Anda di halaman 1dari 65

PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

Laporan Keuangan Konsolidasi


Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2010 Dan 2009
Dan Laporan Auditor Independen
(Mata Uang Indonesia)
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
Laporan Keuangan Konsolidasi
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
Dan Laporan Auditor Independen

Daftar Isi

Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Auditor Independen

Neraca Konsolidasi. 13

Laporan Laba Rugi Konsolidasi........... 45

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi........ 6

Laporan Arus Kas Konsolidasi...... 78

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi......................................................................... 9 61


Laporan Auditor Independen

Laporan No. AR/L-107/11

Pemegang saham, Komisaris dan Direksi


PT Malindo Feedmill Tbk dan Anak Perusahaan

Kami telah mengaudit neraca konsolidasi PT Malindo Feedmill Tbk (Perusahaan) dan Anak Perusahaan
tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 serta laporan laba rugi konsolidasi, laporan perubahan ekuitas
konsolidasi dan laporan arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut.
Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak
pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.

Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Institut Akuntan Publik
Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami
memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit
meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan
pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang
digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian
laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk
menyatakan pendapat.

Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara
wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Malindo Feedmill Tbk dan Anak Perusahaan
pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 serta hasil usaha, perubahan ekuitas dan arus kas untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
di Indonesia.

Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 2d dan 29 atas laporan keuangan konsolidasi, efektif
1 Januari 2010, Perusahaan dan Anak Perusahaan telah menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan
dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.
Penerapan PSAK ini dilakukan secara prospektif sejak tanggal 1 Januari 2010 dan penerapan tersebut
tidak memiliki dampak penyesuaian yang signifikan terhadap penyajian awal laporan keuangan
konsolidasi Perusahaan dan Anak Perusahaan tahun 2010.

KANTOR AKUNTAN PUBLIK


ANWAR & REKAN

Morhan Tirtonadi, CPA


NIAP : 06.1.0986

29 Maret 2011
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI
31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Catatan 2010 2009

ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2c,2d,2m,3,27,29 118.970.730 69.765.744
Piutang usaha
Pihak ketiga setelah 89.475.972 130.578.036
dikurangi penyisihan
penurunan nilai
sebesar Rp 1.607.359
pada tahun 2010 2d,2e,4,9,10,13,29
Pihak hubungan istimewa 2d,2e,2f,2m,4,9 21.064.757 499.155
13,25,27,29
Piutang lain-lain 2d,2e,29 2.155.806 3.830.396
Persediaan 2g,5,9,10,13 116.962.693 121.535.277
Hewan ternak produksi
berumur pendek 2h,6,9,10,13 71.944.429 64.466.664
Uang muka 42.287.847 24.476.567
Biaya dibayar di muka 2i 6.827.244 6.375.994
Pajak dibayar di muka 12a 22.292 40.954
Aset lancar lainnya 7,9,26,29 37.700.000 127.755.291
_____

Jumlah Aset Lancar 507.411.770 549.324.078


__

ASET TIDAK LANCAR


Aset pajak tangguhan-bersih 2o,12c 28.006.288 13.451.348
Piutang hubungan istimewa 2d,2f,25,29 1.393.764 7.172.419
Aset tetap-bersih
(setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar
Rp 298.126.565 dan
Rp 268.183.117
masing-masing pada tanggal
31 Desember 2010 2j,8,9,10
dan 2009) 13,14,15 420.295.061 292.012.030
Biaya dibayar di muka jangka
panjang 2i 1.483.766 2.774.755
Beban tangguhan bersih 2k 5.034.417 4.067.282
Taksiran tagihan pajak
penghasilan 12c 2.600.206 16.467.242
Aset tidak lancar lainnya 93.377 78.377

Jumlah Aset Tidak Lancar 458.906.879 336.023.453


__

JUMLAH ASET 2q,30 966.318.649 885.347.531

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang


merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

1
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI (lanjutan)
31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Catatan 2010 2009

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

KEWAJIBAN LANCAR
Hutang bank jangka pendek 2d,2m,9,27,29 142.763.895 136.696.326
Hutang usaha
Pihak ketiga 2d,2m,11,27,29 88.186.764 195.111.119
Pihak hubungan istimewa 2d,2f,2h,2m,11
25,27,29 18.764.280 24.486.645
Hutang lain-lain 2d,2m,29 28.594.726 23.316.399
Hutang pajak 2o,12b 28.625.530 16.041.301
Beban masih harus dibayar 2d,29 14.428.897 10.166.129
Pendapatan ditangguhkan 2l 27.569.557 -
Kewajiban jangka panjang yang
jatuh tempo dalam waktu
satu tahun
Hutang bank 2d,2m,13,29 3.194.801 6.691.905
Hutang angsuran 14,29 4.444.739 2.888.922
Hutang sewa pembiayaan 2d,2j,15 - 155.973

Jumlah Kewajiban Lancar 356.573.189 415.554.719

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR


Kewajiban pajak tangguhan 2o,12c - 261.595
Kewajiban diestimasi atas
imbalan kerja karyawan 2n,16 25.325.775 20.184.197
Hutang hubungan istimewa 2d,2f,2m,25,29 19.118.249 27.040.246
Hutang obligasi bersih 2d,10,29 298.159.284 297.345.741
Kewajiban jangka panjang - setelah
dikurangi dengan bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu
tahun
Hutang bank 2d,2m,13,29 9.643.958 5.033.759
Hutang angsuran 14,29 1.654.999 1.276.109

Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 353.902.265 351.141.647

JUMLAH KEWAJIBAN 2q,30 710.475.454 766.696.366

HAK PEMEGANG SAHAM


MINORITAS ATAS ASET
BERSIH ANAK PERUSAHAAN
YANG DIKONSOLIDASIKAN 2b (2.203.152 ) (2.142.755 )

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang


merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

2
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI (lanjutan)
31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Catatan 2010 2009

EKUITAS
Modal saham -
Nilai nominal Rp 100
(Rupiah penuh)
per saham
Modal dasar - 585.868.160
saham
Modal ditempatkan dan
disetor penuh -
339.000.000 saham 17 33.900.000 33.900.000
Agio saham 1d 36.935.784 36.935.784
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali 2p,18 (137.265.576 ) (137.265.576 )
Saldo laba 324.476.139 187.223.712

JUMLAH EKUITAS - BERSIH 258.046.347 120.793.920

JUMLAH KEWAJIBAN DAN


EKUITAS 966.318.649 885.347.531

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang


merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

3
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Catatan 2010 2009

PENJUALAN BERSIH 2f,2l,2q,19,25,30 2.036.518.864 1.868.615.769

BEBAN POKOK PENJUALAN 2f,2l,2q,20,25 1.648.160.726 1.636.113.794

LABA KOTOR 388.358.138 232.501.975

BEBAN USAHA 2l
Penjualan 22 41.762.452 32.670.353
Umum dan administrasi 23 87.245.040 67.943.016

Jumlah Beban Usaha 129.007.492 100.613.369

LABA USAHA 2q,30 259.350.646 131.888.606

PENGHASILAN (BEBAN)
LAIN-LAIN 30
Laba selisih kurs - bersih 2m 5.100.303 20.364.592
Penghasilan bunga 2.986.764 5.802.373
Laba penjualan aset tetap 2j,8 893.735 374.580
Penghasilan sewa - bersih 640.909 622.909
Penyisihan penurunan nilai piutang (1.607.359 ) -
Beban bunga (43.608.737 ) (48.637.314 )
Lain-lain-bersih 1.148.684 1.946.331

Jumlah Beban Lain-lain - bersih (34.445.701 ) (19.526.529 )

LABA SEBELUM MANFAAT


(BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN 224.904.945 112.362.077

MANFAAT (BEBAN) PAJAK


PENGHASILAN 2o,12c
Kini (59.815.452 ) (41.083.177 )
Tangguhan 14.816.537 4.177.591

Jumlah Beban Pajak


Penghasilan Bersih (44.998.915) (36.905.586)

LABA SEBELUM HAK


PEMEGANG SAHAM
MINORITAS ATAS RUGI
BERSIH ANAK
PERUSAHAAN YANG
DIKONSOLIDASIKAN 179.906.030 75.456.491

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang


merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

4
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI (lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Catatan 2010 2009

HAK PEMEGANG SAHAM


MINORITAS ATAS
RUGI BERSIH ANAK
PERUSAHAAN YANG
DIKONSOLIDASIKAN 2b 60.397 513.620

LABA BERSIH 2q,30 179.966.427 75.970.111

LABA BERSIH PER SAHAM 2r,24 531 224

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang


merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

5
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Selisih Nilai
Transaksi
Restrukturisasi
Entitas Jumlah Ekuitas
Catatan Modal Saham Agio Saham Sepengendali Saldo Laba Bersih

Saldo 1 Januari 2009 33.900.000 36.935.784 (137.265.576 ) 112.609.601 46.179.809

Dividen tunai 17 - - - (1.356.000 ) (1.356.000 )

Laba bersih tahun 2009 - - - 75.970.111 75.970.111

Saldo 31 Desember 2009 33.900.000 36.935.784 (137.265.576 ) 187.223.712 120.793.920

Dividen tunai 17 - - - (42.714.000 ) (42.714.000 )

Laba bersih tahun 2010 - - - 179.966.427 179.966.427

Saldo 31 Desember 2010 33.900.000 36.935.784 (137.265.576 ) 324.476.139 258.046.347

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang


merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

6
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Catatan 2010 2009

ARUS KAS DARI AKTIVITAS


OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 2.084.624.883 1.867.184.442
Pembayaran kepada pemasok (1.714.639.808 ) (1.609.473.559 )
Pembayaran pajak penghasilan badan (55.273.758 ) (29.540.827 )
Pembayaran beban operasi (135.851.920 ) (110.780.014 )
Pembayaran beban keuangan (43.237.627 ) (48.447.035 )
Penerimaan operasional lainnya 3.175.619 8.371.610
Penerimaan dari restitusi pajak 10.117.942 12.877.894

Kas Bersih Diperoleh dari


Aktivitas Operasi 148.915.331 90.192.511

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS


INVESTASI
Pengurangan aset lancar lainnya 90.055.290 9.944.709
Hasil penjualan aset tetap 8 974.692 562.750
Pengurangan (penambahan) aset
tidak lancar lainnya (15.000 ) 454.564
Perolehan aset tetap 8 (155.257.141 ) (45.321.869 )

Kas Bersih Digunakan untuk


Aktivitas Investasi (64.242.159 ) (34.359.846 )

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS


PENDANAAN
Penambahan (pengurangan) hutang
bank jangka pendek 6.077.945 (7.196.057 )
Pengurangan piutang hubungan istimewa 5.778.655 5.524.175
Penambahan (pengurangan) hutang bank
jangka panjang 1.113.095 (10.170.109 )
Pembayaran hutang sewa pembiayaan (155.973 ) (3.306.247 )
Pembayaran hutang angsuran (2.648.244 ) (1.848.604 )
Pengurangan hutang hubungan istimewa (7.921.998 ) (7.506.472 )
Pembayaran dividen kas 17 (42.714.000 ) (1.356.000 )

Kas Bersih Digunakan untuk


Aktivitas Pendanaan (40.470.520 ) (25.859.314 )

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang


merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

7
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI (lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Catatan 2010 2009

KENAIKAN BERSIH KAS DAN


SETARA KAS 44.202.652 29.973.351

Dampak perubahan selisih kurs


terhadap arus kas 5.002.334 19.872.469

KAS DAN SETARA KAS PADA


AWAL TAHUN 3 69.765.744 19.919.924

KAS DAN SETARA KAS PADA


AKHIR TAHUN 3 118.970.730 69.765.744

Informasi tambahan

Transaksi yang tidak mempengaruhi


arus kas:

Perolehan aset tetap melalui hutang


angsuran 4.582.950 4.754.100
Penghapusan aset tetap 246.624 -
Perolehan aset tetap melalui hutang
bank - 6.400.000
Perolehan aset tetap melalui hutang
sewa pembiayaan - 2.690.050

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang


merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

8
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum

PT Malindo Feedmill Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman


Modal Asing No. 1 tahun 1967 yang diperbaharui dengan Undang-Undang No. 11 tahun 1970
berdasarkan Akta Notaris Mirah Dewi Ruslim Sukmadjaya, S.H., No. 17 pada tanggal
10 Juni 1997, yang mengalami perubahan dengan Akta Notaris Mirah Dewi Ruslim, S.H., No. 16
tanggal 13 November 1997. Anggaran Dasar dan perubahannya telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-12.560.HT.01.01.TH.97 tanggal
3 Desember 1997 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 35, tambahan
No. 2390 tanggal 1 Mei 1998.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 38 tanggal 17 Juni 2010 mengenai perubahan anggota Direksi
dan Dewan Komisaris Perusahaan. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat dalam
Database Sisminbakum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-0055370.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 23 Juli 2010.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
terutama adalah berusaha dalam bidang industri pakan ternak dan peternakan anak ayam usia
sehari (day old chick) dan pada saat ini Perusahaan bergerak di bidang tersebut. Perusahaan
memulai kegiatan komersialnya sejak tahun 1998. Perusahaan berdomisili di Duta Mas
Fatmawati, Jalan RS Fatmawati No. 39, Jakarta. Pabrik Perusahaan berada di daerah Cakung-
Jakarta, Gresik-Jawa Timur, dan Cikande-Banten sedangkan peternakan Perusahaan berlokasi
di Purwakarta-Jawa Barat, Wonosari-Gunung Kidul-Yogyakarta, Probolinggo, Pasuruan dan
Lumajang-Jawa Timur, Natar-Lampung, serta Banjarbaru-Banjarmasin.

Anak Perusahaan berkedudukan di Jakarta sedangkan peternakan Anak Perusahaan berlokasi


di Bogor, Subang dan Majalengka-Jawa Barat, serta Deli Serdang-Sumatera Utara.

b. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah
sebagai berikut:

2010

Dewan Komisaris Dewan Direksi


Presiden Komisaris : Lau Bong Wong Presiden Direktur : Lau Chia Nguang
Komisaris : Tan Lai Kai Direktur : Lau Tuang Nguang
Komisaris Independen : Yongkie Handaya : Teoh Bee Tang
: Ong Beng Siong
: Tang Ung Lee
Direktur Independen : Abdul Azim bin Mohd.
Zabidi

2009
Dewan Komisaris Dewan Direksi
Presiden Komisaris : Lau Bong Wong Presiden Direktur : Lau Chia Nguang
Komisaris : Tan Lai Kai Direktur : Lau Tuang Nguang
Komisaris Independen : Yongkie Handaya : Teoh Bee Tang
: Ong Beng Siong
Direktur Independen : Abdul Azim bin Mohd.
Zabidi
9
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN (lanjutan)

b. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)

Jumlah gaji dan kesejahteraan lainnya yang diterima Direksi dan Komisaris Perusahaan dan
Anak Perusahaan adalah sebesar Rp 5.224.890 dan Rp 5.726.679, masing-masing untuk tahun
2010 dan 2009.

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai
berikut:

Ketua : Yongkie Handaya


Anggota : Koh Kim Chui
: Evyliana Diapari
: Rachmad

Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki 2.339 dan 2.144 karyawan tetap, masing-masing
pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (tidak diaudit).

c. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan mempunyai Anak Perusahaan sebagai
berikut:

Jumlah Aset Sebelum


Eliminasi
(dalam jutaan Rupiah)

Persentase
Kepemilikan
Tahun Bulan Dimulai
Anak 31 Desember
Tempat Ruang Lingkup Penyertaan Kegiatan
Perusahaan 2009 dan 2008 2010 2009
Kedudukan Usaha Saham Komersial

Kepemilikan
Langsung

Produksi dan
PT Bibit Pemasaran
Indonesia Jakarta Produk 2001 99,00% Agustus 2002 115.059 80.827
Perusahaan

PT Prima Jakarta Perdagangan dan 2007 99,90% September 2007 30.341 24.915
Fajar Jasa

Peternakan Anak
PT Leong Ayam Usia
Ayamsatu Sehari dan Ayam
Primadona Jakarta Ras Pedaging 2008 99,69% Januari 1997 193.633 206.204

Kepemilikan
Tidak
Langsung
PT Quality Jakarta Peternakan Itik 2008 69,78% Mei 2007 14.403 11.382
Indonesia

10
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN (lanjutan)

d. Penawaran Umum

Saham

Pada tanggal 27 Januari 2006, Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif


No. S-223/pm/2006 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) (sekarang menjadi
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk mengadakan
penawaran umum perdana sebanyak 61.000.000 lembar saham biasa atas nama dengan nilai
nominal sebesar Rp 100 (dalam nilai penuh) setiap saham dengan harga penawaran sebesar
Rp 880 (dalam nilai penuh) per saham. Selisih lebih antara harga penawaran saham dengan
nilai nominal per saham setelah memperhitungkan biaya penerbitan saham dicatat sebagai
Agio Saham yang disajikan pada bagian Ekuitas pada neraca konsolidasi. Perusahaan telah
mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta) pada
tanggal 10 Februari 2006.

