Anda di halaman 1dari 30

Definisi Protokol

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya
hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol
dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada
tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Prinsip dalam
membuat protokol ada tiga hal yang harus dipertimbangkan, yaitu efektifitas, kehandalam
dan kemampuan dalam kondisi gagal di network. Protokol di standarisasi oleh beberapa
organisasi yaitu IETF, ETSI, ITU dan ANSI. Tugas yang biasanya dilakukan oleh sebuah
protokol dalam sebuah jaringan diantaranya adalah:
Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer / mesin lainnya.
Melakukan metode jabat-tangan (handshaking).
Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
Bagaimana format pesan yang digunakan.
Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
Mendeteksi kerugian pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan
selanjutnya.
Mengakhiri suatu koneksi.

Definisi OSI (Open System Interconnection)


OSI adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International
Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977.
Model Open Systems Interconnection (OSI) menyediakan kerangka logika terstruktur
bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan
untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda
secara efisien.
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami
fungsi dari tiaptiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis
jenis protokol jaringan dan metode transmisi. Perhatikan table model OSI berikut ini:

Fungsi masing-masing dari tiap layer pada OSI :


Application
Application layer menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna, layer ini bertanggungjawab
atas pertukaran informasi antara program computer, seperti program e-mail dan servis lain
yang berjalan di jaringan seperti server printer atau aplikasi computer l;ainnya.
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan. Mengatur
bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan
kesalahan. Protocol yanmg berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
Presentation
Presentation layer bertanggungjawab bagaimana data dikonversi dan di format untuk transfer
data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .GIF dan .JPG untuk gambar layer
ini membentuk kode konversi, trnslasi data, enkripsi dan konversi.
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi kedalam
format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protocol yang berada dalam level ini
adalah perangkat lunak director (redictor Software). Seperti llayanan worksatation (dalam
Windows NT) dan juga Network Shell ( semacam Virtual Network Computing) (VNC) atau
Remote Dekstop Protocol (RDP).
Session
Session layer menentukan bagaimna dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur
koneksi. Bagaimna mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer di sebut
session.
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara atau di
hancurkan. Selain itu, di level inio juga dilakukan resolusi nama.

Transport
Transport layer bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika
end to _ end antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling)
Berfungsi untuk memecahkan data kedalam paket-paket tersebut sehingga dapat disusun
kembali pada sisi tujuan yang telah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat tanda
bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement) dan mentransmisikan ulang
terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.
Network
Network layer bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus
diambil selama perjalanan, menjaga antrian tafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk
Paket.
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat Header untuk paket-paket dan
kemudian melakukan routing melalui internet-working dengan menggunakan router dan
switch layer 3.
Datalink
Data link layer menyediakan link untuk data. Memaketkannya menjadi frame yang
berhubungan dengan hardware kemudian diangkut melalui media komunikasinya dengan
kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara system koneksi dengan penaganan
error.
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokan menjadi format yang
disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control,
pengalamatan perangkat keras( seperti halnya di Media Access Control Address ( MAC
Address), dan menetukan bagaimna perangkat perangkat jaringan seperti hub, bridge,
repeater dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level; ini menjadi dua
level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC)dan lapisan Media Access Control
(MAC).
Physical
Physical layer bertyanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui
media (seperti kabel) dan menjaga koneksi fisik antar system.
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi
bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau token Ring), topologi jaringan dan
pengkabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Networl Interface Card
(NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Definisi TCP/IP
Layer Pada TCP/IP :
Physical Layer,
Physical Layer (lapisan fisik) merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik
seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb. Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada
media komunikasi pada jaringan yang bersangkutan.TCP/IP bersifat fleksibel sehingga dapat
mengintegrasikan berbagai jaringan dengan media fisik yang berbeda-beda.
Network Access Layer,
Network Access Layer mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link layer pada OSI.
Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan
secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan
dari data yang ditransmisikan. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini
adalah X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket
Radio dsb.
Internet Layer,
Internet Layer mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang
berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan Internet
yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk
menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada.
Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan
internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet). Beberapa tugas penting
pada lapisan ini adalah:

Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat
pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address). Karena
pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada pada level ini (software), maka
jaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer yang digunakan.
Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang
diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai
protokol yang bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringan.
Pengirim tidak memiliki kendali terhadap paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai
tujuan. Router-router pada jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian
datagram dari penerima ke tujuan.

Transport Layer
Transport Layer mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to
end host secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi
penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Untuk itu, lapisan
ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :
Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur
sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang
melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.
Error Detection. Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi
yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika
ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima
data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi.
Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berarti.
Application Layer.
Application Layer merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi
mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak
protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan.
Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP
(File Transfer Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk
aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-
lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga
keseluruhan keluarga protokol ini dinamai dengan TCP/IP.
Pengertian 7 OSI Layer dan TCP/IP Beserta Fungsinya

Kali ini Saya akan membahas Pengertian dan Fungsi dari 7 lapisan Open Systems
Interconnect (7 OSI layer).
Dahulu ketika OSI belum digunakan, perangkat komunikasi yang berasal dari vendor berbeda
tidak dapat saling berkomunikasi. Alat komunikasi yang diciptakan oleh IBM tidak dapat
berkomunikasi dengan vendor lain. Sehingga dibentuklah standard OSI.

