Anda di halaman 1dari 22

Indikator

Pembangunan

Oleh: Muhammad Iqbal Apriliyana, S. Pd,. M.T.


Mengapa terdapat perbedaan dalam
pembangunan?
Setiap negara menunjukkan tingkat
perkembangan yang berbeda. Faktor-faktor yang
mempengaruhi perkembangannya bisa dari
ekonomi, sosial, budaya atau teknis.
Bagaimana mengukur pembangunan?
Mempelajari pembangunan adalah tentang
mengukur seberapa berkembang salah satu
negara dibandingkan dengan negara-negara
lain, atau ke negara yang sama di masa lalu.
Langkah-langkahnya adalah bagaimana
ekonomi, sosial, budaya atau berteknologi
maju suatu negara. Dua cara yang paling
penting untuk mengukur pembangunan
adalah pembangunan ekonomi dan
pembangunan manusia.
Pembangunan ekonomi dan
pembangunan manusia
Pembangunan ekonomi adalah ukuran kekayaan suatu
negara dan bagaimana hal itu dihasilkan (misalnya
pertanian dianggap kurang maju secara ekonomi, di sisi
lain terdapat pertumbuhan di bidang perbankan).
Pembangunan manusia diukur dari akses penduduk
memiliki kekayaan, pekerjaan, pendidikan, gizi,
kesehatan, rekreasi dan keselamatan - serta kebebasan
politik dan budaya. Unsur materi, seperti kekayaan dan
gizi, digambarkan sebagai standar hidup. Kesehatan
dan rekreasi yang sering disebut sebagai kualitas
hidup.
Wilayah dengan pembangunan lebih maju dapat
dikenali oleh ketersediaan tinggi dari obat-obatan,
teknologi kesehatan dan pekerja berpendidikan.
Kota Manila di Filipina telah mencapai pembangunan tingkat
tinggi dalam memfokuskan sumber dayanya dengan mendidik
orang untuk bekerja di industri berteknologi tinggi.
Sistem pendidikan di suatu negara adalah ukuran yang baik
dalam pembangunan. Populasi negara maju akan memiliki
kemelek-hurufan tinggi, berhitung dan keterampilan komputer.
Indikator
Pembangunan

Oleh: Muhammad Iqbal Apriliyana, S. Pd,. M.T.


Indikator Pembangunan
Tidak ada cara tunggal untuk menghitung tingkat pembangunan karena
terdapat variasi ekonomi, budaya dan masyarakat. Geograf menggunakan
serangkaian indikator pembangunan untuk membandingkan pembangunan
suatu daerah terhadap yang lain. Sebagai contoh:
Kesehatan. Apakah masyarakat memiliki akses ke perawatan medis? Apa
tingkat kesehatan tersedia level dasar atau lanjutan? Apakah itu gratis?
Industri. Apa jenis mendominasi industri? LEDCs fokus pada industri
primer, seperti pertanian, perikanan dan pertambangan. MEDCs fokus
pada industri sekunder, seperti manufaktur. Negara-negara yang paling
maju cenderung lebih fokus pada tersier atau industri jasa, seperti
perbankan dan teknologi informasi.
Pendidikan. Apakah populasi memiliki akses terhadap pendidikan?
Apakah itu gratis? Apa tingkat pendidikan yang tersedia (yaitu pendidikan
dasar, menengah atau lanjut / tinggi)?
Paradigma Utara-Selatan (the north-south divide)

