Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Saintek Perikanan Vol. 4, No.

2, 2009 : 24 - 32

DAMPAK SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN DAN


PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA
(PPN) PENGAMBENGAN JEMBRANA BALI
Social Economic Impacts of Pengambengan Nusantara Fishing Port (NFP)
Construction and Development
Agus Suherman1 dan Adhyaksa Dault2
1
Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan
Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Diponegoro Semarang
Jl. Hayam wuruk 4A Semarang
2
Program Doktor Manajemen Sumberdaya Pantai Universitas Diponegoro Semarang
Jl. Imam Bardjo SH No 5 Semarang

Diserahkan : 17 September 2008; Diterima : 22 November 2008

ABSTRAK

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan menampung kegiatan masyarakat perikanan,


terutama terhadap aspek produksi, pengolahan dan pemasaran, serta pembinaan masyarakat nelayan.
Pelayanan terhadap kapal perikanan sebagai sarana produksi meliputi: penyediaan basis (home base) bagi
armada penangkapan, menjamin kelancaran bongkar ikan hasil tangkapan, menyediakan suplai logistik
bagi kapal-kapal ikan seperti air tawar, bahan bakar minyak, es untuk perbekalan dan lain-lain.
Sedangkan pelayanan terhadap nelayan sebagai unsur tenaga produksi meliputi: aspek pengolahan, aspek
pemasaran dan aspek pembinaan masyarakat nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
dampak sosial ekonomi dari pembangunan dan pengembangan PPN Pengambengan. Metode penelitian
adalah metode survey deskriptif yang bersifat studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
keberadaan fasilitas PPN Pengambengan memberikan manfaat yang besar. PPN Pengambengan tidak
mengharapkan keuntungan dari manfaat yang diterima. Hal ini dikarenakan tujuan dari PPN
Pengambengan yaitu sebagai support system dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi dan
mensejahterakan kehidupan para nelayan.

Kata kunci : PPN Pengambengan, Fasilitas, Sosial Ekonomi

ABSTRACT

Pengambengan Nusantara Fishing Port (NFP) provide fisheries society activities, especially production
aspect, processing and marketing, and fishermen society guidance. The services provide for fishing boats
as a production infrastructure consists of providing a home base for fishing vessels, ensures successful
fish loading, logistic supply such as fresh water, fuel, ice for the fishing vessels. Whereas services
provide for the fishermen consists of processing aspect, marketing and guidance. This research was
done to analyse the social economic aspect of the construction and development of Pengambengan NFP.
A study case descriptive survey method was applied. The results showed that the present of
Pengambengan NFP facilities gave great beneficial. Pengambengan NFP does no profit oriented from
the facilities that are provided since the objective of Pengambengan NFP is as a supporting system to
improve the socialeconomic condition and the welfare of the fishermen

Key words: Pengambengan NFP, facilities, social economic

PENDAHULUAN optimalisasi dalam operasionalnya merupakan


salah satu tolak ukur keberhasilan dari
Keberhasilan dalam pengembangan, pembangunan perikanan tangkap. Hal ini dapat
pembangunan dan pengelolaan pelabuhan dilihat secara nyata bahwa pembangunan
perikanan atau pangkalan pendaratan ikan serta pelabuhan perikanan atau pangkalan pendaratan

