Anda di halaman 1dari 4

CNAP Semester 3

Scalling Network
1.1.1.1 : The Need to Scale the Network

Bisnis dibangun di atas infrastruktru jaringan untuk menyediakan layanan mission-


critical. Sebagai pertumbuhan bisnis dan envolve, mereka menambah pegawai, membuka
kantor cabang, dan memperluas hinggal ke pasar dunia. Perubahan tersebut berakibat
langsung terhadap kebutuhan dari jaringan. Bisnis besar environment dengan beberapa
pengguna, lokasi, dan system mengacu kepada enterprise. Jaringan digunakan untuk
membantu bisnis enterprise yang dinamakan jarinagn enterprise.

Click tombol play dalam gambar untuk melihat animasi dari jarinag kecil hingga
memperluas usaha menjadi enterprise network.

Sebagai enterprise network harus mendukung perubahan dari berbagai macam tipe dari
lalu lintas jaringan, termasuk data files, ip telephony and video aplikasi untuk beberapa
unit bisnis. Seluruh enterise network harus :
- mendukung critical application
- mendukung converged network traddic
- mendukung diverse kebutuhan bisnis
- menyediakan pengaturan administrasi yang terpusat.

1.1.1.2 Enterprise Business Devices


Pengguna mengharapkan enterprise Network, seperti pada contoh yang ditampilkan pada
gambar, untuk menjadi 99,999 persen dari waktu yang ada. Hasil dari enterprise Network
menyiapkan bisnis berjalan dnegan baik dari aktifitas normal, dimana dapat
menghasilkan kehilangan pendapatan, customer, data dan keuntungan lainnya.

Untuk mengisi level tersebut supaya dapat dipercaya, terakhir, perlengkapan enterprise
class kebanyakan diinstall dalam enterprised network. Designed dan manufacture lebih
kuat dibandingkan perangkat yang rendah, perlengkapan enterprise menggerakan volume
besar dajri lalu lintas jaringan.

Perlengkapan Enterprise class is designed untuk lebih terpercaya, dengan fitur seperti
kekuatan redundant dan kelebihan kapasitas. Kelebihan kapsistas mengacu pada
keseimbangan perangkat ke switch dari modul yang tidak berfungsi, layanan atau
perangkat untuk memfungsikan salah satu dari atau layanan tiada henti.

1.1.1.3 Hirarki design jarinagn


untuk memaksimalkan bandwidth pada jaringan enterprise, jaringan harus diatur lalu
lintasnya tetap local dan tidak propagated unnecesserly hingga port lainnya dari jaringan.
Menggunakan hirarki tiga layer desin model membantu mengatur jaringan.

Modul ini menyediakan fungsi jaringan hingga tiga distinc layer, seperti ditunjukan pada
gambar 1
- access layer
- Dsitribution layer
- Core layer
Masing-masing layer di design untuk menemukan fungsi yang lebih spesifik.

Access layer menyediakan koneksi untuk pengguna. Distribution layer digunakan untuk
melanjutkan lalu lintas dari saru jaringan local ke lainnya. Akhirnya, core layer
menggambarkan kecepatan layer backbone diantara dispersed network. Lalu lntas
pengguna is initiated di access layer dan melewati layer lainnya jika fungsi dari layer
tersebut dibutuhkan.

Sekalipun model hirarki memliki 3 lapisan, bebrapa enterprise network kecil mungkin
mengimplementasikan 2 tier hirarki design, core dan distribusi layer collapse menjadi 1
layer, menekan biaya dan complexity, seperti yang ditunjukan dalam gambar 2

1.1.1.4 Cisco Enterprise Architecture


cisco enterprise architecture menyediakan jaringan hingga funsi komponen dimana masih
maintaining pada core layer, distribution dan access layer. Seperti yang ditunjukan pada
gambar. Pada gambar, primary cisco enterprise architecture modul termasuk :
- enterprise campus
- enterprise edge
- services provider edge
- remote

Enterprise Campus
Enterprise campus terdiri dari seluruh infrastructure campus, termasuk access,
distribution, dan core layers. Modul access layer berisi layer 2 atau layer 3 switch untuk
menyediakan kebutuhan port yang penuh. Implementasi dari VLAN dan jalur trunk untuk
membangun distribusi layer terjadi di sini.redundansi untuk membangun distrubusi
switch sangatlah penting. Modul Distribusi layer menggabungkan building access
menggunakan perangkat layer 3. Routing, access control, dan QoS perform di distribution
layer modul. Core layer modul menyediakan koneksi berkecapatan tinggi diantara
distribution layer modul, data center server farm, dan enterprise edge. Redudancy, fast
convergence dan toleransi kesalahan focus utama dari design modul ini.

