Anda di halaman 1dari 5

See

discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/288670996

Studi Hubung Singkat 3 Fasa Simetri (Studi


Kasus Sistem Interkoneksi 150 kV Sulselrabar)

Conference Paper January 2014


DOI: 10.13140/RG.2.1.1652.4405

CITATIONS READS

2 1,089

2 authors:

Muhammad agil haikal Muhammad Ruswandi Djalal


Politeknik Aceh Politeknik Negeri Ujung Pandang
3 PUBLICATIONS 4 CITATIONS 27 PUBLICATIONS 16 CITATIONS

SEE PROFILE SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Power System Analysis View project

Electrical Machine View project

All content following this page was uploaded by Muhammad Ruswandi Djalal on 29 December 2015.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


STUDI HUBUNG SINGKAT 3 FASA SIMETRI
(STUDI KASUS SISTEM INTERKONEKSI 150 kV SULAWESI SELATAN)
Muhammad Agil Haikal 1) & Muhammad Ruswandi Djalal 2)
1)
Teknik Elektronika Industri Politeknik Aceh
2)
Teknik Mesin Politeknik Negeri Ujung Pandang

Abstrak : Changing in structure systems although in power plants, it must be concerned, because if one of the components
out of the system, will be followed by changes in power flow and voltage profile. Study of power flow becomes very
necessary to analyze power flow that occurs in electric power systems, both now and for the planning system in the future.
ETAP 4.0 (Electric Transient and Analysis Program) is a software that supports the power system.Short circuit Study
becomes very necessary for the planning , design and expansion of the electric power system. Data obtained from this
calculation will be used to determine the adjustment capacity of the relay and circuit breaker .
Short circuit being simulated is a 3 -phase short circuit symmetry calculations using IEC standards. The biggest short circuit
at 150 kV Bus found in Bus 5 Pare-pare about 9.321 kA, while the smallest are on Bus 19 mamuju about 2.151 kA . As for
the 70 kV bus, the biggest short circuit contained on Bus 31 Tello70 about 5,720 kA and the smallest at Bus 32 Borongloe,
which is equal to 3.487 kA . As for the 30 kV bus, the biggest short circuit contained on Bus 35 Tello30A about 3,425 kA and
the smallest at Bus 37 Barawaja, which is equal to 2.632 kA. The voltage of each phase is 0 %.
From the results obtained and a short circuit with reference to the standard IEC 60947-2 No. Pages 33-34 and table selection
Circuit Breaker (Glover & Solmer , Power System Analysis and Design), protection system in South of Sulawesi system is
feasible.

