Anda di halaman 1dari 10

ejournal keperawatan (e-Kp) Volume 3. Nomor 1.

Februari 2015

HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL


DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA REMAJA
DI SMA NEGERI 9 MANADO

Wydia Khristianty Putriny Syamsoedin


Hendro Bidjuni
Ferdinand Wowiling

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran


Universitas Sam Ratulangi Manado
Email: wydiasyamsoedin@gmail.com

Abstract : Social media is a group of application based on internet that developed on basic
ideology and technology Web 2.0 and possibility to create and exchange user-generated
content. Insomnia is a disturbance of quality and quantity of sleep and function
obstructed. The purpose of this research is to knowing the correlation between social media
duration usege and incident of insomnia on Adolescence in 9 Senior High School Manado.
This research based on analytic survey with cross sectional methode. The sample in this
research was taken with purposive sampling technique with 62 samples. The instrument of this
research are interview paper, questionnaire and obesrvation paper. The Result of this research
using analysis statistic of Pearson Chy-Square Test with a significant level = 0,05 or 95%.
The result of statistic test have gained p value = 0,000 < = 0,05. The conclusion of this
research, there is a correlation between social media duration usege and incident of
insomnia on Adolescence in 9 Senior High School Manado. The Suggestion is to reduce
used duration of social media and be able to manage sleeping time.
Keyword : Social Media, Duration Usege, Adolescence, Incident of Insomnia.

Abstrak : Media Sosial adalah sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang
membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0, dan yang memungkinkan
penciptaan dan pertukaran user-generated content. Insomnia adalah gangguan pada
kualitas dan kuantitas tidur yang menghambat fungsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan durasi penggunaan media sosial dengan kejadian insomnia pada
remaja di SMA Negeri 9 Manado. Penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan
cross sectional, Sampel diambil dengan teknik pengambilan Purposive Sampling yaitu
sebanyak 62 sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar
wawancara, kuesioner, dan lembar observasi. Hasil penelitian menggunakan analisis uji
statistik Pearson Chi Square dengan tingkat kemaknaan = 0,05 atau 95%. Hasil uji
statistik didapatkan nilai p = 0,000 < = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada
hubungan durasi penggunaan media sosial dengan kejadian insomnia pada remaja di SMA
Negeri 9 Manado. Saran mengurangi waktu penggunaan media sosial dan mampu untuk
memenejemen waktu tidur .
Kata Kunci : Media sosial, Durasi Penggunaan, Remaja, Kejadian Insomnia

1
ejournal keperawatan (e-Kp) Volume 3. Nomor 1. Februari 2015

PENDAHULUAN Commerce and Industry of India


Di era perkembangan ilmu (ASSOCHAM) tahun 2012, dalam
pengetahuan, teknologi dan informasi penelitian yang dilakukan pada 2000
yang semakin pesat pada saat ini, remaja di India dengan rentang usia 12-
masyarakat tidak dapat di pisahkan dari 20 tahun terbukti bahwa mayoritas
penggunaan internet. Seiring sejalan responden menyatakan bahwa kecanduan
dengan perkembangan internet, penggunaan media sosial telah membuat
perkembangan media sosial pun mereka mengalami insomnia, depresi,
merambat luas di masyarakat. dan hubungan personal yang buruk
Perkembangan internet dan media sosial dengan rekan-rekan mereka di dunia
yang begitu pesat ini, membawa dampak nyata. (Firman & Ngasis, 2012).
yang cukup signifikan bagi seluruh Di Indonesia sendiri berdasarkan
masyarakat diseluruh belahan dunia, studi yang dilakukan oleh Kementrian
tidak terkecuali para remaja. Komunikasi dan Informatika yang
Menurut Maentiningsih (2008) bekerjasama dengan United Nations
Remaja memiliki kebutuhan-kebutuhan International Children's Emergency
diantaranya adalah kebutuhan akan kasih Fundation (UNICEF) pada tahun 2014
sayang atau secure attachment dan yang berjudul "Digital Citizenship Safety
kebutuhan berprestasi. Dimensi among Children and Adolescents in
karakteristik secure attachment dapat Indonesia" (Keamanan Penggunaan
berupa sikap hangat dalam berhubungan Media Digital pada Anak dan Remaja di
dengan orang lain, tidak akan menjauhi Indonesia), hasil survei menemukan
orang lain, sangat dekat dengan orang fakta, bahwa : Studi ini menemukan
yang disayangi, lebih empati, sangat bahwa 98% dari remaja yang disurvei
percaya pada orang yang disayangi, dan tahu tentang internet dan bahwa 79,5%
lebih nyaman bersama dengan orang diantaranya adalah pengguna internet,
yang disayangi. Tidak heran jika banyak Pencarian informasi yang dilakukan
remaja yang aktif di berbagai media sering didorong oleh tugas-tugas sekolah,
sosial yang sebagian besar bertujuan sedangkan penggunaan media sosial dan
untuk tetap bisa menjalin komunikasi dan konten hiburan didorong oleh kebutuhan
keakraban dengan orang-orang pribadi. (Gatot S., 2014).
disekitarnya. Studi selanjutnya yang
Berdasarkan sebuah studi yang membuktikan bahwa kejadian insomnia
dilakukan oleh kelompok advokasi sangat erat kaitannya dengan penggunaan
Common Sense Media Amerika terhadap sosial media dan fasilitias didalamnya
lebih dari 1.000 remaja berusia antara 13 adalah studi yang dilakukan oleh Yasar
sampai 17 tahun. Dua-pertiga responden (2012) yang berjudul Hubungan antara
dari survei tersebut mengaku mereka frekuensi penggunaan fasilitas jejaring
berkirim pesan setiap hari dimana sosial dengan kejadian insomnia pada
setengahnya mengatakan mereka mahasiswa S1 keperawatan semester IV
mengunjungi situs jejaring sosial setiap di STIKES Muhammadiyah, Banjarmasin
hari. Seperempat dari remaja Kalimantan selatan ; sebagian besar
menggunakan setidaknya dua jenis media responden yang pernah menggunakan
sosial dalam sehari. Melalui survei jejaring sosial (96,25%), sebagian besar
tersebut Common Sense Media Amerika responden mengalami insomnia
juga menemukan bahwa responden (86,25%), dapat di simpulkan bahwa ada
remaja merasa media sosial sebagai hubungan yang bermakna antara
fasilitas yang bermanfaat bagi mereka. frekuensi pengguna fasilitas jejaring
(Hanjani, 2013). Adapun studi yang sosial dengan kejadian insomnia pada
dilakukan oleh Associated Chamber of mahasiswa.

