Anda di halaman 1dari 216

Penulis:

Profesioanal:
1. Wahyu Purnama, M.Pd., 085219428220, email: inisial.wp@gmail.com
2. Maya Siti Rahmah, S.Si., M.Pd., 085220528503, email: maya_sitirohmah@yahoo.com
Pedagogi:
3. Dr. Edison Ginting, M.M., 0817212762, email: gintngedison@yahoo.com
4. Dr. Yanto Permana, M.Pd., 08992257039, email: yantopermana@gmail.com

Penelaah:
1. Harry Dwi Putra, M.Pd./STKIP Siliwangi
2. Ponco Setiono, S.E., M.Ak.,081320552201, email: conosepo@yahoo.com
3. Dr. Suryana Iskandar, M.Pd., 08122363561, email: suryanaiskandar@yahoo.com
4. Dra. Kusmarini, M.Pd., 08112290061, email: k_rien61@yahoo.com

Copyright @ 2016
PusatPengembangandanPemberdayaanPendidikdanTenagaKependidikan
BidangMesindanTeknikIndustri Bandung,
DirektoratJenderal Guru danTenagaKependidikan

HakCiptaDilindungiUndang-Undang
Dilarangmengcopysebagianataukeseluruhanisibukuiniuntukkepentingankomersiltanpaizintertulisdari
KementerianPendidikandanKebudayaan
GURU PEMBELAJAR

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN

MODUL PELATIHAN GURU

PEDAGOGIK - H

Penyusun:
Dr. Edison Ginting, M.M., email: gintngedison@yahoo.com
Dr. Yanto Permana, M.Pd., email: yantopermana@gmail.com

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
2016
KATA SAMBUTAN

Peran guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting sebagai kunci
keberhasilan belajar siswa. Guru profesional adalah guru yang kompeten
membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan
pendidikan yang berkualitas. Hal tersebut menjadikan guru sebagai komponen yang
menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam
peningkatan mutu pendidikan terutama menyangkut kompetensi guru.

Pengembangan profesionalitas guru melalui program Guru Pembelajar (GP)


merupakan upaya peningkatan kompetensi untuk semua guru. Sejalan dengan hal
tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui uji kompetensi guru
(UKG) untuk kompetensi pedagogik dan profesional pada akhir tahun 2015. Hasil
UKG menunjukkan peta kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam
penguasaan pengetahuan. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokkan menjadi
10 (sepuluh) kelompok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan
dalam bentuk pelatihan guru paska UKG melalui program Guru Pembelajar.
Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan
sumber belajar utama bagi peserta didik. Program guru pembelajar dilaksanakan
melalui pola tatap muka, daring (online), dan campuran (blended) tatap muka
dengan online.

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan


(PPPPTK), Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LP3TK
KPTK), dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS)
merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan
Tenaga Kependidikan yang bertanggung jawab dalam mengembangkan perangkat
dan melaksanakan peningkatan kompetensi guru sesuai bidangnya. Adapun
perangkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut adalah modul untuk program
Guru Pembelajar (GP) tatap muka dan GP online untuk semua mata pelajaran dan
kelompok kompetensi. Dengan modul ini diharapkan program GP memberikan
sumbangan yang sangat besar dalam peningkatan kualitas kompetensi guru.

Mari kita sukseskan program GP ini untuk mewujudkan Guru Mulia karena Karya.

Jakarta, Februari 2016


Direktur Jenderal
Guru dan Tenaga Kependidikan,

Sumarna Surapranata, Ph.D


NIP. 19590801 198503 2 001

TRIGONOMETRI
i
PEDAGOGI
KATA PENGANTAR

UndangUndang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan


Dosen mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru secara
berkelanjutan sebagai aktualisasi dari profesi pendidik. Program Guru Pembelajar
dilaksanakan bagi semua guru, baik yang sudah bersertifikasi maupun belum
bersertifikasi. Untuk melaksanakan Program Guru Pembelajar bagi guru, pemetaan
kompetensi telah dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) bagi semua guru di
di Indonesia. Dengan melihat hasil UKG dapat diketahui secara objektif kondisi guru
saat ini, dan data tersebut dapat digunakan untuk meningkatan kompetensi guru
tersebut.

Modul ini disusun sebagai materi utama dalam program peningkatan kompetensi
guru mulai tahun 2016 yang diberi nama program Guru Pembelajar. Program ini
disesuaikan dengan mata pelajaran/paket keahlian yang diampu oleh guru dan
kelompok kompetensi yang diindikasi perlu untuk ditingkatkan. Untuk setiap mata
pelajaran/paket keahlian telah dikembangkan sepuluh modul kelompok kompetensi
yang mengacu pada Standar Kompetensi Guru (SKG) dan indikator pencapaian
kompetensi (IPK) yang ada di dalamnya. Demikian pula soal-soal Uji Kompetensi
Guru (UKG) telah terbagi atas 10 kelompok kompetensi. Sehingga program Guru
Pembelajar yang ditujukan bagi guru berdasarkan hasil UKG diharapkan dapat
menjawab kebutuhan guru dalam peningkatan kompetensinya.

Sasaran program strategis pencapaian target RPJMN tahun 20152019 antara lain
adalah meningkatnya kompetensi guru dilihat dari Subject Knowledge dan
Pedagogical Knowledge yang diharapkan akan berdampak pada kualitas hasil
belajar siswa. Oleh karena itu, materi di dalam modul dirancang meliputi kompetensi
pedagogik yang disatuan dengan kompetensi professional sehingga diharapkan
dapat mendorong peserta diklat agar dapat langsung menerapkan kompetensi
pedagogiknya dalam proses pembelajaran sesuai dengan substansi materi yang
diampunya. Disamping dalam bentuk hard-copy, modul ini dapat diperoleh juga
dalam bentuk digital, sehingga guru dapat lebih mudah mengaksesnya kapan saja
dan dimana saja meskipun tidak mengikuti diklat secara tatap muka.

Kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam penyusunan modul program
Guru Pembelajar ini, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Cimahi, Februari 2016


Kepala PPPPTK BMTI,

Drs. Marthen Katte Patiung, M.M


NIP. 19590416 198603 1 002

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


ii
PEDAGOGI H
DAFTAR ISI

KATA SAMBUTAN ................................................................................................... i

KATA PENGANTAR................................................................................................ ii

DAFTAR ISI ........................................................................................................... iii

DAFTAR GAMBAR ................................................................................................. v

DAFTAR TABEL .................................................................................................... vi

PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1

A. Latar Belakang ................................................................................................. 1

B. Tujuan .............................................................................................................. 2

C. Peta Kompetensi .............................................................................................. 2

D. Ruang Lingkup ................................................................................................. 3

E. Cara Penggunaan Modul .................................................................................. 3

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 .............................................................................. 4

A. Tujuan ............................................................................................................ 4

B. Indikator Pencapaian Kompetensi .................................................................. 4

C. Uraian Materi ................................................................................................. 5

1. Prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar ............... 7

2. Aspek-Aspek penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar ................. 9

3. Prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar ..................... 14

4. Pengembangan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil


belajar ................................................................................................... 17

5. Administrasi dan Pelaporan Hasil Belajar .............................................. 30

6. Analisis hasil penilaian proses dan hasil belajar .................................... 38

7. Evaluasi proses dan hasil belajar .......................................................... 39

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


iii
PEDAGOGI H
D. Aktivitas Pembelajaran ................................................................................. 51

Aktivitas 1 : Prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar ............. 52

Aktivitas 2 : Prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar ......... 52

Aktivitas 3 : Pengembangan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan


hasil belajar ........................................................................................... 52

Aktivitas 4 :Analisis hasil penilaian proses dan hasil belajar ......................... 53

E. Latihan ......................................................................................................... 53

F. Rangkuman.................................................................................................. 53

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut.................................................................... 55

H. Kunci Jawaban Latihan .................................................................................. 55

I. EVALUASI ....................................................................................................... 61

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 65

GLOSARIUM ........................................................................................................ 66

LAMPIRAN............................................................................................................ 67

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


iv
PEDAGOGI H
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Peta Kompetensi Pedagogik ................................................................... 2

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


v
PEDAGOGI H
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Ranah dan Jenis Penilaian .................................................................... 17


Tabel 2. Contoh Format Pengamatan Sikap dalam Laboratorium IPA ................ 19
Tabel 3. Contoh Format Penilaian Diri untuk Aspek Sikap .................................. 20
Tabel 4. Contoh Format Penilaian Teman Sebaya .............................................. 21
Tabel 5. Contoh Format Penilaian Melalui Jurnal ................................................ 22
Tabel 6. Contoh Format Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan
Percakapan ........................................................................................... 24
Tabel 7. Contoh Format Instrumen Penilaian Praktik di Laboratorium ................. 25
Tabel 8. Contoh Format Instrumen Penilaian Praktik Olahraga Bola Volley ........ 26
Tabel 9. Contoh Format Rubrik untuk Menilai Projek .......................................... 27
Tabel 10. Contoh Penilaian Produk ....................................................................... 28
Tabel 11. Contoh Format Penilaian Portofolio ....................................................... 29
Tabel 12. Konversi Skor dan Predikat Hasil Belajar Untuk Setiap Ranah .............. 34
Tabel 13. Format Rapor Sekolah Menengah Kejuruan.......................................... 35

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


vi
PEDAGOGI H
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengembangan Guru Pembelajar sebagai salah satu strategi pembinaan guru
dan tenaga kependidikan diharapkan dapat menjamin guru dan tenaga
kependidikan mampu secara terus menerus memelihara, meningkatkan, dan
mengembangkan kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan kegiatan Guru Pembelajar akan mengurangi kesenjangan antara
kompetensi yang dimiliki guru dan tenaga kependidikan dengan tuntutan
profesional yang dipersyaratkan.

Guru dan tenaga kependidikan wajib melaksanakan Pengembangan Guru


Pembelajar baik secara mandiri maupun kelompok. Khusus untuk
Pengembangan Guru Pembelajar dalam bentuk diklat dilakukan oleh lembaga
pelatihan sesuai dengan jenis kegiatan dan kebutuhan guru. Penyelenggaraan
diklat Guru Pembelajar dilaksanakan oleh PPPPTK dan LPPPTK KPTK atau
penyedia layanan diklat lainnya. Untuk mempersiapkan kegiatan Guru
Pembelajar dalam bentuk diklat bagi guru-guru diperlukan adanya modul yang
tepat sesuai dengan tuntutan dari Permendinas no. 16 Tahun 2007 tentang
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Dari permendiknas tersebut,
standar kompetensi guru yang dikembangkan dari kompetensi pedagogik
memuat sepuluh kompetensi inti guru yang diantaranya memuat tentang
penguasaan konsep penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.

Modul ini merupakan bahan ajar yang dirancang untuk dapat dipelajari secara
mandiri oleh peserta diklat berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara
mengevaluasi yang disajikan secara sistematis dan menarik untuk mencapai
tingkatan kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya.

TRIGONOMETRI 1
PEDAGOGI
B. Tujuan
Modul ini ditujukan bagi peserta diklat Pengembangan Guru Pembelajar agar
dapat menguasai konsep penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar melalui
kegiatan diskusi dengan percaya diri.

C. Peta Kompetensi
Pada Gambar 1 dan Gambar 2 berikut dicantumkan daftar kompetensi pedagogik
dan dafttar kompetensi profesional sesuai dengan Permendiknas Nomor 16
Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru yang
akan ditingkatkan melalui proses belajar dengan menggunakan modul ini.

8.1 Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi


proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik
mata pelajaran yang diampu

8.2 Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar


yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai
dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu

8. Pemanfaatan Hasil
8.3 Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses
Penilaian dan
dan hasil belajar
Evaluasi untuk
Kepentingan 8.4 Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi
proses dan hasil belajar

8.5 Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil


belajar secara berkesinambungan dengan
mengunakan berbagai instrumen

8.6 Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil


belajar untuk berbagai tujuan

8.7 Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar

Gambar 1. Peta Kompetensi Pedagogik

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


2
PEDAGOGI H
D. Ruang Lingkup
Modul ini berisikan materi tentang pedagogi yang meliputi :
1. prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar;
2. aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan
dievaluasi;
3. prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar;
4. pengembangan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar;
5. pengadministrasian penilaian proses dan hasil belajar secara
berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrumen;
6. analisis hasil penilaian proses dan hasil belajar;
7. evaluasi proses dan hasil belajar.

E. Cara Penggunaan Modul


Untuk mempelajari modul ini, hal-hal yang perlu peserta diklat lakukan adalah
sebagai berikut:
1. Baca dan pelajari semua materi yang disajikan dalam modul ini,
2. Kerjakan soal-soal tes formatif dan cocokkan jawabannya dengan Kunci
Jawaban yang ada.
3. Jika ada bagian yang belum dipahami, diskusikanlah dengan rekan belajar
Anda. Jika masih menemui kesulitan, mintalah petunjuk
instruktor/widyaiswara.
4. Untuk mengukur tingkat penguasaan materi Kerjakan soal-soal Uji
Kompetensi di akhir bab dalam modul ini.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


3
PEDAGOGI H
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

Penilaian Dan Evaluasi Proses Dan Hasil Belajar

A. Tujuan

Tujuan dari penulisan materi dalam modul ini adalah:

1. Melalui membaca peserta diklat dapat menjelaskan tentang prinsip-prinsip


penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar dengan santun;

2. Melalui diskusi kelompok peserta diklat dapat mengidentifikasi aspek-aspek


proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi dengan
teliti;

3. Melalui tanya jawab peserta diklat dapat menentukan prosedur penilaian dan
evaluasi proses dan hasil belajar dengan percaya diri;

4. Melalui contoh peserta diklat dapat mengembangkan instrumen penilaian dan


evaluasi proses dan hasil belajar dengan penuh tanggungjawab;

5. Melalui kegiatan praktek peserta diklat dapat mengadministrasikan penilaian


dan evaluasi proses dan hasil belajar secara rinci;

6. Melalui data yang diperoleh peserta diklat dapat menganalisis hasil penilaian
dan evaluasi proses dan hasil belajar dengan cermat;

7. Melalui berbagai instrumen peserta diklat dapat melakukan evaluasi proses


dan hasil belajar dengan konsisten.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan
dievaluasi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) dianalisis sesuai dengan
karateristik kompetensi dasar paket keahlian (C4);

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


4
PEDAGOGI H
2. Aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan
dievaluasi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) ditentukan sesuai dengan
karateristik kompetensi dasar paket keahlian (C3);

3. Kaidah pengembangan instrument penilaian dan evaluasi proses dan hasil


belajar dianalisis dengan benar (C4);

4. Kisi-kisi dikembangkan sesuai dengan tujuan penilaian (C5);

5. Instrumen penilaian dikembangkan sesuai dengan kisi-kisi (C5);

6. Instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar divalidasi sesuai
dengan kaidah keilmuan (C5);

7. Evaluasi proses belajar dilakukan dengan menggunakan instrumen yang


telah ditetapkan;

8. Evaluasi hasil belajar dilakukan dengan menggunakan instrumen yang telah


ditetapkan.

C. Uraian Materi
Assesment pembelajaran mencakup tiga istilah yaitu pengukuran, penilaian dan
evaluasi. Pengukuran diartikan sebagai proses untuk menentukan luas atau
kuantitas sesuatu (Wondt, Edwin and G.W. Brown, 1957:1), pengukuran adalah
suatu usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu seperti apa adanya dan dapat
dikuantitaskan melalui tes atau cara lain. Penilaian dalam konteks hasil belajar
diartikan sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran.

Pengukuran merupakan gambaran yang bersifat kuantitatif (angka-angka)


tentang kemajuan belajar peserta didik. Evalusi dan penilaian lebih bersifat
kualitatif dan pada hakikatnya merupakan suatu proses membuat keputusan
tentang nilai suatu objek. Keputusan penilaian tidak hanya didasarkan kepada
hasil pengukuran, tetapi dapat pula didasarkan kepada hasil pengamatan dan
wawancara.

Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan


dan Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


5
PEDAGOGI H
membawa implikasi terhadap sistem penilaian, termasuk model dan teknik
penilaian proses dan hasil belajar peserta didik. Sejalan dengan itu berdasarkan
permendiknas nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru, penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar merupakan
salah satu kompetensi inti yang harus dikuasai guru.

Berkenaan dengan hal itu maka setiap guru dituntut kompeten dalam: 1)
Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai
dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu, 2) Menentukan aspek-aspek
proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran yang diampu, 3) Menentukan prosedur penilaian dan
evaluasi proses dan hasil belajar, 4) Mengembangkan instrumen penilaian dan
evaluasi proses dan hasil belajar, 5) Mengadministrasikan penilaian proses dan
hasil belajar secara berkesinambungan dengan mengunakan berbagai
instrumen, 6) Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk
berbagai tujuan, 7) Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.

Perubahan Kurikulum 2013 berwujud pada perubahan kompetensi lulusan, isi,


proses dan penilaian. Elemen utama perbaikan kurikulum 2013 dalam reformasi
penilaian adalah penerapan penilaian autentik, dan perubahan pada penulisan
buku rapor. Penilaian autentik merupakan suatu pendekatan penilaian yang
memungkinkan peserta didik mendemonstrasikan kemampuannya dalam
menyelesaikan tugas-tugas atau masalah, dengan mengekspresikan
pengetahuan dan keterampilan serta sikapnya sesuai kaidah-kaidah yang
berlaku di dunia nyata atau dunia kerja. Penilaian autentik berdampak terhadap
perubahan/penyesuaian terhadap teknik, instrumen dan proses penilaian yang
dilakukan selama ini. Penerapan penilaian autentik ini dapat dilakukan oleh guru
secara sendiri, secara tim, atau guru bekerja sama dengan peserta didik. Dalam
penilaian autentik sering kali pelibatan peserta didik sangat penting. Asumsinya
peserta didik dapat melakukan aktivitas belajar lebih baik ketika mereka tahu
bagaimana mereka akan dinilai.

Penilaian pembelajaran terhadap kompetensi siswa meliputi penilaian proses


dan hasil belajar. Penilaian proses pembelajaran dilakukan selama

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


6
PEDAGOGI H
pembelajaran berlangsung pada setiap pertemuan dan beberapa pertemuan
berikutnya sampai selesai dipelajarinya satu kompetensi dasar oleh siswa.
Penilaian proses pada setiap pertemuan dapat dilakukan pada awal, tengah atau
akhir pertemuan. Hasil penilaian proses pembelajaran yang dilakukan pada
setiap pertemuan memberi gambaran tentang hasil sementara dari siswa pada
pertemuan itu. Hasil penilaian ini menjadi acuan bagi guru dalam
menentukan langkah pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Dengan hasil itu
guru dapat memutuskan tentang kelanjutan dari rencana pembelajaran yang
telah disiapkan dapat diteruskan, disesuaikan atau diubah.

Penilaian hasil pembelajaran dilakukan minimal setelah satu kompetensi


dasar dipelajari. Bila muatan materi pada satu kompetensi dasar cukup padat,
penilaian hasil dapat dilakukan lebih dari satu kali. Fokus penilaian tidak harus
pada semua indikator pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan, namuan
dapat dipilih yang berkenaan dengan indikator esensial dan mencerminkan hasil
akhir pencapaian kompetensi dasarnya.

1. Prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil


belajar
Dalam melaksanakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar,
pendidik perlu memperhatikan prinsip-prinsip penilaian sebagai berikut:

a. Valid/sahih
Penilaian hasil belajar harus dapat mengukur pencapaian kompetensi
yang ditetapkan dalam standar isi (standar kompetensi dan kompetensi
dasar) dan standar kompetensi lulusan. Penilaian valid berarti menilai
apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai
untuk mengukur kompetensi.

b. Objektif
Penilaian hasil belajar tidak boleh dipengaruhi oleh subyektivitas penilai,
perbedaan latar belakang agama, sosial-ekonomi, budaya, bahasa,
gender, dan hubungan emosional.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


7
PEDAGOGI H
c. Transparan/terbuka
Penilaian hasil belajar harus bersifat terbuka artinya prosedur penilaian,
kriteria penilaian dan dasar pengambilan keputusan terhadap hasil
belajar peserta didik dapat diketahui oleh semua pihak yang
berkepentingan.

d. Adil
Penilaian hasil belajar tidak menguntungkan atau merugikan peserta
didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang
agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.

e. Terpadu
Penilaian hasil belajar oleh pendidik merupakan salah satu komponen
yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.

f. Menyeluruh dan berkesinambungan


Penilaian hasil belajar mencakup semua aspek kompetensi dengan
menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau
perkembangan kemampuan peserta didik.

g. Sistematis
Penilaian hasil belajar dilakukan secara berencana dan bertahap dengan
mengikuti langkah-langkah baku.

h. Akuntabel
Penilaian hasil belajar dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi
teknik, prosedur, maupun hasilnya.

i. Beracuan kriteria
Penilaian hasil belajar didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi
yang ditetapkan.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


8
PEDAGOGI H
2. Aspek-Aspek penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar
Aspek atau sasaran evaluasi adalah sesuatu yang dijadikan titik pusat
perhatian untuk diketahui statusnya berdasarkan pengukuran. Dalam dunia
pendidikan, ada tiga aspek yang menjadi sasaran evaluasi pembelajaran,
yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Ranah Kognitif
Aspek atau domain kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental
(otak). Menurut Bloom, segala upaya yang menyangkut otak adalah termasuk
dalam ranah kognitif. Dalam ranah kognitif terdapat enam jenjang proses
berpikir, mulai dari jenjang terendah sampai dengan jenjang yang paling
tinggi. Keenam jenjang dmaksud adalah (1) pengetahuan, hafalan, ingatan
(knowledge), (2) pemahaman (comprehension), (3) penerapan (application),
(4) analisis (analysis), (5) sintesis (synthesis), dan (6) penilaian (evaluation).

1) Pengetahuan adalah kemampuan seseorang untuk mengingat-ingat


kembali (recall) atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, gejala,
rumus-rumus, dan lain-lain tanpa mengharapkan kemampuan untuk
menggunakannya. Pengetahuan atau ingatan ini merupakan tingkat
berpikir yang paling rendah. Salah satu contoh hasil belajar kognitif pada
jenjang pengetahuan adalah peserta didik dapat menghafal surat al-'Ashr,
menerjemahkan dan menuliskannya kembali secara baik dan benar,
sebagai salah satu materi pelajaran kedisiplinan yang diberikan guru
Pendidikan Agama Islam di sekolah. Contoh lainnya, peserta didik dapat
mengingat kembali peristiwa kelahiran Rasulullah saw.

2) Pemahaman adalah kemampuan seseorang untuk mengerti dan


memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan
kata lain, memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat
melihatnya dari berbagai segi. Seorang peserta didik dapat dikatakan
memahami sesuatu apabila dia dapat memberikan penjelasan yang rinci
tentang sesuatu tersebut dengan menggunakan kata-katanya sendiri.
Pemahaman merupakan tingkat berpikir yang setingkat lebih tinggi dari
ingatan atau hafalan. Salah satu contoh hasil belajar ranah kognitif pada

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


9
PEDAGOGI H
jenjang pemahaman adalah peserta didik dapat menguraikan tentang
makna kedisiplinan yang terkandung dalam surat al-'Ashr secara lancer
dan jelas.

3) Penerapan atau aplikasi adalah kesanggupan seseorang untuk


menerapkan atau menggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun
metode-metode, prinsip-prinsip, rumus, teori dan lain-lain dalam situasi
yang baru dan kongkrit. Aplikasi atau penerapan ini adalah tingkat berpikir
yang setingkat lebih tinggi daripada pemahaman. Salah satu contoh hasil
belajar kognitif jenjang aplikasi adalah peserta didik mampu memikirkan
tentang penerapan konsep kedisiplinan yang diajarkan oleh Islam dalam
kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun di
masyarakat.

4) Analisis adalah kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan


suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan
mampu memahami hubungan di antara bagian-bagian tersebut. Taraf
berpikir analisis adalah setingkat lebih tinggi daripada taraf berpikir
aplikasi. Contoh hasil belajar analisis adalah peserta didik dapat
merenung dan memikirkan dengan baik tentang wujud nyata kedisiplinan
seorang siswa sehari-hari di rumah, di sekolah, dan di masyarakat
sebagai bagian dari ajaran Islam.

5) Sintesis adalah kemampuan berpikir yang merupakan kebalikan dari


proses berpikir analisis. Sintesis merupakan suatu proses berpikir yang
memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis, sehingga
menjelma menjadi suatu pola yang berstruktur atau berbentuk pola baru.
Taraf berpikir sintesis kedudukannya setingkat lebih tinggi daripada taraf
berpikir analisis. Salah satu contoh hasil belajar kognitif pada taraf
sintesis adalah peserta didik mampu menulis karangan tentang
pentingnya kedisiplinan sebagaimana telah diajarkan oleh Islam. Dalam
karangannya itu, peserta didik juga dapat mengemukakan secara jelas
gagasan-gagasannya sendiri atau orang lain, data-data atau informasi
lain yang mendukung pentingnya kedisiplinan.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


10
PEDAGOGI H
6) Penilaian atau penghargaan atau evaluasi merupakan jenjang berpikir
paling tinggi dalam ranah kognitif menurut taksonomi Bloom. Penilaian
atau evaluasi merupakan kemampuan seseorang untuk membuat
pertimbangan terhadap suatu situasi, nilai, atau ide. Misalnya, jika
seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan maka dia akan mampu
memilih satu pilihan yang terbaik sesuai dengan patokan-patokan atau
criteria yang ada. Contoh hasil belajar kognitif taraf evaluasi adalah
peserta didik mampu mengidentifikasi manfaat kedisiplinan dan mudharat
kemalasan sehingga pada akhirnya dia berkesimpulan dan menilai bahwa
kedisiplinan di samping merupakan perintah Allah swt juga merupakan
kebutuhan manusia itu sendiri.

Keenam jenjang taraf berpikir kognitif ini bersifat kontinum dan overlap atau
tumpang tindih, di mana taraf berpikir yang lebih tinggi meliputi taraf berpikir
yang ada di bawahnya.

Ranah afektif
Taksonomi untuk ranah afektif dikembangkan pertama kali oleh David R.
Krathwohl dan kawan-kawan (1974) dalam bukunya yang berjudul Taxonomy
of Educational Objectives: Affective Domain. Ranah afektif adalah ranah yang
berkaitan dengan sikap dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap
seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki
penguasaan kognitif yang tinggi. Cirri-ciri hasil belajar afektif akan tampak
pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku, seperti perhatiannya
terhadap mata pelajaran PAI, kedisiplinan dalam mengikuti pembelajaran
PAI, motivasinya yang tinggi untuk tahu lebih banyak tentang materi PAI,
penghargaan dan rasa hormat terhadap guru PAI, dan lain-lain.

Ranah afektif ini oleh Krathwohl dan kawan-kawan dirinci ke dalam beberapa
jenjang atau taraf afektif, yaitu (1) penerimaan (receiving), (2) penanggapan
(responding), (3) menilai (valuing), (4) mengorganisasikan (organization), dan
(5) karakterisasi dengan nilai atau kompleks nilai (characterization by a value
orang value complex).

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


11
PEDAGOGI H
1) Receiving atau attending adalah kepekaan seseorang dalam menerima
rangsangan atau stimulus dari luar yang datang kepada dirinya dalam
bentuk masalah, situasi, gejala, dan lain-lain. Termasuk dalam jenjang ini
adalah kesadaran dan keinginan untuk menerima stimulus, mengontrol
dan menyeleksi gejala-gejala atau rangsangan yang dating. Receiving
atau attending juga sering diartikan sebagai kemauan untuk
memperhatikan suatu kegiatan atau suatu objek. Pada jenjang ini,
peserta didik dibina agar mereka bersedia menerima nilai yang diajarkan
kepada mereka, dan mereka mau menggabungkan diri ke dalam nilai itu,
atau mengidentikkan diri dengan nilai itu. Contoh hasil belajar afektif
taraf receiving adalah peserta didik menyadari bahwa disiplin wajib
ditegakkan, sifat malas dan tidak berdsiiplin harus disingkirkan.

2) Responding atau menanggapi mengandung arti "adanya partisipasi


aktif". Jadi, kemampuan responding adalah kemampuan yang dimiliki
seseorang untuk mengikutsertakan dirinya secara aktif dalam fenomena
tertentu dan membuat reaksi terhadapnya dengan cara tertentu. Jenjang
ini setingkat lebih tinggi daripada receiving. Contoh hasil belajar ranah
afektif jenjang responding adalah peserta didik tumbuh hasratnya untuk
mempelajari lebih jauh ajaran-ajaran Islam tentang kedisiplinan.