Obligasi

Pada tanggal 22 Februari 2008, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Bapepam-LK No. S-1110/BL/2008 tanggal 22 Februari 2008, untuk melakukan Penawaran
Umum Obligasi I Malindo Feedmill Tahun 2008 sebesar Rp 300.000.000, berjangka waktu 5
tahun dengan tingkat bunga tetap.

Berdasarkan Surat No. S-01213/BEI.PSU/03-2008 dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada
tanggal 5 Maret 2008, BEI menyetujui pencatatan Obligasi I Malindo Feedmill Tahun 2008 pada
tanggal 10 Maret 2008.

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku


umum di Indonesia, sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang
diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, peraturan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan untuk Perusahaan Publik di Industri Peternakan (sepanjang tidak bertentangan
dengan PSAK).

Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun
tertentu disusun berdasarkan dasar pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi,
kecuali untuk laporan arus kas konsolidasi adalah dasar akrual (accrual basis).

Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung, yang
menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan bank yang diklasifikasikan sebagai aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang
Rupiah yang dibulatkan menjadi ribuan Rupiah terdekat, kecuali dinyatakan secara khusus.

11
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

b. Prinsip-prinsip Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi mencakup akun-akun Perusahaan dan Anak Perusahaan


dimana Perusahaan memiliki persentase kepemilikan saham di atas 50% atau apabila dapat
dibuktikan adanya pengendalian.

Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar perusahaan yang dikonsolidasi telah
dieliminasi.

Bagian proporsional dari pemegang saham minoritas atas ekuitas pada Anak Perusahaan
disajikan sebagai Hak Pemegang Saham Minoritas Atas Aset Bersih Anak Perusahaan yang
Dikonsolidasikan pada neraca konsolidasi.

Kerugian yang menjadi bagian dari pemegang saham minoritas pada suatu Anak Perusahaan
dapat melebihi bagiannya dalam ekuitas Anak Perusahaan. Kelebihan tersebut dan kerugian
lebih lanjut yang menjadi bagian pemegang saham minoritas, harus dibebankan pada
pemegang saham mayoritas, kecuali terdapat kewajiban yang mengikat pemegang saham
minoritas untuk menutup kerugian tersebut dan pemegang saham minoritas mampu memenuhi
kewajibannya. Apabila pada tahun selanjutnya, Anak Perusahaan melaporkan laba, maka laba
tersebut harus terlebih dahulu dialokasikan kepada pemegang saham mayoritas sampai seluruh
bagian kerugian pemegang saham minoritas yang dibebankan kepada pemegang saham
mayoritas dapat dipenuhi.

c. Setara Kas

Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan,
tidak dibatasi penggunaannya dan tidak dijadikan jaminan atas hutang atau pinjaman lainnya
diklasifikasikan sebagai Setara Kas.

d. Aset dan Kewajiban Keuangan

Aset Keuangan

Efektif 1 Januari 2010, Perusahaan dan Anak Perusahaan menerapkan PSAK No. 55 (Revisi
2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Sesuai dengan PSAK ini,
aset keuangan dikelompokan menjadi 4 kategori, yaitu (i) aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) aset keuangan
yang dimiliki hingga jatuh tempo serta (iv) aset keuangan yang tersedia untuk dijual. Klasifikasi
ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut dan Manajemen menentukan
klasifikasi aset keuangan pada saat awal pengakuannya sebagai berikut:

i. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah aset keuangan
yang ditujukan untuk diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai
diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu
dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek terkini. Derivatif
diklasifikasikan sebagai aset diperdagangkan kecuali telah ditetapkan dan efektif sebagai
instrumen lindung nilai. Aset keuangan ini disajikan sebagai aset lancar. Perusahaan dan
Anak Perusahaan tidak memiliki akun aset keuangan yang diklasifikasikan pada kelompok
ini.

12
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)


d. Aset dan Kewajiban Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
ii. Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan
pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada
saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya
ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif. Manajemen mengklasifikasikan kas dan setara
kas, piutang usaha dan piutang lain-lain diklasifikasikan dalam kelompok ini. Manajemen
telah menentukan bahwa nilai tercatat akun-akun tersebut mendekati dengan nilai wajarnya
karena instrumen keuangan tersebut berjangka pendek. Selain itu juga piutang hubungan
istimewa masuk dalam kelompok ini, namun karena piutang tersebut tidak memiliki jadwal
pengembalian yang pasti sehingga manajemen menentukan untuk mengukur pada biaya
perolehannya.

iii. Aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo

Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan
pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh tempo telah ditetapkan, di mana
mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga
jatuh tempo, selain:
a) Investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasi.
b) Investasi yang ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan
c) Investasi yang memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai
wajar ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Perusahaan dan Anak Perusahaan tidak
memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok ini.

iv. Aset keuangan yang tersedia untuk dijual

Aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif
yang ditetapkan untuk dimiliki selama periode tertentu, di mana akan dijual dalam rangka
pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, valuta asing atau yang tidak
diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang diklasifikasikan
dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi konsolidasi.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diakui pada nilai wajarnya
ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya di mana laba atau rugi
diakui pada laporan perubahan ekuitas konsolidasi kecuali untuk kerugian penurunan nilai
dan laba rugi dari selisih kurs hingga aset keuangan dihentikan pengakuannya. Jika aset
keuangan tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, akumulasi laba dan rugi yang
sebelumnya diakui pada bagian ekuitas akan diakui pada laporan laba rugi konsolidasi.
Sedangkan pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif dan
keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar dari aset moneter yang
diklasifikasikan sebagai kelompok tersedia untuk dijual diakui pada laporan laba rugi
konsolidasi. Perusahaan dan Anak Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang
diklasifikasikan dalam kelompok ini.

13
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

d. Aset dan Kewajiban Keuangan (lanjutan)

Kewajiban Keuangan

Kewajiban keuangan dikelompokkan ke dalam kategori (i) kewajiban keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan (ii) kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi.

i. Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Nilai wajar kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
adalah kewajiban keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Kewajiban keuangan
diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau
dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam
jangka pendek terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai kewajiban diperdagangkan kecuali
ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Perusahaan dan Anak Perusahaan
tidak memiliki kewajiban keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok ini.
ii. Kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi

Kewajiban keuangan yang tidak diklasifikasi sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi dikategorikan dan diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi. Manajemen mengklasifikasikan akun-akun hutang usaha, hutang lain-lain,
beban masih harus dibayar, hutang bank, Hutang angsuran, hutang sewa pembiayaan,
hutang obligasi dan hutang hubungan istimewa dalam kelompok ini. Manajemen telah
menentukan menentukan bahwa nilai tercatat akun-akun hutang usaha, hutang lain-lain dan
beban masih harus dibayar mendekati dengan nilai wajarnya karena instrumen keuangan
tersebut berjangka pendek sedangkan hutang hubungan istimewa tidak memiliki jadwal
pengembalian yang pasti sehingga manajemen menentukan untuk mengukur pada biaya
perolehannya.

Penerapan PSAK ini dilakukan secara prospektif sejak tanggal 1 Januari 2010 dan penerapan
tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasi
Perusahaan dan Anak Perusahaan secara keseluruhan.

e. Penurunan Nilai dan Tidak Tertagihnya Aset Keuangan

Terkait dengan penerapan PSAK No. 55 (Revisi 2006) (lihat Catatan 2d), pada setiap tanggal
neraca konsolidasi, Manajemen mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset
keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Jika terdapat bukti
tersebut, maka:

i. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi, kerugian diukur
sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan
yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut. Nilai tercatat aset
keuangan tersebut, disajikan setelah dikurangi baik secara langsung maupun menggunakan
pos penyisihan. Kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi konsolidasi.

Manajemen pertama kali akan menentukan bukti objektif penurunan nilai individual atas aset
keuangan yang signifikan secara indivudual. Jika tidak terdapat bukti objektif mengenai
penurunan nilai aset keuangan individual, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam
kelompok aset keuangan dengan risiko kredit yang serupa dan menentukan penurunan nilai
secara kolektif.

14
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

e. Penurunan Nilai dan Tidak Tertagihnya Aset Keuangan (lanjutan)

ii. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan, kerugian penurunan nilai diukur
berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus
kas masa depan yang didiskontokan dengan tingkat pengembalian yang berlaku di pasar
untuk aset keuangan serupa. Kerugian penurunan tersebut tidak dapat dipulihkan.

iii. Untuk aset keuangan yang tersedia untuk dijual, kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui
secara langsung dalam ekuitas harus dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laporan laba
rugi konsolidasi meskipun aset keuangan tersebut belum dihentikan pengakuannya. Jumlah
kerugian kumulatif tersebut adalah selisih antara biaya perolehan (setelah dikurangi
pelunasan pokok dan amortisasi) dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai
aset keuangan yang sebelumnya telah diakui pada laporan keuangan laba rugi konsolidasi.
f. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak tertentu yang
mempunyai hubungan istimewa seperti yang disajikan dalam PSAK No. 7, Pengungkapan
Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa.

Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa telah
diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi.

g. Persediaan

Persediaan hewan ternak dalam pertumbuhan termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja
langsung dan beban pabrikasi langsung.

Persediaan pakan ternak, persediaan obat dan ayam pedaging dinyatakan berdasarkan nilai
terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih dengan metode masuk pertama
keluar pertama (first-in-first-out method).

Penyisihan untuk persediaan usang dan tidak lancar ditentukan berdasarkan hasil penelaahan
terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun.

h. Hewan Ternak Produksi Berumur Pendek

Hewan Ternak Produksi Berumur Pendek yang berupa ayam pembibit nenek dan induk
dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi beban deplesi. Biaya-biaya yang terjadi selama
masa pertumbuhan diakumulasikan dan dideplesi sejak dimulainya masa produksi. Deplesi
dihitung dengan menggunakan metode berdasarkan umur ekonomis produksi telur dikurangi
nilai realisasi bersih. Harga pembelian untuk unggas ditambah dengan biaya pertumbuhan,
termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan beban pabrikasi peternakan
dikapitalisasi ke dalam Hewan Ternak Produksi Berumur Pendek.

i. Biaya Dibayar di muka

Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus (straight-line method). Bagian tidak lancar dari biaya dibayar
di muka disajikan sebagai bagian dari Aset Tidak Lancar pada neraca konsolidasi.

15
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)


j. Aset Tetap

Pemilikan langsung

Perusahaan dan Anak Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007) tentang Aset
Tetap yang menggantikan PSAK No. 16 (1994) tentang Aset Tetap Dan Aset Lain-lain serta
PSAK No. 17 (1994) tentang Akuntansi Penyusutan.
Perusahaan dan Anak Perusahaan memilih model biaya sebagai kebijakan akuntansi untuk
pengukuran aset tetapnya. Aset tetap dinyatakan berdasarkan nilai tercatat dikurangi akumulasi
penyusutan, kecuali untuk tanah yang tidak disusutkan. Penyusutan dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Jenis Aset Tahun

Bangunan 20
Mesin dan peralatan 4-8
Kendaraan 8
Peralatan ternak 8
Perabot dan perlengkapan 4
Instalasi 4
Peralatan kantor 4-8

Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan
pengaruh dari setiap perubahan disesuaikan secara prospektif.

Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat
terjadinya pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi. Aset tetap pemilikan
langsung yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatat serta akumulasi
penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi
yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun yang bersangkutan.

Aset Dalam Penyelesaian


Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari
aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke akun aset tetap yang bersangkutan
pada saat aset tersebut telah selesai dikerjakan dan telah siap untuk digunakan. Penyusutan
mulai dibebankan pada saat aset tersebut siap digunakan.
Sewa
Sesuai dengan PSAK No. 30 (Revisi 2007) tentang Sewa, transaksi sewa dikelompokkan
sebagai sewa pembiayaan apabila sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aktiva, jika tidak, akan dikelompokan sebagai
sewa operasi. Situasi yang secara individual ataupun gabungan dalam kondisi normal mengarah
pada sewa yang dikelompokan sebagai sewa pembiayaan antara lain:

- Sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada perusahaan pada akhir masa sewa.
- Perusahaan mempunyai hak opsi untuk membeli aset pada harga yang cukup rendah
dibandingkan nilai wajar pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan sehingga, pada awal
sewa dapat dipastikan bahwa opsi memang akan dilaksanakan.

16
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

j. Aset Tetap (lanjutan)

Sewa (lanjutan)

- Masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomis aset meskipun hak memiliki tidak
dialihkan.
- Pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa minimum secara substansial
mendekati nilai wajar aset sewa.
Pada awal masa sewa, Perusahaan dan Anak Perusahaan mengakui aset dan kewajiban sewa
pembiayaan pada neraca sebesar nilai wajar aset sewa atau sebesar nilai kini dari pembayaran
sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar.

Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian
yang merupakan pelunasan kewajiban sewa. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi.
Aset sewa disusutkan berdasarkan metode dan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama
seperti halnya aset tetap dengan pemilikan langsung (lihat kebijakan akuntansi mengenai aset
tetap dengan pemilikan langsung).

Penurunan Nilai Aset

Sesuai dengan PSAK No. 48, Penurunan Nilai Aset, Perusahaan dan Anak Perusahaan
menelaah aset untuk menentukan kemungkinan penurunan nilai aset apabila terdapat kejadian
atau perubahan kondisi yang mengindikasi nilai tercatat aset tersebut mungkin tidak dapat
diperoleh kembali. Jika nilai tercatat aset melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali, kerugian
penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan. Nilai yang dapat
diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto dengan nilai pakai aset.

Harga jual neto adalah jumlah yang diperoleh dari penjualan aset dalam transaksi antar pihak-
pihak bebas, setelah dikurangi biaya yang terkait. Nilai pakai adalah nilai sekarang dari taksiran
aliran kas masa depan yang diharapkan akan diterima atas penggunaan aset dan dari
penghentian penggunaan aset pada akhir masa manfaatnya. Nilai yang dapat diperoleh kembali
ditentukan untuk aset secara individual atau, jika tidak memungkinkan, untuk unit penghasil kas.

k. Beban Tangguhan

Berdasarkan PSAK No. 47, Akuntansi Tanah, semua biaya yang terjadi sehubungan dengan
perolehan hak atas tanah antara lain, biaya perizinan, biaya survei dan pengukuran lokasi, biaya
notaris dan pajak-pajak yang berhubungan dengan hal tersebut, ditangguhkan dan disajikan
secara terpisah dari biaya perolehan hak atas tanah. Beban tangguhan tersebut, disajikan
sebagai bagian dari akun Aset Tidak Lancar dalam neraca konsolidasi, dan diamortisasi
selama masa berlaku hak atas tanah yang bersangkutan dengan menggunakan metode garis
lurus.

l. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan dan beban

Pendapatan dari penjualan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan dan beban
diakui pada saat terjadinya (basis akrual).

17
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

l. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

Pendapatan ditangguhkan

Insentif yang diberikan kepada pelanggan yang merupakan bagian dari transaksi penjualan
berupa potongan harga untuk membeli barang Perusahaan, diakui dengan menangguhkan
jumlah tertentu dari harga jual yang dapat diidentifikasi dan diakui sebagai pendapatan pada
saat pemenuhan kewajiban tersebut.

m. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada
saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang
asing disesuaikan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang
berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan
pada operasi tahun berjalan.

Kurs yang digunakan per satuan mata uang asing terhadap Rupiah (dalam Rupiah penuh)
adalah sebagai berikut:
2010 2009

Euro 11.956 13.510


Dolar Amerika Serikat 8.991 9.400
Dolar Singapura 6.981 6.699
Ringgit Malaysia 2.916 2.747

n. Imbalan Kerja Karyawan

Perusahaan dan Anak Perusahaan mencatat kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan
sesuai dengan Undang-Undang No. 13 tanggal 25 Maret 2003 tentang Ketenagakerjaan
(Undang-Undang Ketenagakerjaan).

Berdasarkan PSAK No. 24 (revisi 2004), tentang Imbalan Kerja perusahaan-perusahaan


diwajibkan mengakui seluruh imbalan kerja yang diberikan melalui program atau perjanjian
formal dan informal, peraturan perundang-undangan atau peraturan industri, yang mencakup
imbalan pasca-kerja, imbalan kerja jangka pendek dan imbalan kerja jangka panjang lainnya.
Berdasarkan PSAK ini, perhitungan estimasi kewajiban untuk imbalan kerja karyawan
berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan ditentukan dengan menggunakan metode
aktuarial Projected Unit Credit.

o. Pajak Penghasilan Badan

Pajak penghasilan badan dihitung untuk setiap perusahaan sebagai badan hukum yang berdiri
sendiri.

Perusahaan dan Anak Perusahaan menghitung taksiran pajak penghasilan sesuai dengan
PSAK No. 46 Akuntansi Pajak Penghasilan. PSAK No. 46 ini mengharuskan penghitungan
pengaruh pajak atas pemulihan nilai tercatat aset dan penyelesaian nilai tercatat kewajiban,
serta pengakuan dan penilaian atas aset dan kewajiban pajak tangguhan sebagai konsekuensi
pajak di masa yang akan datang dari kejadian yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasi,
termasuk rugi pajak yang dapat dikompensasi.