2
ejournal keperawatan (e-Kp) Volume 3. Nomor 1. Februari 2015

Untuk wilayah Sulawesi Utara dikarenakan bergadang untuk


sendiri, berdasarkan hasil survei antar- menjelajahi internet di berbagai media
provinsi yang dilakukan oleh Asosiasi sosial hingga larut malam dengan
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia persentase 33,3%, 7 orang dengan alasan
(APJII) menunjukkan bahwa kalangan terjebak kemacetan lalu-lintas dengan
industri di Sulawesi Utara, secara persentase 23,3%, 6 orang dengan alasan
keseluruhan mengetahui tentang internet, urusan keluarga dengan persentase 20%,
yang sebagian besar pengguna internet dan 7 orang dengan alasan jarak tempuh
merupakan anak muda dengan usia rata- yang jauh dari rumah ke sekolah dengan
rata 12-29 tahun. (Asosiasi persentase 23,3%. Dari data diatas yang
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, menempati urutan pertama alasan
2012 ). Dari pemaparan survei dan keterlambatan dari 30 siswa yaitu alasan
penelitian yang telah dilakukan, jelaslah terlambat bangun pagi dikarenakan
bahwa media sosial telah memegang bergadang untuk menjelajahi internet di
peranan penting dalam kehidupan, tidak berbagai media sosial hingga larut
terkecuali dalam kehidupan remaja masa malam. Berdasarkan fenomena-fenomena
kini. dan berbagai penelitian terkait yang telah
Berdasarkan data awal yang di paparkan diatas, penulis memandang
diperoleh di SMA Negeri 9 Manado pada penting untuk melakukan penelitian lebih
siswa kelas XI Matematika dan Ilmu dalam mengenai hubungan durasi
Alam (MIA) yang terdiri dari kelas XI penggunaan sosial media dan kejadian
MIA 5 hingga XI MIA 8 di temukan insomnia pada remaja di SMA Negeri 9
bahwa penggunaan media sosial di Manado.
kalangan remaja yang menjadi siswa di
SMA Negeri 9 Manado cukup menarik METODE PENELITIAN
perhatian. Pengambilan data awal Penelitian ini menggunakan
dilakukan pada 10 orang siswa dari desain penelitian survei analitik dengan
jumlah keseluruhan kelas XI MIA pendekatan Cross Sectional Study.
sebanyak 160 orang siswa. Fakta di Penelitian dilakukukan di SMA Negeri 9
lapangan membuktikan, setiap satu orang Manado, pada tanggal 28-29 November
siswa minimal mempunyai lebih dari dua 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah
aplikasi media sosial di berbagai gadget siswa kelas XI MIA di SMA Negeri 9
yang dimiliki, mereka mengaku dapat Manado, yang berjumlah 160 siswa.
menghabiskan waktu berjam-jam dan Sampel dalam penelitian ini menggunakan
seringkali menggunakan fasilitas media teknik purposive sampling. Jumlah sampel
sosial hingga larut malam. Kebiasaan dalam penelitian ini adalah 62 siswa. Sampel
menggunakan media sosial dapat memicu yang diambil dalam penelitian ini adalah
berbagai masalah, salah satunya masalah responden memiliki akun baik milik
pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur pribadi maupun kelompok di berbagai
yang memiliki berbagai dampak antara media sosial dan responden yang
lain keterlambatan datang ke sekolah. memberikan persetujuan dalam lembar
Dari hasil wawancara dengan perestujuan dan bersedia mengikuti proses
pihak sekolah dalam hal ini Guru penelitian.
Bimbingan Konseling (BK) yang di Penelitian ini menggunakan
perkuat dengan pengamatan secara insrumen berupa lembar wawancara durasi
langsung di tempat penelitian diperoleh penggunaan sosial media yang dirancang
jumlah data keterlambatan siswa setiap untuk mengukur lamanya responden
harinya sebanyak 30 siswa. Dari 30 siswa menggunakan media sosial yaitu : 7 Jam:
yang terlambat, 10 siswa terlambat Sangat lama, 5-6 Jam : Lama, 3-4 Jam :
dengan alasan terlambat bangun pagi Sedang, 1-2 Jam : Singkat, dan < 1 jam :