Pengertian OSI Layer

OSI adalah standar komunikasi yang diterapkan di dalam jaringan komputer. Standar itulah
yang menyebabkan seluruh alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melalui jaringan.
Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi
dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan
ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke
dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik.
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for
Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses
komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri
komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawab secara khusus pada proses
komunikasi data. Misalnya, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar
perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya error
selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: upper layer dan lower layer. Upper layer
fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk
Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada lower layer.
Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami
fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-
jenis protokol jaringan dan metode transmisi.
Fungsi 7 Layer OSI, berikut adalah nama-nama layer tersebut :

7. Aplication Layer :
Lapisan ke-7 ini menjelaskan spesifikasi untuk lingkup dimana aplikasi jaringan
berkomunikasi dg layanan jaringan. Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini
bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-
mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer
lainnya. Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan,
mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan
kesalahan.
Protokol yang berada dalam lapisan ini :
1. HTTP (Hyper Text Transfer Protocol )
Protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dan web dalam sebuah web
browser, melalui www. HTTP juga merupakan protokol yang meminta dan menjawab antar
klien dan server.
2. FTP (File Transfer Protokol)
Protokol internet yang berjalam dalam layer aplikasi yang merupakan standar untuk
mentransfer file komputer antar mesin-mesin dalam sebuat jaringan internet.
3. NFS (Network File system)
Jaringan protokol yang memungkinkan pengguna di klien komputer untuk menngakses file
melalui jaringan dengan cara yang sama dengan bagaiman penyimpanan lokal yang
diaksesnya.
4. DNS (Domain Name System)
Protokol yang digunakkan untuk memberikan suatu nama domain pada sebuah alamat IP agar
lebih mudah diingat.
5. POP3 (Post Office Protocol)
Protokol yang digunakan untuk mengambil mail dari suatu mail transfer agent yang akhirnya
mail tersebut akan di dowbload kedalam jaringan local.
6. MIME (Multipurpose Internet Mail Exension)
Protokol yang digunakan untuk mengirim file binary dalam bentuk teks.
7. SMB (Server Messange Block)
Protokol yang digunakan untuk mentransfer server-server file ke DOS dan Windows.
8. NNTP (Network News Transfer Protocol)
Protokol yang digunakan untuk menerima dan mengirim newsgroup.
9. DHCP (Dynamic Configuration Protocol)
Layanan yang memberikan no IP kepada komputer yang meminta nya secara otomatis.

6. Presentation Layer :
Lapisan ke-6 ini berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh
aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
Protokol yang berada dalam level ini :
1. TELNET
Protokol yang digunakan untuk akses remote masuk ke suatu host, data berjalan secara lain
teks.
2. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
Salah satu protokol yang biasa digunakan dalam pengiriman e-mail di internet atau untuk
mengirimkan data dari komputer pengirim e-mail ke server e-mail penerima.
3. SNMP (Simple Network Management Protocol)
Protokol yang digunakan dalam suatu manajemen jaringan.

5. Session layer:
Lapisan ke-5 ini berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara,
atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
Protokol yang berada dalam lapisan ini :
1. NETBIOS (Network Basic Input Output System)
Berfungsi sebagai penyiaran pesan maksud nya memungkinkan user mengirim pesan tunggal
secara serempak ke komputer lain yang terkoneksi.
2. NETBEUI (NETBIOS Extended User Interface)
Berfungsi sama dengat NETBIOS hanya sedikit di kembangkan lagi dengan menambahkan
fungsi yang memungkinkan bekerja dengan beragam perangkat keras dan perangkat lunak.
3. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol)
Berfungsi protokol ini memantau aliran datadiantara dua komputer dan untuk memeriksa
aliran data tersebut tidak terputus.
4. PAP (Printer Access Protocol)
Berfungsi printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk dan untuk mengendalikan
bagaimana pola komunikasi antar node.
5. SPDU (Session Protokol Data unit)
Berfungsi mendukung hubungan antara dua session service user.
6. RPC (Remote Procedure Call)
Berfungsi untuk prosedur pemanggilan jarak jauh

4. Transport layer :
Lapisan ke-4 ini berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan
nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah
diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan
sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di
tengah jalan.
Protokol yang berada dalam lapisan ini :
1. TCP (Trasmission Control Protocol)
Protokol yang menyediakan layanan penuh lapisan transport untuk aplikasi.
2. UDP (User Datagram Protocol)
Protokol connectionless dan proses-to-procces yang hanya menambahkan alamat port,
cheksum error control dan panjang informasi data pada layer di atasnya.

3. Network layer :
Lapisan ke-3 ini berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk
paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan
router dan switch layer-3.
Protokol yang berada dalam lapisan ini :
1. IP (Internetworking Protocol)
Mekanisme transmisi yang digunakan untuk menstransportasikan data dalam-dalam paket
yang disebut datagram.
2. ARP (Address Resulotion Protocol)
Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat IP berdasarkan alamat fisik dari sebuah
komputer.
3. RARP (Reverse Address Resulotion Protocol)
Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat fisik melalui IP komputer.
4. ICMP (Internet Control Message Protocol)
Mekanisme yang digunakan oleh sejumlah host untuk mengirim notifikasi datagram yang
mengalami masalah pada hostnya.
5. IGMP (Internet Group Message Protocol)
Protokol yang digunakan untuk memberi fasilitas message yang simultan kepada group
penerima.

2. Data-link layer :
Lapisan ke-2 ini berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi
format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow
control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC
Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge,
repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua
level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control
(MAC).
Protokol yang berada dalam lapisan ini :
1. PPP (Point to Point Protocol)
Protokol yang digunakan untuk point to point pada suatu jaringan.
2. SLIP (Serial Line Internet Protocol)
Protokol yang digunakan untuk menyambung serial.

1. Physical layer :
Lapisan ke-1 ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode
pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring),
topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana
Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
Protokol yang berada dalam lapisan ini :
Tidak mempunyai protokol yan spesifik di layer ini, bertanggung jawab atas proses data
menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar
sistem, pada layer ini hanya mengirimkan bit bit data.