Kata Kunci : Short Circuit, Circuit Breaker, Breaking Capacity, IEC

I. PENDAHULUAN Penyelidikan terhadap unjuk kerja rele proteksi


Ada tiga studi yang sangat penting dalam sistem Untuk mengetahui kapasitas rating maksimum dari
tenaga, yaitu studi aliran daya, studi hubung singkat dan pemutus tenaga
studi stabilitas. Ketiga macam studi tersebut saling terkait Untuk mengetahui distribusi arus gangguan dan
dan perlu untuk dilaksanakan secara berkala untuk tingkat tegangan sistem pada saat terjadinya
menjamin kontinyuitas pembangkitan dan penyaluran gangguan.
maupun pengoperasian yang terbaik. Berikut ini adalah klasifikasi gangguan :
Studi hubung singkat adalah analisa yang Berdasarkan kesimetrisannya :
mempelajari kontribusi arus gangguan hubung singkat Gangguan Asimetris, merupakan gangguan yang
yang mungkin mengalir pada setiap cabang didalam mengakibatkan tegangan dan arus yang mengalir pada
sistem (di jaringan distribusi, transmisi, trafo tenaga atau setiap fasanya menjadi tidak seimbang, gangguan ini
dari pembangkit) sewaktu gangguan hubung singkat yang terdiri dari :
mungkin terjadi didalam sistem tenaga listrik. Hubung - Gangguan Hubung Singkat Satu Fasa ke Tanah
singkat sebagai salah satu gangguan dalam sistem tenaga - Gangguan Hubung Singkat Dua Fasa,
listrik yang mempunyai karakteristik transient yang harus - Gangguan Hubung Singkat Dua Fasa ke Tanah
dapat diatasi oleh peralatan pengaman. Terjadinya hubung Gangguan Simetris, merupakan gangguan yang terjadi
singkat mengakibatkan timbulnya lonjakan arus dengan pada semua fasanya sehingga arus maupun tegangan
magnitude lebih tinggi dari keadaan normal dan tegangan setiap fasanya tetap seimbang setelah gangguan terjadi.
di tempat tersebut menjadi sangat rendah. Gangguan ini terdiri dari :
Sistem transmisi di Sulawesi Selatan menggunakan - Gangguan Hubung Singkat Tiga Fasa dan
saluran transmisi udara dan tegangan 150 kV, melalui - Gangguan Hubung Singkat Tiga Fasa ke Tanah
beberapa daerah pusat beban, yaitu : Makassar, Maros,
Pangkep, Barru, Pare-Pare, Pinrang, dan Polewali. Berdasarkan lama terjadi gangguannya :
Gangguan Transient (temporer), merupakan
II. TINJAUAN PUSTAKA gangguan yang hilang dengan sendirinya apabila
Gangguan adalah suatu ketidaknormalan pemutus tenaga terbuka dari saluran transmisi untuk
(interferes) dalam sistem tenaga listrik yang waktu yang singkat dan setelah itu dihubungkan
mengakibatkan mengalirnya arus yang tidak seimbang kembali.
dalam sistem tiga fasa. Gangguan dapat juga didefinisikan Gangguan Permanen, merupakan gangguan yang
sebagai semua kecacatan yang mengganggu aliran normal tidak hilang atau tetap ada apabila pemutus tenaga
arus ke beban (Adrial Mardensyah,2008). Tujuan terbuka pada saluran transmisi untuk waktu yang
dilakukan analisa gangguan adalah : singkat dan setelah itu dihubungkan kembali.

1
1. Gangguan Hubung Singkat Satu Fasa ke III. METODE PENELITIAN
Tanah/Line - Ground (LG) Data kelistrikan yang dibutuhkan, diperoleh dari
AP2B PT.PLN (Persero) Wilayah Sul-Sel, dimana data
yang dimaksud antara lain : Data penomoran bus
kelistrikan sistem Sulsel, single line diagram sistem Sul-
Sel, data pembangkitan (kV, MW, MVAR), data
transformator (kV, MVA), data saluran transmisi sistem
Sulsel (panjang,R, X, Y), data bus (kV, %), data beban
Gambar 1 Hubung singkat satu fasa ke tanah
sistem Sulsel (Data operasi beban puncak siang, Hari
Jumat Tanggal 13 April 2012 Jam 14.00 Wita).
Vf
I A1 ....................................................... (1) Diagram alir penelitian yang digunakan, dapat
Z 0 Z1 Z 2 dilihat pada Gambar 1. Untuk aliran daya, pertama
Ket : membuat single line diagram sistem Sulawei Selatan, lalu
Vf = Tegangan di titik gangguan sesaat sebelum memasukkan data-data dari pembangkit, transformator,
terjadinya gangguan transmisi dan beban yang diperlukan. Swing bus pada bus
Z0 = Impedansi urutan nol dilihat dari titik 1 Bakaru. Selanjutnya menetapkan bus yang terjadi
gangguan gangguan, lalu pilih metode hubung singkat yang
Z1 = Impedansi urutan positif dilihat dari titik digunakan (IEC). Lalu memilih jenis hubung singkat tiga
gangguan fasa dan cara Hasil simulasi dapat dilihat di report
Z2 = Impedansi urutan negatif dilihat dari titik manager.
gangguan
2. Gangguan Hubung Singkat Dua Fasa/Line -
Line (LL)

Gambar 2 Hubung singkat dua fasa


Vf
I a1 ........................................................... (2)
Z1 Z 2
3. Gangguan Hubung Singkat Dua Fasa Ke Tanah
(LLG)

Gambar 3 Hubung singkat dua fasa ke tanah


Vf
I A1 ................................................. (3)
Z 2 .Z 0
Z1
Z2 Z0
4. Gangguan Hubung Singkat Tiga Fasa/ Line
LineLine (LLL)

Gambar 4 Hubung singkat tiga fasa


Vf
IA .................................................................... (4) Gambar 5 Diagram alir Studi Hubung Singkat
Z1