MEDCs adalah negara-


negara yang memiliki
standar hidup yang tinggi
dan PDB yang besar. LEDCs
adalah negara-negara
dengan standar hidup yang
rendah dan PDB yang jauh
lebih rendah.
Peta ini menunjukkan lokasi
LEDCs dan MEDCs.
Sebagian besar belahan
bumi selatan yang kurang
berkembang, sementara
negara-negara di belahan
bumi utara lebih
berkembang.
The Brandt Line 1980
Indikator Pembangunan Ekonomi (1)
Untuk menilai perkembangan ekonomi suatu negara, geograf
menggunakan indikator ekonomi termasuk:
Produk Domestik Bruto (GDP) adalah total nilai barang dan
jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam satu tahun.
Produk Nasional Bruto (GNP) dihitung berdasarkan output
total ekonomi suatu negara, termasuk pendapatan dari
investasi asing.
GNP per kapita, adalah GNP suatu negara dibagi penduduk.
(Per kapita berarti per orang.)
Pertumbuhan ekonomi (economic growth) yang diperoleh
dari peningkatan tahunan GDP, GNP, GDP per kapita, atau
GNP per kapita.
Indikator Pembangunan Ekonomi (2)
Ketimpangan kekayaan (inequality of wealth) adalah kesenjangan pendapatan
antara orang terkaya dan termiskin suatu negara. Hal ini dapat diukur dengan
berbagai cara, (misalnya proporsi kekayaan suatu negara yang dimiliki oleh terkaya
10 persen dari populasi, dibandingkan dengan proporsi yang dimiliki oleh sisanya
90 persen).
inflasi berapa harga barang, jasa dan upah meningkat setiap tahunnya. Inflasi yang
tinggi (di atas beberapa persen) dapat menjadi hal yang buruk, dan
menggambarkan bahwa pemerintah tidak memiliki kontrol atas ekonomi.
Pengangguran (unemployment) adalah jumlah orang yang tidak dapat
menemukan pekerjaan.
Struktur ekonomi (economic structure) menunjukkan pembagian ekonomi suatu
negara antara industri primer, sekunder dan tersier.
Studi Demografi yang membandingkan tingkat kelahiran dan tingkat kematian,
harapan hidup dan rasio perkotaan dan pedesaan. Banyak LEDCs memiliki lebih
banyak angkatan muda, pertumbuhan populasi-lebih cepat dari MEDCs, dengan
lebih banyak orang yang tinggal di pedesaan daripada di kota-kota. Contohnya
tingkat kelahiran di Inggris adalah 11 per 1.000, sedangkan di Kenya sebesar 40 per
1.000.
Indikator Pembangunan Manusia (1)
Pembangunan sering berlangsung secara tidak
merata. Suatu negara dapat memiliki GDP sangat
tinggi misalnya berasal dari eksploitasi kekayaan
cadangan minyak. Sementara kebanyakan
penduduk hidup dalam kemiskinan dan tidak
memiliki akses ke pendidikan dasar, kesehatan
dan perumahan yang layak.
Karena itu indikator pembangunan manusia
sangat penting untuk diketahui, dimana dapat
mengukur aspek non-ekonomi pembangunan
suatu negara.
Indikator Pembangunan Manusia (2)
Indikator pembangunan manusia meliputi:
Harapan hidup (Life Expectancy) usia rata-rata dimana seseorang
hidup, misalnya ini adalah 79 di Inggris dan 48 di Kenya.
Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate) menghitung jumlah
bayi, per 1000 kelahiran hidup, yang meninggal di bawah usia satu
tahun. Contoh 5 di Inggris dan 61 di Kenya.
Kemiskinan (Poverty) dihitung melalui suatu indeks untuk
mengetahui persentase orang yang hidup di bawah tingkat
kemiskinan, atau yang berpenghasilan sangat kecil (misalnya di
bawah Rp. 30.000 per hari).
Akses terhadap layanan dasar (Acces to basic services)
ketersediaan layanan yang diperlukan untuk hidup sehat, seperti air
bersih dan sanitasi.
Indikator Pembangunan Manusia (3)
Akses ke pelayanan kesehatan (acces to healthcare facilities) memperhitungkan
