolisis.
24. Menjelaskan kesetimbangan dalam larutan jenuh atau larutan garam yang sukar larut
25. Menghubungkan tetapan hasil kali kelarutan dengan tingkat kelarutan atau
pengendapannya
26. Menuliskan ungkapan berbagai Ksp elektrolit yang sukar larut dalam air
27. Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data harga Ksp atau
sebaliknya
28. Menjelaskan pengaruh penambahan ion senama dalam larutan
29. Menentukan pH larutan dari harga Ksp-nya
30. Memperkirakan terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp
Karakter siswa yang diharapkan :
Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi,
Tanggung Jawab, Peduli lingkungan
Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif :
Percaya diri, Berorientasi tugas dan hasil.
III. Materi Pembelajaran
Menurut Arrhenius (1887) Asam adalah suatu zat yang bila di larutkan ke dalam air akan ion
hidronium ( H+)
Beberapa Asam, Nama asam dan Reaksi Ionisasi
Rumus Asam Nama Asam Reaksi Ionisasinya
HF As. Flurida HF (aq) H +(aq) + F (aq)
HBr As. Bromida HBR (aq) H +(aq) + Br(aq)
H2S As. Sulfida H2S (aq) 2H +(aq) + S2(aq)
CH3COOH As. Asetat (Cuka) CH3 COOH (aq) H +(aq) + CH3COO(aq)
HNO3 As. Nitrat HNO3(aq) H +(aq) + NO3 (aq)
H2SO4 As. Sulfat H2SO4(aq) 2H +(aq) + SO42 (aq)
H3PO4 As. Fosfat H3PO4(aq) 3H +(aq) + PO43(aq)
H2C2O4 As. Oksolat H2C2O4(aq) 2H + + C2O42-(aq)
+
Asam yang menghasilkan sebuah H di sebut Monoprotik
Asam yang menghasilkan dua ion H+ di sebut asam Diprotik

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 3


Dipandang dari jumlah ion yang di hasilkan, Asam di bedakan menjadi :
1. Asam kuat, yaitu asam yang mudah terionisasi dan banyak menghasilkan H+ dalam larutannya
2. Asam lemah, yaitu asam yang sedikit terionisasi dan sedikit menghasilkan H+ dalam larutannya
b. Basa
Menurut Arrhenius, basa adalah suatu senyawa yang di dalam air (larutan) dapat menghasilkan ion
CH-
Beberapa basa, Nama basa, dan Ionisasinya dalam air
Rumuss basa Nama basa Ionisasi basa
NaOH Natrium Hidroksida NaOH (aq) Na+ (aq) + OH(aq)
KOH Kalium Hidroksida KOH (aq) K+ (aq) + OH (aq)
Ca (OH)2 Kalsium Hidroksida Ca (OH)2 (aq) Ca2+ (aq) + 2OH (aq)
Ba (OH)2 Barium Hidroksida Ba (OH)2 (aq) Ba 2+ (aq) + 2OH
NH3 Amona NH3 (aq) + H2O(l)NH4+ (aq) + OH (aq)
Berdasarkan daya hantar listriknya, Basa di bedakan menjadi :
1. Basa kuat, adalah basa yang terionisasi sempurna, misalnya : KOH, NaOH, Ba (OH)2
2. Basa lemah, adalah basa yang hanya sedikit terionisasi, misalnya : NH3 dan AL (OH)3
Titrasi Asam Basa
Titrasi melibatkan reaksi antara asam dengan basa, yang di kenal dengan istilah titrasi
asam basa atau asidi alkalimeri
Titrasi yang menyandarkan pada jumlah volume larutan disebut titrasi volumetri.
Volume titik akhir titrasi adalah dimana tepat pada saat warna indikator berubah
penambahan ( titrasi ) di hentikan dan volumenya di catat
Volume larutan penitrasi yang di peroleh melalui perhitungan secara teoritis di sebut titik
ekivalen.
Perbedaan volume titik akhir titrsi dengan titik ekivalen di sebut kesalahan titrasi
Contoh soal :
Sebanyak 20 ml larutan H2SO4 yang belum di ketahui konsentrasinya dititrasi dengan mulai
berubah pada saat volum NaOH 0,1 dengan menggunakan indikator fenolftalein (pp). Warna pp
mulai berubah pp H2 SO4 tersebut ?
Jawab :
Reaksi yang terjadi pada reaksi tersebut adalah :
H2SO4 (aq)+ 2Na OH (aq) Na2 SO4 (aq)+ 2 H2O(l)
NaOH yang terpakai pada saat titrasi = 0,1 mol L1 x 0,032 L = 0,032 mol
Dari persamaan reaksi 1 mol H2SO4 = 2 mol NaOH
Jadi, H2SO4 yang di titrasi = 1 x 0,032 mol = 0,0016 mol
Konsentrasi H2SO4 = 0,0016 mol / 0,02 ml = 0,08 mol L 1 = 0,08 M.
Larutan Penyangga.
A. Komposisi Larutan Penyangga.
Larutan pentannga atau buffer adalah larutan yang PH nya relatif tetap (tidak berubah ) pada
penambahan sedikit asam atau sedikit basa. Di tinjau dari komposisi zat penyusunnya terdapat dua
sistem larutan penyangga yaitu sistem penyangga Asam lemah dengan basa konjugasinya dan
sistem penyangga basa lemah dengan asam konjugasinya.
a. Aistem penyangga asam dan basa konjugsi
CH3 COOH (aq) CH3 COO(aq) + H+(aq)
CH3 COONa (aq) CH3 COO(aq) + Na+(aq)
Di dalam larutan penyangga tersebut terdapat campuran asam lemah ( CH 3 COOH ) dengan basa
konjugasinya ( CH3 COO)
Contoh soal :