3
ejournal keperawatan (e-Kp) Volume 3. Nomor 1. Februari 2015

Sangat Singkat. Kemudian, untuk maka peneliti berhak untuk melanjutkan


mengukur kejadian insomnia digunakan penelitian. Setelah surat izin untuk
kuesioner Kelompok Studi Psikiatri melakukan penelitian di tetapkan,
Biologi Jakarta-Insomnia Rating Scale, selanjutnya peneliti dapat melakukan
Suparyanto tahun 2009, yang telah di pengambilan data-data yang diperlukan
modifikasi. Kuesioner ini terdiri dari 11 untuk proses penelitian di tempat
pertantanyaan setiap pertanyaan memiliki penelitian. Setelah data-data diperoleh,
bobot jawaban yang menggunakan skala selanjutnya peneliti harus melakukan
Likert. Bobot jawaban tersebut adalah analisa data. Setelah proses analisa data
sebagai berikut : Bobot Jawaban : 1 = selesai akan diperoleh hasil penelitian dari
tidak pernah , 2 = kadang-kadang , 3 = penelitian yang dilakukan. Setelah
sering, 4 = selalu. Dari bobot jawaban ini diperoleh hasil penelitian maka peneliti
akan didapatkan interpretasi hasil dari 11 harus menyusun kesimpulan dan saran dari
pertanyaan tersebut. Interpretasi hasil yang penelitian yang dilakukan. Setelah
akan diperoleh adalah sebagai berikut : melewati tahap akhir ini, maka penelitian
Skor 1: 11-19 = tidak ada keluhan dapat dinyatakan selesai.
insomnia, Skor 2: 20-27 = insomnia Pengolahan data yang diperoleh
ringan, Skor 3: 28-36 = insomnia berat, dari hasil penelitian ini diolah secara
Skor 4: 37-44 = insomnia sangat berat. manual dengan mengelompokkan hasil
Cara pengisian kuesioner dilakukan dari lembar wawancara dan lembar
dengan cara memberi tanda centang () kuesioner yang dibagikan dan selanjutnya
pada kolom yang telah disediakan. Selain dilakukan analisis menggunakan program
kuesioner digunakan pula lembar pengolah statistik. Setelah itu diolah
obeservasi untuk mengobservasi tanda dan menggunakan sistem komputerisasi,
gejala insomnia yang terjadi pada tahapan-tahapan tersebut yaitu editing,
responden. coding dan entering.
Prosedur pengumpulan data dalam Analisa data dalam penelitian ini
penelitian ini yaitu, setelah mendapatkan yaitu analisa univariat yang bertujuan untuk
surat rekomendasi pengambilan data awal mendeskripsikan atau mendapatkan
ke tempat penelitian, selanjutnya peneliti gambaran setiap variabel yang akan diukur
mengidentifikasi fakta yang ada di SMA dan disajikan. Analisa bivariat yaitu analisa
Negeri 9 Manado melalui studi kasus di yang dilakukan terhadap dua variabel yang
lapangan untuk mendapatkan data tentang diduga atau berkorelasi. Dilakukan uji
Pearson chi-square dengan derajat
masalah yang terjadi di tempat penelitian.
kemaknaan 95% ( 0,05).
Setelah mendapatkan fenomena awal yang
Dalam melakukan penelitian,
menjadi masalah di tempat penelitian peneliti memperhatikan masalah-masalah
kemudian peneliti mengidentifikasi etika penelitian yang meliputi : Menghormati
masalah sebagai dasar penelitian, harkat dan martabat manusia (respect for
kemudian setelah didapatkan masalah human dignity), menghormati privasi dan
sebagai dasar penelitian, peneliti kerahasiaan subjek penelitian (respect for
menetukan judul penelitian dan lingkup privacy and confidentiality), keadilan dan
penelitian berdasarkan data-data yang di inklusivitas/keterbukaan (respect for justice
peroleh dari studi kasus di lapangan. and inclusiveness), memperhitungkan
Selanjutnya peneliti menyusun proposal manfaat dan kerugian yang ditimbulkan
penelitian, menentukan populasi penelitian, (balancing harms and benefits).
dan subjek penelitian (sampel) memenuhi
kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.
Setelah usulan proposal
penelitian mendapat persetujuan untuk
dilanjutkan menjadi sebuah penelitian,

