Anda di halaman 1dari 16

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN

KEMAUAN PASIEN Ca SERVIKS UNTUK KEMOTERAPI


DI RSUD Dr. MOEWARDI

NASKAH PUBLIKASI

Disusun oleh :

TOMMY BAYU PERDANA


J 210.080.074

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013
Hubungan antara dukungan keluarga dengan kemuan pasien Ca serviks untuk 1
kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi (Tommy Bayu Perdana)

PENELITIAN

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMAUAN


PASIEN CA SERVIKS UNTUK KEMOTERAPI DI RSUD DR. MOEWARDI

Tommy Bayu Perdana.*

ABSTRAK
Kanker serviks merupakan kanker yang terbanyak diderita wanita
terutama di Negara berkembang termasuk Indonesia. Angka kejadian
dan angka kematiannya cukup tinggi sehingga masih menjadi masalah
kesehatan wanita di Indonesia.Kanker serviks merupakan kanker
ginekologis yang menempati urutan kedua tersering setelah kanker
payudara. Dukungan Keluarga sangat diperlukan oleh penderita kanker
serviks dalam memotivasi dan memberi semangat pasien kanker
serviks untuk sembuh dengan kemoterapi. Tujuan Penelitian ini adalah
untuk membuktikan adanya Hubungan antara dukungan keluarga
dengan kemauan pasien Ca serviks untuk kemoterapi. Penelitian ini
adalah penelitian diskriktif analitik dengan pendekatan cross sectional.
Sampel penelitian adalah pasien kanker serviks yang menjalani
kemoterapi dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden dan teknik
penentuan sample Accidental sampling. Teknik pengolahan data
mengunakan teknik uji Spearman. Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah: Adanya
Hubungan antara dukungan keluarga dengan kemauan pasien untuk
kemoterapi Di RSUD Dr. Moewardi dan Mengetahui kemauan pasien
dalam menjalani pengobatan kemoterapi di daerah RSUD Dr
Moewardi.

Kata kunci : Dukungan Keluarga, Kanker serviks, Kemoterapi


Hubungan antara dukungan keluarga dengan kemuan pasien Ca serviks untuk 2
kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi (Tommy Bayu Perdana)

RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT THE WILLINGNESS TO


CHEMOTHERAPY PATIENTS IN CERVICAL CA Hospital DR . Moewardi

Tommy Bayu Perdana

ABSTRACT

Cervical cancer is a cancer that affects most women, especially in developing


countries , including Indonesia . The incidence and death rates high enough to
still be a women's health issues in cervical Indonesia.Kanker a gynecologic
cancer ranks the second most common after breast cancer . Family support is
needed by patients with cervical cancer in motivating and encouraging patients
to heal cervical cancer with chemotherapy . The research goal is to prove the
relationship between family support with the willingness of patients to
chemotherapy cervical Ca . This research is diskriktif analytic cross sectional
approach . The samples were cervical cancer patients who underwent
chemotherapy with a total sample of 92 respondents and determination of
sample Accidental sampling techniques . Data processing techniques using the
Spearman test techniques . Based on the results of research and discussion , the
conclusions of this study are : The relationship between family support with the
willingness of patients to chemotherapy in Hospital Dr . Knowing Moewardi and
the patient's willingness in experiencing medication chemotherapy treatment in
the Hospital Dr.Moewardi .

Keywords : Family Support , Cervical Cancer , Chemotherapy

.
Hubungan antara dukungan keluarga dengan kemauan pasien Ca serviks untuk kemoterapi Di RSUD Dr. Moewardi (Tommy
Bayu Perdana)