2
IV. HASIL DAN ANALISA
Tabel Hasil simulasi hubung singkat 3 fasa sistem
interkoneksi 150 kV Sul-Sel
Analisa Data PLN
KONTRIBUSI V I V I
(%) (kA) (%) (kA)
Bus 2_Polmas 0,00 4,282 0,00 4,139
Bus 3_Majene 0,00 2,864 0,00 2,208
Bus 4_Pinrang 0,00 5,752 0,00 4,011
Bus 5_Pare2 0,00 9,321 0,00 6,262
Bus 6_Suppa 0,00 8,373 0,00 5,288
Bus 7_Barru 0,00 5,502 0,00 4,393
Bus 8_Pangkep 0,00 5,947 0,00 5,242
Bus 9_Bosowa 0,00 5,185 0,00 4,799
Bus 10_Tello 0,00 6,526 0,00 7,076
Gambar 2 Single Line Diagram SULSEL Bus 11_Tello.L 0,00 6,030 0,00 6,444
Bus 12_Pnkkng 0,00 6,094 0,00 6,601
Bus 13_Sgmsa 0,00 6,498 0,00 7,069
10 Bus 14_TBnga 0,00 5,576 0,00 5,995
8 Bus 15_Tallasa 0,00 5,601 0,00 6,525
Bus 16_Sidrap 0,00 9,262 0,00 6,225
6
Isc (kA)

Bus 17_Makale 0,00 3,215 0,00 3,612


4 Bus 18_Palopo 0,00 2,578 0,00 3,666
Bus 19_Mmuju 0,00 2,151 0,00 1,289
2 Bus 20_Sppeng 0,00 7,415 0,00 5,374
0 Bus 21_Sngkng 0,00 8,913 0,00 5,603
2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 28 Bus 22_Bone 0,00 5,061 0,00 4,202
Bus 23_Sinjai 0,00 3,161 0,00 2,875
Bus
Bus 24_Blkmb 0,00 4,366 0,00 4,131
Bus 25_Jnpto 0,00 5,180 0,00 4,916
Gambar 3. Hasil simulasi hubung singkat 3 fasa pada
Bus 26_Pgkp70 0,00 5,664 0,00 4,773
Bus 150 kV (standar perhitungan IEC)
Bus 27_Tnsa70 0,00 5,150 0,00 4,105
8 Bus 28_Maros 0,00 7,092 0,00 5,981
Bus 29_Mandai 0,00 5,139 0,00 1,644
6 Bus 30_Daya 0,00 5,006 0,00 4,691
Isc (kA)

Bus 31_Tllo70 0,00 5,720 0,00 6,165


4 Bus 32_Brgloe 0,00 3,487 0,00 5,934
Bus 33_Tllo70 0,00 3,735 0,00 3,829
2
Bus 34_Bntala 0,00 3,533 0,00 3,303
0 Bus 35_Tl30A 0,00 3,425 0,00 -
Bus 37_Brwaja 0,00 2,632 0,00 -
26 27 29 30 31 32 33 34
Bus

Gambar 4. Hasil simulasi hubung singkat 3 fasa pada


Bus 70 kV (standar perhitungan IEC)

Tabel Perbandingan hubung singkat dengan kapasitas pengaman circuit breaker sistem interkoneksi 150 kV Sul-Sel
I Breaking Making Kondisi
Kontribusi
(kA) Capacity (kA) Capacity (kA) Peralatan CB
Bus 2_Polmas 4,282 31,5 2 Layak
Bus 3_Majene 2,864 31,5 2 Layak
Bus 4_Pinrang 5,752 31,5 2 Layak
Bus 5_Pare2 9,321 31,5 2 Layak
Bus 6_Suppa 8,373 31,5 2 Layak
Bus 7_Barru 5,502 31,5 2 Layak
Bus 8_Pangkep 5,947 31,5 2 Layak
Bus 9_Bosowa 5,185 31,5 2 Layak
Bus 10_Tello 6,526 31,5 1,25 Layak