18
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

o. Pajak Penghasilan Badan (lanjutan)

Aset dan kewajiban pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada saat
nilai aset direalisasikan atau nilai kewajiban tersebut diselesaikan berdasarkan tarif pajak (dan
peraturan pajak) yang berlaku atau berlaku substantif telah diberlakukan pada tanggal neraca.

Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (SKP)
diterima atau jika Perusahaan dan Anak Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat
keputusan tersebut ditetapkan.

p. Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali

Berdasarkan PSAK No. 38 (Revisi 2004), Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali,


pengalihan aset, kewajiban, saham dan instrumen kepemilikan lainnya di antara entitas
sepengendali tidak menimbulkan laba atau rugi bagi seluruh kelompok perusahaan ataupun
entitas sepengendali dan tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi pemilikan atas
aset, saham, kewajiban atau instrumen lainnya yang dipertukarkan, maka aset maupun
kewajiban yang pemilikannya dialihkan dicatat sesuai dengan nilai buku seperti penggabungan
usaha berdasarkan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest).

Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, unsur-unsur laporan keuangan dari


perusahaan yang direstrukturisasi untuk periode terjadinya restrukturisasi tersebut dan untuk
periode perbandingan yang disajikan, harus disajikan sedemikian rupa seolah-olah
restrukturisasi telah terjadi sejak awal periode laporan keuangan komparatif disajikan.

Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku sehubungan dengan transaksi restrukturisasi
antara Perusahaan dengan perusahaan lain yang merupakan entitas sepengendali, disajikan
sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali pada neraca konsolidasi.
Saldo akun Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali dapat berubah pada
saat adanya transaksi resiprokal antara entitas sepengendali yang sama, peristiwa kuasi
reorganisasi, hilangnya status substansi sepengendalian antara entitas yang pernah
bertransaksi serta pelepasan aset, kewajiban, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang
mendasari terjadinya selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali ke pihak ketiga.

q. Informasi segmen

Sesuai dengan PSAK No. 5 (Revisi 2000) Pelaporan Segmen, informasi segmen disajikan
berdasarkan segmen usaha dan geografis Perusahaan dan Anak Perusahaan yang masing-
masing diidentifikasikan sebagai bentuk primer dan sekunder pelaporan segmen.

r. Laba bersih per saham

Sesuai dengan PSAK No. 56, Laba Per Saham, laba bersih per saham dihitung dengan
membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar pada tahun yang
bersangkutan.

s. Penggunaan Estimasi

Penyajian laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi
jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjen pada tanggal
laporan keuangan konsolidasi serta jumlah pendapatan dan beban selama tahun pelaporan.
Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi yang dilaporkan.
19
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

3. KAS DAN SETARA KAS

Rincian kas dan setara kas adalah sebagai berikut:

2010 2009

Kas 594.749 528.707

Bank
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 8.654.527 7.005.927
PT Bank CIMB Niaga Tbk 5.964.882 2.797.287
PT Bank HSBC 1.287.282
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 884.949 733.124
PT Bank Jasa Jakarta 212.909 28.049
Dolar Amerika Serikat
PT Bank CIMB Niaga Tbk ($AS 791.635
dan $AS 286.695 masing-masing pada
tanggal 31 Desember 2010 dan 2009) 7.117.586 2.694.937
PT Bank Central Asia Tbk ($AS 111.123
dan $AS 158.835 masing-masing pada
tanggal 31 Desember 2010 dan 2009) 999.108 1.493.046
PT Bank HSBC ($AS 29.135 pada
tanggal 31 Desember 2010) 261.954 -
PT Bank Bukopin Tbk ($AS 2.414 dan
$AS 2.438 masing-masing pada
tanggal 31 Desember 2010 dan 2009) 21.700 22.913
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ($AS 1.177
$AS 1.250 masing-masing pada
tanggal 31 Desember 2010 dan 2009) 10.578 11.754
Euro
PT Bank Niaga Tbk. ( 882.863 pada
tanggal 31 Desember 2010) 10.555.506 -

Sub jumlah bank 35.970.981 14.787.037

Deposito berjangka
Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 82.405.000 46.200.000
PT Bank Central Asia Tbk - 8.250.000

Sub jumlah deposito berjangka 82.405.000 54.450.000

Jumlah 118.970.730 69.765.744

Pada tanggal 31 Desember 2010, suku bunga deposito berjangka adalah 6,15% per tahun,
sementara pada tanggal 31 Desember 2009, suku bunga deposito berjangka berkisar antara 6,5%
sampai dengan 12,5% per tahun.

20
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

4. PIUTANG USAHA
Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan pelanggan

2010 2009

Pihak ketiga 91.083.331 130.578.036

Pihak hubungan istimewa (lihat Catatan 25) 21.064.757 499.155

Penyisihan penurunan nilai piutang (1.607.359 ) -

Bersih 110.540.729 131.077.191

b. Berdasarkan umur

2010 2009
Jatuh tempo
dalam waktu 30 hari 68.661.020 72.191.280
31 60 hari 18.575.147 35.462.623
61 90 hari 24.911.921 23.423.288

Jumlah 112.148.088 131.077.191

Penyisihan penurunan nilai piutang (1.607.359 ) -

Bersih 110.540.729 131.077.191

c. Berdasarkan mata uang


2010 2009
Rupiah 111.618.278 130.578.036
Ringgit Malaysia 529.810 499.155

Jumlah 112.148.088 131.077.191

Penyisihan penurunan nilai piutang (1.607.359 ) -

Bersih 110.540.729 131.077.191

Berdasarkan penelaahan terhadap akun piutang usaha pada akhir tahun, Manajemen Perusahaan
berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha tersebut adalah cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha tersebut.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang
usaha dari pihak ketiga.
Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang
bank dan hutang obligasi sebesar Rp 23.000.000 (lihat Catatan 9, 10 dan 13).

21
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

5. PERSEDIAAN
Rincian persediaan adalah sebagai berikut:
2010 2009

Bahan baku 63.017.672 78.656.120


Barang Jadi:
Hewan ternak dalam pertumbuhan - telur tetas 17.342.223 16.086.724
Itik 8.024.876 5.060.540
Pakan 6.959.974 7.601.331
Ayam pedaging 5.559.563 2.452.389

Sub - Jumlah 37.886.636 31.200.984

Bahan penolong 14.884.435 10.731.798


Barang dalam proses 1.173.950 946.375

Jumlah 116.962.693 121.535.277

Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan tersebut di atas tidak melebihi realisasi
bersihnya dan oleh karena itu, tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai untuk menyesuaikan nilai
tercatat persediaan ke nilai realisasi bersihnya.
Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, persediaan diasuransikan terhadap segala risiko (all
risks) dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 125.740.000 dan Rp 90.000.000. Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian
atas risiko yang dialami Perusahaan dan Anak Perusahaan.

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan dan Anak Perusahaan menempatkan
persediaan, termasuk hewan ternak produksi - berumur pendek (lihat Catatan 6) digunakan sebagai
jaminan untuk pinjaman bank dan hutang obligasi sebesar Rp 15.000.000 dan $AS 5.000.000 (lihat
Catatan 9, 10 dan 13).

6. HEWAN TERNAK PRODUKSI BERUMUR PENDEK

Rincian hewan ternak produksi berumur pendek adalah sebagai berikut:

2010 2009
Telah menghasilkan (masa produksi):
Saldo awal ayam pembibit nenek 1.612.228 4.192.009
Reklasifikasi dari ayam belum menghasilkan 21.239.144 15.773.908
Beban deplesi dan ayam afkir (lihat Catatan 20) (16.108.039 ) (18.353.689 )
Saldo akhir ayam pembibit nenek 6.743.333 1.612.228

Saldo awal ayam pembibit induk 21.671.921 43.558.630


Reklasifikasi dari ayam belum menghasilkan 106.014.331 77.900.391
Beban deplesi dan ayam afkir (lihat Catatan 20) (103.504.160 ) (99.787.100 )
Saldo akhir ayam pembibit induk 24.182.092 21.671.921
Sub Jumlah 30.925.425 23.284.149

22
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

6. HEWAN TERNAK PRODUKSI BERUMUR PENDEK (lanjutan)

2010 2009

Belum menghasilkan (masa pertumbuhan)


Saldo awal ayam pembibit nenek 8.952.997 7.487.193
Kapitalisasi biaya 19.735.824 17.239.712
Reklasifikasi ke ayam telah menghasilkan (21.239.144 ) (15.773.908 )
Saldo akhir ayam pembibit nenek 7.449.677 8.952.997

Saldo awal ayam pembibit induk 32.229.518 16.931.741


Kapitalisasi biaya 107.354.140 93.198.168
Reklasifikasi ke ayam telah menghasilkan (106.014.331 ) (77.900.391 )
Saldo akhir ayam pembibit induk 33.569.327 32.229.518
Sub Jumlah 41.019.004 41.182.515
Jumlah 71.944.429 64.466.664

Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan penghapusan langsung terhadap hewan ternak
produksi setiap tiga bulan sekali bersamaan dengan penghitungan aktual atas hewan ternak
produksi berumur pendek. Beban penghapusan tersebut di catat di akun Beban Deplesi dan
ayam afkir pada Beban Pokok Penjualan tahun berjalan. Hewan ternak produksi berumur pendek
tidak diasuransikan terhadap risiko kerugian yang mungkin akan timbul.

Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat hewan ternak produksi berumur pendek tersebut di
atas tidak melebihi nilai realisasi bersihnya dan oleh karena itu, tidak diperlukan penyisihan
penurunan nilai untuk menyesuaikan nilai tercatat hewan ternak produksi berumur pendek ke nilai
realisasi bersihnya.

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan dan Anak Perusahaan menempatkan
persediaan, termasuk hewan ternak produksi-berumur pendek (lihat Catatan 5) digunakan sebagai
jaminan untuk pinjaman bank dan hutang obligasi sebesar Rp 15.000.000 dan $AS 5.000.000 (lihat
Catatan 9, 10 dan 13).

7. ASET LANCAR LAINNYA

2010 2009

Perusahaan:
Escrow Account - 60.055.291
Deposito berjangka 17.700.000 47.700.000
Sub Jumlah 17.700.000 107.755.291

Anak Perusahaan (PT Leong Ayamsatu


Primadona):
Escrow Account 20.000.000 20.000.000

Jumlah 37.700.000 127.755.291

23
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

7. ASET LANCAR LAINNYA (lanjutan)

Perusahaan

Pada tanggal 31 Desember 2009, Perusahaan menempatkan rekening Escrow Account pada
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB). Rekening Escrow Account ini tidak dikenakan tingkat suku
bunga.

Dana-dana tersebut berasal dari penerbitan obligasi yang belum digunakan. Dana-dana tersebut
dibatasi penggunaannya untuk keperluan pembangunan pabrik pakan di Cikande Banten.

Selain itu juga, Perusahaan memiliki deposito berjangka ditempatkan pada CIMB sebagai jaminan
atas fasilitas Standby Letter of Credit (SBLC) (lihat Catatan 26). Deposito tersebut memiliki tingkat
suku bunga masing-masing sebesar 7% dan 10,75% per tahun pada tanggal 31 Desember 2010
dan 2009.

Anak Perusahaan

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, PT Leong Ayamsatu Primadona menempatkan
seluruhnya rekening Escrow Account pada CIMB. Rekening Escrow Account ini tidak dikenakan
tingkat suku bunga dan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit dari bank tersebut (lihat
Catatan 9).

8. ASET TETAP

Rincian dan mutasi aset tetap adalah sebagai berikut:


2010
________

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir


Nilai Tercatat
Pemilikan Langsung
Tanah 49.958.414 10.030.763 - 10.108.562 70.097.739
Bangunan 242.333.375 17.241.057 - 4.995.258 264.569.690
Mesin dan peralatan 103.558.179 1.571.573 - 105.129.752
Kendaraan 34.616.008 8.805.582 1.130.430 4.926.150 47.217.310
Peralatan ternak 76.822.369 6.882.195 483.182 83.221.382
Perabot dan perlengkapan 4.096.236 462.804 - 4.559.040
Instalasi 15.949.421 3.361.589 - 950.317 20.261.327
Peralatan kantor 3.452.975 1.216.689 - 4.669.664
Aset dalam penyelesaian 24.228.580 110.267.839 - (15.800.697 ) 118.695.722
Jumlah 555.015.557 159.840.091 1.613.612 5.179.590 718.421.626

Sewa Pembiayaan
Kendaraan 4.926.150 - - (4.926.150 ) -
Mesin dan peralatan 253.440 - - (253.440 ) -
Jumlah Biaya Perolehan 560.195.147 159.840.091 1.613.612 - 718.421.626

Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 101.032.081 11.202.280 - - 112.234.361
Mesin dan peralatan 73.346.400 7.031.679 214.144 80.592.223
Kendaraan 22.029.274 3.540.380 1.049.473 478.760 24.998.941
Peralatan ternak 54.701.725 5.399.046 236.558 - 59.864.213
Perabot dan perlengkapan 3.329.344 259.405 - - 3.588.749
Instalasi 11.268.612 2.914.156 - - 14.182.768
Peralatan kantor 2.090.787 574.523 - - 2.665.310

Jumlah 267.798.223 30.921.469 1.286.031 692.904 298.126.565

24
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

8. ASET TETAP (lanjutan)


2010 (lanjutan)
________

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir

Sewa Pembiayaan
Kendaraan 234.110 244.650 - (478.760 ) -
Mesin dan peralatan 150.784 63.360 - (214.144 ) -

Jumlah Akumulasi Penyusutan 268.183.117 31.229.479 1.286.031 - 298.126.565

Nilai Buku 292.012.030 420.295.061

2009
________

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir

Nilai Tercatat
Pemilikan Langsung
Tanah 37.540.480 11.414.534 - 1.003.400 49.958.414
Bangunan 235.385.148 6.345.471 - 602.756 242.333.375
Mesin dan peralatan 139.484.458 7.988.768 - (43.915.047) 103.558.179
Kendaraan 31.240.131 4.542.559 1.166.682 34.616.008
Peralatan ternak 25.906.818 4.586.464 - 46.329.087 76.822.369
Perabot dan perlengkapan 3.470.878 625.358 - 4.096.236
Instalasi 13.649.985 2.154.896 - 144.540 15.949.421
Peralatan kantor 2.820.040 632.935 - 3.452.975
Aset dalam penyelesaian 9.314.912 18.184.984 - (3.271.316) 24.228.580

Jumlah 498.812.850 56.475.969 1.166.682 893.420 555.015.557

Sewa Pembiayaan
Kendaraan 2.236.100 2.690.050 - - 4.926.150
Mesin dan peralatan 1.146.860 - - (893.420) 253.440
Jumlah Biaya Perolehan 502.195.810 59.166.019 1.166.682 - 560.195.147

Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 90.362.735 10.669.346 - - 101.032.081
Mesin dan peralatan 101.084.908 8.812.895 - (36.551.403 ) 73.346.400
Kendaraan 19.524.391 3.483.395 978.512 22.029.274
Peralatan ternak 12.582.700 5.349.199 - 36.769.826 54.701.725
Perabot dan perlengkapan 3.049.405 279.939 - - 3.329.344
Instalasi 8.611.373 2.657.239 - - 11.268.612
Peralatan kantor 1.721.601 298.422 - 70.764 2.090.787

Jumlah 236.937.113 31.550.435 978.512 289.187 267.798.223

Sewa Pembiayaan
Kendaraan 96.359 208.515 - (70.764 ) 234.110
Mesin dan peralatan 369.207 - - (218.423 ) 150.784

Jumlah Akumulasi Penyusutan 237.402.679 31.758.950 978.512 - 268.183.117

Nilai Buku 264.793.131 292.012.030

Alokasi pembebanan penyusutan aset tetap pemilikan langsung dan sewa pembiayaan pada
laporan laba rugi konsolidasi adalah sebagai berikut:
2010 2009

Beban pabrikasi (Catatan 21) 27.152.001 28.330.954


Beban umum dan administrasi (Catatan 23) 3.596.865 3.019.080
Beban penjualan (Catatan 22) 480.613 408.916

Jumlah 31.229.479 31.758.950

25
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

8. ASET TETAP (lanjutan)

Laba dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:

2010 2009

Hasil penjualan bersih 974.692 562.750


Nilai buku (80.957 ) (188.170 )

Laba penjualan aset tetap 893.735 374.580

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan dan Anak Perusahaan telah
mengasuransikan seluruh aset tetap, kecuali tanah, terhadap segala risiko (all risks) dengan jumlah
pertanggungan sebesar Rp 892.905.708 dan Rp 806.461.727. Manajemen Perusahaan dan Anak
Perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut memadai untuk menutup kerugian
atas aset yang dipertanggungkan.

Tanah, bangunan, kendaraan, mesin dan peralatan tertentu dengan nilai pertanggungan masing-
masing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 sebesar Rp 376.886.289 dan Rp 347.010.807
dijadikan sebagai jaminan untuk pinjaman bank, hutang obligasi dan hutang angsuran (lihat Catatan
9, 10, 13, 14 dan 26c).

Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset tetap Perusahaan dan Anak
Perusahaan dapat dipulihkan, sehingga tidak diperlukan adanya penurunan nilai atas aset tetap
tersebut.