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 4


1. Mereaksikan 100 ml larutan CH3 COOH 0,1 M dengan 50 ml larutan NaOH 0,1 M sehinnga
stoikiometri dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0,005 mol CH 3COOH ( Sisa
Reaksi ) dan CH3 COO (Hasil reaksi)
Jawab :
CH3 COOH (aq) + NaOH (aq) CH3 COONa (aq) + H2O(L)
Di reaksikan : 0,01 0,005
Bereaksi : 0,005 0,005
Akhir : 0,005 0 0,005 mol
+
CH3 COO (aq) + Na (aq) 0,005 mol
Jadi, setelah semua NaOH habis bereaksi didalam larutan terdapat CH 3COOH yang tidak bereaksi
(0,005 mol) dan CH3COO yang berasal dari ionisasi CH3COONa hasil reaksi (0,005)
b. Sistem penyangga Basa dan asam konjugasi
campuran NH3 atau NH4OH dan NH4CL terdapat ion OH yang berasal dari ionisasi sebagian
NH4OH, ion NH4+ yang berasal dari ionisasi NH4OH dan Ionisasi NH4Cl
Dalam sistem penyangga tersebut terdapat basa lemah dan asam konjugasi
Contoh soal :
2. Mereaksikan 100 ml larutan NH4OH 0,1 M dengan 50 ml larutan HCl 0,1 M, maka secara
stoikiometri di dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0,005 mol NH 4OH (sisa reaksi )
+ NH4+ (Hasil Reaksi ).
Jawab :
NH4OH (aq) + HCl (aq) NH4Cl (aq) + H2O (L).
Direaksikan : 0,01 0,005
Bereaksi : 0,005 0,005
Akhir : 0,005 0 0,005 mol
NH4 (aq) + Cl (aq) 0,005 mol
B. PH Larutan Penyangga
a. Sistem penyangga Asam lemah dan Basa konjugasi
Yang berperan penting dalam larutan penyangga adalah sistem reaksi kesetimbangan yang terjadi
pada asam lemah atau basa lemah.
Rumuss :
[ H+] = Ka x Mol As
Mol Basa konjugasi
b. Sistem penyangga basa lemah dan asam konjugasinya
di dalam sistem ini yang paling berperan adalah reaksi kesetimbangan pada basa lemah
Rumuss :
[OH] = kb x mol Basa
Mol Asam konjugasi
C. Prinsip kerja larutan penyangga
Pada dasarnya suatu larutan penyangga yang tersusun dari asam lemah dan basa konjugasi
merupakan sistem kesetimbangan ion dalam air, yang melibatkan adanya kesetimbangan air dan
kesetimbangan asam lemah.
Contoh soal :
3. 1 liter air larutan penyangga yang mengandung 0,1 M CH3COOH dan 0,1 M CH3COO-
Di tambahkan 10 ml larutan HCl 0,1 M. jika Ka CH3COOH = 105, hitunglah pH larutan
penyangga tersebut sebelum dan sesudah di tambahkan HCl.
Jawab : aj sebelum di tambahkan HCl.

