Anda di halaman 1dari 9

EKSPRESI GEN

MAKALAH
BIOTEKNOLOGI
EKSPRESI GEN

Oleh :
I2E 015 023 (Muhammad Hasan Basri)

PROGRAM STUDI MAGISTER P.IPA


UNIVERSITAS MATARAM

2017

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Proses metabolisme di dalam sel merupakan reaksi biokimia yang dikatalis oleh enzim
tertentu, sehingga keragaman proses dan hasil metabolism ditentukan oleh enzim yang terlibat
dalam reaksi tersebut. Keragaman enzim (baik struktur maupun susunan asam aminonya) itu
sendiri sangat ditentukan oleh susunan cetakannya yaitu asam deoksiribonukleat (DNA). Ruas
DNA yang menjadi cetakan untuk mensintesis enzim (protein) yang disebut dengan gen,
sehingga gen merupakan pengendali proses metabolisme atau pengendali kehidupan. Keragaman
morfologi suatu organisme merupakan penampakan gen-gennya.
DNA sebagai bahan genetik karena DNA dapat mewariskan sifat sifat oragnisma induk,
sudah diidentifik asi pada pertengahan abad 20. Genom adalah sepotong DNA / segment DNA
yang menyandi protein mengandung semua informasi genetik yang dimilikinya. Dengan
penemuan ini ditemukan bagaimana informasi genetik diwariskan dan diekspresikan.
Mekanisme molekuler dari pewarisan me libatkan proses yang dikenal sebagai replikasi, dimana
rantai DNA induk berfungsi sebagai cetakan untuksintesis salinan DNA.
Ekspresi gen di dalam sel memerlukan dua proses, transkripsi dimana DNA berfungsi
sebagai template dan di transkripsikan menjadi mRNA dan translasi dimana informasi pada
RNA akan diterjemahkan menghasilkan protein. Pengaturan ekspresi gen pada sel eukariotik
hanya memungkinkan ekspresi sebagian kecil genom dalam suatu waktu, sehingga sel dapat
menjalani perkembangan dan differensiasi. Ini memerlukan suatu pengaturan melalui
mekanisme yang rumit. Untuk suatu gen spesifik, pengaturan dapat terjadi secara bersamaan
diberbagai tingkat dan berbagai faktor bekerja bersamaan untuk merangsang dan menghambat
ekspresi suatu gen
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana struktur DNA?
2. Bagaimana proses ekspresi gen?
3. Bagaimana proses Pengaturan Ekspresi Gen Pada Sel Eukariot ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui struktur DNA
2. Untuk mengetahui proses ekspresi gen
3. Proses Pengaturan Ekspresi Gen Pada Sel Eukariot
BAB II
PEMBAHASAN
A. Struktur DNA
Molekul DNA adalah polymer dari Desoxyribonucleotide (Basa, zat Gula dan satu atau
lebih gugus Phosphat), Zat gula adalah -D-2 Desoxyribose (Ribose) sedangkan basa terdiri atas
untaian asam nukleat / nukleotida purin (Adenin / A, Guanin / G) Dan pirimidin (Sitosin / C,
Timin / T) Satuan untuk DNA : bp (base pair).
Tahun 50-an Watson and Crick menemukan bahwa DNA terdiri dari dua
rantai polinukleotida yang membentuk helix ganda dan mempunyai back bone gula-
fosfat ikatan fosfodiester dan pada bahagian tengahnya terdapat pasangan-pasangan basa
yang disatukan oleh 2 atau 3 ikatan hidrogen antara pasangan basa.Setiap basa akan berikatan :
adenin pada satu rantai dipasangkan dengan timin pada rantai yang lain, guanin dipasangkan
dengan sitosin.
Akibat pembentukan pasangan basa ini, dua rantai DNA saling melengkapi (bersifat
komplementer).Rantai DNA ini berjalan dalam arah yang berlawanan (antiparalel). Rantai satu
berjalan dalam arah 5 ke 3 pada rantai yang lain berjalan dalam arah 3 ke 5. Dupleks DNA
mempunyai diameter 20 . Pasangan basa pada DNA disusun dalam jarak 3.4 antara
satu sama lain. Satu pusingan penuh heliks berjarak 34 dan mengandungi 10 basa. Segmen
molekul DNA mempunyai alur major yang berselang dengan alur minor.
Gambar 1. Struktur DNA double heliks

Sumber:(http://bio3400.nicerweb.com/Locked/media/ch01/01_08DNA_double_helix.jpg)
B. Eksprei Gen
Di dalam gen, urutan nukleotida sepanjang untaian DNA menentukan protein, yang akan
dihasilkan oleh organisme disebut sebagai ekspresi gen. Langkah pertama dalam ekspresi gen
adalah transkripsi DNA menjadi RNA. Molekul RNA sama dengan DNA kecuali pada
1. Gugusan gula adalah ribosa. Basa Urasil (U) menggantikan Timin (T) dan U berpasangan
dengan A.
2. RNA biasanya tidak berantai ganda walaupun daapt melipat dirinya sendiri jika terjadi
komplementaritas dan beebrapa virus RNA berantai ganda
Tiga kelas RNA utama mer upakan RNA messenger (mRNA), RNA transfer (tRNA),
RNA ribosomal (rRNA). mRNA diterjemahkan menjadi protein. tRNA terlibat dalam transfer
asam amino ke dalam protein, rRNA termuat dalam ribosom yang terlibat dalam sintesis protein.