24
Jurnal Saintek Perikanan Vol. 4, No. 2, 2009 : 24 - 32

ikan telah dapat menimbulkan dampak menunjukkan suatu masalah secara terperinci
pengganda bagi pertumbuhan sektor ekonomi dari sudut pandang peneliti dengan
lainnya, yang pada gilirannya dapat menggunakan berbagai sumber data (Blaxter et
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. al. 2006). Yin (1996) menyatakan bahwa ada 6
Pengembangan dan pembangunan pelabuhan sumber bukti yang dapat dijadikan fokus bagi
perikanan/pangkalan pendaratan ikan dapat pengumpulan data studi kasus adalah: (1)
memajukan ekonomi di suatu wilayah dan dokumen; (2) rekaman arsip; (3) wawancara; (4)
sekaligus dapat meningkatkan penerimaan observasi langsung; observasi pemeran; dan (6)
negara dan Pendapatan Asli Daerah (Direktorat perangkat fisik. Dalam hal ini diperlukan dua
Prasarana Perikanan Tangkap, 2004). kategori data yaitu data utama dan data
penunjang. Data primer diperoleh dari
Hakekatnya pelabuhan perikanan merupakan
pencatatan langsung di lapangan, wawancara
kawasan pengembangan industri perikanan.
pada beberapa nelayan dan pengamatan
Pembangunan pelabuhan perikanan di suatu
kejadian-kejadian khusus yang berhubungan
daerah merupakan embrio pembangunan
dengan tujuan penelitian. Sedangkan data
perekonomian di suatu daerah (Manurung 1995).
sekunder diperoleh dari dokumen atau arsip
Urgensi pelabuhan perikanan dalam kegiatan
tertulis serta laporan hasil penelitian serta
perikanan cukup jelas, yakni sebagai tempat
publikasi. Adapun observasi dilakukan untuk
berlabuh kapal atau perahu perikanan dan tempat
memperoleh gambaran tentang lokasi, keadaan
melakukan kegiatan bongkar muat sarana
lingkungan kawasan, lokasi pemukiman dan
produksi dan produksi. Fungsi pelabuhan
pengelolaan yang telah dilakukan oleh
perikanan sangat luas. Keberadaan pelabuhan
pemerintah serta peran serta masyarakat pesisir
perikanan dalam arti fisik, seperti kapasitas
yang berkegiatan dalam kawasan pengembangan
pelabuhan harus mampu mendorong kegiatan
PPN Pengambengan.
ekonomi lainnya sehingga pelabuhan perikanan
menjadi kawasan pengembangan industri Untuk dapat melihat korelasi yang terjadi
perikanan. antara keberadaan PPN Pengambengan terhadap
tingkat kesejahteraan masyarakat baik yang
PPN Pengambengan memiliki peranan
berada di dalam pelabuhan (nelayan, bakul dan
strategis dalam pengembangan perikanan dan
pengolah) maupun yang berada di luar
kelautan, yaitu sebagai pusat atau sentral
pelabuhan (tukang ojek, pedagang keliling,
kegiatan perikanan laut. PPN Pengambengan
warung dan sebagainya) maka dapat dilakukan
selain merupakan penghubung antara nelayan
melalui survey.
dengan pengguna-pengguna hasil tangkapan,
baik pengguna langsung maupun tak langsung Data sekunder berupa kondisi geografis,
seperti: pedagang, pabrik pengolah, restoran dan demografis, keadaan sosial ekonomi masyarakat
lain-lain, juga merupakan tempat berinteraksinya dilokasi dikumpulkan dari instansi terkait yaitu
berbagai kepentingan masyarakat pantai yang Dinas Perikanan dan Kelautan, PPN
bertempat di sekitar PPN Pengambengan. PPN Pengambengan, serta instansi lain yang terkait
Pengambengan yang berfungsi dengan baik akan dalam kajian ini. Data yang diperoleh dianalisis
merupakan titik temu (terminal point) yang dengan deskriftif statistik.
menguntungkan antara kegiatan ekonomi di laut
dengan kegiatan ekonomi di darat. HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
PPN Pengambengan adalah Unit Pelaksana
dampak sosial ekonomi dari pembangunan dan
Teknis yang berada di bawah dan bertanggung
pengembangan PPN Pengambengan, ditinjau
jawab kepada Direktur Jenderal Perikanan
dari aspek sosial dan ekonomis bagi masyarakat
Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan.
setempat.
PPN Pengambengan terletak pada posisi 080 23
46 Lintang Selatan dan 1140 34 47 Bujur
METODE PENELITIAN
Timur, terletak di desa Pengambengan,
Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana,
Metode pengumpulan data yang digunakan
Propinsi Bali. Berjarak 9 km dari Kota Negara
adalah metode survey deskriptif yang bersifat
dan 105 km dari Kota Denpasar, menghadap ke
studi kasus. Studi kasus adalah strategi
Samudera Hindia dan Selat Bali.
penelitian ideal yang diperlukan, jika penelitian
yang dilakukan bersifat holistik dan mendalam. PPN Pengambengan merupakan pusat
Dalam studi kasus, metode yang digunakan kegiatan perikanan rakyat terbesar di Bali. Status
bersifat multi metode, karena dirancang untuk tersebut di tunjang dengan adanya Industri

