Anda di halaman 1dari 12

PERANAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT DALAM

PEMBANGUNAN DI KELURAHAN TANJUNG SENANG KECAMATAN


TANJUNG SENANG KOTA BANDAR LAMPUNG
(Laporan Turun Lapang Pengembangan Masyarakat)

Oleh

Sinta Alvianti 1514121018


Desi Rizki Amalia 1514121025
Leni Purnama Sari 1514121033
Ridho Asmara 1514121046

JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2017
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masyarakat merupakan sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan
bekerja sama sehingga dapat terbentu organisasi yang mengatur setiap individu
dalam masyarakat tersebut dan membuat setiap individu dalam masyarakat dapat
mengatur diri sendiri dan berpikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial
dengan batasan tertentu. Pembangunan sosial merupakan suatu proses perubahan
sosial yang terencana dan dirancang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Pembangunan sosial pada dasarnya terfokus pada pendekatan pembangunan yang


berpusat pada manusia (people-centered development), yaitu pemberdayaan dan
pengembangan masyarakat itu sendiri. Pemerintahan pada hakikatnya berorientasi
memberikan pelayanan publik (public service) agar tercipta kondisi yang
memungkinkan setiap anggota masyarakat dapat mengembangkan kemampuan
dan kreativitasnya untuk kemajuan bersama.

Mencermati hal itu, perlu diadakannya pengembangan masyarakat yang pada


dasarnya sangat kental dipengaruhi oleh pandangan yang berkembang dalam
diskursus komunitas di mana hakikat dan kesejahteraan (nature of walefare) pada
diskursus ini dilihat dari adanya atau tumbuhnya partisipasi masyarakat.
Partisipasi masyarakat dalam proses pemberdayaan dan pengembangan
masyarakat menjadi salah satu kunci terciptanya kesejahteraan sosial.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan turun lapang ini adalah sebagai berikut
1. Mengetahui konsep pengembangan masyarakat di wilayah Keluraha Tanjung
Senang
2. Mempelajari pelaksanaan program pengembangan masyarakat
3. Mengamati perubahan sebagai hasil dari pengembangan masyarakat
4. Menyimpulkan pelaksanaan program pengembangan masyarakat
II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pegertian Masyarakat Desa


Desa adalah satu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat
pemerintahan sendiri dan merupakan perwujudan kesatuan geografi, sosial,
ekonomi, politik, dan cultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan
pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Menurut Undang-undang
No. 5 Tahun 1979 Tentang pemerintah daerah, desa adalah suatu wilayah yang
ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat hukum yang
mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan
berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan negara kesatuan
Republik Indonesia. Desa adalah suatu wilayah yang penduduknya kurang dari
2.500 jiwa dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1. Mempunyai pergaulan hidup yang saling mengenal antara ribuan jiwa
2. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan, dan
cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang dipengaruhi oleh iklim, keadaan
alam, kekayaan alam, sedang pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat
sampingan (Paul H. Landis 1990 : 35).