C. Pengaturan Ekspresi Gen Pada Sel Eukariot


Aktivitas berbagai gen memperlihatkan variasi yang luas dalam berbagai sel. Dengan
demikian, hormon pertumbuhan dan insulin masing-masing dihasilkan secara eksklusif dalam
kelenjar hipofisis dan sel pankreas.Gen lain diekspresikan secara luas. Contohnya gen renin
diekspresikan dalam ginjal dan beberapa jaringan ekstrarenal.Perbedaan ini terutama disebabkan
terutama disebabkan oleh pengauran ekspresi gen., karena umumnya struktur DNA adalah sama
bagi seluruh sel-sel tubuh.
Pada sel eukariot gen yang mengkode protein yang berfungsi bersama-sama biasanya
terletak pad akromoson yang berbeda. Misalnya gen untuk rantai globin haemoglobin terletak
dikromosom 16, sedangkan gen untuk rantai terletak dikromosom 11. Situasi ini berbeda dari
bakteri , di mana gen yang mengkode protein berfungsi bersama-sam berletak berdampingan satu
sama lain dalam operan. Operon tidak terdapat pada sel eukariot.
Ekspresi gen padas el eukariot, berlangsung di sejumlah tahapan yang berbeda yaitu :
transkripsi, pascatranskripsi, translasi, pasca translasi.
1. Pengaturan Di Tingkat Transkripsi