[H+] = Ka x [ CH3COOH ]
[CH3 CooH]

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 5


= 105 x 0,1
0,1
= 105
pH = 5
b. sesudah di tambah HCL
Jumlah mol sebelum ditambaah HCl

CH3COOH = 0,1 mol L1 x 1 L CH3COO = 0,1 mol L1 x 1L


= 0,1 mol = 0,1 mol
1
HCL yang di tambahkan = 0,1 mol L x 0,01 L= 0,001 mol
Pada penambahan HCl, maka ion H+ dari HCl akan bereaksi dengan ion CH3COO
CH3COO + H+ CH3 COOH.
Jadi, setelah penambahan HCL jumlah mol
CH3COOH = (0,1 + 0,001) mol = 0,1001 mol
CH3COO = (0,1 0,001) mol = 0,099 mol
Sehingga [H+] = 105 x 0,1001 = 1,011 10-5
0,099
pH = 5- log 1,011 = 4,995
D. Larutan pentangga dalam kehidupan sehari-hari
a). Sistem penyangga karbonat dalam darah.
pH darah relatif tetap di sekitar 7,4. hal ini di karenakan adanya sistem penyangga H2CO3 / HCO
3. Sehinnga meskipun setiap saat darah kemasukan berbagai zat yang bersifat asam maupun basa
akan selalu dapat di netralisir penagruhnya terhadap perubahan pH. Bila darah kemasukan zat
yang bersifat asam maka reaksinya :
H+ (aq) + HCO3-(aq) H2CO3 (aq)
Sebaliknya apabila kemasukan zat yang bersifat basa maka reaksinya :
OH(aq) + H2CO3 (aq) HCO3-(aq) + H2O(l)
b). Sistem penyangga fosfat dalam cairan sel.
Cairan intrasel merupakan media penting untuk berlangsungnya rekasi metabolisme tubuh yang
dapat menghasilkan zat-zat yang bersifat asam atau basa. Adanya zat hasil metabolisme yang
berupa asam akan dapat menurunkan harga pH cairan intrasel dan sebaliknya, bila dari proses
metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat asam, maka reksinya :
HPO42 (aq) + H+(aq) H2PO4- (aq)
Dan bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat basa, maka reaksinya :
H2PO4 (aq) + OH (aq) HPO4-(aq) + H2O(l)
c). sistem asam amino / protein
Asam amino mengandung gugus yang bersifat asam dan gugus yang bersifat basa. Asam amino
berfungsi sebagai sistem penyangga di dalam tubuh. Ion H+ akan di ikat oleh gugus yang bersifat
basa dan ion OH akan di ikat oleh gugus yang bersifat asam. Dengan demikian larutan yang
mengandung asam amino akan mempunyai pH relatif tetap.
Hidrolisis
A. jenis garam dan realsi Hidrolisis
Reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air di sebut
hidrolisis. Pada penguraian garam tersebut dapat terjadi beberapa kemungkinan.
1). Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H+ sehingga menyebabkan [H+]
Dalam air bertambah dan akibatnya [H+] > [OH] dan larutan bersifat asam.
2). Ion garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH sehingga didalam sistem [H +] <
[OH], akibatnya larutan bersifat basa.

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 6


3). Ion garam tersebut tidak bereaksi dengan air, sehingga [H +] dalam air akan tetap sama dengan
[OH] dan air akan tetap netral (pH =7)
1. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan dasa kuat
Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bila di larutkan dalam air akan menghasilkan
anion dari asam lemah. Ion tersebut bila bereaksi dengan air menghasilkan ion OH yang
menyebabkan larutan bersifat basa. Jadi, garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan
terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat basa.
2. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah
Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah bila di larutkandalam air akan menghasilkan kation
yang berasal dari basa lemah. Ion tersebut bila bereaksi dengan air akan menghasilkan ion H + yang
menyebabkan larutan bersifat asam. Jadi, garam berasal dari asam kuat dan basa lemah akan
terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat asam.
3. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah
Garam berasal dari asam lemah dan basa lemah di dalam air terionisasi dan kedua ion garam
tersenut bereaksi dengan air. Oleh karena itu reaksi kedua garam tersebut masing-masing
menghasilkan ion H+ dan ion OH, maka sifat larutan garam ini di tentukan oleh harga tetapan
kesetimbangan dari asam lemah dan basa yang terbentuk.
4. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat
Ion yang di hasilkan dari ionisasi garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak ada yang
bereaksi dengan air, sebab ion-ion yang bereaksi akan segera terionisasi. Kesimpulannya, garam
yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. Oleh karena itu, konsentrasi ion H +
dan OH dalam air tidak terganggu, sehingga larutan bersifat netral.
B. Harga pH larutan Garam
1). Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat
Rumuss :
Kh = 1 x Kw [ OH ] = Kw x [ A ]
Ka Ka
Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air ( 1014 )
Ka = Tetapan ionisasi asam
[ A ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis
Contoh soal :
* Hitunglah pH larutan NaCN 0,01 M. Di ketahui Ka HCN = 1010
Jawab :
NaCN Na+ + CN
0,1 M 0,1 M
[OH] = Kw x [ CN ]
Ka
[OH] = 1014 [ 0,01 ]
1010
[OH] = 103
pOH = 3
pH = 11
2). Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah
Rumus :
Kh = 1 X Kw [ H+ ] = Kw X [ B+ ]
Kb Kb
Keterangan :
Kw = Tetapan ionisasi air
Kb = Tetapan ionisasi basa
[ B+ ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 7


