Anda di halaman 1dari 4

FIMOSIS

No. :
Dokumen SOP/UKP/VII/PU/006
SOP No. Revisi :0
Tgl. Terbit : 1 September 2016
halaman : 1/2
PUSKESMAS dr. Budiyono, MPH
GARUNG NIP.
196405071998031004

1. Pengertian Fimosis adalah kondisi dimana preputium tidak dapat diretraksi


melewati glans penis. Fimosis dapat bersifat fisiologis ataupun
patalogis. Umumnya fimosis fisiologis terdapat pada bayi dan anak-
anak. Pada anak usia 3 tahun 90% preputium telah dapat diretraksi
tetapi pada sebagian anak preputium tetap lengket pada glans penis
sehingga ujung preputium mengalami penyempitan dan mengganggu
proses berkemih.
2. Tujuan Agar petugas dapat menegakkan diagnosis Fimosis dan melakukan
penegakan diagnosis dan penanganan fimosis.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas nomor : 001/UKP/VII/SK/2016 tentang
Pelayanan Klinis
4. Referensi Kemenkes nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan
Praktik klinis bagi Dokter di Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama.
5. Prosedur 1. Dokter memanggil pasien sesuai urutan.
2. Dokter mencocokan identitas pasien dan bila tidak cocok akan
dikembalikan petugas (perawat)
3. Dokter memeriksa pasien berdasarkan anamnesa yang ditulis
petugas
4. Dokter melakukan pemeriksaan
a Preputium tidak dapat diekstraksi ke proksimal hingga ke
korona glandis
b Pancaran urin mengecil
c Menggelembungnya ujung preputium saat berkemih
d Eritema dan udem pada ujung preputium dan gland penis
e Timbunan smegma pada sakus preputium
5. Dokter menegakan diagnose berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan
6. Dokter menjelaskan tentang kondisi penyakitnya.
7. Dokter mengedukasi pasien tentang fimosis dan atau perlunya
rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan bila diperlukan.
a Rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan bila diperlukan, bila
dirujuk lanjut ke SOP rujukan
Kriteria rujukan
Bila terjadi komplikasi dan penyulit untuk dilakukan tindakan
sirkumsisi
b Bila tidak , lanjut no 8
8. Dokter menulis dan melakukan edukasi tentang :
Edukasi terhadap orang tua atau pasien agar tidak melakukan
penarikan preputium secara berlebihan ketika membersihkan
penis karena dapat menimbulkan parut
FIMOSIS
No. :
PUSKESMAS Dokumen SOP/UKP/VII/PU/006
dr. Budiyono, MPH
GARUNG SOP No. Revisi :0
Tgl. Terbit : 1 September 2016
halaman : 2/2

9. Dokter menulis resep obat


a Pemberian salep kortikosteroid (0,05% betametason) 2 kali
perhari selama 2-8 minggu pada daerah preputium
b Sirkumsisi bila diperlukan
10. Dokter memberikan resep obat kepada pasien.
11. Dokter menandatangani status pasien.
12. Dokter memberikan advis kepada petugas.
13. Petugas menulis diagnose ke buku register.
6. unit terkait 1. Pelayanan umum Puskesmas Garung
2. Pelayanan Pustu dan PKD

7. Rekaman historis perubahan


Tgl mulai
No Yang diubah Isi perubahan
diberlakukan
FIMOSIS
No. :
Dokumen DT/UKP/VII/PU/006
DAFTAR
No. Revisi :0
TILIK
Tgl. Terbit : 1 September
2016
halaman : 2/2

Unit : ....................................
Nama Petugas : ....................................
Tanggal Pelaksanaan : ....................................

Tidak
No Kegiatan Ya Tidak
Berlaku
1. Apakah Dokter memanggil pasien sesuai urutan?
2. Apakah Dokter mencocokan identitas pasien dan bila
tidak cocok akan dikembalikan petugas
(perawat)?
3. Apakah Dokter memeriksa pasien berdasarkan
anamnesa yang ditulis petugas?
4. Apakah Dokter melakukan pemeriksaan?
a Preputium tidak dapat diekstraksi ke
proksimal hingga ke korona glandis
b Pancaran urin mengecil
c Menggelembungnya ujung preputium
saat berkemih
d Eritema dan udem pada ujung preputium
dan gland penis
e Timbunan smegma pada sakus
preputium
5. Apakah Dokter menegakan diagnose berdasarkan
anamnesis dan pemeriksaan?
6. Apakah Dokter menjelaskan tentang kondisi
penyakitnya?
7. Apakah Dokter mengedukasi pasien tentang fimosis dan
atau perlunya rujukan ke fasilitas kesehatan
lanjutan bila diperlukan?
a Rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan
bila diperlukan, bila dirujuk lanjut ke SOP
rujukan
Kriteria rujukan
Bila terjadi komplikasi dan penyulit untuk
dilakukan tindakan sirkumsisi
b Bila tidak , lanjut no 8
8.. Apakah Dokter menulis dan melakukan edukasi tentang:
Edukasi terhadap orang tua atau pasien agar
tidak melakukan penarikan preputium secara
berlebihan ketika membersihkan penis karena
dapat menimbulkan parut?
9. Apakah Dokter menulis resep obat?
a Pemberian salep kortikosteroid (0,05%
betametason) 2 kali perhari selama 2-8
minggu pada daerah preputium
b Sirkumsisi bila diperlukan
10. Apakah Dokter memberikan resep obat kepada pasien?
11. Apakah Dokter menandatangani status pasien?
12. Apakah Dokter memberikan advis kepada petugas?
13. Apakah Petugas menulis diagnose ke buku register?

CR : …………………………%.
Garung,……………………..

Observer Tindakan

(……….........……………..)