3) Valuing artinya memberikan nilai atau penghargaan terhadap suatu


kegiatan atau objek, sehingga apabila kegiatan itu tidak dikerjakan,
dirasakan akan membawa kerugian atau penyesalan. Valuing
merupakan taraf afektif yang setingkat lebih tinggi daripada responding.
Terkait dengan proses pembelajaran, peserta didik tidak hanya mau
menerima nilai yang diajarkan tetapi telah mampu untuk menilai konsep
atau fenomena, yaitu baik-buruk. Apabila peserta didik telah mampu
untuk mengatakan bahwa "itu baik atau itu buruk" maka dia sudah
mampu untuk melakukan penilaian. Nilai itu sudah mulai
diinternalisasikan ke dalam dirinya, yang selanjutnya bersifat stabil dan
menetap dalam dirinya. Contoh hasil belajar afektif taraf valuing adalah
tumbuhnya kemauan yang kuat dalam diri peserta didik untuk berlaku

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


12
PEDAGOGI H
disiplin, baik di rumah, sekolah, maupun di masyarakat karena didasari
keyakinan dan penilaian bahwa hidup disiplin adalah baik.

4) Organization artinya mempertemukan perbedaan nilai sehingga


terbentuk nilai baru yang lebih universal, yang membawa kepada
perbaikan umum. Mengatur atau mengorganisasikan merupakan
pengembangan dari nilai ke dalam satu sistem organisasi, termasuk di
dalamnya hubungan satu nilai dengan nilai yang lain, pemantapan dan
prioritas nilai yang telah dimilikinya. Contoh hasil belajar afektif taraf
organization adalah peserta didik mendukung penegakkan disiplin
nasional yang dicanangkan oleh pemerintah. Mengatur atau
mengorganisasikan ini merupakan taraf afektif yang setingkat lebih tinggi
daripada valuing.

5) Characterization by a value complex yakni keterpaduan semua sistem


nilai yang telah dimiliki seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian
dan tingkah lakunya. Di sini proses internalisasi nilai telah menempati
tempat yang tinggi dalam suatu hirarki nilai. Nilai itu telah tertanam
secara konsisten dalam sistemnya dan telah mempengaruhi emosinya.
Ini adalah tingkatan afektif tertinggi karena sikap batin peserta didik telah
benar-benar bijaksana. Dia telah memiliki filsafat hidup yang mapan. Jadi
pada taraf afektif ini, peserta didik telah memiliki sistem nilai yang mapan
dan mengontrol tingkah lakunya untuk suatu waktu yang cukup lama,
sehingga membentuk karakteristik "pola hidup". Tingkah lakunya
menetap, konsisten, dan dapat diramalkan. Contoh hasil belajar afektif
ranah terakhir ini adalah peserta didik telah memiliki kebulatan sikap.
Wujudnya, peserta didik menjadikan perintah Allah swt dalam surat al-
'Ashr sebagai pegangan hidupnya dalam hal yang menyangkut
kedisiplinan, baik di rumah, sekolah, maupun di masyarakat.

Ranah Psikomotor
Ranah psikomotor adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan atau
kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar
tertentu. Hasil belajar ranah psikomotor dikemukakan oleh Simpson (1956)

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


13
PEDAGOGI H
yang menyatakan bahwa hasil belajar psikomotor ini tampak dalam bentuk
keterampilan dan kemampuan bertindak individu. Hasil belajar kognitif dan
afektif akan menjadi hasil belajar psikomotor apabila peserta didik telah
menunjukkan perilaku atau perbuatan tertentu sesuai dengan makna yang
terkandung dalam ranah kognitif dan afektifnya.

Sebagai contoh wujud nyata hasil belajar psikomotor untuk tema kedisiplinan
dapat berupa:
Peserta didik bertanya kepada guru PAI tentang contoh-contoh
kedisiplinan yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw, para sahabat, dan
ulama.

Peserta didik mencari dan membaca buku, majalah, dan sumber


informasi lain yang memuat tentang tema kedisiplinan.

Peserta didik dapat memberikan penjelasan kepada siapapun tentang


pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan.

Peserta didik menganjurkan kepada siapapun untuk berperilaku hidup


disiplin.

Peserta didik dapat memberikan contoh perilaku kedisiplinan dalam


bentuk mentaati peraturan, beribadah, belajar dan lain-lain di manapun
dia berada.

3. Prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar


Mengingat pentingnya penilaian dalam menentukan kualitas pembelajaran,
maka upaya merencanakan dan melaksanakan penilaian hendaknya
memperhatikan beberapa prosedur penilaian. Prosedur penilaian yang
dimaksudkan antara lain adalah sebagai berikut :

a. Mengkaji Materi Pembelajaran


Tahap pertama yang harus dilakukan guru sebagai penilai adalah
mempelajari dan mengkaji materi pembelajaran dari satu atau lebih
kompetensi dasar. Kajian materi ini dapat dilakukan melalui beberapa

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


14
PEDAGOGI H
referensi untuk memperoleh bahan secara komprehensif dari beragam
sumber dengan bertolak pada kompetensi yang diharapkan.

b. Memilih Teknik Penilaian


Tahap kedua Guru memilih atau menentukan teknik penilaian sesuai
dengan kebutuhan pengukuran. Secara garis besar, teknik penilaian
dapat digolongkan menjadi dua, yaitu penilaian melalui tes dan non tes.
Dalam menentukan keakuratan perlu dipertimbangkan pemilihan teknik,
yaitu tingkat ke-akurat-an dan kepraktisan penyusunan dalam setiap butir
soal/instrumen.

c. Perumusan Kisi Kisi


Tahap ketiga merumuskan dan membuat matrik kisi-kisi sesuai dengan
teknik penilaian yang telah ditentukan. Kisi-kisi merupakan deskripsi
mengenai informasi dan ruang lingkup dari materi pembelajaran yang
digunakan sebagai pedoman untuk menulis soal atau matriks soal
menjadi tes. Pembuatan kisi-kisi memiliki tujuan untuk menentukan ruang
lingkup dalam menulis soal agar menghasilkan perangkat tes yang
sesuai dengan indikator.

Kisi kisi dibuat berdasarkan kompetensi dasar dan indikator yang ingin
dicapai serta bentuk tes yang akan diberikan kepada peserta
didik. Tes dapat berbentuk tes objektif benar-salah, pilihan ganda
atau tes uraian serta non tes berupa penilaian afektif dan psikomotorik.

Kisi-kisi berfungsi sebagai pedoman dalam penulisan soal dan perakitan


tes. Dengan adaya kisi-kisi penulisan soal menjadi terarah, komprehensif
dan representatif. Dengan pedoman kepada kisi-kisi penyusunan soal
menjadi lebih mudah dan dapat menghasilkan soal-soal yang sesuai
dengan tujuan tes.

d. Penulisan Butir Soal


Tahap keempat, guru menulis dan membuat butir-butir soal/instrumen
yang sesuai dengan kisi-kisi dan bentuk soal/instrumen yang telah
ditentukan. Bila guru menggunakan teknik non tes, maka

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


15
PEDAGOGI H
diperlukan untuk membuat pedoman pengisian instrumen. Misalnya
untuk observasi atau wawancara.

e. Penimbangan/Review

Dalam tahap ini, butir soal dan atau pedoman yang telah disusun guru,
ditimbang secara rasional (analisis rasional oleh guru); dibaca, ditelaah
dan dikaji kembali butir-butir soal dan atau pedoman yang dibuat telah
memenuhi persyaratan.

f. Perbaikan
Pedoman diperbaiki sesuai dengan hasil pertimbangan yang didasarkan
kepada pemikiran kemudahan peserta didik untuk memahami isi dari
kalimat yang diberikan.

g. Uji-coba dan Penggandaan.


Uji-coba terhadap instrumen ditujukan untuk menentukan apakah butir
soal/isntrumen yang dibuat telah memenuhi kriteria yang dituntut, tingkat
ketetapan, ketepatan, tingkat kesukaran dan daya pembeda yang
memadai. Untuk bentuk non tes kriteria yang dituntut adalah tingkat
ketepatan (validitas) dan ketetapan (reliabilitas) sehingga diperoleh
perangkat alat tes ataupun non tes yang baku (standar)

h. Diuji (diteskan)
Setelah diperoleh perangkat alat tes ataupun non tes yang memenuhi
persyaratan, maka perangkat tersebut diorganisasikan, disusun
berdasarkan pada bentuk-bentuk atau model-model soal bagi perangkat
tes, dan untuk perangkat non tes. Setelah perangkat tes maupun non tes
digandakan kemudian siap untuk diujikan.

i. Pemberian Skor
Lembar jawaban peserta didik dikumpulkan dan disusun berdasarkan
nomer induk peserta didik untuk memudahkan dalam memasukkan skor
peserta didik. Kemudian dilakukan pemberian skor sesuai dengan kunci
jawaban, sehingga diperoleh skor setiap peserta didik. Untuk bentuk soal

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


16
PEDAGOGI H
objektif diberi skor 1 jika benar dan 0 jika salah, sedangkan skor bentuk
essay bergantung kepada tingkat kesulitan soal. Untuk menafsirkan siapa
yang lulus dan tidak lulus bergantung pada batas lulus yang
dipergunakan oleh guru.

j. Putusan.
Setelah pengelolaan, sampai pada menafsirkan, guru memperoleh
putusan akhir dari kegiatan penilaian. Putusan yang diambil diharapkan
obyektif sesuai dengan aturan.

4. Pengembangan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan


hasil belajar
Instrumen penilaian yang akan dipergunakan harus dikembangkan oleh guru.
Teknik dan instrumen yang dapat digunakan untuk menilai kompetensi pada
aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan disajikan dalam Tabel 1.1

Tabel 1. Ranah dan Jenis Penilaian

Gradasi
Ranah/Lingkup Jenis Periode Waktu
/Taksonomi
Setiap
Pengamatan
menerima, Pertemuan
Sikap menanggapi,
menghargai, Penilaian Diri periode
Spriritual, Sosial
menghayati, Penilaian Teman periode
mengamalkan
Jurnal insidental
Tes tulisan UH, UTS, UAS
Pengetahuan mengingat, Tes
Faktual, memahami, lisan/observasi UH, UTS, UAS
Konseptual, menerapkan, diskusi
menganalisis,
Prosedural, mengevaluasi, Non tes Tugas UH, UTS, UAS
Metakognitif mencipta
Sebelum
Penilaian Diri
Ulangan

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


17
PEDAGOGI H
Gradasi
Ranah/Lingkup Jenis Periode Waktu
/Taksonomi
Setiap KD ,
Abstrak: Kinerja/Praktik
UTS, UAS
mengamati,
menanya, Kelompok KD,
mencoba, Produk
UTS, UAS
Keterampilan menalar, menyaji
Konkret: meniru, Kelompok KD,
Abstrak, Konkret Proyek
melakukan, UTS, UAS
menguraikan,
merangkai, Kelompok KD,
Portofolio
memodifikasi, UTS, UAS
mencipta Sebelum Uji
Penilaian Diri
Keterampilan

a. Penilaian Kompetensi Sikap

Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan
kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga
sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh
seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi perubahan perilaku
atau tindakan yang diharapkan. Ada beberapa cara yang dapat
digunakan untuk menilai sikap peserta didik, antara lain melalui
observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan penilaian melalui
jurnal, hasil akhir dihitung berdasarkan modus.

1) Observasi

Sikap dan perilaku keseharian peserta didik direkam melalui


pengamatan menggunakan format yang berisi sejumlah indikator
perilaku, baik yang terkait dengan mata pelajaran maupun secara
umum. Pengamatan terhadap sikap dan perilaku yang terkait dengan
mata pelajaran dilakukan oleh guru yang bersangkutan selama
proses pembelajaran berlangsung, seperti: ketekunan belajar,
percaya diri, rasa ingin tahu, kerajinan, kerjasama, kejujuran, disiplin,
peduli lingkungan, dan selama peserta didik berada di sekolah atau
bahkan di luar sekolah selama perilakunya dapat diamati guru.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


18
PEDAGOGI H
Tabel 2. Contoh Format Pengamatan Sikap dalam Laboratorium IPA

Aspek perilaku yang dinilai Sko Ket.


No Nama r
Bekerja Rasa ingin Peduli
Disiplin
sama tahu lingkungan
1 Andi 3 4 3 2 12
2 Badu
3 ....

Catatan: Kolom Aspek perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut.
1 = kurang
2 = cukup
3 = baik
4 = sangat baik
Format di atas dapat digunakan pada mata pelajaran lain dengan menyesuaikan aspek
perilaku yang ditetapkan pada tujuan pembelajaran.

2) Penilaian diri (self assessment)


Penilaian diri digunakan untuk memberikan penguatan
(reinforcement) terhadap kemajuan proses belajar peserta didik.
Penilaian diri berperan penting bersamaan dengan bergesernya
pusat pembelajaran dari guru ke peserta didik yang didasarkan pada
konsep belajar mandiri (autonomous learning). Untuk menghilangkan
kecenderungan peserta didik menilai diri terlalu tinggi dan subyektif,
penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif.
Untuk itu penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan
melalui langkah-langkah sebagai berikut.
a) Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri.
b) Menentukan kompetensi yang akan dinilai.
c) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
d) Merumuskan format penilaian, dapat berupa daftar tanda cek,
atau skala penilaian.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


19
PEDAGOGI H
Tabel 3. Contoh Format Penilaian Diri untuk Aspek Sikap

3) Penilaian teman sebaya (peer assessment)

Penilaian teman sebaya atau antarpeserta didik merupakan teknik


penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai
terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan
berupa lembar pengamatan antarpeserta didik. Penilaian teman
sebaya dilakukan oleh peserta didik terhadap 3 (tiga) teman sekelas
atau sebaliknya. Format yang digunakan untuk penilaian sejawat
dapat menggunakan format seperti contoh pada penilaian diri.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


20
PEDAGOGI H
Tabel 4. Contoh Format Penilaian Teman Sebaya

Skala
No Pernyataan
1 2 3 4
1. Teman saya berkata benar, apa adanya kepada orang lain
2. Teman saya mengerjakan sendiri tugas-tugas sekolah
Teman saya mentaati peraturan (tata-tertib) yang
3.
diterapkan
4. Teman saya memperhatikan kebersihan diri sendiri
Teman saya mengembalikan alat kebersihan,
5. pertukangan, olah raga, laboratorium yang sudah selesai
dipakai ke tempat penyimpanan semula
Teman saya terbiasa menyelesaikan pekerjaan sesuai
6.
dengan petunjuk guru
Teman saya menyelesaikan tugas tepat waktu apabila
7.
diberikan tugas oleh guru
8. Teman saya berusaha bertutur kata yang sopan kepada
orang lain
9. Teman saya berusaha bersikap ramah terhadap orang lain
10 Teman saya menolong teman yang sedang mendapatkan
kesulitan
11 ........

Keterangan :
1 = Sangat jarang
2 = Jarang
3 = Sering
4 = Selalu

4) Penilaian melalui jurnal (anecdotal record)


Jurnal merupakan rekaman catatan guru dan/atau tenaga
kependidikan di lingkungan sekolah tentang sikap dan perilaku positif
atau negatif, di luar proses pembelajaran mata pelajaran.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


21
PEDAGOGI H
Tabel 5. Contoh Format Penilaian Melalui Jurnal

JURNAL
Nama :.........................
Kelas :.........................
Hari, tanggal Kejadian Keterangan

b. Penilaian Kompetensi Pengetahuan


1) Tes tertulis.
Bentuk soal tes tertulis, yaitu:
a) memilih jawaban, dapat berupa:
pilihan ganda
dua pilihan (benar-salah, ya-tidak)
menjodohkan
sebab-akibat
b) mensuplai jawaban, dapat berupa:
isian atau melengkapi
jawaban singkat atau pendek
uraian

Soal tes tertulis yang menjadi penilaian otentik adalah soal-soal yang
menghendaki peserta didik merumuskan jawabannya sendiri, seperti
soal-soal uraian. Soal-soal uraian menghendaki peserta didik
mengemukakan atau mengekspresikan gagasannya dalam bentuk
uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri, misalnya
mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan.
Kelemahan tes tertulis bentuk uraian antara lain cakupan materi yang
ditanyakan terbatas dan membutuhkan waktu lebih banyak dalam
mengoreksi jawaban.

2) ObservasiTerhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan.


Penilaian terhadap pengetahuan peserta didik dapat dilakukan
melalui observasi terhadap diskusi, tanya jawab, dan percakapan.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


22
PEDAGOGI H
Teknik ini adalah cerminan dari penilaian otentik. Ketika terjadi
diskusi, guru dapat mengenal kemampuan peserta didik dalam
kompetensi pengetahuan (fakta, konsep, prosedur) seperti melalui
pengungkapan gagasan yang orisinal, kebenaran konsep, dan
ketepatan penggunaan istilah/fakta/prosedur yang digunakan pada
waktu mengungkapkan pendapat, bertanya, atau pun menjawab
pertanyaan.

Seorang peserta didik yang selalu menggunakan kalimat yang baik


dan benar menurut kaedah bahasa menunjukkan bahwa yang
bersangkutan memiliki pengetahuan tata bahasa yang baik dan
mampu menggunakan pengetahuan tersebut dalam kalimat-kalimat.
Seorang peserta didik yang dengan sistematis dan jelas dapat
menceritakan misalnya hukum Pascal kepada teman-temannya, pada
waktu menyajikan tugasnya atau menjawab pertanyaan temannya
memberikan informasi yang sahih dan otentik tentang
pengetahuannya mengenai hukum Pascal dan mengenai penerapan
hukum Pascal jika yang bersangkutan menjelaskan bagaimana
hukum Pascal digunakan dalam kehidupan (bukan mengulang cerita
guru, jika mengulangi cerita dari guru berarti yang bersangkutan
memiliki pengetahuan). Seorang peserta didik yang mampu
menjelaskan misalnya pengertian pasar, macam dan jenis pasar
serta kaitannya dengan pemasaran memberikan informasi yang valid
dan otentik tentang pengetahuan yang dimilikinya tentang konsep
pasar. Seorang peserta didik yang mampu menceritakan dengan
kronologis tentang suatu peristiwa sejarah merupakan suatu bukti
bahwa yang bersangkutan memiliki pengetahuan dan keterampilan
berpikir sejarah tentang peristiwa sejarah tersebut. Seorang peserta
didik yang mampu menjelaskan makna lambang negara Garuda
Pancasila merupakan suatu bukti bahwa yang bersangkutan memiliki
pengetahuan dan keterampilan berpikir tentang kandungan nilai-nilai
kebangsaan dan cinta tanah air.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


23
PEDAGOGI H
Tabel 6. Contoh Format Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan
Pernyataan
Nama Pengungkapan Ketepatan
Peserta Kebenaran dan lain
gagasan yang penggunaan
Didik konsep sebagainya
orisinal istilah
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
A
B
C
....
Keterangan: diisi dengan ceklis ( )

3) Penugasan
Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang
dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik
tugas.

c. Penilaian Kompetensi Keterampilan


Kompetensi keterampilan terdiri atas keterampilan abstrak dan
keterampilan kongkret.Penilaian kompetensi keterampilan dapat
dilakukan dengan menggunakan:

1) Kinerja/Praktik
Penilaian kinerja atau praktik dilakukan dengan penilaian kinerja,
yaitu dengan cara mengamati kegiatan peserta didik dalam
melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai
ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan
tugas tertentu seperti: praktikum di laboratorium, praktik ibadah,
praktik olahraga, presentasi, bermain peran, memainkan alat musik,
bernyanyi, dan membaca puisi/ deklamasi.
Penilaian kinerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut.
Langkah-langkah kinerja yang perlu dilakukan peserta didik untuk
menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja
tersebut.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


24
PEDAGOGI H
Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk
menyelesaikan tugas.
Kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga
dapat diamati.
Kemampuan yang akan dinilai selanjutnya diurutkan berdasarkan
langkah-langkah pekerjaan yang akan diamati.
Pengamatan kinerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk
menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Misalnya untuk
menilai kemampuan berbicara yang beragam dilakukan pengamatan
terhadap kegiatan-kegiatan seperti: diskusi dalam kelompok kecil,
berpidato, bercerita, dan wawancara. Dengan demikian, gambaran
kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Contoh untuk menilai
kinerja di laboratorium dilakukan pengamatan terhadap penggunaan
alat dan bahan praktikum. Untuk menilai praktik olahraga, seni dan
budaya dilakukan pengamatan gerak dan penggunaan alat olahraga,
seni dan budaya. Untuk mengamati kinerja peserta didik dapat
menggunakan instrumen sebagai berikut:

a) Daftar cek

Dengan menggunakan daftar cek (diisi dengan tanda V), peserta


didik mendapat nilai bila kriteria penguasaan kompetensi tertentu
dapat diamati oleh penilai.

Tabel 7. Contoh Format Instrumen Penilaian Praktik di Laboratorium


Aspek yang dinilai
Membaca
Nama Menggunakan Member- Menyimpan alat
prosedur
Peserta didik jas lab sihkan alat pada tempatnya
kerja
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Andi
.....

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


25
PEDAGOGI H
b) Skala Penilaian (Rating Scale)

Penilaian kinerja yang menggunakan skala penilaian


memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap
penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara
kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala
penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat
sempurna. Misalnya: 1 = kurang, 2 = cukup, 3 = baik, dan 4 =
sangat baik.

Tabel 8. Contoh Format Instrumen Penilaian Praktik Olahraga Bola Volley

Nama Keterampilan yang dinilai


peserta didik Cara Cara Cara Cara Cara
service passing passing smash blok/membendun
atas bawah g
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Anton
Bertha
Charles
Dono
.....

Keterangan: diisi dengan tanda cek ().


Kategori penilaian: 1 = kurang, 2 = cukup, 3 = baik, dan 4 = sangat baik.

2) Projek
Penilaian projek dapat digunakan untuk mengetahui, misalnya
tentang pemahaman, kemampuan mengaplikasi, kemampuan
menyelidiki dan kemampuan menginformasikan suatu hal secara
jelas. Penilaian projek dilakukan mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, sampai pelaporan. Untuk itu, guru perlu menetapkan
hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan desain,
pengumpulan data, analisis data, dan penyiapan laporan tertulis/lisan.
Untuk menilai setiap tahap perlu disiapkan kriteria penilaian atau
rubrik.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


26
PEDAGOGI H
Tabel 9. Contoh Format Rubrik untuk Menilai Projek

Kriteria dan Skor


Aspek
1 2 3 4
Persiapan Jika memuat Jika memuat Jika memuat Jika memuat
tujuan, topik, tujuan, topik, tujuan, topik, tujuan, topik,
dan alasan alasan, dan alasan, tempat alasan, tempat
tempat penelitian, dan penelitian, res
penelitian responden ponden, dan daf
tar pertanyaan
Pelaksanaan Jika data Jika data Jika data Jika data
diperoleh tidak diperoleh diperoleh diperoleh
lengkap, tidak kurang lengkap, lengkap,
terstruktur, dan lengkap, kurang terstruktur, dan
tidak sesuai kurang terstruktur, dan sesuai tujuan
tujuan terstruktur, dan kurang sesuai
kurang sesuai tujuan
tujuan
Pelaporan Jika Jika Jika Jika
Secara pembahasan pembahasan pembahasan pembahasan
Tertulis data tidak data kurang data kurang data sesuai
sesuai tujuan sesuai tujuan sesuai tujuan tujuan penelitian
penelitian dan penelitian, penelitian, dan membuat
membuat membuat membuat simpulan dan
simpulan tapi simpulan dan simpulan dan saran yang
tidak relevan saran tapi saran tapi relevan
dan tidak ada tidak relevan kurang relevan
saran

3) Produk
Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik
membuat produk-produk pengetahuan, teknologi, dan seni, seperti:
makalah, karangan, puisi, makanan (contoh: tempe, kue, asinan,
baso, dan nata de coco), pakaian, sarana kebersihan (contoh: sabun,
pasta gigi, cairan pembersih dan sapu), alat-alat teknologi (contoh:
adaptor ac/dc dan bel listrik), hasil karya seni (contoh: patung, lukisan
dan gambar), dan barang-barang terbuat dari kain, kayu, keramik,
plastik, atau logam.

Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu


diadakan penilaian yaitu:

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


27
PEDAGOGI H
Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik
dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan,
dan mendesain produk.
Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian
kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan
bahan, alat, dan teknik.
Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk
yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan,
misalnya berdasarkan sistematika, tampilan, bahasa, isi, fungsi
dan estetika.
Penilaian produk biasanya menggunakan cara analitik atau holistik.
Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya
dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua
tahap proses pengembangan (tahap: persiapan, pembuatan
produk, penilaian produk).
Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk,
biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk.

Tabel 10. Contoh Penilaian Produk

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


28
PEDAGOGI H
4) Portofolio
Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya peserta didik
secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir
suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru
dan peserta didik sendiri. Berdasarkan informasi perkembangan
tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan
kemampuan peserta didik dan terus menerus melakukan perbaikan.
Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan dinamika
kemampuan belajar peserta didik melalui sekumpulan karyanya,
antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar, foto,
lukisan, resensi buku/literatur, laporan penelitian, sinopsis dan karya
nyata individu peserta didik yang diperoleh dari pengalaman.Berikut
hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian
portofolio.
Peserta didik merasa memiliki portofolio sendiri
Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan
Kumpulkan dan simpan hasil kerja peserta didik dalam 1 map
atau folder
Beri tanggal pembuatan
Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja peserta didik
Minta peserta didik untuk menilai hasil kerja mereka secara
berkesinambungan
Bagi yang kurang beri kesempatan perbaiki karyanya, tentukan
jangka waktunya
Bila perlu, jadwalkan pertemuan dengan orang tua

Tabel 11. Contoh Format Penilaian Portofolio

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


29
PEDAGOGI H
5) Tertulis
Selain menilai kompetensi pengetahuan, penilaian tertulis juga
digunakan untuk menilai kompetensi keterampilan, seperti menulis
karangan, menulis laporan, dan menulis surat.

5. Administrasi dan Pelaporan Hasil Belajar


Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga
dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik
terhadap standar yang telah ditetapkan.
Pendidik melakukan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik pada
setiap topik seluruh KD. Hasil penilaian oleh pendidik setiap semester perlu
diolah untuk diadministrasikan ke dalam buku laporan hasil belajar (rapor).
Nilai rapor merupakan gambaran pencapaian kemampuan peserta didik
dalam satu semester. Nilai sikap, pengetahuan dan keterampilan dalam rapor
diperoleh dari berbagai jenis penilaian dengan teknik dan perhitungan yang
telah dirumuskan seperti yang tertera pada dokumen Model Penilaian Hasil
Belajar dan Laporan Pencapaian Kompetensi Peserta Didik SMK yang
diterbitkan Kemendikbud.

a. Pengolahan Penilaian Pengetahuan:

Contoh: Perhitungan nilai rapor pengetahuan seorang peserta didik pada


mata pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik
NH = 3,2
UTS = 2,8
UAS = 3,0
Nilai Rapor = (3,2+2,8+2,6) : 3 = 8,6: 3 *) = 2,86 ;
Ditulis pada rapor nilai Angka 2,86 dan nilai predikat B
*)Acuan pengolahan nilai lebih lanjut mengacu pada Petunjuk Teknis dari
Direktorat PSMK

Deskripsi :
Berdasarkan hasil penilaian Dewi memperoleh nilai predikat B untuk
mata pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik dan telah menyelesaikan

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


30
PEDAGOGI H
seluruh kompetensi yaitu menerapkan konsep listrik (arus dan potensial
listrik), menentukan bahan-bahan listrik, menentukan sifat rangkaian
listrik arus searah dan rangkaian peralihan, menerapkan teorema
rangkaian listrik arus searah, menentukan daya dan energi listrik,
menentukan kondisi operasi pengukuran arus dan tegangan listrik,
menentukan kondisi operasi pengukuran tahanan (resistan) listrik,
menentukan kondisi operasi pengukuran daya, energi, dan faktor daya.

b. Pengolahan Penilaian Keterampilan

Pengolahan Nilai Rapor untuk Keterampilan menggunakan penilaian


kuantitatif dengan skala 1 - 4 (kelipatan 0,33), dengan 2 (dua) desimal:
Contoh: Penghitungan Nilai Keterampilan seorang peserta didik pada
mata Pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik.
Nilai Praktik = optimum 3,3
Nilai Projek = 3,1
Nilai Portofolio = optimum 3,2
Nilai Rapor = (3,3+3,1+3,2) : 3 = 9,6 : 3 *) = 3,2
Yang ditulis pada rapor adalah nilai Angka 3.2 dan nilai predikat B+
*)Acuan pengolahan nilai lebih lanjut mengacu pada Petunjuk Teknis dari
Direktorat PSMK

Deskripsi:
Berdasarkan hasil penilaian Dewi memperoleh nilai predikat B+ untuk
pada mata pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik telah menyelesaikan
hampir seluruh kompetensi yaitu mendemonstrasikan konsep listrik
(gejala fisik arus listrik dan potensial listrik), memeriksa bahan-bahan
listrik, memeriksa sifat elemen pasif dalam rangkaian listrik arus searah
dan rangkaian peralihan, menganalisis rangkaian listrik arus searah,
memeriksa daya dan energi listrik, memeriksa kondisi operasi
pengukuran arus dan tegangan listrik, memeriksa kondisi operasi
pengukuran arus dan tegangan listrik, tetapi masih ada kompetensi yang
perlu lebih ditingkatkan lagi terutama untuk kompetensi memeriksa
kondisi operasi pengukuran tahanan listrik.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


31
PEDAGOGI H
c. PengolahanPenilaian Sikap

Penilaian Sikap dalam mata pelajaran diperoleh dari hasil penilaian


observasi (penilaian proses), penilaian diri sendiri, penilaian antarteman,
dan jurnal catatan guru. Untuk penilaian Sikap Spiritual dan Sosial (KD
dari KI-1 dan KI-2) menggunakan nilai Kualitatif sebagai berikut:
SB = Sangat Baik = 4
B = Baik = 3
C = Cukup = 2
K = Kurang = 1

Contoh: Perhitungan nilai rapor sikap seorang peserta didik pada mata
pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik :
Nilai Observasi = 3
Nilai diri sendiri = 4
Nilai antar teman = 3
Nilai Jurnal = 3
Nilai Rapor = 3; 4; 3; 3 = 3 ; Nilai Predikat = Baik
Yang ditulis pada rapor adalah predikat (B).