Contoh soal :
* Hitunglah pH larutan ( NH4 )2 SO4 0,1 M, Jika Kb NH3 = 2 x 105
Jawab :
( NH4 )2 SO4 (aq) 2NH4+ + SO42-
Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah, maka larutannya bersifat asam.
[H+] = Kw X [ NH4+ ]
Kb
[H+] = 1014 X 0,2
2 x 105
[H+] = 105
pH = 5
3). Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah
Rumus :
[ H+ ] = Ka x Kw
Kb
Dari rumuss harga pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah tidak
tergantung pada konsentrasi ion-ion garam dalam larutan namun tergantung pada harga ka dan kb
dari asam basa pembentuknya
Jika Ka = Kb, maka larutan akan bersifat netral ( pH = 7 )
Jika Ka > Kb, maka larutan akan bersifat asam ( pH < 7
Jika Ka < Kb, maka larutan akan bersifat basa ( pH > 7 )
Contoh soal :
* Hitunglah pH larutan CH3COONH4 0,1 M, Jika diketahui. Ka = 1010 dan kb NH3 = 105
Jawab :
[ H+ ] = Ka x Kw
Kb
[ H+ ] = 1010 x 1014
108
[ H+ ] = 1019
pH = Log ( 1019 )
= ( Log 1019 )
pH = 8,5
Hasil kali kelarutan (Ksp)
Rumuss :
Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm ] n
Contoh :
Untuk senyawa ion sukar larut Ag2CrO4 dengan kesetimbangan
Ag2CrO4 2Ag+ + CrO42-
Jawab:
Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm ] n
Ksp Ag2CrO4 = [ Ag+ ]2[ CrO42- ]

IV. Metode pendekatan:


o Ceramah
o Diskusi
o Penugasan
V. Alokasi Waktu
56 Jam pelajaran

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 8


Strategi Pembelajaran
Tatap Muka Terstruktur Mandiri
Memahami sifat-sifat Berlatih menentukan Siswa dapat Mendeskrip-
larutan asam-basa, pasangan asam-basa sikan teori-teori asam
metode pengukuran Bronsted-Lowry basa dengan menentukan
dan terapannya Merancang dan sifat larutan dan
melakukan percobana menghitung pH larutan
titrasi untuk Siswa dapat Menghitung
menentukan konsentrasi banyaknya pereaksi dan
asam atau basa. hasil reaksi dalam larutan
Menyimpulkan sifat elektrolit dari hasil titrasi
larutan penyangga dan asam basa
bukan penyangga Siswa dapat
Menghitung pH ;arutan Mendeskripsi-kan sifat
garam yang terhidrolsis larutan penyangga dan
melalui diskusi kelas peranan larutan
Menganalisis grafik penyangga dalam tubuh
hasil titrasi asm kuan makhluk hidup.
dan basakuat, asam kuat Siswa dapat Menentukan
dan basa lemah, asam jenis garam yang
lemah dena basa kuat mengalami hidrolisis
untuk menjelaskan dalam air dan pH larutan
larutan penyangga dan garam tersebut
hidrolsis melelui Siswa dapat
diskusi. Menggunakan kurva
Menghitung kelarutan perubahan harga pH pada
suatu elektrolit yang titrasi asam basa untuk
sukar larut melalui menjelaskan larutan
diskusi kelas penyangga dan hidrolisis
Siswa dapat Memprediksi
terbentuknya endapan
dari suatu reaksi
berdasarkan prinsip
kelarutan dan hasil kali
kelarutan.

VI. Skenario Pembelajaran


Pertemuan Awal:
Kegiatan awal
o Salam pembuka
o Memeriksa kehadiran siswa / Perkenalan
o Memperkenalkan program semester
o Apersepsi:
Kita akan membahas fakta-fakta eksperimen yang mendasari kedua teori asam basa itu
sehingga kita dapat memahaminya secara utuh.

