Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

GIZI PADA BALITA

A. IDENTIFIKASI MASALAH
Gizi merupakan salah satu komponen terpenting untuk perkembangan dan
pertumbuhan pada balita. Gizi yang baik adalah salah satu unsur penting untuk
mewujudkan manusia yang berkualitas. Pemenuhan gizi anak harus diperhatikan
sedini mungkin yaitu sejak mereka masih dalam kandungan melalui makanan ibu
hamil. Kebiasaan makan sudah dimulai sejak dari masa kanak-kanak. Gizi adalah
suatu zat yang berguna dan dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan
perkembangan.
Status gizi pada masyarakat dipengaruhi oleh banyak faktor. Kondisi sosial
ekonomi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi status gizi. Bila
kondisi sosial ekonomi baik maka status gizi diharapkan semakin baik. Status gizi
anak balita akan berkaitan erat dengan kondisi sosial ekonomi keluarga (orang tua),
antara lain pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua,jumlah anak orang tua,
pengetahuan dan pola asuh ibuserta kondisi ekonomi orangtua secara keseluruhan.
Persoalan gizi pada kelompok balita masih menjadi masalah serius bagi sebagian
kabupaten/kota di Jawa Tengah.Provinsi Jawa Tengah selama 6 tahun berturut-turut
(2005-2010) masuk ke dalam kategori 10 provinsi dengan kasus tertinggi. Bahkan
pada tahun 2006, Jawa Tengah menyumbang angka gizi buruk tertinggi dalam skala
nasional, yaitu 10.376 kasus. Pada tahun 2011 jumlah penderita gizi buruk dapat
ditekan menjadi 3.178 kasus dan menurun kembali pada tahun 2012 yaitu berjumlah
1.131 (Dinkes, 2013). Meskipun angka penderita gizi buruk di Jawa Tengah
mengalami penurunan akan tetapi permasalahan ini harus segera diselesaikan
mengingat dampak jangka panjang dari gizi buruk. Balita yang digolongkan gizi
buruk berisiko memiliki kecerdasan yang kurang dibandingkan dengan balita yang
lebih sehat.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sukmawandari bahwa
sebagian besar ibu balita di Desa Klepu Kecamatan Pringapus adalah sebagian
berpengetahuan kurang karena disebabkan oleh faktor pendidikan yang masih sangat
rendah yaitu rata-rata pendidikan ibu adalah SMP,dan sebagian besar umur ibu rata-
rata dibawah 25 tahun sehingga ibu belum mempunyai pengalaman serta kurangnya
sumber informasi tentang makanan yang banyak mengandung gizi sehingga ibu tidak
mengerti dalam memberikan makanan yang baik yang bergizi bagi
balitanya,Pengetahuan akan mempengaruhi tindakan seseorang yang diperoleh
melalui tingkat belajar, dan diharapkan terjadi perubahan perilaku yang lebih baik.
Tingkat pengetahuan ibu diketahui dari memahami, sebagai suatu kemampuan untuk
menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui melalui pertanyaan -
pertayaan yang diberikan oleh peneliti.Penyediaan bahan makanan dan menu yang
tepat untuk anak balita, untuk meningkatkan status gizi balita akan terwujud bila ibu
mempunyai tingkat pengetahuan yang baik, seseorang yang hanya tamat SD dan SMP
belum tentu tidak mampu dalam menyusun makanan yang memenuhi persyaratan gizi
untuk balitanya dibanding orang yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi, karena
bila ibu rajin mendengarinformasi dan selalu turut serta dalam penyuluhan gizi, tidak
mustahil pengetahuan gizi ibu akan bertambah dan menjadi lebih baik, hanya saja
perlu dipertimbangkan bahwa tingkat pendidikan ibu dan mudahnya ibu memahami
danmenyerap pengetahuan gizi yang diperoleh.
Pemenuhan gizi pada setiap balita merupakan suatu keharusan karena hal ini
sangat berpengaruh pada masa depan si buah hati, terutama pada 5 tahun pertama,
karena apa yang terjadi selama 5 tahun pertama tersebut sangat menentukan tahun
demi tahun pertumbuhan dan perkembangannya. Hal inilah yang seharusnya
mendasari setiap orang tua untuk berusaha agar Gizi Balita terpenuhi semaksimal
mungkin. Konsumsi gizi yang baik dan cukup seringkali tidak bisa dipenuhi oleh
seorang anak karena faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal menyangkut
keterbatasan ekonomi keluarga sehingga uang yang tersedia tidak cukup untuk
membeli makanan. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang terdapat didalam diri
anak yang secara psikologis muncul sebagai problema makan pada anak.
Anak balita memang sudah bisa makan apa saja seperti halnya orang dewasa.
Tetapi merekapun bisa menolak bila makanan yang disajikan tidak memenuhi selera
mereka. Oleh karena itu sebagai orang tua kita juga harus berlaku demokratis untuk
sekali-kali menghidangkan makanan yang memang menjadi kegemaran si anak.
Intake gizi yang baik berperan penting di dalam mencapai pertumbuhan badan yang
optimal. dan pertumbuhan badan yang optimal ini mencakup pula pertumbuhan otak
yang sangat menentukan kecerdasan seseorang. Faktor yang paling terlihat pada
lingkungan masyarakat adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi-gizi yang
harus dipenuhi anak pada masa pertumbuhan. Ibu biasanya justru membelikan
makanan yang enak kepada anaknya tanpa tahu apakah makanan tersebut
mengandung gizi-gizi yang cukup atau tidak, dan tidak mengimbanginya dengan
makanan sehat yang mengandung banyak gizi.
B. Sasaran