PENDAHULUAN peringkat ke enam baik dari segi


Kanker serviks merupakan jumlah maupun tingkat kematiannya.
kanker yang terbanyak di derita Salah satu penyakit kanker yang
wanita terutama di Negara banyak terjadi di masyarakat adalah
berkembang termasuk Indonesia. kanker serviks (Rasjidi, 2008).
Angka kejadian dan kematiannya Resiko terkena kanker serviks
cukup tinggi sehingga masih menjadi setiap tahun terjadi pada wanita
masalah kesehatan wanita di diatas usia 35-55 tahun, insiden
Indonesia. Kanker serviks puncak terjadi pada wanita antara
merupakan kanker ginekologis yang usia 45-60 tahun. Prevalensi kanker
menempati urutan kedua tersering serviks di Indonesia pada tahun
setelah kanker payudara (Andrijono, 2002 adalah sebesar 28,6%.
2004). Tingginya prevalensi yang terjadi
Kanker serviks adalah Kanker merupakan ancaman serius bagi
kedua yang paling umum pada dunia kesehatan. Di Indonesia di
wanita di seluruh dunia, sekitar temukan 41 kasus baru tiap hari dan
500.000 kasus dan 250.000 20 kematian sekaligus akibat kanker
kematian setiap tahun. Hampir 80% serviks (Isma, 2011). Di rumah sakit
kasus terjadi di Negara Dr. Cipto Mangkusumo frekuensi
berpendapatan rendah. Survey yang kanker serviks uteri 76,2% diantara
melibatkan 5.423 perempuan di asia kanker ginekologi (Aziz, 2001).
dan dilakukan Sembilan Negara Faktor dalam diri pasien sangat
termasuk Indonesia, menunjukkan menentukan untuk menjalani
hanya dua persen perempuan yang kemoterapi, diharapkan dengan
mengetahui infeksi human papilloma adanya semangat dari diri sendiri
virus (HPV) merupakan penyebab akan bisa berpengaruh pada tingkat
kanker serviks. kesembuhan pasien kanker serviks
Berdasarkan penelitian banyak selain faktor diri sendiri untuk
orang yang tidak mau menggunakan membangkitkan motivasi dalam
cara kemoterapi, karena takut akan mencapai kesembuhan juga faktor
dampaknya. Kemoterapi juga keluarga dan teman-teman bisa
menjadi salah satu pengobatan mempengaruhi pasien kanker
untuk penanggulangan kanker serviks untuk lebih cepat sembuh.
serviks, seperti halnya radioterapi, Tingginya angka mortalitas pasien
kemoterapi juga memerlukan Ca serviks member kesan bahwa
kesabaran dalam menjalani penderitanya memiliki harapan hidup
pengobatan ini. Terdapat beberapa dan tingkat kesembuhan yang
efek dari kemoterapi yang dirasakan rendah (Dharmawan, 2007).
oleh penderita. Efek tersebut Kemoterapi sangat bermanfaat
berbeda pada setiap pasien yang bagi pasien kanker serviks karena
menjalani pengobatan tersebut kemoterapi dapat mencegah
(Hacker, 2000) kembalinya kanker, yang paling
Penyakit kanker saat ini sudah sering digunakan setelah tumor
merupakan masalah kesehatan di diangkat melalui pembedahan serta
Indonesia penyakit kanker semakin kemoterapi.
meningkat dari tahun ke tahun. Di Data yang di dapat dari rumah
Indonesia pada tahun 2005 terdapat sakit RSUD Dr. Moewardi, menurut
100 penderita kanker baru untuk data yang ada pada tahun 2009
setiap 100.000 penduduk per tahun. terdapat kasus baru pasien yang
Penyakit kanker juga menduduki menderita kanker serviks dengan
berbagai stadium berjumlah 1296 dalam keluarga merupakan suatu
kasus, pada tahun 2010 penderita rumah tangga yang bahagia. Dalam
kanker serviks berjumlah 2.782 kehidupan yang diwarnai oleh rasa
kasus, pada tahun 2011 penderita kasih sayang maka semua pihak di
kanker serviks berjumlah 800 kasus. tuntut agar memiliki tanggung jawab,
Berdasarkan latar belakang
pengorbanan, saling tolong-
masalah tersebut, maka peneliti
tertarik untuk meneliti Hubungan menolong, kejujuran, saling
antara dukungan keluarga dengan mempercayai, saling membina
kemauan pasien Ca serviks untuk pengertian dan damai dalam rumah
kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi . tangga (Setiadi, 2008).
1. Fungsi Keluarga
LANDASAN TEORI a. Fungsi efektif
Gambaran diri anggota
A. Dukungan Keluarga keluarga, perasaan memiliki
Dukungan keluarga adalah dan dimiliki dalam keluarga,
sikap,tindakan dan penerimaan dukungan keluarga terhadap
keluarga terhadap anggotanya. anggota keluarga lain, saling