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 9


o Motivasi
Berdasarkan teori asam basa, kita dapat memahami keasaman (Ph).
Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
o Menjelaskan pengertian asam basa Arrhenius, Bronsted dan Lowry serta asam basa Lewis
melalui diskusi kelas.(nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin
tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
o Berlatih menentukan pasangan asam-basa Bronsted-Lowry (nilai yang ditanamkan: Jujur,
Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung
Jawab, Peduli lingkungan.);
Elaborasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
o Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi asam dan basa dengan
berbagai Indikator Pencapaian Kompetensi (Indikator Pencapaian Kompetensi alam dan
Indikator Pencapaian Kompetensi kimia) melalui kerja kelompok di laboratorium. (nilai
yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai
prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
o Menyimpulkan sifat asam atau basa dari suatu larutan. (nilai yang ditanamkan: Jujur,
Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung
Jawab, Peduli lingkungan.);
o Merancang dan melakukan percobaan untuk memperkirakan pH suatu larutan elektrolit
yang tidak dikenal berdasarkan hasil pengamatan trayek perubahan warna berbagai Indikator
Pencapaian Kompetensi asam dan basa melalui kerja kelompok laboratorium. (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai
prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
o Menyimpulkan trayek perubahan warna larutan asam dan basa. (nilai yang ditanamkan:
Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung
Jawab, Peduli lingkungan.);
o Melalui diskusi kelas menyimpulkan hasil pengukuran pH dari beberapa larutan asam dan
larutan basa yang konsentrasinya sama, menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan
derajat pengionan () dan tetapan asam (Ka) atau tetapan basa ( Kb) (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai
prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
o Menghitung pH dan derajat ionisasi larutan dari data konsentrasinya (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai
prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
o Meneliti dan menghitung pH air sungai di sekitar sekolah/rumah dalam kerja kelompok
(bagi daerah-daerah yang memiliki industri dapat mengukur pH limbah buangannya
sebagai bahan penelitian)
o Merancang dan melakukan percobaan titrasi untuk menentukan konsentrasi asam atau
basa. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif,
Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
o Menyimpulkan hasil percobaan. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi,
Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 10


o Merancang dan melakukan percobaan untuk menentukan kadar suatu zat dengan cara
titrasi melalui kerja kelompok di laboratorium. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras,
Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli
lingkungan.);
o Menghitung kadar zat dari data percobaan. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras,
Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli
lingkungan.);
o Merancang dan melakukan percobaan untuk menganalisis larutan penyangga dan bukan
penyangga melalui kerja kelompok di laboratorium. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja
keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab,
Peduli lingkungan.);
o Menyimpulkan sifat larutan penyangga dan bukan penyangga. (nilai yang ditanamkan:
Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung
Jawab, Peduli lingkungan.);
o Menghitung pH atau pOH larutan penyangga melalui diskusi. (nilai yang ditanamkan:
Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung
Jawab, Peduli lingkungan.);
o Melalui diskusi kelas menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh makhluk nidup
(nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif,
Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
o Merancang dan melakukan percobaan untuk menentukan ciri-ciri beberapa jenis garam
yang dapat terhidrolisis dalam air melalui kerja kelompok di laboratorium (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai
prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
o Menyimpulkan ciri-ciri garam yang terhidrolisis dalam air. (nilai yang ditanamkan: Jujur,
Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung
Jawab, Peduli lingkungan.);
o Menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis melalui diskusi kelas. (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai
prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
o Menganalisis grafik hasil titrasi asam kuat dan basa kuat, asam kuat dan basa lemah, asam
lemah dan basa kuat untuk menjelaskan larutan penyangga dan hidrolisis melalui diskusi.
(nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif,
Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
o Menjelaskan kesetimbangan dalam larutan jenuh atau larutan garam yang sukar larut
melalui diskusi kelas. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin
tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
o Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut melalui diskusi kelas (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai
prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
o Merancang dan melakukan percobaan untuk menentukan kelarutan garam dan
membandingkannya dengan hasil kali kelarutan (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja
keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab,
Peduli lingkungan.);

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 11


o Menyimpulkan kelarutan suatu garam. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras,
Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli
lingkungan.);
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
o Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Jujur,
Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi.);
o Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai
prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan)
Kegiatan Akhir
o Menyimpulkan ide pokok dalam teori asam basa.(nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja
keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab,
Peduli lingkungan.);
o Memberi tugas untuk pertemuan berikutnya (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras,
Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli
lingkungan.);

VII. Alat / Bahan / Sumber Belajar :


Buku Kimia; LKS, multimedia, model.