Deskripsi:
Berdasarkan hasil penilaian Dewi memperoleh nilai predikat Baik pada
mata pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik telah memiliki sikap
spiritual, jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, dan
santun dengan sangat baik. Sedangkan sikap percaya diri perlu lebih
ditingkatkan.

d. Pelaporan Pencapaian Hasil Belajar

1) Prinsip Pelaporan
Pelaporan hasil belajar dilakukan oleh Pendidik. Pelaporan hasil
belajar oleh Pendidik diberikan dalam bentuk laporan hasil semua

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


32
PEDAGOGI H
bentuk penilaian. Pelaporan hasil belajar merupakan hasil
pengolahan oleh Pendidik dengan menggunakan kriteria:
Laporan pencapaian kompetensi sikap dinyatakan dalam
deskripsi kualitas berdasarkan modus dari batas minimal3,00 atau
predikat Baik (B)..
Laporan pencapaian kompetensi pengetahuan untuk
kemampuan berpikir pada berbagai tingkat pengetahuan
dinyatakan dalam predikat berdasarkan skorrerata dari batas
minimal (2,67) atau huruf B-,.
Laporan pencapaian kompetensiketerampilan dinyatakan dalam
deskripsi kemahiran berdasarkan capaian optimum dari batas
minimal (2,67) atau huruf B-,.

Pelaporan hasil belajar oleh Pendidik digunakan oleh Satuan


Pendidikan untuk mengisi Rapor pada akhir semester. Rapor berisi
laporan capaian hasil belajar dalam bentuk nilai dan deskripsi.

2) Skor dan Nilai


Penilaian kompetensi hasil belajar mencakup kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan dapat secara terpisah
tetapi dapat juga melalui suatu kegiatan atau peristiwa penilaian
dengan instrumen penilaian yang sama. Untuk masing-masing
kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) digunakan
penyekoran dan pemberian predikat yang berbeda sebagaimana
tercantum dalam tabel berikut.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


33
PEDAGOGI H
Tabel 12. Konversi Skor dan Predikat Hasil Belajar Untuk Setiap Ranah
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Modus Predikat Skor Rerata Predikat Capaian Optimum Predikat
SB 3.85 4.00 A 3.85 4.00 A
4,00
(Sangat Baik) 3.51 3.84 A- 3.51 3.84 A-
3.18 3.50 B+ 3.18 3.50 B+
B
3,00 2.85 - 3.17 B 2.85 - 3.17 B
(Baik)
2.51 2.84 B- 2.51 2.84 B-
2.18 2.50 C+ 2.18 2.50 C+
C
2,00 1.85 2.17 C 1.85 2.17 C
(Cukup)
1.51 1.84 C- 1.51 1.84 C-
K 1.18 1.50 D+ 1.18 1.50 D+
1,00
(Kurang) 1.00 1.17 D 1.00 1.17 D

Catatan :
Nilai akhir yang diperoleh untuk ranah sikap diambil dari nilai modus (nilai yang terbanyak
muncul). Nilai akhir untuk ranah pengetahuan diambil dari nilai rerata. Nilai akhir untuk ranah
keterampilan diambil dari nilai optimal (nilai tertinggi yang dicapai).

3) Bentuk Laporan
Laporan hasil pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik dalam
bentuk sebagai berikut.
Pelaporan oleh Pendidik
Laporan hasil penilaian oleh pendidik dapat berbentuk laporan
hasil ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir
semester.
Pelaporan oleh Satuan Pendidikan
Rapor yang disampaikan oleh pendidik kepada kepala
sekolah/madrasah dan pihak lain yang terkait (misal: wali kelas,
guru Bimbingan dan Konseling, dan orang tua/wali). Pelaporan
oleh Satuan Pendidikan meliputi:
hasil pencapaian kompetensi dan/atau tingkat kompetensi kepada
orangtua/wali peserta didik dalam bentuk buku rapor;
pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas
pendidikan kabupaten/kota dan instansi lain yang terkait; dan

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


34
PEDAGOGI H
hasil ujian Tingkat Kompetensi kepada orangtua/wali peserta didik
dan dinas pendidikan.

4) Nilai Untuk Rapor


Hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor berupa:
untuk ranah sikap menggunakan skor modus 1,00 4,00 dengan
predikat Kurang (K), Cukup (C), Baik (B), dan Sangat Baik (SB);
untuk ranah pengetahuan menggunakan skor rerata 1,00 4,00
dengan predikat D A.
untuk ranah keterampilan menggunakan skor optimum 1,00 4,00
dengan predikat D A.

5) Format Rapor
Format rapor untuk SMK/MAK disajikan pada TABEL 1.13 berikut.

Tabel 13. Format Rapor Sekolah Menengah Kejuruan

Pengetahuan Keterampilan Sikap Sosial dan Spiritual


No Mata Pelajaran
Nilai Predikat Nilai Predikat Dalam Mapel Antar Mapel
Kelompok A (Umum)
1 Pendidikan Agama Diisi Diisi dengan Diisi Diisi SB, B, C, K Disimpulkan
dan Budi Pekerti dengan nilai D - A dengan dengan (diisi oleh secara utuh
(Nama guru) angka 1,00 angka nilai D - A guru Mapel) dari sikap
4,00 1,00 peserta didik
4,00 dalam Mapel
2 Pendidikan (Deskripsi
Pancasila dan Koherensi)
Kewarganegaraan (diisi oleh
(Nama guru) Wali Kelas
3 Bahasa Indonesia berdasarkan
(Nama guru) hasil diskusi
4 Matematika dengan
(Nama guru) semua guru
5 Sejarah Indonesia kelas terkait)
(Nama guru)
6 Bahasa Inggris
(Nama guru)
Kelompok B (Umum)
1 Seni Budaya
(Nama guru)
2 Pendidikan Jasmani,
Olahraga, dan
Kesehatan
(Nama guru)

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


35
PEDAGOGI H
Pengetahuan Keterampilan Sikap Sosial dan Spiritual
No Mata Pelajaran
Nilai Predikat Nilai Predikat Dalam Mapel Antar Mapel
3 Prakarya dan
Kewirausahaan
(Nama guru)
Kelompok C (Peminatan)
I. Dasar Bidang Keahlian
1 Mata Pelajaran
(Nama guru)
2 Mata Pelajaran
(Nama guru)
3 Mata Pelajaran
(Nama guru)
II. Dasar Program Keahlian
1 Mata Pelajaran
(Nama guru)
2 Mata Pelajaran
(Nama guru)
3 Mata Pelajaran
(Nama guru)
4 Mata Pelajaran
(Nama guru)
III. Paket Keahlian
1 Mata Pelajaran
(Nama guru)
2 Mata Pelajaran
(Nama guru)
3 Mata Pelajaran
(Nama guru)
4 Mata Pelajaran
(Nama guru)
IV. Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat (Diisi sesuai dengan minat siswa)
1 Mata Pelajaran
(Nama guru)
2 Mata Pelajaran
(Nama guru)

Catatan: SB: Sangat Baik; B: Baik; C: Cukup; K: Kurang.

Deskripsi :
No. Mata Pelajaran Kompetensi Catatan
Kelompok A (Umum)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
3 Bahasa Indonesia Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
4 Matematika Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


36
PEDAGOGI H
No. Mata Pelajaran Kompetensi Catatan
5 Sejarah Indonesia Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
6 Bahasa Inggris Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
Kelompok B (Umum)
1 Seni Budaya Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Sikap sosial dan spiritual
Kesehatan Pengetahuan
(Nama guru) Keterampilan
3 Prakarya dan Kewirausahaan Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
Kelompok C (Peminatan)
I. Dasar Bidang Keahlian
1 Mata Pelajaran Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
2 Mata Pelajaran Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
3 Mata Pelajaran Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
II. Dasar Program Keahlian
1 Mata Pelajaran Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
2 Mata Pelajaran Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
3 Mata Pelajaran Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
4 Mata Pelajaran Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
III. Paket Keahlian
1 Mata Pelajaran Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
2 Mata Pelajaran Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
3 Mata Pelajaran Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
4 Mata Pelajaran Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
IV. Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat (Diisi sesuai dengan minat siswa)
1 Mata Pelajaran Sikap sosial dan spiritual

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


37
PEDAGOGI H
No. Mata Pelajaran Kompetensi Catatan
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan
2 Mata Pelajaran Sikap sosial dan spiritual
(Nama guru) Pengetahuan
Keterampilan

Catatan:
Untuk mata pelajaran yang belum tuntas pada semester berjalan, dituntaskan
melalui pembelajaran remedi sebelum memasuki semester berikutnya.
Dinyatakan tidak naik kelas bila terdapat 3 mata pelajaran atau lebih, pada
kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan/atau sikap belum tuntas/belum baik.

6. Analisis hasil penilaian proses dan hasil belajar


Hasil penilaian belajar dianalisis untuk mendapatkan umpan balik tentang
berbagai komponen dalam proses pembelajaran. Analisis hasil penilaian
dilakukan dengan memperhatikan nilai yang diperolehsiswa pada ulangan
harian (tes tertulis, lisan, praktik/perbuatan dan sikap, tugas,
produk),ulangan tengah semester (tes tertulis, lisan, praktik/perbuatan dan
sikap, tugas dan produk), ulangan akhir semester (tes tertulis, lisan,
praktik/perbuatan dan sikap, tugas dan produk), dan ulangan kenaikan
kelas (tes tertulis, lisan, praktik/perbuatan dan sikap, tugas dan pruduk).
Analisis untuk ulangan harian dan tengah semester ditekankan untuk
memperoleh informasi tentang latar belakang dan faktor penyebab mengapa
siswa memperoleh nilai kurang. Bagi anak yang memperoleh nilai kurang dari
batas nilai minimal ketuntasan belajar akan diberi remedial, sedang bagi
anak yang nilainya telah mencapai batas ketuntasan akan
diberikan pengayaan.

Analisis untuk ulangan akhir semester, ulangan harian dan tengah semester
untuk menentukan nilai di rapor semester satu. Sedangkan analisis ulangan
kenaikan kelas, nilai ulangan harian, dan tengah semester dipergunakan
untuk menentukan nilai rapor semester dua dan kenaikan kelas. Selain itu
analisis dilakukan untuk mengetahui ketuntasan belajar.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


38
PEDAGOGI H
7. Evaluasi proses dan hasil belajar
a. Pengertian Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Atau Pengajaran
Evaluasi proses adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan
sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar atau
pengajaran yang telah dilaksanakan. Dari sedikit uraian tersebut dapat
disimpulkan bahwa suatu proses belajar atau pengajaran perlu dilakukan
evaluasi supaya mengetahui tingkat kecapaian tujuan yang telah
direncanakan sehingga dalam proses pengajaran ini menghasilkan
peserta didik yang mempunyai aspek kognitif, afektif dan psikomotorik
yang tinggi serta berdampak pula terhadap kemajuan bangsa.

Evaluasi Penilaian hasil belajar adalah kegiatan atau cara yang ditujukan
untuk mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran dan juga
proses pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap ini seorang guru
dituntut memiliki kemampuan dalam menentukan pendekatan dan cara-
cara evaluasi, penyusunan alat-alat evaluasi, pengolahan, dan
penggunaan hasil evaluasi.
Pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai
komponen yang saling berinteraksi dalam usaha mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan. Setiap proses pembelajaran
berlangsung, penting bagi seorang guru maupun peserta didik untuk
mengetahui tercapai tidaknya tujuan tersebut. Hal ini hanya dapat
diketahui jika guru melakukan evaluasi, baik evaluasi terhadap proses
maupun produk pembelajaran.

Evaluasi memiliki arti lebih luas daripada penilaian. Dengan kata lain di
dalam evaluasi tercakup di dalamnya penilaian. Siapapun yang
melakukan tugas mengajar, perlu mengetahui akibat dari pekerjaannya.
Pendidik harus mengetahui sejauhmana peserta didik telah menyerap
dan menguasai materi yang telah diajarkan. Sebaliknya, peserta didik
juga membutuhkan informasi tentang hasil pekerjaannya. Hal ini hanya
dapat diketahui jika seorang pendidik (guru) melakukan evaluasi.
Sebelum melakukan evaluasi, maka guru harus melakukan penilaian

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


39
PEDAGOGI H
yang didahului dengan pengukuran. Pengukuran hasil belajar adalah
cara pengumpulan informasi yang hasilnya dapat dinyatakan dalam
bentuk angka yang disebut skor. Penilaian hasil belajar adalah cara
menginterpretasikan skor yang diperoleh dari pengukuran dengan
mengubahnya menjadi nilai dengan prosedur tertentu dan
menggunakannya untuk mengambil keputusan.

Sebenarnya penilaian hasil belajar sudah mencakup pengukuran hasil


belajar, sehingga instrumen atau alat pengukuran sering disebut sebagai
instrumen atau alat penilaian. Ada sebagian ahli pendidikan
menyamakan arti evaluasi dengan penilaian, tetapi
sesungguhnya evaluasi memiliki arti yang lebih luas, yaitu penggunaan
hasil penilaian untuk mengambil keputusan, seperti untuk menentukan
kelulusan, penempatan, penjurusan, dan perbaikan program.

Evaluasi hasil belajar merupakan serangkaian kegiatan untuk


memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan
hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan
berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam
pengambilan keputusan. Jadi, evaluasi mencakup penilaian sekaligus
pengukuran, namun alat evaluasi sering disebut juga alat
penilaian. Pendekatan atau cara yang dapat digunakan untuk melakukan
evaluasi atau penilaian hasil belajar adalah melalui Penilaian Acuan
Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP).

PAN adalah cara penilaian yang tidak selalu tergantung pada jumlah soal
yang diberikan atau penilaian dimasudkan untuk mengetahui kedudukan
hasil belajar yang dicapai berdasarkan norma kelas. Siswa yang paling
besar skor yang didapat di kelasnya, adalah siswa yang memiliki
kedudukan tertinggi di kelasnya. Sedangkan PAP adalah cara penilaian,
dimana nilai yang diperoleh siswa tergantung pada seberapa jauh tujuan
yang tercermin dalam soal-soal tes yang dapat dikuasai siswa. Nilai
tertinggi adalah nilai sebenarnya berdasarkan jumlah soal tes yang

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


40
PEDAGOGI H
dijawab dengan benar oleh siswa. Dalam PAP ada passing grade atau
batas lulus, apakah siswa dapat dikatakan lulus atau tidak berdasarkan
batas lulus yang telah ditetapkan. Pendekatan PAN dan PAP dapat
dijadikan acuan untuk memberikan penilaian dan memperbaiki sistem
pembelajaran. Kemampuan lainnya yang perlu dikuasai guru pada
kegiatan evaluasi atau penilaian hasil belajar adalah menyusun alat
evaluasi. Alat evaluasi meliputi: tes tertulis, tes lisan, dan tes perbuatan.

Seorang guru dapat menentukan alat tes tersebut sesuai dengan materi
yang disampaikan. Bentuk tes tertulis yang banyak dipergunakan guru
adalah ragam benar/ salah, pilihan ganda, menjodohkan, melengkapi,
dan jawaban singkat. Tes lisan adalah soal tes yang diajukan dalam
bentuk pertanyaan lisan dan langsung dijawab oleh siswa secara lisan.
Tes ini umumya ditujukan untuk mengulang atau mengetahui
pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan
sebelumnya. Tes perbuatan adalah tes yang dilakukan guru kepada
siswa, dalam hal ini siswa diminta melakukan atau memperagakannya.

b. Kualitas dan Ciri-ciri Proses Evaluasi yang Baik

1) Validitas
Validitas merupakan kualitas yang menunjukkan hubungan antara
suatu pengukuran (diagnosis) dengan arti atau tujuan kriteria belajar
atau tingkah laku.
2) Reliabilitas (Keandalan)
Reliabilitas merupakan kualitas yang menunjukkan kemantapan
ekuivalensi atau stabilitas suatu pengukuran yang dilakukan.
3) Obyektivitas
Obyektivitas adalah kualitas yang menunjukkan identitas atau
kesamaan dari skor-skor atau diagnosis-diagnosis yang diperoleh
dari data yang sama dan dari penskor-penskor kompeten yang sama.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


41
PEDAGOGI H
c. Proses Evaluasi
4) Proses Evaluasi Tes
Tes adalah suatu alat atau prosedur yang disistimatis dan objektif
untuk memperoleh data atau keterangan yang diinginkan tentang
seseorang dengan cara yang tepat dan tepat.
Proses tes adalah suatu proses dalam evaluasi yang digunakan
untuk mengetahui hasil belajar murid dengan mempergunakan alat
tes. Menurut Hendyat Soetopo jenis tes, terdiri dari:
a) Dilihat dari sifatnya:
(1) Tes verbal, yaitu tes yang menggunakan bahasa sebagai alat
untuk melaksanakan tes.
(2) Tes non verbal, yaitu tes yang tidak menggunakan bahasa
sebagai alat untuk melaksanakan tes, tetapi menggunakan
gambar, memberikan tugas.
b) Dilihat dari tujuannya:
(1) Tes bakat yaitu tes yang digunakan untuk menyelidiki bakat
seseorang
(2) Tes intelegensi yaitu tes yang dilakukan untuk mengetahui
kecerdasan seseorang.
(3) Tes prestasi belajar yaitu tes yang dilakukan untuk
mengegtahui prestasi seorang murid dari mata pelajaran yang
diberikan
(4) Tes diagnosik yaitu tes yang digunakan untuk menggali
kelemahan atau problem yang dihadapi murid
(5) Tes sikap yaitu tes yang dilakukan untuk mengetahui sikap
seseorang murid terhadap sesuatu
(6) Tes minat yaitu tes yang digunakan untuk mengetahui minat
murid terhadap hal-hal yang disukai.
c) Dilihat dari pembuatannya:
(1) Tes standar yaitu tes yang dibakukan mengandung prosedur
yang seragam untuk menentukan nilai dan administrasinya.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


42
PEDAGOGI H
(2) Tes buatan guru yaitu tes yang dibuat oleh guru untuk
kepentingan prestasi belajar.
d) Dilihat dari bentuk soalnya:
(1) Tes uarian (essay) yaitu tes yang bentuk soalnya sedemikian
rupa sehingga memberi kesempatan kepada murid untuk
menjawab secara bebas dengan uraian.
(2) Tes obyektif yaitu tes yang bentuk soalnya hanya memerlukan
waban singkat sehingga tidak memungkinkan murid
menjawab secara terurai.
e) Ditinjau dari objeknya:
(1) Tes individual yaitu suatu tes yang dalam pelaksanaannya
memerlukan waktu yang cukup panjang.
(2) Tes kelompok yaitu tes yang dilakukan terhadap beberapa
murid dalam waktu yang sama.

5) Proses Evaluasi Non Tes


Proses non tes adalah alat penilaian yang dilakukan tanpa melalui
tes. Tes ini digunakan untuk menilai karakteristik lain dari murid.
Adapun proses non tes dapat dilakukan dengan cara:
a) Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan
secara sistematis dan sengaja melalui proses pengamatan dan
pendekatan terhadap gejala-gejala yang diselidiki.
Fungsi observasi untuk memperoleh gambaran dan pengetahuan
serta pemahaman mengenai diri murid, serta untuk menunjang
dan melengkapi bahan-bahan yang diperoleh melalui interview.
Jenis observasi antara lain:
(1) Observasi partisipasi, umumnya dipergunakan untuk
penelitian yang bersifat eksplorasi.
(2) Observasi sistematik, sebelum mengadakan observasi
terlebih dahulu dibuat kerangka tentang berbagai faktor dan
ciri-ciri yang akan diobservasi.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


43
PEDAGOGI H
(3) Observasi eksperimental, adalah suatu observasi yang
membuat variasi situasi untuk menimbulkan tingkah laku
tertentu dan situasi tersebut dibuat sengaja.

b) Interview (wawancara)
Wawancara adalah alat pengumpulan data yang dilakukan secara
bertatap muka bertujuan untuk menjaring data dan informasi
murid dengan jalan bertanya secara lisan dan langsung kepada
sumber data (murid) ataupun kepada orang lain.
Jenis wawancara, yaitu:
(1) Wawancara jabatan, ialah wawancara yang ditujukan untuk
mencocokkan seorang calon pegawai dengan pekerjaan yang
tepat
(2) Wawancara informatif, ialah wawancara yang ditujukan untuk
memperoleh data atau memberikan informasi
(3) Wawasan disipliner, ialah wawancara yang ditujukan untuk
menuntut perubahan tingkahlaku seseorang kearah kegiatan
yang diinginkan pewawancara
(4) Wawancara penyuluhan, ialah wawancara yang bertujuan
untuk memberikan bantuan kepada individu dalam
memecahkan masalah

c) Problem Checklist (Daftar Cek Masalah)


Daftar cek masalah adalah seperangkat pertanyaan yang
menggambarkan jenis-jenis masalah yang mungkin
dihadapi murid.
Alasan menggunakan daftar cek masalah yaitu, efisiensi karena
dengan menggunakan daftar cek masalah data yang diperoleh
akan lebih banyak dalam waktu yang relative singkat. Selain itu
juga, menggunakan daftar cek masalah lebih intensif karena data
yang diperoleh lebih diteliti, mendalam dan luas. Serta daftar cek

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


44
PEDAGOGI H
masalah valid dan reliable, maka secara langsung individu yang
bersangkutan akan dapat mencek yang ada pada dirinya.

d) Angket (kuesioner)
Angket (kuesioner) adalah seperangkat pertanyaan yang harus
dijawab oleh responden yang digunakan untuk mengubah
berbagai keterangan yang langsung diberikan oleh responden.
Angket sebagai alat pengumpul data mempunyai cirri khas yang
membedakan dengan alat pengumpul data yang lainnya, yaitu
terletak pada pengumpulan data yang melalui daftar pertanyaan
tertulis yang disusun dan disebarkan untuk mendapatkan
informasi atau keterangan dari sumber data yang berupa orang.

e) Sosiometri-sosiogram
Sosiometri adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mengukur
hubungan social di dalam kelompoknya. Sosiometri digunakan
untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok, untuk
mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya, serta
memiliki kesukaran seseorang terhadap teman-temannya dalam
kelompok baik dalam kegiatan belajar, bermain, bekerja dengan
kegiatan-kegiatan kelompok lainnya.
Kegunaan sosiometri yaitu memperbaiki hubungan insane
diantara anggota-anggota kelompok, menentukan kelompok kerja
tertentu, meneliti kemampuan memimpin seseorang dalam
kelompok, untuk mengatur tempat duduk dalam kelas, untuk
mengetahui perpecahan kelompok dalam masyarakat

d. Penyusunan Tes Hasil Belajar

Dalam pengukuran hasil belajar kita memerlukan alat-alat yang


digunakan dalam pengukuran seperti tes. Jika tes yang akan digunakan
sudah tersedia dan cukup memenuhi syarat maka kita tinggal memilih
tes yang telah tersedia. Tetapi apabila tes tersebut belum ada maka kita

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


45
PEDAGOGI H
harus menyusun sendiri tes yang akan dipergunakan. Dalam
penyusunan tes hasil belajar ada beberapa langkah yang harus
ditempuh, seperti:

1) Menyusun Layout
Suatu tes hasil belajar baru dapat dikatakan tes yang baik apabila
materi yang tercantum dalam item-item tes tersebut merupakan
pilihan yang cukup mewakili terhadap materi pelajaran yang
diungkapkan dalam item-item suatu hasil belajar, hanya menyangkut
sebagian kecil dari keseluruhan materi yang dikuasai oleh murid-
murid.

Untuk mendapatkan suatu tes hasil belajar yang cukup mewakili


terhadap bahan yang ditetapkan dapat dilakukan dengan
mengadakan analisa rasional. Artinya kita mengadakan analisa
berdasarkan fikiran-fikiran yang logis, bahan-bahan apa yang perlu
kita kemukakan dalam suatu tes, sehingga tes yang kita susun
tersebut benar-benar merupakan pilihan yang mewakili terhadap
ketentuan yang terdapat pada sumber-sumber tertentu seperti: tujuan
pengajaran, rencana pengajaran, buku-buku pedoman, dan
ketentuan-ketentuan lainnya.
Dalam layout ada hal penting yang perlu dicantumkan, yaitu:
a) Ruang lingkup dari pengetahuan yang akan diukur sesuai dengan
rencana pelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum
b) Proporsi jumlah item dari pada tiap-tiap sub materi. Proporsi
jumlah item untuk tiap-tiap sub materi hendaknya sesuai dengan
proporsi dari pada luas masing-masing sub materi.
c) Jenis pengetahuan atau aspek proses mental yang hendak
diukur, seperti: aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
d) Bentuk tipe tes yang akan dipergunakan lebih dari satu bentuk.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


46
PEDAGOGI H
2) Menulis Soal

Setelah kita menyusun layout, maka langkah selanjutnya adalah


menuliskan pertanyaan-pertanyaan. Untuk menuliskan soal-soal yang
baik harus berpedoman kepada sasaran-sasaran atau tujuan
pengajaran dalam penyusunan item untuk tiap-tiap tipe tes.
Banyaknya item yang ditulis hendaknya lebih banyak daripada yang
diperlukan, sehingga dapat memilih item yang lebih baik.

3) Menata Soal
Setelah soal-soal yang diperlukan untuk suatu tindakan evaluasi
mencukupi maka langkah selanjutnya ialah mengatur soal-soal
tersebut. Dalam pengaturan ini kita kelompokkan soal-soal itu
menurut bentuknya, seperti pilihan ganda, essay, dan menjodohkan.
Disamping pengaturan menurut bentuknya, soal itu hendaknya diatur
pula menurut taraf kesukarannya dari mulai taraf ringan, sedang,
sampai taraf berat.

4) Menetapkan Skor
Langkah selanjutnya yaitu, menetapkan besarnya skor yang diberikan
untuk setiap item. Artinya kita tetap beberapa skor yang akan
diberikan untuk setiap jawaban murid. Cara menskor yang banyak
dilakukan adalah memberikan skor satu untuk setiap jawaban yang
betul. Namun kerap kali diperlukan cara pemberian skor lain pula,
misalnya untuk menghindari terjadinya pemberian skor yang
terlampau rendah atau terlampau tinggi untuk pertanyaan-pertanyaan
tertentu. Dalam hal ini dipergunakan skor yang sebelumnya telah
ditetapkan besarnya, yaitu yang mengenai prinsip-prinsip pokok
disediakan skor yang lebih besar daripada pertanyaan-pertanyaan
yang kurang penting.

5) Reproduksi Tes
Setelah semua langkah-langkah tersebut diatas dilampaui, maka
langkah terakhir adalah memproduksi tes. Reproduksi ini dapat dalam

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


47
PEDAGOGI H
bentuk ketikan atau cetakan. Jumlah reproduksi kita sesuaikan
dengan jumlah kebutuhan.

6) Analisa empiris terhadap suatu tes hasil belajar


Apabila suatu tes telah selesai kita laksanakan maka hasil-hasil yang
ditimbulkan oleh tes tadi kita adakan analisa. Analisa yang kita
lakukan setelah suatu tes selesai dilaksanakan adalah untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
a) Bagaimanakah kualitas daripada item-item yang kita gunakan?
b) Apakah item-item tersebut sudah cukup baik atau belum?
c) Kalau belum dimana letak kelemahannya?
d) Apakah item tersebut masih bisa direvisi atau harus dihapus?

