Anda di halaman 1dari 4

GAS KROMATOGRAFI (GC)

I. DEFINISI GAS KROMATOGRAFI


GC merupakan salah satu alat instrument yang berfungsi untuk memisahkan
komponen-komponen yang terdapat dalam suatu compound. Pemisahan ini berdasarkan
tingkat kepolaran suatu komponen gas carrier (fase gerak) dengan sampel yang akan diinjek
(fase diam).
GC terbagi atas dua bagian, yaitu fatty acid coumpond dan trigliserida.
Adapun reaksi pembentukan trigliserida yang terkandung di dalam minyak , sebagai berikut

Pada pengoperasian GC, fatty acid (padatan) yang terkandung di dalam minyak harus diubah
menjadi fatty acid-metil ester (liquid). Hal ini dikarenakan isian coloum harus dirubah dalam
bentuk gas. Sehingga lebih mudah merubah liquid menjadi gas dibandingkan padatan
menjadi gas.

II. KOMPONEN GAS KROMATOGRAFI


2.1 Gas carrier ( gas pengangkut)
Gas yang digunakan berupa hydrogen dan untuk make up gas digunakan nitrogen. Gas
yang digunakan ini harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Bersifat inert, artinya tidak dapat bereaksi dengan komponen lainnya yaitu cuplikan
(sampel)
b. Bersifat murni
Gas yang dialirkan dari tabung gas ke kromatografi harus dikontrol tekanan dan
kecepatan aliran gasnya. Tekanan yang digunakan 18 psi dan kecepatan alirannya 22-150
ml/menit.
2.2 Injector
Temperatur injeksi diset + 100c diatas titik didih compound. Suhu tempat injeksi tidak
boleh terlalu tinggi, hal ini dikarenakan akan terjadi penguraian dari sampel yang akan
dianalisa. Perbandingan split yaitu 25:1, artinya dalam 1 mikron cuplikan dibagi menjadi
25 bagian. Jadi sampel yang diinjeksi terlalu kecil.
2.3 coloum
kolom yang digunakan adalah kolom kapiler yang terbuat dari silica dengan lapisan
poliamida. Kolom jenis ini memiliki diameter yang sangat kecil dan berwarna emas.
Kolom ini, diletakkan didalam sebuah oven dalam instrument dengan temperaturnya max
2600c.

C16 C14 C12

Ikatan karbon yang akan dahulu terputus adalah C12. Hal ini dikarenakan atom C lebih
ringan dan mudah terpental lebih jauh (dilihat dari pendeknya rantai karbon C12
dibandingkan C14 dan C16. Pemutusan ini karena adanya panas yang disuplay ke dalam
kolom sekitar 220oC.
2.4 Detector
Detector berfungsi mengubah sifat molekul dari senyawa organic menjadi arus listrik.
Kemudian arus listrik tersebut diteruskan ke rekorder untuk menghasilkan kromatogram.
Detector yang umum digunakan adalah detector ionosasi nyala (flame ionization
detector/FID). Pada detector, suhunya 360oc, dimana dikondisikan sampel tersebut tetap
menjadi gas tidak berubah menjadi liquid. Sehingga pada detector diset suhunya.

III. Working Instruction


3.1 Pembuatan KOH Metanolik
Konsentrasi KOH yang digunakan 4N dilarutkan dalam 50ml methanol.
N gr 1000
=
Val Mr vol

4 gr 1000
=
1 56.1 50

gr = 11.22 gram
kemurnian KOH metanolik 85%, jadi
11.22
= 13.2 gr KOH
0.85
3.2 Preparation sampel
3.2.1 FAC (fatty acid compound)
a. Sampel dipanaskan dalam oven dengan suhu 85oc, dikondisikan sampel dalam
keadaan clear
b. Sampel dimasukkan kedalam vial yang sudah clear sebanyak 4,5 l
c. Tambahkan 1,5 ml hexane teknis
d. Tambahkan KOH metanolik sebanyak 28 l
e. Shake selama 2 menit (akan terbentuk endapan di dasar vial)
f. Input sampel ke dalam GC, dan buka aplikasi , pilih squarance table.
g. Input jenis minyak, tanggal, jam
h. Klik ok
i. Klik start
3.2.2 Trigliserida
a. Sampel dipanaskan dalam oven dengan suhu 85oc, dikondisikan sampel dalam
keadaan clear
b. Sampel dimasukkan kedalam vial yang sudah clear sebanyak 0,2 l
c. Tambahkan 1,5 ml hexane teknis
d. Input sampel ke dalam GC, dan buka aplikasi , pilih squarance table.
e. Input jenis minyak, tanggal, jam
f. Klik ok
g. Klik start

NB: I sampel, proses GC berlangsung selama 30 menit