3
Bus 11_Tello.L 6,030 40 2 Layak
Bus 12_Pnkkng 6,094 40 2 Layak
Bus 13_Sgmsa 6,498 31,5 2 Layak
Bus 14_TBnga 5,576 31,5 2 Layak
Bus 15_Tallasa 5,601 31,5 2 Layak
Bus 16_Sidrap 9,262 31,5 2 Layak
Bus 17_Makale 3,215 31,5 2 Layak
Bus 18_Palopo 2,578 31,5 2 Layak
Bus 19_Mmuju 2,151 31,5 2 Layak
Bus 20_Sppeng 7,415 31,5 2 Layak
Bus 21_Sngkng 8,913 31,5 2 Layak
Bus 22_Bone 5,061 31,5 2 Layak
Bus 23_Sinjai 3,161 31,5 2 Layak
Bus 24_Blkmb 4,366 31,5 2 Layak
Bus 25_Jnpto 5,180 31,5 2 Layak
Bus 26_Pgkp70 5,664 25 0,8 Layak
Bus 27_Tnsa70 5,150 25 0,8 Layak
Bus 28_Maros 7,092 31,5 2 Layak
Bus 29_Mandai 5,139 25 0,8 Layak
Bus 30_Daya 5,006 25 0,8 Layak
Bus 31_Tllo70 5,720 40 2 Layak
Bus 32_Brgloe 3,487 40 2 Layak
Bus 33_Tllo70 3,735 12,5 0,8 Layak
Bus 34_Bntala 3,533 12,5 0,8 Layak
Bus 35_Tl30A 3,425 12,5 0,8 Layak
Bus 37_Brwaja 2,632 12,5 0,8 Layak

Dari tabel 30 di atas, dapat di lihat bahwa, sistem VI. DAFTAR PUSTAKA
proteksi yang digunakan sudah layak atau memenuhi Adrial Mardensyah.2008. Studi Perencanaan
standar International Electrotechnical Commission (IEC) Koordinasi Rele Proteksi Pada Saluran Udara
Nomor 60947-2 Halaman 33 34 dan tabel pemilihan Tegangan Tinggi Gardu Induk Gambir Lama-
Circuit Breaker (Glover & Solmer, Power System Pulomas. Depok : Fakultas Teknik Universitas
Indonesia.
Analysis and Design). Nilai kapasitas mengamankan
AP2B PT. PLN (Persero) Sulawesi Selatan, Data Sistem
(Breaking Capacity) dari CB merupakan nilai batas Jaringan Transmisi 150 kV,Maret 2012.
maksimum arus dari CB, sedangkan nilai minimum Awaluddin.2007. Desain Simulasi Aliran Daya Untuk
merupakan batas minimum arus dari CB sebelum terjadi Praktikum Transmisi Dan Distribusi Teknik
pemutusan (Making Capacity). Nilai setting minimum Energi.Makassar : Politeknik Negeri Ujung
dari CB harus disesuaikan dengan kondisi hubung singkat Pandang.
sistem, sehingga sistem proteksi dapat bekerja efisien dan Cekmas Cekdin.2007.Sistem Tenaga Listrik : Contoh
Soal dan Penyelesaiannya Menggunakan
efektif.
Matlab.Penerbit Andi:Yogyakarta.
V. KESIMPULAN Help program, Electric Transient Analyzer Program,
1. Hubung singkat 3 fasa simetri terbesar untuk bus Versi 4.0.
150 kV terdapat pada Bus 5 Pare-pare, yakni 9,321 Heru Dibyo Laksono.2012. Perhitungan Manual Aliran
kA dan terkecil pada Bus 19 Mamuju, yakni 2,151 Daya dan Hubung Singkat Sistem Tenaga
kA. Listrik.Sumatera Barat : Fakultas Teknik
2. Hubung singkat 3 fasa simetri terbesar untuk bus Universitas Andalas.
Idris, Ir.Kamal., 1994., Analisis Sistem Tenaga Listrik
70 kV terdapat pada Bus 31 Tello70, yakni sebesar
(William D. Stevenson, Jr, Elements of Power
5,720 kA dan terkecil terdapat pada Bus 32 System Analysis, 4th Edition, McGraw-Hill,
Borongloe, yaknisebesar 3,487 kA. Inc). Erlangga., Jakarta.
3. Bus 30 kV hubung singkat terbesar terdapat pada Pusdiklat PLN.2008.Sistem Proteksi.
Bus 35 Tello30A, yakni sebesar 3,425 kA dan Wilhelmina S.Y.M Sawai.2008. Studi Aliran Daya
terkecil terdapat pada Bus 37 Barawaja, Sistem Jawa-Bali 500 kV Tahun 2007-
2011.Depok : Fakultas Teknik Universitas
4. Berdasarkan arus hubung singkat, kondisi
Indonesia.
peralatan proteksi dari sistem interkoneksi 150 kV
Sulawesi Selatan menurut standar International
Elecrical Committee (IEC) Nomor 60947-2
Halaman 33 34 sudah layak.
4

View publication stats