VIII. Penilaian:
1. Jenis Penilaian : tugas individu
1. Bentuk instrumen : tes tertulis uraian
3. Instrumen / soal :

1. Jelaskan teori asam basa menurut Arrhenius !


2. Berikan contoh dari senyawa asam dan senyawa basa menurut teori Arrhenius !
3. Jelaskan konsep asam basa menurut Bronsted Lowry !
4. Pada reaksi berikut ini, tentukan yang termasuk asam dan basa dari tiap
spesi menurut Bronsted Lowry !
1) H3PO4 H2PO4- + H+
2) S2- + H+ HS-
3) SO42- + HNO3 HSO4- + NO3-
5. Menurut teori Lewis, apakah yang dimaksud dengan asam dan basa ?
6. Identifikasi asam basa Lewis tiap reaksi berikut ini !
1) H+ + CO32- HCO3-
2) 2NH3 + Ag+ [Ag(NH3)2]+
3) CO2 + OH- SO32-
7. Apakah yang dimaksud dengan indikator ? Berikan contoh dan bagaimana
warnanya pada larutan asam, basa, dan netral !
8. Tentukan warna lakmus merah, lakmus biru, metil kuning, dinitrofenol, metil
jingga, metil merah dan fenolftalein dalam larutan H2C2O4 dan Al(OH)3 !
9. Berikut ini diberikan 4 jenis indikator dengan masing-masing trayek perubahan warna :

Indikator Trayek pH Perubahan Warna


metil jingga 3,1 4,4 Merah - jingga
metil merah 4,4 6,2 Merah kuning

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 12


bromtimil biru 6,0 7,6 Kuning - biru
fenolftalein 8,3 - 10 Tidak berwarna - merah
Suatu larutan diuji pH-nya dengan 4 jenis indikator sehingga diperoleh hasil :
- dengan metil jingga : berwarna jingga
- dengan metil merah : berwarna kuning
- dengan bromtimol biru : berwarna biru
- dengan fenolftalein : tidak berwarna
Berapakah pH larutan yang diuji !
10. Gas NH3 sebanyak 1 mol dilarutkan ke dalam air sehingga volume larutan menjadi
2 L. Pada saat setimbang setelah terionisasi diperoleh jumlah ion OH- sebanyak
0,1 mol. Tentukanlah :
1) Derajat ionisasinya ( )
2) Konstanta kesetimbangan basa (Kb)
11. Tentukan harga pH dalam larutan dan derajat ionisasi dari :
1) Larutan asam format 0,01 M dengan Ka = 10-6
2) Larutan NH3 0,1 M dengan Kb = 10-6
12. Tuliskan persamaan reaksi, persamaan ion lengkap, dan persamaan ion bersih untuk
masing-masing reaksi berikut ini !
1) Aluminium hidroksida padat + asam klorida encer
2) Difosfor pentaoksida padat + larutan kalium hidroksida
3) Gas amonia + larutan asam sulfat encer
13. Untuk menentukan kemolaran larutan NaOH dilakukan percobaan sebagai berikut.
Sebanyak 2 gram kristal asam oksalat (H2C2O4.2H2O) dilarutkan dalam air sampai
volume larutan 200mL. Sebanyak 30 mL larutan ini tepat bereaksi dengan 36 mL
larutan NaOH yang akan ditentukan kemolarannya. Berapakah kemolaran
larutan NaOH tersebut ?
14. Sebanyak 1,12 gram suatu kalsium oksida tak murni dilarutkan dalam air. Larutan
ini tepat dinetralkan dengan 2,5 mL larutan HCl 0,8 M. Tentukanlah kemurnian
kalsium oksida itu !
15. Sebanyak 50 mL NH3 0,4 M dicampur dengan 50 mL HCl 0,2 M. Hitunglah :
1) pH masing-masing larutan sebelum dicampurkan
2) pH larutan setelah reaksi (Kb NH3 = 1,8 x 10-5)
16. Sebanyak 50 mL CH3COOH 0,4 M dicampur dengan 50 mL NaOH 0,2 M. Hitunglah :
1) pH masing-masing larutan sebelum dicampurkan
2) pH larutan setelah reaksi (Kb NH3 = 1,8 x 10-5)
17. Sebanyak 100 mL larutan penyangga mengandung NH3 dan NH4Cl, masing-
masing 0,1 M. Tentukan pH larutan itu !
1) Berapah pH larutan itu setelah ditambahkan 1 mL HCl 0,1 M ?
2) Jika yang ditambahkan adalah 1 mL NaOH 0,1 M; berapah pH-nya ?
3) Berapkah pH sekarang , jika yang ditambahkan adalah 100 mL air ?
4) Jelaskan mengapa sistem penyangga penting dalam cairan tubuh !
18. Sebutkan komponen penyangga dalam
1) Cairan luar sel
2) Cairan intra sel
Jelaskan cara kerja sistem penyangga tersebut !
19. Manakah garam berikut ini yang dapat terhidrolisis ? Tentukan garam yang
terhidrolisis parsial dan garam yang terhidrolisis sempurna serta sifat dari
masing-masing garam !
1) Al(NO3)3
2) NaCl