Anggota keluarga memandang menghargai dan kehangatan di
bahwa orang yang bersifat dalam keluarga.
mendukung selalu siap memberikan b. Fungsi Sosial
pertolongan dan bantuan jika Interaksi atau hubungan dalam
diperlukan (Muhlisin, 2012).
keluarga, bagaimana keluarga
Keluarga adalah dua atau
lebih yang bergabung karena belajar disiplin, norma, budaya
hubungan darah, perkawinan atau dan perilaku.
adopsi yang hidup dalam satu rumah c. Fungsi Kesehatan
tangga, berinteraksi satu sama lain Keluarga menyediakan pangan,
dalam perannya untuk menciptakan perlindungan dan merawat
dan mempertahankan kebudayaan. anggota yang sakit,
Keluarga juga dapat diartikan pengetahuan tentang masalah
sebagai suatu ikatan atau kesehatan, kemampuan
persekutuan hidup atas dasar keluarga untuk melakukan 5
perkawinan antara orang dewasa tugas kesehatan dalam
yang berlainan jenis yang hidup
keluarga serta kemauan
bersama atau seorang laki-laki atau
seorang perempuan yang sudah keluarga untuk mengatasi
sendirian dengan atau tanpa anak, masalah kesehatan yang
baik anaknya sendiri atau adopsi sedang dihadapi.
dan tinggal dalam satu rumah d. Fungsi ekonomi
tangga (Jhonson, 2010). Keluarga memenuhi kebutuhan
Pada hakekatnya keluarga sandang, papan. Keluarga
diharapkan mampu berfungsi untuk memanfaatkan sumber yang
mewujudkan proses pengembangan ada di masyarakat dalam upaya
timbal balik rasa cinta dan kasih peningkatan status kesehatan
sayan antara anggota keluarga, antar keluarga. Hal yang menjadi
kerabat, serta antar generasi yang pendukung keluarga adalah
merupakan dasar keluarga yan jumlah anggota keluarga yang
harmonis. Hubungan kasih sayang sehat, fasilitas-fasilitas yang
dimiliki keluarga untuk kesehatan penderita dalam
menunjang kesehatan. Fasilitas hal kebutuhan makan dan
mencakup fasilitas fisik, minum,istirahat,
fasilitas psikologi atau terhindarnya penderita dari
dukungan dari masyarakat kelelahan.
setempat d. Dukungan Emosional
2. Jenis dukungan sosial Keluarga sebagai tempat
keluarga yang aman dan damai untuk
Friedman (2002)dalam Badan istirahat dan pemulihan
koordinasi keluarga Berencana serta membantu penguasaan
Nasional (BKKBN) (2003) terhadap emosi.
menjelaskan bahwa keluarga
memiliki beberapa jenis B. Kemauan
dukungan yaitu: Kemauan adalah salah satu
a. Dukungan informasi fungsi hidup kejiwaan manusia,
Keluarga berfungsi sebagai dapat diartikan sebagai aktifitas
sebuah kolektor dan psikis yang mengandung usaha
disseminator (penyebar) aktif dan berhubungan dengan
informasi tentang dunia. pelaksanaan suatu tujuan. Tujuan
Menjelaskan tentang adalah titik akhir dari gerakan
pemberian saran, sugesti, yang menuju suatu arah.
informasi yang dapat Kemauan: kekuatan yang sadar
digunakan mengungkapkan dan hidup atau menciptakan
suatu masalah.Manfaat dari sesuatu yang berdasarkan
dukungan ini adalah dapat perasaan dan fikiran. Proses
menekan munculnya suatu kemauan, untuk sampai pada
stressor karena informasi tindakan melalui beberapa
yang diberikan dapat tingkat:
menyumbang aksi sugesti 1. Motif (alasan, dasar,
yang khusus pada individu. pendorong)
b. Dukungan Penilaian 2. Perjuangan motif
Keluarga bertindak sebagai Sebelum mengambil
sebuah bimbingan umpan keputusan, pada batin
balik, membimbing dan biasanya ada beberapa motif
menengahi pemecahan yan bersifat luhur dan rendah.
masalah, sebagai sumber 3. Keputusan
dan validator identias Disini kita mengadakan
anggota keluarga pemilihan-pemilihan antara
diantaranya memberikan motif-motif tersebut dan
support, penghargaan, meninggalkan kemungkinan
perhatian. yang lain, sebab tak mungkin
kita punya macam-macam
c. Dukungan Instrumental keinginan pada waktu yang
Keluarga merupakan sebuah sama.
sumber pertolongan praktis 4. Perbuatan kemauan
dan konkrit, diantaranya: Kalau sudah mengambil
keputusan, maka bertindak kandung kencing dan poros
sesuai dengan keputusan yan usus besar bagian bawah
diambil. (rektum), terbentuk fistel
vesikovaginal atau
C.Kanker serviks rektovaginal, dan gejala-gejala
Kanker serviks adalah akibat metastasis.
pertumbuhan sel-sel yang tidak Prognosa