Layer TCP/IP

Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan
model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram di atas, TCP/IP
mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis.

Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI.
Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD
Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek
ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Berikut adalah macam-macam Layer TCP/IP , yaitu :

4. Application
Berfungsi menyediakan servis-servis terhadap software-software yang berjalan pada
komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada Application Layer: HTTP, FTP, POP3,
SMTP, dll.

3. Transport
Transport Layer berfungsi menyediakan servis yang akan digunakan oleh Application Layer.
Mempunyai 2 protokol utama yaitu TCP dan UDP.

2. Internet
Internet Layer memiliki fungsi sebagai penyedia fungsi IP Addressing, routing, dan
menentukan path terbaik. Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP.

1. Network Access
Berfungsi mendefinisikan protokol-protokol dan hardware-hardware yang digunakan dalam
pengiriman data. Pada layer ini terdapat protokol-protokol seperti ethernet pada LAN, PPP
pada WAN, dan juga Frame Relay.
Posisi Perangkat Jaringan Dalam Model OSI Layer
Sebelumnya kita harus mengetahui model OSI layer dan perangkat yang digunakan dalam
jaringan. Kedua hal tersebut sangat berhubungan sekali dengan jaringan komputer. Oleh
karena itu saya akan mencoba membahas letak atau posisi perangkatnya.

Posisi Perangkat Jaringan Dalam Model OSI Layer


* NIC/Kartu Jaringan
Kartu jaringan atau NIC adalah perangkat yang terhubung dengan media transmisi data
secara langsung. NIC memiliki fungsi membuat sinyal yang dapat di transmisikan kedalam
media transmisi data dengan mengubah bit-bit data dari komputer. Dengan begitu kartu
jaringan OSI layer akan menempati layer pertama yaitu physical layer.

* Hub
Posisi Hub sama dengan NIC yaitu menempati physical layer. Hub berfungsi untuk
pembentukan jaringan yang hanya meneruskan data tanpa adanya penyaringan data dan
alamat tujuannya.

* Repeater
Fungsi Repeater hampir sama dengan Hub dalam pembentukan jaringan namun peerbedaanya
pada jumlah portnya yang lebih sedikit. Oleh karena itu Repeater juga menempati physical
layer.

* Bridge
Bridge berfungsi menyaring data yang dikirim dan juga mengidentifikasi lamat tujuannya.
Dengan begitu Bridge menempati data-link layer.

* Switch
Posisi switch sama dengan Bridge yaitu di data-link layer. Yang membuat Switch ada di data-
link layer adalah pengalamatan tujuan data yang dikirim dari MAC address. Ada juga Switch
yang menempati network layer dengan kemampuan yang lebih.

* Router
Posisi Router terdapat di network layer, karena memang juga menyaring pengaalamatan
tujuan data namun bukan dari MAC addres, melainkan melalui IP Address.
PENGERTIAN IP ADDRES, SUBNET MASK,
DEFAULT GATEWAY, DAN DNS

IP Address
Alamat IP (Internet Protocol Address) atau sering disingkat IP adalah deretan angka biner
antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host
dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4) dan 128-bit (untuk
IPv6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis
TCP/IP. Internet Assigned Numbers Authority (IANA) yang mengelola alokasi alamat IP
global.
Dalam pengertian lain, Internet Protocol (IP) Address dapat diartikan alamat numerik yang
ditetapkan untuk sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputer yang
memanfaatkan Internet Protocol untuk komunikasi antara node-nya.

Walaupun alamat IP disimpan sebagai angka biner, mereka biasanya ditampilkan agar
memudahkan manusia menggunakan notasi, seperti 208.77.188.166 (untuk IPv4), dan 2001:
db8: 0:1234:0:567:1:1 (untuk IPv6). Internet Protocol juga memiliki tugas routing paket data
antara jaringan, alamat IP dan menentukan lokasi dari node sumber dan node tujuan dalam
topologi dari sistem routing. Untuk tujuan ini, beberapa bit pada alamat IP yang digunakan
untuk menunjuk sebuah subnetwork. Jumlah bit ini ditunjukkan dalam notasi CIDR, yang
ditambahkan ke alamat IP, misalnya: 208.77.188.166/24.
Pengiriman data dalam jaringan TCP/IP berdasarkan IP address komputer pengirim dan
komputer penerima. ip address memiliki dua bagian, yaitu alamat jaringan (network address)
dan alamat komputer lokal (host address) dalam sebuah jaringan.
Alamat jaringan digunakan oleh router untuk mencari jaringan tempat sebuah komputer lokal
berada, semantara alamat komputer lokal digunakan untuk mengenali sebuah komputer pada
jaringan lokal. Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
1. Alamat IP versi 4 (IPv4)
Alamat IP versi 4 (IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam
protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-
bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya
4.294.967.296 host di seluruh dunia.
Jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat
4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255
dimana nilai dihitung dari nol. Sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah
256x256x256x256=4.294.967.296 host. Jadi bila host yang ada diseluruh dunia melebihi
kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.
2. Alamat IP versi 6 (IPv6)
Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat
dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), IPv6 memiliki panjang 128-bit. Meskipun total
alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat karena ada
beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta
saja.
IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x
1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat
yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur
routing yang disusun secara hirarki, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan
tabel routing.

Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur
alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam
IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful
address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server
dinamakan dengan stateless address configuration.
Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai
alamat jaringan. Sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host,
dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan
sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam
IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix. Pengalamatan IPv6
didefinisikan dalam RFC 2373.
Subnet Mask
Subnet Mask merupakan istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu
kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID,
menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.
RFC 950 mendefinisikan penggunaan sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai sebuah
address mask sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan network
identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP. Bit-bit subnet mask yang
didefinisikan, adalah sebagai berikut:
[+] Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1.
[+] Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0.
Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah
subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu
subnet mask default (yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas)
ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet
atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap node TCP/IP.
Default Gateway
Gateway adalah komputer yang memiliki minimal 2 buah network interface untuk
menghubungkan 2 buah jaringan atau lebih. Di Internet, suatu alamat bisa ditempuh lewat
gateway-gateway yang memberikan jalan/rute ke arah mana yang harus dilalui supaya paket
data sampai ke tujuan.
Kebanyakan gateway menjalankan routing daemon (program yang mengupdate secara
dinamis tabel routing). Karena itu gateway juga biasanya berfungsi sebagai router.
Gateway/router bisa berbentuk Router Box seperti yang di produksi Cisco, 3COM, dll atau
bisa juga berupa komputer yang menjalankan Network Operating System plus routing
daemon. Misalkan PC yang dipasang Unix FreeBSD dan menjalankan program Routed atau
Gated. Namun dalam pemakaian Natd, routing daemon tidak perlu dijalankan, jadi cukup
dipasang gateway saja. Karena gateway/router mengatur lalu lintas paket data antar jaringan,
maka di dalamnya bisa dipasang mekanisme pembatasan atau pengamanan (filtering) paket-
paket data. Mekanisme ini disebut Firewall.

Sebenarnya Firewall adalah suatu program yang dijalankan di gateway/router yang bertugas
memeriksa setiap paket data yang lewat, kemudian membandingkannya dengan rule yang
diterapkan dan akhirnya memutuskan apakah paket data tersebut boleh diteruskan atau
ditolak. Tujuan dasarnya adalah sebagai security yang melindungi jaringan internal dari
ancaman dari luar. Namun dalam tulisan ini Firewall digunakan sebagai basis untuk
menjalankan Network Address Translation (NAT).
Dalam FreeBSD, program yang dijalankan sebagai Firewall adalah ipfw. Sebelum dapat
menjalankan ipfw, kernel generic harus dimodifikasi supaya mendukung fungsi firewall. Ipfw
mengatur lalu lintas paket data berdasarkan IP asal, IP tujuan, nomor port, dan jenis protocol.
Untuk menjalankan NAT, option IPDIVERT harus diaktifkan dalam kernel.
Alamat ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh
host yang ada pada suatu jaringan. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat
tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya
alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain
akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host
yang ada pada jaringannya? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak
jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth/jalur akan meningkat dan beban kerja host
pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep
broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada
pada network akan menerima paket tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada jaringan
yang sama harus memiliki broadcast address yang sama dan alamat tersebut tidak boleh
digunakan sebagai nomor IP untuk host tertentu.
Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 alamat untuk menerima paket: pertama adalah nomor
IP yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada jaringan tempat host tersebut
berada. Broadcast address diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada nomor IP menjadi
1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya
adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga
11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang
dibroadcast biasanya adalah informasi routing.
DNS
DNS (Domain Name System) atau Sistem Penamaan Domain merupakan sebuah sistem yang
menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data
tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS
menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat
(mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras
komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti
pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk
menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal
(URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini
.
jaringan komputer
Selasa, 26 Februari 2013
TCP/IP & IP ADDRESS
4.1.2 Apa yang membuat TCP/IP menjadi penting ?
Karena TCP/IP merupakan protokol yang telah diterapkan pada hampir semua perangkat
keras dan sistem operasi, maka rasanya tidak ada rangkaian protokol lain yang begitu
powerfull kemampuannya untuk dapat bekerja pada semua lapisan perangkat keras dan
sistem operasi seperti berikut ini
a. Novell Netware.
b. Mainframe IBM.
c. Sistem Digital VMS.
d. Microsoft Windows Server.
e. Server & workstation UNIX, LinuX, FreeBSD, Open BSD.
f. Macintosh.
g. PC DOS dan lain-lain.
4.1.3 Bagaimana awalnya keberadaan TCP/IP ?
Konsep TCP/IP berawal dari kebutuhan DoD (Departement of Defense) USA akan suatu
komunikasi di antara berbagai variasi komputer yang telah ada. Komputer-komputer DoD ini
seringkali harus menghubungkan antara satu organisasi peneliti dengan organisasi peneliti
lainnya. Komputer tersebut harus tetap berhubungan karena terkait dengan pertahanan negara
dan sumber informasi harus tetap berjalan meskipun terjadi bencana alam besar, seperti
ledakan nuklir, dll sbg. Oleh karenanya pada tahun 1969 dimulailah penelitian terhadap
serangkaian protokol TCP/IP.
Adapun tujuan-tujuan penelitian tersebut adalah sebagai berikut :
1. Terciptanya protokol-protokol umum, (DoD memerlukan suatu protokol yang dapat
dipergunakan untuk semua jenis jaringan).
2. Meningkatkan efisiensi komunikasi data.
3. Dapat dipadukan dengan teknologi WAN (Wide Area Network) yang telah ada
4. Mudah dikonfigurasikan.
Tahun
1968 DoD ARPAnet (Advanced Reseach Project Agency) memulai penelitian yang
kemudian menjadi cikal bakal packet switching. Packet switching inilah yang memungkinkan
komunikasi antara lapisan network, dimana data dijalankan dan disalurkan melalui jaringan
dalam bentuk unit-unit kecil yang disebut packet.Tiap-tiap packet ini membawa informasi
alamatnya masing-masing yang ditangani dengan khusus oleh jaringan tersebut dan tidak
tergantung dengan paket-paket lain. Jaringan yang dikembangkan ini, yang menggunakan
ARPAnet sebagai tulang punggungnya, menjadi terkenal sebagai internet.
Protokol-protokol TCP/IP dikembangkan lebih lanjut pada awal 1980 dan menjadi protokol
standard untuk ARPAnet pada tahun 1983. Protokol-protokol ini mengalami peningkatan
popularitas di komunitas pemakai ketika TCP/IP dapat di implementasikan dengan sangat
baik pada versi 4.2 BSD (Berkeley Standard Distribution) UNIX. Versi ini digunakan secara
luas pada institusi penelitian dan pendidikan serta digunakan sebagai dasar dari beberapa
penerapan UNIX komersial, termasuk SunOS dari Sun dan Ultrix dari Digital.
4.1.4 Layanan apa saja yang diberikan oleh TCP/IP ?
Beberapa layanan "tradisional" yang dilakukan TCP/IP, diantaranya :
a. Pengiriman File File Transfer Protocol (FTP)
b. Remote Login Network Terminal Protocol (Telnet)
c. E-mail SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
d. Network File System (NFS)
e. Remote Execution
4.1.5 Bagaimana TCP dan IP bekerja ?
Seperti yang telah dikemukakan diatas, TCP dan IP hanyalah merupakan protokol yang
bekerja pada suatu layer dan menjadi penghubung antara satu komputer dengan komputer
lainnya dalam network, meskipun ke dua komputer tersebut memiliki OS yang
berbeda. Untuk mengerti lebih jauh mari kita tinjau proses pengiriman sebuah email.
Dalam pengiriman email ada beberapa prinsip dasar yang harus dilakukan:
v Pertama, mencakup hal-hal umum seperti siapa yang mengirim email, siapa yang
menerima email tersebut serta isi dari email tersebut.
v Kedua, bagaimana cara agar email tersebut sampai ketujuannya yang benar.
Dari konsep ini kita dapat mengetahui bahwa pengirim email memerlukan "perantara" yang
memungkinkan emailnya sampai ketujuan (seperti layaknya pak pos), dan ini adalah tugas
dari protokol TCP dan IP.