Analisa semacam ini disebut analisa empiris. Dengan analisa empiris


ini dapat kita ketahui apakah tes yang kita susun itu sudah
merupakan tes yang baik atau belum? Dengan analisa empiris ini
dapat diketahui item-item mana yang perlu diubah atau diperbaiki
bahkan dihapus, dan item-item mana yang baik dipergunakan untuk
selanjutnya.
umumnya suatu tes hasil belajar baru merupakan tes yang baik,
setelah diadakan revisi beberapa kali, berdasarkan hasil-hasil analisa
empiris. Oleh karena itu, analisa empiris perlu dialakukan melaui
analisa empiris ini akan diketahui kelemahan-kelemahan dari suatu
item yang kita gunakan yang selanjutnya kelemahan-kelemahan
tersebut diperbaiki.
Dengan analisa empiris yang berulang kali kita lakukan akan
mendapatkan item-item tes yang cukup baik. Item-item yang cukup baik
ini dapat kita simpan dalam bank soal dan dapat digunakan untuk
keperluan evaluasi selanjutnya.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


48
PEDAGOGI H
e. Evaluasi Hasil Belajar
Evaluasi hasil belajar dapat dilakukan dengan penilaian kelas, tes
kemampuan dasar, penilaian akhir satuan pendidikan dan sertifikasi, bench
marking dan penilaian program.

1) Penilaian Kelas
Penilaian kelas dilakukan dengan ulangan harian, ulangan umum dan
ujian akhir. Ulangan Harian dilakukan setiap selesai proses
pembelajaran dalam satuan bahasan atau kompetensi tertentu.
Ulangan harian ini terdiri dari seperangkat soal yang harus dijawab
para peserta didik, dan tugas tugas terstruktur yang berkaitan
dengan konsep yang sedang di bahas. Ulangan harian minimal
dilakukan tiga kali dalam satu semester. Ulangan harian ini, terutama
ditujukan untuk memperbaiki modul dan program pembelajaran,
tetapi tidak menutup kemungkinan digunakan untuk tujuan tujuan
lain, misalnya sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan nilai
bagi para peserta didik.
Ulangan umum dilaksanakan setiap akhir semester, dengan bahan
yang diujikan sebagai berikut :
a) Ulangan umum semester pertama soalnya diambil dari materi
semester pertama.
b) Ulangan umum semester kedua soalnya merupakan gabungan
dari materi semester pertama dan semester kedua, dengan
penekanan pada materi semester kedua.

Ulangan umum dilaksanakan secara bersama untuk kelas kelas


paralel, dan pada umumnya dilakukan ulangan umum bersama baik
tingkat rayon, kecamatan, kodya / kabupaten maupun provinsi. Hal
ini, dilakukan terutama dimaksudkan untuk meningkatkan
pemerataan mutu pendidikan dan untuk menjaga keakuratan soal
soal yang diujikan. Di samping untuk menghemat tenaga dan biaya,
pengembangan soal bisa dilakukan oleh bang soal, dan bisa

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


49
PEDAGOGI H
dipergunakan secara berulang ulang selama soal tersebut masih
layak dipergunakan.
Ujian akhir dilakukan pada akhir program pendidikan. Bahan bahan
yang diujikan meliputi seluruh materi modul yang telah diberikan,
dengan penekanan pada bahan bahan yang telah diberikan. Hasil
evaluasi akhir ini terutama digunakan untuk menentukan kelulusan
bagi setiap peserta didik dan layak tidaknya untuk melanjutkan
pendidikan pada tingkat diatasnya. Penilaian kelas dilakukan oleh
guru untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik,
mendiagnosa kesulitan belajar, memberikan umpan balik untuk
perbaikan proses pembelajaran dan penentuan kenaikan kelas.

2) Tes Kemampuan Dasar


Tes Kemampuan Dasar dilakukan untuk mengetahui kemapuan
membaca, menulis dan berhitung yang diperlukan dalam rangka
memperbaiki program pembelajaran (program remedial). Tes
kemampuan dasar dilakukan pada setiap tahun.

3) Penilaian Akhir Satuan Pendidikan dan Sertifikasi


Pada setiap akhir semester dan tahun pelajaran diselenggarakan
kegiatan penilaian guna mendapatkan gambaran secara utuh dan
menyeluruh mengenai ketuntasan belajar peserta didik dalam satuan
waktu tertentu. Untuk keperluan sertifikasi, kinerja dan hasil belajar
yang dicantumkan dalam Surat Tanda Tamat Belajar atau Ijazah tidak
semata mata didasarkan atas hasil penilaian pada akhir jenjang
sekolah.

4) Benchmarking
Benchmarking merupakan suatu standar untuk mengukur kinerja
yang saat ini, serta proses dan hasil untuk mencapai suatu
keunggulan. Ukuran keunggulan dapat ditentukan ditingkat sekolah,
daerah atau nasional. Penilaian dilaksanakan secara
berkesinambungan sehingga peserta didik dapat mencapai satuan

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


50
PEDAGOGI H
tahap keunggulan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan,
usaha dan keuletannya. Data dan informasi tentang pencapaian
benchmarking tertentu dapat diperoleh melalui penilaian secara
nasional yang dilaksanakan pada satuan pendidikan. Hasil penilaian
tersebut dapat dipakai untuk memberikan peringkat kelas bukan
untuk memberikan nilai akhir peserta didik. Hal ini, dimaksudkan
sebagai salah satu dasar untuk pembinaan guru dan kinerja sekolah.

5) Penilaian Program
Penilaian program dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaanserta Dinas Pendidikan secara kontinyu dan
berkesinambungan. Penilaian program dilakukan untuk mengetahui
kesesuaian kurikulum dengan dasar, fungsi dan tujuan pendidikan
nasional serta kesesuaiannya dengan tuntutan perkembangan
masyarakat dan kemajuan zaman.

D. Aktivitas Pembelajaran

Pengantar : Mengidentifikasi Isi Materi Pembelajaran (Diskusi Kelompok)


Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran, berdiskusilah dengan sesama
peserta diklat di kelompok Saudara untuk mengidentifikasi hal-hal berikut:
1) Apa saja hal-hal yang harus dipersiapkan oleh saudara sebelum
mempelajari materi pembelajaranPengelolaan Utilitas? Sebutkan!
2) Bagaimana saudara mempelajari materi pembelajaran ini?Jelaskan!
3) Ada berapa dokumen bahan bacaan yang ada di dalam Materi
pembelajaran ini? Sebutkan!
4) Apa topik yang akan saudara pelajari di materi pembelajaran ini?
Sebutkan!
5) Apa kompetensi yang seharusnya dicapai oleh saudara sebagai guru
kejuruan dalam mempelajari materi pembelajaran ini? Jelaskan!
6) Apa bukti yang harus diunjukkerjakan oleh saudara sebagai guru kejuruan
bahwa saudara telah mencapai kompetensi yang ditargetkan? Jelaskan!

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan menggunakan LK-00.Jika


Saudara bisa menjawab pertanyan-pertanyaan di atas dengan baik, maka

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


51
PEDAGOGI H
Saudarabisa melanjutkan pembelajaran dengan mengamati gambar berikut
ini.

Aktivitas 1 : Prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar


Penilaian autentik merupakan suatu pendekatan penilaian yang
memungkinkan peserta didik mendemonstrasikan kemampuannya dalam
menyelesaikan tugas-tugas atau masalah, dengan mengekspresikan
pengetahuan dan keterampilan serta sikapnya sesuai kaidah-kaidah yang
berlaku di dunia nyata atau dunia kerja. Melalui diskusi di dalam kelompok
Saudara, tentukan prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan evaluasi
hasil belajar sesuai dengan tuntutan penilaian autentik. Selain itu, aspek-
aspek apa saja yang penting untuk dinilai dan di evaluasi. Saudara dapat
menuliskan jawaban dengan menggunakan LK-01. Untuk memperkuat
pemahaman Saudara tentang prinsip dan aspek penting dalam penilaian dan
evaluasi, bacalah kembali uraian materi pada bahan pembelajaran 1.

Aktivitas 2 : Prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar


Pada penilaian dan evaluasi terdapat sejumlah prosedur yang harus dilalui
secara bertahap. Menurut saudara, prosedur yang perlu diperhatikan dalam
melakukan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
Melalui diskusi dalam kelompok, tuliskan pendapat kelompok saudara pada
LK-02. Untuk memperdalam pengetahuan saudara tentang prosedur
penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, Saudara disarankan
membaca uraian materi poin 7 pada bahan pembelajaran 1.

Aktivitas 3 : Pengembangan instrumen penilaian dan evaluasi proses


dan hasil belajar
Pada penilaian autentik, terdapat aspek-aspek yang wajib dinilai dan
dievaluasi diadministrasikan dengan mengunakan berbagai instrumen.
Diskusikan dalam kelompok bagaimana bentuk instrumen dari setiap aspek
tersebut. Jawaban kelompok saudara agar dituangkan pada LK-03.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


52
PEDAGOGI H
Aktivitas 4 :Analisis hasil penilaian proses dan hasil belajar
Hasil penilaian belajar dianalisis untuk mendapatkan umpan balik tentang
berbagai komponen dalam proses pembelajaran. Analisis hasil penilaian
dilakukan dengan memperhatikan nilai yang diperoleh siswa pada ulangan
harian ,ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan
kenaikan kelas.
Menurut Saudara, untuk apa analisis tehadap hasil penilaian di setiap macam
ulangan tersebut dilakukan? Diskusikan hal tersebut dalam kelompok
saudara dan hasil diskusi itu dicantumkan pada LK-04. Untuk memperdalam
pemahaman saudara tentang hal tersebut, uraian materi pada pembelajaran
1 dapat membantu.

E. Latihan
1. Jelaskan perbedaan antara pengukuran, penilaian, dan evaluasi!
2. Jelaskan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan
penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar!
3. Jelaskan tentang enam jenjang proses berpikir dalam ranah kognitif!
4. Jelaskan secara rinci tentang prosedur dalam melakukan penilaian dan
evaluasi proses dan hasil belajar!
5. Jelaskan tentang analisis hasil penilaian proses dan hasil belajar!

F. Rangkuman
Penilaian autentik merupakan suatu pendekatan penilaian yang memungkinkan
peserta didik mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-
tugas atau masalah, dengan mengekspresikan pengetahuan dan keterampilan serta
sikapnya sesuai kaidah-kaidah yang berlaku di dunia nyata atau dunia kerja

Dalam melaksanakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, pendidik perlu
memperhatikan prinsip-prinsip penilaian yaitu: valid/sahih, objektif,
transfaran/terbuka, adil, terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan, sistematis,
akuntabel, serta beracuan kriteria.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


53
PEDAGOGI H
Dalam dunia pendidikan, ada tiga aspek yang menjadi sasaran evaluasi
pembelajaran, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Prosedur yang perlu diperhatikan dalam melakukan penilaian antar lain adalah:
mengkaji materi pembelajaran, memilih teknik penilaian, merumuskan kisi-kisi,
menulis butir soal, melalukan penimbangan/review, melakukan perbaikan hasil
review, melaksanakan ujicoba dan penggandaan, melaksanakan pengujian,
melakukan penskoran, dan melakukan keputusan akhir dari kegiatan penilaian.

Instrumen penilaian yang akan dipergunakan harus dikembangkan oleh guru.


Instrumen yang dikembangkan meliputi aspek sikap, keterampilan, dan
pengetahuan.
Hasil penilaian oleh pendidik setiap semester perlu diolah untuk diadministrasikan ke
dalam buku laporan hasil belajar (rapor). Nilai rapor merupakan gambaran
pencapaian kemampuan peserta didik dalam satu semester.

Hasil penilaian belajar dianalisis untuk mendapatkan umpan balik tentang berbagai
komponen dalam proses pembelajaran. Analisis hasil penilaian dilakukan dengan
memperhatikan nilai yang diperoleh siswa pada ulangan harian (tes tertulis, lisan,
praktik/perbuatan dan sikap, tugas, produk),ulangan tengah semester (tes tertulis,
lisan, praktik/perbuatan dan sikap, tugas dan produk), ulangan akhir semester (tes
tertulis, lisan, praktik/perbuatan dan sikap, tugas dan produk), dan ulangan kenaikan
kelas (tes tertulis, lisan, praktik/perbuatan dan sikap, tugas dan pruduk)

Evaluasi proses adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja
untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar atau pengajaran yang telah
dilaksanakan.

Evaluasi hasil belajar adalah kegiatan atau cara yang ditujukan untuk mengetahui
tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran dan juga proses pembelajaran yang telah
dilakukan

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


54
PEDAGOGI H
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Saudara dapat melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan berikut ini.

1. Apa yang Saudara fahami setelah mempelajari materi ini?


2. Apa pengalaman yang Saudara peroleh setelah mempelajari materi ini?
3. Apa manfaat materi ini terhadap tugas Saudara sebagai Guru ?
4. Apa rencana tindak lanjut yang akan Saudara lakukan setelah kegiatan ini?

H. Kunci Jawaban Latihan

1. Pengukuran adalah suatu usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu


sebagaimana adanya dan dapat dikuantitaskan melalui tes atau cara lain.
Penilaian dalam konteks hasil belajar diartikan sebagai kegiatan menafsirkan
data hasil pengukuran tentang kecakapan yang dimiliki siswa setelah
mengikuti kegiatan pembelajaran. Evaluasi dan penilaian lebih bersifat
komprehensif yang meliputi pengukuran, sedangkan tes merupakan salah
satu alat (instrument) pengukuran. Pengukuran lebih membatasi kepada
gambaran yang bersifat kuantitatif (angka-angka) tentang kemajuan belajar
peserta didik, sedangkan evalusi dan penilaian lebih bersifat kualitatif.

2. Prinsip-prinsip penilaian yang harus diperhatikan dalam melaksanakan


penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar:

a. Valid/sahih

Penilaian hasil belajar oleh pendidik harus mengukur pencapaian


kompetensi yang ditetapkan dalam standar isi (standar kompetensi dan
kompetensi dasar) dan standar kompetensi lulusan. Penilaian valid berarti
menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang
sesuai untuk mengukur kompetensi.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


55
PEDAGOGI H
b. Objektif
Penilaian hasil belajar peserta didik hendaknya tidak dipengaruhi oleh
subyektivitas penilai, perbedaan latar belakang agama, sosial-ekonomi,
budaya, bahasa, gender, dan hubungan emosional.

c. Transparan/terbuka
Penilaian hasil belajar oleh pendidik bersifat terbuka artinya prosedur
penilaian, kriteria penilaian dan dasar pengambilan keputusan terhadap
hasil belajar peserta didik dapat diketahui oleh semua pihak yang
berkepentingan.

d. Adil
Penilaian hasil belajar tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik
karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama,
suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.

e. Terpadu
Penilaian hasil belajar oleh pendidik merupakan salah satu komponen
yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.

f. Menyeluruh dan berkesinambungan


Penilaian hasil belajar oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi
dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk
memantau perkembangan kemampuan peserta didik.

g. Sistematis
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berencana dan
bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.

h. Akuntabel
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dapat dipertanggungjawabkan, baik
dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

i. Beracuan kriteria
Penilaian hasil belajar oleh pendidik didasarkan pada ukuran pencapaian
kompetensi yang ditetapkan.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


56
PEDAGOGI H
3. Enam jenjang proses berpikir dalam ranah kognitif meliputi:

Pengetahuan adalah kemampuan seseorang untuk mengingat kembali


(recall) atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, gejala, rumus-
rumus, dan lainnya tanpa mengharapkan kemampuan untuk
menggunakannya. Pengetahuan atau ingatan ini merupakan tingkat berpikir
yang paling rendah. Salah satu contoh hasil belajar kognitif pada jenjang
pengetahuan adalah peserta didik dapat menghafal surat al-'Ashr,
menerjemahkan dan menuliskannya kembali secara baik dan benar, sebagai
salah satu materi pelajaran kedisiplinan yang diberikan guru Pendidikan
Agama Islam di sekolah.

Pemahaman adalah kemampuan seseorang untuk mengerti dan memahami


sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Seorang peserta didik
dapat dikatakan memahami sesuatu apabila dia dapat memberikan
penjelasan yang rinci tentang sesuatu tersebut dengan menggunakan kata-
katanya sendiri. Pemahaman merupakan tingkat berpikir yang setingkat lebih
tinggi dari ingatan atau hafalan. Salah satu contoh hasil belajar ranah kognitif
pada jenjang pemahaman adalah peserta didik dapat menguraikan tentang
makna kedisiplinan yang terkandung dalam surat al-'Ashr secara lancer dan
jelas.

Penerapan atau aplikasi adalah kesanggupan seseorang untuk menerapkan


atau menggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun metode-metode, prinsip-
prinsip, rumus, teori dan lain-lain dalam situasi yang baru dan kongkrit.
Aplikasi atau penerapan ini adalah tingkat berpikir yang setingkat lebih tinggi
daripada pemahaman. Salah satu contoh hasil belajar kognitif jenjang aplikasi
adalah peserta didik mampu memikirkan tentang penerapan konsep
kedisiplinan yang diajarkan oleh Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik di
lingkungan keluarga, sekolah maupun di masyarakat.

Analisis adalah kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan


suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan
mampu memahami hubungan di antara bagian-bagian tersebut. Taraf berpikir
analisis adalah setingkat lebih tinggi daripada taraf berpikir aplikasi. Contoh

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


57
PEDAGOGI H
hasil belajar analisis adalah peserta didik dapat merenung dan memikirkan
dengan baik tentang wujud nyata kedisiplinan seorang siswa sehari-hari di
rumah, di sekolah, dan di masyarakat sebagai bagian dari ajaran Islam.

Sintesis adalah kemampuan berpikir yang merupakan kebalikan dari proses


berpikir analisis. Sintesis merupakan suatu proses berpikir yang memadukan
bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi
suatu pola yang berstruktur atau berbentuk pola baru. Taraf berpikir sintesis
kedudukannya setingkat lebih tinggi daripada taraf berpikir analisis. Salah
satu contoh hasil belajar kognitif pada taraf sintesis adalah peserta didik
mampu menulis karangan tentang pentingnya kedisiplinan sebagaimana
telah diajarkan oleh Islam. Dalam karangannya itu, peserta didik juga dapat
mengemukakan secara jelas gagasan-gagasannya sendiri atau orang lain,
data-data atau informasi lain yang mendukung pentingnya kedisiplinan.

Penilaian atau penghargaan atau evaluasi merupakan jenjang berpikir paling


tinggi dalam ranah kognitif menurut taksonomi Bloom. Penilaian atau evaluasi
merupakan kemampuan seseorang untuk membuat pertimbangan terhadap
suatu situasi, nilai, atau ide. Misalnya, jika seseorang dihadapkan pada
beberapa pilihan maka dia akan mampu memilih satu pilihan yang terbaik
sesuai dengan patokan-patokan atau criteria yang ada. Contoh hasil belajar
kognitif taraf evaluasi adalah peserta didik mampu mengidentifikasi manfaat
kedisiplinan dan mudharat kemalasan sehingga pada akhirnya dia
berkesimpulan dan menilai bahwa kedisiplinan di samping merupakan
perintah Allah swt juga merupakan kebutuhan manusia itu sendiri.

4. Prosedur dalam melakukan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar
adalah sebagai berikut :

Mengkaji Materi Pembelajaran


Tahap pertama yang harus dilakukan guru sebagai penilai adalah
mempelajari dan mengkaji materi pembelajaran dari satu atau lebih
kompetensi dasar. Kajian materi ini dapat dilakukan melalui beberapa

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


58
PEDAGOGI H
referensi untuk memperoleh bahan secara komprehensif dari beragam
sumber dengan bertolak pada kompetensi yang diharapkan.

Memilih Teknik Penilaian


Tahap kedua Guru memilih atau menentukan teknik penilaian (tes atau non
tes) sesuai dengan kebutuhan pengukuran. Dalam menentukan keakuratan
perlu dipertimbangkan pemilihan teknik, yaitu tingkat keakuratan dan
kepraktisan penyusunan dalam setiap butir soal/instrumen.

Perumusan Kisi Kisi


Tahap ketiga merumuskan dan membuat matrik kisi-kisi sesuai dengan teknik
penilaian yang telah ditentukan.

Penulisan Butir Soal


Tahap keempat, guru membuat butir-butir soal yang sesuai dengan kisi-kisi
dan bentuk soal/instrumen yang telah ditentukan. Bila guru menggunakan
teknik non tes, maka diperlukan untuk membuat pedoman pengisian
instrumen. Misalnya untuk observasi atau wawancara.

Penimbangan/Review
Dalam tahap ini, butir soal dan atau pedoman yang telah disusun guru,
ditimbang secara rasional (analisis rasional oleh guru); dibaca, ditelaah dan
dikaji kembali butir-butir soal dan atau pedoman yang dibuat telah
memenuhi persyaratan.

Perbaikan
Pedoman diperbaiki sesuai dengan hasil pertimbangan yang didasarkan
kepada pemikiran peserta didik untuk memahami isi dari kalimat yang
diberikan, hal ini mengandung arti bahwa kalimat yang disusun
hendaknya mudah di pahami oleh para peserta didik .

Uji-coba dan Penggandaan.


Uji-coba terhadap instrumen yang dibuat adalah untuk menentukan apakah
butir soal/isntrumen yang dibuat telah memenuhi kriteria yang dituntut,
sudahkah mempunyai tingkat ketetapan, ketepatan, tingkat kesukaran dan
daya pembeda yang memadai. Untuk bentuk non tes kriterianya dituntut

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


59
PEDAGOGI H
adalah tingkat ketepatan (validitas) dan ketetapan (reliabilitas) sehingga
diperoleh perangkat alat tes ataupun non tes yang baku (standar)

Diuji (diteskan)
Setelah diperoleh perangkat alat tes ataupun non tes yang memenuhi
persyaratan sudah barang tentu perangkat alat ini diorganisasikan, disusun
berdasarkan pada bentuk-bentuk atau model-model soal bagi perangkat tes,
dan untuk perangkat non tes.Setelah perangkat tes maupun non tes
digandakan kemudian siap untuk diujikan.

Pemberian Skor
Lembar jawaban peserta didik disusun berdasarkan nomer induk untuk
memudahkan dalam memasukkan skor. Kemudian dilakukan pemberian skor
sesuai dengan kunci jawaban, sehingga diperoleh skor setiap peserta didik.
Untuk bentuk soal objektif diberi skor 1 jika benar dan 0 jika salah, sedangkan
skor bentuk essay bergantung kepada tingkat kesulitan soal. Untuk
menafsirkan siapa yang lulus dan tidak lulus bergantung pada batas lulus
yang dipergunakan oleh guru.

Putusan.
Setelah pengelolaan, sampai pada menafsirkan, guru memperoleh putusan
akhir dari kegiatan penilaian. Putusan yang diambil diharapkan obyektif
sesuai dengan aturan.

5. Analisis hasil penilaian proses dan hasil belajar


Hasil penilaian belajar dianalisis untuk mendapatkan umpan balik tentang
berbagai komponen dalam proses pembelajaran. Analisis hasil penilaian
dilakukan dengan memperhatikan nilai yang diperoleh siswa pada ulangan
harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan
kenaikan kelas.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


60
PEDAGOGI H
I. EVALUASI

Bacalah dengan cermat pertanyaan dan atau penyataan di bawah ini, lalu pilih satu
jawaban dengan memberikan tanda X yang menurut hemat Saudara paling benar
antara a sampai e.

1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan assesmen hasil belajar peserta
didik, kecuali:
a. ditujukan untuk mengukur pencapaian kompetensi;
b. menggunakan acuan kriteria berdasarkan pencapaian kompetensi;
c. ditindaklanjuti dengan program remedial dan pengayaan;
d. dilakukan pengulangan jika ternyata hasilnya banyak yang jelek;
e. dilakukan sesuai dengan kegiatan pembelajaran.

2. Prinsip-prinsip yang perlu dicermati dalam assesmen hasil belajar peserta didik,
kecuali:
a. sahih (valid);
b. objektip;
c. adil;
d. kooperatip;
e. terpadu.

3. Kemampuan yang berhubungan dengan minat dan sikap yang dapat berbentuk
tanggung jawab, kerjasama, disiplin, komitmen, percaya diri, jujur, menghargai
pendapat orang lain, dan kemampuan mengendalikan diri adalah kemampuan:
a. kognitif;
b. afektif;
c. psikomotor;
d. psikologis;
e. kepribadian.

4. Di bawah ini langkah-langkah penting dalam melakukan assesmen, kecuali:


a. menentukan tujuan penilaian;
b. memperhatikan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD);

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


61
PEDAGOGI H
c. menentukan jenis alat ukurnya, yaitu tes atau non-tes atau keduanya;
d. menyusun kisi-kisi tes dan pedoman penskorannya;
e. menentukan kriteria ketuntasan minimal.
5. Di bawah ini beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam penentuan
materi terkait dengan assesmen, kecuali:
a. urgensi, yaitu materi secara teoritis mutlak harus dikuasai oleh peserta didik;
b. kontinuitas, yaitu materi lanjutan yang merupakan pendalaman dari satu atau
lebih materi yang sudah dipelajari sebelumnya;
c. relevansi, yaitu materi yang diperlukan untuk mempelajari/memahami mata
pelajaran lain,
d. keterpakaian, yaitu materi yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan
sehari-hari.
e. ketuntasan, yaitu batas minimal kompetensi yang harus dimiliki peserta didik

6. Di bawah ini merupakan beberapa langkah-langkah dalam penyusunan butir soal,


kecuali:
a. menentukan tujuan tes;
b. menentukan kompetensi yang akan diujikan;
c. menentukan materi yang diujikan;
d. menentukan batas ketuntasan/kelulusan
e. menyusun kisi-kisi.

7. Di bawah ini merupakan kadah-kaidah dalam penulisan soal dilihat dari materi,
kecuali:
a. soal harus sesuai dengan indikator;
b. setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan;
c. materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan pengukuran;
d. ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal;
e. materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang atau tingkat kelas.

8. Penilaian yang meminta peserta didik untuk mendemonstrasikan dan


mengaplikasikan pengetahuan ke dalam konteks yang sesuai dengan kriteria
yang ditetapkan adalah:
a. penilaian projeck;

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


62
PEDAGOGI H
b. penilaian kinerja;
c. penilaian produk;
d. penilaian portofolio;
e. penilaian non tes.

9. Pada tingkat mata pelajaran, kompetensi yang harus dicapai berupa:


a. stndar kompetensi;
b. kompetensi dasar;
c. standar kompetensi kelulusan;
d. indikator-indikator kompetensi dasar;
e. kompetensi komperhensip.
10. Penilaian yang didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang
diukur, hal tersebut merupakan prinsip penilian yang:
a. adil;
b. obyektif;
c. valid;
d. sistematis;
e. akuntabel.

11. Penilaian yang dapat dipertanggung-jawabkan, baik dari segi teknik, prosedur,
maupun hasilnya, hal tersebut merupakan prinsip penilaian yang:
a. adil
b. obyektif
c. valid
d. sistematis
e. akuntabel

12. Penilaian yang dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti
langkah-langkah yang baku, hal tersebut merupakan prinsip penilaian yang:
a. adil
b. obyektif
c. valid
d. sistematis
e. akuntabel

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


63
PEDAGOGI H
13. Daftar pertanyaan merupakan bentuk instrumen untuk teknik penilaian:
a. tes tertulis
b. tes lisan
c. tes kinerja
d. jurnal
e. portofolio

14. Materi yang mutlak dikuasai oleh peserta didik adalah pertimbangan untuk
dimuat dalam butir-butir soal berdasarkan kriteria:
a. urgensi
b. kontinuitas
c. relevansi
d. keterpakaian
e. kompleksitas

15. Beberapa teknik dan alat penilaian dapat digunakan untuk memperoleh informasi
keadaan belajar peserta didik, berikut ini yang merupakan teknik penilaian
melalui tes adalah...
a. tes perbuatan;
b. teknik wawancara;
c. observasi;
d. tes simulasi;
e. lembar penilaian fortofolio.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


64
PEDAGOGI H
DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. (2004). Pedoman khusus pengembangan silabus dan penilaian mata


pelajarabn Matematika. Dirjen pendidikan Dasar dan menengah, Direktorat
pendidikan Menengah Umum.

Depdiknas. (2006). Model penilaian kelas sekolah menengah atas/madrasah aliyah.


Diambil pada bulan Juni 2008, pada www. puskur.net

Hibbard,K.M.().Performance assessment in the science class romm. New


York:McGraw-Hill

Modul Pedagogik Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru (2015).


Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri. Kementerian Pendidikan
dan Kebuadayaan

Popham, W. J. (1995). Classroom assessment what teachers need to know. Los


Angeles: Allyn & Bacon.

Sri Wardani. (2004). Penilaian pembelajaran matematika berbasis kompetensi.


Makalah disampaikan pada diklat Instruktur/pengembang Matematika
SMK. Diambil pada bulan Juli 2008 pada http:// www

Webb, N. L. & Coxford, A. F. (1994). Assessment mathematics classroom. The


National Council of Teachers of Mathematics, INC.

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


65
PEDAGOGI H
GLOSARIUM

ISTILAH KETERANGAN

Measurement Proses untuk menentukan luas atau kuantitas sesuatu

Kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran tentang


Penilaian kecakapan yang dimiliki siswa setelah mengikuti kegiatan
pembelajaran

suatu standar untuk mengukur kinerja yang sedang


Benchmarking berjalan, proses dan hasil untuk mencapai suatu
keunggulan yang memuaskan

Alat pengumpulan data yang dilakukan secara bertatap


muka bertujuan untuk menjaring data dan informasi murid
Wawancara
dengan jalan bertanya secara lisan dan langsung kepada
sumber data (murid) ataupun kepada orang lain
teknik pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis
Observasi dan sengaja melalui proses pengamatan dan pendekatan
terhadap gejala-gejala yang diselidiki
Suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja
Evaluasi proses untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar atau
pengajaran yang telah dilaksanakan
kegiatan atau cara yang ditujukan untuk mengetahui
Evaluasi hasil
tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran dan juga proses
belajar
pembelajaran yang telah dilakukan

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


66
PEDAGOGI H
LAMPIRAN

LK - 00

1. Apa saja hal-hal yang harus dipersiapkan oleh saudara sebelum mempelajari
materi pembelajaran Pengembangan Evaluasi Pembelajaran? Sebutkan!
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

2. Bagaimana saudara mempelajari materi pembelajaran ini? Jelaskan!


...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

3. Ada berapa dokumen bahan bacaan yang ada di dalam Materi pembelajaran
ini? Sebutkan!
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

4. Apa topik yang akan saudara pelajari di materi pembelajaran ini? Sebutkan!
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
5. Apa kompetensi yang seharusnya dicapai oleh saudara sebagai guru kejuruan
dalam mempelajari materi pembelajaran ini? Jelaskan!

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


67
PEDAGOGI H
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
6. Apa bukti yang harus diunjukkerjakan oleh saudara sebagai guru kejuruan
bahwa saudara telah mencapai kompetensi yang ditargetkan? Jelaskan!
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................

LK - 01

1. Apa saja yang merupakan prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan
evaluasi hasil belajar sesuai dengan tuntutan penilaian autentik.
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

2. Jelaskan pengertian dari masing-masing prinsip tersebut.


...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
............................................................................................................................

3. Terdapat tiga aspek yang harus dinilai dan di evaluasi. Tuliskan ketga aspek
tersebut beserta alasan mengapa ketiganya diperlukan.
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


68
PEDAGOGI H
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

LK - 02

1. Prosedur ang harus dilalui dalam melakukan penilaian dan evaluasi proses dan
hasil belajar
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

2. Uraikan kegiatan yang dilakukan dari setiap prosedur tersebut di atas.

...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

LK - 03

Pada penilaian autentik, terdapat tiga aspek yang wajib dinilai dan dievaluasi
yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Ketiga aspek ini diadministrasikan
dengan mengunakan instrumen. Tugas Saudara adalah menuangkan bentuk
instrumen dari setiap aspek tersebut.

1. Instrumen Aspek Sikap

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


69
PEDAGOGI H
2. Instrumen Aspek Pengetahuan

3. Instrumen Aspek Keterampilan

LK - 04

Menurut Saudara, untuk apa analisis tehadap hasil penilaian di setiap macam
ulangan dilakukan? Diskusikan hal tersebut dalam kelompok saudara, hasil
diskusi akan dipresentasikan di depan kelas

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN


70
PEDAGOGI H
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................. i

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................... iii

DAFTAR TABEL ................................................................................................... iv

DAFTAR LAMPIRAN.............................................................................................. v

BAB I 1

PENDAHULUAN .................................................................................................... 1

A. Latar Belakang ............................................................................................... 1

B. Tujuan ............................................................................................................ 1

C. Peta Kompetensi ............................................................................................ 1

D. Ruang Lingkup ............................................................................................... 2

E. Saran Cara Penggunaan Modul ..................................................................... 3

BAB II 4

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 ............................................................................ 4

Kegiatan Belajar 1: Perbandingan Trigonometri ..................................................... 4

A. Tujuan ............................................................................................................ 4

B. Indikator Pencapaian Kompetensi .................................................................. 4

C. Uraian Materi ................................................................................................. 4

D. Aktivitas Pembelajaran ................................................................................. 26

E. Latihan dan Tugas ....................................................................................... 33

F. Rangkuman.................................................................................................. 36

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut.................................................................... 39

Kegiatan Belajar 2: Identitas Trigonometri ........................................................... 41

TRIGONOMETRI i
MATEMATIKA MATEMATIKA
A. Tujuan .......................................................................................................... 41

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ................................................................ 41

C. Uraian Materi ............................................................................................... 41

D. Aktivitas Pembelajaran ................................................................................. 54

E. Latihan dan Tugas ....................................................................................... 58

F. Rangkuman.................................................................................................. 61

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut.................................................................... 63

Kegiatan Belajar 3: Persamaan Trigonometri Dan Fungsi Trigonometri ............... 64

A. Tujuan .......................................................................................................... 64

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ................................................................ 64

C. Uraian Materi ............................................................................................... 64

D. Aktivitas Pembelajaran ................................................................................. 69

E. Latihan dan Tugas ....................................................................................... 72

F. Rangkuman.................................................................................................. 76

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut.................................................................... 77

Kunci Jawaban .................................................................................................... 79

PENUTUP ............................................................................................................. 82

EVALUASI ........................................................................................................... 82

GLOSARIUM ........................................................................................................ 86

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 87

LAMPIRAN ........................................................................................................... 88

TRIGONOMETRI ii
MATEMATIKA MATEMATIKA
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Peta Kompetensi Profesional ............................................................... 2


Gambar 2 Segitiga Siku-siku ................................................................................. 5
Gambar 3 Segitiga XYZ ........................................................................................ 6
Gambar 4 Segitiga Dengan Sudut Istimewa.......................................................... 8
Gambar 5 Pemilihan Mode pada Kalkulator ........................................................ 12
Gambar 6 Grafik Sinus........................................................................................ 13
Gambar 7 Grafik Cosinus.................................................................................... 13
Gambar 8 Grafik Tangen .................................................................................... 14
Gambar 9 Kedudukan Titik P pada Koordinat Kartesius...................................... 16
Gambar 10 Segitiga pada Penurunan Aturan Sinus ............................................ 19
Gambar 11 Segitiga ABC .................................................................................... 20
Gambar 12 Segitiga ABC pada Penurunan Aturan Kosinus ................................ 22
Gambar 13 Segitiga ABC dengan Tinggi BD....................................................... 23
Gambar 14 Segitiga MNO ................................................................................... 24
Gambar 15 Segitiga Siku-Siku ABC, HIJ dan FGH ............................................. 28
Gambar 16 Segitiga ABC .................................................................................... 30
Gambar 17 Bangun ABCD .................................................................................. 31
Gambar 18 Koordinat Kutub ............................................................................... 43
Gambar 19 Segitiga ABC .................................................................................... 49
Gambar 20 Segitiga BAC Rangkap dengan Segitiga BAD .................................. 56
Gambar 21 Grafik Fungsi y = sin x ...................................................................... 67
Gambar 22 Grafik Fungsi y = cos x ..................................................................... 68
Gambar 23 Grafik Fungsi y = tan x ..................................................................... 68
Gambar 24 Perbandingan Beberapa Fungsi Sinus ............................................. 69
5
Gambar 25 Grafik y sin x ............................................................................. 72
2

TRIGONOMETRI iii
MATEMATIKA MATEMATIKA
DAFTAR TABEL

Tabel 1 Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa .................................. 8


Tabel 2 Tabel Trigonometri untuk sin 130 ........................................................... 9
Tabel 3 Tabel Trigonometri untuk cos 3220....................................................... 10
Tabel 4 Tabel Trigonometri untuk tan 77o ......................................................... 10
Tabel 5 Perbandingan Sudut-Sudut yang Berelasi .......................................... 14

TRIGONOMETRI iv
MATEMATIKA MATEMATIKA
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Perbandingan Trigonometri ............................................................ 88


Lampiran 2 Lembar Kerja Identitas Trigonometri.............................................. 106
Lampiran 3 Lembar Kerja Persamaan Trigonometri Dan Fungsi Trigonometri . 118
Lampiran 4 Tabel Trigonometri dari 00 sampai 3600 ......................................... 126

TRIGONOMETRI v
MATEMATIKA MATEMATIKA
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengembangan keprofesian berkelanjutan sebagai salah satu strategi
pembinaan guru dan tenaga kependidikan diharapkan dapat menjamin guru dan
tenaga kependidikan mampu secara terus menerus memelihara, meningkatkan,
dan mengembangkan kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan kegiatan PKB akan mengurangi kesenjangan antara kompetensi
yang dimiliki guru dan tenaga kependidikan dengan tuntutan profesional yang
dipersyaratkan.
Guru dan tenaga kependidikan wajib melaksanakan PKB baik secara mandiri
maupun kelompok. Khusus untuk PKB dalam bentuk diklat dilakukan oleh
lembaga pelatihan sesuai dengan jenis kegiatan dan kebutuhan guru.
Penyelenggaraan diklat PKB dilaksanakan oleh PPPPTK dan LPPPTK KPTK
atau penyedia layanan diklat lainnya. Pelaksanaan diklat tersebut memerlukan
modul sebagai salah satu sumber belajar bagi peserta diklat. Modul merupakan
bahan ajar yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta
diklat berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang
disajikan secara sistematis dan menarik untuk mencapai tingkatan kompetensi
yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya.
Untuk mempersiapkan kegiatan PKB dalam bentuk diklat bagi guru-guru
matematika diperlukan adanya modul yang tepat sesuai dengan tuntutan dari
Permendinas no. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru. Dari permendiknas tersebut, standar kompetensi guru yang
dikembangkan dari kompetensi profesional memuat tentang trigonometri.

B. Tujuan
Tujuan penyusunan modul ini adalah agar peserta diklat PKB dapat menguasai
konsep trigonometri melalui kegiatan diskusi dengan percaya diri.

C. Peta Kompetensi
Pada Gambar 1 berikut dicantumkan daftar kompetensi profesional sesuai
dengan Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi

TRIGONOMETRI 1
MATEMATIKA MATEMATIKA
Akademik dan Kompetensi Guru yang akan ditingkatkan melalui proses belajar
dengan menggunakan modul ini.

20.10.1 Menentukan ukuran suatu segitiga dengan


menggunakan perbandingan trigonometri.

20.10.2 Menggunakan aturan sinus atau kosinus


untuk memecahkan masalahtrigonometri.

20.10.3 Dapat membuktikan suatu identitas


trigonometri .
20.10
20.10.4 Menggunakan nilai maksimum fungsi
Menggunakan trigonometri dalam menyelesaikan masalah
trigonometri trigonometri.

20.10.5 Menentukan nilai perbandingan trigonometri


suatu sudut trigonometri.

20.10.6 Menerapkan rumus trigonometri jumlah dan


selisih dua sudut trigonometri.

20.10.7 Menyelesaikan persamaan trigonometri


trigonometri.

Gambar 1 Peta Kompetensi Profesional

D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari modul ini berisikan materi tentang:
1. Perbandingan Trigonometri
2. Identitas Trigonometri

TRIGONOMETRI 2
MATEMATIKA MATEMATIKA
3. Persamaan Trigonometri dan Grafik Trigonometri

E. Saran Cara Penggunaan Modul


Untuk mempelajari modul ini, hal-hal yang perlu peserta diklat lakukan adalah
sebagai berikut:
1. Baca dan pelajari semua materi yang disajikan dalam modul ini,
2. Kerjakan soal-soal latihan dan cocokkan jawabannya dengan Kunci Jawaban
yang ada.
3. Jika ada bagian yang belum dipahami, diskusikanlah dengan rekan belajar
Anda. Jika masih menemui kesulitan, mintalah petunjuk
instruktor/widyaiswara.
4. Untuk mengukur tingkat penguasaan materi kerjakan soal-soal evaluasi di
akhir bab dalam modul ini.

TRIGONOMETRI 3
MATEMATIKA MATEMATIKA
KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Belajar 1: Perbandingan Trigonometri


A. Tujuan
Tujuan dari penulisan modul ini adalah:
1. Melalui pengamatan peserta diklat dapat menentukan ukuran suatu segitiga
dengan menggunakan perbandingan trigonometri dengan benar.
2. Melalui diskusi kelompok peserta diklat dapat menentukan nilai perbandingan
trigonometri suatu sudut dengan teliti.
3. Melalui diskusi kelompok peserta diklat dapat menggunakan aturan sinus
atau kosinus untuk memecahkan masalah dengan cermat.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


Indikator pencapaian kompetensi yang harus dikuasai setelah mengikuti kegiatan
belajar ini adalah, peserta diklat dapat:
1. Menentukan ukuran suatu segitiga dengan menggunakan perbandingan
trigonometri
2. Menentukan nilai perbandingan trigonometri suatu sudut
3. Menggunakan aturan sinus atau kosinus untuk memecahkan masalah.

C. Uraian Materi
Pada kegiatan belajar ini akan dibahas mengenai perbandingan trigonometri,
menentukan ukuran suatu segitiga menggunakan perbandingan trigonometri,
aturan sinus, aturan kosinus, dan mengubah koordinat kartesius ke koordinat
polar dan sebaliknya.

1. Perbandingan Trigonometri
Kata trigonometri berasal dari bahasa Yunani yaitu trigonon dan metria.
Trigonon berarti segitiga dan metria berarti ukuran. Seperti juga arti kata
trigonometri, telah kita ketahui bahwa rumus-rumus trigonometri berasal dari
perbandingan pada suatu segitiga siku-siku. Sekedar mengingatkan kembali
perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku, perhatikan gambar
segitiga berikut.

TRIGONOMETRI 4
MATEMATIKA MATEMATIKA
a

Gambar 2 Segitiga Siku-siku

Di dalam segitiga siku-siku berlaku enam buah perbandingan trigonometri,


yaitu
a
Sinus , ditulis sin
c

b
Kosinus , ditulis cos
c

a
Tangen , ditulis tan
b

b
Kotangen , ditulis cot
a

c
Kosecan , ditulis cosec
a

c
Secan , ditulis sec
b

Agar mudah diingat, sisi a dinamakan sisi depan, sisi b dinamakan sisi
samping, dan sisi c dinamakan sisi miring, sehingga diperoleh perbandingan
sebagai berikut:

TRIGONOMETRI 5
MATEMATIKA MATEMATIKA
sisi depan a
sin
sisi miring c

sisi samping b
cos
sisi miring c

sisi depan a
tan
sisi samping b

sisi miring c
cosec
sisi depan a

sisi miring c
sec
sisi samping b

sisi samping b
cot
sisi depan a

Contoh

Diberikan segitiga XYZ siku-siku di Y dengan XY=3 dan YZ=4. Tentukan nilai
dari sin X , cos X , tan X , sin Z , cos Z , tan Z !
Jawab:

Perhatikan gambar segitiga XYZ berikut.

Gambar 3 Segitiga XYZ

TRIGONOMETRI 6
MATEMATIKA MATEMATIKA
Karena XYZ merupakan segitiga siku-siku, maka sisi XZ dapat dicari
menggunakan Phytagoras

XZ 2 XY 2 YZ 2
32 4 2
9 16
25
XZ 25
XZ 5
YZ 4
sin X
XZ 5
XY 3
cos X
XZ 5
YZ 4
tan X
XY 3
XY 3
sin Z
XZ 5
YZ 4
cos Z
XZ 5
XY 3
tan Z
YZ 4

a. Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-sudut Istimewa

Sudut-sudut yang berukuran 0 , 30 , 45 , 60 , 90 dalam trigonometri


disebut sudut istimewa, karena nilai sinus, cosinus dan tangen dari sudut-
sudut tersebut dapat dengan mudah dicari.

Perhatikan gambar segitiga berikut ini.

TRIGONOMETRI 7
MATEMATIKA MATEMATIKA
30

3
2
2
1

45 60
1 1

Gambar 4 Segitiga Dengan Sudut Istimewa

Dari gambar di atas, untuk sudut 45 nilai


sisi depan 1 1
sin 45 2
sisi miring 2 2
sisi samping 1 1
cos 45 2
sisi miring 2 2

Dan seterusnya, hasil dapat dirangkum dalam tabel berikut.

Tabel 1 Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa

0 30 45 60 90
1 1 1
sin 0 2 3 1
2 2 2
1 1 1
cos 1 3 2 0
2 2 2
1
tan 1 3 1 3
3

TRIGONOMETRI 8
MATEMATIKA MATEMATIKA
b. Nilai Trigonometri untuk Sudut Lain
Kadang kala dalam prakterk di kehidupan nyata, kita dihadapkan pada
pengukuran sudut lain yang tidak termasuk dalam sudut istimewa di atas.
Sudut-sudut lain tersebut, nilai perbandingan trigonometrinya tidak dapat
dihafal seperti hal nya pada sudut istimewa. Ada dua cara yang dapat
dilakukan untuk menentukan nilai perbandingan trigonometrinya. Cara
pertama yaitu dengan menggunakan tabel matematika dan cara kedua
adalah dengan mempergunakan kalkulator.
Cara pertama, yaitu menggunakan tabel matematika sangat mudah. Hal yang
perlu dilakukan adalah mencari nilai sudut pada kolom pertama, lalu cari nilai
sinus, kosinus atau tangen pada kolom selanjutnya. Tabel matematika dapat
dilihat di lampiran 2.

Contoh
Dengan menggunakan tabel trigonometri, tentukanlah besar sudut-sudut di
bawah ini!
a. sin 13
b. cos322
c. tan 77
Jawab:
Nilai sinus, kosinus dan tangen di atas dicari dengan menggunakan tabel
trigonometri

a. sin 13 0.2250

Tabel 2 Tabel Trigonometri untuk sin 130

TRIGONOMETRI 9
MATEMATIKA MATEMATIKA
b. cos322 0.7880
Tabel 3 Tabel Trigonometri untuk cos 3220

c. tan 77 1.2799

Tabel 4 Tabel Trigonometri untuk tan 77o

TRIGONOMETRI 10
MATEMATIKA MATEMATIKA
Cara yang kedua adalah dengan menggunakan kalkulator. Sebelum mencari
nilai trigonometri suatu sudut dengan menggunakan kalkulator, alangkah
baiknya jika Anda mempelajari terlebih dahulu kalkulator yang Anda miliki.

Perhatikan gambar berikut ini untuk mengetahui mode yang biasa ada pada
kalkulator

TRIGONOMETRI 11
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 5 Pemilihan Mode pada Kalkulator

1) Untuk mencari nilai perbandingan, ketik sin, cos atau tan lalu ketikkan
besar sudutnya atau sebaliknya, tergantung dari jenis kalkulator yang
Anda miliki.
2) Untuk mencari besar sudut dari nilai perbandingan trigonometri, ketik
shift diikuti dengan nilai sin, cos, atau tan. Maksud dari diketikkannya
shift adalah mencari nilai balikan dari sin, cos atau tan yang dikenal
dengan arcsin, arccos atau arctan (invers dari sin, cos atau tan).

c. Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi

TRIGONOMETRI 12
MATEMATIKA MATEMATIKA
Sebelum membicarakan perbandingan trigonometri pada sudut yang berelasi,
perhatikan terlebih dahulu gambar di bawah ini.

Gambar 6 Grafik Sinus

Gambar 7 Grafik Cosinus

TRIGONOMETRI 13
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 8 Grafik Tangen

Dari gambar grafik di atas, nilai sinus akan bernilai positif di kuadran I dan
kuadran II, nilai cosinus akan bernilai positif di kuadran I dan kuadran IV,
sedangkan nilai tangen akan bernilai positif di kuadran I dan kuadran III.
Adapun perbandingan trigonometri dari sudut yang berelasi dituliskan pada
tabel berikut ini.

Tabel 5 Perbandingan Sudut-Sudut yang Berelasi

sin 90 cos

Kuadran I cos90 sin


tan 90 cot
sin 90 cos
cos90 sin
tan 90 cot
Kuadran II
sin 180 sin
cos180 cos
tan 180 tan
sin 180 sin
cos180 cos
Kuadran III
tan 180 tan
sin 270 cos

TRIGONOMETRI 14
MATEMATIKA MATEMATIKA
cos270 sin
tan 270 cot
sin 360 sin
cos360 cos
tan 360 tan
sin 270 cos

Kuadran IV cos270 sin


tan 270 cot
sin sin
cos cos
tan tan

Jika kita perhatikan pada tabel di atas, terlihat sinus akan berubah menjadi
cosinus, cosinus berubah menjadi sinus, dan tangen berubah menjadi
cotangen bila sudut yang berelasi 90 atau 270 . Dan akan tetap jika sudut
yang berelasi 180 atau 360 . Adapun nilai positif atau negatifnya tergantung
dari berada di kuadran berapa sudut yang dicari.
Sekarang kita coba contoh-contoh berikut ini.

Contoh
Kita akan menghitung nilai dari cos145 . Pertama, perhatikan bahwa letak
sudut 145 berada pada kuadran II, artinya cosinus bernilai negatif. Ada dua
cara yang dapat kita lakukan.
1. cos145 cos180 35 cos35
atau
2. cos145 cos90 55 sin 55
Perhatikan bahwa nilai sinus dan nilai cosinus selalu berkebalikan pada dua
sudut yang berjumlah 90 . Artinya, nilai cos35 adalah sama dengan nilai
sin 55

TRIGONOMETRI 15
MATEMATIKA MATEMATIKA
2. Hubungan Koordinat Kartesius dengan Koordinat Kutub
Suatu kedudukan titik pada koordinat kartesius, dapat dinyatakan juga dalam
koordinat polar. Perhatikan gambar di bawah ini.

Gambar 9 Kedudukan Titik P pada Koordinat Kartesius

Titik P pada koordinat kartesius dinyatakan dengan P(a,b) dengan a disebut


absis dan b disebut ordinat. Sedangkan pada koordinat kutub, titik P dapat
dinyatakan dengan P(r, ) dengan r disebut jari-jari dan disebut sudut kutub.

a. Mengubah koordinat Kartesius menjadi Koordinat Polar


Berikut cara mengubah titik P(a,b) menjadi P(r, ):
1) Cari nilai r dengan menggunakan teorema Phytagoras

r a2 b2
2) Cari nilai dengan menggunakan perbandingan trigonometri
b
tan , nilai didapat dengan cara mencari nilai balikan dari
a
tangen (arc tan). Atau dapat juga dicari dengan menggunakan balikan
dari nilai sinus atau kosinus dari sudut .

Contoh:
Ubahlah P(6,8) ke dalam koordinat kutub!
Jawab:
x=6

TRIGONOMETRI 16
MATEMATIKA MATEMATIKA
y=8

r a2 b2

6 2 82
36 64
100
10
a
sin
r
6

10
3

5
3
= arc sin
5
37 o
Jadi koordinat kutub dari P(6,8) adalah P(10, 37o)

b. Mengubah Koordinat Polar menjadi Koordinat Kartesius


Berikut cara mengubah titik P(r, ) menjadi P(a,b):
1) Nilai a didapat dengan melihat perbandingan sudut trigonometri, yaitu
a r cos
2) Nilai b didapat dengan melihat perbandingan sudut trigonometri, yaitu
b r sin
Contoh:
Ubahlah koordinat kutub P(2,120o) ke dalam koordinat kartesius!
Jawab:
r=2
= 120o
a r cos
2 cos120
2 cos(180 60)
2 ( cos 60)

TRIGONOMETRI 17
MATEMATIKA MATEMATIKA
1
2 ( )
2
1
b 2 sin 120
2 sin(180 60)
2 sin 60
1
2 3
2
3
Jadi koordinat kartesius dari P(2,120o) adalah P(-1, 3)

3. Aturan Sinus dan Kosinus


Aturan Sinus dipergunakan untuk menentukan unsur-unsur dalam suatu
segitiga apabila unsur yang lain telah diketahui. Kemungkinan unsur-unsur
yang diketahui adalah sisi, sudut, sudut (ss,sd,sd), sudut, sisi, sudut
(sd,ss,sd), atau sisi, sudut, sisi (ss,sd,ss). Sedangkan aturan Kosinus
dipergunakan untuk menghitung panjang sisi suatu segitiga jika pada segitiga
tersebut diketahui dua sisi yang lain dan besar sudut yang diapit oleh kedua
sisi tersebut dan menentukan besar sudut dalam sebuah segitiga jika panjang
ketiga sisinya diketahui.

a. Aturan Sinus
Untuk menurunkan aturan sinus, kita perhatikan gambar di bawah ini.
Segitiga ABC merupakan segitiga lancip. Garis AQ merupakan garis
tinggi pada sisi a, garis BP merupakan garis tinggi pada sisi b, dan garis
CR merupakan garis tinggi pada sisi c.

TRIGONOMETRI 18
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 10 Segitiga pada Penurunan Aturan Sinus

Perhatikan segitiga ACR


CR
sin A CR b sin A.........................................................(1)
b
Lalu perhatikan segitiga BCR
CR
sin B CR a sin B........................................................(2)
a
Persamaan (1) dan (2) diperoleh
a b
b sin A a sin B ................................................(3)
sin A sin B
Sekarang perhatikan segitiga CAQ
AQ
sin C AQ b sin C.........................................................(4)
b
Pada segitiga BAQ
AQ
sin B AQ c sin B.........................................................(5)
c
Persamaan (4) dan (5) diperoleh
b sin c c sin B..............................................................................(6)
Maka dari persamaan (3) dan (6) diperoleh
a b c

sin A sin B sin C

Contoh

TRIGONOMETRI 19
MATEMATIKA MATEMATIKA
Perhatikan gambar segitiga di bawah ini

Gambar 11 Segitiga ABC

Hitunglah:

a) Besar sudut C

b) Panjang sisi a dan sisi c

Jawab:

a. Jumlah besar sudut pada segitiga adalah 180o, maka besar sudut C

didapat dari:
C 180 A B
C 180 60 45
C 180 105
C 95
Jadi besar sudut c adalah 95o

b. Panjang sisi a dan panjang sisi c dicari dengan menggunakan aturan

sinus.

Panjang sisi a

TRIGONOMETRI 20
MATEMATIKA MATEMATIKA
a b

sin A sin B
a 5

sin 60 sin 45
5
a sin 60
sin 45
5 1
a 3
1 2
2
2
5
a 2
2
5
a 2
Jadi, panjang sisi 2

Panjang sisi c
b c

sin B sin C
b
c sin C
sin B
5
c sin 95
sin 45
sin 90 5
5
c
sin 45
5
c cos5
sin 45
5
c 0,996
1
2
2
c 7,043

b. Aturan Kosinus

Aturan kosinus juga diturunkan dari segitiga. Perhatikan segitiga ABC di

bawah ini, dimana garis CR adalah garis tinggi terhadap sisi c

TRIGONOMETRI 21
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 12 Segitiga ABC pada Penurunan Aturan Kosinus

Perhatikan segitiga siku-siku BCR, dengan menggunakan teorema

Phytagoras, diperoleh
a 2 h 2 BR 2 ................................................................................. (1)

Pada segitiga siku-siku ACR, diperoleh


h b sin A ....................................................................................... (2)

dan
AR b cos A .................................................................................... (3)

Perhatikan bahwa BR AB AR c b cos A ................................. (4)

Sehingga ketika (2) dan (4) disubstitusikan ke (1) akan diperoleh

a 2 b sin A c b cos A
2 2

a 2 b 2 sin 2 A c 2 2bc cos A b 2 cos2 A


a 2 b 2 sin 2 A cos2 A c 2 2bc cos A
a 2 b 2 1 c 2 2bc cos A \

a 2 b 2 c 2 2bc cos A
Dengan cara yang sama, diperoleh
b 2 a 2 c 2 2ac cos B
c 2 a 2 b 2 2ab cosC
Contoh
Diketahui segitiga ABC dengan panjang sisi b = 5, sisi c = 6 dan besar
sudut A = 52o. Hitunglah panjang sisi AC

TRIGONOMETRI 22
MATEMATIKA MATEMATIKA
Jawab:
Gunakan aturan kosinus untuk mencari panjang AC
a 2 b 2 c 2 2bc cos A

a 2 52 62 256cos53

a 2 25 36 60
4
5
a 2 13

a 13

Jadi, panjang sisi a adalah 13

4. Luas Segitiga
Luas segitiga dapat dicari dengan menggunakan trigonometri ketika dua sisi
dan satu sudut yang diketahui atau ketiga sisinya diketahui.

a. Luas segitiga dengan dua sisi dan satu sudut diketahui


Untuk dapat menghitung luas segitiga dengan dua sisi dan satu sudut
yang diketahui, perhatikan gambar segitiga di bawah ini

Gambar 13 Segitiga ABC dengan Tinggi BD

Segitiga ABC merupakan segitiga sembarang dengan tinggi BD.