normal pada jaringan leher rahim Menurut Greenlite (2004),
(serviks), suatu daerah pada organ prognosis kanker serviks
reproduksi wanita yang tergantung dari stadium penyakit:
merupakan pintu masuk kearah (a) Stadium 0: 100% penderita pada
rahim yang terletak antara rahim stadium ini akan sembuh
(uterus) dengan liang seggama (b) Stadium I: Stadium
(vagina) (Azwar, 2009). IA memiliki 5 year survival
Gejala rate 95% dan stadium IB 70% -
Menurut Dalimartha (2004), 90%
kelainan pra-kanker (NIS dan (c) Stadium II: Stadium IIA
karsinoma in-situ) sering kali memiliki 5- year survival rate
tanpa gejala, namun kadang bisa 70%- 90% dan IIB 60%-65%
ditemukan gejala seperti: (d) Stadium III: Pada
1) Keputihan stadium ini 5-year survival
2) Perdarahan setelah segama ratenya sebesar 30%-50%
yang kemudian berlanjut (e) Stadium IV: Pada stadium ini 5-
menjadi perdarahan yang year survival ratenya sebesar
abnormal. 20%-30%
3) Perdarahan antara haid dan D.Kemoterapi
mati haid (menopause)
4) Rasa berat di perut bawah Kemoterapi adalah
5) Rasa kering di vagina pengobatan penyakit yang
6) Bila kanker sudah masuk disebabkan oleh agen kimia yang
stadium invasif, keluar cairan biasanya digunakan untuk terapi
berwarna kekuning-kuningan, kaner. Dasar pengobatan yaitu
berbau, dan dapat bercampur perbedaan antara sel kanker dan
dengan darah. sel normal terhadap reaksi
7) Timbul gejala kekurangan pengobatan sitostatika yang
darah (anemia) bila terjadi diberikan sendiri-sendiri atau
perdarahan kronis, misalnya secara kombinasi. Perbedaan
pucat, lesu, mudah lelah, tersebut adalah perbedaan sifat
mengantuk, berdebar dan biologis, biokimia, reaksi
sebagainya. farmakokinetik dan sifat
8) Timbulnya nyeri ditempat- proliferatif. Sebelum membahas
tempat lain bila terjadi mengenai cara kerja masing-
penyebaran (metastase) masing golongan obat
9) Pada stadium lanjut, badan antineoplasma, perlu diketahui
menjadi kurus karena kurang dulu hubungan kerja obat anti
gizi, edema kaki, iritasi
neoplasma dengan siklus sel pasien untuk kemoterapi di
kanker (Joshi, 2007) RSUD Dr. Moewardi
Kemoterapi adalah Ha : Tidak ada hubungan antara
pengobatan kanker serviks dengan dukungan keluarga dengan
penggunaan obat-obatan untuk kemauan pasien untuk
membunuh sel-sel kanker. kemoterapi di RSUD Dr.
Biasanya obat-obatan diberikan Moewardi
melalui infuse ke pembuluh darah
atau melalui mulut. Setelah obat METODELOGI PENELITIAN
masuk ke aliran darah, mereka
menyebar ke seluruh tubuh. Jenis Penelitian
Kadang-kadang beberapa obat Penelitian ini menggunakan
diberikan dalam satu waktu. metode studi diskriptif. Metode
Kemoterapi dapat menyebabkan efek diskriptif analisis yaitu metode
samping ini akan tergantung pada penelitian bentuk analisis yang
jenis obat yang diberikan, menyampaikan sebaran atau
jumlah/dosis yang diberikan, dan distribusi dalam bentuk frekuensi
berpa lama pengobatan berlangsung. yang disajikan dalam bentuk tabel
Efek samping bisa termasuk: sakit distribusi frekuensi ataupun bentuk
maag dan muntah, kehilangan nafsu diagram ataupun dalam bentuk narasi
makan, rambut rontok jangka (Arikunto, 2010).
pendek, sariawan, meningkatkan Populasi dan Sampel
kemungkinan terjadinya infeksi Populasi dalam penelitian ini
(kekurangan sel darah putih), adalah seluruh pasien Ca serviks
pendarahan atau memar bila terjadi yang berada di rumah sakit RSUD
luka (akibat kurang darah), sesak Dr. Moewardi berjumlah 1296 orang.
nafas (dari rendahnya jumlah sel Sampel penelitian adalah 92
darah merah), kelelahan, menopause responden di RSUD Dr. Moewardi,
dini, hilangnya kemampuan menjadi dengan penentuan sampel
hamil (inferilitas). menggunakan teknik Accidental
Kerangka Konsep Sampling.
V. Bebas V. Terikat
Instrumen Penelitian
Dukungan Keluarga Penelitian ini menggunakan alat
a. Dukungan Emosi
Kemauan untuk ukur berupa kuesioner.
b. Dukungan Informasi
c. Dukungan Instrumental kemoterapi Analisis Data
d. Dukungan Penilaian
Pengujian hipotesis dilakukan
dengan teknik Uji Rank Spearman
Gambar 1 Kerangka Konsep pada tingkat signifikansi 5%.