Antara
TCP dan IP ada pembagian tugas masing-masing:
v TCP merupakan connection-oriented, yang berarti bahwa kedua komputer yang ikut serta
dalam pertukaran data harus melakukan hubungan terlebih dulu sebelum pertukaran data
berlangsung (dalam hal ini email). Selain itu TCP juga bertanggungjawab untuk
menyakinkan bahwa email tersebut akan sampai ke tujuan, memeriksa kesalahan dan
mengirimkan error ke lapisan atas hanya bila TCP tidak berhasil melakukan hubungan (hal
inilah yang membuat TCP sukar untuk dikelabuhi). Jika isi email tersebut terlalu besar untuk
satu datagram, TCP akan membaginya kedalam beberapa datagram.
v IP bertanggung jawab setelah hubungan berlangsung, tugasnya adalah untuk me-rute-kan
paket data, didalam network. IP hanya bertugas sebagai kurir dari TCP dan mencari jalur
yang terbaik dalam penyampaian datagram, IP "tidak bertanggung jawab" jika data tersebut
tidak sampai dengan utuh (hal ini disebabkan IP tidak memiliki informasi mengenai isi data
yang dikirimkan), namun IP akan mengirimkan pesan kesalahan (error message)
melalui ICMP,jika hal ini terjadi dan kemudian kembali ke sumber data.
Karena IP "hanya" mengirimkan data "tanpa" mengetahui urutan data mana yang akan
disusun berikutnya, maka hal ini menyebabkan IP mudah untuk dimodifikasi di daerah
"sumber dan tujuan" datagram. Hal inilah yang menjadi penyebab banyaknya paket data yang
hilang sebelum sampai ke tujuan.
Datagram dan paket sering dipertukarkan penggunaanya. Secara teknis, datagram merupakan
unit dari data, yang tercakup dalam protokol. ICPM adalah kependekan dari Internet Control
Message Protocol yang bertugas memberikan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang
memerlukan perhatian khusus. Pesan/paket ICMP dikirim jika terjadi masalah pada layer IP
dan layer diatasnya (TCP dan UDP)
Gambar 4.2. Akibat kegagalan mengirim pesan, Pesan kesalahan ICMP disampaikan
kesumber alamat pengirim
Berikut adalah beberapa pesan potensial yang sering timbul:
a. Destination unreachable, terjadi jika host, jaringan, port atau protokol tertentu tidak dapat
dijangkau.
b. Time exceded, dimana datagram tidak bisa dikirim karena time to live habis.
c. Parameter problem, terjadi kesalahan parameter dan letak oktet dimana kesalahan
terdeteksi.
d. Source quench, terjadi karena router/host tujuan membuang datagram karena batasan
ruang buffer atau karena datagram tidak dapat diproses.
e. Redirect, pesan ini memberi saran kepada host asal datagram mengenai router yang lebih
tepat untuk menerima datagram tsb.
f. Echo request dan echo reply message, pesan ini saling mempertukarkan data antara host.

4.2 IP ADDRESS Versi 4


IP Address merupakan pengenal yang digunakan untuk memberi alamat pada tiap-tiap
komputer dalam jaringan. Format IP address adalah bilangan 32 bit yang tiap 8 bit-nya
dipisahkan oleh tanda titik. Adapun format IP Address dapat berupa bentuk biner
(xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx dengan x merupakan bilangan biner 0 atau 1).
Atau dengan bentuk empat bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik,
bentuk ini dikenal dengan dotted decimal(xxx.xxx.xxx.xxx adapun xxx merupakan nilai
dari 1 oktet yang berasal dari 8 bit).

