Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Sejarah Perkembangan


Sekunder Butil Alkohol (SBA) merupakan salah satu dari keempat isomer butil
alkohol yang mempunyai rumus molekul C4H9OH dan rumus bangun
CH3CH2CH(OH)CH3.
Keempat butil alcohol tersebut ditemukan dan sturkturnya ditetapkan antara tahun
1852 dan 1871. Pada tahun 1863 De Luynes mengisolasi alkil iodida dari reaksi hidrogen
iodida dan erithritol. Alkil idoida tersebut direaksikan dengan perak asetat dan gabungan
ester yang telah dihidrolisa dan kemudian dioksidasi. Sejak etil metal keton diisolasi, zat
antara pada alkohol disebut dengan Sekunder Butil Alkohol.

( Kirk Othmer vol 4, 1961 )


1.2 Perkembangan Industri Sekunder Butil Alkohol
Perkembangan Industri Sekunder Butil Alkohol bermula dari hasil penemuan De
Luynes pada tahun 1862, kemudian mulai diperkenalkan secara komersial pada tahun
1939 di Amerika Serikat.
Sampai saat ini di Indonesia masih mengimport Sekunder Butil Alkohol. Hal ini
disebabkan Sekunder Butil Alkohol belum dapt diproduksi di Indonesia. Volume import
Sekunder Butil Alkohol dari tahun ke tahun 1998 2002, dapat dilihat pada tabel 1.1.

Tabel 1.1 Import Sekunder Butil Alkohol di Indonesia tahun 1998 2002
Tahun Berat (kg) % Kenaikan/ Penurunan
1998 6.806.430 24.9
1999 8.499.736 16.7
2000 9.921.766 13.6
2001 11.278.949 15.1
2002 12.983.598
Sumber : Badan Pusat Statistik.
1.3 Kegunaan
Produksi Sekunder Butil Alkohol mempunyai kegunaan sebagai berikut :
Berguna dalam pembuatan perwarna kain.
Digunakan sebagai pelarut pada industri cat dan pernis.
Digunakan dalam pembuatan Sekunder Etil Asetat, sebuah pelarut nitroselulosa.
Digunakan dalam pembuatan essences rasa buah.
Digunakan dalam pembuatan parfum.
Merupakan komponen yang berguna dalam pembuatan amina dan metal etil
keton.
Digunakan sebagai pelarut dalam pembuatan senyawa pembersih.

1.4 Sifat Bahan Baku dan Produk


1.4.1 Bahan Baku
n-Butene
Bahan baku utama di dalam pembuatan Sekunder Butil Alkohol adalah n-Butena
yang mempunyai rumus molekul C4H8 dan mempunyai rumus bangun
CH2=CH-CH2-CH3.
Sifat fisika
- Rumus Molekul : C4H8
- Berat Molekul : 56,164
- Titik Beku : -185,35 oC
- Titik Didih (pada 760 mmHg) : -6,26 oC
- Densitas : 0,5951 gr/cm3
- Flash Point : -79 oC
- Tekanan Kritis, mmHg : 30,72
- Volumer Kritis, ml/g : 4,296
Sifat Kimia
- Hidrokarbon tak berwarna.
- Tidak larut dalam air.
- Mudah terbakar.
Air
Sifat Fisika
- Rumus Molekul : H2O
- Bentuk : Cair dan jernih
- Berat Molekul : 18
- Densitas : 0,99708 gr/cm3
- Titik Didih : 100 oC
- Titik Lebur : 0 oC
- Viskositas : 0,8937 cp
- Spesifik Gravity : 1,00

1.4.2 Produk Utama


Sekunder Butil Alkohol
Produk utama dari proses ini adalah Sekunder Butil Alkohol yang mempunyai
rumus bangun CH3CH2CH(OH)CH3 adalah liquida berwarna putih, mempunyai
bau yang khas dan stabil.
Sifat Fisika :
- Rumus Kimia : C4H10O
- Berat Molekul : 74,12
- Kemurnian : 99%
- Fase : Cair
- Titik Didih : 99.5 oC
- Titik Beku : -144,7 oC
- Densitas : 0,808 gr/cm3
Sifat Kimia
- Merupakan liquida berbau kuat khas.
- Tidak berwarna.
- Mudah terbakar.

1.4.3 Produk Samping


Sekunder Butil Etil
Sifat Fisika
- Rumus Kimia : (C4H9)2O
- Berat Molekul : 130,23
- Titik Didih : 142 oC
- Densitas : 0,756 gr/cm3
Sifat Kimia
- Larut dalam alkohol.
- Tidak bereraksi dengan senyawa organik lain.
- Mudah terbakar.

Tersier Butil Alkohol


Sifat Fisika :
- Rumus Kimia : C4H10O
- Titik Didih : 25.5 oC
- Titik Beku : 82,9 oC
- Densitas : 0,779 gr/cm3
- Panas Pembentukan : 91,6 J/g
- Panas Pembakaran : 2633 J/g
- Temperature Kritis : 235 oC
Sifat Kimia
- Rumus bangun (CH3)3COH.
- Merupakan zat tidak berwarna.
- Mudah terbakar.

1.5 Perkiraan Kapasitas Pabrik Baru


Dalam mendirikan pabrik diperlukan suatu perkiraan kapasitas produksi agara produk
yang di hasilkan sesuai dengan permintaan :
a. Menetukan Faktor Petumbuhan
F = Po ( 1 + I )n
Dimana :
F = Jumlah import tahun 2002
Po = Jumlah import tahun 1998
I = Rata rata kenaikan import tiap tahun dalam %
n = Jumlah tahun
12.983.598 = 6.806.430 (1 + I )5
(1 + I )5 = 1,9075
1+I = 1,13787
I = 13.8 %
Dari data import di atas didapat kenaikan pertumbuhan import sebesar 13,8 %.
Sehingga, import pada tahun 2008 :
F = 12.983.598 ( 1 + 0.138 )6
= 28.199.969

b. Menentukan kapasitas pabrik baru tahun 2008


Untuk pendirian pabrik baru kapasitasnya ditentukan dengan rumus :
Kapasitas pabrik baru = Import + Eksport
Asumsi :
- Nilai eksport sebesar 40% dari kebutuhan.
- Nilai import dianggap sama dengan kebutuhan yang ada.
Maka :
Eksport = 40% x kebutuhan
= 0.40 x 28.199.969
= 11.279.988
Kapasitas pabrik baru = 28.199.969 + 11.279.988
= 39.479.957 Kg/tahun
Jadi, peluang kapsitas produksi sekunder butil alkohol pada tahun 2008 sebesar
40.000 ton/tahun.