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 13


3) KCH3COO
4) NH4CN

20. Hitunglah pH dari :


1) Larutan CaSO4 0,01 M
2) 500 mL larutan NH4Cl 0,01 M (Kb NH3 = 1,8 x 10-5)
3) 100 mL larutan (CH3COO)2Ba 0,01 M (Ka CH3COOH = 10-5)
4) larutan CH3COONH4 0,01 M (Ka CH3COOH = 10-5 dan Kb NH3 = 1,8 x 10-5)
21. Hitunglah pH larutan dari campuran 50 mL CH3COOH 0,2 M dengan 50 mL NaOH
0,2 M ! (Ka CH3COOH = 10-5)
22. Campuran 100 mL NH3 0,1 M dengan 100 mL HCl 0,1 M ditambah lagi air murni
sebanyak 50 mL. Hitunglah pH larutan tersebut ! Kb NH3 = 1,8 x 10-5
23. Tentukan persamaan Ksp dan harga Ksp dari zat-zat elektrolit berikut ini!
Kelarutan dari masing-masing zat adalah S.
1) Ba3(PO4)2
2) PbCrO4
3) Al(OH)3
4) Cu(OH)2
24. Hitunglah Ksp dari Mn(OH)2 jika kelarutannya 3,5 x 10-5 mol/L !
25. Diketahui kelarutan Mg(OH)2 dalam 100 mL larutan adalah 9,9 x 10-4 gram.
Hitunglah Ksp dari Mg(OH)2 tersebut !
26. Tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) Ag2CrO4 adalah 1,1 x 10-12 pada 25 oC.
1) Hitunglah kelarutan Ag2CrO4 dalam air murni !
2) Hitunglah kelarutan Ag2CrO4 dalam larutan yang mengandung Na2CrO4 0,1 M !
3) Hitunglah kelarutan Ag2CrO4 dalam yang mengandung AgNO3 0,1 M !
27. Ke dalam 100 mL larutan BaCl2 0,2 M ditambahkan 100 mL Na2SO4 0,02 M.
1) Berapa mol BaSO4 akan mengendap ?
2) Berapa mol ion Ba2+ dan SO42- ada dalam larutan ?
33. Larutan MgCl2 0,002 M ditetesi dengan larutan NaOH. Tentukan pH larutan saat
terbentuk endapan Mg(OH)2 ! Ksp Mg(OH)2 = 2 x 10-11

Prambanan, Januari 2012


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Drs. Suwito Drs. Sri Purwanta, M.Pd


NIP. 19600828 198803 1 003 NIP. 19630617 198501 1 003

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 14


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SISTEM KOLOID

Nama Sekolah : SMAN 1 PRAMBANAN KLATEN


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI IPA / 2
Standar Kompetensi : 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Kompetensi dasar :
5.1. Membuat berbagai sistem koloid dengan bahan-bahan yang ada di sekitarnya.
5.2. Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Indikator Pencapaian Kompetensi:


1. Menjelaskan proses pembuatan koloid melalui percobaan.
2. Mengklasifikasikan suspensi kasar, larutan sejati dan koloid berdasarkan data hasil
pengamatan (effek Tyndall, homogen/heterogen, dan penyaringan)
3. Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi
4. Mendeskripsikan sifat-sifat koloid (effek Tyndall, gerak Brown, dialisis, elektroforesis,
emulsi, koagulasi)
5. Menjelaskan koloid liofob dan liofil
6. Mendeskripsikan peranan koloid di industri kosmetik, makanan, dan farmasi
Tujuan:
Siswa dapat,
1. Menjelaskan proses pembuatan koloid melalui percobaan.
2. Mengklasifikasikan suspensi kasar, larutan sejati dan koloid berdasarkan data hasil
pengamatan (effek Tyndall, homogen/heterogen, dan penyaringan)
3. Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi
4. Mendeskripsikan sifat-sifat koloid (effek Tyndall, gerak Brown, dialisis, elektroforesis,
emulsi, koagulasi)
5. Menjelaskan koloid liofob dan liofil
6. Mendeskripsikan peranan koloid di industri kosmetik, makanan, dan farmasi
Karakter siswa yang diharapkan :
Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi,
Tanggung Jawab, Peduli lingkungan
Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif :
Percaya diri, Berorientasi tugas dan hasil.