4
ejournal keperawatan (e-Kp) Volume 3. Nomor 1. Februari 2015

HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 5 : Distribusi Frekuensi Kejadian


Insomnia Pada Remaja di SMA Negeri 9
A. HASIL Manado
1. Analisis Univariat Kategori n %
Ringan 44 71,0
Tabel 1 : Distribusi Frekuensi Menurut Umur
pada Remaja di SMA Negeri 9 Manado Berat 18 29,0
Umur n %
15 Tahun 30 48,4 Total 62 100
Sumber : Data primer, 2014.
16 Tahun 32 51,6
Total 62 100 2. Analisis Bivariat

Sumber : Data primer, 2014. Tabel 6 : Hubungan Durasi Penggunaan Media


Sosial Dengan Kejadian Insomnia Pada Remaja Di
Tabel 2 : Distribusi Frekuensi menurut Jenis SMA Negeri 9 Manado
Kelamin pada Remaja di SMA Negeri 9 Kejadian
Manado Insomnia
Durasi Ringan Berat Total P
Jenis Kelamin n %
Penggunaan value
Laki laki 28 45,2 n % n % n %
Singkat 12 100 0 0 12 100 0,000
Perempuan 34 54,8 (1-2 jam)

Total 62 100 Sedang 31 100 0 0 31 100


(3-4jam)
Sumber : Data primer, 2014.
Lama 1 5,3 18 94,7 19 100
Tabel 3 : Distribusi Frekuensi Menurut Durasi (5-6 jam
Penggunaan Media Sosial Pada Remaja Di Total 44 71,0 18 29,0 62 100
SMA Negeri 9 Manado Sumber : Data primer, 2014.
Durasi Penggunaan n %
B. PEMBAHASAN
Singkat (1-2 Jam) 12 19,4
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri
Sedang (3-4 Jam) 31 50,0 9 Manado pada 62 siswa yang menjadi
Lama (5-6 Jam) 19 30,6 responden. Penelitian ini dilaksanakan
pada tanggal 28-29 November 2014 yang
Total 62 100 bertujuan untuk mengetahui hubungan
Sumber : Data primer, 2014. durasi penggunaan media sosial dengan
kejadian insomnia pada remaja di SMA
Tabel 4 : Distribusi Frekuensi Media Sosial Negeri 9 Manado. Dari 62 sampel yang
yang digunakan Pada Remaja di SMA Negeri diteliti di peroleh data jumlah terbanyak
9 Manado
responden yang menggunakan media sosial
Media Sosial n % dan mengalami insomnia adalah siswa
Facebook 7 11,29 yang berumur 16 tahun. Remaja pada umur
Twitter 20 32,25 16 tahun dikategorikan pada tahap remaja
Path 5 8,07 akhir (Late Adolescence). Pada tahap ini
Instagram 4 6,45 remaja memasuki masa konsolidasi
Line 6 9,67 menuju periode dewasa dan ditandai
Game Online 5 8,07 dengan pencapaian minat yang makin
Blackberry Massanger 15 24,20 mantap terhadap fungsi-fungsi intelektual,
egonya mencari kesempatan untuk bersatu
Total 62 100 dengan orang lain dalam pengalaman-
Sumber : Data primer, 2014.