Rincian aset dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai
berikut:

2010 2009

Persentase Persentase
Penyelesaian Penyelesaian
Jumlah (%) Jumlah (%)

Bangunan 82.978.309 14% - 96% 24.228.580 10%-90%


Mesin dan peralatan 23.969.275 96% - -
Kendaraan 581.242 54% - -
Perabot dan perlengkapan 580.395 96% - -
Instalasi 10.174.134 72% - 96% - -
Peralatan kantor 412.367 96% - -

Jumlah aset dalam


penyelesaian 118.695.722 24.228.580

9. HUTANG BANK JANGKA PENDEK

Rincian hutang bank jangka pendek adalah sebagai berikut:

2010 2009

PT CIMB Niaga Tbk


Pinjaman tetap 103.158.388 114.250.785
Cerukan 5.848.741 8.693.158

Sub - Jumlah 109.007.129 122.943.943

26
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

9. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

2010 2009

PT Bank Central Asia Tbk


Pinjaman tetap 15.000.000 -
Cerukan 18.756.766 13.752.383

Sub - Jumlah 33.756.766 13.752.383

Jumlah 142.763.895 136.696.326

CIMB Pinjaman Tetap

Perusahaan

Perusahaan memperoleh Fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus II serta Pinjaman Tetap II dan III dari
Bank CIMB Niaga dengan jumlah plafond sebesar Rp 40 milliar. Fasilitas pinjaman tersebut akan
jatuh tempo pada tanggal 27 Mei 2011. Tingkat bunga yang dibebankan pada tanggal
31 Desember 2010 adalah sebesar 9% dan 11,5% per tahun masing-masing untuk pinjaman dalam
mata uang dolar AS dan Rupiah, sedangkan tingkat bunga yang dibebankan pada tanggal
31 Desember 2009 adalah sebesar 9% dan 12,5% per tahun masing-masing untuk pinjaman dalam
mata uang dolar AS dan Rupiah. Saldo hutang bank jangka pendek - pinjaman tetap pada tanggal
31 Desember 2010 adalah sebesar $AS 1.000.000 atau setara dengan Rp 8.991.000 dan
Rp 35.452.242, sedangkan saldo hutang bank jangka pendek - pinjaman tetap pada tanggal
31 Desember 2009 adalah sebesar $AS 732.676 atau setara dengan Rp 6.887.152 dan
Rp 40.695.574.

Perusahaan juga memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap Atas Permintaan (PTX-OD) sebesar
Rp 33 milyar dan fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran Atas Permintaan (PTA-OD) sebesar
Rp 7 milyar dari CIMB. Tingkat bunga yang dikenakan untuk PTX-OD dan PTA-OD adalah masing-
masing sebesar 11,5% dan 12,5% per tahun pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Pinjaman
PTA-OD dan PTX-OD akan jatuh tempo pada tanggal 27 Mei 2011. Saldo hutang bank jangka
pendek tersebut pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, masing-masing sebesar Rp 30.715.146
dan Rp 33.668.059.

Seluruh fasilitas pijaman dari Bank CIMB Niaga atas nama Perusahaan dijaminkan secara Cross
Collateralized untuk menjamin pembayaran kembali seluruh kewajiban terhutang Perusahaan
kepada Bank CIMB Niaga dengan rincian sebagai berikut:

Sebidang tanah Hak Guna Bangunan dengan SHGB No. 37/Cakung, Jakarta Timur atas nama
Perusahaan senilai Rp 17.171.770.

Hak tanggungan dengan atas sebidang tanah Hak Guna Bangunan dengan SHGB No. 1 yang
terletak di Cipeundeuy, Purwakarta, Jawa Barat, atas nama Perusahaan dengan nilai
pertanggungan sebesar Rp 33.282.160.

Hak tanggungan atas tiga bidang tanah dengan SHGB No. 00012/Semanu, 00014/Semanu dan
00015/Semanu, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, atas nama Perusahaan beserta
bangunan, konstruksi dan benda tidak bergerak lainnya yang sekarang ada atau yang akan ada
dikemudian hari dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 27.436.050.

27
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

9. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

CIMB Pinjaman Tetap (lanjutan)

Perusahaan (lanjutan)

Hak Tanggungan atas sebidang tanah Hak Guna Bangunan dengan SHGB No. 1 yang terletak
di Desa Sumberkare, Probolinggo, Jawa Timur, atas nama Perusahaan dengan nilai
pertanggungan sebesar Rp 7.779.740.

Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan yang berada di Farm 2 Probolinggo, Jawa Timur,
atas nama Perusahaan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 15.465.370.

Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan yang berlokasi di Jakarta dan Jawa Barat atas
nama PT Leong Ayamsatu Primadona yaitu Breeder 3, Breeder 4, Breeder 5, Hatchery, Broiler
3, Broiler 4, Broiler 5, Pool Otista, Tanah kosong di Subang, Ruko di Fatmawati, dan apartemen
Bumi Mas di Cilandak, serta tanah Broiler 1 dan 2 milik PT Leo Hupindo beserta bangunan milik
PT Leong Ayamsatu Primadona dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 55.298.110.

Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan yang berlokasi di Deli Serdang dan Medan, 2 unit
ruko di kompleks Tomang atas nama PT Leong Ayamsatu Primadona dengan total nilai
pertanggungan sebesar Rp 11.381.450.

Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan di pabrik Feedmill baru di Cikande atas nama
Perusahaan dengan nilai pengikatan sebesar realisasi proyek.

Hak Tanggungan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 42.500.000 atas tanah dan bangunan
dengan SHGB No 460 yang terletak di Jl. Pulau Masa, Kim Medan atas nama PT Feedmill
Indonesia.

Hak Tanggungan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 9.600.000 atas tanah dan bangunan
dengan SHGB No 1 yang terletak di Desa Alun-alun kabupaten Lumajang, Jawa Timur atas
nama Perusahaan.

Tanah berikut bangunan dan benda tetap lain diatas tanah Hak Guna Bangunan Nomor: 1, atas
nama PT Bibit Indonesia yang terletak di Desa alun-alun, kelurahan alun-alun, Kecamatan
Ranuyoso, Kabupaten Jawa Timur, seluas 443.179 m2 yang diikat dengan Hak Tanggungan
peringkat I sebesar Rp 13.671.470.

Akta Jaminan Fidusia atas seluruh mesin dan peralatan atas nama Perusahaan baik yang
sekarang telah ada maupun dikemudian hari akan ada, yang terletak di tanah dan bangunan
yang terletak di Farm 2, Probolinggo, Jawa Timur dengan nilai penjaminan sebesar
Rp 3.981.020.

Akta Jaminan Fidusia atas seluruh mesin dan peralatan atas nama Perusahaan baik yang
sekarang telah ada maupun dikemudian hari akan ada dengan nilai penjaminan sebesar
Rp 44.990.830.

Akta Fidusia atas persediaan (stok barang) Perusahaan dengan nilai penjaminan sebesar
Rp 15.000.000.

Akta Fidusia atas piutang usaha Perusahaan dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp 8.000.000.

28
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

9. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

CIMB Pinjaman Tetap (lanjutan)

Perusahaan (lanjutan)

Akta Fidusia atas mesin-mesin serta peralatan atas nama anak perusahaan PT Leong
Ayamsatu Primadona yang berlokasi di Jakarta dan Jawa Barat dengan nilai penjamin sebesar
Rp 22.592.220.

Akta Fidusia atas mesin-mesin serta peralatan atas nama PT Leong Ayamsatu Primadona yang
berlokasi di Deli Serdang dan Medan dengan nilai penjamin sebesar Rp 479.780.

Akta Fidusia atas mesin-mesin untuk pabrik Feedmill baru di Cikande atas nama Perusahaan
dengan nilai penjaminan sesuai dengan realisasi pembelian mesin tersebut.

Akta Fidusia atas mesin-mesin atas nama PT Feedmill Indonesia dengan nilai penjaminan
sebesar USD 1.232 dan Rp 2.033.000.

Akta Fidusia atas seluruh persediaan atas nama PT Feedmill Indonesia dengan nilai penjaminan
sebesar Rp 5.000.000.

Akta Fidusia atas mesin dan peralatan atas nama PT Bibit Indonesia dengan nilai penjaminan
sebesar Rp 2.377.956.

Akta Fidusia atas seluruh piutang atas nama PT Bibit Indonesia dengan nilai penjaminan
sebesar Rp 8.250.000.

Jaminan pribadi dari Lau Chia Nguang dan Lau Tuang Nguang, pihak hubungan istimewa,
masing-masing sebesar Rp 300.000.000.

Pembatasan-pembatasan kepada Perusahaan (Negative Covenants) tanpa persetujuan tertulis


terlebih dahulu dari CIMB, antara lain adalah sebagai berikut:

Mengadakan merger, akuisisi, konsolidasi, menjual, mengalihkan, menghibahkan, menyewakan


atau melepaskan hak atas harta kekayaan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang umum dalam
Perusahaan debitor.

Mengikat diri sebagai penanggung/ penjamin hutang dan/ atau menjaminkan harta kekayaan
debitor kepada pihak lain.

Mengadakan rapat umum pemegang saham yang acaranya menurunkan modal Perusahaan.

Melakukan tindakan yang melanggar suatu ketentuan hukum atau peraturan yang berlaku.

Membubarkan Perusahaan atau mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan


pembayaran kepada instansi yang berwenang.

Merubah kegiatan usaha dan/ atau membuka usaha baru selain usaha yang telah ada; merubah
bentuk/ status hukum Perusahaan.

Melakukan pembayaran hutang sebelum jatuh tempo, kecuali dalam menjalankan kegiatan
usaha sehari-hari.

Mengadakan penyertaan investasi pada Perusahaan lain; dan


29
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

9. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

CIMB Pinjaman Tetap (lanjutan)

Perusahaan (lanjutan)

Mengalihkan kepada pihak lain sebagian atau seluruh hak atau kewajiban debitor yang timbul
dari Perjanjian Kredit atau Dokuman Agunan.

Berdasarkan Surat CIMB No. 544/CBG/X/07 tanggal 29 Oktober 2007, CIMB menyetujui antara lain
penerbitan obligasi dengan jumlah pokok sebesar Rp 300 milyar untuk pembelian 99,69%
kepemilikan PT Leong Ayamsatu Primadona.

Anak Perusahaan (PT Bibit Indonesia)

PT Bibit Indonesia memperoleh fasilitas pinjaman tetap berupa kredit modal kerja dengan plafon
sebesar Rp 8 milyar yang akan jatuh tempo pada tanggal 27 Mei 2011. Tingkat bunga pada tanggal
31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebesar 11,5% dan 12,5% per tahun. Saldo hutang bank
jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, adalah masing-masing sebesar
Rp 8.000.000.

Fasilitas pinjaman ini dijaminkan juga secara cross collateral dengan jaminan pinjaman PT Malindo
Feedmill Tbk untuk menjamin pembayaran kembali seluruh kewajiban terhutang PT Bibit Indonesia
kepada Bank CIMB Niaga:

Tanah berikut bangunan dan benda tetap lain diatas SHGB No. 0001, SHGB No. 0002, dan
SHGB No. 0003, seluruhnya terdaftar atas nama PT Bibit Indonesia, yang terletak di Desa
Kodasari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka-Jawa Barat seluas 141.818 m 2 yang akan
diikat dengan Hak Pertanggungan peringkat I sebesar Rp 13.671.470.

Tanah berikut bangunan dan benda tetap lain diatas tanah Hak Guna Bangunan Nomor: 1, atas
nama PT Malindo Feedmill Tbk, yang terletak di Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso,
Kabupaten Jawa Timur, seluas 443.179 m2 yang diikat dengan Hak Tanggungan peringkat I
sebesar Rp 9.600.000.

Piutang usaha PT Bibit Indonesia, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 8.250.000.

Fidusia atas mesin dan peralatan farm di Desa Kodasari Kelurahan Kodasari, Majalengka atas
nama PT Bibit Indonesia, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 2.377.956.

Corporate Guarantee (Surat Penanggungan) dari PT Malindo Feedmill Tbk dengan nilai
pertanggungan sebesar Rp 11.600.000.

Pembatasan-pembatasan kepada PT Bibit Indonesia (Negative Covenants) tanpa persetujuan


tertulis terlebih dahulu dari CIMB, antara lain adalah sebagai berikut:

Menjual atau dengan cara lain mengalihkan hak atau menyewakan atau menyerahkan
pemakaian atas seluruh atau sebagian kekayaan atau aset PT Bibit Indonesia, baik barang
bergerak maupun tidak bergerak, kecuali dalam rangka menjalankan usaha PT Bibit Indonesia
sehari-hari, menjaminkan atau mengagunkan dengan cara bagaimanapun kekayaan PT Bibit
Indonesia kepada orang atau pihak lain, kecuali menjaminkan atau mengagunkan kekayaan
kepada CIMB sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian pengikatan jaminan.

30
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

9. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

CIMB Pinjaman Tetap (lanjutan)

Anak Perusahaan (PT Bibit Indonesia) (lanjutan)

Memberikan pinjaman kepada atau menerima pinjaman dari pihak lain, mengadakan perjanjian
yang dapat menimbulkan kewajiban PT Bibit Indonesia untuk membayar kepada pihak ketiga,
kecuali dalam rangka menjalankan usaha PT Bibit Indonesia sehari-hari.

Menjamin langsung maupun tidak langsung pihak ketiga lainnya, kecuali melakukan
endorsemen atas surat yang dapat diperdagangkan, untuk keperluan pembayaran atau
penagihan transaksi lain yang lazim dilakukan dalam menjalankan usaha.

Mengadakan perubahan atas sifat dan kegiatan usaha PT Bibit Indonesia seperti yang sedang
dijalankan dewasa ini, perubahan susunan pengurus, susunan para pemegang saham, maupun
nilai saham PT Bibit Indonesia.

Melakukan merger atau akuisisi, mengumumkan dan membagikan dividen saham


PT Bibit Indonesia.

Membayar piutang yang sekarang dan/atau di kemudian hari akan dimiliki oleh para Pemegang
Saham PT Bibit Indonesia, baik berupa jumlah pokok, bunga dan lain-lain jumlah uang yang
wajib dibayar.

Anak Perusahaan (PT Leong Ayamsatu Primadona)

PT Leong Ayamsatu Primadona memperoleh fasilitas pinjaman tetap atas permintaan


(PTX-OD) I sebesar Rp 20 milyar dengan tingkat suku bunga sebesar 1,5% dan 1,75% di atas
tingkat bunga Escrow Account sebesar 0%. PT Leong Ayamsatu Primadona juga memperoleh
pinjaman tetap atas permintaan (PTX-OD) II sebesar Rp 5 milyar dengan tingkat suku bunga
masing-masing sebesar 11,5% dan 12,5% per tahun pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.

Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:

Tanah berikut bangunan dan benda tetap lain diatas SHGB No. 4 atas nama PT Leong
Ayamsatu Primadona yang terletak di Desa Talun, Deli Serdang. dengan nilai pertanggungan
peringkat 1 sebesar Rp 3.100.000 dan nilai pertanggungan peringkat 2 sebesar Rp 1.000.000.

Tanah berikut bangunan dan benda tetap lain diatas SHGB No. 51 atas nama PT Leo Hupindo
yang merupakan pihak hubungan istimewa yang terletak Jl. Pulau Bangkalan, Deli Serdang.
dengan nilai pertanggungan peringkat 1 sebesar Rp 4.132.000 dan nilai pertanggungan
peringkat 2 sebesar Rp 4.000.000.

Fidusia mesin atas nama PT Leong Ayamsatu Primadona dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp 16.375.000.

Fidusia atas piutang usaha milik PT Leong Ayamsatu Primadona dengan nilai sebesar
Rp 5.000.000.

Personal guarantee atas nama Tuan Lau Tuang Nguang dan Tuan Lau Chia Nguang.

Deposito atas nama PT Leong ayamsatu Primadona CIMB dengan nilai pertanggungan
sebesar Rp 20.000.000.

31
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

9. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

CIMB Pinjaman Tetap (lanjutan)

Anak Perusahaan (PT Leong Ayamsatu Primadona) (lanjutan)

Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 27 Mei 2011. Saldo hutang bank jangka pendek
tersebut pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah masing-masing sebesar Rp 20.000.000
dan Rp 25.000.000.

CIMB Cerukan

Perusahaan

Perusahaan memperoleh fasilitas cerukan dari CIMB sebesar Rp 2.000.000 dengan tingkat bunga
pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar 11,5% dan 12,5% per tahun
yang akan jatuh tempo pada tanggal 27 Mei 2011.

Berdasarkan Surat CIMB No. 398/TMS/CBG3-MDC/XI/07 tertanggal 12 November 2007, CIMB


menyetujui antara lain rencana Perusahaan untuk menerbitkan obligasi sebesar Rp 300.000.000,
dengan catatan CIMB diberikan informasi yang memadai untuk melakukan evaluasi secara lengkap
atas rencana penggunaan dana hasil penerbitan obligasi tersebut, yang antara lain disebutkan untuk
pembelian 99,69% kepemilikan Leong.

Saldo hutang cerukan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar
Rp 366.328 dan Rp 782.296.