statistik account seperti berapa banyak dokter ada untuk setiap pasien.
Risiko penyakit (Risk of disease) menghitung persentase orang dengan penyakit
seperti AIDS, malaria dan TBC.
Akses terhadap pendidikan (acces to education) mengukur seberapa banyak
orang yang masuk sekolah dasar, sekolah menengah dan pendidikan tinggi.
Tingkat melek huruf (literacy) adalah persentase orang dewasa yang bisa
membaca dan menulis. Ini adalah 99 persen di Inggris, 88 persen di Indonesia, 85
persen di Kenya dan 60 persen di India.
Akses ke teknologi (acces to technology) termasuk statistik seperti persentase
penduduk yang memiliki akses ke telepon rumah, ponsel, televisi dan internet.
Kesetaraan gender (male/female equality) membandingkan statistik seperti
tingkat melek huruf dan pekerjaan antara kedua jenis kelamin.
Prioritas belanja pemerintah (government spendings priority) membandingkan
kesehatan dan pengeluaran pendidikan dengan pengeluaran militer dan
membayar utang.
Rich vs Poor
Perbandingan dan Hubungan Statistik dalam
Pembangunan
Geograf selalu
membandingkan data
statistik setiap negara yang
berbeda untuk melihat
apakah ada hubungan atau
korelasi antara data untuk
negara yang berbeda. Suatu
korelasi dapat membantu
untuk menunjukkan faktor-
faktor apa yang berkontribusi
terhadap pembangunan.
Contoh berikut ini
membandingkan PDB per
kapita dengan tingkat melek
huruf orang dewasa dalam
scatter plot.
Membandingkan Indeks Pembangunan
Indeks pembangunan digunakan untuk mengukur kinerja suatu negara
sesuai dengan indikator pembangunan yang spesifik.
Negara Indeks Pembangunan
Vietnam VS Pakistan Kedua negara memiliki PDB per kapita
yang sama. Namun, harapan hidup
dan melek huruf jauh lebih tinggi di
Vietnam daripada di Pakistan.
Arab Saudi VS Kroasia Arab Saudi memiliki GDP per kapita
sebanding dengan Kroasia. Namun, di
Arab Saudi ada kesenjangan besar
antara pria dan wanita pada akses ke
pendidikan dan kekuasaan politik.
Jadi, meskipun mereka adalah sama
secara indeks pembangunan ekonomi
- Arab Saudi kurang berkembang pada
indeks pembangunan manusia.
Masalah pada Indeks Pembangunan
Indeks Pembangunan dapat menyesatkan dan harus
digunakan dengan hati-hati. Sebagai contoh:
Banyak indeks adalah rata-rata untuk seluruh
penduduk suatu negara. Ini berarti bahwa indeks tidak
selalu mengungkapkan kesenjangan besar antara
berbagai segmen masyarakat. Sebagai contoh,
sebagian dari penduduk suatu negara yang sangat maju
bisa hidup di bawah garis kemiskinan.
Di beberapa negara, data yang digunakan OOD karena
masalah kesulitan survey. Beberapa negara memiliki
data tertentu karena tidak menerbitkan sejumlah data
statistik.
Solusi masalah pada Indeks
Pembangunan
Untuk menyeimbangkan ketidakakuratan, indeks dibuat
dari penggabungan dari banyak indikator yang berbeda.
The United Nations Human Development Index (UN HDI)
mengkombinasikan indikator indeks yang menunjukkan
harapan hidup, pengetahuan (keaksaraan orang dewasa
dan pendidikan) dan standar hidup (GDP per kapita).
Misalnya Vietnam memiliki tingkat melek huruf dan
harapan hidup yang lebih tinggi dari Pakistan, artinya
Vietnam memiliki nilai HDI lebih tinggi meskipun memiliki
PDB per kapita yang sama.
HDI diukur antara 0 dan 1. Amerika Serikat memiliki IPM
dari 0,994 sedangkan Kenya memiliki HDI dari 0.474.
Semakin mendekati angka 1 maka negara tersebut lebih
maju daripada negara yang mendekati angka 0.
Terima Kasih

Oleh: Muhammad Iqbal Apriliyana, S. Pd,. M.T.