5
ejournal keperawatan (e-Kp) Volume 3. Nomor 1. Februari 2015

pengalaman baru, dan egosentrisme menggunakan media sosial di bandingkan


(terlalu memusatkan perhatian pada diri dengan remaja laki-laki. Remaja
sendiri) diganti dengan keseimbangan perempuan cenderung memiliki tingkat
antara kepentingan diri sendiri dengan keakraban yang dalam dengan orang-orang
orang lain (Sarwono, 2012). Hal ini sejalan sekitarnya.
dengan Survei nasional yang digelar Pew Hasil penelitian pada 62 responden
Internet & American Life Project pada 17 menunjukkan durasi penggunaan media
juta remaja berumur 12 sampai dengan 17 sosial tertinggi yaitu pada jangka waktu
tahun di Amerika menyatakan bahwa 94% sedang (3-4 jam) yang berjumlah 31 siswa
remaja Amerika melakukan aktivitas (50,0%). Namun, dalam observasi untuk
online di media sosial untuk mencari menentukan durasi penggunaan media
sumber atau bahan untuk menyelesaikan sosial, penulis mengalami kesulitan untuk
penelitian sekolah (Qomariyah, 2009). mengawasi secara lansung penggunaan
Menurut peneliti, karakteristik remaja pada media sosial pada responden sehingga
umur tersebut mendorong mereka untuk mengakibatkan penulis harus
saling bersosialisasi dan menjalin berkomunikasi secara langsung untuk
hubungan pertemanan dengan orang lain, memperoleh keterangan dari responden
untuk memenuhi kebutuhan bersosialisasi menganai gangguan waktu tidur yang
pada masa kini remaja dimudahkan dengan disebabkan oleh penggunaan media sosial.
adanya perkembangan teknologi di bidang Dari hasil penelitian Sari Febrina (2009)
telekomukasi yang dapat dimanfaatkan didapatkan bahwa rata-rata remaja
oleh remaja yaitu media sosial. Dengan mengakses media sosial selama 3 sampai 4
memanfaatkan media sosial remaja dapat jam sehari. Fasilitas yang sering digunakan
menemukan teman baru, saling berbagi adalah chatting, browsing dan
pengalaman, bahkan mengeksplorasi hal- downloading. Menurut peneliti penyebab
hal baru yang belum diketahui dengan cara lebih dominannya durasi penggunaan
chatting, browsing, downloading dan media sosial dalam jangka waktu sedang
sharring di media sosial melalui akun-akun pada remaja dikarenakan remaja harus
yang mereka miliki. Selain itu remaja pada menyesuaikan waktu mereka antara durasi
umur tersebut sering di hadapkan dengan penggunaan media sosial dengan aktivitas
tugas-tugas sekolah, dan untuk belajar di sekolah, keinginan untuk
mempermudah dalam tugas tersebut bersosialisasi dan mengenal sesama,
banyak remaja yang memanfaatkan media maupun mengerjakan tugas-tugas sekolah.
sosial sebagai sarana penunjang Hasil penelitian pada 62 responden
intelektual. menunjukkan penggunaan jenis media
Dari keseluruhan responden yaitu 62 sosial tertinggi adalah twitter dengan
responden yang diteliti, jumlah terbanyak jumlah pengguna sebanyak 20 siswa
pengguna media sosial adalah remaja (32,25%). Dalam marketing 3.0 dituliskan
perempuan dengan total 34 siswa (54,8%). bahwa sejak April 2008 hingga April 2009
Hasil penelitian Finances Online jumlah pengguna twitter tumbuh sebesar
menemukan bahwa perempuan lebih 1,298% (Dosi, 2013). Menurut peneliti
tertarik untuk berinteraksi melalui media sendiri twitter sebagai salah satu sarana
sosial dibanding pria (Telekomunitas, media sosial yang paling populer dewasa
2013). Menurut peneliti, remaja ini memiliki peran dan manfaat bagi
perempuan lebih cenderung menggemari masyarakat umum tak terkecuali bagi
interaksi melalui media sosial dikarenakan remaja yang duduk di bangku sekolah.
remaja perempuan lebih memiliki Bagi remaja twitter dapat menjadi sarana
keinginan untuk berbagi/bercerita dengan bersosialisasi dalam kepentingan di bidang
orang lain, hal ini yang menyebabkan akademik maupun non akademik, sebagai
remaja perempuan lebih dominan sarana penunjang kegiatan belajar dan

6
ejournal keperawatan (e-Kp) Volume 3. Nomor 1. Februari 2015

pengembangan intelektual, dan juga rentang umur 13-16 tahun didapatkan


dimanfaatkan oleh remaja sebagai sarana bahwa salah satu faktor penyebab insomnia
hiburan. pada remaja adalah akses media sosial di
Penelitian yang dilakukan pada 62 internet melalui telepon seluler dan
responden menunjukkan jumlah responden komputer yang dapat mempengaruhi
yang mengalami insomnia ringan kualitas tidur pada remaja. Menurut
berjumlah 44 siswa (71,0%), sedangkan peneliti remaja mengalami insomnia ringan
yang mengalami insomnia berat berjumlah karena mengerjakan tugas rumah di malam
18 siswa (29,0%). hari, chatting dengan teman di media sosial
Menurut peneliti remaja mengalami pada malam hari, browsing dan
insomnia ringan karena mengerjakan tugas downloading hal-hal yang berkaitan
rumah di malam hari, chatting dengan dengan hobi dan kesenangan, serta
teman di media sosial pada malam hari, aktivitas bermain game online pada malam
browsing dan downloading hal-hal yang hari.
berkaitan dengan hobi dan kesenangan, Dalam penelitian ini ditemukan
serta aktivitas bermain game online pada adanya hubungan antara durasi
malam hari. penggunaan media sosial dengan kejadian
Penelitian yang dilakukan pada 62 insomnia pada remaja , dapat dilihat
responden menunjukkan jumlah responden melalui Uji Pearson Chi-Square dengan
yang mengalami insomnia ringan tingkat kemaknaan 95% ( = 0,05), hasil
berjumlah 44 siswa (71,0%), sedangkan analisa menunjukkan yaitu nilai p = 0,000,
yang mengalami insomnia berat berjumlah maka nilai p < (tabel 6). Dari total 62
18 siswa (29,0%). Dimana responden yang responden 31 responden menggunakan
mengalami insomnia ringan terbagi atas media sosial dalam jangka waktu sedang,
tiga durasi penggunaan yaitu singkat, dan 12 responden menggunakan media
sedang, dan lama. Berdasarkan hasil sosial dalam jangka waktu singkat, dan 1
lembar observasi pada durasi penggunaan responden menggunakan media sosial
singkat terdapat 12 responden dengan dalam jangka waktu lama dengan total 44
persentase 19,35% mengalami tanda dan responden diatas mengalami insomnia
gejala wajah kelihatan kusam, durasi ringan, namun memiliki tanda dan gejala
penggunaan sedang terdapat 31 responden yang berbeda yang diketahui berdasarkan
dengan persentase 50,00% mengalami lembar observasi. Dari data didapatkan
tanda dan gejala wajah kelihatan kusam, bahwa durasi penggunaan media sosial
terdapat bayangan gelap dibawah mata, dapat mempengaruhi tingkat kejadian
dan kurang berkonsentrasi dan pada durasi insomnia, yaitu semakin tinggi durasi
penggunaan lama terdapat 1 responden penggunaan media sosial semakin tinggi
dengan persentase 1,62% mengalami tanda tingkat kejadian insomnia pada remaja. Hal
dan gejala wajah kelihatan kusam,terdapat ini sejalan dengan penelitian yang
bayangan gelap dibawah mata,dan kurang dilakukan oleh MIT Sloan School of
berkonsentrasi. Kemudian responden yang Management hasil dari penelitian tersebut
mengalami insomnia berat semuanya menunjukkan bahwa semakin tinggi waktu
memiliki durasi penggunaan lama dengan penggunaan media sosial melalui
jumlah responden 18 dengan persentase komputer, laptop, tablet, dan ponsel seluler
29,03% mengalami tanda dan gejala wajah cenderung semakin mengganggu
kelihatan kusam, mata merah, terdapat pengaturan hormon alami manusia untuk
bayangan gelap dibawah mata, mudah tidur yang disebut hormon melatonin
mengantuk, kurang berkonsentrasi. sehingga dapat menyebabkan semakin
Berdasarkan penelitian dari Case Western tingginya kejadian insomnia. (Kompas
Reserve School of Medicine, Cleveland Kesehatan, 2010). Menurut peneliti,
(2008) yang melibatkan 238 remaja dengan fenomena insomnia yang terjadi pada