Materi Ajar:
pembuatan koloid (cara kondensasi, dispersi, peptisasi)

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 15


sistem koloid
sifat-sifat koloid
peranan koloid dalam kehidupan
Metode pendekatan:
o Penyampaian informasi
o Diskusi
o Penugasan
Alokasi Waktu
12 Jam pelajaran
Strategi Pembelajaran
Tatap Muka Terstruktur Mandiri
Menjelaskan sistem diskusi kelompok Siswa dapat
dan sifat koloid serta mengidentifikasi serta Mengelompok-kan sifat-
peneapannya dalam mengklasifikasikan sifat koloid dan
kehidupan sehari-hari. jenis dan sifat koloid penerapannya dalam
dari data percobaan. kehidupan sehari-hari
Merancang dan Siswa dapat Membuat
melakukan percobaan berbagai sistem koloid
pembuatan koloid dengan bahan-bahan yang
dalam kerja kelompok ada di sekitarnya
di laboratorium.
Skenario Pembelajaran
Kegiatan awal
o Salam pembuka
o Memeriksa PR, mencatat siswa yang tidak mengerjakan.
Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
o Merancang dan melakukan percobaan pembuatan koloid dalam kerja kelompok di
laboratorium.(nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu,
Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
o Melakukan percobaan pengelompokkan berbagai sistem koloid.(nilai yang
ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai
prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
Elaborasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
o Melalui diskusi kelompok mengidentifikasi serta mengklasifikasikan jenis dan sifat
koloid dari data percobaan.(nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa
ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
o Melakukan percobaan sifat-sifat koloid secara kelompok.(nilai yang ditanamkan:
Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung
Jawab, Peduli lingkungan.);

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 16


o Mengidentifikasi peranan koloid di industri kosmetik, makanan, farmasi dan
membuatnya dalam bentuk tabel (daftar) secara individu di rumah.(nilai yang ditanamkan:
Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung
Jawab, Peduli lingkungan.);
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
o Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Jujur,
Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi.);
o Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai
prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan)
Kegiatan Akhir
o Menyimpulkan pembuatan koloid.
o Menyimpulkan sifat-sifat koloid.
o Memberi tugas untuk pertemuan berikutnya
Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Buku Kimia; LKS, multimedia.
PENILAIAN :
1. Jenis Penilaian : tugas individu
2. Bentuk instrumen : tes tertulis uraian
3. Instrumen / soal :

1. Sebutkan perbedaan antara larutan sejati, koloid, dan suspensi !


2. Sebutkan 8 jenis koloid ! Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari untuk
masing-masing jenis koloid tersebut !
3. Sebutkan beberapa sifat-sifat koloid dan jelaskan maksud dari sifat-sifat
tersebut !
4. Apakah penyebab terjadinya hal-hal berikut ini.
1) Gerak Brown
2) Effek Tyndall
3) Partikel koloid bermuatan
4) Koagulasi sistem koloid
5. Jelaskan bagaimana prinsip kerja dari alat di bawah ini !
1) Pengendap Cottrell
2) Mesin dialisator darah
6. Jelaskan prinsip yang
digunakan dalam proses penjernihan air bersih ! Berikan contoh yang sederhana
!
7. Apakah yang dimaksud
dengan sol liofil dan sol liofob ? Berikan contohnya !
8. Sebutkan gejala-gejala di
lingkunganmu berdasarkan sifat-sifat koloid
9. Untuk mengkoagulasikan
suatu sistem koloid diperlukan larutan elektrolit. Jelaskan berdasarkan apakah
keefektifan zat elektrolit untuk mengkoagulasikan sistem koloid tersebut !
Prambanan, Januari 2012
Mengetahui

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 17


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Drs. Suwito Drs. Sri Purwanta, M.Pd


NIP. 19600828 198803 1 003 NIP. 19630617 198501 1 003

Drs. Sri Purwanta,M.Pd Hal : 18