Anda di halaman 1dari 2

66

BAB VI

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Berdasarkan bahasan tugas terpadu Drug Therapy Monitoring (DTM) penyakit
diare, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.
1. Diare adalah peningkatan pengeluaran tinja dengan konsistensi lebih lunak
atau lebih cair dari biasanya, dan terjadi paling sedikit 3 kali dalam 24 jam
(9). Diare dapat diatasi dengan terapi non farmakologi ataupun farmakologi,
terapi non farmakologi adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan
makanan. Sedangkan terapi farmakologi dapat menggunakan obat-obat diare
yang terdiri dari golongan Aintimotilitas seperti Loperamid, golongan
Antisekretolitik seperti Bismuth subsalisilat, golongan Adsorbent seperti
Attapulgit, Pengganti cairan tubuh seperti Asering, dan Apabila diare
dikarenakan infeksi bakteri digunakan antibiotik.
2. Informasi yang dapat disampaikan mengenai diare dalam Pelayanan
Komunikasi, Informasi dan Komunikasi, selain mengenai obat-obatan yang
digunakan adalah pentingnya menjaga kebersihan baik tempat tinggal mapun
makanan yang dikonsumsi pasien sehingga dapat terhindar dari penyakit
diare.
3. Peran Apoteker dalam Drug Therapy Monitoring pasien diare adalah untuk
memastikan pengobatan yang diterima pasien tepat, sehingga mengurangi
resiko Drug Related Problem yang mungkin terjadi.
67

B. Saran
Berdasarkan bahasan tugas terpadu Drug Therapy Monitoring (DTM) penyakit
diare, dapat disarankan beberapa hal yang nantinya dapat berguna bagi calon
Apoteker, yaitu.
1. Diperlukan kerjasama dan komunikasi yang optimal antara Apoteker dengan
staf medis dan/atau pasien di rumah sakit agar terapi penyakit dapat dilakukan
secara tepat dan rasional.
2. Diperlukan pengetahuan serta komitmen dari Apoteker dalam pelayanan farmasi
klinis di rumah sakit untuk melakukan pemantauan terapi pasien serta
pencegahan terjadinya Drug Related Problem (DRP).
3. Apoteker perlu senantiasa mengikuti perkembangan ilmu kefarmasian untuk
menunjang pelayanan farmasi klinis yang lebih baik dari waktu ke waktu.