Fasilitas cerukan akan dipergunakan untuk mengantisipasi liquidity gap serta untuk menunjang
kegiatan operasional sehari-hari.
Pembatasan-pembatasan kepada Perusahaan (Negative Covenants) tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari CIMB, antara lain adalah sebagai berikut:
Mengadakan merger, akuisisi, konsolidasi, menjual, mengalihkan, menghibahkan, menyewakan
atau melepaskan hak atas harta kekayaan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang umum dalam
Perusahaan debitor.

Mengikat diri sebagai penanggung/ penjamin hutang dan/ atau menjaminkan harta kekayaan
debitor kepada pihak lain.

Mengadakan rapat umum pemegang saham yang acaranya menurunkan modal Perusahaan.

Melakukan tindakan yang melanggar suatu ketentuan hukum atau peraturan yang berlaku.

CIMB melalui surat tanggal 30 Mei 2005 No: 305/NAT-J2BA/V/05 telah memberikan persetujuan
kepada Perusahaan untuk melakukan proses Initial Public Offering (IPO).

Berdasarkan Surat No. 375/NAT-J2BA/VI/05 tanggal 29 Juni 2005, Bank Niaga telah memberikan
persetujuan kepada Perusahaan untuk merubah ketentuan mengenai Negative Covenants menjadi
sebagai berikut:

Dividen
Ketentuan bahwa Perusahaan tidak boleh mengumumkan dan membagikan dividen kepada
pemegang sahamnya tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari CIMB telah dihapuskan.

32
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

9. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

CIMB Cerukan (lanjutan)

Perusahaan (lanjutan)

Susunan Pengurus
Terhadap susunan pengurus Perusahaan wajib memberitahukan secara tertulis kepada CIMB
atas setiap perubahan susunan pengurus Perusahaan, paling lambat 1 (satu) bulan setelah
tanggal perubahan.

Struktur Permodalan
Perusahaan wajib memberitahukan secara tertulis kepada CIMB atas perubahan struktur
permodalan Perusahaan paling lambat 1 (satu) bulan setelah tanggal perubahan.

Berdasarkan Surat CIMB No. 398/TMS/CBG3-MDC/XI/07 tertanggal 12 November 2007, CIMB:

1. Menyetujui secara prinsip atas rencana Perusahaan untuk menerbitkan obligasi sebesar
Rp 300.000.000, dengan catatan CIMB diberikan informasi yang memadai untuk melakukan
evaluasi secara lengkap atas rencana penggunaan dana hasil penerbitan obligasi tersebut,
yang antara lain disebutkan untuk pembelian atas 99,69% saham PT Leong Ayamsatu
Primadona.

2. Menyetujui untuk mengambil pinjaman modal kerja dari CIMB sebesar Rp 42 milyar termasuk
pemberian jaminan sepanjang jaminan tersebut tidak sedang dijaminkan ke CIMB.

3. Menyetujui untuk memperoleh pinjaman dalam bentuk cash advances dari Emerging success
Pte. Ltd., dengan catatan pinjaman tersebut tidak memiliki kewajiban untuk membayar bunga
dan tanpa pemberian jaminan.

Perusahaan juga memperoleh fasilitas cerukan dengan plafon sebesar Rp 2 milyar dari CIMB.
Tingkat bunga pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar 12,5% per tahun. Pinjaman ini akan
jatuh tempo pada tanggal 27 Mei 2011. Saldo hutang cerukan pada tanggal 31 Desember 2009
adalah Rp 1.304.882.

Fasilitas ini dijamin dengan jaminan-jaminan yang sama dengan fasilitas pinjaman tetap atas
permintaan (PTX-OD) atas nama Perusahaan yang diterima dari CIMB Niaga.

Anak Perusahaan

PT Leong Ayamsatu Primadona juga memperoleh fasilitas pinjaman rekening koran dengan jumlah
maksimum sebesar Rp 7 milyar yang digunakan sebagai modal kerja. Fasilitas ini dijamin dengan
jaminan yang sama dengan pinjaman tetap Anak Perusahaan yang diterima dari CIMB Niaga.
Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 27 Mei 2011 dengan tingkat bunga sebesar 11,5% dan
12,5% per tahun masing-masing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.

Pembatasan-pembatasan kepada PT Leong Ayamsatu Primadona (Negative Covenants) tanpa


persetujuan tertulis terlebih dahulu dari CIMB antara lain adalah sebagai berikut:

1. Mempertahankan Gearing Ratio Perusahaan tidak lebih dari 3 (tiga) kali sebelum fasilitas kredit
lunas.

2. Mempertahankan Current Ratio tidak kurang dari 1 (satu) kali sebelum Fasilitas Kredit lunas.

3. Menggunakan Kredit tersebut sesuai dengan tujuan penggunaan.


33
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

9. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

CIMB Cerukan (lanjutan)

Anak Perusahaan (lanjutan)

4. Membentuk dan memelihara sistem pembukuan, administrasi dan pengawasan keuangan


sesuai dengan prinsip akuntansi yang umum diterima di Indonesia dan yang diterapkan secara
terus-menerus untuk mencerminkan secara wajar keadaan harta kekayaan, keuangan serta
hasil usaha Debitor.

5. Mengaktifkan rekening dan transaksi perbankan, baik domestik maupun internasional di


Kreditor.

Saldo pinjaman rekening koran pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah masing-masing
sebesar Rp 5.482.413 dan Rp 6.605.980.

PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) - Pinjaman Tetap

Perusahaan

Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari BCA sebesar Rp 15 milyar dengan bunga
pinjaman pada tanggal 31 Desember 2010 masing-masing sebesar 10,5% per tahun. Pinjaman ini
akan jatuh tempo pada tanggal 21 Mei 2011.

Fasilitas pinjaman tetap ini dijaminkan dengan:

Hak Tanggungan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 17.804.921, atas sebidang tanah Hak
Guna Bangunan dengan SHGB Nomor: 1/Tanjung, Subang, Jawa Barat, atas nama Anak
Perusahaan, pihak hubungan istimewa, beserta segala bangunan, tanaman dan hasil kerja yang
telah ada atau akan ada diatas sebidang tanah tersebut.

Hak Tanggungan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 3.727.000 atas dua bidang tanah Hak
Guna Bangunan dengan SHGB No. 440 & 441/Gandaria Selatan yang terletak di Jl. Rumah
Sakit Fatmawati No. 15, Blok G No. 21 dan 22, Jakarta atas nama PT Leo Hupindo, pihak
hubungan istimewa, beserta segala bangunan, tanaman dan hasil kerja yang telah ada atau
akan ada di atas bidang tanah tersebut.
Hak Tanggungan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 5.569.500, atas tiga bidang tanah
Hak Guna Bangunan, berdasarkan SHGB No. 522/Cipete Utara, 523/Cipete Utara dan
524/Cipete Utara yang terletak di Jl. Rumah Sakit Fatmawati Komplek Pertokoan Duta Mas
Blok A.1, Nomor 30-32, Jakarta atas nama Anak Perusahaan beserta segala bangunan,
tanaman dan hasil kerja yang telah ada atau akan ada di atas sebidang tanah tersebut.

Hak Tanggungan atas enam bidang tanah Hak Guna Bangunan, berdasarkan SHGB No.
1,2,3,4,5, dan 6 atas nama Perusahaan beserta segala bangunan, tanaman dan hasil kerja
yang telah ada atau akan ada di atas sebidang tanah tersebut dengan nilai pertanggungan
sebesar Rp 9.200.000.

Hak Tanggungan atas sebidang tanah Hak Guna Bangunan, berdasarkan SHGB No.4/Cisaga
atas nama Anak Perusahaan PT Bibit Indonesia dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp 8.850.000.

34
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

9. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) - Pinjaman Tetap (lanjutan)

Perusahaan (lanjutan)

Akta fidusia atas mesin hatchery tahun 2004 atas nama Perusahaan dengan nilai
pertanggungan sebesar Rp 11.832.000.

Akta fidusia atas mesin hatchery tahun 2007 atas nama Perusahaan dengan nilai
pertanggungan sebesar Rp 3.351.000

Saldo hutang pinjaman tetap pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp 15.000.000.

PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) - Cerukan

Perusahaan

Perusahaan memperoleh fasilitas cerukan dari BCA sebesar Rp 25 milyar dengan bunga pinjaman
pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar 10,75% dan 11,75% per tahun.
Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 21 Mei 2011.

Saldo hutang cerukan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar
Rp 10.756.766 dan Rp 13.752.383.

Pembatasan-pembatasan kepada Perusahaan (Negative Covenants) tanpa persetujuan tertulis


terlebih dahulu dari BCA adalah sebagai berikut:
1. Memperoleh pinjaman uang/kredit baru dari pihak lain dan/atau mengikatkan diri sebagai
penanggung/penjamin dalam bentuk dan dengan nama apapun dan/atau mengagunkan harta
kekayaan Perusahaan kepada pihak lain;
2. Meminjamkan uang, termasuk tapi tidak terbatas kepada perusahaan afiliasinya, kecuali dalam
rangka menjalankan usaha sehari-hari;
3. Melakukan peleburan, penggabungan, pengambilalihan, pembubaran/likuidasi; dan
4. Mengubah status kelembagaan.

Berdasarkan perubahan perjanjian kredit No 720/ADD/W08/KRD/2005 tentang pemberian fasilitas


kredit rekening koran dengan maksimum fasilitas sebesar Rp 5.500.000 dan fasilitas kredit investasi
dengan maksimum fasilitas sebesar Rp 3.100.000 (lihat Catatan 13), BCA menambahkan
pembatasan kepada Perusahaan, yaitu:
Menambah hutang bank/leasing
Membayar pinjaman dari pihak terafiliasi dan
melakukan pembagian dividen

Melalui surat tertanggal 3 Januari 2006 No. 119/BKA/X/2006, BCA telah memberikan persetujuan
untuk mencabut klausa mengenai kewajiban Perusahaan untuk mendapatkan persetujuan tertulis
dari BCA atas pembagian dividen.

Berdasarkan Surat BCA No. 073/SEKR/BKA/XI/2007 tanggal 14 November 2007, BCA memberikan
persetujuan sebagai berikut:

1. Penerbitan Obligasi sebesar Rp 300.000.000 dengan jangka waktu 5 tahun yang digunakan
untuk perluasan usaha dan untuk mengakuisisi PT Leong Ayamsatu Primadona.

35
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

9. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)


PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) - Cerukan (lanjutan)
Perusahaan (lanjutan)
2. Pembelian saham PT Leong Ayamsatu Primadona sebesar 99,69% dengan tujuan untuk
menggabungkan PT Leong Ayamsatu Primadona menjadi group Perusahaan sehingga dapat
memperluas market share Perusahaan di wilayah Pulau Sumatera Utara yang merupakan area
usaha PT Leong Ayamsatu Primadona.
3. Memperoleh fasilitas kredit dari CIMB (dahulu PT Bank Lippo Tbk) sebesar Rp 42 miliar (Rupiah
penuh) yang digunakan untuk tambahan modal kerja, investasi penambahan mesin baru,
mengantisipasi liquidity gap dan mendukung kegiatan operasional Perusahaan.
4. Memperoleh pinjaman dari pihak Emerging Success Pte. Ltd., dimana Perusahaan tidak
memiliki kewajiban pembayaran bunga, pinjaman tanpa jaminan dan dengan jangka waktu
pembayaran kembali yang fleksibel.

Fasilitas ini dijamin dengan jaminan-jaminan yang sama dengan fasilitas pinjaman tetap atas nama
Perusahaan yang diterima dari BCA.
Anak Perusahaan
Pada tahun 2010, PT Bibit Indonesia memperoleh fasilitas cerukan dari Bank BCA sebesar
Rp 8 milyar tingkat suku bunga pinjaman pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar 10,5%.
Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 2 November 2011.
Fasilitas Cerukan dijaminkan dengan:
Sebidang tanah dengan SHGB No 7579 yang terletak di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang
terdaftar atas nama PT Bibit Indonesia dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 8.000.000.
Sebidang tanah dengan SHGB No 1 dan 2 yang terletak di Desa Pasiripis, Kabupaten
Majalengka, Jawa Barat yang terdaftar atas nama PT Bibit Indonesia dengan nilai
pertanggungan sebesar Rp 20.000.000.
Piutang usaha milik PT Bibit Indonesia minimal sebesar Rp 1.750.000
Pembatasan-pembatasan kepada Perusahaan (Negative Covenants) tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari BCA adalah sebagai berikut:
1. Memperoleh tambahan pembiayaan/ hutang dari Bank dan/atau lembaga pembiayaan lainnya
(kecuali untuk pembiayaan leasing kendaraan) tanpa persetujuan dari Bank BCA;
2. Melakukan perubahan pemegang saham dan pengurusnya tanpa persetujuan dari Bank BCA;
3. Tidak diperbolehkan memberikan penyertaaan ke perusahaan lain dan member piutang afiliasi
ke grup usaha;
4. Melakukan penarikan deviden.
Saldo hutang Cerukan pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp 8.000.000.

Hongkong Bank and Shanghai Banking Corporate (HSBC)


Perusahaan
Pada tahun 2010, Perusahaan mendapatkan pinjaman dari Hongkong and Shanghai Banking
Corporate (HSBC) sebesar $AS 5.000 dengan tingkat bunga sebesar Best Lending Rate - 5%.
Fasilitas kredit ini digunakan untuk memfasilitasi pembelian bahan atau produk mentah yang terkait
dengan kegiatan usaha inti Perusahaan, dan sebesar $AS 1.000 dengan tujuan untuk memfasilitasi
kebutuhan-kebutuhan Perusahaan atas transaksi lindung nilai terhadap eksposur nilai tukar murni
melalui transaski spot, tom, dan/atau forward.

36
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

9. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

Hongkong Bank and Shanghai Banking Corporate (HSBC) (lanjutan)

Perusahaan (lanjutan)

Fasilitas pinjaman dijamin dengan:

Jaminan fidusia atas persediaan barang atas nama PT Malindo Feedmill Indonesia dengan nilai
sebesar $AS 5.000.000.
Jaminan pribadi secara tanggung renteng dari Tuan Lau Chia dan Tuan Lau Tuang Nguang
dengan nilai jaminan sebesar $AS 5.000.000.

Perusahaan dibatasi (Negative Covenants) untuk tidak melakukan hal-hal berikut, tanpa
sebelumnya mendapatkan persetujuan tertulis dari Bank antara lain adalah sebagai berikut:

Membuat atau mengijinkan penjaminan atas aset tidak bergerak, atau hak jaminan apapun atas
properti atau pendapatan dari Perusahaan;
Membuat hutang apapun kecuali hutang pada perjanjian ini, hutang dagang, penyewaan mobil;
Memberikan pinjaman atau kredit kepada perusahaan atau orang lain, kecuali secara
independen dan lugas dalam praktek bisnis sehari-hari;
Mensubordinasi seluruh pinjaman pemegang saham yang saat ini ada
Mengarahkan penerimaan dari penjualan minimal sebesar $AS 2.500.000 melalui rekening
Perusahaan di HSBC; dan
Keluarga Lau diharuskan mempertahankan kepemilikannya sekurang-kurangnya 51%;
Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo hutang bank adalah nihil.

10. HUTANG OBLIGASI BERSIH


2010 2009

Nilai nominal 300.000.000 300.000.000


Dikurangi beban emisi obligasi yang belum
diamortisasi 1.840.716 2.654.259
Bersih 298.159.284 297.345.741

Pada tanggal 6 Maret 2008, Perusahaan menerbitkan Obligasi I Malindo Feedmill Tahun 2008
(Obligasi) dengan tingkat bunga tetap 11,8% per tahun dengan jumlah nominal Rp 300 milyar yang
ditawarkan pada nilai nominal. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sejak tanggal emisi dan
akan berakhir pada tanggal jatuh tempo obligasi yaitu 6 Maret 2013. Setelah ulang tahun pertama
sejak tanggal emisi, Perusahaan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) sebagian atau
seluruh obligasi sebelum tanggal pelunasan pokok sepanjang tidak melanggar ketentuan dalam
perjanjian perwaliamanatan.

Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan
dipergunakan untuk:

i. Modal kerja Perusahaan sebesar 18%;


ii. Pembangunan pabrik pakan di kawasan industri Cikande-Banten sebesar 34%;
iii. Akuisisi PT Leong Ayamsatu Primadona sebesar 48%.

37
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

10. HUTANG OBLIGASI BERSIH (lanjutan)


Berdasarkan hasil pemeringkatan atas Obligasi sesuai surat No. 1533/PEF-Dir/XII/2010 tanggal
3 Desember 2010, obligasi tersebut mendapat peringkat idAA+ dari PEFINDO Credit Rating
Indonesia, yang berlaku sampai dengan 1 Desember 2011.
Obligasi ini dijamin dengan jaminan siaga (Standby LC) dari CIMB senilai nominal ditambah dua kali
periode pembayaran bunga atau senilai Rp 17,7 milyar. Sebelum dilunasinya bunga dan pokok
obligasi, Perusahaan tanpa persetujuan wali amanat tidak diperkenankan untuk melakukan
tindakan-tindakan antara lain mengalihkan atau menjaminkan sebagian besar aset, melakukan
merger dan akuisisi, memberikan jaminan perusahaan kepada pihak lain dan mengeluarkan surat
utang baru yang mempunyai tingkatan lebih tinggi dari obligasi. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan-
jaminan yang disebutkan di Catatan 26c.