25
Jurnal Saintek Perikanan Vol. 4, No. 2, 2009 : 24 - 32

rakyat berupa pengasinan/pengeringan ikan b. Lapangan kerja yang tidak langsung


sebanyak 10 unit yang berada di dalam kawasan terkait dengan operasional PPN
Pelabuhan. Selain adanya industri rakyat Pengambengan
terdapat pula industri pengalengan ikan dan Penambahan kegiatan di PPN Pengambengan
tepung ikan yang jumlahnya mencapai 14 unit berdampak pada terbukanya lapangan kerja baru
yang berada di luar komplek pelabuhan. untuk melayani kebutuhan para pegawai/pekerja
Pelabuhan ini tidak hanya dimanfaatkan oleh pelabuhan, misalnya pedagang makanan dan
nelayan asal Bali tetapi juga oleh nelayan asal minuman serta tukang ojek. Tenaga kerja yang
Jawa Timur yang beroperasi di Selat Bali dan berada di PPN Pengambengan berasal dari Desa-
Samudera Indonesia. desa sekitarnya.
PPN Pengambengan mulai dibangun pada Kegiatan operasional pelabuhan perikanan
tahun 1976/1977 secara bertahap dikembangkan juga tidak terlepas dari peranan unit-unit usaha
dan dilengkapi berbagai prasarana dan fasilitas yang ikut menyediakan kebutuhan nelayan.
darat sampai dengan tahun 1996/1997 di bangun Unit-unit usaha yang berada di kawasan PPN
antara lain revetment, gedung TPI, bengkel, Pengambengan. tersebut antara lain:
rumah genzet, tower air, WC Umum, Balai - Kios alat-alat perikanan yang menjual
Pertemuan Nelayan, kantor, mess operator, peralatan mesin, pancing, tali pancing, box
gudang es, tempat penimbangan ikan, sarana ikan dan sebagainya.
peribadatan, paving block, jalan lingkungan, - Unit perbekalan melaut yang menjual es
tempat parkir, drainase dan pagar keliling. balok, garam, jasa penggilingan es, strum
Pengembangan PPN Pengambengan tersebut di accu dan lain-lain.
dasarkan pada studi kelayakan yang di lakukan - Unit jasa seperti, MCK
oleh Fisheries Infrastructure Sector Project - Warungwarung makan dan minuman.
dengan Consultant Roger Consulting Marine Manfaat tidak langsung dari pengembangan
Gmbh pada tahun 1988. PPN Pengambengan antara lain adalah :
a. Penurunan biaya operasional kapal
Berdasarkan Surat Menteri Negara
karena harga, antara lain bahan bakar,
Pemberdayaan Aparatur Negara RI Nomor:
es dan air akan menjadi relatif lebih
B/2712/M.PAN/12/2005. Tanggal 30 Desember
rendah dibandingkan dengan
2005 dalam Selayang Pandang PPN
sebelumnya.
Pengambengan (2007), hal Penataan organisasi
b. Penambahan waktu penangkapan,
unit pelaksana teknis dilingkungan Departemen
sebagai akibat kemudahan yang
Kelautan dan Perikanan, PPN Pengambengan
diperoleh untuk mendapatkan keperluan
ditetapkan menjadi eselon IVa yaitu PPN
operasional dan waktu bongkar yang
Pengambengan. Selanjutnya sejak tahun 2008
menjadi relatif singkat.
ditingkatkan statusnya menjadi PPN
c. Peningkatan kualitas ikan.
Pengambengan.
d. Peningkatan dan/atau kestabilan harga
Dampak sosial dan ekonomi pembangunan yang diterima nelayan.
dan pengembangan PPN Pengambengan, ada 4 e. Peningkatan produksi ikan yang
kelompok masyarakat yang dijadikan obyek diharapkan sebagai akibat hal-hal
observasi. Kelompok tersebut adalah kelompok tersebut di atas dan bertambahnya
masyarakat nelayan, bakul atau pemasar, jumlah kapal penangkap.
pengolah/industri, dan kelompok pekerja Manfaat tidak langsung tersebut juga sesuai
lainnya. dengan penelitian Suherman (2007).
a. Lapangan kerja yang langsung terkait Berdasarkan perhitungan manfaat tidak
dengan operasional PPN Pengambengan langsung menunjukkan hasil yang cukup besar,
Kegiatan yang ada di PPN Pengambengan hasil tersebut akan menjadi pertimbangan
antara lain adalah penangkapan ikan di laut, penting dalam pengembangan suatu PP.
kegiatan pengolahan dan pemasaran ikan yang Pengembangan suatu PP tidak harus menghitung
tentunya memerlukan fasilitas pelabuhan untung rugi, namun harus juga
diantaranya TPI dan pabrik es yang dalam memperhitungkan kebutuhan jangka panjang
operasionalisasinya juga menyerap tenaga kerja dan manfaat tidak langsung lainnya. Pendapat ini
seperti, sopir angkutan barang, kuli dan lain-lain. sesuai dengan Suherman (2007).

26
Jurnal Saintek Perikanan Vol. 4, No. 2, 2009 : 24 - 32

Tabel 1. Beberapa jenis manfaat tidak langsung PPN Pengambengan


Fasilitas PPN Pengambengan
No Jenis Manfaat
Manfaat Aktual
1. Pemasaran hasil perikanan - peningkatan harga ikan (adanya pelelangan)
oleh nelayan dan sebagai - pembeli (bakul ikan) banyak
sarana dalam - lokasi dermaga bongkar dan TPI dekat (10 m)
mempertahankan mutu ikan - akses ke pasar ikan dan ke industri pengolahan dekat
- produksi ikan segar meningkat
- penanganan ikan yang baik seperti cara pengangkutan dengan
memperhatikan kualitas ikan yang akan dipasarkan
- tersedianya sarana dan prasarana transportasi agar distribusi
ikan secara cepat sampai ke konsumen
2. Memudahkan dalam - ketersediaan kebutuhan operasional nelayan (es, solar, air
memenuhi kebutuhan tawar, serta perbekalan melaut lainnya)
operasional nelayan - harga kebutuhan operasional terjangkau
- dekat dengan kapal nelayan (adanya dermaga muat)
3. Adanya multiplier effect - bertambahnya usaha di luar kawasan PPN Pengambengan
seperti peningkatan (warung makan dan minuman), tingkat kebutuhan nelayan yang
pendapatan pada sektor lain berhubungan dengan kegiatan penangkapan ikan
4. Adanya economic of scale - peningkatan usaha dari skala kecil menjadi besar
seperti peningkatan skala usaha
5. Adanya dynamic secondary - waktu kerja, motivasi kerja, kemampuan kerja
effect seperti terbukanya - jumlah nelayan,
kesempatan kerja bagi - pegawai pelabuhan (koperasi)
masyarakat dan peningkatan - pedagang eceran atau kaki lima
produktivitas tenaga kerja - karyawan bengkel
- penjual makanan dan minuman
- penjaga toko (waserda)
- karyawan perusahan perikanan (pengumpulan dan pengolahan
ikan)
- karyawan pabrik
- bakul ikan