Sasaran dalam program ini adalah Ibu yang mempunyai balita

C. Tujuan

Tujuan program penyuluhan gizi pada balita :

1) Ibu mengetahui pengertian gizi pada balita.


2) Ibu mengetahui penyebab gizi kurang
3) Ibu mengetahui tanda dan gejala gizi kurang
4) Ibu mengetahui akibat dari gizi kurang
5) Ibu mengetahui fungsi makanan bagi balita.Menjelaskan sumber gizi bagi balita.
6) Ibu mengetahui pencegahan gizi kurang.
7) Ibu mengetahui cara memotivasi makanan pada anak
8) Ibu mengetahui menu seimbang untuk balita.
D. Pesan Pokok

Dengan program ini diharapkan bahwa seluruh ibu yang memiliki balita

mengetahui pentingnya gizi pada balita dan menambah pengetahuan ibu tentang

penting nya gizi pada balita

E. Metode

Program ini menggunaakan metode sosialisasi atau penyuluhan kepada ibu

yang mempunyai balita tentang gizi seimbang pada balita

F. Media

Media yang digunakan yaitu Powerpoint dan Leaflet

G. Kegiatan Operasional

1) Program Promosi Kesehatan pentingnya gizi seimbang pada balita

2) 10.00 pagi Selesai

3) Desa Klepu Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang

4) Sabtu, 1 April 2017

H. Rencana Pemantauan dan Evaluasi

Dengan adanya penyuluhan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan

ibu tentang gizi seimbang untuk balita, maka harus dilakukan rencana

pemantauan dan evaluasi seperti :

1. Memberikan penyuluhan disetiap pertemuan seperti kegiatan posyandu,

kegiatan PKK agar pengertahuan tentang gizi pada balita lebih meningkat
Karena dengan pengetahuan yang baik akan berpengaruh pada sikap dan

perilaku seseorang.

2. Dilakukannya penyuluhan sebulan sekali agar meningkatkan pengetahuan

ibu tentang pentng gizi pada balita

3. Memberikan panduan (buku) yang berisi tentang pentingnya gizi pada balita

serta manfaat gizi pada balita.

4. Dengan rencana yang telah dilakukan, maka perlunya dilakukan lagi

evaluasi karena dengan adanya evaluasi kita sebagai bidan atau sebagai

fasilitator dapat memantau keberhasilan peningkatan pengetahuan ibu

tentang gizi pada balita. Jadi evaluasi yang dilakukan adalah dengan melihat

dan meninjau secara langsung disetiap adanya kegiatan posyandu

pertumbuhan balita itu sendiri dengan mengecek serta menimbang berat

badan balita agar dapat mengetahui apakah jumlah balita yang berada di

Desa Nglepu kecamatang Pringapus telah berhasil diwilayah kerja

puskesmas tersebut atau tidak.


SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
GIZI PADA BALITA

Bidang Studi : Promosi Kesehatan


Judul Penyuluhan : Gizi Seimbang Untuk Balita
Penyuluh : Kelompok IV
Tempat Pelaksanaan : Universitas Ngudi Waluyo
Hari,Tanggal : Kamis, 12 April 2017
Waktu : 09.00 WIB - Selesai
Sasaran : Ibu yang mempunyai balita

A. TUJUAN PENYULUHAN/KEGIATAN
1. Tujuan
Tujuan intruksional umum
Setelah mengikuti penyuluhan, keluarga dapat memperoleh informasi tentang
kebutuhan gizi pada balitanya yang masih kurang dan diharapkan dapat diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari.
2. Tujuan intruksional khusus
a. Orang tua memahami pengertian gizi pada balita.
b. Orang tua memahami penyebab gizi kurang
c. Orang tua memahami tanda dan gejala gizi kurang
d. Orang tua memahami akibat dari gizi kurang
e. Orang tua memahami fungsi makanan bagi balita.Menjelaskan sumber gizi
bagi balita.
f. Orang tua memahami pencegahan gizi kurang.
g. Orang tua memahami cara memotivasi makanan pada anak
h. Orang tua memahami menu seimbang untuk balita.
B. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab

C. Media dan alat bantu


1. Leaflet

D. Materi
Terlampir
E. Kegiatan Penyuluhan
No Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Ket
1 Pembukaan 5 menit 1. Memberi salam 1. Membalas salam
2. Memperkenalkan 2. Memperhatikan
diri Memperhatikan
3. Menjelaskan 3. Memperhatikan
cakupan materi 4. Memperhatikan
4. Melakukan
kontrak waktu
2 Penyajian 15 menit 1. Menjelaskan 1. Memperhatikan
Materi pengertian gizi Memperhatikan
pada balita. 2. Memperhatikan
2. Menjelaskan 3. Memperhatikan
penyebab gizi 4. Memperhatikan
kurang 5. Memperhatikan
3. Menjelaskan 6. Memperhatikan
tanda dan gejala 7. Memperhatikan
gizi kurang
4. Menjelaskan
akibat dari gizi
kurang.
5. Menjelaskan
fungsi makanan
bagi
balita.Menjelaskan
sumber gizi bagi
balita.
6. Menjelaskan
pencegahan gizi
kurang.
7. Cara memotivasi
makanan pada
anak
8. Menjelaskan
menu seimbang
untuk balita.
3 Diskusi 15 menit Menjawab pertanyaan Mengajukan
pertanyaan
4 Penutup 5 menit 1. Mengajukan 1. Peserta
pertanyaan untuk menjawab
mengevaluasi pertanyaan yang
keluarga. diajukan oleh
2. Mengucapkan penyaji
salam 2. Peserta
menjawab salam
MATERI
GIZI PADA BALITA

A. Pengertian Gizi
Gizi adalah elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan
secara langsung oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
mineral, dan air. Gizi yang seimbang dibutuhkan oleh tubuh, terlebih pada balita
yang masih dalam masa pertumbuhan. Dimasa tumbuh kembang balita yang
berlangsung secara cepat dibutuhkan makanan dengan kualitas dan kuantitas yang
tepat dan seimbang.Gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh melalui makanan
sehari-hari sehingga tubuh bisa aktif dan sehat optimal, serta tak terganggu
penyakit atau tubuh tetap sehat.
Gizi adalah makanan yang cukup mengandung zat-zat yang dibutuh-kan
untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi organ tubuh serta
menghasilkan energy.
Gizi seimbang adalah keseimbangan antara zat-zat penting yang
terkandung di dalam makanan maupun minuman yang dikonsumsi oleh
seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang harus makan makanan
dan minum minuman yang mengandung tiga zat gizi utama yang cukup
jumlahnya, baik zat tenaga, zat pembangun maupun zat pengatur. Tidak
seimbang ataupun kurang asupan gizi akan dapat mempengaruhi tubuh
seseorang.

