Anda di halaman 1dari 15

Bab I

Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Masyarakat membutuhkan berbagai ruang publik berupa fasilitas
umum dan fasilitas sosial untuk memenuhi kebutuhannya. Keberadaan ruang
publik harus benar-benar diperhatikan untuk memastikan bahwa seluruh
masyarakat tanpa terkecuali dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
Fasilitas umum adalah fasilitas yang diadakan untuk kepentingan umum,
misalnya jalan, angkutan umum, saluran air, jembatan, fly over, under pass,
halte, alat penerangan umum, jaringan listrik, banjir kanal, trotoar, jalur
busway, tempat pembuangan sampah, dan lain sebagainya. Sedangkan
fasilitas sosial merupakan fasilitas yang dibangun oleh pihak pemerintah atau
pihak swasta dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam lingkungan
pemukiman. Fasilitas sosial ini antara lain, tempat ibadah, pasar, puskemas,
klinik, rumah sakit, taman, tempat rekreasi, dan tempat olahraga.
Pasar merupakan salah satu fasilitas sosial yang keberadaannya sangat
dekat dengan masyarakat. Pasar selama ini sudah menyatu dan memiliki
tempat yang penting dalam kehidupan. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-
hari, pasar menjadi salah satu media bagi masyarakat untuk mendapatkan
barang atau jasa yang mereka butuhkan. Berdasarkan Peraturan Presiden No.
112 Tahun 2007, pasar adalah area tempat jual beli barang dengan jumlah
penjual lebih dari satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar
tradisional, pertokoan, mall, plasa, pusat perdagangan maupun sebutan
lainnya. Lebih dari itu, pasar juga berfungsi sebagai wadah untuk berinteraksi
sosial, baik antar pedagang, pedagang dengan pembeli, maupun antar
pembeli.
Penggolongan pasar menjadi pasar tradisional dan pasar modern
muncul baru-baru ini beriringan dengan munculnya supermarket,
hypermarket, dan sebagainya. Namun secara umum pasar merupakan tempat
bertemunya para penjual dan pembeli baik pasar tradisional maupun pasar
modern. Pasar tradisional adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli
serta ditandai dengan trasaksi penjual pembeli secara langsung, bangunannya
biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los, dan dasaran terbuka yang
dibuka penjual maupun pengelola pasar. Di pasar tradisional juga identik
dengan adanya proses tawar-menawar harga untuk mendapatkan harga yang
disepakati oleh penjual dan pembeli. Berbeda dengan pasar modern dimana
pembeli dapat mengambil sendiri barang yang diinginkan dengan harga yang
telah tercantum pada table-tabel dan harga nya tidak dapat ditawar. Selain itu
pasar modern tempatnya bersih dan lebih teratur. Keberadaan pasar modern
ini menyebabkan keberadaan pasar tradisional sedikit tergeser.
Di Kota Malang terdapat banyak pasar baik untuk pasar tradisional
maupun pasar modern. Keberadaan pasar modern dalam jangka waktu lama
mungkin akan berpengaruh terhadap pasar tradisional. Terlebih lagi
pandangan terhadap pasar tradisional yang kotor ataupun pandangan buruk
lainnya menyebabkan sebagian masyarakat enggan untuk datang ke pasar
tradisional dan lebih memilih pasar modern. Jika kondisi ini terus dibiarkan,
dengan semakin banyaknya pilihan masyarakat sebagai konsumen,
lingkungan pasar yang tidak bersih bisa menyebabkan konsumen beralih, baik
ke pasar tradisional lain atau bahkan ke pasar modern.

1.2 Rumusan Masalah


1) Bagaimana sebaran pasar tradisional yang ada di Kota Malang?
2) Bagaimana peran pasar tradisional dalam menunjang kegiatan ekonomi
masyarakat?
3) Bagaimana profil Pasar , Kota Malang?
4) Bagaimana pengaruh keberadaan pasar modern terhadap pasar tradisional?
5) Bagaimana harapan masyarakat terkait perubahan terhadap pasar
tradisional sebagai fasilitas sosial?