2.2 Pengertian Program


a. Program adalah unsur pertama yang harus ada demi terciptanya suatu
kegiatan. Di dalam program dibuat beberapa aspek, disebutkan bahwa di
dalam setiap program dijelaskan mengenai:
1. Tujuan kegiatan yang akan dicapai.
2. Kegiatan yang diambil dalam mencapai tujuan.
3. Aturan yang harus dipegang dan prosedur yang harus dilalui.
4. Perkiraan anggaran yang dibutuhkan.
5. Strategi pelaksanaan (Amelia, 2005).
b. Pengertian program adalah cara yang disahkan untuk mencapai tujuan,
beberapa karakteristik tertentu yang dapat membantu seseorang untuk
mengindentifikasi suatu aktivitas sebagai program atau tidak yaitu:
1. Program cenderung membutuhkan staf, misalnya untuk melaksanakan
atau sebagai pelaku program.
2. Program biasanya memiliki anggaran tersendiri, program kadang biasanya
juga diidentifikasikan melalui anggaran.
3. Program memiliki identitas sendiri, yang bila berjalan secara efektif dapat
diakui oleh publik. Program terbaik didunia adalah program yang
didasarkan pada model teoritis yang jelas, yakni: sebelum menentukan
masalah sosial yang ingin diatasi dan memulai melakukan intervensi,
maka sebelumnya harus ada pemikiran yang serius terhadap bagaimana
dan mengapa masalah itu terjadi dan apa yang menjadi solusi terbaik
(Jones, 1996:295).
c. Bentuk program dalam Usaha Pengembangan Masyarakat, yaitu:
1. Program Integratif
Pengembangan Masyarakat melalui koordinasi dinas dinas teknis terkait
atau yang lebih dikenal dengan Kerjasama Lintas Sektoral
2. Program Adaptif
Pengembangan Masyarakat hanya ditugaskan kepada salah satu
Instansi/Departemen yang bersangkutan saja yang secara khusus
melaksanakan kegiatan tersebut atau yang dikenal dengan Kerjasama
Lintas Program.
3. Program Proyek
Pengembangan Masyarakat dalam bentuk usaha-usaha terbatas di wilayah
tertentu dan program disesuaikan dengan kebutuhan wilayah tersebut
(Ife,1995).

2.3 Pengertian Pengembangan Masyarakat


a. Pengembangan Masyarakat (community development) merupakan salah satu
metode atau pendekatan inti yang menunjukkan keunikan Pekerjaan Sosial
dan membedakan profesi ini dengan profesi kemanusiaan lainnya. Banyak
disiplin mengklaim memiliki keahlian dalam bekerja dengan individu,
keluarga dan kelompok. Namun, hanya sedikit profesi yang memfokuskan
pada keberfungsian klien dalam konteks organisasi, masyarakat dan
kebijakan, salah satunya adalah Pekerjaan Sosial (Netting, Kettner dan
McMurtry, 2004).
b. Pengembangan Masyarakat pada dasarnya merupakan strategi perubahan
sosial terencana yang secara profesional didesain untuk mengatasi masalah
atau memenuhi kebutuhan pada tingkat komunitas. Praktek Pekerjaan Sosial
pada tingkat makro ini didasari oleh berbagai model dan pendekatan, serta
beroperasi sejalan dengan pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan
pekerjaan sosial (Suharto, 2005).
c. Pengembangan masyarakat dapat didefinisikan sebagai metoda yang
memungkinkan orang dapat meningkatkan kualitas hidupnya serta mampu
memperbesar pengaruhnya terhadap proses proses yang mempengaruhi
kehidupannya (Ama, 1993).
d. Perspektif pengembangan masyarakat ke dalam dua bingkai, yakni
pendekatan profesional dan pendekatan radikal. Pendekatan profesional
menunjuk pada upaya untuk meningkatkan kemandirian dan memperbaiki
sistem pemberian pelayanan dalam kerangka relasi-relasi sosial. Sementara
itu, berpijak pada teori struktural neo-Marxis, feminisme dan analisis anti-
rasis, pendekatan radikal lebih terfokus pada upaya mengubah
ketidakseimbangan relasi-relasi sosial yang ada melalui pemberdayaan
kelompok-kelompok lemah, mencari sebab-sebab kelemahan mereka, serta
menganalisis sumber-sumber ketertindasannya (Twelvetrees, 1991).
III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Gambaran Umum

Tempat : Kantor Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Tanjung


Senang, Bandar Lampung
Waktu : Senin, 11 April 2016
Narasumber : Sekretaris Kelurahan Tanjung Senang,
Bapak Fathul Ilmi
Jumlah KK : 2.800 KK
Letak Geografis : Utara : Kelurahan Labuhan Dalam
Selatan : Kelurahan Way Dadi
Barat : Kelurahan P. Way Halim
Timur : Kelurahan P. Way Kandis
Mayoritas Pekerjaan : Wiraswasta