Pada tambahan dari modul ini, enterprise campus dapat termasuk modul tambahan
lainnya seperti :
Modul Server Farm dan Data Center
Area tersebut menyediakan koneksi sangat cepat dan perlindungan terhadap
server. Hal tersebut sangat penting untuk menyediakan keamanan, redundancy,
dan toleransi kesalahan/kegagalan. Pengawasan System network management
dihasilkan oleh pengawasan peralatan dan ketersediaan jaringan.
Service Module
Area ini menyediakan akses ke seluruh layanan seperti : Layanan IP Telephony,
dan unified services.

Enterprise Edge
Enterprise Edge terdiri dari internet, VPN, dan connecting modul WAN dengan jaringan
service provider. Modul ini memperluas dari Enterprise Service untuk remote sites dan
mangaktifkan enterprise untuk menggunakan internet dan lainnya. Hal ini menyediakan
QoS, kebijakan penguatan, layanan services dan keamanan.

Service Provider Edge


Service provider Edge menyediakan internet, public switch telephone Network ( PSTN )
dan layanan WAN.
Seluruh data yang masuk atau keluar dari Enterprise Composite Network Model ( ECNM
) lewat melalui edge device. Hal ini penting supaya semua packet dapat diuji dan
membuat keputusan apakah packet menukin diijinkan melalui enterprise network. System
deteksi gangguan dan system pencegahan gangguan dapat dikonfigurasi pada enterprise
edge untuk melindungi dari aktivitas virus kembali.

1.1.1.5 Failure Domain


Sebuah jaringan yang dirancang tidak hanya mengendalikan lalu lintas data,
tetapi juga membatasi ukuran failure domain. Sebuah domain kegagalan adalah area
jaringan yang berdampak ketika critical devices atau jaringan layanan mengalami
masalah.
Fungsi dari perangkat yang awalnya gagal menentukan dampak dari kegagalan
domain. Misalnya, switch tidak berfungsi pada segmen jaringan biasanya hanya
mempengaruhi host di segmen itu. Namun, jika router terkoneksi pada segment ini
menuju kegagalan lainnya, dampaknya jauh lebih besar.
Penggunaan link berlebihan dan peralatan enterprise class handal
meminimalkan kemungkinan gangguan pada jaringan. kegagalan domain kecil
mengurangi dampak dari kegagalan pada produktivitas perusahaan. Mereka juga
menyederhanakan proses pemecahan masalah, dengan demikian, memperpendek
downtime untuk semua pengguna.
Dalam gambar, klik setiap perangkat jaringan untuk melihat kegagalan domain
terkait.
Membatasi Ukuran kegagalan domain
Karena kegagalan di lapisan inti ( Core ) dari jaringan dapat memiliki dampak yang
berpotensi besar, perancang jaringan sering berkonsentrasi pada upaya untuk mencegah
kegagalan. Upaya ini dapat meningkatkan biaya implementasi jaringan. Dalam model
desain hirarkis, itu adalah yang paling mudah dan biasanya paling mahal untuk
mengontrol ukuran kegagalan domain di layer distribusi. Di layer distribusi, kesalahan
jaringan dapat berisi area yang lebih kecil; dengan demikian, mempengaruhi beberapa
pengguna. Ketika menggunakan perangkat Layer 3 di layer distribusi, setiap router
berfungsi sebagai gateway untuk sejumlah pengguna lapisan akses.

Switch Block Deployment


Router, atau multilayer Switch , biasanya digunakan berpasangan, dengan switch lapisan
akses merata dibagi antara mereka. Konfigurasi ini disebut sebagai sebuah bangunan,
atau departemen, blok switch. Setiap blok switch bertindak secara independen dari yang
lain. Akibatnya, kegagalan satu perangkat tidak menyebabkan jaringan untuk turun.
Bahkan kegagalan seluruh blok switch tidak mempengaruhi sejumlah besar pengguna
akhir.