Hipotesis HASIL PENELITIAN DAN


PEMBAHASAN
Ho : Ada hubungan antara dukungan C
keluarga dengan kemauan Analisis Univariat
Deskripsi Dukungan Keluarga Gambar 7 Hasil Uji Univariat
Kemauan Pasien Ca serviks
Gambar 6 Dukungan Keluarga menjalani kemoterapi
Berdasarkan gambar 7 di atas
70
menunjukkan bahwa hasil uji
60 univariat variabel kemauan
0 57(62%) pasien Ca Serviks menjalani
50 kemoterapi banyak yang
termasuk kategori baik yaitu
35(38%) sebanyak 59 orang (64,1%)
40
dan kemauan pasien Ca
Frekuensi Serviks menjalani kemoterapi
30 yang termasuk kategori
20 cukup sebanyak 33 orang
(35,9%).
10
0 Analisis Bivariat
Cukup Baik Hasil uji normalitas diatas
menunjukkan kedua variabel
Pada tabelKeluarga
Dukungan 1 di atas
penelitian diperoleh nilai
probabilitas < 0,05, sehingga
Gambar 6. Hasil Uji Univariat
dapat disimpulkan kedua
Dukungan Keluarga
variabel berdistribusi tidak
Berdasarkan gambar 6 di atas
normal dan selanjutnya
menunjukkan bahwa hasil uji
dilaksanakan uji bivariat
univarit variabel dukungan keluarga
dengan menggunakan Rank
banyak yang termasuk kategori baik
Spearman. Adapun hasil uji
yaitu sebanyak 57 orang (62%) dan
Rank Spearman dapat disajikan
dukungan keluarga yang termasuk
kategori cukup sebanyak 35 orang pada tabel 4 berikut:
Tabel 4. Hubungan antara Dukungan
(38%).
keluarga dengan kemauan
pasien Ca Serviks untuk
Gambar 7 Distribusi Kemauan
kemoterapi di RSUD Dr.
Pasien Ca serviks Menjalani
Moewardi
kemoterapi
70 59(64,1%) Dukungan Kemauan Kemoterapi
Total
keluarga Cukup Baik
60 F % F % f %
Cukup 29 31,5 6 6,5 35 38
Baik 4 4,4 53 57,6 57 62
50 33(35,9% Total 33 35,9 59 64,1 92 100
Frekuensi ) Sumber: Data Primer Diolah
40 Uji Rank Spearman
Pada tabel 4 diatas
30 menunjukkan dari 35 dukungan
keluarga cukup, terdapat 29
20 responden (31,5%) memiliki
10 kemauan kemoterapi cukup dan 6
responden (6,5%) memiliki kemauan
0
Cukup Baik

