Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM SENSOR

PENGARUH PERUBAHAN KONSENTRASI LARUTAN TERHADAP TEGANGAN


KELUARAN

Dosen Pengampu :

Sumarna, M.Si, M.Eng

Disusun Oleh

Noviana Susilaningrum

NIM 14302241025

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2017
A. Tujuan
1. Mengetahui pengaruh perubahan konsentrasi larutan terhadap tegangan keluaran

B. Alat dan Bahan


1. Gelas Ukur
2. Beker
3. Multimeter
4. Plat
5. Air
6. Air cuka

C. Data Hasil Percobaan

No Air Cuka ( ml ) Air ( ml ) Tegangan ( volt )


1 25 - 0,45
2 25 25 0,4
3 25 50 0,4
4 25 75 0,35
5 25 100 0,35
6 25 125 0,3
7 25 150 0,3
8 25 175 0,25
9 25 200 0,25
10 25 225 0,25
11 25 250 0,25
12 25 275 0,25
13 25 300 0,25
14 25 325 0,25
15 25 350 0,25
D. Analisis Data

E. Pembahasan

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan


terhadap tegangan yang dihasilkan. Larutan adalah campuran yag bersifat homogen
antara molekul, atom ataupun ion dari dua zat atau lebih. Fase larutan dapat berbentuk
gas, padat maupun cair. Komponen larutan terdiri dari pelarut (solvent) dan zat
terlarut (solute). Zat terlarut adalah zat yang memiliki jumlah kecil dalam larutan,
sedangkan zat pelarut berjumlah lebih banyak. Berdasarkan daya hantarnya larutan
dapat bersifat elektrolit, dan non-elektrolit. Pada larutan elektrolit, katoda menangkat
elektron dan ion negatif pada anoda melepaskan elektron.
Pada praktikum yang dilakukan, menggunakan zat terlarut berupa air cuka
sebanyak 25 mL, lalu diukur hasil tegangan yang dihasilkan pada elektroda
menggunakan multimeter diperoleh nilai 0,45 volt. Kemudian secara bertahap
menambahkan 25 mL air kedalam beker dan mengukur tegangan yang dihasilkan
pada tiap penambahan 25 mL air. Penambahan dilakukan sebanyak 14 kali, hingga
jumlah larutan sebanyak 350 mL. Pada saat jumlah larutan 200 mL hingga 350 mL
nilai tegangan yaang terukur sudah konstan yakni pada 0,25 volt. Bila di buat
kedalam grafik, diperoleh hubungan antara konsentrasi larutan dengan tegangan
adalah linear kebawah.
Pada saat larutan hanya berisi air cuka 25 mL, nilai dari tegangan yang terukur
berada pada nilai tertinggi yakni 0,45 volt. Hal ini menunjukkan bahwa asam cuka
merupakan larutan elektrolit yang mampu menghantarkan listrik, sehingga nilai
tegangan yang terukur paling tinggi. Penambahan sejumlah air kedalam beker
bertujuan untuk mengubah konsentrasi asam cuka, kemudian di ukur perubahan
tegangan yang terjadi.
Apabila dilihat dari grafik, maka konsentrasi larutan terhadap tegangan
memiliki sifat linear kebawah pada konsentrasi tertentu sebelum akhirnya jenuh. Hal
ini bergantung juga pada plat elektroda yang digunakan. Pada percobaan ini,
praktikan menggunakan plat tembaga, diperoleh nilai linearitasnya adalah - 5, 57 x
10 -4

F. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, diperoleh hubungan antara
konsentrasi larutan bersifat linear kebawah pada kondisi tertentu, dan kemudian
jenuh.
DAFTAR PUSTAKA

Sumarna. 2017. Petunjuk Praktikum Sensor dan Tranduser. Yogyakarta : Laboratorium


Elektronika dan Instrumentasi.
Helen, Helda. 2015. Laporan Praktikum Kimia. Web : https://www.academia.edu/12044864
diakses pada Jumat 15 Desember 2017 pukul 23.00