1.3 Tujuan
1) Untuk mengetahui dan memahami mengenai pasar tradisional yang ada di
Kota Malang
2) Untuk mengetahui dan memahami peran pasar tradisional dalam
menunjang kegiatan ekonomi masayarakat
3) Untuk mengetahui dan memahami profil Pasar , Kota Malang
4) Untuk mengetahui dan memahami pengaruh keberadaan pasar modern
terhadap pasar tradisional
5) Untuk mengetahui dan memahami harapan masyarakat terhadap
perubahan pasar tradisional sebagai fasilitas sosial
Bab II
Pembahasan
2.1 Pasar Tradisional di Kota Malang
Secara umum, masyarakat mengenal dua jenis pasar, yaitu pasaar
tradisional dan pasar modern. Jika dilihat dari bangunan dantempat berjualan,
serta sistem jual beli yang dilakukan, keduanya memiliki ciri yang berbeda.
Pasar tradisional pada umumnya merupakan bangunan yang sederhana,
bahkan mungkin saja bukan bangunan permanen. Sedangkan pasar modern
biasanya memiliki bangunan yang lebih megah dan permanen yang ditunjang
dengan fasilitas memadai. Dari segi sistem jual beli yang digunakan, pasar
tradisional menggunakan sistem tawar penawar untuk menentukan harga,
sedangkan di pasar modern menggunakan harga yang sudah pas atau tidak
boleh ditawar.
Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli
serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung,
bangunannya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang
dibuka penjual maupun suatu pengelola pasar (Devi, 2013). Sebagian besar
pedagang di pasar tradisional menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-
bahan makanan, alat rumah tangga, barang elektronik, dll. Sistem dagang
yang terdapat pada pasar tradisional ini adalah dengan melayani pembeli yang
datang ke lapak mereka, dan melakukan tawar menawar untuk menentukan
kata sepakat pada harga dengan jumlah yang telah disepakati sebelumnya.
Pasar seperti ini pada umumnya dapat ditemukan di kawasan yang dekat
dengan permukiman yang tujuannya agar memudahkan pembeli untuk
mencapai pasar.
Kota Malang adalah salah satu kota besar yang berada di provinsi
Jawa Timur. Kota Malang menjadi kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah
Surabaya, dan kota terbesar ke-12 di Indonesia. Kota ini terletak pada
ketinggian antara 440 667 meter diatas permukaan air laut, dan merupakan
salah satu kota tujuan wisata di Jawa Timur karena potensi alam dan iklim
yang dimiliki. Letaknya yang berada ditengah-tengah wilayah Kabupaten
Malang secara astronomis terletak 112,06 112,07 Bujur Timur dan 7,06
8,02 Lintang Selatan, dengan batas wilayah di sebelah utara adalah Kec.
Singosari dan Kec. Karangploso Kabupaten Malang, sebelah timur adalah
Kec. Pakis dan Kec. Tumpang Kabupaten Malang, sebelah selatan adalah
Kec. Tajinan dan Kec. Pakisaji Kabupaten Malang, dan sebelah barat adalah
Kec.n Wagir dan Kec. Dau Kabupaten Malang. Kota Malang terbagi atas
lima kecamatan, yaitu Kedungkandang, Sukun, Klojen, Blimbing, dan
Lowokwaru.