Sebagai suatu wilayah kerja yang cukup luas Pengambengan berkisar antara Rp. 500.000- Rp.
dan majemuk maka memerlukan tatanan agar 1.000.000.
dapat berfungsi secara optimal. Semua ini akan Ukuran kapal yang digunakan nelayan di
berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya, PPN Pengambengan yaitu L (LOA) rata-rata 20-
apabila adanya kerjasama yang 22,5 m, d (dalam) rata-rata 2-2,5 m, B (lebar)
terkoordinir/terintregasi antara berbagai rata-rata 4-5,5 m. Bahan bakar yang digunakan
stakeholder, termasuk instansi, institusi dan untuk operasional adalah solar, alat penangkapan
masyarakat pengguna yang berkaitan dengan yang digunakan rata-rata jaring kolor dengan
pengembangan usaha dan masyarakat pesisir. ukuran rata-rata alat tangkap Panjang antara
100-225 m, Lebar antara 65-76 m. Modal kerja
Profil Nelayan di PPN Pengambengan nelayan Pengambengan umumnya menggunakan
Menurut data dari Dinas Pertanian modal sendiri dalam melakukan operasionalnya,
Kehutanan dan Kelautan Kabupaten Jembrana, dalam 1 kali Trip jumlah ABK antara 15-55
di Kabupaten Jembrana sebanyak 9,462 jiwa orang.
penduduk yang bermata pencaharian sebagai Hasil tangkapan yang diperoleh nelayan
nelayan. 46% dari jumlah tersebut merupakan Pengambengan yang paling banyak adalah ikan
nelayan PPN Pengambengan. lemuru, ikan layang dan ikan tongkol. Dengan
Dari hasil survey yang telah dilakukan ukuran rata-rata 10 cm. rata-rata hasil tangkapan
diperoleh hasil bahwa nelayan yang beroperasi dalam satu kali trip pada saat paceklik adalah
di PPN Pengambengan berumur rata-rata antara antara 50 kg- 3 ton, dan pada saat musim puncak
19-50 tahun, pendidikan rata-rata SD (sekolah antara 25 ton-50 ton, 90 % dari hasil tangkapan
dasar), pendapatan rata-rata nelayan yang telah dalah dalam kondisi segar dan sisanya 10 %
melakukan profesinya antara 5-15 tahun di PPN dalam kondisi rusak.

