Anda di halaman 1dari 1

Kualitas pembelajaran yang diperoleh oleh anak-anak di sekolah bukan hanya tanggung jawab

kepala sekolah dan guru, namun menjadi tanggung jawab orang tua juga. Sebaik apapun
pelajaran yang diperoleh para siswa, jika tidak ada keberlanjutannya saat di rumah, maka hasil
pembelajaran yang didapatkan oleh anak-anak pun tidak akan optimal.

Maka diperlukan kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Orang tua —sebagai
bagian dari ekosistem pendidikan—memiliki peran yang penting dalam proses pembelajaran di
sekolah. Di sekolah memang sudah ada Komite Sekolah yang biasanya beranggotakan beberapa
orang tua siswa. Namun, sejauh yang saya ketahui, Komite Sekolah lebih banyak menjadi
“kepanjangan sekolah” dalam proses musyawarah dan pengambilan keputusan yang berkaitan
dengan pembangunan infrastruktur dan pendanaan; tidak bertalian langsung dengan substansi
pendidikan dan teknis pengajaran yang dilakukan oleh para guru.

Oleh karena itu, untuk menjembati komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa yang
langsung berkaitan dengan substansi pendidikan dan teknis pembelajaran, seyogianya dapat
dibentuk forum atau paguyuban orang tua siswa—sebagai wujud nyata upaya untuk turut aktif
terlibat dalam bidang pendidikan sebagai bagian dari ekosistem.

Tujuan paguyuban, agar sesama orang tua siswa saling mengenal lebih dekat, menumbuhkan
rasa persaudaraan dan solidaritas di antara orang tua siswa, sehingga ada kesempatan bagi
mereka untuk bertemu dan mendiskusikan banyak hal untuk perbaikan dan kemajuan sekolah.
Dengan cara ini, pihak sekolah tidak merasa sendirian, tapi memiliki partner atau teman untuk
bersama-sama saling memajukan sekolah. Dengan demikian upaya meningkatkan kualitas
pengajaran dan pendidikan merupakan kerja-kerja kreatif yang bersifat partisipatif dan
kolaboratif.