Luas segitiga ABC =

TRIGONOMETRI 23
MATEMATIKA MATEMATIKA
Perhatikan bahwa , sehingga didapat

2
Dengan cara yang sama, didapat

2
Dan

Contoh 4
Nyatakan rumus luas segitiga berikut sebagai fungsi dari panjang dua
buah sisi dan besar sudut yang diapit oleh kedua sisi tersebut.

Gambar 14 Segitiga MNO

Jawab:

2
Atau

TRIGONOMETRI 24
MATEMATIKA MATEMATIKA
b. Luas segitiga dengan ketiga sisi diketahui
Adapun untuk mencari luas segitiga yang panjang ketiga sisinya diketahui
adalah dengan menggunakan rumus ( )( )( ) yang
didapat dari penurunan rumus sebagai berikut.

Perhatikan bahwa (identitas trigonometri yang dibahas


pada Kegiatan Belajar 3)

( )( )
Dari aturan kosinus, kita punya
2

2
Lalu substitusikan ke dalam persamaan

( )( ), sehingga diperoleh:

( )( )
2 2
2 2
( )( )
2 2
( ) ( )
( )( )
2 2
( )( )( )( )
(2 )

( )( )( )( )
2
Setengah keliling segitiga ABC adalah ( ), diperoleh

2 ( )
Maka ( ) ( ) 2 2 2 .........(1)
( ) ( ) 2 2 2 ..........(2)
( ) ( ) 2 2 2 ..........(3)
Substitusikan (1), (2), dan (3) ke

( )( )( )( )
2

TRIGONOMETRI 25
MATEMATIKA MATEMATIKA
Diperoleh

2 2( ) 2( ) 2( )
2
2
( ) ( ) ( )

Substitusi nilai sin A di atas ke rumus luas segitiga

2
2
( ) ( ) ( )
2
( ) ( ) ( )

Contoh 5
Suatu segitiga diketahui sisinya adalah 5 cm, 7cm dan 8 cm. Tentukan
luas segitiga tersebut.
Jawab:
Pertama dicari dulu nilai s

( )
2

(5 7 8)
2

(20)
2
0
Maka
0 ( 0 5) ( 0 7) ( 0 8)

0 (5) (3) (2)


300
0 3

D. Aktivitas Pembelajaran
1. Pengantar:
Dalam kegiatan ini Anda akan melakukan serangkaian kegiatan untuk
mencapai kompetensi berkaitan dengan trigonometri. Kegiatan-kegiatan
tersebut akan terbagi dalam beberapa topik, diantaranya adalah:

TRIGONOMETRI 26
MATEMATIKA MATEMATIKA
a. Perbandingan trigonometri, pada bagian ini Anda akan belajar tentang
nilai perbandingan trigonometri dalam sebuah segitiga siku-siku, nilai
perbandingan trgonometri sudut-sudut istimewa, nilai trigonometri untuk
sudut yang lain dengan menggunakan tabel matematika dan kalkulator,
perbandingan trigonometri pada sudut-sudut yang berelasi dan hubungan
antara koordinat kartesius dengan koordinat kutub.
b. Aturan sinus dan kosinus, pada bagian ini Anda akan belajar tentang
aturan sinus, aturan kosinus dan kapan aturan sinus dan kosinus ini
dipergunakan.
c. Luas segitiga, pada bagian ini Anda akan belajar tentang bagaimana
cara mencari luas segitiga dengan menggunakan aturan trigonometri.

1. Aktifitas
Aktifitas 0: Mengidentifikasi Isi Bahan Ajar
Mengawali proses pembelajaran, diskusikan bersama rekan guru untuk
mengidentifikasi hal-hal berikut:
1. Ada berapa aktivitas yang harus Anda ikuti dalam mempelajari bahan
belajar ini? Sebutkan topik-topik untuk masing-masing aktivitas.
2. Kompetensi apa yang diharapkan tercapai setelah mempelajari bahan
belajar ini? Sebutkan!
3. Anda saat ini mengikuti pelatihan dengan pola tatap muka. Apa saja
yang harus Anda lakukan saat tatap muka?
Jawablah pertanyaan di atas dengan menggunakan LK 00

Aktivitas 1: Perbandingan Trigonometri


Trigonometri adalah ilmu ukur sudut yang berasal dari perbandingan suatu
segitiga siku-siku. Dalam aktifitas ini Anda akan mempelajari tentang
perbandingan trigonometri. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan
menggunakan LK 01a, LK 01b, dan LK 01c. Jika Anda kesulitan menjawab
LK 01a, LK 01b, dan LK 01c, disarankan untuk membaca bahan bacaan 01.

LK 01a
1. Apa saja yang harus diketahui untuk bisa menentukan nilai sinus,
kosinus dan tangen pada sebuah segitiga?

TRIGONOMETRI 27
MATEMATIKA MATEMATIKA
2. Dapatkah Anda mencari nilai sinus, kosinus dan tangen dari segitiga
dengan ukuran triple phytagoras? Jika dapat berilah beberapa
contohnya.
3. Apa yang harus diperhatikan ketika akan mengubah nilai sinus, kosinus
dan tangen dari suatu sudut yang bernilai besar agar menjadi nilai sinus,
kosinus dan tangen pada sudut lancip?
4. Tentukan nilai sinus, kosinus, dan tangen dari segitiga-segitiga di bawah
ini.

J G
A


B C

H H F

Gambar 15 Segitiga Siku-Siku ABC, HIJ dan FGH

5. Nyatakan perbandingan trigonometri berikut ini dalam perbandingan


trigonometri sudut lancip.
a. Cos 151o
b. Sin 268o
c. Tan 784o
d. Cosec 112o
e. Cotan 205o
6. Pada sebuah segitiga, diketahui . Tentukan nilai , dan

7. Tentukan nilai dari


a. 50 45 ( 330)

b. 3 5 300 80

TRIGONOMETRI 28
MATEMATIKA MATEMATIKA
8. Tentukan ukuran segitiga jika diketahui
a.

b.

c.

LK 01b
1. Tentukan nilai sinus, kosinus, dan tangen dari sudut berikut ini dengan
menggunakan tabel trigonometri.
a. cos85
b. sin 135
c. tan 15
d. cos93
e. sin 85
2. Setelah Anda mendapatkan nilai dari sinus, kosinus dan tangen pada
nomor 1 di atas dengan menggunakan kalkulator yang Anda miliki.
3. Diskusikan dengan teman sekelompok Anda bagaimana nilai yang Anda
dapatkan dari perhitungan dari tabel trigonometri dan hasil dari
perhitungan kalkulator. Lalu coba Anda hitung nilai trigonometri tersebut
dengan menggunakan analsis rumus trigonometri.

LK 01c
1. Ubahlah bentuk koordinat kartesius di bawah ini menjadi koordinat kutub
a. P(5,12)
b. P(1,1)
c. P(1, 3)
d. P(3,2)
e. P(7,24)
2. Ubahlah bentuk koordinat kutub di bawah ini menjadi koordinat kartesius
a. P(6, 30o)
b. P(10, 225o)
c. P(8, 135o)
d. P(12, 150o)

TRIGONOMETRI 29
MATEMATIKA MATEMATIKA
e. P(3, 60o)
3. Suatu kapal nelayan yang sedang melaut bahan bakarnya habis.
Nelayan tersebut meminta bantuan pada pelabuhan terdekat dengan
menggunakan radio. Dilaporkan bahwa posisi perahu berada pada jarak
100km arah Barat Laut dari pelabuhan tersebut. Tentukan koordinat
kedudukan perahu nelayan tersebut jika pelabuhan dianggap pusat
kartesius!

Aktivitas 2 : Aturan Sinus dan Kosinus


Dalam aktifitas ini Anda akan mempelajari tentang aturan Sinus dan kosinus.
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan LK 02. Jika Anda
kesulitan menjawab LK 02, disarankan untuk membaca bahan bacaan 02.

1. Apa yang harus diperhatikan ketika akan menggunakan aturan sinus dan
kosinus? Bagaimana cara Anda menerangkan tentang konsep aturan
sinus dan aturan kosinus kepada siswa Anda? Diskusikan dengan teman
satu kelompok dan presentasikan di depan kelas.
2. Pada segitiga ABC di bawah ini diketahui 5 30 dan
45 . Hitunglah panjang sisi a

Gambar 16 Segitiga ABC

3. Seorang anak menaikkan layang-layang sehingga sudut yang dibentuk


oleh benang dan arah mendatar adalah 37o. Hitung panjang benang yang

TRIGONOMETRI 30
MATEMATIKA MATEMATIKA
dipakai untuk menaikkan layang-layang jika tinggi layang-layang dari
permukaan tanah 5 meter.
4. Seseorang melihat sebuah terowongan dengan sudut penglihatan 45o.
Jika jarak orang tersebut ke titik awal terowongan adalah meter dan
jarak orang tersebut ke titik akhir terowongan adalah 2 2 meter.
Hitunglah panjang terowongan tersebut dalam .
5. Sebuah kapal berlayar ke arah timur sejauh 40 mil. Kemudian kapal
melanjutkan perjalanan dengan arah 45o sejauh 50 mil. Tentukan jarak
kapal terhadap posisi saat kapal berangkat.

Aktivitas 3 : Luas segitiga


Dalam aktifitas ini Anda akan mempelajari tentang aturan Sinus dan kosinus.
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan LK 03. Jika Anda
kesulitan menjawab LK 03, disarankan untuk membaca bahan bacaan 03.

1. Apa yang harus diketahui untuk mencari luas suatu segitiga dengan
menggunakan aturan trigonometri?
2. Perhatikan gambar segiempat ABCD berikut ini.

Gambar 17 Bangun ABCD

AB = 12 cm, AD = 5 cm dan DC = 10 cm. Sudut BCD = 600, sudut BAD dan


sudut BCD siku-siku. Hitunglah luas bangun ABCD tersebut!
3. Sebuah wadah kompresor akan dibuat berbentuk segitiga dengan
panjang sisi 45 cm, 60 cm dan 80 cm. Berapakah luas permukaan bahan

TRIGONOMETRI 31
MATEMATIKA MATEMATIKA
yang diperlukan untuk menutup salah satu sisi wadah kompresor
tersebut?

Aktivitas 4 : Penerapan perbandingan Trigonometri, aturan sinus


dan kosinus, dan luas segitiga menggunakan aturan trigonometri
dalam pemecahan masalah kejuruan.
Anda telah mempelajari perbandingan Trigonometri, aturan sinus dan
kosinus, dan luas segitiga menggunakan aturan trigonometri dalam aktivitas-
aktivitas sebelumnya. Pada aktivitas ini diskusikan dengan teman
sekelompok Anda (usahakan satu jurusan) dan jawablah pertanyaan berikut
dengan menggunakan LK 04a. LK04b dan LK 04c. Lalu hasilnya
presentasikan di depan kelas untuk dikritisi oleh widyaiswara dan peserta
diklat lainnya.

LK 04a

1. Menurut Anda, bagaimana penggunaan perbandingan Trigonometri di


jurusan Anda?
2. Buatlah soal penerapan yang berkaitan dengan perbandingan
Trigonometripada jurusan Anda, lalu selesaikan persoalan tersebut!

LK 04b

1. Menurut Anda, bagaimana penggunaan aturan sinus dan kosinus di jurusan


Anda?
2. Buatlah soal penerapan yang berkaitan dengan aturan sinus dan kosinus
pada jurusan Anda, lalu selesaikan persoalan tersebut!

LK 04c

1. Menurut Anda, bagaimana penggunaan rumus luas segitiga dengan


menggunakan aturan trigonometri di jurusan Anda?
2. Buatlah soal penerapan yang berkaitan dengan luas segitiga menggunakan
aturan trigonometri pada jurusan Anda, lalu selesaikan persoalan tersebut!

TRIGONOMETRI 32
MATEMATIKA MATEMATIKA
E. Latihan dan Tugas
a. Pilihan Banyak
Pilihlah salah satu jawaban yang benar!
1. Segitiga ABC siku-siku di C dan menyatakan besar sudut A. Panjang
AB = 3 cm dan panjang AC = 1 cm. Nilai sinus adalah...
1
A. 2
2
2
B. 3
3
3
C. 3
2
1
D. 3
2
2
E. 2
3
1
2. Sudut berada di kuadran IV dan nilai cos , nilai sin adalah...
a

A. 1 a 2

B. a 2 1
1
C.
a2 1

a2 1
D.
a
a2 1
E.
a
3. Nilai dari sin 150 adalah...
1
A.
2
1
B.
2
1
C. 3
2

TRIGONOMETRI 33
MATEMATIKA MATEMATIKA
1
D. 3
2
1
E. 2
2
4. Nilai dari cos315 adalah...
1
A. 2
2
1
B. 3
2
1
C. 2
2
1
D. 3
2
E. 1
5. Nilai sin( 150) cos(150) tan( 150) adalah...

A.
1
2

3 3
B.
1
2

3 3
C.
1
2

2 3
D.
1
6

3 3
E.
1
6

3 3
6. Diketahui sebuah kapal pesiar berada di 10 km arah Tenggara pantai.
Kedudukan kapal tersebut dalam koordinat kartesius adalah...
A. R(-5 2, 5 2)
B. R(-5 2, -5 2)
C. R(5 2, -5 2)
D. R(5 3, -5 3)
E. R(-5 2, -5 2)
7. Pada segitiga PQR diketahui panjang sisi PQ = 25 cm, sudut P = 45o,
dan sudut Q = 60o. Panjang sisi QR dan sisi PR berturut-turut adalah...

TRIGONOMETRI 34
MATEMATIKA MATEMATIKA
A. 18,03 dan 22,14
B. 18,30 dan 22,41
C. 22,41 dan 18,30
D. 22,41 dan 18,03
E. 22, 14 dan 18,30
8. Sebuah kerangka kawat berbentuk segitiga dengan panjang sisi yang
bersebelahan berturut-turut 12 cm dan 17 cm, dan besar sudut yang
diapit kedua sisi tersebut adalah 45o. Panjang sisi lain pada rangka
tersebut adalah...

A. (433 3 204) cm

B. (433 204 3 ) cm

C. (433 204 2 ) cm

D. (433 204 3 ) cm

E. (433 204 2 ) cm
9. Diketahui sebuat belah ketupat dengan sisi 18 cm dan salah satu
sudutnya 30o. Luas belah ketupat tersebut adalah...
A. 162 cm2
B. 324 cm2
C. 108 cm2
D. 216 cm2
E. 360 cm2
10. Diketahui segitiga ABC dengan panjang sisi a = 4 cm, sisi b = 6 cm, dan
sisi c = 8 cm. Luas segitiga ABC adalah...
A. 6 5
B. 5 5
C. 4 5
D. 3 5
E. 2 5

b. Uraian

TRIGONOMETRI 35
MATEMATIKA MATEMATIKA
1. Sebuah tiang listrik berdiri di atas tanah mendatar dengan tinggi 4 meter
dihubungkan oleh kawat dengan sebuah tonggak besi di tanah. Jarak
antara ujung tiang listrik dengan tonggak adalah 3 m. Hitunglah:
a. Sudut antara kawat dan tanah
b. Panjang kawat yang menghubungkan ujung atas tiang listrik dengan
tonggak besi.
2. Nyatakan sudut-sudut di bawah ini dalam perbandingan trigonometri
sudut lancip
a. sin 188o
b. cos 210o
c. tan 300o
d. sec 220o
e. cot 310o
f. cosec 195o
3. Diketahui dalam segitiga ABC panjang sisi a 4 , sisi b 6 , dan sudut
B 53 . Hitunglah panjang sudut A.
4. Dalam segitiga ABC berlaku a 2 b 2 c 2 2bc Tunjukkan bahwa
besar sudut A= 45o.
5. Dalam segitiga PQR, diketahui panjang PQ 9cm , QR 2cm dan

PRQ 35o . Htunglah luas segitiga PQR.

F. Rangkuman

1. Di dalam segitiga siku-siku berlaku:


sisi depan a
sin
sisi miring c

sisi samping b
cos
sisi miring c

sisi depan a
tan
sisi samping b

sisi miring c
cosec
sisi depan a

TRIGONOMETRI 36
MATEMATIKA MATEMATIKA
sisi miring c
sec
sisi samping b

sisi samping b
cot
sisi depan a

2. Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa


0 30 45 60 90
1 1 1
sin 0 2 3 1
2 2 2
1 1 1
cos 1 3 2 0
2 2 2
1
tan 1 3 1 3
3

3. Perbandingan Sudut-sudut yang berelasi


Pada kuadran I
sin 90 cos
cos90 sin
tan 90 cot

Pada kuadran II
sin 90 cos
cos90 sin
tan 90 cot
sin 180 sin
cos180 cos
tan 180 tan

Pada kuadran III


sin 180 sin
cos180 cos

TRIGONOMETRI 37
MATEMATIKA MATEMATIKA
tan 180 tan
sin 270 cos
cos270 sin
tan 270 cot

Pada kuadran IV
sin 360 sin
cos360 cos
tan 360 tan
sin 270 cos
cos270 sin
tan 270 cot
sin sin
cos cos
tan tan

4. Koordinat kartesius ke koordinat kutub

P(a,b) r a2 b2
b
tan
a
5. Koordinat kutub ke koordinat polar
P(r, ) a r cos
b r sin
6. Aturan Sinus
a b c

sin A sin B sin C

7. Aturan kosinus
a 2 b 2 c 2 2bc cos A
b 2 a 2 c 2 2ac cos B
c 2 a 2 b 2 2ab cosC

TRIGONOMETRI 38
MATEMATIKA MATEMATIKA
8. Rumus luas segitiga dengan menggunakan aturan trigonometri
Jika diketahui dua sisi dan satu sudut
1
Luas segitiga a b sin
2
1
Luas segitiga b c sin
2
1
Luas segitiga c a sin
2
Jika diketahui tiga sisi
( ) ( ) ( )

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Pada Kegiatan Belajar 1 ini Anda telah mempelajari:


1. Perbandingan trigonometri, yang meliputi nilai perbandingan trigonometri dalam
sebuah segitiga siku-siku, nilai perbandingan trgonometri sudut-sudut istimewa,
nilai trigonometri untuk sudut yang lain dengan menggunakan tabel matematika
dan kalkulator, dan perbandingan trigonometri pada sudut-sudut yang berelasi.
2. Aturan sinus dan kosinus, yang meliputi aturan sinus, aturan kosinus dan
penggunaan aturan sinus dan kosinus.
3. Mencari luas segitiga dengan menggunakan aturan trigonometri.
4. Mengubah koordinat katesius ke dalam koordinat kutub dan sebaliknya.
Pengembangan yang diharapkan setelah mempelajari perbandingan trigonometri,
aturan sinus dan kosinus, luas segitiga dengan menggunakan aturan trigonometri
dan mengubah koordinat kutub menjadi koordinat polar(dan sebaliknya) adalah Anda
dapat mengidentifikasi permasalahan di dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan
dengan pembelajaran tentang perbandingan trigonometri.
Ukurlah kemampuan Anda dengan mencocokkan latihan yang ada pada kegiatan
belajar 1 dengan kunci jawaban. Hitunglah tingkat penguasaan Anda dengan
menggunakan rumus di bawah ini:

TRIGONOMETRI 39
MATEMATIKA MATEMATIKA
Bila tingkat penguasaan Anda mencapai 67%, Anda dapat meneruskan dengan
kegiatan belajar selanjutnya. Akan tetapi bila kebenaran jawaban Anda belum
mencapai 67%, hendaknya anda mengulangi kegiatan belajar, terutama pada bagian
yang Anda anggap rumit dan berdiskusilah dengan teman sejawat yang lainnya atau
dengan narasumber/fasilitator.
Untuk mengembangkan materi yang lebih jauh Anda sebaiknya mempelajari materi
Trigonometri pada kegiatan belajar berikutnya. Lakukan tahapan kegiatan belajar
materi selanjutnya dengan mengerjakan aktifitas kegiatannya dan mengerjakan
lembar kerjanya. Ukurlah kemampuan pemahaman materi yang Anda pelajari
dengan mengerjakan latihan soal-soalnya.
Selanjutnya Anda akan mempelajari tentang Identitas Trigonometri pada Kegiatan
Belajar 2. Materi yang akan dipelajari meliputi pembuktian identitas trigonometri dan
penerapan rumus trgonometri jumlah dan selisih dua sudut.

TRIGONOMETRI 40
MATEMATIKA MATEMATIKA
Kegiatan Belajar 2: Identitas Trigonometri

A. Tujuan
Tujuan dari penulisan modul ini adalah:
1. Melalui membaca peserta diklat dapat membuktikan suatu identitas
trigonometri dengan benar.
2. Melalui diskusi kelompok peserta diklat dapat menerapkan rumus
trigonometri jumlah dan selisih dua sudut dengan cermat.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


Indikator pencapaian kompetensi yang harus dikuasai setelah mengikuti kegiatan
belajar ini adalah, peserta diklat dapat:
1. Membuktikan suatu identitas trigonometri.
2. Menerapkan rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut.

C. Uraian Materi
1. Identitas Trigonometri
Identitas trigonometri merupakan suatu bentuk trigonometri yang dinyatakan
dalam bentuk trigonometri yang lain. Identitas trigonometri dasar merupakan
hubungan kebalikan, perbandingan dan teorema Phytagoras.

a. Identitas Trigonometri dasar yang merupakan hubungan kebalikan


1
sin
1) cos ec
1
cos
2) sec
1
tan
3) cot

b. Identitas Trigonometri dasar yang merupakan hubungan


perbandingan
sin
tan
1) cos

TRIGONOMETRI 41
MATEMATIKA MATEMATIKA
cos
cot
2) sin

c. Identitas Trigonometri dasar yang diperoleh dari teorema


Phytagoras

1) Coba Anda perhatikan Gambar 2.2.1 pada point 1. Berdasarkan


a b
gambar tersebut sin dan cos .
c c
Oleh karena itu:

a2 b2 c2
2 2
a b
sin cos
2 2
2 1
c c c2 c
Karena pada gambar tersebut berlaku hubungan Phytagoras
a2 b2 c2
Jadi, identitas trigonometri dari teorema Phytagoras adalah
sin 2 cos2 1
Identitas lainnya adalah
2) 1 tan 2 sec 2

Rumus ini didapat dengan membagi identitas sin cos 1


2 2

dengan cos
2

sin 2 cos2 1
sin 2 cos2 1

cos cos cos2
2 2

1 tan 2 sec 2

3) 1 cot 2 cos ec 2

Rumus ini didapat dengan membagi identitas sin cos 1


2 2

dengan sin
2

sin 2 cos2 1
sin 2 cos2 1
2
sin sin sin 2
2

1 cot 2 cos ec 2

TRIGONOMETRI 42
MATEMATIKA MATEMATIKA
2. Rumus Jumlah dan Selisih Dua Sudut
a. Rumus untuk cos
Perhatikan Gambar 2.3.1
Dari gambar diperoleh OC OB OA OD r koordinat titik A,
B,C,dan D berturut-turut adalah r,0, r cos , r sin ,
r cos , r sin , dan r cos , r sin ,
Dengan menggunakan rumus jarak antara dua titik, diperoleh

d 2 AB AB x B x A y B y A
2 2 2

Gambar 18 Koordinat Kutub

Sehingga didapat

AC 2 r cos r 2 r sin 02
AC 2 r 2 cos2 2r 2 cos r 2 r 2 sin 2
AC 2 r 2 cos2 sin 2 2r 2 cos r 2
AC 2 r 2 1 r 2 2r 2 cos
AC 2 2r 2 2r 2 cos
Dan

DB2 r cos r cos 2 r sin r sin 2


DB2 r 2 cos2 2r 2 cos cos r 2 cos2 r 2 sin 2

TRIGONOMETRI 43
MATEMATIKA MATEMATIKA
2r 2 sin sin r 2 sin 2
DB2 r 2 cos2 sin 2 r 2 cos2 sin 2
2r 2 sin sin 2r 2 cos cos
DB2 r 2 r 2 2r 2 sin sin 2r 2 cos cos
DB2 2r 2 2r 2 sin sin 2r 2 cos cos

Karena segitiga OCA dan segitiga ODB kongruen, maka


AC 2 DB 2
2r 2 2r 2 cos 2r 2 2r 2 sin sin 2r 2 cos cos
2r 2 cos 2r 2 cos cos sin sin
cos cos cos sin sin
Rumus untuk cos dapat diturunkan dari cos , didapat

cos cos cos sin sin

b. Rumus untuk sin


Rumus untuk sin didapat dari rumus perbandingan dua sudut

yang berkomplemen. Ingat bahwa sin 90 cos dan

cos90 sin
sin cos90
sin cos90
sin cos90
sin cos90 cos sin 90 sin
sin sin cos cos sin
Jadi
sin sin cos cos sin

Rumus untuk sin diturunkan dari sin dengan mengganti


dengan

TRIGONOMETRI 44
MATEMATIKA MATEMATIKA
sin sin
sin sin cos cos sin
sin sin cos cos sin
Jadi
sin sin cos cos sin

c. Rumus untuk tan

Rumus untuk tan diturunkan dari rumus sin dan


cos

sin
tan
cos
sin cos cos sin
tan
cos cos sin sin
1
sin cos cos sin cos cos
tan
cos cos sin sin 1
cos cos
sin cos cos sin

cos cos cos cos
tan
cos cos sin sin

cos cos cos cos
sin sin

cos cos
tan
sin sin
1
cos cos
tan tan
tan
1 tan tan

Rumus untuk tan dapat diturunkan dari tan , didapat

tan tan
tan
1 tan tan

Contoh 1

TRIGONOMETRI 45
MATEMATIKA MATEMATIKA
Hitunglah nilai dari sin 15
Jawab
sin 15 sin 45 30
sin 45 cos30 cos 45 sin 30
1 1 1 1
3 2 2
2 2 2 2
1 1
6 2
4 4


1
4
6 2

Contoh 2
cos
Buktikan bahwa 1 tan tan
cos cos
Jawab:
cos cos cos sin sin

cos cos cos cos
cos cos cos sin sin

cos cos cos cos cos cos
cos
1 tan tan
cos cos

3. Rumus Trigonometri Sudut Rangkap


Dari materi sebelumnya, diketahui bahwa rumus jumlah dua sudut untuk
kosinus adalah
cos cos cos sin sin

Jika sudutnya kita ganti menjadi


didapat
cos cos cos sin sin

cos cos2 sin 2


Jadi

cos2 cos2 sin 2

TRIGONOMETRI 46
MATEMATIKA MATEMATIKA
Perhatikan bahwa
sin 2 cos2 1
Maka


cos2 cos2 1 cos2
cos2 2 cos2 1
dan


cos2 1 sin 2 sin 2
cos2 1 2 sin 2

Sekarang rumus untuk jumlah dua sudut pada sinus


sin sin cos cos sin

Jika sudutnya kita ganti menjadi


didapat
sin sin cos cos sin
sin 2 sin cos
Jadi
sin 2 2 sin cos

Lalu rumus untuk jumlah dua sudut pada tangen


tan tan
tan
1 tan tan
ganti sehingga didapat

tan tan
tan
1 tan tan
2 tan
tan
1 tan 2
Jadi
2 tan
tan 2
1 tan 2

cos2 1 2 sin 2
1
Sekarang untuk sin , perhatikan
2

TRIGONOMETRI 47
MATEMATIKA MATEMATIKA
2 sin 2 1 cos 2
1 cos 2
sin 2
2

1 cos 2
sin
2
1
Substitusikan 2 , didapat

1
1 cos 2
1 2
sin
2 2
1 1 cos
sin
2 2

Dengan cara yang sama didapat rumus untuk

1 1 cos
cos dan
2 2
1 1 cos 1 cos sin
tan
2 1 cos sin 1 cos

Contoh 3
9 1
Jika sin A dengan 0 A . Hitunglah:
5 2
a) sin 2 A
b) cos 2 A
c) tan 2 A

Jawab:
9 1
sin A dengan 0 A , artinya A ada di kuadran I maka baik itu
15 2
sinus, kosinus maupun tangen bernilai positif.
Perhatikan segitiga di bawah ini.