Data olahan dari Badan Pusat Statistik Malang yang dirangkum dalam
Kota Malang Dalam Angka 2016 menunjukkan bahwa jumlah penduduk
Kota Malang pada tahun 2015 adalah 851.298 jiwa. Jumlah ini meningkat
dari tahun-tahun sebelumnya. Berikut ini ringkasan data mengenai jumlah
penduduk dan juga laju pertumbuhan penduduk di Kota Malang untuk setiap
kecamatan yang ada.
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kota Malang,
masyarakat membutuhkan fasilitas yang dapat membantu dalam memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Pasar tradisional adalah salah satu jawabannya
mengingat sebagian besar masyarakat. Sebagian besar masyarakat mungkin
akan lebih memilih belanja di pasar tradisional untuk mendapatkan harga
yang murah dengan mekanisme tawar-menawar. Dari data kemiskinan di atas,
pada tahun 2015 jumlah keluarga yang berada di kategori pra-sejahtera,
sejahtera I, dan sejahtera II, yang dapat digolongkan dalam kategori keluarga
menengah dan ke bawah, berjumlah sekitar separuh dari jumlah keluarga di
Kota Malang. Bahkan keluarga sejahtera III pun tidak menututp kemungkinan
akan lebih memilih belanja di pasar tradisional. Ini menunjukkan betapa
pentingnya keberadaan pasar tradisional bagi masyarakat Kota Malang.
Di Kota Malang terdapat banyak pasar tradisional yang tersebar di
wilayah-wilayah tertentu. Di setiap kecamatan terdapat pasar tradisional.
Dari data yang sudah dirangkum oleh BPS Malang, setidaknya terdapat 28
pasar tradisional di Kota Malang ini. Dari jumlah tersebut kemudian
dikelompokkan ke dalam beberapa kelas menurut kriteria tertentu, seperti
yang disajikan pada tabel di atas.
Berikut ini adalah data nama-nama pasar yang ada di Kota Malang
beserta dengan data jenis tempat usaha dan jumlah pedagang di setiap pasar
tradisional yang tersebar di lima kecamatan di Kota Malang.
2.2 Peran Pasar Tradisional dalam Menunjang Kegiatan Ekonomi
Masayarakat
Pasar memiliki peranan yang penting dalam perekonomian
masyarakat. Peran tersebut secara umum dapat dibedakan menjadi lima peran
penting pasar.
Peran pasar bagi produsen
Pasar sebagai tempat untuk mepromosikan dan menjual produk
yang merupakan hasil prosuksinya. Di pasar produsen dapat mengenalkan
produk yang mereka miliki kepada para konsumen. Selain itu jika produsen
yang baru atau produsen yang memiliki produk baru melalui pasar mereka
dapat mengenalkan dan menawarkan produk tersebut kepada para konsumen.
Pasar bagi para produsen juga sebagai tempat untuk menjual hasil
produksi. Produk-produk dari produsen dijajakan di pasar dimana konsumen
mencari produk-produk tersebut untuk memenuhi kebutuhanya. Semakin
cepat penjualan produk maka semakin banyak juga pendapatan bagi produsen
yang akan berpengaruh pada aktivitas produksinya dan juga akan
mempengaruhi aktivitas perekonomian. Dengan selalu berproduksi, maka
konsumen tidak akan pernah kekurangan produk yang diinginkan sehingga
kelangkaan dapat dikurangi. Selain itu dengan terus berproduksi menjamin
para pekerjanya untuk mendapatkan pendapatan yang digunakan untuk
kegiatan ekonominya.
Selain itu, bagi produsen di pasar juga sebagai tempat untuk
mendapatkan faktor produksi. Produsen melalui pasar dapat memenuhi
kebutuhannya akan bahan baku untuk produksi. Di pasar, produsen juga bisa
mendapatkan tenaga kerja yang menjadi salah satu faktor penting dalam
berproduksi.
Peran pasar bagi konsumen
Pasar bagi konsumen, sebagai tempat untuk mendapatkan barang
atau jasa yang dibutuhkan. Konsumen dapat dengan mudah mendapatkan
barang atau jasa tanpa harus mendatangi tempat produksinya langsung.