27
Jurnal Saintek Perikanan Vol. 4, No. 2, 2009 : 24 - 32

Daerah penangkapan yang sering dilakukan Pengambengan di peroleh hasil bahwa umumnya
yaitu disekitar laut Bali/tanah lot, proses mereka membuka usaha warung baik makanan
penentuan daerah penangkapan umumnya maupun keperluan nelayan lainnya, rata-rata
berdasarkan pengalaman nelayan tersebut, teknik pendidikan mereka adalah SD, SLTP dan SLTA,
penangkapan umumnya menggunakan teknik usia mereka rata-rata 23-72 tahun, pendapatan
pencahayaan. Hasil tangkapan yang diperoleh mereka rata-rata per bulan berkisar antara Rp.
nelayan Pengambengan umumnya di lelang di 500.000 Rp. 1.000.000. Usaha yang mereka
TPI, dengan harga rata-rata Rp. 2.000-Rp.8.000, lakukan rata-rata usaha skala kecil.
dalam hal sistem bagi hasil umumnya nelayan Persepsi para pekerja tersebut mengenai
Pengambengan menggunakan sistem 3;2;1 (3 keberadaan PPN Pengambengan dari survey
bagian untuk Juragan; 2 bagian untuk nahkoda yang telah dilakukan adalah sebagian besar
dan 1 bagian untuk ABK) namun ada bebearap mereka merasa sangat nyaman dengan
nelayan yang menggunakan sistem 10;2;1 (10 keberadaan PPN Pengambengan dan sebagian
bagian untuk Juragan; 2 bagian untuk Nahkoda; besar mereka sangat setuju jika PPN
dan 1 bagian untuk nahkoda)dari sistem bagi Pengambengan terus dikembangkan, dengan alas
hasil tersebut rata-rata penghasilan per trip yang an jika PPN Pengambengan terus dikembangkan
diperoleh nelayan Pengambengan berkisar antara mereka dapat terus mengembangkan usahanya,
Rp. 500.000 Rp. 1.000.000. ada tempat khusus bagi usaha mereka, ada
perbaikan fasilitas, keamanan dan pencemeran
Profil Bakul/Pemasar di PPN Pengambengan lingkungan terus diperbaiki.
Dari hasil survey yang telah dilakukan Keberadaan PPN Pengambengan sangat
terhadap pekerja lain di wilayah PPN mendukung usaha yang telah mereka lakukan.
Pengambengan di peroleh hasil bahwa umumnya Permasalahan yang sering dihadapi oleh para
mereka bekerja sebagai bakul/pemasar >15 pekerja di sekitar PPN Pengambengan adalah
tahun, rata-rata pendidikan mereka adalah SD, adanya pencemaran udara (bau limbah), lampu
SLTP dan SLTA, usia mereka rata-rata 28-70 belum di perbaiki, keamanan masih kurang
tahun, pendapatan mereka rata-rata per bulan aman.
berkisar antara Rp. 500.000 Rp. 1.000.000.
Ikan yang mereka jual adalah ikan lemuru, Unit Usaha, Tingkat Investasi dan Pasar
dengan harga beli/kg antara Rp. 2.000 Rp. Investor dan pengusaha pengolahan pasca
7.500, dan harga jual/kg antara Rp. 3.000 Rp. tangkap merupakan salah satu faktor yang
10.000, mereka memasarkan ikan umumnya ke penting dalam mendukung perkembangan
plosok desa dengan menggunakan motor dan ada pelabuhan. Dengan adanya investor dan unit-unit
sebagian yang menggunakan sepeda. usaha maka kegiatan pasca penangkapan dan
pengolahan hasil ikan dapat diakomodasi dengan
Profil Pengolah/Industri di PPN baik, sehingga tidak ada kesulitan bagi neayan
Pengambengan untuk memasarkan hasil tangkapannya. Selain