11. HUTANG USAHA


Hutang usaha merupakan kewajiban yang timbul atas pembelian bahan baku dan bahan pembantu
dengan rincian sebagai berikut:
a. Berdasarkan pemasok
2010 2009

Pihak Ketiga 88.186.764 195.111.119

Pihak hubungan istimewa (lihat Catatan 25) 18.764.280 24.486.645

Jumlah 106.951.044 219.597.764

b. Berdasarkan mata uang


2010 2009

Rupiah 59.335.160 164.110.977


Dolar Amerika Serikat 47.100.350 55.152.191
Ringgit Malaysia 109.255 109.254
Euro - 225.342
Dolar Singapura 406.279 -

Jumlah 106.951.044 219.597.764

12. PERPAJAKAN

a. Pajak dibayar di muka


Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, akun ini merupakan pajak dibayar di muka atas
Pajak Pertambahan Nilai masing-masing sebesar Rp 22.292 dan Rp 40.954.

38
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

12. PERPAJAKAN (lanjutan)


b. Hutang pajak

Rincian hutang pajak adalah sebagai berikut:


2010 2009

Perusahaan
Pajak Penghasilan
Pasal 4 ayat 2 290.593 32.765
Pasal 21 1.911.663 665.909
Pasal 23 95.419 33.188
Pasal 25 - 644.397
Pasal 26 3.279.584 -
Pasal 29 13.652.338 13.728.087

Sub Jumlah 19.229.597 15.104.346

Anak Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai 24.130 8.200
Pajak Penghasilan
Pasal 4 ayat 2 29.974 12.183
Pasal 21 875.090 309.557
Pasal 23 2.132 4.453
Pasal 25 332.944 150.780
Pasal 29 8.131.663 451.782

Sub Jumlah 9.395.933 936.955

Jumlah 28.625.530 16.041.301

c. Pajak Penghasilan Badan

Rekonsiliasi antara laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan sebagaimana yang
dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasi dan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

2010 2009

Laba sebelum manfaat (beban) pajak


penghasilan menurut laporan laba rugi
konsolidasi 224.904.945 112.362.077
Laba sebelum beban pajak Anak
Perusahaan yang dikonsolidasikan (48.124.855 ) (16.899.417 )
Eliminasi 36.408.660 9.475.557

Laba sebelum beban pajak penghasilan


Perusahaan 213.188.750 104.938.217

Beda temporer:
Pendapatan ditangguhkan 27.569.556 -
Beban bunga 17.110.000 17.110.000
Beban pajak 3.849.750 -

39
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

12. PERPAJAKAN (lanjutan)

c. Pajak Penghasilan Badan (lanjutan)

2010 2009

Beda temporer (lanjutan):


Imbalan kerja karyawan 2.865.299 2.553.447
Penyusutan 1.805.777 5.769.190
Beban penghapusan piutang 1.607.359 -
Amortisasi beban ditangguhkan 11.640 (10.203 )
Provisi atas penjualan 458.944
Laba penjualan aset tetap (326.138 )

Beda permanen:
Beban yang tidak dapat dikurangkan
menurut fiskal 5.833.442 9.599.672
Bagian laba bersih
Anak Perusahaan (36.408.778 ) (9.475.557 )
Penghasilan bunga (2.796.477 ) (5.345.025 )

Taksiran penghasilan kena pajak


Perusahaan 234.636.318 125.272.547

Beban pajak penghasilan kini dan taksiran hutang (tagihan) pajak penghasilan Perusahaan dan
Anak Perusahaan diperhitungkan sebagai berikut:

2010 2009

Beban pajak penghasilan kini - Perusahaan 46.927.288 35.076.313


Beban pajak penghasilan kini Anak
Perusahaan 12.888.164 6.006.864

Beban pajak penghasilan kini berdasarkan


laporan laba rugi konsolidasi 59.815.452 41.083.177

Dikurangi pajak penghasilan dibayar di muka


Perusahaan
Pajak penghasilan
Pasal 22 17.914.685 14.756.381
Pasal 25 15.360.265 6.589.345
Fiskal Luar Negeri - 2.500

Sub Jumlah Perusahaan 33.274.950 21.348.226

Anak Perusahaan
Pajak penghasilan
Pasal 22 384.874 296.314
Pasal 23 9.204 9.205

40
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

12. PERPAJAKAN (lanjutan)

c. Pajak Penghasilan Badan (lanjutan)

2010 2009

Anak Perusahaan (lanjutan)


Pajak penghasilan
Pasal 25 4.944.199 4.250.167
Fiskal Luar Negeri - 1.000

Sub Jumlah Anak Perusahaan 5.338.277 4.556.686

Jumlah 38.613.227 25.904.912

Hutang pajak penghasilan


Perusahaan 13.652.338 13.728.087
Anak Perusahaan 8.131.663 451.782

Jumlah 21.784.001 14.179.869

Taksiran tagihan pajak penghasilan


tahun berjalan
Anak Perusahaan 581.775 2.273.735

Rincian taksiran tagihan pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

2010 2009

Perusahaan
2008 - 13.124.507

Anak Perusahaan
2010 581.776 -
2009 2.018.430 2.273.735
2008 - 1.069.000

Sub Jumlah 2.600.206 3.342.735

Jumlah taksiran tagihan pajak penghasilan 2.600.206 16.467.242

Perusahaan

Pada tanggal 28 April 2010, PT Malindo Feedmill Tbk menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih
Bayar (SKPLB) No. 00175/406/08/054/10 yang menyetujui lebih bayar Pajak Penghasilan
Badan Perusahaan untuk tahun 2008 sebesar Rp 9.050.941. Pada tanggal yang sama,
Perusahaan juga menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dengan
jumlah sebesar Rp 33.770. Pada tanggal 18 Mei 2010, PT Malindo Feedmill Tbk telah menerima
jumlah lebih bayar tersebut setelah dikurangi dengan kurang bayar sebesar Rp 9.017.171 dan
atas selisihnya telah dibebankan pada laporan keuangan tahun berjalan.

41
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

12. PERPAJAKAN (lanjutan)


c. Pajak Penghasilan Badan (lanjutan)
Perusahaan (lanjutan)

Perusahaan menerima Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Pajak


No. KEP-0068.PPH/WPJ.07/KP.0803/2009, tanggal 8 April 2009, yang menetapkan
pengembalian kelebihan pembayaran pajak penghasilan pasal 25/29 badan tahun 2007 sebesar
Rp 12.877.894. Perusahaan menyetujui dan telah menerima jumlah tersebut dan sisa saldo
dibebankan di tahun berjalan.
Anak Perusahaan
Pada tanggal 23 April 2010, PT Prima Fajar menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
(SKPLB) No. 00011/406/08/019/10 yang menyetujui lebih bayar Pajak Penghasilan Badan
Perusahaan untuk tahun 2008 sebesar Rp 1.067.000. Pada tanggal yang sama, Perusahaan
juga menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dengan jumlah sebesar
Rp 11.658. Pada tanggal 2 Juni 2010, PT Prima Fajar telah menerima jumlah lebih bayar
tersebut setelah dikurangi dengan kurang bayar sebesar Rp 1.055.342 dan atas selisihnya telah
dibebankan pada laporan keuangan tahun berjalan.
Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan No. 36 Tahun 2008, pengganti UU Pajak
No. 7 Tahun 1983, tarif pajak badan adalah sebesar 28% yang berlaku efektif 1 Januari 2009
dan sebesar 25% yang berlaku efektif 1 Januari 2010. Berdasarkan Peraturan Pemerintah
No. 81 Tahun 2007, wajib pajak Dalam Negeri yang berbentuk Perseroan Terbuka dapat
memperoleh penurunan tarif pajak penghasilan sebesar 5% apabila jumlah kepemilikan saham
publiknya 40% atau lebih dari keseluruhan saham yang disetor dari saham tersebut dimiliki
minimal oleh 300 pihak yang mana masing-masing pihak tersebut memiliki saham kurang dari
5% dari keseluruhan saham yang disetor. Ketentuan tersebut harus dipenuhi sekurangnya 6
bulan dalam jangka waktu 1 tahun pajak.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan disesuaikan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode
ketika aset direalisasikan dan kewajiban diselesaikan berdasarkan tarif pajak yang akan
ditetapkan.
Rincian manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan adalah sebagai berikut:
2010

Manfaat (Beban)
Pajak Penghasilan
Saldo Awal Tangguhan yang Saldo Akhir
Aset (Kewajiban) Dibebankan Pada Penyesuaian Aset (Kewajiban)
Pajak Tangguhan Laporan Laba Rugi Tarif Pajak Pajak Tangguhan

Aset Pajak Tangguhan:

Perusahaan:
Penyusutan 6.516.958 361.155 90.289 6.968.402
Imbalan kerja karyawan 2.431.325 573.060 143.265 3.147.650
Laba penjualan aset tetap (81.535 ) - - (81.535)
Sewa pembiayaan (709.761 ) - - (709.761)
Beban tangguhan (46.874 ) 2.328 582 (43.964)
Provisi atas penjualan 114.737 - - 114.737
Beban bunga 4.277.500 3.422.000 855.500 8.555.000
Pendapatan ditangguhkan - 5.513.911 1.378.478 6.892.389
Pajak - 769.950 192.488 962.438
Beban penghapusan piutang - 321.472 80.368 401.840

Sub Jumlah 12.502.350 10.963.876 2.740.970 26.207.196

42
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

12. PERPAJAKAN (lanjutan)

c. Pajak Penghasilan Badan (lanjutan)

2010 (lanjutan)

Manfaat (Beban)
Pajak Penghasilan
Saldo Awal Tangguhan yang Saldo Akhir
Aset (Kewajiban) Dibebankan Pada Penyesuaian Aset (Kewajiban)
Pajak Tangguhan Laporan Laba Rugi Tarif Pajak Pajak Tangguhan

Aset Pajak Tangguhan (lanjutan)

Anak Perusahaan:
Penyusutan (2.094.609 ) 214.038 (22.933) (1.903.504)
Imbalan kerja karyawan 2.650.354 703.871 (75.415) 3.278.810
Sewa pembiayaan (338.344 ) 302.943 - (35.401 )
Rugi fiskal 470.002 (5.157) (5.658) 459.187

Sub Jumlah 687.403 1.215.695 (104.006 ) 1.799.092

Jumlah 13.189.753 12.179.571 2.636.964 28.006.288

2009

Manfaat (Beban)
Pajak Penghasilan
Saldo Awal Tangguhan yang Saldo Akhir
Aset (Kewajiban) Dibebankan Pada Penyesuaian Aset (Kewajiban)
Pajak Tangguhan Laporan Laba Rugi Tarif Pajak Pajak Tangguhan

Aset Pajak Tangguhan:

Perusahaan:
Penyusutan 5.224.463 1.615.373 (322.878 ) 6.516.958
Imbalan kerja karyawan 2.074.581 714.965 (358.221 ) 2.431.325
Laba penjualan aset tetap - (91.319) 9.784 (81.535 )
Sewa pembiayaan (851.713 ) - 141.952 (709.761 )
Beban tangguhan (53.188 ) (2.857) 9.171 (46.874 )
Provisi atas penjualan - 128.505 (13.768 ) 114.737
Beban bunga - 4.790.800 (513.300 ) 4.277.500

Sub Jumlah 6.394.143 7.155.467 (1.047.260 ) 12.502.350

Anak Perusahaan:
Penyusutan 652.900 (43.152) (97.564 ) 512.184
Imbalan kerja karyawan 114.612 151.865 3.279 269.756
Sewa pembiayaan (363.532 ) - 60.589 (302.943)
Rugi fiskal 294.705 175.296 - 470.001

Sub Jumlah 698.685 284.009 (33.696) 948.998

Jumlah 7.092.828 7.439.476 (1.080.956) 13.451.348

Kewajiban Pajak Tangguhan:

Penyusutan (2.883.132 ) 309.500 (33.161) (2.606.793)


Imbalan kerja karyawan 2.040.965 380.390 (40.756) 2.380.599
Sewa (36.695 ) 1.449 (155) (35.401)
Rugi fiskal 2.798.196 (3.133.980) 335.784 -

Jumlah 1.919.334 (2.442.641) 261.712 (261.595)

Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan di
atas dapat terpulihkan.

43
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

12. PERPAJAKAN (lanjutan)

c. Pajak Penghasilan Badan (lanjutan)


Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan
tarif pajak efektif dari laba sebelum beban (manfaat) pajak penghasilan dengan beban pajak
penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi konsolidasi masing-masing untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

2010 2009

Laba sebelum manfaat (beban) pajak


penghasilan menurut laporan laba rugi
konsolidasi 224.904.945 112.362.077

Beban pajak penghasilan pada tarif pajak


efektif 54.542.909 33.647.446
Pengaruh pajak atas beda permanen
Perusahaan dan Anak Perusahaan (24.360.531 ) (919.451 )
Penyesuaian pajak tangguhan 14.816.537 4.177.591

Jumlah beban pajak penghasilan bersih 44.998.915 36.905.586

13. HUTANG BANK JANGKA PANJANG

Rincian hutang bank jangka panjang adalah sebagai berikut:

2010 2009

PT Bank CIMB Niaga Tbk 660.426 6.072.331


PT Bank Central Asia Tbk 12.178.333 5.653.333

Jumlah 12.838.759 11.725.664

Bagian yang jatuh tempo dalam waktu


satu tahun (3.194.801 ) (6.691.905 )

Bagian jangka panjang 9.643.958 5.033.759

CIMB Pinjaman Tetap

Anak Perusahaan (PT Bibit Indonesia)

PT Bibit Indonesia mendapat fasilitas pinjaman investasi I dari CIMB sebesar Rp 9.500.000 dengan
tingkat bunga masing-masing sebesar 11,5% dan 12,5% per tahun untuk tanggal
31 Desember 2010 dan 2009. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 14 Maret 2011. Fasilitas
ini digunakan oleh Anak Perusahaan untuk membiayai pembangunan peternakan di Majalengka.
Jaminan untuk fasilitas pinjaman investasi I dijamin dengan jaminan yang sama dengan pinjaman
lainnya yang diterima dari CIMB (lihat Catatan 9).

44
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

13. HUTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

CIMB Pinjaman Tetap (lanjutan)

Anak Perusahaan (PT Bibit Indonesia) (lanjutan)

Pembatasan-pembatasan kepada (Negative Covenants) antara lain adalah sebagai berikut:

1. Mempertahankan Gearing Ratio Perusahaan tidak lebih dari 3 (tiga) kali sebelum fasilitas kredit
lunas.

2. Mempertahankan Current Ratio tidak kurang dari 1 (satu) kali sebelum Fasilitas Kredit lunas.

3. Menggunakan Kredit tersebut sesuai dengan tujuan penggunaan.

4. Membentuk dan memelihara sistem pembukuan, administrasi dan pengawasan keuangan


sesuai dengan prinsip akuntansi yang umum diterima di Indonesia dan yang diterapkan secara
terus menerus untuk mencerminkan secara wajar keadaan harta kekayaan, keuangan serta
hasil usaha Debitor.

5. Mengaktifkan rekening dan transaksi perbankan, baik domestik maupun internasional di


Kreditor.

Saldo hutang bank pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp 660.426 yang seluruhnya jatuh
tempo dalam waktu satu tahun. Sedangkan saldo hutang bank pada tanggal 31 Desember 2009
sebesar Rp 3.302.132 dengan bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun sebesar
Rp 2.641.706.

Anak Perusahaan (PT Leong Ayamsatu Primadona)

PT Leong Ayamsatu Primadona mendapatkan fasilitas pinjaman tetap angsuran (PTA) dan
pinjaman tetap angsuran atas permintaan (PTA-OD) dari CIMB.

PTA dengan jumlah maksimum sebesar Rp 2,3 milyar digunakan untuk membiayai peternakan fase
1 yang berlokasi di Kutajurug, Juhar, Deli Serdang. Pinjaman ini akan dilunasi dengan cicilan
bulanan yang sama sebesar Rp 47.916.667 sampai dengan tanggal 25 Juli 2010 dengan tingkat
bunga pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar 12,5% per tahun. PT Leong Ayamsatu
Primadona telah melunasi pinjaman ini pada tahun 2010.

PTA-OD dengan jumlah maksimum sebesar Rp 11,2 milyar digunakan untuk membiayai
pembangunan peternakan fase 2 yang berlokasi di Kutajurug, Juhar, Deli Serdang. Pinjaman ini
dilunasi dengan cicilan bulanan yang sama sebesar Rp 243.478.261 sampai dengan tanggal
28 Oktober 2010 (termasuk masa tenggang/grace period selama 3 bulan) dengan tingkat bunga
pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar 12,5 %. PT Leong Yamsatu Primadona telah melunasi
pinjaman ini pada tahun 2010.

Fasilitas-fasilitas di atas dijamin dengan jaminan yang sama seperti fasilitas pinjaman tetap Anak
Perusahaan (PT Leong Ayamsatu Primadona) yang diterima dari Bank CIMB Niaga (lihat Catatan
9).