Dikenal dua cara pembagian IP Address, yakni: classfull dan classless addressing.
4.2.1 Classfull Addressing

Classfull merupakan metode pembagian IP address berdasarkan klas, dimana IP address


(yang berjumlah sekitar 4 milyar) dibagi kedalam lima kelas yakni:

Kelas A
Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 0
Panjang NetID : 8 bit
Panjang HostID: 24 bit
Byte pertama : 0-127
Jumlah : 126 Kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214 IP Address disetiap Kelas A
Dekripsi : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar

Kelas B
Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 10
Panjang NetID : 16 bit
Panjang HostID: 16 bit
Byte pertama : 128-191
Jumlah : 16.384 Kelas B
Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.532 IP Address pada setiap Kelas B
Deskripsi : Dialokasikan untuk jaringan besar dan sedang

Kelas C
Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
Bit pertama : 110
Panjang NetID : 24 bit
Panjang HostID : 8 bit
Byte pertama : 192-223
Jumlah : 2.097.152 Kelas C
Range IP : 192.xxx.xxx.xxx s/d 223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP Address pada setiap Kelas C
Deskripsi : Digunakan untuk jaringan berukuran kecil

Kelas D
Format : 1110mmmm.mmmmmmm.mmmmmmm.mmmmmmm
Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte inisial : 224-247
Deskripsi : Kelas D digunakan untuk keperluan IPmulticasting

Kelas E
Format : 1111rrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr
Bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 248-255
Deskripsi : Kelas E dicadangkan untuk keperluan eksperimen.
4.2.2 Classless Addressing
Metode classless addressing (pengalamatan tanpa klas) saat ini mulai banyak diterapkan,
yakni dengan pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing
(CIDR). Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk suatu
jaringan secara lebih spesifik, disebut juga denganNetwork Prefix.
Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP Address digunakan tanda garis
miring (Slash) /, diikuti dengan angka yang menunjukan panjang network prefix ini dalam
bit.
Misalnya, ketika menuliskan network kelas A dengan alokasi IP 12.xxx.xxx.xxx, network
prefixnya dituliskan sebagai 12/8. Angka /8 menunjukan notasi CIDR yang merupakan
jumlah bit yang digunakan oleh network prefix, yang berarti netmask-nya 255.0.0.0 dengan
jumlah maksimum host pada jaringan sebanyak 16.777.214 node.
Contoh lain untuk menunjukan suatu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan:
167.205/18. Angka /18 merupakan notasi CIDR, yang berarti netmask yang digunakan pada
jaringan ini adalah 255.255.192.0 dengan jumlah maksimum host pada jaringan sebanyak
16.382 node.
4.2.3 Pengalokasian IP address
IP Address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID. Network ID menunjukkan
nomor network, sedangkan hostID meng-identifkasi-kan host dalam satu network.
Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan host ID yang
tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang
hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address se-efisien mungkin.
Terdapat beberapa aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang hendak
digunakan. Aturan tersebut adalah :
v Network ID 127.0.0.1 tidak dapat digunakan karena ia secara default digunakan dalam
keperluan loop-back. (Loop-Back adalah IP address yang digunakan komputer untuk
menunjuk dirinya sendiri).
v Host ID tidak boleh semua bitnya diset 1 (contoh klas A: 126.255.255.255), karena akan
diartikan sebagai alamat broadcast. ID broadcast merupakan alamat yang mewakili seluruh
anggota jaringan. Pengiriman paket ke alamat ini akan menyebabkan paket ini didengarkan
oleh seluruh anggota network tersebut.
v Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0 (seluruh bit diset 0 seperti 0.0.0.0),
Karena IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network
adalah alamat yang digunakan untuk menunjuk suatu jaringan, dan tidak menunjukan suatu
host.
v Host ID harus unik dalam suatu network (dalam satu network, tidak boleh ada dua host
dengan host ID yang sama).
Aturan lain yang menjadi panduan network engineer dalam menetapkan IP Address yang
dipergunakan dalam jaringan lokal adalah sebagai berikut:
0/8 0.0.0.1 s.d. 0.255.255.254 Hosts/Net: 16.777.214
10/8 10.0.0.1 s.d. 10.255.255.254 Hosts/Net: 16.777.214
127/8 127.0.0.1 s.d. 127.255.255.254 Hosts/Net: 16.777.214
169.254/16 169.254.0.1 s.d. 169.254.255.254 Hosts/Net: 65.534
172.16/12 172.16.0.1 s.d. 172.31.255.254 Hosts/Net:1.048.574
192.0.2/24 192.0.2.1 s.d. 192.0.2.254 Hosts/Net:254
192.168/16 192.168.0.1 s.d. 192.168.255.254 Hosts/Net:65.534
dan semua space dari klas D dan E dapat digunakan untuk IP Address local area network,
karena IP ini tidak digunakan (di publish) di internet.

Filtered source addresses


0/8 ! broadcast
10/8 ! RFC 1918 private
127/8 ! loopback
169.254.0/16 ! link local
172.16.0.0/12 ! RFC 1918 private
192.0.2.0/24 ! TEST-NET
192.168.0/16 ! RFC 1918 private
224.0.0.0/4 ! class D multicast
240.0.0.0/5 ! class E reserved
248.0.0.0/5 ! reserved
255.255.255.255/32 ! broadcast

IP address, subnet mask, broadcast address merupakan dasar dari teknik routing di Internet.
Untuk memahami ini, semua kemampuan matematika khususnya matematika boolean, atau
matematika binary akan sangat membantu memahami konsep routing Internet dan
pengalamatan IP.
4.2.4 Alokasi IP Address di Jaringan
Teknik subnet merupakan cara yang biasa digunakan untuk mengalokasikan sejumlah alamat
IP di sebuah jaringan (LAN atau WAN). Teknik subnet menjadi penting bila kita mempunyai
alokasi IP yang terbatas misalnya hanya ada 200 IP untuk 200 komputer yang akan di
distribusikan ke beberapa LAN.
Untuk memberikan gambaran, misalkan kita mempunyai alokasi alamat IP dari 192.168.1/24
untuk 254 host, maka parameter yang digunakan untuk alokasi tersebut adalah:
255.255.255.0 - subnet mask LAN
192.168.1.0 - netwok address LAN.
192.168.1.1 s/d 192.168.1.254 IP yang digunakan host LAN
192.168.1.255 - broadcast address LAN
192.168.1.25 - contoh IP salah satu workstation di LAN.