7
ejournal keperawatan (e-Kp) Volume 3. Nomor 1. Februari 2015

remaja di SMA Negeri 9 Manado yang aktivitas sehari-hari sehingga dapat


dikarenakan penggunaan media sosial berpengaruh pada menurunnya kualitas
tidak lepas dari sarana-sarana penunjang hidup remaja. Ketidakmampuan remaja
aktivitas tersebut seperti komputer, laptop, dalam menejemen waktu penggunaan
tablet, dan telepon seluler atau yang lebih media sosial dengan baik dan benar ketika
populer di kalangan remaja dengan sebutan berada sekolah maupun di rumah, akan
gadget, dimana gadget tersebut merupakan berdampak pada ketidakaturan pola
alat yang dapat memaparkan cahaya yang istirahat dan tidur pada remaja sehingga
apabila semakin lama penggunaan media dapat memicu terjadinya insomnia. Hal ini
sosial melalui gadget tersebut maka akan dikarenakan tidak terpenuhinya pola tidur
semakin mengganggu pengaturan dari ideal bagi remaja yaitu 8-10 jam semalam,
hormon melatonin sehingga dapat sehingga semakin rendahnya waktu bagi
menyebabkan insomnia bagi penggunanya. remaja untuk memenuhi kebutuhan
Menurut Bonnet dan Arand dalam istirahat dan tidur, akan menyebabkan
Rizqiea dan Hartati (2012) Insomnia remaja mengalami insomnia sehingga
memiliki dampak negatif bagi kesehatan membuat semakin tingginya dampak
baik dari segi fisik maupun psikologis negatif yang diakibatkan oleh insomnia
remaja, seperti mudah mengantuk disiang tersebut.
hari, hal ini, sejalan dengan teori mengenai
dampak dari terjadinya insomnia, yaitu KESIMPULAN
mengantuk di siang hari/kelelahan. Selain Dari hasil penelitian yang akan
itu, insomnia juga dapat menyebabkan dilaksanakan di SMA Negeri 9 Manado
ketidakteraturan menejemen waktu, pada bulan 28-29 November 2014 maka
gangguan konsentrasi, dan penurunan dapat disimpulkan bahwa : Durasi
kualitas hidup. Menurut penelitian yang penggunaan media sosial tertinggi pada
dilakukan oleh Rizqiea dan Hartati (2012), responden adalah pada durasi sedang (3-4
dampak negatif insomnia yaitu penurunan jam), kejadian insomnia pada responden
aktivitas, gangguan kesehatan, dan terbanyak adalah insomnia ringan, dan
penurunan dan perubahan semangat terdapat hubungan antara durasi
(mood). Menurut peneliti, insomnia yang penggunaan media sosial dengan kejadian
terjadi pada kalangan remaja akan insomnia, bahwa semakin lama waktu
berdampak bagi kesehatan fisik dan penggunaan media sosial semakin tinggi
psikologis, dari segi kesehatan fisik tingkat kejadian insomnia.
gangguan kesehatan khususnya pada
kesehatan kulit yang dapat memicu DAFTAR PUSTAKA
terjadinya penuaan dini. Secara psikologi Aingindra. (2013). Keuntungan dan
insomnia dapat berdampak pada perubahan Kerugian Penggunaan Media Sosial.
emosi (mood). Khususnya yang masih http://www.aingindra.com/keuntungan-
dalam tahap pendidikan, insomnia pada dan-kerugian-sosial-media.html.
remaja dapat berdampak dari segi Diakses pada tanggal 5 Oktober 2014,
kesehatan fisik, seperti mudah mengantuk Jam 21:00 WITA.
disiang hari yang dapat mengakibatkan Arif. (2013). Perempuan ternyata lebih
terganggunya aktivitas belajar di kelas, aktif di Internet di banding pria.
selain itu insomnia juga dapat (http://www.merdeka.com/teknologi/pe
mengakibatkan menurunnya konsentrasi rempuan-ternyata-lebih-aktif-di-
belajar yang dapat berdampak pada internet-dibanding-pria.html).Diakses
menurunnya prestasi akademik remaja di pada tanggal 1 Januari 2015, Jam 17:00
sekolah. Dari segi kesehatan psikologis, WITA.
insomnia pada remaja dapat menyebabkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet
menurunya semangat dalam melaksanakan Indonesia. (2012). Profil Pengguna
Internet Indonesia.
8
ejournal keperawatan (e-Kp) Volume 3. Nomor 1. Februari 2015