Sehingga dengan adanya pasar menjadikan konsumen dapat menghemat
waktu dan anggarannya.
Dengan adanya pasar, konsumen dapat membandingkan harga,
kualitas dari barang-barang yang ada di pasar. Di pasar barang atau jasa yang
sejenis tidak hanya dijual oleh seorang penjual. Barang atau jasa yang sejenis
tersebut dijajakan dengan kualitas dan harga yang bervariasi, sehingga di
pasar konsumen dapat membandingkan kualitas dan harga setiap produk.
Sehingga konsumen dapat memilih produk yang sesuai dengan kebtuhan dan
kemampuannya.
Selai itu pasar juga menjadi sarana untuk mengetahui trend barang-
barang yang beredar di pasar. Karena pasar menjadi tempat untuk
mempromosikan barang yang terbaru bagi produsen, maka dengan begitu
konsumen akan mengetahui produk-produk yang terbaru dan trendi.
Peran pasar bagi pembangunan
Pasar menunjang kelancaran pembangunan yang sedang dilakukan.
Upaya dalam meningkatkan pembangunan, pasar berperan membantu
menyediakan segala macam barang dan jasa yang bermanfaat bagi
pembangunan. Melalui pasar juga pemerintah mendapatkan dana untuk
melaksanakan pembangunan. Dana tersebut didapatkan dari retribusi dan
pajak pasar.
Peran pasar bagi sumber daya manusia (masyarakat)
Kegiatan jual beli yang terjadi di pasar membutuhkan tenaga kerja
atau sumber daya manusia, semakin luas pasar semakin banyak tenaga kerja
yang dibutuhkan. Sehingga semakin banyak tenaga kerja yang diserap dan
dapat mengurangi jumlah pengangguran.
Selain itu, bagi para pengamat, pasar merupakan tempat untuk
memperoleh data yang dapat dipergunakan sebagai bahan dalam menganalisis
situasi pasar, seperti pergerakan harga sehari-hari maupun pada momen-
momen tertentu (menjelang hari raya atau saat hari besar lainnya). Pasar juga
berperan untuk peneliti, pasar merupakan tempat untuk memperoleh data
tentang segala sesuatu, sesuai dengan obyek penelitian. Sehingga dengan kata
lain pasar dapat membantu dalam meningkatkan kwalitas sumber daya
manusia melalui pengamatan dan penelitian.
Peran pasar bagi pemerintah
Pasar berperan sebagai penggerak roda perekonomian, kegiatan jual
beli antara pedagang dan penjual memberikan kontribusi pada kondisi
perekonomian. Jika daya beli konsumen mengalami kelesuan maka
perekonomian juga akan menurun, begitupun sebaliknya jika daya beli
konsumen meningkat maka perekonomian akan meningkat pula. Di pasar
juga terjadi kegiatan ekspor dan impor barang yang mempengaruhi
pendapatan negara. Pasar memiliki peran dalam perekonomian, jadi tidak
heran jika hampir disetiap daerah bahkan desa memiliki pasar.
Untuk melindungi konsumen maupun produsen, pasar dapat
digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kebijakan harga, seperti Harga
Eceran Tertinggi (HET) dan harga dasar. HET merupakan kebijakan
pemerintah yang ditujukan kepada produsen atau penjual, dengan menetapkan
harga tertinggi yang diperbolehkan dalam menjual barang. Tujuannya ialah
untuk melindungi konsumen. Sedangkan harga dasar merupakan kebijakan
pemerintah dengan cara menetapkan harga terendah dalam membeli barang.
Tujuannya tak lain untuk melindungi produsen.
Pasar digunakan sebagai dasar mengatur peredaran barang bagi
pemerintah. Untuk menjaga agar tidak terjadi kelangkaan ataupun inflasi
pemerintah mengatur permintaan dan penawaran akan produk yang beredar di
pasar. Hal ini untuk melindungi agar tidak terjadi perubahan harga yang
signifikan, dengan demikian harga relative stabil. Harga produk yang relative
stabil ini tidak meresahkan masyarakat sehingga tingkat kesejahteraan
masyarakat akan stabil pula atau bahkan dapat meningkat.
2.3 Profil Pasar