Perhatikan bahwa,
v Alamat IP pertama 192.168.1.0 tidak digunakan untuk workstation, tapi untuk
menginformasikan bahwa LAN tersebut menggunakan alamat 192.168.1.0. Istilah keren-nya
alamat IP 192.168.1.0 di sebut network address.
v Alamat IP terakhir 192.168.1.255 juga tidak digunakan untuk workstation, karena
digunakan untuk alamat broadcast. Alamat broadcast digunakan untuk memberikan informasi
ke seluruh workstation yang berada di network 192.168.1.0 tersebut. Contoh informasi
broadcast adalah informasi routing menggunakan Routing Information Protocol (RIP).
v Subnetmask LAN 255.255.255.0, dalam bahasa yang sederhana dapat diterjemahkan
bahwa setiap bit 1 menunjukan posisi network address, sedang setiap bit 0 menunjukkan
posisi host address.
Konsep network address dan host address menjadi penting sekali berkaitan erat dengan
subnet mask. Perhatikan dari contoh di atas maka alamat yang digunakan adalah :
192.168.1.0 network address 11000000.10101000.00000000.00000000
192.168.1.1 host ke 1 11000000.10101000.00000000.00000001
192.168.1.2 host ke 2 11000000.10101000.00000000.00000010
192.168.1.3 host ke 3 11000000.10101000.00000000.00000011

192.168.1.254 host ke 254 11000000.10101000.00000000.11111110


192.168.1.255 broacast address 11000000.10101000.00000000.11111111

Perhatikan bahwa angka 192.168.1 tidak pernah berubah sama sekali. Hal ini menyebabkan
network address yang digunakan 192.168.1.0. Jika diperhatikan maka 192.168.1 terdiri dari
24 bit yang konstan tidak berubah, dan hanya 8 bit terakhir (bit hostID) yang berubah. Tidak
heran kalau netmask yang digunakan adalah binary 11111111.11111111.11111111.00000000
(desimal = 255.255.255.0).

Walaupun alamat IP workstation tetap, tetapi netmask yang digunakan dimasing-masing


router akan berubah-ubah bergantung pada posisi router dalam jaringan.
4.2.5 Alokasi Alamat IP
APJII mendapatkan pendelegasian wewenang dari APNIC untuk membagikan IP Address di
Indonesia. PJI (ISP) di Indonesia akan memperoleh manfaat karena tidak perlu lagi menjadi
anggota langsung dari APNIC (dengan biaya keanggotaan berkisar 2,500 10,000 USD per
tahun) untuk mendapatkan alokasi IP address. Hal ini dapat juga dilihat sebagai upaya
penghematan devisa.
Perusahaan yang membutuhkan alamat IP yang independen terhadap ISP juga dapat dilayani
oleh APJII, dengan biaya alokasi yang akan ditetapkan kemudian.
4.2.6 Hirarki Pendistribusian IP Address v4
Address IPv4 didistribusikan sesuai dengan struktur hirarki yang dijabarkan secara
sederhana, seperti struktur berikut:
Gambar 4.3. Hirarki distribusi address space IPv4
Sejarahnya pengaturan nomor IP dan nama host diatur secara tersentral oleh IANA
(Internet Assigned Numbers Authority), dimotori oleh Jon Postel (August 6, 1943 - October
16, 1998)
Daftar tabel di-download secara berkala

Keterangan :
1. ICANN : Internet Corporation For Assigned Names and Numbers
2. ASO : The Address Supporting Organization
3. IANA : Internet Assigned Numbers Authority
4. APNIC : Asia Pasific Network Information Center
5. ARIN : American Registry for Internet Numbers
6. LACNIC : Latin American and Caribbean Internet Addresses Registry NIC
7. RIPENCC : RIPE Network Coordination Centre (RIPE: Rseaux IP Europens)
8. AfriNIC : African Network Information Center
9. NIR : National Internet Registry
10. LIR : Local Internet Registry
11. ISP : Internet Sevice Provider
12. EU : End user
ICANN mendelegasikan pendistribusian resource yang terkait dengan Address Space kepada
ASO, IANA, dan DNSO. IANA mengalokasikan address space pada APNIC, untuk
didistribusikan kembali ke seluruh kawasan Asia Pasifik.
APNIC mengalokasikan address space kepada Internet Registries (IRs) dan juga
mendelegasikan wewenang kepada mereka untuk melakukan pendelegasian dan
pengalokasian. Dalam beberapa kasus APNIC mendelegasikan address space kepada end-
user/pengguna akhir. IR nasional dan lokal mengalokasikan dan mendelegasikanaddress
space kepada anggota mereka dan para konsumen dibawah pengawasan APNIC sesuai
dengan kebijakan dan prosedur yang ditetapkan
Bila ingin menggunakan IP Address Public yang dapat dikenali di internet, maka kita harus
berhubungan dengan ISP tempat kita berlangganan koneksi internet, ISP nantinya yang akan
mengalokasikan IP yang mereka punya ke anda.
Berikutnya untuk nama domain, anda harus memeriksakan apakah domain yang anda
inginkan sudah didaftarkan fihak lain atau belum (cek di http://www.domainregistry.com/),
kemudian mendaftarkan atau membeli domain name yang akan digunakan, Anda bisa minta
bantuan ISP terdekat untuk hal ini, atau kontak langsung ke NSI atau reseller
lain. (http://www.networksolutions.com/).
INFRASTRUKTUR ISP
Pengertian ISP
Menurut Wikipedia : " ISP adalah perusahaan atau badan yang menyediakan jasa sambungan
internet dan jasa yang berhubungan"
Sekedar info saja bahwa sekarang di Indonesia sudah ada lebih dari 400 ISP berizin resmi.