Kemauan Kemoterapi
kemoterapi baik. Sedangkan dari 57
dukungan keluarga baik,terdapat 4
responden (4,4%) memiliki
kemampuan kemoterapi cukupdan
53 responden (57,6%) memiliki
kemauan kemoterapi baik. Hasil ini
menunjukkan bahwa responden
yang memperoleh dukungan
keluarga yang baik akan memiliki
kemauan untuk kemoterapi baik
pula.
Hasil uji bivariat
menggunakan Rank Spearman
diperoleh nilai signifikansi atau p =
0,000 dan nilai rho sebesar 0,744,
maka Ho ditolak dan menerima Ha,
artinya terdapat hubungan antara
dukungan keluarga dengan
kemauan pasien Ca serviks untuk
kemoterapi. Nilai koefisien rho positif
menunjukkan semakin besar
dukungan keluarga maka pasien Ca
serviks semakin memiliki kemauan
untuk kemoterapi. Nilai koefisien
korelasi menunjukkan nilai 0,744
menurut Sugiyono (2011) bahwa
nilai 0,60-0,79 termasuk kategori
kuat.
PEMBAHASAN Effendy (2004), keluarga adalah unit
terkecil dari masyarakat yang terdiri
Dukungan Keluarga dari kepala keluarga dan beberapa
Keluarga diharapkan mampu orang yang berkumpul dan tinggal di
berfungsi untuk mewujudkan proses suatu tempat di bawah satu atap
pengembangan timbale balik rasa
dalam keadaan saling tergantung.
cinta dan kasih sayang antara
anggota keluarga, antar kerabat, Berdasarkan gambar 6 , pada
serta antar generasi yang dukungan keluarga terhadap pasien
merupakan dasar keluarga yang Ca serviks untuk kemoterapi
harmonis. Hubungan kasih saying menunjukkan terdapat 57 responden
dalam keluarga merupakan suatu (62%) menyatakan bahwa keluarga
rumah tangga yang bahagia. Dalam sangat mendukung dirinya untuk
kehidupan yang diwarnai oleh rasa kemoterapi, dukungan keluarga ini
kasih saying maka semua pihak di dibutuhkan karena keluarga
tuntut agar memiliki tanggung jawab, merupakan tempat bergantungnya
pengorbanan, saling tolong- pasien dalam menumpahkan keluh
menolong, kejujuran, saling
kesanya dalam menghadapi penyakit
mempercayai, saling membina
pengertian dan damai dalam rumah Ca serviks. Keluarga mempunyai
tangga. peran kesehatan, yaitu keluarga
Dukungan keluarga adalah menyediakan pangan, perlindungan
sikap, tindakan dan penerimaan dan merawat anggota yang sakit,
keluarga terhadap anggotanya. pengetahuan tentang
Anggota keluarga memandang masalahkesehatan, kemapuan
bahwa orang yang bersifat keluarga untuk melakukan 5 tugas
mendukung selalu siap memberikan kesehatan dalam keluarga serta
pertolongan dan bantuan jika kemauan keluarga untuk mengatasi
diperlukan (Muhlisin, 2012). masalah kesehatan yang sedang
Keluarga adalah dua atau lebih yang dihadapi.
bergabung karena hubungan darah,
perkawinan atau adopsi yang hidup Kemauan kemoterapi
dalam satu rumah tangga, Kanker serviks adalah
berinteraksi satu sama lain dalam pertumbuhan sel-sel yang tidak
perannya untuk menciptakan dan normal pada jaringan leher rahim
mempertahankan kebudayaannya. (serviks), suatu daerah pada organ
Keluarga juga dapat diartikan reproduksi wanita yang
sebagai suatu ikatan atau merupakan pintu masuk kearah
persekutuan hidup atas dasar rahim yang terletak antara rahim
perkawinan antara orang dewasa (uterus) dengan liang seggama
yang berlainan jenis yang hidup (vagina) (Azwar, 2009). Kanker
bersama atau seorang laki-laki atau serviks tidak terjadi secara tiba-
seorang perempuan yang sudah tiba, prosesnya bertahap dan
sendirian dengan atau tanpa anak, memerlukan waktu cukup lama
baik anaknya sendiri atau adopsi dan tetapi progresif. Bermula dari
tinggal dalam satu rumah tangga kelainan sel yang mengalami
(Jhonson, 2010). Menurut Depkes RI mutasi, lalu berkembang menjadi
tahun 2003 yang dikutip oleh sel dispastik sehingga terjadi