TRIGONOMETRI 48
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 19 Segitiga ABC

9 sisi depan
sin A
15 sisi miring
Sisi alas dicari dengan menggunakan aturan phytagoras
AB 2 AC 2 BC 2
AB 2 9 2 15 2
AB 2 15 2 9 2
AB 2 225 81
AB 2 144
AB 144
AB 12

Sehingga diperoleh
sisi samping AB 12
cos A
sisi miring BC 15
sisi depan AC 9
tan A
sisi samping AB 12
Maka
a) sin 2 A 2 sin A cos A
sin 2 A 2 sin A cos A
9 12
sin 2 A 2
12 15
18
sin 2 A
15

TRIGONOMETRI 49
MATEMATIKA MATEMATIKA
6
sin 2 A
5
b) cos 2 A cos2 A sin 2 A
2 2
12 9
cos 2 A
15 15
144 81
cos 2 A
225 225
63
cos 2 A
225
63
cos 2 A
225
7
cos 2 A
25
2 tan A
c) tan 2 A
1 tan 2 A
9
2
tan 2 A 2
12
9
1
12
9
tan 2 A 6
81
1
144
9
tan 2 A 6
63
144
24
tan 2 A
7

4. Perkalian Sinus dan Kosinus


Sebelumnya sudah dipelajari rumus jumlah dan selisih dua sudut, yaitu
cos cos cos sin sin
cos cos cos sin sin

TRIGONOMETRI 50
MATEMATIKA MATEMATIKA
sin sin cos cos sin
sin sin cos cos sin

Rumus perkalian kosinus diperoleh dengan menjumlahkan


cos cos cos sin sin
cos cos cos sin sin +

cos cos 2 cos cos


2 cos cos cos cos

cos cos
1
cos cos ...........*)
2

Rumus perkalian sinus diperoleh dengan mengurangkan


cos cos cos sin sin
cos cos cos sin sin -

cos cos 2 sin sin


2 sin sin cos cos

sin sin
1
cos cos .......**)
2

Rumus perkalian sinus dan kosinus diperoleh dengan menjumlahkan


sin sin cos cos sin
sin sin cos cos sin +

sin sin 2 sin cos


2 sin cos sin sin

sin cos
1
sin sin ..........***)
2

Rumus perkalian sinus dan kosinus diperoleh dengan mengurangkan


sin sin cos cos sin
sin sin cos cos sin -

TRIGONOMETRI 51
MATEMATIKA MATEMATIKA
sin sin 2 cos sin
2 cos sin sin sin

cos sin
1
sin sin .........****)
2

Contoh 4
Hitunglah nilai dari cos 75 sin 15
Jawab:

cos 75 sin 15
1
sin 75 15 sin 75 15
2


1
sin 90 sin 60
2


1
1 1 3
2 2


1
2
1 3

5. Penjumlahan dan Pengurangan Sinus


Sebelumnya sudah dibahas mengenai perkalian sinus dan kosinus, didapat
rumus-rumus berikut ini

cos cos
1
cos cos
2

sin sin
1
cos cos
2

sin cos
1
sin sin
2

sin sin
1
cos sin
2
Sekarang misalkan r dan s

Didapat r s 2 r s
1
2

Dan r s 2 r s
1
2

TRIGONOMETRI 52
MATEMATIKA MATEMATIKA
Ketika nilai-nilai ini disubstitusikan ke persamaan di atas, diperoleh

cos cos
1
cos cos
2

cos
1
r s cos 1 r s 1 cos r cos s
2 2 2

cos r cos s 2 cos r s cos r s ......*)
1 1
2 2

sin sin
1
cos cos
2

sin
1
r s sin 1 r s 1 cos r cos s
2 2 2
1
cos r cos s 2 sin r s sin r s ....**)
1
2 2

sin cos
1
sin sin
2

sin
1
r s cos 1 r s 1 sin r sin s
2 2 2
1
sin r sin s 2 sin r s cos r s .....***)
1
2 2

cos sin
1
sin sin
2

cos
1
r s sin 1 r s 1 sin r sin s
2 2 2

sin r sin s 2 cos r s sin r s ....****)
1 1
2 2
Contoh 5
Hitungah nilai dari cos75 cos15
Jawab:

cos 75 cos15 2 cos (75 15) cos 75 15
1 1
2 2

TRIGONOMETRI 53
MATEMATIKA MATEMATIKA

2 cos (90) cos 60
1 1
2 2
2cos 45 cos30

1 1
2 2 3
2 2
1
6
2

D. Aktivitas Pembelajaran
1. Pengantar:
Dalam kegiatan ini Anda akan melakukan serangkaian kegiatan untuk
mencapai kompetensi berkaitan dengan Trigonometri. Kegiatan-kegiatan
tersebut akan terbagi dalam beberapa topik, di antaranya adalah:
a. Identitas trigonometri, pada bagian ini Anda akan belajar tentang
Identitas Trigonometri dasar yang merupakan hubungan kebalikan,
Identitas Trigonometri dasar yang merupakan hubungan perbandingan,
Identitas Trigonometri dasar yang diperoleh dari teorema Phytagoras
b. Rumus Jumlah dan Selisih Dua Sudut, pada bagian ini Anda akan belajar
tentang Rumus untuk cos , Rumus untuk sin , Rumus

untuk tan
c. Rumus Trigonometri Sudut Rangkap
d. Perkalian Perkalian, Penjumlahan dan Pengurangan Sinus dan Kosinus.

1. Aktifitas
Aktifitas 0: Mengidentifikasi Isi Bahan Ajar
Mengawali proses pembelajaran, diskusikan bersama rekan guru untuk
mengidentifikasi hal-hal berikut:
1. Ada berapa aktivitas yang harus Anda ikuti dalam mempelajari bahan belajar
ini? Sebutkan topik-topik untuk masing-masing aktivitas.
2. Kompetensi apa yang diharapkan tercapai setelah mempelajari bahan belajar
ini? Sebutkan!
3. Anda saat ini mengikuti pelatihan dengan pola tatap muka. Apa saja yang
harus Anda lakukan saat tatap muka?

TRIGONOMETRI 54
MATEMATIKA MATEMATIKA
Jawablah pertanyaan di atas dengan menggunakan LK 00

Aktivitas 1: Identitas trigonometri


Dalam aktifitas ini Anda akan mempelajari tentang Identitas trigonometri.
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan LK 01. Jika Anda
kesulitan menjawab LK 01, disarankan untuk membaca bahan bacaan 01 tentang
Identitas trigonometri.
1. Apa saja yang dimaksud dengan identitas trigonometri?
2. Apa yang harus diperhatikan ketika membuktikan suatu identitas
trigonometri?
3. Apa yang harus diketahui untuk menemukan suatu rumus identitas
trigonometri?
4. Bagaimana cara Anda menyusun langkah pembuktian sebuah identitas
trigonometri dengan menggunakan rumus-rumus trigonometri?
5. Apa yang akan Anda lakukan ketika di dalam pembuktian yang sedang Anda
kerjakan ternyata jalan yang Anda tempuh dirasakan buntu?
6. Bagaimana cara Anda menerangkan pada siswa perihal pembuktian rumus-
rumus identitas trigonometri?
7. Buktikan bahwa tan 2 x cos ec 2 x cot 2 x sec 2 x
8. Buktikan bahwa tan 2 cos2 cot 2 sin 2 1
sin cos
9. Sederhanakan
1 sin 2

Aktivitas 2:Rumus Jumlah dan Selisih Dua Sudut


Dalam aktifitas ini Anda akan mempelajari tentang Rumus Jumlah dan Selisih
Dua Sudut. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan LK 02. Jika
Anda kesulitan menjawab LK 02, disarankan untuk membaca bahan bacaan 02
tentang Rumus Jumlah dan Selisih Dua Sudut.
1. Bagaimana cara Anda menjelaskan penurunan rumus jumlah dan selisih
trigonometri pada siswa? Diskusikan dengan teman satu kelompok lalu
presentasikan di depan kelas!

TRIGONOMETRI 55
MATEMATIKA MATEMATIKA
2. Menurut Anda bagaimana penerapan rumus jumlah dan selisih trigonometri di
jurusan Anda? Bergunakah rumus tersebut untuk memecahkan
permasalahan yang ada di jurusan Anda? Beri contohnya!
3. Segitiga ABC dengan sisi AB=a, BC=c, AC=b+x dimana AD=b dan DC=x.
Sudut ABC adalah dan sudut ABD adalah . Tentukan nilai !
Perhatikan gambar di bawah ini

Gambar 20 Segitiga BAC Rangkap dengan Segitiga BAD

4. Percepatan yang dialami silinder pejal yang ditempatkan pada bidang miring
dengan sudut kemiringan dirumuskan sebagai berikut:
a. a g sin jika tidak ada gesekan antara silinder dan bidang miring

3
b. a g sin jika silinder menggelinding
4
Jika sudut kemiringan adalah 15o tentukan kecepatan silinder ketika
a. tidak ada gesekan antara silinder dan bidang miring
b. silinder menggelinding

Aktivitas 3: Rumus Trigonometri Sudut Rangkap


Dalam aktifitas ini Anda akan mempelajari tentang Rumus Trigonometri Sudut
Rangkap. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan LK 03. Jika

TRIGONOMETRI 56
MATEMATIKA MATEMATIKA
Anda kesulitan menjawab LK 03, disarankan untuk membaca bahan bacaan 03
tentang Rumus Trigonometri Sudut Rangkap.

1. Bagaimana cara Anda menjelaskan penurunan Rumus Trigonometri Sudut


Rangkap pada siswa? Diskusikan dengan teman satu kelompok lalu
presentasikan di depan kelas!
12
2. Diketahui sin P , dengan 0 P 180 . Hitunglah sin 2 P, cos 2 P , dan
20
tan 2P !
3. Buatlah soal tentang penerapan rumus trigonometri sudut rangkapdi jurusan
Anda. Diskusikan dengan teman satu kelompok (satu kelompok terdiri dari
guru jurusan yang sama), lalu presentasikan di depan kelas.

Aktivitas 4: Perkalian, Penjumlahan dan Pengurangan Sinus dan Kosinus


Dalam aktifitas ini Anda akan mempelajari tentang Perkalian Sinus dan Kosinus.
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan LK 04. Jika Anda
kesulitan menjawab LK 04, disarankan untuk membaca bahan bacaan 04 tentang
Perkalian Sinus dan Kosinus.
1. Bagaimana cara Anda menjelaskan penurunan Rumus Trigonometri Sudut
Rangkap pada siswa? Diskusikan dengan teman satu kelompok lalu
presentasikan di depan kelas!
2. Selesaikanlah soal-soal di bawah ini!
a. cos105 cos15
b. 2 cos 75 sin 45
c. sin 75 sin 45
d. cos105 cos15
e. cos1220 cos100 cos 20
f. cos105 cos15 cos 20
3. Buatlah soal tentang penerapan Perkalian, Penjumlahan dan Pengurangan
Sinus dan Kosinus di jurusan Anda. Diskusikan dengan teman satu kelompok
(satu kelompok terdiri dari guru jurusan yang sama), lalu presentasikan di
depan kelas.

TRIGONOMETRI 57
MATEMATIKA MATEMATIKA
E. Latihan dan Tugas
a. Pilihan Banyak
Pilihlah salah satu jawaban yang benar!
1. Nilai dari cos120 sin 60 adalah...
1
A. 2
4
1
B. 2
4
1
C. 2
2
1
D. 2
2
1
E. 2
6

2. Jika 2 cos x cos x , maka nilai sin x adalah...
2 2
A. 0
1
B.
2
1
C. 2
2
1
D. 3
2
E. 1
3
3. Jika diketahui nilai sin A , dan A terletak di kuadran III, maka nilai
2
cos 2 A adalah...
11
A.
25
9
B.
25
7
C.
25

TRIGONOMETRI 58
MATEMATIKA MATEMATIKA
5
D.
25
3
E.
25
1
4. Bentuk sederhana dari adalah...
tan x 1
2

A. cot 2 x
B. sec 2 x

C. sin 2 x

D. cos ex 2 x
E. cos2 x
cos
5. senilai dengan...
cos sin
A. cos ec tan
B. cot sec
C. cot tan
D. tan cot
E. tan sec

1 4
6. Jika sin A dan cos B , A dan B berada di kuadran III, maka
4 5
nilai dari cos A B adalah...

4 15 3
A.
20
4 15 3
B.
10
4 15 3
C.
10

4 15 3
D.
20
4 15 3
E.
20

TRIGONOMETRI 59
MATEMATIKA MATEMATIKA
7. Jika A+B+C = 180o, maka nilai dari sin
1
A B adalah ...
2
A. cos 2 A
B. cos A
1
C. cos A
2
D. sin A
1
E. sin A
2
8. Pada segitiga ABC memiliki sudut A, B dan C. Jika diketahui A-B = 30o
5
dan sin C , maka nilai sin Acos B adalah...
6
1
A.
6
2
B.
3
1
C.
3
3
D.
4
1
E.
2
sec x cos x
9. Perbandingan trigonometri yang senilai dengan adalah...
tan x
A. cot x
B. secx
C. tan xcot x
D. cot xcosecx
E. cosecx
2
10. Jika sin x cos x , maka nilai sin x cos x adalah...
3
5
A.
9

TRIGONOMETRI 60
MATEMATIKA MATEMATIKA
4
B.
9
4
C.
18
5
D.
9
5
E.
18
b. Uraian
1. Tentukan nilai dari cos 25 (misalkan cos 5 p dan sin 5 q )

2. Tentukan nilai dari cos60 b cos60 b

3. Jika di kuadran I dan di kuadran III dan nilai tan 3 , tan 7


4 24
Tentukan nilai dari sin

1
4. Buktikan sec 2 x cos ec 2 x
sin x cos2 x
2

5. Buktikan sin 80 sin 40 3 cos 20

F. Rangkuman
1. Identitas Trigonometri dasar yang merupakan hubungan kebalikan
1
a. sin
cos ec
1
b. cos
sec
1
c. tan
cot
2. Identitas Trigonometri dasar yang merupakan hubungan perbandingan
sin
a. tan
cos
cos
b. cot
sin
3. Identitas Trigonometri dasar yang diperoleh dari teorema Phytagoras
a. sin 2 cos2 1

TRIGONOMETRI 61
MATEMATIKA MATEMATIKA
b. 1 tan 2 sec 2
c. 1 cot 2 cos ec 2
4. Rumus untuk cos

a. cos cos cos sin sin

b. cos cos cos sin sin


5. Rumus untuk sin

a. sin sin cos cos sin

b. sin sin cos cos sin


6. Rumus untuk tan

tan tan
a. tan
1 tan tan
tan tan
b. tan
1 tan tan
7. Perkalian Sinus dan Kosinus

cos cos
1
cos cos
2

sin sin
1
cos cos
2

sin cos
1
sin sin
2

cos sin
1
sin sin
2
8. Penjumlahan dan Pengurangan Sinus

cos r cos s 2 cos r s cos r s
1 1
2 2
1
cos r cos s 2 sin r s sin r s
1
2 2
1
sin r sin s 2 sin r s cos r s
1
2 2

sin r sin s 2 cos r s sin r s
1 1
2 2

TRIGONOMETRI 62
MATEMATIKA MATEMATIKA
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Pada Kegiatan Belajar 2 ini Anda telah mempelajari:
1. Pembuktian identitas trigonometri.
2. Penerapan rumus trigonometri, yaitu rumus jumlah dan selisih dua sudut.
Pengembangan yang diharapkan setelah mempelajari identitas trigonometri, dan
rumus jumlah dan selisih adalah Anda dapat mengidentifikasi permasalahan di
dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan pembelajaran tentang identitas
trigonometri.
Ukurlah kemampuan Anda dengan mencocokkan latihan yang ada pada kegiatan
belajar 1 dengan kunci jawaban. Hitunglah tingkat penguasaan Anda dengan
menggunakan rumus di bawah ini:

5
Bila tingkat penguasaan Anda mencapai 67%, Anda dapat meneruskan dengan
kegiatan belajar selanjutnya. Akan tetapi bila kebenaran jawaban Anda belum
mencapai 67%, hendaknya anda mengulangi kegiatan belajar, terutama pada bagian
yang Anda anggap rumit dan berdiskusilah dengan teman sejawat yang lainnya atau
dengan narasumber/fasilitator.
Untuk mengembangkan materi yang lebih jauh Anda sebaiknya mempelajari materi
Trigonometri pada kegiatan belajar berikutnya. Lakukan tahapan kegiatan belajar
materi selanjutnya dengan mengerjakan aktifitas kegiatannya dan mengerjakan
lembar kerjanya. Ukurlah kemampuan pemahaman materi yang Anda pelajari
dengan mengerjakan latihan soal-soalnya.
Selanjutnya Anda akan mempelajari tentang Persamaan dan Grafik Trigonometri
pada Kegiatan Belajar 3. Materi yang akan dipelajari meliputi persamaan trigonometri
dan penerapan nilai maksimum dan minimum suatu grafik fungsi trigomometri dalam
menyelesaikan masalah.

TRIGONOMETRI 63
MATEMATIKA MATEMATIKA
Kegiatan Belajar 3: Persamaan Trigonometri Dan Fungsi
Trigonometri

A. Tujuan
Tujuan dari penulisan modul ini adalah:
1. Melalui diskusi kelompok peserta didik dapat menyelesaikan persamaan
trigonometri dengan benar.
2. Melalui pengamatan peserta diklat dapat menggunakan nilai maksimum
fungsi trigonometri dalam menyelesaikan masalah dengan teliti.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


Indikator pencapaian kompetensi yang harus dikuasai setelah mengikuti kegiatan
belajar ini adalah, peserta diklat dapat:
1. Menyelesaikan persamaan trigonometri.
2. Menggunakan nilai maksimum fungsi trigonometri dalam menyelesaikan
masalah

C. Uraian Materi
1. Persamaan Trigonometri
Persamaan trigonometri adalah persamaan yang memuat perbandingan
trigonometri dengan variabel sudut x (dalam ukuran derajat atau radian).
Persamaan ini diselesaikan dengan menentukan nilai pengganti x yang
disebut akar dari persamaan trigonometri.

a. Penyelesaian Persamaan sin x sin x R

Penyelesaian persamaan berbentuk sin x sin adalah


x1 k 360
Atau
x2 180 k 360
Dengan k elemen bilangan bulat

Contoh 1

Tentukan penyelesaian dari persamaan sin x sin 40

TRIGONOMETRI 64
MATEMATIKA MATEMATIKA
Jawab:
sin x sin 40
diperoleh x 40 k 360 atau x 180 40 k 360

jadi, penyelesaian umum persamaan sin x sin 40 adalah


x 40 k 360 atau x 180 40 k 360

Contoh 2
tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan
sin x sin 14, 0 x 360
jawab:
sin x sin 14 , maka diperoleh
x 40 k 360
k 0 x 40
k 1 x 40 1 360 400 (tidak memenuhi)
atau
x 180 40 k 360
k 0 x 180 40 140
k 1 x 180 40 1 360 500 (tidak memenuhi)
Jadi, himpunan penyelesaian dari sin x sin 14 adalah HP={40,140}

b. Penyelesian persamaan cos x cos , x R


Penyelesaian persamaan berbentuk cos x cos adalah
x1 k 360
Atau
x2 k 360
Dengan k elemen bilangan bulat

Contoh 3
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan
cos x cos56, 180 0 180
Jawab:

TRIGONOMETRI 65
MATEMATIKA MATEMATIKA
cos x cos56, 180 0 180
Maka diperoleh
x 56 k 360
k 0 x 56
k 1 x 56 1 360 416 (tidak memenuhi)
Atau
x 56 k 350
k 0 x 56
k 1 x 56 1 360 304 (tidak memenuhi)
Jadi himpunan penyelesaian dari persamaan cos x cos56 adalah
HP={-56,56}

c. Penyelesian persamaan tan x tan , x R

Penyelesaian persamaan berbentuk tan x tan adalah


x k 180 , dengan k elemen bilangan bulat

Contoh 4.4
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan
tan x tan 44, 0 0 360
Jawab:
tan x tan 44
Maka diperoleh
x 44 k 180
k 0 x 44
k 1 x 44 1 180 224
k 2 x 44 2 180 404 (Tidak memenuhi)
Mengapa pada tiap mencari penyelesaian dari persamaan trigonometri harus
dikalikan dengan k 360 untuk persamaan sinus dan kosinus. Dan dikalikan
dengan k 180 untuk persamaan tangen?
Jawabannya adalah karena fungsi sinus, kosinus dan tangen merupakan
fungsi periodik yang akan terus berulang pada suatu periode tertentu. Yaitu
360o untuk fungsi sinus dan fungsi kosinus dan 180o untuk fungsi tangen.

TRIGONOMETRI 66
MATEMATIKA MATEMATIKA
Oleh karena itu, nilai x pada suatu persamaan sinus akan berulang
berdasarkan periode dari fungsi sinus. Begitu pula untuk fungsi kosinus dan
fungsi tangen.
Fungsi tangen pada contoh 4 dicari nilai x nya pada interval 0 0 360
artinya, fungsi tangen berulang sebanyak dua kali pada periode tersebut.
Oleh karenanya, nilai x untuk k=0 dan k=1 memenuhi karena masih berada
pada selang 0 0 360 .

2. Grafik Fungsi Trigonometri


Perhatikan gambar grafik di bawah ini

Gambar 21 Grafik Fungsi y = sin x

TRIGONOMETRI 67
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 22 Grafik Fungsi y = cos x

Gambar 23 Grafik Fungsi y = tan x

Gambar di atas berturut-turut merupakan grafik fungsi y sin x , y cos x ,


dan y tan x . Terlihat bahwa fungsi trigonometri sinus, kosinus dan tangen
merupakan fungsi berkala atau fungsi periodik yang berulang untuk periode
tertentu. Sinus dan kosinus periodenya 360o, sedangkan tangen periodenya
180o. Nilai maksimum untuk grafik fungsi sinus dan kosinus adalah 1, dan
nilai minimumnya adalah -1.
Adapun pada grafik tangen, tidak memiliki nilai maksimum ataupun nilai
minimum. Untuk x mendekati 90o atau 270o dari arah kanan, nilai tangen x
menuju ke negatif tak terhingga, sedangkan untuk x mendekati 90o atau 270o
dari arah kiri, nilai tangen x menuju ke positif tak terhingga. Di mana garis
x=90o dan x=270o disebut garis asintot.
Perhatikan gambar 2.4.4 berikut ini.

TRIGONOMETRI 68
MATEMATIKA MATEMATIKA
Gambar 24 Perbandingan Beberapa Fungsi Sinus

Grafik dengan warna hijau adalah grafik dari fungsi y sin x . Anggap ini
adalah acuan untuk menentukan bagaimana grafik-grafik yang lainnya. Grafik

dengan warna merah adalah grafik dari fungsi y sin x 30 o . Artinya,


y sin x 30 o adalah fungsi y sin x yang digeser ke arah kanan sejauh
30o. Sekarang perhatikan grafik dengan warna biru dan ungu. Grafik biru
1
adalah grafik y sin x sedangkan grafik ungu adalah grafik y 2 sin x .
2
Yang berbeda di sini adalah nilai minimum dan maksimum dari grafik
1 1
tersebut. Pada grafik biru, nilai maksimum dan nilai minimumnya .
2 2
Sedangkan untuk grafik berwarna ungu nilai maksimumnya 2 dan nilai
minimumnya -2.

Perbedaan pada nilai maksimum, nilai minimum, atau pergeseran pada grafik
fungsi sinus yang ditunjukkan pada gambar di atas juga akan berlaku untuk
grafik dari fungsi kosinus dan fungsi tangen.

D. Aktivitas Pembelajaran
1. Pengantar:

TRIGONOMETRI 69
MATEMATIKA MATEMATIKA
Dalam kegiatan ini Anda akan melakukan serangkaian kegiatan untuk
mencapai kompetensi berkaitan dengan Trigonometri. Kegiatan-kegiatan
tersebut akan terbagi dalam beberapa topik, di antaranya adalah:
a. Persamaan Trigonometri, pada bagian ini Anda akan belajar tentang nilai

Penyelesaian Persamaan sin x sin x R , Penyelesian persamaan


cos x cos , x R , dan Penyelesian persamaan tan x tan , x R .
b. Grafik Fungsi Trigonometri, pada bagian ini Anda akan belajar tentang
bagaimana cara melukis grafik trigonometri dan interpretasi dari grafik
tersebut.

1. Aktifitas
Aktifitas 0: Mengidentifikasi Isi Bahan Ajar
Mengawali proses pembelajaran, diskusikan bersama rekan guru untuk
mengidentifikasi hal-hal berikut:
1. Ada berapa aktivitas yang harus Anda ikuti dalam mempelajari bahan belajar
ini? Sebutkan topik-topik untuk masing-masing aktivitas.
2. Kompetensi apa yang diharapkan tercapai setelah mempelajari bahan belajar
ini? Sebutkan!
3. Anda saat ini mengikuti pelatihan dengan pola tatap muka. Apa saja yang
harus Anda lakukan saat tatap muka?
Jawablah pertanyaan di atas dengan menggunakan LK 00

Aktivitas 1: Persamaan Trigonometri


Dalam aktifitas ini Anda akan mempelajari tentang persamaan trigonometri.
jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan LK 01. Jika Anda
kesulitan menjawab LK 01, disarankan untuk membaca bahan bacaan tentang
persamaan trigonometri..
1. Apa yang dimasud dengan persamaan trigonometri?
2. Apa saja yang harus diperhatikan di dalam mengerjakan suatu persamaan
trigonometri?
3. Bagaimana cara Anda menerangkan tentang persamaan trigonometri kepada
siswa Anda di sekolah?

TRIGONOMETRI 70
MATEMATIKA MATEMATIKA
3
4. Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan sin 2 x pada interval
4
0 x 2
5. Buatlah soal penerapan persamaan trigonometri pada jurusan Anda.
Diskusikan dengan teman sekelompok Anda dan presentasikan di depan
kelas.

Aktivitas 2: Grafik Fungsi Trigonometri


Dalam aktifitas ini Anda akan mempelajari tentang grafik fungsi trigonometri.
jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan LK 02. Jika Anda
kesulitan menjawab LK 02, disarankan untuk membaca bahan bacaan tentang
grafik fungsi trigonometri.
1. Apa yang dimaksud dengan grafik fungsi trigonometri?
2. Sebutkan persamaan dan perbedaan antara grafik fungsi sinus, grafik fungsi
kosinus dan grafik fungsi tangen.
3. Tuliskan bagaimana Anda menerangkan kepada siswa caralangkah-langkah
menggambar grafik fungsi trigonometri. Diskusikan cara apa yang menurut
Anda paling mudah dimengerti oleh siswa?

cos2 x sin 2 x 1
4. Tentukan nilai y maksimal pada persamaan y 2
2 2
5. Gambarkan grafik dari persamaan 2 ( )
6. Diketahui arus listrik yang keluar dari sebuah dinamo AC mengikuti grafik
fungsi sinus berikut ini.

TRIGONOMETRI 71
MATEMATIKA MATEMATIKA
5
Gambar 25 Grafik y sin x
2

Berapa ampere arus listrik maksimum yang dapat dikeluarkan dinamo


tersebut?
7. Diketahui suatu alat listrik mengeluarkan energi mengikuti persamaan
kosinus 3 ( 5 ) kapankah energi yang dikeluarkan alat tersebut
maksimal dan kapan energi yang dikeluarkan akan minimal jika alat tersebut
dioperasikan selama satu jam?
8. Buatlah soal tentang penerapan rumus trigonometri sudut rangkap di jurusan
Anda. Diskusikan dengan teman satu kelompok (satu kelompok terdiri dari
guru jurusan yang sama), lalu presentasikan di depan kelas.

E. Latihan dan Tugas


a. Pilihan Banyak
1
1. Himpunan penyelesaian dari sin x untuk 0 x 360 adalah...
2
A. {30o, 150o}
B. {150o, 330o}

TRIGONOMETRI 72
MATEMATIKA MATEMATIKA
C. {210o, 330o}
D. {30o, 150o, 210o}
E. {30o, 150o, 210o, 330o}
1
2. Himpunan penyelesaian dari cos3x 3 untuk 0 x 90
2
adalah...
A. 50,80

B. 40,70

C. 40,80

D. 50,70

E. 70,80

3. Himpunan penyelesaian dari sin 2 x sin x 0 untuk 0 x 90


adalah...
A. {0o, 120o, 180o, 240o, 360o}
B. {0o, 120o, 180o, 360o}
C. {0o, 180o, 360o}
D. {0o, 120o}
E. {0o}
4. Jika 0 x 90 dan x memenuhi persamaan tan 2 x tan x 6 0 ,
maka himpunan nilai sin x adalah...

