Anda di halaman 1dari 2

Tetanus

NOMOR REVISI KE HALAMAN :

TANGGAL DITETAPKAN
TERBIT DIREKTUR

PROSEDUR TETAP

Dr. Berli Hamdani GS., MPPM

1. Pengertian Tetanus adalah suatu penyakit toksemik akut dan fatal yang
disebabkan oleh Clostridium tetani dengan tanda utama kekakuan
otot (spasme) tanpa disertai gangguan kesadaran. Tetanus dapat
memberikan manifestasi berupa:
Tetanus lokal yaitu spasme otot dekat dengan tempat infasi
kuman, nyeri dan terus menerus. Bisa merupakan gejala
awal tetanus generalisata
Tetanus sefalik yaitu tetanus dengan port de entri kepaala,
leher, mata, telinga, atau post tonsilektomi (jarang). Waktu
inkubaasinya pendek 1-2 hari (masa inkubasi normal 5-14
hari). Karakteristik terdapat kelumpuhan Nervus II, IV, VII,
IX, X dan XII sendiri ataupun bersama-sama. Prognosis
jelek
Tetanus generalisata yaitu spasme pada semua otot skelet
dengan gejala iritabel, trismus, risus sardonikus (wajah
meringis akibat kekakuan otot wajah), kesulitan mennelan,
kaku kuduk, anak melengkung sangat kaku, tangan
menggemgam di depan dada, spasme otot abdomen,
fotofobi dan kejang mudah terbangkitkan.
Secara klinis dibagi menjadi tetanus ringan, sedang, berat dan
terminal.
2. Tujuan Mampu mengenali dan memberikan tatalaksana tetanus dengan
tepat.
3. Kebijakan Pelayanan medis untuk penyakit ini dilaksanakan oleh tenaga
medis spesialis sesuai profesinya dibantu oleh asistennya dokter
umum, dilakukan dengan standar kedokteran tertinggi yang
tersedia yang berpedoman kepada atandar pelayanan medis Depkes
dan Standar pelayanan medis RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang
4. Prosedur 1. Berikan antibiotik
Penisilin prokain 50.000IU/kbBB/kali tiap 12 jam atau
Ampisillin 150 mg/kgBB/hari dalam 4 dosis atau
Metronidazol loading dose 15 mg/kgbb/jam selanjutnya
7.5 mg/kgbb tiap 6 jam atau
Eritromisin 40-50 mg/kgBB/hari dalam 4 dosis per oral
2. Netralisasi toksin
Anti tetanus serum (ATS) 50.000-100.000 IU, setengah
dosis IM dan setengahnya IV, setelah tes kulit terlebih
dahulu
Apabila tersedia berikan human tetanus
immunoglobulin (HTIG) 3000-6000 IU intra muskuler
3. Berikan antikonvulsi
Diazepam 0.1-0.3 mg/kgBB/kali tiap 2-4 jam
Dalam keadaan berat: diazepam drip 20mg/kgBB/hari
dirawat di ICU
Maintenence diazepam 8 mg/kgBB/hari dibagi dalam 6-
8 dosis per oral
4. Bersihkan luka
Dilakukan setelah diberi antitoksin, antikonvulsi dan
antibiotik
5. Berikan terapi suportif
Bebaskan jalan nafas
Hindari aspirasi dengan dihisap lendir pelan-pelan
Berikan oksigen
Stimuluasi minimal
Nutrisi personde bila trismus berat
Monitoring penyulit
6. Berikan pencegahan
Pencegahan pada luka. Bila luka ringan dan bersih
dengan status imunisasi tetanus lengkap tidak perlu
ATS, bila ststus imunisasi tidak lengkap berikan
imunisasi DPT atau DT. Bila luka kotor dan sedang atau
berat dengan status imunisasi tidak jelas/(-) atau sudah
> 5 tahun berikan ATS 3000-5000 IU iv atau HTIG 250-
500 IU dan tetanus toksoid pada sisi yang lain
Imunisasi aktif. Pemberian DPT, DT dan TT sesuai
umur sejak bayi.

5. Unit Terkait Bangsal Anak, UGD, ICU

6. Dokumen Terkait