(http://www.apjii.or.id/v2/upload/Lapo Harian Kompas. (2010). 10 Kerugian


ran/Profil%20Internet%20Indonesia%2 akibat Kurang Tidur.
02012%20(INDONESIA).pdf. Diakses (http://health.kompas.com/read/2010/0
pada tanggal 1 Oktober 2014, Jam 7/22/0754116/Inilah.10.Kerugian.akib
19:30 WITA. at.Kurang.Tidur). Diakses pada
Atkinson,R. (2012). Pengantar Psikologi tanggal 4 Januari 2015, Jam 16:35
Jilid : I (Widjaja Kusuma, WITA.
Penerjemah). Tangerang Selatan : Hanjani , Febyuka. (2013). Peningkatan
Interaksara. Kebutuhan akan Media Sosial Pada
Case Western Reserve School of Remaja, Salah Siapa?. Personal
Medicine. (2008). Poor Teen Sleep Growth,Conseling and Development
Habits may raise Blood Pressure. Center.
(http://blog.cleveland.com/health/2008/ (http://www.personalgrowth.co.id/en/j
08/heart.pdf). Diakses pada tanggal 30 ournal-viewarticle.php?id=91).Diakses
Desember 2014, Jam 21:00 WITA. Pada tanggal 2 Oktober 2014, Jam
Dosi. (2013). Motif Penggunaan dan 20:30 WITA.
Interaksi Sosial di Twitter. Kompas Kesehatan. (2010). Waspadai
(http://digilib.uinsuka.ac.id/7414/2/BA Efek Buruk Smartphone.
B%20I,%20IV,%20DAFTAR%20PUS (http://kesehatan.kompas.com/read/20
TAKA.pdf). Diakses pada tanggal 30 10/06/18/14191253/Waspadai.Efek.Bu
Desember 2014, Jam 21:40 WITA. ruk.Smartphone). Diakses pada
Firman, M; Ngasis, A. (2012). Pengguna tanggal 4 Januari 2015, Jam 16:00
Internet Mulai Bosan Media Sosial . WITA.
VIVA Media Baru. Maentiningsih, Desiani. (2008).
(http://teknologi.news.viva.co.id/news/r Hubungan antara secure attachment
ead/282747-pengguna-internet-mulai- dengan motivasi berprestasi pada
bosan-media-sosial). Diakses pada remaja.
tanggal 1 Oktober 2014, Jam 20:00 (http://www.gunadarma.ac.id/library/a
WITA. rticles/graduate/psychology/2009/Arti
Gatot,S. (2014). Siaran Pers Tentang kel_10509046.pdf). Diakses pada
Riset Kominfo Dan Unicef Mengenai tanggal 8 Oktober 2014, Jam 20 : 15
Perilaku Anak Dan Remaja Dalam WITA.
Menggunakan Internet. Pusat Data Dan NANDA Internasional. (2013).
Sarana Informatika Kementerian DIAGNOSIS KEPERAWATAN Definisi
Komunikasi Dan Informatika. dan Klasifikasi 2012-1014 ( Alih
(http://kominfo.go.id/index.php/content Bahasa : Barrah Bariid, Monica Ester &
/detail/3834/siaran+pers+no.+17pikomi Wuri Praptiani) . Jakarta: Penerbit Buku
nfo22014+tentang+riset+kominfo+dan Kedokteran EGC.
+unicef+mengenai+perilaku+anak+dan Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan
+remaja+dalam+menggunakan+interne Metodologi Penelitian Ilmu
t+/0/siaran_pers). Diakses pada tanggal Keperawatan. (Edisi 2) Jakarta : Info
29 September 2014, Jam 22: 30 Medika.
WITA. Notoatmodjo S. (2010). Metodologi
Green,Wendy. (2012). 50 Hal yang Bisa Penelitian Kesehatan. Jakarta : EGC.
Anda Lakukan Hari Ini untuk OBrien,P.G., Kennedy.W.Z., &
Mengatasi Insomnia. Jakarta : Elex Ballard,K.A., (2013). Keperawatan
Media Komputindo. Kesehatan Jiwa Psikiatrik (Alih
Hamid,S. (2008). Bunga Rampai Asuhan Bahasa : Nike Budhi Subekti, Egi
Keperawatan Jiwa. Jakarata : EGC. Komara Yudha, Dwi Widiarti &