3 10 2 5
A. ,
10 5

3 10 2 5
B. ,
10 5

3 10 2 5
C. ,
10 5

10 2 5
D. ,
10 5

10 2 5
E. ,
10 5

TRIGONOMETRI 73
MATEMATIKA MATEMATIKA
5. Himpunan penyelesaian dari persamaan cos 4 x cos 2 x 4 cos x untuk
0 x 360 adalah...
A. 0,180

B. 90,180

C. 180,270

D. 90,270

E. 0,90

6. Persaman grafik y 4 sin x 30 memiliki nilai maksimum...


A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

7. Panjang gelombang dari persamaan grafik y sin


3
x 60 adalah...
2
A. 360o
B. 240o
C. 1800
D. 120o
E. 90o
8. Nilai minimun yang dapat dicapai oleh fungsi y 3 2 sin x cos x
adalah...
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
9. Suatu trafo mengeluarkan arus listrik mengikuti persamaan
y sin x 6 (dalam ampere). Jumlah arus listrik maksimum dan
minimum yang dapat dikeluarkan trafo tersebut berturut-turut adalah...
A. 3 ampere dan 1 ampere
B. 4 ampere dan 2 ampere
C. 5 ampere dan 3 ampere

TRIGONOMETRI 74
MATEMATIKA MATEMATIKA
D. 6 ampere dan 4 ampere
E. 7 ampere dan 5 ampere
10. Persamaan untuk grafik di bawah adalah....


A. y 3 cos x
4
3
B. y 3 cos x
4

C. y 3 cos x
3
2
D. y 3 cos x
3

E. y 3 cos x
6
b. Uraian
1. Tentukan nilai p agar persamaan sin x cos x p mempunyai nilai
2. Diketahui 2 sin x 1 0, 0 x 180 . Tentukan himpunan penyelesaian
dari persamaan tersebut
3. Tentukan nilai x yang memenuhi sin x sin 15
4. Gambarlah grafik dari fungsi y 4 sin( x 45)
5. Tentukan berapa nilai maksimal dari fungsi-fungsi berikut ini.
1
a. y sin( x 45)
2
b. y 4 cos x

c. y 2 sin( x 5)

TRIGONOMETRI 75
MATEMATIKA MATEMATIKA
F. Rangkuman
1. Persamaan Trigonometri
a. sin x sin

x1 k 360
x2 180 k 360
b. cos x cos
x1, 2 k 360
c. tan x tan
x k 180

2. Grafik Fungsi Trigonometri

Grafik Sinus

Grafik Kosinus

Grafik Tangen

TRIGONOMETRI 76
MATEMATIKA MATEMATIKA
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Pada Kegiatan Belajar 3 ini Anda telah mempelajari:
1. Persamaan trigonometri
2. Penerapan nilai maksimum dan minimum fungsi grafik trigonometri dalam
menyelesaikan masalah.
Pengembangan yang diharapkan setelah mempelajari persamaan dan grafik
trigonometri, adalah Anda dapat mengidentifikasi permasalahan di dalam kehidupan
sehari-hari yang berkaitan dengan pembelajaran tentang persamaan dan grafik
trigonometri.
Ukurlah kemampuan Anda dengan mencocokkan latihan yang ada pada kegiatan
belajar 3 dengan kunci jawaban. Hitunglah tingkat penguasaan Anda dengan
menggunakan rumus di bawah ini:

5
Bila tingkat penguasaan Anda mencapai 67%, Anda dapat meneruskan dengan
kegiatan belajar selanjutnya. Akan tetapi bila kebenaran jawaban Anda belum
mencapai 67%, hendaknya anda mengulangi kegiatan belajar, terutama pada bagian
yang Anda anggap rumit dan berdiskusilah dengan teman sejawat yang lainnya atau
dengan narasumber/fasilitator.
Untuk mengembangkan materi yang lebih jauh Anda sebaiknya mempelajari materi
Pada Modul berikutnya. Lakukan tahapan kegiatan belajar materi selanjutnya
dengan mengerjakan aktifitas kegiatannya dan mengerjakan lembar kerjanya.
Ukurlah kemampuan pemahaman materi yang Anda pelajari dengan mengerjakan
latihan soal-soalnya.

TRIGONOMETRI 77
MATEMATIKA MATEMATIKA
TRIGONOMETRI 78
MATEMATIKA MATEMATIKA
KUNCI JAWABAN
Kegiatan Belajar 1
a. Pilihan Banyak
1. B
2. E
3. A
4. C
5. D
6. C
7. B
8. E
9.A
10. D

b. Uraian
1. a. 53o
b. 5 meter
2. a. sin 8
b. sin 60
c. tan 60
d. cosec50
e. tan 40
f. cosec15
3. sudut A= 32,1o
1
4. memakai aturan kosinus, cos 45 2
2
5. 6.06 cm2

Kegiatan Belajar 2
a. Pilihan Banyak
1. B
2. A
3. C

TRIGONOMETRI 79
MATEMATIKA MATEMATIKA
4. E
5. C
6. D
7. C
8. B
9.A
10. E

b. Uraian

1.
1
2
p 2q
2. 3 sin b
117
3.
125
1 1
4. sec 2 x cos ec 2 x
cos x sin 2 x
2

sin 2 x cos2 x

sin 2 x cos2 x
1

sin x cos2 x
2

sin 2 x cos2 x 2
5. tan x cos x cot x sin x
2 2 2 2
cos x
2
sin x
cos2 x sin 2 x
sin 2 x cos2 x
1

Kegiatan Belajar 3
a. Pilihan Banyak
1. C
2. C
3. A
4. B
5. D
6. D
7. B

TRIGONOMETRI 80
MATEMATIKA MATEMATIKA
8. B
9. E
10. C

b. Uraian

c. 2 p 2
d. 180 x 30 atau 150 x 180
e. x 15 k 360 atau x 180 15 k 360
f. Gambar

1
g. a.
2
b. 4
c. 2

TRIGONOMETRI 81
MATEMATIKA MATEMATIKA
PENUTUP

Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diklat berhak untuk mengikuti tes
untuk menguji kompetensi yang telah dipelajari. Apabila peserta diklat
dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evaluasi dalam modul ini,
maka peserta berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya.
Mintalah pada widyaiswara untuk uji kompetensi dengan sistem penilaian
yang dilakukan langsung oleh pihak institusi atau asosiasi yang berkompeten
apabila peserta telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul,
maka hasil yang berupa nilai dari widyaiswara atau berupa portofolio dapat
dijadikan bahan verifikasi oleh pihak institusi atau asosiasi profesi.
Selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standar
pemenuhan kompetensi dan bila memenuhi syarat peserta berhak
mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh institusi atau
asosiasi profesi.

EVALUASI

TRIGONOMETRI 82
MATEMATIKA MATEMATIKA
Pilihlah jawaban yang paling tepat diantara pilihan A, B, C, dan D.

1. Diketahui nilai , dimana 90 80 . Maka ...

A. 2 2
B. 2

C. 2

D. 2

E. 2

2. Diberikan segitiga ABC siku-siku di C. Jika ( ) , maka nilai


adalah ....
A.

B.

C.
D. 2
E. 2
3. Nilai dari 20 420 adalah...
A. 3
B. -1
C. 0
D. 1
E. 3
sin 75 sin 15
4. Nilai dari adalah...
cos105 cos15
A. 3
B. 2
C. 3

D. 2
E. 3
5. Posisi pesawat udara berada pada koordinat (15,5 3). Posisi pesawat pada
koordinat kutub adalah...
A. ( 0 3 60 )

TRIGONOMETRI 83
MATEMATIKA MATEMATIKA
B. ( 0 3 45 )
C. ( 0 3 30 )
D. ( 0 3 5 )
E. ( 0 3 0 )
6. Diberikan segitiga ABC dengan panjang sisi 3 dan sisi 4, sedangkan
sudut 60 . Nilai dari kosinus C adalah...

A. 3

B. 3

C. 3

D. 3

E. 3

7. Pada segitiga ABC dengan sisi dan berlaku . Maka besar


sudut A adalah
A. 5
B. 30
C. 45
D. 60
E. 75
3 4
8. Jika sin dan tan , dan merupakan sudut lancip, maka nilai
5 3
sin sin adalah...
32
A.
25
B. 1
18
C.
25
11
D.
25
4
E.
25
9. = ...

TRIGONOMETRI 84
MATEMATIKA MATEMATIKA
A. 3

B.

C.

D.

E. 3
10. ( ) sama dengan ...
A. 2
B.
C.
D.
E. 2

11. Jika 2 , maka = ...

A.
B. 2
C.
D.
E.
12. 4 3 4 3 ...
A.
B. ( )
C.
D. 7
E. 7
13. Persamaan dari grafik berikut adalah ...

TRIGONOMETRI 85
MATEMATIKA MATEMATIKA
A. 2 ( )

B. 2 ( )

C. 2 (2 )

D. 2 ( )

E. 2 (2 )

14. Penyelesaian persamaan 0 dengan 0 360 adalah ...


A. 45 dan 35
B. 35 dan 3 5
C. 45 dan 225
D. 225 dan 3 5
E. 45 , 35 , 225 , dan 3 5
15. Diketahui grafik fungsi ( 30 ). Amplitudo dari fungsi tersebut adalah ...

A. 1
B.

C. 30
D. 2
E. 5

GLOSARIUM

Grafik : Lukisan pasang surut suatu keadaan dengan garis


atau gambar

TRIGONOMETRI 86
MATEMATIKA MATEMATIKA
Kosecan : Perbandingan antara sisi miring dengan sisi depan
pada suatu segitiga siku-siku. Bisa juga disebut
kebalikan dari sinus.
Kosinus : Perbandingan antara sisi samping dengan sisi miring
pada suatu segitiga siku-siku
Kotangen : Perbandingan antara sisi samping dengan sisi depan
pada suatu segitiga siku-siku. Bisa juga disebut
kebalikan dari tangen.
Periode : Jarak dimana suatu grafik akan kembali ke nilai awal
Secan : Perbandingan antara sisi miring dengan sisi samping
pada suatu segitiga siku-siku. Bisa juga disebut
kebalikan dari kosinus.
Sinus : Perbandingan antara sisi depan dengan sisi miring
pada suatu segitiga siku-siku
Tangen : Perbandingan antara sisi depan dengan sisi miring
pada suatu segitiga siku-siku

Trigonometri : Ilmu ukur tentang sudut dan sepadan segitiga

DAFTAR PUSTAKA
Djumanta, W & Sudrajat, R. (2008). Mahir Mengembangkan Kemampuan
Matematika untuk kelas XI SMA/MA Program IPA. Jakarta: Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Hidayat, T & Kadarusman, K. (1994). Matematika Dasar plus Matematika IPA.
Bandung: Penguin Sakti.
Kasmina & Kusna, A. (2002). Seri Pendalaman Materi Matematika SMK dan MAK.
Program Keahlian Teknologi, Kesehatan dan Pertanian. Jakarta: Erlangga.
Khoiroh, N. (2013). 100 Soal dan Pembahasan Trigonometri. Yogyakarta: Graha
Ilmu.

TRIGONOMETRI 87
MATEMATIKA MATEMATIKA
Wirodikromo, S. (2006). Matematika untuk SMA Kelas X Semester 2. Jakarta:
Erlangga.

LAMPIRAN

Lampiran 1 Perbandingan Trigonometri

LK - 00

1. Ada berapa aktivitas yang harus Anda ikuti dalam mempelajari bahan belajar ini?
Sebutkan topik-topik untuk masing-masing aktivitas.
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 88
MATEMATIKA MATEMATIKA
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
.................................................................................................
2. Kompetensi apa yang diharapkan tercapai setelah mempelajari bahan belajar ini?
Sebutkan!
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
.................................................................................................
3. Anda saat ini mengikuti pelatihan dengan pola tatap muka. Apa saja yang harus
Anda lakukan saat tatap muka?
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
....................................................................................

LK - 01
1. Apa saja yang harus diketahui untuk bisa menentukan nilai sinus, kosinus dan
tangen pada sebuah segitiga?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 89
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
...........................................................................................

2. Dapatkah Anda mencari nilai sinus, kosinus dan tangen dari segitiga dengan
ukuran triple phytagoras? Jika dapat berilah beberapa contohnya.
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
...........................................................................................

3. Apa yang harus diperhatikan ketika akan mengubah nilai sinus, kosinus dan
tangen dari suatu sudut yang bernilai besar agar menjadi nilai sinus, kosinus dan
tangen pada sudut lancip?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
........................................................................................................

4. Tentukan nilai sinus, kosinus, dan tangen dari segitiga-segitiga di bawah ini



TRIGONOMETRI 90
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
...........................................................................................

5. Nyatakan perbandingan trigonometri berikut ini dalam perbandingan trigonometri


sudut lancip.
a. Cos 151o
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
....................................................

b. Sin 268o
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
................................................................
c. Tan 784o
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................

TRIGONOMETRI 91
MATEMATIKA MATEMATIKA
.........................................................................................................................
..............................................................................
d. Cosec 112o
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
..............................................................................
e. Cotan 205o
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
..............................................................................

6. Pada sebuah segitiga, diketahui . Tentukan nilai , dan

................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..............................................................................

9. Tentukan nilai dari


a. 50 45 ( 330)

.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................

TRIGONOMETRI 92
MATEMATIKA MATEMATIKA
.........................................................................................................................
....................................................
.........................................................................................................................
.............
b. 3 5 300 80

.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.................................................................

10. Tentukan ukuran segitiga jika diketahui


a.

.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
....................................................
.........................................................................................................................
.............

b.

.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
....................................................
.........................................................................................................................
.............
c.

.........................................................................................................................
.........................................................................................................................

TRIGONOMETRI 93
MATEMATIKA MATEMATIKA
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
....................................................
.........................................................................................................................
.............

LK 01b

1. Tentukan nilai sinus, kosinus, dan tangen dari sudut berikut ini dengan
menggunakan tabel trigonometri.
a. cos85
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
................
b. sin 135
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.................
c. tan 15
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.................
d. cos93
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.................
e. sin 85
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.................

2. Setelah Anda mendapatkan nilai dari sinus, kosinus dan tangen pada nomor 1 di
atas dengan menggunakan kalkulator yang Anda miliki.

TRIGONOMETRI 94
MATEMATIKA MATEMATIKA
a. cos85
............................................................................................................................
............................................................................................................................
...............
b. sin 135
............................................................................................................................
............................................................................................................................
................
c. tan 15
............................................................................................................................
............................................................................................................................
................
d. cos93
............................................................................................................................
............................................................................................................................
................
e. sin 85
............................................................................................................................
............................................................................................................................
................

3. Diskusikan dengan teman sekelompok Anda bagaimana nilai yang Anda


dapatkan dari perhitungan dari tabel trigonometri dan hasil dari perhitungan
kalkulator. Lalu coba Anda hitung nilai trigonometri tersebut dengan
menggunakan analsis rumus trigonometri.

a. cos85
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................

TRIGONOMETRI 95
MATEMATIKA MATEMATIKA
b. sin 135
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................
c. tan 15
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................
d. cos93
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................
e. sin 85
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................
LK 01c

1. Ubahlah bentuk koordinat kartesius di bawah ini menjadi koordinat kutub


a. P(5,12)
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................

TRIGONOMETRI 96
MATEMATIKA MATEMATIKA
.....................................................................................................................
...........................
b. P(1,1)
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
...........................
c. P(1, 3)
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
...........................
d. P(3,2)
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
...........................
e. P(7,24)

.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
...........................
2. Ubahlah bentuk koordinat kutub di bawah ini menjadi koordinat kartesius
a. P(6, 30o)
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
...........................

b. P(10, 225o)
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................

TRIGONOMETRI 97
MATEMATIKA MATEMATIKA
.....................................................................................................................
...........................
c. P(8, 135o)
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
...........................
d. P(12, 150o)
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
...........................
e. P(3, 60o)
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
.....................................................................................................................
..........................

3. Suatu kapal nelayan yang sedang melaut bahan bakarnya habis. Nelayan
tersebut meminta bantuan pada pelabuhan terdekat dengan menggunakan
radio. Dilaporkan bahwa posisi perahu berada pada jarak 100km arah Barat
Laut dari pelabuhan tersebut. Tentukan koordinat kedudukan perahu nelayan
tersebut jika pelabuhan dianggap pusat kartesius!
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................
............................................................................................................................
..........

LK - 02

TRIGONOMETRI 98
MATEMATIKA MATEMATIKA
1. Apa yang harus diperhatikan ketika akan menggunakan aturan sinus dan
kosinus? Bagaimana cara Anda menerangkan tentang konsep aturan sinus dan
aturan kosinus kepada siswa Anda? Diskusikan dengan teman satu kelompok
dan presentasikan di depan kelas.
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
............................
................................................................................................................................
.............

2. Pada segitiga ABC di bawah ini diketahui 5 30 dan 45 .


Hitunglah panjang sisi a

................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 99
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..
3. Seorang anak menaikkan layang-layang sehingga sudut yang dibentuk oleh
benang dan arah mendatar adalah 37o. Hitung panjang benang yang dipakai
untuk menaikkan layang-layang jika tinggi layang-layang dari permukaan tanah
5 meter.
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
........................................................................................................

4. Seseorang melihat sebuah terowongan dengan sudut penglihatan 45o. Jika jarak
orang tersebut ke titik awal terowongan adalah meter dan jarak orang tersebut
ke titik akhir terowongan adalah 2 2 meter. Hitunglah panjang terowongan
tersebut dalam .
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 100
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
........................................................................................................

5. Sebuah kapal berlayar ke arah timur sejauh 40 mil. Kemudian kapal melanjutkan
perjalanan dengan arah 45o sejauh 50 mil. Tentukan jarak kapal terhadap posisi
saat kapal berangkat.
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..

LK - 03

1. Apa yang harus diketahui untuk mencari luas suatu segitiga dengan
menggunakan aturan trigonometri?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
...........................................................................................

2. Perhatikan gambar segiempat ABCD berikut ini.

TRIGONOMETRI 101
MATEMATIKA MATEMATIKA
AB = 12 cm, AD = 5 cm dan DC = 10 cm. Sudut BCD = 600, sudut BAD dan
sudut BCD siku-siku. Hitunglah luas bangun ABCD tersebut!
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..
3. Sebuah wadah kompresor akan dibuat berbentuk segitiga dengan panjang sisi
45 cm, 60 cm dan 80 cm. Berapakah luas permukaan bahan yang diperlukan
untuk menutup salah satu sisi wadah kompresor tersebut?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
........................................................................................................
LK 04a

TRIGONOMETRI 102
MATEMATIKA MATEMATIKA
1. Menurut Anda, bagaimana penggunaan perbandingan Trigonometri di jurusan
Anda?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.....................................................................
2. Buatlah soal penerapan yang berkaitan dengan perbandingan Trigonometripada
jurusan Anda, lalu selesaikan persoalan tersebut!
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.............................................................................................
................................................................................................................................
....

TRIGONOMETRI 103
MATEMATIKA MATEMATIKA
LK 04b

1. Menurut Anda, bagaimana penggunaan aturan sinus dan kosinus di jurusan


Anda?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.................................................................
................................................................................................................................
....
2. Buatlah soal penerapan yang berkaitan dengan aturan sinus dan kosinus pada
jurusan Anda, lalu selesaikan persoalan tersebut!
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.............................................................................................

TRIGONOMETRI 104
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
....

LK 04c

1. Menurut Anda, bagaimana penggunaan rumus luas segitiga dengan


menggunakan aturan trigonometri di jurusan Anda?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.................................................................
................................................................................................................................
....
2. Buatlah soal penerapan yang berkaitan dengan luas segitiga menggunakan
aturan trigonometri pada jurusan Anda, lalu selesaikan persoalan tersebut!
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 105
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
.............................................................................................
................................................................................................................................

Lampiran 2 Lembar Kerja Identitas Trigonometri

LK - 00

1. Ada berapa aktivitas yang harus Anda ikuti dalam mempelajari bahan belajar ini?
Sebutkan topik-topik untuk masing-masing aktivitas.
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
....................................................................................
..................................................................................................................................
..............

TRIGONOMETRI 106
MATEMATIKA MATEMATIKA
2. Kompetensi apa yang diharapkan tercapai setelah mempelajari bahan belajar ini?
Sebutkan!
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
....................................................................................
..................................................................................................................................
..............
3. Anda saat ini mengikuti pelatihan dengan pola tatap muka. Apa saja yang harus
Anda lakukan saat tatap muka?
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
..............................................................................
...................................................................................................................................
.............

LK - 01

1. Apa saja yang dimaksud dengan identitas trigonometri?


...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
..............................................................................

TRIGONOMETRI 107
MATEMATIKA MATEMATIKA
2. Apa yang harus diperhatikan ketika membuktikan suatu identitas trigonometri?
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
..............................................................................

3. Apa yang harus diketahui untuk menemukan suatu rumus identitas trigonometri?
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
..............................................................................

4. Bagaimana cara Anda menyusun langkah pembuktian sebuah identitas


trigonometri dengan menggunakan rumus-rumus trigonometri?
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
..............................................................................

5. Apa yang akan Anda lakukan ketika di dalam pembuktian yang sedang Anda
kerjakan ternyata jalan yang Anda tempuh dirasakan buntu?
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 108
MATEMATIKA MATEMATIKA
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
..............................................................................

6. Bagaimana cara Anda menerangkan pada siswa perihal pembuktian rumus-rumus


identitas trigonometri?
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
..............................................................................

7. Buktikan bahwa tan 2 x cos ec 2 x cot 2 x sec 2 x


...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
..............................................................................

8. Buktikan bahwa tan 2 cos2 cot 2 sin 2 1


...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
..............................................................................

sin cos
9. Sederhanakan
1 sin 2

TRIGONOMETRI 109
MATEMATIKA MATEMATIKA
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
..............................................................................

LK - 02

1. Bagaimana cara Anda menjelaskan penurunan rumus jumlah dan selisih


trigonometri pada siswa? Diskusikan dengan teman satu kelompok lalu
presentasikan di depan kelas!
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..
................................................................................................................................
................

2. Menurut Anda bagaimana penerapan rumus jumlah dan selisih trigonometri di


jurusan Anda? Bergunakah rumus tersebut untuk memecahkan permasalahan
yang ada di jurusan Anda? Beri contohnya!
................................................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 110
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..
................................................................................................................................
.............

3. Segitiga ABC dengan sisi AB=a, BC=c, AC=b+x dimana AD=b dan DC=x. Sudut
ABC adalah dan sudut ABD adalah . Tentukan nilai !
Perhatikan gambar di bawah ini

Segitiga ABC dengan sisi AB=a, BC=c, AC=b+x dimana AD=b dan DC=x. Sudut
ABC adalah dan sudut ABD adalah . Tentukan nilai !
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 111
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..
................................................................................................................................
.............

4. Percepatan yang dialami silinder pejal yang ditempatkan pada bidang miring
dengan sudut kemiringan dirumuskan sebagai berikut:
a. a g sin jika tidak ada gesekan antara silinder dan bidang miring

3
b. a g sin jika silinder menggelinding
4
Jika sudut kemiringan adalah 15o tentukan kecepatan silinder ketika
a. tidak ada gesekan antara silinder dan bidang miring
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
...........................................................................................
.........................................................................................................................
.............
b. silinder menggelinding
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................

TRIGONOMETRI 112
MATEMATIKA MATEMATIKA
.........................................................................................................................
...........................................................................................
.........................................................................................................................
.............

LK - 03

1. Bagaimana cara Anda menjelaskan penurunan Rumus Trigonometri Sudut


Rangkap pada siswa? Diskusikan dengan teman satu kelompok lalu
presentasikan di depan kelas!
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.................

TRIGONOMETRI 113
MATEMATIKA MATEMATIKA
12
2. Diketahui sin P , dengan 0 P 180 . Hitunglah sin 2 P, cos 2 P , dan
20
tan 2P !
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..
3. Buatlah soal tentang penerapan rumus trigonometri sudut rangkap di jurusan
Anda. Diskusikan dengan teman satu kelompok (satu kelompok terdiri dari guru
jurusan yang sama), lalu presentasikan di depan kelas.
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 114
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.............................................................................................
................................................................................................................................
.............

LK - 04

1. Bagaimana cara Anda menjelaskan penurunan Rumus Trigonometri Sudut


Rangkap pada siswa? Diskusikan dengan teman satu kelompok lalu
presentasikan di depan kelas!
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 115
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
........................................................
................................................................................................................................
.............

2. Selesaikanlah soal-soal di bawah ini!


a. cos105 cos15
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
...........................................................................................
b. 2 cos 75 sin 45
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
....................................................
.........................................................................................................................
.............

c. sin 75 sin 45
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.................................................................
.........................................................................................................................
d. cos105 cos15
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................

TRIGONOMETRI 116
MATEMATIKA MATEMATIKA
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.................................................................
.........................................................................................................................
.............
e. cos1220 cos100 cos 20
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.................................................................
.........................................................................................................................
.............
3. cos105 cos15 cos 20
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
....................................................................................................

4. Buatlah soal tentang penerapan Perkalian, Penjumlahan dan Pengurangan


Sinus dan Kosinus di jurusan Anda. Diskusikan dengan teman satu kelompok
(satu kelompok terdiri dari guru jurusan yang sama), lalu presentasikan di depan
kelas.
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 117
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

Lampiran 3 Lembar Kerja Persamaan Trigonometri Dan Fungsi


Trigonometri

LK - 00

1. Ada berapa aktivitas yang harus Anda ikuti dalam mempelajari bahan belajar ini?
Sebutkan topik-topik untuk masing-masing aktivitas.
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
.................................................................................
2. Kompetensi apa yang diharapkan tercapai setelah mempelajari bahan belajar ini?
Sebutkan!
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 118
MATEMATIKA MATEMATIKA
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
.................................................................................
3. Anda saat ini mengikuti pelatihan dengan pola tatap muka. Apa saja yang harus
Anda lakukan saat tatap muka?
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
.......................................................................................

LK - 01

1. Apa yang dimasud dengan persamaan trigonometri?


................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.................................................................................................
2. Apa saja yang harus diperhatikan di dalam mengerjakan suatu persamaan
trigonometri?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 119
MATEMATIKA MATEMATIKA
..................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.................................................................................................
3. Bagaimana cara Anda menerangkan tentang persamaan trigonometri kepada
siswa Anda di sekolah?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.................................................................................................
3
4. Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan sin 2 x pada interval
4
0 x 2
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.................................................................................................
5. Buatlah soal penerapan persamaan trigonometri pada jurusan Anda. Diskusikan
dengan teman sekelompok Anda dan presentasikan di depan kelas.

TRIGONOMETRI 120
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
...................................................................

LK - 02

1. Apa yang dimaksud dengan grafik fungsi trigonometri?


................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.................................................................................................
2. Sebutkan persamaan dan perbedaan antara grafik fungsi sinus, grafik fungsi
kosinus dan grafik fungsi tangen.
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 121
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
..................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.................................................................................................
3. Tuliskan bagaimana Anda menerangkan kepada siswa cara langkah-langkah
menggambar grafik fungsi trigonometri. Diskusikan cara apa yang menurut Anda
paling mudah dimengerti oleh siswa?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.............................................................

cos2 x sin 2 x 1
4. Tentukan nilai y maksimal pada persamaan y 2
2 2
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
..................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 122
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.................................................................................................
5. Gambarkan grafik dari persamaan 2 ( )
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

6. Diketahui arus listrik yang keluar dari sebuah dinamo AC mengikuti grafik fungsi
sinus berikut ini.

Berapa ampere arus listrik maksimum yang dapat dikeluarkan dinamo tersebut?
................................................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 123
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
7. Diketahui suatu alat listrik mengeluarkan energi mengikuti persamaan kosinus
3 ( 5 ) kapankah energi yang dikeluarkan alat tersebut maksimal dan
kapan energi yang diekluarkan akan minimal jika alat tersebut dioperasikan
selam satu jam?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
.................................................................................................
8. Buatlah soal tentang penerapan rumus trigonometri sudut rangkap di jurusan
Anda. Diskusikan dengan teman satu kelompok (satu kelompok terdiri dari guru
jurusan yang sama), lalu presentasikan di depan kelas.
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 124
MATEMATIKA MATEMATIKA
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................

TRIGONOMETRI 125
MATEMATIKA MATEMATIKA
Lampiran 4 Tabel Trigonometri dari 00 sampai 3600
TRIGONOMETRI 127
MATEMATIKA MATEMATIKA
TRIGONOMETRI 128
MATEMATIKA MATEMATIKA
TRIGONOMETRI 129
MATEMATIKA MATEMATIKA
TRIGONOMETRI 130
MATEMATIKA MATEMATIKA
TRIGONOMETRI 131
MATEMATIKA MATEMATIKA