Ilustrasi Internet Global


Menurut Wikipedia: " Seluruh jaringan komputer yang slaing terhubung menggunakan
standar sistem global Transmission Control Protocol / Internet Protocol Suite (TCP/IP)
sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk
melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.
Infrasruktur Jaringan ISP
1) AS Number
2) IP Address Pool v4/v6 dari APNIC/IDNIC/RIR
3) Router untung Routing BBGP Internet IX/IIX/OpenIXP
4) Lokasi Data Center /NOC/POP
5) Sistem Routing Internal
6) Manageable Switch dan VLAN
7) Sistem DNS Server
8) Sistem Mail Server
9) Sistem Monitoring
10) Sistem Firewall
11) Last Mile Access (fiber optic/wireless/adsl/dll

Sekarang nissa akan menjelaskan masing masing dari bagian untuk membangun infrastruktur
jaringan ISP:
1) AS Number
AS yaitu kepanjangan dari Autonomous System yang merupakan suatu jaringan yang
terdiri dari suatu atau lebih IP Prefix yang dijalankan dibawah satu kebijakan routing
yang sama.
Nah kalau untuk pengertian AS Number itu sendiri artinya Penomoran sepanjang 2
byte yang untuk setiap AS , biasa disingkat ASN . ASN ini digunakan ketika
pertukaran informasi routing diperlukan antar AS yang berbeda seperti pada routing
BGP . Tentunya setiap ISP/Operator akan memiliki ASN yang masing masing bersifat
unik.
2) IP Address Pool v4/v6 dari APNIC/IDNIC/RIR
IP Address adalah pengalamatn yang saat ini digunakan untuk host atau komputer
yang terhubung pada jaringan berbasis TCP/IP. IP Address (public) yang digunakan
oleh ISP di Indonesia dialokasikan oleh IDNIC atau APNIC dengan melakukan
pengajuan terlebih dahulu, Sekedar info saja untuk kalian bahwa IPv4 sudah semakin
banyak digunakan dan sangat terbatas ketersediaannya , maka untuk menghemat
penggunakan IPv4 ini sering digunakan teknik subnetting atau menggunakan IPv6
sebagai penggantinya.
3) Router untung Routing BBGP Internet IX/IIX/OpenIXP
Setiap ISP diharuskan memiliki interkoneksi dengan internet dengan internet
exchange , baik itu domestic maupun internasional. Router yang dapat melakukan
routing BGP, agar informasi routing dan ke arah ISP dapat berjalan dengan baik
(dapat mengakses internet global maupun domestik). BGP merupakan backbone
internet global saat ini, semua ISP dan NAP di dunia menggunakan BGP sebagai
protocol pertukaran informasi routing internet.
4) Data Center / NOC / POP
NOC (Network Operation Center) merupakan pusat penyimpanan perangkat jaringan
baik switch maupun router ataupun perangkat jaringan lainnya dengan lokasi yang
memiliki ketersediaan yang tinggi.
POP diharuskan dimiliki semua ISP sebagai titik sebaran ke arah pelanggan
. Nah setiap tahunnya , ISP diwajibkan memiliki 1 kota baru sebagai komitmen
pengembangan wilayah
5) Sistem Routing Internal
Routing internal digunakan agar koneksi dari pelanggan dapat terhubung ke jaringan
internal ISP dan akan diteruskan ke internet. Jika skala jaringan masih kecil, bisa
menggunakan static routing dan jika skala jaringan mulai besar, diharuskan
mengimplementasikan routing dynamic
6) Manageable Switch dan VLAN
Manageable switch merupakan switch yang dapat digunakan untuk konfigurasi telnet
, ssh, web, dan secured web. VLAN pula sangat penting untuk diterapkan . VLAN
atau Virtual LAN merupakan teknik membuat suatu jaringan virtual dalam suatu
switch. VLAN dapat memonitoring Log, Uptime dan Traffic in/out.
7) Sistem DNS Server
DNS sangat penting di dunia internet. DNS Server melayani pengguna internet agar
dapat merubah alamat nama domain yang akan dituju dengan alamat IP Server yang
benar, dengan menggunakan protokol UDP port 53
8) Sistem Mail Server
Sistem Mail Server digunakan untuk melakukan kirim-terima email. Sistem Mail
Server diharuskan memiliki system filtering antivirus dan spam pada server , biasanya
terdapat lebih dari satu server yang berjalan.
9) Sistem Firewall
Suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap
aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak
aman.
10) Last Mile Access (fiber optic/wireless/adsl/dll)
Last Mile Access merupakan media akses dari POP terdekat ke pelanggan / end user.
Bisa berupa fiber optic , wireless , ADSL ataupun VSAT jika diperlukan , masing
masing jenis akses memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing. Pemilihan
jenis Akses untuk last mile ini juga tergantung pada letak geografis lokasi pelanggan
apakah sudah tercover jaringan atau belum