B. Penyebab Gizi Kurang


1. Jumlah makanan yang dimakan kurang
2. Jenis bahan makanan tidak seimbang
3. Makan tidak teratur
4. Penyakit
5. Anak banyak jajan di luar
C. Tanda dan gejala Gizi Kurang
1. Berat badan kurang dari normal/ kurus.
2. Nafsu makan berkurang
3. Kurang bersemangat
4. Mata pucat
5. Mudah lelah
6. Malas beraktifitas
7. Cengeng
D. Akibat gizi kurang
1. Kecerdasan kurang
2. Kurang darah
3. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
4. Mudah terserang penyakit.

E. Peran Makanan Bagi Balita


Didalam makanan terdapat enam jenis zat gizi, yaitu karbohidrat, lemak,
protein, vitamin, mineral, dan air. Zat gizi ini diperlukan bagi balita sebagai zat
tenaga, zat pembangun , dan zat pengatur.
1. Zat tenaga
Zat gizi yang menghasilkan tenaga atau energi adalah karbohidrat ,
lemak, dan protein. Bagi balita, tenaga diperlukan untuk melakukan
aktivitasnya serta pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu,
kebutuhan zat gizi sumber tenaga balita relatif lebih besar daripada orang
dewasa.
2. Zat Pembangun
Protein sebagai zat pembangun bukan hanya untuk pertumbuhan fisik
dan perkembangan organ-organ tubuh balita, tetapi juga menggantikan
jaringan yang aus atau rusak.
3. Zat pengatur
Zat pengatur berfungsi agar faal organ-organ dan jaringan tubuh
termasuk otak dapat berjalan seperti yang diharapkan. Berikut ini zat yang
berperan sebagai zat pengatur.
a. Vitamin, baik yang larut air ( vitamin B kompleks dan vitamin C )
maupun yang larut dalam lemak ( vitamin A, D, E, dan K ).
b. Berbagai mineral, seperti kalsium, zat besi, iodium, dan flour.
c. Air, sebagai alat pengatur vital kehidupan sel-sel tubuh.
F. Sumber gizi bagi balita seperti
1. Karbohidrat
Berasal dar nasi, roti, sereal, kentang, dan jagung.
2. Vitamin
Buah dan Sayur
3. Protein
Berasal dari ikan, susu, telur, daging, dan kacang-kacangan.

G. Pencegahan gizi kurang


1. Dahulukan makan dari pada jajan.
2. Makan minimal 3 per hari dengan teratur.

H. Cara memotivasi makanan pada anak

1. Membuat suasana makan anak menyenangkan.


2. Jangan memaksa / mengomeli anak ketika anak makan.
3. Berikan kebebasan anak dalam memilih menu makanan dengan tetap
mempertahankan gizi yang seimbang.

I. Menu Seimbang Untuk balita


1. Menu makan pagi
Bubur, roti isi ayam dan wortel serta susu.
2. Menu makan siang
Nasi putih, bola-bola daging, sayur bening bayam, tahu, dan jagung.
3. Menu makan malam
Nasi putih, sayur cah, ayam/ telur, tempe, dan buah seperti mangga, pepaya.
4. Selingan pagi
Buah, bisa dimakan langsung atau di buat jus.
5. Selingan siang
Susu atau biskuit kecil.

Bahan Umur Umur


Makanan 1-3 Tahun 4-5 Tahun
Daging, 25 gr (1 potong) 50 gr (2 potong
ikan, telur sebesar kotak
korek api)

Nasi 150 gr (3/4 200 gr (1 piring)


piring)

Tempe 50 gr(2 potong 75 gr (3 potong


sebesar kotak sebesar kotak
korek api) korek api)

Sayur 150 gr (1/2 150 gr (3/4


mangkuk kecil) mangkuk kecil)

Buah- 100 gr (1 200 gr (2 potong)

buahan potong)

Susu 100 gr(1 gelas) 100 gr (1 gelas)


Daftar Pustaka

Haryani S, 2011, Gizi untuk kesehatan Ibu dan Anak, Graha Ilmu, Yogyakarta

Santosa, sugeng, 2004, Kesehatan dan Gizi, Rieneka Cipta, Jakarta.