3.2 Pembahasan Program Pembangunan/Pengembangan Masyarakat

Adapun program pembangunan/pengembangan masyarakat tahun 2016 di


Kelurahan Tanjung Senang yang telah dilaksanakan yaitubeberapa bidang:

a. Bidang Kesehatan

1. Posyandu

Program ini merupakan program pemerintah kota Bandar Lampung yang


dilaksanakan kelurahan Tanjung Senang. Posyandu menjadi sarana untuk
mengontrol kondisi ibu hamil, balita, dan lansia yang berada di wilayah
kelurahan Tanjung Senang. Program ini dilaksanakan oleh kader-kader
posyandu (biasanya anggota PKK) yang dibantu bidan/dokter puskesmas
kelurahan. Dalam posyandu, warga dapat melakukan pengecekan gula
darah, tekanan darah, berat badan, tinggi badan, dan imunisasi sebagai
upaya peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah kelurahan Tanjung
Senang.
2. Puskesmas Kelurahan
Dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan warga di wilayah kelurahan
Tanjung Senang, dilaksanakan program Puskesmas Kelurahan
(PUSKESKEL).

b. Bidang Pertanian
Pelatihan Kelompok Tani
Di wilayah kelurahan Tanjung Senang terdapat beberapa lahan pertanian
produktif seperti padi. Hal tersebut berindikasi pada mata pencaharian
beberapa warganya yaitu sebagai petani. Beberapa kelompok tani diberikan
penyuluhan mengenai budidaya yang baik oleh kelurahan Tanjung Senang.
Tentunya tidak hanya kelompok tani yang membudidayakan tanaman padi,
tetapi kelompok tani budidaya jamur tiram.

c. Bidang Ekonomi
1. Ekonomi Kerakyatan
Program Ekonomi Kerakyatan (EKOR) diselenggarakan atas usul
kelurahan Tanjung Senang kepada pemerintah kota Bandar Lampung.
Ekor dilakukan untuk membantu masyarakat yang akan berwirausaha
tetapi tidak memiliki modal. Masyarakat tersebut melalui kelurahan dapat
mengajukan permohonan bantuan modal usaha kepada pemerintahan kota
Bandar Lampung. Pada tahun 2014, Ekor telah memberikan 60 pengusaha
modal sebesar 2 juta rupiah/tahun untuk pengembangan usahanya. Dan
apabila dalam jangka waktu satu tahun usaha tersebut tidak berkembang,
maka pengusaha tidak dapat melanjutkan pengajuan permohonan bantuan
modal usaha kepada pemerintah kota. Tetapi apabila usaha tersebut
berkembang, maka pengusaha dapat mengajukan penambahan bantuan
modal kepada pemerintah kota melalui bagian pemberdayaan kelurahan.
2. Bantuan Bedah Rumah
Program Bantuan Bedah Rumah (BBR) merupakan program pemerintah
kota Bandar Lampung yang dilaksanakan oleh kelurahan Tanjung
Senang. BBR bertujuan membantu masyarakat yang memiliki tanah atas
namanya tetapi rumah yang dibangun di atas tanah tersebut tidak layak
huni. Kriteria masyarakat yang dapat diusulkan program BBR ini yaitu;
1) Memiliki kartu keluarga kelurahan Tanjung Senang
2) Memiliki tanah atas nama sendiri
3) Memiliki rumah yang berbilik bambu (belum ada tembok)
4) Memiliki rumah yang dasarnya tanah (belum berlantai ubin/semen)
Dana yang diberikan pemerintah kota yaitu sebesar 15 juta rupiah/KK.

d. Bidang Pendidikan
Peningkatan Kualitas Guru Ngaji
Program ini dilakukan bersamaan dengan pembaruan tempat ibadah
(masjid/musholla) di lingkungan kelurahan Tanjung Senang. Guru ngaji
diberikan dana untuk akomodasi dan sarana pembelajaran yang digunakan
dalam kegiatan pengajian di wilayah kelurahan Tanjung Senang.