Saldo pinjaman PTA dan PTA-OD pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp 2.770.199,
dengan bagian yang akan jatuh tempo pada satu tahun sebesar Rp 2.770.199 untuk tahun 2009.
Pada tahun 2010, pinjaman ini telah dilunasi.

45
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

13. HUTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

PT Bank Central Asia Tbk Pinjaman

Anak Perusahaan

PT Bibit Indonesia mendapatkan fasilitas kredit investasi dengan jumlah maksimum sebesar
Rp 6,4 milyar yang digunakan untuk pembelian sebidang tanah bersertifikat Hak Guna Bangunan
No. 7579 di Pondok Pinang. Pinjaman ini akan dilunasi dengan cicilan bulanan yang sama sebesar
Rp 106.666.667 sampai dengan 5 Mei 2014 dengan tingkat bunga pada tanggal 31 Desember 2010
dan 2009 masing-masing sebesar 10,50% dan 13,5% per tahun.

Fasilitas kredit investasi ini dijamin sama dengan jaminan-jaminan yang sama pada fasilitas cerukan
yang diterima dari BCA (lihat catatan 9).

Pembatasan-pembatasan kepada Anak Perusahaan (Negative Covenants) adalah sebagai berikut:


a. Memperoleh pinjaman uang/ kredit baru dari pihak lain dan/ atau mengikat diri sebagai
penanggung/ penjamin dalam bentuk dan dengan nama apapun dan/ atau menggunakan harta
kekayaan Anak Perusahaan kepada pihak lain.

b. Meminjamkan uang, termasuk tetapi tidak terbatas kepada Perusahaan afiliasinya, kecuali
dalam rangka menjalankan usaha sehari-hari.

c. Apabila Anak Perusahaan berbentuk badan:


i. Melakukan peleburan, penggabungan, pengambilalihan, pembubaran/ likuidasi;
ii. Mengubah status kelembagaan.

Saldo fasilitas pinjaman ini pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebesar Rp 4.373.333
dan Rp 5.653.333 dengan bagian yang akan jatuh tempo pada satu tahun masing-masing sebesar
Rp 1.280.000.

Pada tahun 2010, PT Bibit Indonesia juga mendapatkan fasilitas Kredit Investasi dari Bank BCA
dengan jumlah maksimum sebesar Rp 15.000.000 yang digunakan untuk pembangunan Farm di
Majalengka (Majalengka II) dengan masa jatuh tempo tanggal 12 Agustus 2015 dan tingkat suku
bunga sebesar 10,5% per tahun. Jaminan untuk fasilitas Kredit Investasi ini dijamin dengan jaminan
yang sama dengan Fasilitas Cerukan (lihat Catatan 9). Saldo fasilitas pinjaman ini pada tanggal
31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 7.805.000 dengan bagian yang akan jatuh tempo dalam satu
tahun sebesar Rp 1.254.375.

14. HUTANG ANGSURAN

Rincian hutang angsuran adalah sebagai berikut:

2010 2009

PT BCA Finance 4.736.560 1.700.863


PT Toyota Astra 685.170 1.576.819
PT Bank Jasa Jakarta 435.415 659.891
PT Dipo Star Finance 233.736 227.458
PT Mitsui Leasing Capital Indonesia 8.857 -

Jumlah 6.099.738 4.165.031

46
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

14. HUTANG ANGSURAN (lanjutan)

2010 2009

Bagian yang jatuh tempo dalam waktu


satu tahun (4.444.739 ) (2.888.922 )
Bagian jangka panjang 1.654.999 1.276.109

Hutang angsuran digunakan untuk pembelian kendaraan, mesin dan peralatan. Hutang tersebut
dijamin dengan aset yang dibiayai (lihat Catatan 8).
Pada tahun 2010, hutang ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal sampai dengan
November 2012. Tingkat bunga untuk tahun 2010 berkisar antara 5% sampai dengan 17,79% per
tahun, sedangkan tahun 2009 hutang ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal sampai dengan
November 2011. Tingkat bunga untuk tahun 2009 berkisar antara 5,5% sampai dengan 15,38% per
tahun.

15. HUTANG SEWA PEMBIAYAAN

Perusahaan menandatangani perjanjian sewa pembiayaan dalam mata uang Rupiah dengan
beberapa perusahaan sewa pembiayaan untuk pengadaan kendaraan.

Tingkat
bunga (%) Jangka Waktu 2010 2009
PT Toyota Astra Finance 16,80 Des 2008 Des 2010 155.973
PT Tifa Finance 22,00 Agus 2006 Juli 2009 - -
Jumlah 155.973
Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun - (155.973 )
Bagian jangka panjang - -

Rincian hutang sewa pembiayaan minimum pada masa yang akan datang berdasarkan perjanjian
sewa pembiayaan adalah sebagai berikut:

2010 2009

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember


2010 - 145.452
2011 - 19.083

Pembayaran minimum - 164.535


Bagian biaya bunga - (8.562 )

Hutang sewa pembiayaan 155.973


Bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun - (155.973 )

Bagian Jangka Panjang - -

47
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

16. KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan dan Anak Perusahaan membentuk
kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang terkait dengan Undang-Undang No. 13
tanggal 25 Maret 2003 tentang Ketenagakerjaan, berdasarkan asumsi aktuaria jangka panjang yang
dibuat oleh aktuaria independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dengan
asumsi-asumsi sebagai berikut:
Usia pensiun : 55 tahun
Tingkat diskonto : 9 - 11%
Tingkat kenaikan gaji : 8%

Tabel berikut merangkum komponen dari kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang
ditampilkan dalam neraca konsolidasi dan beban imbalan kerja karyawan yang ditampilkan dalam
laporan laba rugi konsolidasi.

2010 2009

Nilai sekarang kewajiban masa lalu 22.597.076 15.306.639


Kewajiban penerapan pertama kali yang belum
diakui (2.064.014 ) (2.312.838 )

Keuntungan aktuarial yang belum diakui 4.792.713 7.190.396

Kewajiban diakui di Neraca konsolidasi 25.325.775 20.184.197

Perubahan pada kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut:

2010 2009

Saldo awal penyisihan 20.184.197 15.872.358


Beban imbalan kerja karyawan untuk tahun
berjalan (lihat Catatan 23) 5.705.770 4.517.258
Pembayaran selama tahun berjalan (564.192 ) (205.419 )

Saldo akhir penyisihan 25.325.775 20.184.197

17. MODAL SAHAM

Para pemegang saham dan kepemilikan saham pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah
sebagai berikut:
Jumlah Saham
Ditempatkan Persentase Jumlah
Pemegang Saham dan Disetor Penuh Pemilikan Ribuan Rupiah

Dragon Amity Ltd., Mauritius 200.335.000 59,10% 20.333.500


Masyarakat (masing-masing
di bawah 5%) 138.665.000 40,90% 13.566.500

Jumlah 339.000.000 100,00 % 33.900.000

48
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

17. MODAL SAHAM (lanjutan)

Pada tanggal 31 Desember 2010 di antara komisaris dan direksi Perusahaan, ada seorang Direksi
Perusahaan yang memiliki saham Perusahaan dengan jumlah kurang dari 0,1% dari jumlah saham
ditempatkan dan disetor penuh. Tidak ada komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2009 yang memiliki saham Perusahaan.

Pada tanggal 30 September 2010, Perusahaan telah membagikan dividen final tunai kepada para
pemegang saham berdasarkan laba bersih bersih tahun 2009 sebesar Rp 18.984.000 atau sebesar
Rp 56 per saham (dalam nilai penuh). Kemudian pada tanggal 28 Desember 2010, Perusahaan juga
telah membagikan dividen interim tunai berdasarkan laba berjalan hingga 30 September 2010,
sebesar Rp 23.730.000 atau sebesar Rp 70 per saham (dalam nilai Rupiah penuh). Pada tanggal
26 Agustus 2009, Perusahaan telah membagikan final dividen tunai kepada para pemegang saham
berdasarkan laba bersih tahun 2008, sebesar Rp 1.356.000 atau sebesar Rp 4 per saham (dalam
nilai Rupiah penuh).

18. SELISIH NILAI TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI

Pada tanggal 1 April 2008, Perusahaan mengakuisisi PT Leong Ayamsatu Primadona dari Emerging
Success Ltd, pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan harga pembelian sebesar
Rp 145.000.000 dengan nilai buku sebesar Rp 7.734.424.

Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku sebesar Rp 137.265.576, dicatat di akun Selisih
Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali sebagai bagian dari ekuitas pada neraca
konsolidasi.

19. PENJUALAN BERSIH

Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:

2010 2009

Pakan 1.158.935.803 1.098.307.987


Anak ayam usia sehari 475.955.144 393.374.502
Ayam pedaging 280.313.015 313.691.446
Lain-lain 121.314.902 63.241.834

Jumlah 2.036.518.864 1.868.615.769

Pada tahun 2010 dan 2009, tidak terdapat penjualan bersih kepada satu pelanggan yang jumlahnya
melebihi 10% dari penjualan bersih konsolidasi pada tahun-tahun tersebut.

Penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa dijelaskan pada Catatan 25.

49
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

20. BEBAN POKOK PENJUALAN

Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:


2010 2009

Persediaan awal bahan baku 78.656.120 96.312.417


Pembelian 1.334.967.143 1.305.641.913
Persediaan akhir bahan baku (lihat Catatan 5) (63.017.672 ) (78.656.120 )

Pemakaian bahan baku 1.350.605.591 1.323.298.210


Beban pabrikasi (lihat Catatan 21) 92.099.145 86.639.285
Gaji dan upah buruh langsung 39.397.880 31.837.354
Beban deplesi dan ayam afkir (lihat Catatan 6) 119.612.199 118.140.789

Jumlah biaya produksi 1.601.714.815 1.559.915.638


Barang dalam proses
Awal tahun 946.375 877.731
Akhir tahun (lihat Catatan 5) (1.173.950 ) (946.375 )

Harga pokok produksi 1.601.487.240 1.559.846.994

Barang jadi
Awal tahun 31.200.984 53.444.902
Pembelian 53.359.138 54.022.882
Akhir tahun (lihat Catatan 5) (37.886.636 ) (31.200.984 )

Jumlah 1.648.160.726 1.636.113.794

Perusahaan melakukan pembelian dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa


sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 25.
Tidak terdapat pembelian pada tahun 2010 dan 2009 yang dilakukan dengan satu pemasok dengan
jumlah pembelian kumulatif selama setahun melebihi 10% dari penjualan bersih konsolidasi.

21. BEBAN PABRIKASI


Rincian beban pabrikasi adalah sebagai berikut:
2010 2009

Penyusutan (lihat Catatan 8) 27.152.001 28.330.954


Listrik dan air 26.817.833 24.777.394
Perbaikan dan pemeliharaan 13.947.683 12.477.877
Bahan bakar 10.868.368 9.897.830
Transportasi 10.515.788 8.120.572
Biaya pabrik 8.458.800 6.235.874
Sewa 2.416.376 3.099.614
Asuransi 1.840.203 1.438.551
Perizinan 1.785.059 979.988
Laboratorium 1.198.648 1.469.401

50
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

21. BEBAN PABRIKASI (lanjutan)


2010 2009

Keamanan 1.143.338 999.887


Telepon dan pos 820.376 737.362
Perlengkapan kantor 674.958 482.109
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 150.000) 1.866.173 1.396.657
Kapitalisasi beban ke hewan ternak produksi
berumur pendek (17.406.459 ) (13.804.785)

Jumlah 92.099.145 86.639.285

22. BEBAN PENJUALAN

Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:

2010 2009

Transportasi 26.028.742 19.345.791


Pengepakan 8.101.801 6.876.888
Gaji 3.933.085 3.499.272
Telepon dan pos 744.668 581.389
Perbaikan dan pemeliharaan 672.181 565.280
Penyusutan (lihat Catatan 8) 480.613 408.916
Sewa 331.704 312.849
Biaya kantor 183.906 182.008
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 150.000) 1.285.752 897.960

Jumlah 41.762.452 32.670.353

23. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

2010 2009

Gaji 45.486.224 31.795.780


Administrasi bank 7.422.526 6.058.014
Imbalan kerja karyawan (lihat Catatan 16) 5.705.770 4.517.258
Transportasi 5.200.791 5.921.510
Pajak 4.325.704 -
Penyusutan (lihat Catatan 8) 3.596.865 3.019.080
Jamuan 2.759.817 3.675.077
Biaya kantor 2.383.400 1.961.248
Telepon dan pos 1.135.879 1.182.654
Sewa 1.120.307 1.043.028
Asuransi 1.104.155 1.179.353
Jasa profesional 1.068.321 1.898.707
Perizinan 943.224 1.056.434

51
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

23. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI (lanjutan)


2010 2009

Perbaikan dan pemeliharaan 664.765 956.926


Listrik dan air 363.246 334.692
Jasa pengurusan 291.051 436.951
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 150.000) 3.672.995 2.906.304

Jumlah 87.245.040 67.943.016

24. LABA BERSIH PER SAHAM

Perhitungan laba bersih per saham adalah sebagai berikut:

2010 2009

Laba bersih 179.966.427 75.970.111


Jumlah rata-rata tertimbang saham
(dalam jumlah penuh) 339.000.000 339.000.000

Laba bersih per saham 531 224

Sesuai dengan PSAK No. 56, Laba Per Saham, laba bersih per saham dihitung dengan membagi
laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam satu tahun.

25. TRANSAKSI DENGAN PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA

Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan
pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, yang antara lain berupa pembelian. Tidak ada
transaksi penjualan yang dilakukan Perusahaan dan Anak Perusahaan dengan pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa.

Rincian piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
Persentase Terhadap Jumlah
Jumlah Aset Konsolidasi

2010 2009 2010 2009

Piutang Usaha
(lihat Catatan 4)
PT Feedmill
Indonesia 16.907.393 - 1,75% -
PT Telur Indonesia 3.582.179 - 0,37% -
Leong Hup Poultry
Farm Sdn. Bhd. 529.810 499.155 0,05% 0,06%
PT Sehat Cerah
Indonesia 45.375 - 0,01% -

Jumlah 21.064.757 499.155 2,18% 0,06%

52
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

25. TRANSAKSI DENGAN PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)

Persentase Terhadap Jumlah


Jumlah Aset Konsolidasi

2010 2009 2010 2009

Piutang hubungan
Istimewa
PT Sehat Cerah
Indonesia 1.098.305 1.098.305 0,11% 0,12%
PT Leo Hupindo - 4.089.884 - 0,46%
PT Telur Indonesia - 750.400 - 0,08%
Lain-lain (masing-
masing di bawah
Rp 1.000.000 295.459 1.233.830 0,03% 0,14%

Jumlah 1.393.764 7.172.419 0,14% 0,80%

Rincian hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
Persentase Terhadap Jumlah
Jumlah Kewajiban Konsolidasi

2010 2009 2010 2009

Hutang Usaha
(lihat Catatan 11)
PT Feedmill
Indonesia 15.222.219 19.398.428 2,15% 2,53%
PT Sehat Cerah
Indonesia 3.542.061 5.088.217 0,50% 0,66%

Jumlah 18.764.280 24.486.645 2,65% 3,19%

Persentase Terhadap Jumlah


Jumlah Kewajiban Konsolidasi

2010 2009 2010 2009

Hutang Hubungan
Istimewa
Emerging
Success Pte.Ltd 18.027.021 25.728.370 2,54% 3,36%
Gymtech Feedmill
Malacca Sdn.
Bhd. 1.019.229 1.019.229 0,14% 0,13%
Lain-lain (masing-
masing di bawah
Rp 1.000.000 71.999 292.647 0,01% 0,05%

Jumlah 19.118.249 27.040.246 2,69% 3,54%

Hutang kepada Emerging Success Pte. Ltd. merupakan hutang Anak Perusahaan yang digunakan
untuk melunasi hutang kepada PT Bank Rabobank International Indonesia pada tahun 2006 dan
untuk modal kerja. Hutang ini tidak dikenakan bunga, tanpa jaminan dan jangka waktu
pengembalian yang pasti, namun dapat ditagih atau dilunasi sewaktu-waktu (repayable on demand).

53
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

25. TRANSAKSI DENGAN PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)


Akun piutang dan hutang kepada pihak hubungan istimewa lainnya merupakan pembayaran lebih
dahulu biaya Perusahaan dan Anak Perusahaan oleh pihak hubungan istimewa dan/atau sebaliknya
untuk keperluan operasional. Piutang dan hutang ini tidak dikenakan bunga, tanpa jaminan dan
jangka waktu pengembalian yang pasti, namun dapat ditagih atau dilunasi sewaktu-waktu
(repayable on demand).
Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
Persentase Terhadap Jumlah
Jumlah Penjualan Bersih Konsolidasi

2010 2009 2010 2009

PT Feedmill
Indonesia 46.183.279 - 2,27% -
PT Telur
Indonesia 11.908.822 - 0,59% -
PT Sehat Cerah 41.250 - 0,00% -

Jumlah 58.133.351 - 2,86% -

Rincian pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
Persentase Terhadap Jumlah
Jumlah Pembelian Bersih Konsolidasi

2010 2009 2010 2009

PT Feedmill
Indonesia 81.074.522 79.660.112 6,07% 6,10%
PT Sehat Cerah
Indonesia 10.985.293 10.086.039 0,82% 0,77%

Jumlah 92.059.815 89.746.151 6,89% 6,87%

Beban yang timbul dari transaksi kepada pihak hubungan istimewa yaitu PT Sehat Cerah Indonesia
sebesar Rp 1.198.648 dan Rp 1.562.191 atau sebesar 0,07% dan 0,10% terhadap persentase
beban pokok penjualan masing-masing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.