kelainan epitel yang disebut Hubungan Dukungan keluarga
dysplasia (Dalimartha, 2004). dengan kemauan pasien Ca
serviks untuk kemoterapi
Berdasarkan tabel 4,
Kemoterapi adalah menunjukkan dari 35 dukungan
pengobatan penyakit yang keluarga cukup, terdapat 29
responden (31,5%) memiliki
disebabkan oleh agen kimia yang
kemauan kemoterapi cukup dan 6
biasanya digunakan untuk terapi responden (6,5%) memiliki kemauan
kaner. Dasar pengobatan yaitu kemoterapi baik. Sedangkan 57
perbedaan antara sel kanker dan dukungan keluarga baik, terdapat 4
sel normal terhadap reaksi responden (4,4%) memiliki
pengobatan sitostatika yang kemampuan kemoterapi cukup dan
diberikan sendiri-sendiri atau 53 responden (57,6%) memiliki
secara kombinasi. Perbedaan kemauan kemoterapi baik.
tersebut adalah perbedaan sifat Hasil uji Rank Spearmans
biologis, biokimia, reaksi diperoleh nilai koefisien rho
farmakokinetik dan sifat Spearman sebesar 0,744 dan nilai
probabilitas sebesar 0,000. Jika
proliferatif. Sebelum membahas
dikonsultasikan dengan rho tabel
mengenai cara kerja masing- dan nilai probabilitas = 5%
masing golongan obat (0,744>0,364 dan 0,000<0,05),
antineoplasma, perlu diketahui maka Ho ditolak dan menerima Ha,
dulu hubungan kerja obat anti artinya terdapat hubungan antara
neoplasma dengan siklus sel dukungan keluarga dengan
kanker (Joshi, 2007) kemauan pasien Ca serviks untuk
kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi.
Berdasrkan gambar 7, pada Hasil penelitian ini
kemauan pasien Ca serviks untuk menunjukkan yang dapat
kemoterapi menunjukkan terdapat mempengaruhi kemauan pasien Ca
59 responden (64,1%) menyatakan serviks untuk kemoterapi, yang
memiliki kemauan untuk kemoterapi. pertama yaitu Dukungan keluarga.
Kemauan pasien Ca serviks untuk Menurut Friedman (2003),
kemoterapi merupakan keaktifan Dukungan keluarga adalah sikap,
seseorang setelah menerima tindakan dan penerimaan keluarga
informasi yang disampaikan dalam terhadap anggotanya.
upaya pencapaian tujuan, dalam hal Hasil penelitian ini
ini kemoterapi bertujuan untuk bertentangan dengan penelitian dewi
menyembuhkan pasien Ca serviks. (2010) yang menunjukkan bahwa
Kemoterapi adalah pengobatan ada hubungan yang signifikan antara
kanker serviks dengan penggunaan pengetahuan tentang kanker serviks
obat-obatan untuk membunuh sel- dengan partisipasi wanita dalam
sel kanker. Biasanya obat-obatan program deteksi dini kanker serviks.
diberikan melalui infuse ke
pembuluh darah atau melalui mulut.
Setelah obat masuk ke aliran darah, KESIMPULAN DAN SARAN
mereka menyebar ke seluruh tubuh.
Kadang-kadang beberapa obat Kesimpulan
diberikan dalam satu waktu.
1. Adanya Hubungan antara Pra PIT XII POGI.
dukungan keluarga dengan Palembang
kemauan pasien untuk Azwar.2009.Cervical
kemoterapi Di RSUD Dr. Cancer/Carsinoma Cervisis
Moewardi Uteri. Available from: http://
suara
Saran dokter.com/2009/07/kanker
serviks/. Last update Juli
1. Bagi Masyarakat 2009 (diakses pada tanggal
Masyarakat pada khususnya 27 maret 2010)
para wanita yang sudah Badan Koordinasi Keluarga
menikah, hendaknya dapat dan
Berencana Nasional
mau meningkatkan status
kesehatan dengan pemeriksaan (BKKBN). (2003).
rutin pap smear atau kesehatan keluarga.Berencana Jakarta.
reproduksi untuk mencegah Indonesia
terjadinya ca serviks Budiarto Eko. 2002. Biostatistika
2. Bagi nstansi terkait untuk kedokteran dan
Bagi rumah sakit dapat kesehatan masyarakat.
meningkatkan kinerja pelayanan Jakarta: EGC
kesehatan guna pemberian Dalimartha. 2004. Deteksi dini
motivasi kepada keluarga untuk kanker & Simplisa
memberi dukungan kepada Antikanker. Jakarta: penebar