Kontrol utama dari ekspresi gen terjadi pada tingkat awal transkripsi.(1) Transkripsi
diawali oleh pada unsur promotor proksimal yang membentuk sekitar 30 nukleotida di hulu dari
tempat start transkripsi. Daerah ini mengandung yang disebut sebagai books TATA dengan
rangkaian TATA atau rangkaian yang serupa.Struktur ini mengikat suatu kompleks protein yang
dikenal sebagai faktor books TATA, dalam hal ini termasuk protein protein pengikatan books
TATA (TBP atau TFIID). Faktor lain seperti TFII, TFIII dan polimerase RNA.
Beberapa promotor tidak mengandung kotak TATA dan mengawali transkripsi melalui
faktor-faktor yang sama. Secara umum faktor-faktor ini disebut faktor piranti umum dan basal.
Protein lain dapat berikatan dengan faktor basal pada regio promotor dan enhancer DNA untuk
bertindak bersama dengan RNA polimerase untuk dapat mengatur awal transkripsi.
Protein ini disebut sebagai faktor transkripsi. Transaktivator adalah protein yang
digabungkan dengan protein lain (koaktivator) ke kompleks protein yang terikat ke promotor
basal di books TATA. Apabila terjadi interaksi yang sesuai antara transaktivator, koactivator,
dan kompleks promotor basal, RNA polimerase lebih sering berikatan dengan promotor basal
sehingga kecepatan transkripsi gen meningkat
Gambar.2 Pengikatan RNA polimerase dengan promotor basal
Interaksi protein pengatur ini dengan DNA melibatkan gambaran struktural misalnya
motif helix-turn-helix atau zink finger. Banyak dari protein ini membentuk dimer melalui
gambaran struktural misalnya leucine zipper.
- Pengaktifan Gen Spesifik
Di tingkat transkripsi gen spesifik, elemen di dalam urutan DNA (disebut elemen sis)
berikatan dengan faktor lain yang dikenal sebagai elemen trans (biasanya protein) yang
mendorong atau menghambat pengikatan RNA polimerase ke gen. Senyawa, misalnya hormon
steroid dapat berfungsi sebagai inducer, merangsang pengikatan elemen trans ke elemen sis
DNA. Inducer seperti hormon steroid yang masuk ke dalam sel dan berikatan dengan protein
reseptor. Reseptor ini juga memiliki domain yang mengikat elemen respon spesifik (elemen sis).
Apabila kompleks inducer-reseptor berikatan dengan DNA , gen mungkin menjadi aktif, atau
pada beberapa kasus menjadi tidak aktif
Hormon polipeptida dan faktor pertum buhan juga mengatur ekspresi gen, walaupun
senyawa ini tidak masuk ke dalam sel. Senyawa tersebut bereaksi dengan reseptor yang terletak
di permukaan sel, merangsang reaksi yang menghasilkan second messenger di dalam sel , yang
akhirnya mengaktifkan gen.Inducer yang sama dapat mengaktifkan banyak gen yang berbeda
apabila setiap gen tersebut memiliki elemen respon yang yang umum di regio pengaturnya.
Pada kenyataannya sebuah inducer dapat mengaktifkan serangkaian gen dalam suatu cara
yang terprogram dan teratur. Inducer mula-mula mengaktifkan satu kumpulan gen. Salah satu
protein produk kumpulan gen tersebut kemudian dapat berfungsi sebagai inducer bagi kumpulan
genyang lain. Apabila poses ini diulang-ulang, hasil akhirnya adalah bahwa satu inducer dapat
merangsang serangkaian proses yang mengaktifkan banyak kumpulan gen yang berlainan. Selain
serangkaian gen yang berespon terhadap hormon, serangkaian gen yang lain, disebut heat shock
genes, berespon terhadap peningkatan suhu, menghasilkan protein yang melindungi sel dari
kerusakan akibat panas.
Dengan demikian masing-masing gen memiliki banyak elemen respon yang berbeda di
regio pengaturnya. Setiap gen tidak memiliki protein khusus yang mengatur transkripsinya.
Namun terdapat sejumlah kecil protein pengatur yang bekerja bersama - sama untuk
menghasilkan berbagai respon dari gen yang berlainan.
2. Pengaturan Ditingkat Pasca Transkripsi
Merupakan pengaturan setelah terbentuknya mRNA dan selama transport RNA dari inti
ke sitoplasma.
- Penyuntingan RNA
Pada beberapa keadaan , RNA mengalami beberapa perubahan setelah transkripsi. Pada
semua jaringan urutan gen adalah sama. Namun mRNA yang ditranskripsikan dari gen tersebut
berbeda. Walaupun belum sepenuhnya dipahami, tampaknya mekanisme yang digunakan
melibatkan perubahan basa, penambahan atau pengurangan sebuah nukleotida setelah transkrip
disintesa.
Salah satu contoh penyuntingan RNA terjadi pada pembentukan apoprotein B (apo B)
yang disintesa di sel hati dan usus dan berfungsi sebagai lipoprotein yang dihasilkan oleh
jaringan tersebut. Walaupun apoprotein tersebut dikode oleh gen yang sama, versi protein yang
dibentuk di hati (B- 100) mengandung 4563 residu asam amino, sedangkan yang dibentuk di sel
usus (B-48) hanya memiliki 2152 asam amino.
- Transport mRNA
Pada sel eukariot, mRNA harus berpindah dari inti melalui pori-pori inti ke sitoplasma
agar dapat ditranslasikan. Nuklease menguraikan mRNA, mencegah pembentukan protein yang
dikode oleh mRNA. Selama transportasi ini mRNA terikat pada protein yang membantu
penguraiannya
3. Pengaturan Tingkat Translasi
Pengaturan pada pembentukan protein. Faktor inisiasi untuk translasi, terutama faktor
inisiasi eukariotik 2 (eIF2) merupakan pusat mekanisme pengatur ini. Kerja eIF2 dapat dihambat
oleh fosforilasi. mRNA lain memiliki lengkung tajam yang menghambat inisiasi translasi.

4. Pengaturan Tingkat Post Translasi


Pengaturan setelah terbentuknya protein. Setelah disintesis, lama hidup protein diatur
oleh degradasi proteolitik. Protein memiliki waktu apruh yang berbeda-beda. Sebagian hanya
bertahan beberapa jam atau hari. Yang lain menetap sampai beberapa bulan atau tahun.Sebagian
protein mengalami degradasi oleh enzim lisosom. Protein lain didegradasi oleh protease di dalam
sitoplasma. Sebagian protein ini tampaknya mengalami degradasi melalui pengikatan suatu
protein yang dikenal dengan nama Ubikuitin. Ubikuitin adalah protein yang sangat hemat.
Urutan asam aminonya hanya memiliki sedikit variasi antara berbagai organisme

Gambar3. Pengaturan Ekspresi gen

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Gen pada eukariot untuk sebuah rantai polipeptida dikontrol oleh promotornya sendiri.
Operon tidak terdapat pada sel eukariot. Ekspresi gen pada sel eukariot, berlangsung di sejumlah
tahapan yang berbeda yaitu : transkripsi, pasca transkripsi, translasi, pasca translasi. Pengaturan
pada tahap transkripsi merupakan pengaturan utama pada ekspresigen. Pengaturan pada tingkat
translasi merupakan mekanisme tambahan berlangsung di sitoplasma Untuk suatu gen spesifik,
pengaturan dapat terjadi secara bersamaan untuk merangsang atau menghambat ekspresi suatu
gen