9
ejournal keperawatan (e-Kp) Volume 3. Nomor 1. Februari 2015

Anastasia Onny Tampubolon). Jakarta Setiadi (2013). Konsep dan Praktek


: EGC. Penulisan Riset Keperawatan, Edisi 2.
Kaplan, Andreas M ; Haenlein, M. Yogyakarta : Graha Ilmu.
(2010). Users of the world, unite! The Setiawan, Ebta. (2014). Kamus Besar
challenges and opportunities of Social Bahasa Indonesia (KBBI).
Media. Business Horizons 53 (1): 59 (http://kbbi.web.id) dikases pada
68. tanggal 1 Oktober 2014, Jam 20:48
(http://michaelhaenlein.com/Publicatio WITA.
ns/Kaplan,%20Andreas%20- Tea, Romel . (2014). Media Sosial:
%20Users%20of%20the%20world,%2 Pengertian, Karakteristik, dan Jenis.
0unite.pdf). Diakses pada tanggal 5 Romel Tea Media.
Oktober 2014, Jam 20:35 WITA. (http://www.romelteamedia.com/2014/
Pelatihan Statistik Universitas Indonesia. 04/media-sosial-pengertian
(2012). karakteristik.html).Diakses pada
(http://www.pelatihan- tanggal 4 Oktober 2014, Jam 22:00
ui.com/detail.php?mnu=detail_artikel WITA.
&id=A1301001). Diakses pada Telekomunitas. (2014). Wanita Lebih
tanggal 29 Oktober 2014, Jam 17:00 Aktif Menggunakan Media Sosial.
WITA. (http://www.telkomunitas.com/index.p
Potter, P.A, Perry, A.G. (2005). Buku hp/news/wanita-lebih-aktif-
Ajar Fundamental Keperawatan : menggunakan-media-sosial). Diakses
Konsep,Proses, dan Praktik.Edisi pada tanggal 30 Desember 2014 Jam
4.Volume 1. (Alih Bahasa : Renata 20:00 WITA.
Komalasari, dkk) . Jakarta:EGC. Ulumuddin, Bahrul. (2011). Hubungan
PSIK UNSRAT. (2013). Panduan Tingkat Stres Dengan Kejadian
Penulisan Tugas Akhir Proposal & Insomnia Pada Mahasiswa Program
Skripsi. Manado. Studi Ilmu Keperawatan Universitas
Qomariah, Astutik. (2009). Perilaku Diponegoro.
Penggunaan Internet pada Kalangan (https://id.scribd.com/doc/188228462/
Remaja di Perkotaan. Artikel-Hubungan-Tingkat-Stres-
(http://palimpsest.fisip.unair.ac.id/ima Dengan-Kejadian-Insomnia). Diakses
ges/pdf/astutik.pdf). Diakses pada pada tanggal 3 Januari 2015, Jam
tanggal 1 Januari 2015, Jam 19:30 18:00 WITA
WITA. Yasar, Muhhammad. (2012). Hubungan
Rizqiea dan Hartati. (2012). Pengalaman antara frekuensi penggunaan fasilitas
Mahasiswa Yang Mengalami Insomnia jejaring sosial dengan kejadian
Selama Mengerjakan Tugas Akhir. insomnia pada mahasiswa S1
(http://download.portalgaruda.org/artic keperawatan semester IV di STIKES
le.php?article=74196&val=4707). Muhammadiyah Banjarmasin
Diakses pada tanggal 5 Januari 2015, Kalimantan Selatan. Sekolah Tinggi
Jam 17:00 WITA. Ilmu Kesehatan Muhammadiyah
Sari, Febrina (2009). Pola penggunaan Banjarmasin Program Studi
Media Sosial oleh Remaja. Keperawatan Banjarmasin.
(http://repository.unand.ac.id/11093/1/ (https://id.scribd.com/doc/114222841/
Skripsi.pdf). Diakses pada tanggal 4 Skripsi-Yasar).Diakses pada tanggal
Januari 2015, Jam 15:30 WITA. 29 Oktober 2014, Jam 17:20 WITA.
Sarwono,S. W. (2012). Psikologi Remaja
(Edisi Revisi). Jakarta : Rajagrafindo
Persada..

10