pasien Ca serviks untuk
swadaya
menjalani kemoterapi.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya _________ 2007. Deteksi dini kanker
penelitian ini dapat menjadi & Simplisa Antikanker.
acuan untuk penelitian Jakarta: penebar swadaya
selanjutnya dengan variabel Dharmawan T, 2007. Solusi untuk
dukungan keluarga dengan program pencegahan kanker
kemauan pasien Ca serviks leher rahim di
untuk kemoterapi dengan Indonesia.google.http://
sampel dan tempat penelitian www.imd.skin.com, dikses
yang berbeda. tanggal 14 maret 2008
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, 2010. Skripsi Hubungan
Andrijono. 2004. Kanker serviks
Pengetahuan Tentang Kanker
uteri, dalam synopsis kanker
Serviks Dengan Partisipasi
Ginekologi, Edisi 3, (pp 59-
Wanita Dalam Program
129). Jakarta: Pustaka Spirit
Deteksi Dini Kanker Serviks
Arikunto, S. 2010. Prosedur
di Kelurahan Joho
penelitian suatu
Mojolaban Sukoharjo.
pendekata praktek.edisi
Universitas Sebelas Maret
revisi VI. Jakarta :
Surakarta.
PT.Asdi Mahasatya.
Azis MF. 2001. Masalah kanker
Effendy, N. 2004. Dasar-dasar
serviks di Indonesia. Dalam:
keperawatan kesehatan
Pelatihan tes pap dan IVA.
masyarakat . Jakarta: EGC
Friedman.. 2002. Buku Ajar Muhlisin. 2012. Keperawatan
keperawatan Keluarga Riset, Keluarga. Yogyakarta:
Teori, dan Praktek, Edisi 5 Gosyen
EGC, Jakarta Notoatmojo. 2002. Pendidikan dan
________2003. Keperawatan Perilaku kesehatan. Jakarta:
Keluarga: Teori, dan Rineka Cipta.
Praktek, Edisi 3 EGC, Jakarta _________ 2010. Metode Penelitian
Greenlite. 2004. Sekilas mengenai Kesehatan. Jakarta: Rineka
Kanker Serviks. Available Cipta.
from: http:// www.greenlite- Nursalam.2003. Konsep dan
depkes-kanker- Penerapan Metodologi
serviks/sekilas-mengenai- Penelitian Ilmu
kanker- Keperawatan. Jakarta:
serviks/15883394156762. Salemba Medika
Last update: Oktober 2004 _________2008. Pendidikan dalam
(diakses 4 september 2005) Keperawatan. Jakarta:
Hacker N.F. 2000. Principle of Salemba Medika.
cancer Therapy, dalam Pinar,Gul et all.2012. The Strain and
Essentials of obstetrics and Hopelessness in Family
Gynecoloy, Edisi 2, (pp 613- Caregivers of Patients with
624). USA: Saunders w.b Gynecologic Cancer
company Receiving Chemotherapy.
Isma, 2011. Mengenal Seluk Beluk Turkey: Ankara
Kanker Serviks Sebagai Rasjidi, I. 2008. Manual Prakanker
Langkah awal Mencegah serviks. Jakarta: CV Sagung
Dan Mengobati Penyakit Seto
Kanker Serviks Dengan tepat. Sanif. R.2002. Karsinoma serviks
http:// www.Kanker dan Permasalahannya.
serviks.com Palembang: FK
Jong, WD. 2004. Kanker , Apakah UNISRI/RSU Dr.
itu? Pengobatan , Harapan Mohammad Hoesin.
Hidup, dan Dukungan Setiadi, 2008. Konsep dan Proses
Keluarga Jakarta: Arcan Keperawatan Keluarga.
Joshi, M. 2007. Cytotoxic drugs Surabaya: Graha Ilmu
towards safer chemotherapy Setyarini, 2009. Skripsi Faktor-
practices Indian Journal of Faktor yang Berhubungan
Cancer Vol. 44. No.1 Avaible Dengan Kanker leher Rahim
at. http:// search. Di RSUD Dr. Moewardi
Proquest.com Surakarta, Universitas
Jhonson, R. 2010. Keperawatan Muhammadiyah Surakarta
Keluarga. Yogyakarta: Nuha Saraswati, 2011. Skripsi Pengaruh
medika Promosi Kesehatan Terhadap
Lee et .2008. Applied Survival pengetahuan dan Partisipasi
Analysis. New York: John Wanita Dalam Dteksi Dini
willey and Sons, Inc. Kanker Serviks. Universitas
Muhammadiyah Surakarta.
*Tommy Bayu Perdana:
Mahasiswa S1 Keperawatan FIK
UMS. Jln A Yani Tromol Post 1
Kartasura
**Sulastri, SKp.,M.Kes: Dosen
Keperawatan FIK UMS. Jln A Yani
Tromol Post 1 Kartasura.

*** Dewi Suryandari, S.Kep., Ns:


Dosen Keperawatan FIK UMS. Jln A
Yani Tromol Post 1 Kartasura