Dari hasil survey yang dilakukan diperoleh itu kebutuhan-kebutuhan yang menunjang dalam
hasil bahwa industri pengolahan ikan yang kegiatan penangkapan seperti perbekalan, suku
terdapat di PPN pengambengan umumnya cadang kapal, atau pun perlengkapan kegiatan
bergerak di bidang pengealengan ikan dan penangkapan lainnya juga akan lebih mudah
tepung ikan. Jenis ikan yang di olah meliputi didapat oleh nelayan.
ikan laying, ikan lemuru. Kapasitas produksi Selain perusahaan yang sudah berjalan, di
rata-rata 30 ton / hari. Suplay bahan baku rata- PPN Pengambengan juga teradapat investor
rata saat musim puncak 30 40 ton per hari, yang akan membangun usaha di kompleks
dengan ukuran rata-rata 10 15 cm, kondisi ikan pelabuhan (Tabel 2). Dengan adanya pelaku
yang dijasikan bahan baku adalah ikan segar. usaha baru diharapkan akan dapat lebih
Proses mendapatkan bahan baku sangat mudah. merangsang pertumbuhan PPN Pegambengan
Wilayah pemasaran produk olahan Nasional dan dapat merespon dengan baik rencana
(pulau jawa), ekspor. Harga beli ikan per kg pengembangan PPN Pengambengan.
antara Rp. 2.000- Rp. 6.000 dengan harga jual Pemasaran produksi dari nelayan adalah ke
per kg tidak tentu. pabrik-pabrik pengalengan dan tepung ikan.
Dengan keberadaan 14 perusahaan perikanan
Profil Pekerja Lain dalam Wilayah PPN pengalengan ikan dan tepung ikan dilingkungan
Pengambengan PPN Pengambengan maka peluang pasar untuk
Dari hasil survey yang telah dilakukan hasil produksi dari PPN Pengambengan
terhadap pekerja lain di wilayah PPN sangatlah besar yaitu sekitar 626 ton per hari.

28
Jurnal Saintek Perikanan Vol. 4, No. 2, 2009 : 24 - 32

Tabel 2. Nama perusahaan berbadan hukum yang ada di lingkup PPN Pengambengan
No. Nama Perusahaan Bidang Usaha Produk (Ton)/Hari
1 PT. Intan Sakti BBM 40
2 PT. Samudera Raya Pengalengan Ikan 80
3 PT. Sumina Ektrasindo Pengalengan Ikan -
4 PT. Indo Bali Pengalengan Ikan 90
5 PT. Balimaya Permai Pengalengan Ikan 120
6 PT. Pengambengan Raya Pengalengan Ikan -
7 PT. Indo Hamafish Pengalengan Ikan 100
8 PT. Indo Citra Pengalengan Ikan 75
9 CV. Jaya Baru Tepung Ikan 40
10 CV. Bali Indah Tepung Ikan 15
11 CV. Bali Indah Pengalengan Ikan 30
12 UD. Hosana Buana Tunggal Tepung Ikan 20
13 PT. Bumi Bali Mina Tepung Ikan -
14 PT. Dwipa Mina Nusantara Tepung Ikan 15
15 PT. Wahana Baja Utama Tepung Ikan -
Sumber: PPN Pengambengan (2008)

Tabel 3. Nama investor yang akan membangun usaha di kompleks PPN Pengambengan
No. Nama Usaha Luas Areal Keterangan
1 Pemkab Jembrana Dock / Slipway - Pembangunan
2 PT. Cilacap Samudera Fishing Cold Storage, Pengalengan 15.000 M2
Pembangunan
Industry Ikan, Docking
3 Erwan Gudang Garam 200 M2 Pembangunan
4 Nanang S Bengkel Las 200 M2 Pembangunan
5 Mashur Bengkel Las 100 M2 Pembangunan
6 H. Suhadi Bengkel dan Toko Suku
100 M2 Pembangunan
Cadang
7 Abdurahman Bengkel Las 100 M2 Pembangunan
8 Masirin Toserba Nelayan 100 M2 Pembangunan
9 Musanah Toko Suku Cadang 100 M2 Pembangunan
10 Khoiri Gudang Es 100 M2 Pembangunan
Sumber : PPN Pengambengan, 2008