2.4 Pengaruh Keberadaan Pasar Modern terhadap Pasar Tradisional


Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang banyak
dan kepadatan penduduk yang juga besar. Terus bertambahnya jumlah
penduduk menjadi problem pemerintah dalam menciptakan lapangan
pekerjaan. Pembangunan yang tidak merata menjadi masalah besar dalam
mensejahterkan seluruh masyarakat. Era globalisasi yang terjadi saat ini
memunculkan persaingan yang lebih kompetitif dalam mencari pekerjaan.
Setiap orang berusaha meningkatkan kualitasnya untuk mendapatkan
pekerjaan yang mereka inginkan. Tidak sesuainya jumlah lapangan pekerjaan
dengan pencari kerja membuat banyak penduduk bekerja di sektor informal,
seperti pedagang kecil.
Nasib pedagang kecil tidak semuanya baik. Para pedagang kecil yang
biasanya berjualan di pasar tradisional tetap harus bersaing dengan pedagang
lain yang banyak sekali jumlahnya untuk jenis komoditas yang identik.
Namun seiring dengan berubahnya kebiasaan konsumsi masyarakat pada
umumnya, pengunjung pasar tradisional berkurang jika kita bandingkan
dengan zaman dulu. Keberadaan pasar modern dikhawatirkan menjadi salah
satu penyebab berkurangnya konsumen di pasar tradisional. Pasar tradisional
dianggap kurang dalam pelayan serta strategi bersaing yang yang efektif
dalam menarik konsumen.
Merebaknya pasar modern di berbagai daerah secara langsung ataupun
tidak langsung menimbulkan dampak atau efek terhadap pasar tradisional.
Baik pedagang, pengunjung dan masyarakat sekitar merasakan dampaknya.
Maraknya pembangunan pasar modern yang semakin lama semakin pesat
membuat pedagang tradisional tak mampu bertahan. Kehadiran pasar modern
menimbulkan dampak negatif terhadap pasar tradisional yang digerakkan
oleh para pengusaha kecil, menengah dan koperasi seperti pengurangan pola
jam kerja dan pengurangan omset penjualan serta persaingan dalam bentuk
lain, sehingga diperlukan bentuk tatanan perekonomian yang memungkinkan
berkembangnya potensi ekonomi masyarakat dan terjadinya interaksi yang
saling menguntungkan diantara para pelaku ekonomi (Arif, 2013).
Pasar modern dan Pasar tradisional bersaing di pasar yang sama
Hampir semua produk yang dijual di pasar tradisional dapat ditemui di pasar
modern dan tentunya hal ini berdampak. Hampir seluruh pasar tradisional di
Indonesia masih bergelut dengan masalah internal pasar, seperti buruknya
manajemen pasar, sarana dan prasarana yang minim, menjamurnya pedagang
kaki lima yang mengurangi pelanggan pedagang pasar dan minimnya bantuan
permodalan yang tersedia bagi pedagang tradisional. Keadaan ini secara tidak
langsung menguntungkan pasar modern yang memberikan layanan jauh
daripada pasar tradisional.

2.5 Harapan Masyarakat terhadap Pasar Tradisional sebagai Fasilitas Sosial


Referensi

Arif, Kisbiyanto. 2013. Dampak Sosial Ekonomi Keberadaan Pasar Modern pada
Pasar Tradisional (Studi Pada Pasar Kota Boyolali). Universitas Negeri
Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial. Online (http://eprints.uny.ac.id/18950/).
Diakses pada 1 Desember 2017

Ratyh. 2016. Peran Pasar dalam Perekonomian. Online


(https://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/publik/peran-pasar-dalam-
perekonomian). Diakses pada 1 Desember 2017

Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 Tentang Penataan Dan Pembinaan
Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern. Online
(www.kemendag.go.id). Diakses pada 1 Desember 2017

Devi, Ni Made Winda Roosdiana. 2013. Pasar Umum Gubug di Kabupaten


Grobogan dengan Pengolahan Tata Ruang Luar dan Dalam melalui
Pendekatan Ideologi Fungsionalisme Utilitarian. Universitas Atma Jaya
Yogyakarta: Fakultas Teknik. Online (e-
journal.uajy.ac.id/3402/3/2TA13285.pdf). Diakses pada 3 Desember 2017

Pemerintah Kota Malang. Online (http://malangkota.go.id/). Diakses pada 2


Desember 2017

Bada Pusat Statistik Kota Malang. 2016. Kota Malang dalam Angka 2016. Online
(https://malangkota.bps.go.id/). Diakses pada 2 Desember 2017

Utomo, Fatik Noviono. 2013. Strategi Pedagang Tradisional Di Pasar yang


Terintegrasi dengan Pasar Modern (Studi Kasus Pasar Besar Malang).
Universitas Brawijaya: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Online
(jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/view/768). Diakses pada 3
Desember 2017

____.Bab II: Kajian Pustaka.


http://eprints.uny.ac.id/18950/3/03.%20Bab%20II.pdf
Ratyh. 2016.https://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/publik/peran-pasar-dalam-
perekonomian

____.2016. Daftar Mall Dan Pasar Di Malang 2016.


http://informasiseputarmalang.blogspot.co.id/2016/09/daftar-mall-pasar-
di-kota-malang.html

Deshinta, Wafia. 2014. Profiling Pasar Tradisional di Kota Malang.


https://www.academia.edu/15768163/PROFILING_PASAR_TRADISION
AL_DI_KOTA_MALANG

Shodiq, Ismu. 2015. Peran Pasar dalam Perekonomian. http://inline-


infoonline.blogspot.co.id/2015/03/peran-pasar-dalam-perekonomian.html

Yusuf. 2013. Peran Pasar dalam Kegiatan Perekonomian.


http://mpdyusuf.blogspot.co.id/2013/07/peranan-pasar-dalam-kegiatan-
ekonomi.html