Anak Perusahaan melakukan perjanjian dengan PT Leo Hupindo tertanggal 1 April 2009, dimana
Anak Perusahaan menyewa area penetasan telur (hatchery) di Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk
2 (dua) tahun masa sewa terhitung 1 April 2009 sampai dengan 31 Maret 2011 dengan jumlah
beban sewa sebesar Rp 300.000.

Sifat hubungan antara Perusahaan dan Anak Perusahaan dengan pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa terutama adalah kesamaaan pemilikan, manajemen dan/atau anggota keluarga
dekat dari pemilik/manajemen.

Sifat Hubungan Istimewa dari perusahaan-perusahaan berikut ini adalah memiliki pengurus atau
manajemen kunci sama dengan Perusahaan dan Anak Perusahaan:
- Leong Hup Poultry Farm Sdn. Bhd.
- PT Sehat Cerah Indonesia
- PT Leo Hupindo
- PT Telur Indonesia
- PT Feedmill Indonesia
- Emerging Success Pte. Ltd.
- Gymtech Feedmill Malacca Sdn. Bhd.

54
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

26. PERJANJIAN PENTING, IKATAN DAN KONTINJENSI

Perusahaan

a. Terdapat tanah Perusahaan di Cikaum, Jawa Barat dan Medan yang belum memiliki sertifikat,
dan oleh karena beban pengurusan sertifikat Hak Guna Bangunan atas tanah tersebut sampai
dengan tanggal laporan auditor independen belum dapat diestimasi secara andal, maka sesuai
dengan PSAK No. 57 Kewajiban Diestimasi, Kewajiban Kontijensi dan Aset Kontijensi, beban
tersebut merupakan kewajiban kontijensi Perusahaan.

b. Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi I Malindo Feedmill Tahun 2008, Perusahaan dan
PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) melakukan perjanjian, dimana Permata Bank mengikat
diri sebagai Wali Amanat atau badan yang diberi kepercayaan untuk mewakili kepentingan para
Pemegang Obligasi, sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 5
tanggal 14 Januari 2008.

c. Berdasarkan Perjanjian Irrevocable Standby Letter Of Credit No.102/AM/MDC/JKT/08 dan


No.103/AMD/MDC/JKT/08 pada tanggal 5 Maret 2008, CIMB (dahulu PT Bank Niaga Tbk)
bersedia memberikan fasilitas Standby Letter of Credit (SBLC) untuk setinggi-tingginya
Rp 300.000.000 sebagai jaminan pembayaran pokok obligasi dan setinggi-tingginya
Rp 17.700.000 sebagai jaminan pembayaran bunga obligasi.

Fasilitas SBLC ini dijaminkan dijamin dengan jaminan-jaminan yang sama dengan fasilitas
pinjaman tetap atas permintaan (PTX-OD) atas nama Perusahaan yang diterima dari CIMB
Niaga (lihat catatan 9).

27. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan mempunyai aset dan kewajiban moneter
dalam mata uang asing sebagai berikut:
31 Desember 2010

Mata Uang Setara dengan


Asing Rupiah

Aset
Kas dan setara kas $AS 935.484 8.410.926
882.878 10.555.506
Piutang usaha RM 181.700 529.810

Jumlah Aset 19.496.242

Kewajiban
Hutang bank jangka pendek $AS 1.000.000 8.991.000
Hutang usaha $AS 5.238.611 47.100.350
RM 37.469 109.254
SIN$ 58.200 406.279

Jumlah Kewajiban 56.606.883

Jumlah Kewajiban Bersih 37.110.641

55
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

27. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING (lanjutan)

31 Desember 2009

Mata Uang Setara dengan


Asing Rupiah

Aset
Kas dan setara kas $AS 449.218 4.222.650
Piutang usaha RM 181.700 499.155

Jumlah Aset 4.721.805

Kewajiban
Hutang bank jangka pendek $AS 732.676 6.887.152
Hutang usaha $AS 5.867.253 55.152.191
RM 39.770 109.254
16.680 225.342

Jumlah Kewajiban 62.373.939

Jumlah Kewajiban Bersih 57.652.134

Jika kewajiban bersih dalam mata uang asing Perusahaan dan Anak Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2010 tersebut dijabarkan dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank
Indonesia pada tanggal 29 Maret 2011 (tanggal laporan auditor independen) sebesar Rp 8.712
/1$AS, Rp 12.262 /1Euro, Rp 6.897 /1SIN$ dan Rp 2.879 /1RM (dalam Rupiah penuh), maka
kewajiban moneter bersih Perusahaan dan Anak Perusahaan akan mengalami penurunan sebesar
Rp 1.749.541.

28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN


Manajemen Risiko

Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan adalah risiko
suku bunga, risiko mata uang, risiko kredit dan risiko likuiditas. Kepentingan untuk mengelola risiko
ini telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangkan perubahan dan volatilitas pasar
keuangan baik di Indonesia maupun internasional. Direksi Perusahaan menelaah dan menyetujui
kebijakan untuk mengelola risiko-risiko yang dirangkum di bawah ini:

a. Risiko Suku Bunga


Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur yang
terpengaruh risiko ini terutama terkait dengan hutang bank, hutang obligasi dan hutang
angsuran.
Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Perusahaan dan Anak Perusahaan mengelola beban
bunga melalui kombinasi hutang dengan suku bunga tetap dan variabel. Manajemen menelaah
berbagai suku bunga yang ditawarkan kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang paling
menguntungkan sebelum melakukan perikatan hutang.

56
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

Manajemen Risiko (lanjutan)

b. Risiko Mata Uang


Risiko mata uang adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing. Eksposur
Perusahaan dan Anak Perusahaan terhadap fluktuasi nilai tukar terutama berasal dari hutang
usaha dari pembelian dalam mata uang asing.

Aset dan kewajiban moneter Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam mata uang asing pada
tanggal 31 Desember 2010 disajikan pada Catatan 27.

c. Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal
memenuhi kewajibannya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko
kredit yang dihadapi Perusahaan dan Anak Perusahaan berasal dari kredit yang diberikan
kepada pelanggan. Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan hubungan usaha hanya
dengan pihak yang diakui dan kredibel. Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki kebijakan
untuk semua pelanggan yang akan melakukan perdagangan secara kredit harus melalui
prosedur verifikasi kredit. Sebagai tambahan, jumlah piutang dipantau secara terus menerus
untuk mengurangi risiko piutang yang tidak tertagih.

Sehubungan dengan risiko kredit yang timbul dari aset keuangan lainnya yang mencakup kas
dan bank, risiko kredit yang dihadapi timbul karena wanprestasi dari counterparty. Perusahaan
dan Anak Perusahaan memiliki kebijakan untuk hanya menempatkan kas dan bank pada bank-
bank dengan peringkat kredit yang tinggi.

d. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat arus kas Perusahaan dan Anak Perusahaan
menunjukkan bahwa pendapatan jangka pendek tidak cukup untuk menutupi pengeluaran
jangka pendek.

Dalam mengelola risiko likuiditas, Perusahaan dan Anak Perusahaan memantau dan menjaga
tingkat kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Perusahaan
dan Anak Perusahaan dan untuk mengatasi dampak dari flutuasi arus kas. Perusahaan dan
Anak Peusahaan juga secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual,
termasuk jadwal jatuh tempo hutang jangka panjang dan terus menelaah kondisi pasar
keuangan untuk memelihara fleksibilitas pendanaan dengan cara menjaga ketersediaan
komitmen fasilitas kredit dari Bank.

57
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

29. INSTRUMEN KEUANGAN

Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan estimasi nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan
dan Anak Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010:

Nilai Tercatat Nilai Wajar

Aset Keuangan
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Kas dan setara kas 118.970.730 118.970.730
Piutang usaha
Pihak ketiga 89.475.972 89.475.972
Pihak hubungan istimewa 21.064.757 21.064.757
Piutang lain-lain 2.155.806 2.155.806
Piutang hubungan istimewa 1.393.764 1.393.764

Jumlah 233.061.029 233.061.029

Kewajiban Keuangan
Kewajiban keuangan pada biaya
perolehan diamortisasi
Hutang bank jangka pendek 142.763.895 142.763.895
Hutang usaha
Pihak ketiga 88.186.764 88.186.764
Pihak hubungan istimewa 18.764.280 18.764.280
Hutang lain-lain 28.594.726 28.594.726
Beban masih harus dibayar 14.428.897 14.428.897
Hutang hubungan istimewa 19.118.249 19.118.249
Hutang obligasi bersih 298.159.284 298.137.826
Hutang bank jangka panjang 12.838.759 12.819.811
Hutang angsuran 6.099.738 6.099.737

Jumlah 628.954.592 628.914.185

Nilai wajar didefinisikan sebagai jumlah dimana instrumen tersebut dapat dipertukarkan di dalam
transaksi jangka pendek antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang memadai
melalui suatu transaksi yang wajar, selain di dalam penjualan terpaksa atau penjualan likuidasi. Nilai
wajar didapatkan dari kuotasi harga pasar, model arus kas diskonto dan model penentuan harga
opsi yang sewajarnya.

Instrumen keuangan yang disajikan didalam neraca konsolidasi dicatat sebesar nilai wajar, atau
sebaliknya, disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut mendekati nilai wajarnya atau
nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal. Metode-metode dan asumsi-asumsi di bawah ini
digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk masing-masing kelas instrumen keuangan:

a. Instrumen keuangan yang dicatat sebesar nilai wajar atau biaya perolehan diamortisasi

Piutang pihak hubungan istimewa, hutang pihak hubungan istimewa, hutang bank jangka
pendek, hutang obligasi, hutang bank jangka panjang dan hutang angsuran dicatat sebesar
biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dan tingkat
diskonto yang digunakan adalah suku bunga pinjaman tambahan pada pasar saat ini untuk jenis
pinjaman yang sama.

58
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

29. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

b. Instrumen keuangan dengan jumlah tercatat yang mendekati nilai wajarnya

Nilai wajar untuk kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, hutang usaha, hutang
lain-lain dan beban masih harus dibayar mendekati nilai tercatatnya karena bersifat jangka
pendek.

30. INFORMASI SEGMEN

Perusahaan dan Anak Perusahaan mengklasifikasikan kegiatan usahanya berdasarkan segmen


usaha yang terdiri dari tiga segmen, yaitu divisi Feedmill (menjual pakan ternak), Breeder (menjual
bibit ternak ayam) dan Broiler (menjual ayam pedaging). Ketiga divisi usaha ini dipergunakan
sebagai dasar untuk pelaporan informasi segmen primer.

Perusahaan dan Anak Perusahaan tidak menyajikan segmen sekunder yaitu segmen geografis atas
penjualan Perusahaan dan Anak Perusahaan karena penjualan Perusahaan dan Anak Perusahaan
pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu tidak memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan
lingkungan (wilayah) ekonomi yang lain.

Informasi segmen dari Perusahaan dan Anak Perusahaan adalah sebagai berikut :

2010 Feedmill Breeder Broiler Eliminasi Konsolidasi

Informasi Segmen Usaha (Primer)


Penjualan segmen
Penjualan eksternal 1.104.111.808 480.739.110 451.667.946 - 2.036.518.864
Penjualan antar segmen 380.938.112 191.079.850 285.804 (572.303.766 ) -

Jumlah penjualan segmen 1.485.049.920 671.818.960 451.953.750 (572.303.766 ) 2.036.518.864

Hasil segmen 141.162.553 109.170.321 2.544.003 12.179.539 265.056.416

Beban yang tidak dapat dialokasikan 5.705.770

Laba usaha 259.350.646

Informasi Segmen Usaha (Primer)

Laba selisih kurs mata uang asing


- bersih 5.100.303
Penghasilan bunga 2.986.764
Laba penjualan aset tetap 893.735
Penghasilan sewa-bersih 640.909
Hak pemegang saham minoritas atas
rugi bersih Anak Perusahaan
yang dikonsolidasikan 60.397
Penyisihan penurunan nilai piutang (1.607.359 )
Beban bunga (43.608.737 )
Beban pajak penghasilan (44.998.915 )
Lain-lain - bersih 1.148.684

Laba bersih 179.966.427

Aset segmen 981.976.955 593.403.541 80.050.324 (717.118.459 ) 938.312.361

Aset yang tidak dapat dialokasikan 28.006.288

Jumlah aset yang dikonsolidasi 966.318.649

Kewajiban segmen 756.033.592 295.988.206 151.681.547 (493.227.891 ) 710.475.454

Kewajiban yang tidak dapat dialokasikan -

Jumlah kewajiban yang dikonsolidasi 710.475.454

Informasi lainnya
Pengeluaran barang modal 155.257.142
Penyusutan 31.229.479

59
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

30. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

2009 Feedmill Breeder Broiler Eliminasi Konsolidasi

Informasi Segmen Usaha (Primer)


Penjualan segmen
Penjualan eksternal 986.196.642 376.221.873 506.197.254 - 1.868.615.769
Penjualan antar segmen 362.995.035 39.684.538 - (402.679.573 ) -

Jumlah penjualan segmen 1.349.191.677 415.906.411 506.197.254 (402.679.573 ) 1.868.615.769

Hasil segmen 111.287.476 22.853.027 (4.147.728 ) (2.621.428 ) 127.371.347

Beban yang tidak dapat dialokasikan 4.517.259

Laba usaha 131.888.606

Laba selisih kurs mata uang asing


- bersih 20.364.592
Penghasilan bunga 5.802.373
Penghasilan sewa-bersih 622.909
Laba penjualan aset tetap 374.580
Beban bunga (48.637.314 )
Lain-lain - bersih 1.946.331
Beban pajak penghasilan (36.905.586 )
Hak pemegang saham minoritas atas
yang rugi bersih Anak Perusahaan
dikonsolidasikan 513.620

Laba bersih 75.970.111

Aset segmen 813.854.263 622.863.514 71.196.158 (636.017.751 ) 871.896.184

Aset yang tidak dapat dialokasikan 13.451.347

Jumlah aset yang dikonsolidasi 885.347.531

Kewajiban segmen 627.817.401 271.526.626 143.996.247 (311.269.568 ) 732.070.706

Kewajiban yang tidak dapat dialokasikan 34.625.660

Jumlah kewajiban yang dikonsolidasi 766.696.366

Informasi lainnya
Pengeluaran barang modal 45.321.869
Penyusutan 31.758.950

31. REVISI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI

Standar dan Interpretasi Akuntansi baru ataupun revisi yang telah diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan (DSAK) namun sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan belum
efektif adalah sebagai berikut:

Disahkan pada tahun 2009 dan berlaku efektif 1 Januari 2011

- PSAK No. 1 (Revisi 2009) : Penyajian Laporan Keuangan


- PSAK No. 2 (Revisi 2009) : Laporan Arus Kas
- PSAK No. 4 (Revisi 2009) : Laporan Keuangan Konsolidasi dan Laporan Keuangan
Tersendiri
- PSAK No. 5 (Revisi 2009) : Segmen Operasi
- PSAK No. 12 (Revisi 2009) : Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
- PSAK No. 15 (Revisi 2009) : Investasi Pada Entitas Asosiasi
- PSAK No. 25 (Revisi 2009) : Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan
Kesalahan
- PSAK No. 57 (Revisi 2009) : Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
- PSAK No. 58 (Revisi 2009) : Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang
Dihentikan

60
PT MALINDO FEEDMILL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 Dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

31. REVISI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI (lanjutan)

Disahkan pada tahun 2010 dan berlaku efektif 1 Januari 2011 (lanjutan)

- ISAK No. 7 : Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus (EBK)


- ISAK No. 9 : Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi,
dan Liabilitas Serupa
- ISAK No. 10 : Program Loyalitas Pelanggan
- ISAK No. 11 : Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik
- ISAK No. 12 : Pengendalian Bersama Entitas (PBE): Kontribusi Non-moneter
oleh Venturer
- PSAK No. 7 (Revisi 2010) : Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi*
- PSAK No. 19 (Revisi 2010) : Aset Tak berwujud
- PSAK No. 22 (Revisi 2010) : Kombinasi Bisnis
- PSAK No. 23 (Revisi 2010) : Pendapatan
- PSAK No. 48 (Revisi 2010) : Penurunan Nilai Aset
- ISAK No. 14 : Aset Tak berwujud Biaya Situs Web

Disahkan pada tahun 2010 dan berlaku efektif 1 Januari 2012

- PSAK No.10 (Revisi 2009) : Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing*
- ISAK No. 13 : Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri

* Penerapan dini diperkenankan

Manajemen sedang mengevaluasi Standar dan Interpretasi yang direvisi serta yang baru tersebut
dan belum dapat menentukan dampak yang timbul terhadap laporan keuangan Perusahaan dan
Anak Perusahaan

32. TANGGUNG JAWAB ATAS PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan
keuangan konsolidasi ini yang diselesaikan pada tanggal 29 Maret 2011.

61