e. Bidang Lingkungan
1. Kebersihan Lingkungan
Program ini dilakukan secara gotong royong. Setiap warga di lingkungan
kelurahan Tanjung Senang wajib membersihkan daerahnya sekali dalam
satu bulan. Pelaksanaan program ini yaitu pada hari Minggu atau Jumat
berkenaan dengan program Jumat Bersih.
2. Keamanan Lingkungan
Program keamanan lingkungan dilaksanakan setiap hari, dibantu oleh
SATPAM di wilayah tersebut. Warga bertugas satu kali dalam seminggu
dan jadwal tugas diberikan oleh ketua RT/RW di daerah tempat
tinggalnya.

f. Bidang sarana dan prasarana fisik


Perbaikan Infrastruktur
Program ini dilaksanakan dengan bantuan dana dari pemerintah kota Bandar
Lampung. Demi kelancaran dalam usaha pengembangan masyarakat, maka
diperlukan infrastruktur yang baik. Hampir seluruh jalan di wilayah kelurahan
Tanjung Senang telah diperbaiki.

Menurut narasumber, Bapak F. Ilmi, pengembangan masyarakat adalah usaha


memberikan petunjuk bagi masyarakat yang memiliki keinginan dan kemampuan
untuk berwirausaha untuk mensejahterakan hidupnya. Usaha tersebut tidak hanya
memberi petujuk dan arahan, tetapi memberi jalan bagi masyarakat untuk
memohon bantuan dana usahanya khususnya kepada pemerintah kota.

Program-program yang dijelaskan merupakan sarana pengembangan masyarakat


yang dilakukan kelurahan Tanjung Senang dalam pencapaian tujuannya yaitu
kesejahteraan masyarakat. Sebagian besar dari program tersebut ialah usulan
kelurahan kepada pemerintah kota yang disetujui. Jadi, dapat dikatakan bahwa
program yang dijalankan oleh kelurahan ialah program dari pemerintah kota
karena dibiayai oleh APBD. Salah satu program yang setiap tahunnya
dilaksanakan yaitu Ekonomi Kerakyatan (EKOR).

Program tersebut telah membantu sedikitnya 50 pengusaha setiap tahunnya. Pada


tahun 2014, program Ekor membantu mengembangkan usaha keripik dan
budidaya jamur tiram yang tampak baik hasilnya dan dapat diusulkan kembali
kepada pemerintah kota.
IV. PENUTUP

4.1 Penutup

Program yang dilaksanakan kelurahan Tanjung Senang merupakan aspek


pengembangan masyarakat. Kelurahan Tanjung Senang berperan sebagai sarana
yang menghubungkan warga di wilayah kelurahan Tanjung Senang dengan
pemerintah kota Bandar Lampung dan bertindak sebagai pelaksana program yang
diberikan pemerintah kota Bandar Lampung. Program yang telah dilaksanakan
berkorelasi positif dengan perubahan kesejahteraan warga di wilayah tersebut.

4.2 Saran

Kelurahan tidak memiliki banyak program untuk warganya dikarenakan tidak


adanya dana. Oleh sebab itu, perlu diadakan kas kelurahan yang merupakan
sarana pengumpulan dana dari warga untuk pengadaan program tersebut tanpa
harus menunggu biaya dari pemerintah kota.
DAFTAR PUSTAKA

AMA. 1993. Local Authorities and Community Development: A Strategic


Opportunity for the 1990s. London : Association of Metropolitan
Authorities

Amelia. 2005. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Bandung : Tarsito

Ife, Jim. 1995. Community Development: Creating Community Alternatives,


Vision, Analysis and Practice. Mellbourne : Longman

Jones, Charles O. 1996. Pengantar Kebijakan Publik. Ed. 1. Jakarta : PT. Raja
Grafindo Persada

Netting, F. Ellen, Peter M. Kettner dan Steven L. McMurtry. 2004. Social


Work Macro Practice (third edition). Boston: Allyn and Bacon

Suharto, Edi. 2005. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian


Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung :
Refika Aditama

Twelvetrees, A. 1991. Community Work. London : McMillan