Selain perusahaan yang sudah berjalan, di (1) Pusat Pengembangan masyarakat


PPN Pengambengan juga teradapat investor Nelayan
yang akan membangun usaha di kompleks Fungsi pertama yaitu sebagai pusat
pelabuhan. Dengan adanya pelaku usaha baru pengembangan masyarakat nelayan tidak
diharapkan akan dapar lebih merangsang terlepas dari masyarakat pesisir, seperti
pertumbuhan PPN Pegambengan dan dan dapat pedagang ikan, pengolah dan pelaku ekonomi
merespon dengan baik rencana pengembangan perikananan lainnya. Hal ini diarahkan agar
PPN Pengambengan (Tabel 3). dapat menunjang kegiatan masyarakat nelayan
Implementasi fungsi pelabuhan perikanan yang berbasis di Pelabuhan Perikanan tersebut.
yaitu telah dioperasionalkanya seluruh sumber
Sulitnya akses ke sumber modal dan
daya yang ada. Keluaran dari operasional
rendahnya ketrampilan dan kemampuan dalam
tersebut adalah berupa pelayanan terhadap
mengadopsi teknologi penangkapan yang lebih
pengguna. Berdasarkan hasil kajian bahwa
efisien serta kecilnya skala usaha pada sebagian
identifikasi terhadap pelaksanaan fungsi
nelayan tradisional, maka perlu diupayakan
Pelabuhan Perikanan sebagai wujud peranan
pengembangan masyarakat pesisir melalui
keberadaan PPN Pengambengan relatif baik.
pelatihan dan penyuluhan. Mengingat Pelabuhan
Berdasarkan data sekunder dan observasi di
Perikanan merupakan tempat berkumpulnya
lapangan terkait dengan fungsi PPN
nelayan dan tempat yang paling sesuai dalam
Pengambengan dapat diuraikan sebagai berikut:
melaksanakan pengembangan masyarakat
pesisir. Sehingga fasilitas yang mendukung

29
Jurnal Saintek Perikanan Vol. 4, No. 2, 2009 : 24 - 32

mengemban masyarakat pesisir yang telah ada (5) Pusat pemasaran dan distribusi ikan
seperti Balai Pertemuan Nelayan (BPN) agar hasil tangkapan
dapat dioptimalkan fungsinya. PPN Pengambengan kurang dapat
melaksanakan fungsinya sebagai penyelenggara
(2) Tempat Berlabuh kapal Perikanan pelelangan ikan sesuai dengan Peraturan Daerah
PPN Pengambengan dibangun sebagai (Perda) tentang Retribusi Pelelangan Ikan. Hal
tempat berlabuh (landing) dan tambat/merapat ini disebabkan karena penyelenggara pelelangan,
(mooring) kapal perikanan. Kapal perikanan yang telah ditunjuk belum melaksanakan
tersebut dapat melakukan berbagai kegiatan. pelelangan secara optimal. Aktivitas pelelangan
Pengembangan pelabuhan perikanan yang ikan untuk menentukan kelayakan harga ikan
dilengkapi dengan fasilitas kolam labuh untuk baik bagi produsen/nelayan maupun bagi
kapal berukuran besar atau di atas 30 GT pedagang masih belum berjalan dengan baik,
memberikan banyak kemudahan dan keamanan dimana hanya dilakukan penimbangan saja atau
bagi kapal ikan untuk berlabuh, baik dalam pencatatan karena transaksi penjualan telah
rangka mendaratkan hasil tangkapan, mengisi dilakukan oleh pemilik dan pedagang yaitu
perbekalan, perbaikan kapal, mesin dan alt sudah adanya ikatan antara nelayan dengan
tangkap serta tempat istirahat bagi nelayan pedagang setempat atau dikenal dengan istilah
sebelum berangkat lagi ke laut. OPO. Sehingga apabila tidak segera diantipasi
dapat mengakibatkan monopoli perdagangan
(3) Tempat pendaratan ikan hasil tangkapan ikan secara sepihak yang berakibat rendahnya
Selain dilengkapi kolam pelabuhan, PPN harga jual bagi produsen/nelayan dan berdampak
Pengambengan dilengkapi juga dengan fasilitas pada menurunnya tingkat pendapatan. Kendala
dermaga yang memberikan banyak kemudahan yang dihadapi selama ini karena KUD tidak
bagi kapal ikan untuk membongkar ikan hasil mampu mengambil alih penyedia modal/bakul.
tangkapan. Dibandingkan sebelum ada Keterkaitan nelayan dengan bakul disebabkan
pelabuhan perikanan, dengan adanya dermaga karena nelayan tidak mampu membeli
maka hasil tangkapan lebih terjamin mutunya. perbekalan melaut secara kontan karena
Selain itu peran pelabuhan sebagai tempat tingginya biaya operasional sehingga nelayan
pendaratan ikan antara lain adalah (a) terikat pada pemilik modal. Peran PPN
penyediaan tenaga dan sarana pendaratan ikan; Pengambengan untuk mengatasi pemasaran dan
(b) penyediaan alat angkut dan alat bongkar ikan distribusi ikan hasil tangkapan, perlu koordinasi
hasil tangkapan; dan (c) memberikan pelayanan bersama Muspika setempat dan instansi terkait
teknis untuk pendaratan ikan. Untuk itu agar kinerja dalam melaksanakan sistem lelang
diperlukan dermaga dan lantai dermaga sebagai dan pengelolaan TPI dapat menjadi lebih baik
kegiatan bongkar muat ikan yang didaratkan yaitu dengan jalan mengambil alih fungsi
agar dapat lebih terjamin kualitasnya terhadap bakul/pemilik modal bagi nelayan oleh KUD.
penurunan mutu ikan dan menjaga sanitasi Jika kondisi tersebut dapat dicapai nelayan pasti
lingkungan tempat pendaratan ikan. akan mendapatkan harga yang wajar berdasarkan
hasil lelang.
(4) Tempat untuk memperlancar kegiatan
kapal-kapal perikanan (6) Pusat Pelaksanaan Pembinaan Mutu
Kapal/perahu perikanan yang akan Hasil Perikanan
melakukan kegiatan penangkapan membutuhkan Era globalisasi dan persaingan dalam
bahan perbekalan seperti BBM (solar, minyak pemasaran produk perikanan akan semakin ketat
tanah), es, air tawar, bahan makanan dan lain- sehingga segala upaya perlu dilakukan untuk
lain. Dengan adanya berbagai fasilitas penguatan daya saing di pasar internasional.
fungsional seperti penyaluran bahan perbekalan Persaingan ini lebih dipacu dengan bergaungnya
seperti instalansi BBM, instalansi air tawar dan isu-isu global seperti food safety, isu lingkungan
ketersediaan pabrik es, maka kapal/perahu akan hidup dan sebagainya. Bagi konsumen di dalam
memperoleh kemudahan dan kecepatan dalam negeri juga terlihat adanya kecenderungan,
penyediaan bahan perbekalan untuk melaut. tuntutan terhadap mutu yang semakin
Selain fasilitas perbekalan, PPN Pengambengan meningkat, seiring dengan meningkatnya
juga dilengkapi dengan fasilitas perbengkelan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
dan perawatan kapal (docking) sehingga
Disamping itu keanekaragaman produk
memperlancar kapal perikanan dalam melakukan
perikanan siap saji atau siap masak merupakan
perbaikan.
trend permintaan masyarakat perkotaan.
Jembrana sebagai daerah tujuan wisata bahari

30
Jurnal Saintek Perikanan Vol. 4, No. 2, 2009 : 24 - 32

jenis pemandangan alam, permintaan produk pelabuhan perikanan dengan Dinas Perikanan
perikanan terutama ikan segar dengan mutu yang dan Kelautan. Untuk mendukung berjalannya
baik untuk restoran juga semakin meningkat. Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP),
Oleh karena itu diperlukan adanya perbaikan pencatatan data statistic yang akurat dan
sanitasi untuk menciptakan lingkungan yang ketersediaan sumberdaya manusia yang
bersih dan hygienis, sehingga pada akhirnya memahami data-data di pelabuhan dapat
akan mendukung perbaikan mutu produk menunjang operasional Pusat Informasi
perikanan yang didaratkan di PPN Pelabuhan Perikanan. Juga produksi ikan yang
Pengambengan. Dimasa yang akan dating didaratkan dapat dimonitor sehingga tidak
pembinaan dan pengawasan mutu hasil mengurangi volume produksi Indonesia. Sistem
perikanan serta tersedianya sarana pengolahan yang ada akan terkait langsung dengan
(fish processing) dan penyimpanan (cold pelelangan dan pencatatannya, dimana lelang
storage) daalm kawasan pelabuhan perikanan belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.
sangat diperlukan karena menyangkut produk
hasil perikanan yang akan dipasarkan. (8) Pusat Pelaksanaan Pengawasan
Sumberdaya Ikan
Perbaikan sanitasi di areal kawasan
Fungsi yang tidak kalah pentingnya adalah
pelabuhan perikanan belum optimal. Hal ini
sebagai pusat pengawasan penangkapan ikan dan
disebabkan karena minimnya ketersediaan air
pengendalian pemanfaatan sumberdaya ikan
bersih sehingga perlu diupayakan penambahan
karena apabila sumberdaya ikan tersebut
sarana air bersih. Untuk keperluan pembersihan
dimanfaatkan melebihi daya dukungnya, maka
ikan di TPI bilamana sumber air tawar tidak
kelestarian sumberdaya ikan akan terancam dan
mencukupi, diusakan menggunakan air laut yang
produksi perikanan dalam jangka panjang akan
cukup bersih. Juga masyarakat pengguna
terus menurun.
pelabuhan perikanan perlu ditumbuhkan sikap
kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan PPN Pengambengan sebagai basis
sehingga tidak memberikan kesan kekumuhan di pengawasan penangkapan ikan dan pengendalian
dalam areal pelabuhan. pemanfaatan sumberdaya ikan maka kegiatan
pengawasan tersebut menyangkut pemeriksaan
Prioritas yang perlu ditingkatkan yaitu
spesifikasi teknis alat tangkap dan kapal
perkembangan prasarana pascapanen. Hal ini
perikanan, ABK, dokumen kapal ikan, hasil
dimaksudkan agar produk perikanan punya daya
tangkapan ikan dan sebagainya. Fasilitas Pos
saing dan dapat meningkatkan mutu hasil
pelayanan terpadu sebagai pangkalan (basis)
perikanan tersebut serta akan berdampak pada
keberangkatan para pengawas di laut dan patrol
pendapatan dan akhirnya dapat meningkatkan
penangkapan ikan di laut perlu difungsikan
kesejahteraan.
perannya terutama menyangkut konflik
pelanggaran yang terjadi di laut.
(7) Pusat Pelaksanaan penyuluhan dan
pengumpulan data perikanan Beberapa kebijakan atau peran serta
Sebagai tempat berlabuh dan pendaratan pemerintah yang berkaitan dengan kegiatan
ikan, PPN Pengambengan merupakan tempat usaha penangkapan dan srategi kedepan bagi
pertama pencatatan kegiatan operasional kapal- PPN Pengambengan.
kapal penangkap ikan. Selain itu pelabuhan a. Peran serta pemerintah dalam memberikan
perkanan sebagai tempat berkumpulnya nelayan, pengetahuan teknologi untuk menunjang
pedagang ikan, dan pelaku ekonomi periakanan kegiatan penangkapan
lainnya memungkinkan pelaksanaan berbagai b. Rencana upaya pemindahan fishing ground
penyuluhan dapat dilakukan secara efektif di nelayan Selat Bali ke Samudera Indonesia
PPN Pengambengan. c. Upaya pemerintah menjadikan PPN
Pengambengan menjadi sentra perikanan
Sedangkan kegiatan pencatatan data
Provinsi Bali
perikanan pada pelabuhan perikanan ini sangat
d. Implementasi outering fishing port
penting dalam pengendalian penangkapan ikan
development (ORFPoD).
agar tidak melebihi jumlah Tangkapan yang
Diperbolehkan (JTB). Diperlukan koordinasi
KESIMPULAN
antar berbagai pihak terutama semua unit usaha
dalam lingkup kawasan pelabuhan perikanan,
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai
dalam memberikan data yang diperlukan serta
berikut.
koordinasi pelaksanaan penyuluhan dan
1. Keberadaan PPN Pengambengan berdampak
pencatatan data statistic perusahaan tangkap di
terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat

31
Jurnal Saintek Perikanan Vol. 4, No. 2, 2009 : 24 - 32

pantai, baik positif maupun negatif. Dampak riset). Edisi kedua. Penerbit PT Indeks
positif yaitu terjadinya peningkatan usaha Kelompok Gramedia. Jakarta. 425 hlm.
dan terbukanya kesempatan kerja atau
lapangan pekerjaan yang baru bagi Choliq A; Rivai W dan Suwarna H. 1999.
masyarakat sekitar, dimana hal ini akan Evaluasi Proyek (Suatu Pengantar).
berpengaruh pada pendapatan. Sedangkan Bandung: Pionir Jaya. 138 hlm.
pengaruh negatif dari keberadaan PPN
Pengambengan yaitu terjadinya persaingan Direktorat Prasarana Perikanan Tangkap. 2004.
usaha, konflik sosial dan ketersediaan Peranan Pelabuhan Perikanan Dalam
sumberdaya ikan yang semakin berkurang. Penyediaan Data dan Informasi
2. Berdasarkan dari hasil analisis biaya dan Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan,
manfaat, keberadaan fasilitas PPN Departemen Kelautan dan Perikanan,
Pengambengan memberikan manfaat yang Jakarta.
besar. PPN Pengambengan tidak
mengharapkan keuntungan dari manfaat Manurung TV. 1995. Urgensi pelabuhan dalam
yang diterima. Hal ini dikarenakan tujuan pengembangan agribisnis perikanan
dari PPN Pengambengan yaitu sebagai rakyat (kasus Jawa Tengah). Prosiding
support system dalam meningkatkan kondisi Agribisnis. Pusat Penelitian Sosial
sosial ekonomi dan mensejahterakan Ekonomi Pertanian. Badan Penelitian dan
kehidupan para nelayan. Pengembangan Pertanian. Departemen
Pertanian. hlm 204-221.
DAFTAR PUSTAKA
Suherman, A. 2007. Rekayasa Model
Bambang, A. N, Suherman A. 2006. Tingkat Pengembangan Pelabuhan Perikanan
pemanfaatan PPS Cilacap ditinjau dari Samudera Cilacap. Sekolah Pascasarjana
pemanfaatan fasilitas pelabuhan yang Institut Pertanian Bogor. Bogor.
tersedia. Buletin PSP 15:1-12. (Disertasi).

Blaxter L, C Hughes dan M Thight. 2006. How Yin RK. 1996. Studi kasus: desain dan metode.
to research (Seluk-beluk melakukan Edisi revisi. Penerbit PT Raja Grafindo
Persada. Jakarta.

32