Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan penulisan
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi

Skizofrenia sebagai penyakit neurologis yang mempengaruhi persepsi klien,


cara berfikir, bahasa, emosi, dan perilaku sosialnya. (Melinda Hermann,2008)
Skizofrenia adalah suatu bentuk psikosa fungsional dengan gangguan utama
pada proses fikir serta disharmoni (keretakan,perpecahan) antara proses
berpikir, afek/emosi, kemauan dan psikomotor disertai distori kenyataan,
terutama karena waham dan halusinasi asodiasi terbagi-bagi sehingga timbul
inkoherensi
Skizofrenia merupakan bentuk psikosa yang banyak dijumpai dimana-mana
namun factor penyebabnya belum dapat diidentifikasi secara jelas

B. Etiologi
1. Teori somatogenika.
a. Keturunan
Keturunan telah dibuktikan dengan penelitian bahwa angka kesakitan bagi saudara
tiri 0,9-1,8 %, bagi saudara kandung 7-15 %, bagi anak dengan salah satuorang tua yang
menderita Skizofrenia 40-68 %, kembar 2 telur 2-15 % dankembar satu telur 61-86 %
(Maramis, 1998; 215 ).

b. Endokrin
Teori ini dikemukakan berhubung dengan sering timbulnya Skizofrenia pada waktu
pubertas, waktu kehamilan atau puerperium dan waktuklimakterium., tetapi teori ini
tidak dapat dibuktikan.
c. Metabolisme
Teori ini didasarkan karena penderita Skizofrenia tampak pucat, tidaksehat, ujung
extremitas agak sianosis, nafsu makan berkurang dan beratbadan menurun serta pada
penderita dengan stupor katatonik konsumsi zatasam menurun. Hipotesa ini masih
dalam pembuktian dengan pemberianobat halusinogenik.
d. Susunan saraf pusatPenyebab Skizofrenia diarahkan pada kelainan SSP yaitu pada
diensefalonatau kortek otak, tetapi kelainan patologis yang ditemukan
mungkindisebabkan oleh perubahan postmortem atau merupakan artefakt padawaktu
membuat sediaan.
2. Teori Psikogenika.
a. Teori Adolf Meyer :Skizofrenia tidak disebabkan oleh penyakit badaniah sebab hingga
sekarangtidak dapat ditemukan kelainan patologis anatomis atau fisiologis yang khaspada
SSP tetapi Meyer mengakui bahwa suatu suatu konstitusi yang inferioratau penyakit
badaniah dapat mempengaruhi timbulnya Skizofrenia.Menurut Meyer Skizofrenia
merupakan suatu reaksi yang salah,suatu maladaptasi, sehingga timbul disorganisasi
kepribadian dan lamakelamaan orang tersebut menjauhkan diri dari kenyataan (otisme).

b. Teori Sigmund Freud Skizofrenia terdapat


1. kelemahan ego, yang dapat timbul karena penyebab psikogenik ataupunsomatik
2. super ego dikesampingkan sehingga tidak bertenaga lagi dan Id yamgberkuasa serta
terjadi suatu regresi ke fase narsisisme
3. kehilangaan kapasitas untuk pemindahan (transference) sehingga terapipsikoanalitik tidak
mungkin.
c. Eugen Bleuler
Penggunaan istilah Skizofrenia menonjolkan gejala utama penyakit ini yaitu jiwa yang
terpecah belah, adanya keretakan atau disharmoni antara prosesberfikir, perasaan
dan perbuatan. Bleuler membagi gejala Skizofreniamenjadi 2 kelompok yaitu gejala primer
(gaangguan proses pikiran,gangguan emosi, gangguan kemauan dan otisme) gejala
sekunder (waham,halusinasi dan gejala katatonik atau gangguan psikomotorik yang lain).
d. Teori lain skizofrenia sebagai suatu sindroma yang dapat disebabkan oleh bermacam-
macam sebab antara lain keturunan, pendidikan yang salah, maladaptasi,tekanan jiwa,
penyakit badaniah seperti lues otak, arterosklerosis otak dan penyakit lain yang belum
diketahui
C. Jenis Skizofrenia

a. Skizofrenia Simplek

Sering timbul pertama kali pada usia pubertas, gejala utama berupakedangkalan emosi dan
kemunduran kemauan. Gangguan proses berfikirsukar ditemukan, waham dan halusinasi jarang
didapat, jenis ini timbulnyaperlahan-lahan.

b. Skizofrenia Hebefrenia

Permulaannya perlahan-lahan atau subakut dan sering timbul pada masaremaja atau antara 15-25
tahun. Gejala yang menyolok ialah gangguanproses berfikir, gangguan kemauan dan adanya
depersenalisasi atau doublepersonality. Gangguan psikomotor seperti mannerism, neologisme
atauperilaku kekanak-kanakan sering terdapat, waham dan halusinasi banyak.

c. Skizofrenia Katatonia

Timbulnya pertama kali umur 15-30 tahun dan biasanya akut serta seringdidahului oleh stress
emosional. Mungkin terjadi gaduh gelisah katatonikatau stupor katatonik.

d. Skizofrenia Paranoid

Gejala yang menyolok ialah waham primer, disertai dengan waham-wahamsekunder dan halusinasi.
Dengan pemeriksaan yang teliti ternyata adanyagangguan proses berfikir, gangguan afek emosi dan
kemauan.

e. Episode Skizofrenia akut

Gejala Skizofrenia timbul mendadak sekali dan pasien seperti dalamkeadaan mimpi. Kesadarannya
mungkin berkabut. Dalam keadaan initimbul perasaan seakan-akan dunia luar maupun dirinya
sendiri berubah,semuanya seakan-akan mempunyai suatu arti yang khusus baginya.

f. Skizofrenia Residual

Keadaan Skizofrenia dengan gejala primernya Bleuler, tetapi tidak jelasadanya gejala-gejala
sekunder. Keadaan ini timbul sesudah beberapa kaliserangan Skizofrenia.

g. Skizofrenia Skizo Afektif


Disamping gejala Skizofrenia terdapat menonjol secara bersamaan juga gejala-gejala depresi (skizo
depresif) atau gejala mania (psiko-manik). Jenisini cenderung untuk menjadi sembuh tanpa defek,
tetapi mungkin jugatimbul serangan lagi.

D. Manifestasi Klinis
a. Gejala Primer
1. Gangguan proses pikir (bentuk, langkah da nisi pikiran). Yang paling
menonjol adalah gangguan asosiasi dan terjadi inkoherensi
2. Gangguan afek emosi
3. Terjadi kedangkalan afek emosi
4. Emosi berlebihan
5. Hilangnya kemampuan untuk mengadakan hubungan emosi yang baik
6. Gangguan kemauman
a. Terjadi kelemahan kemauan
b. Perilaku negativisme atas permintaan
c. Otomatisme: merasa pikiran/perbuatannya dipengaruhi oleh
oranglain
7. Gangguan psikomotor
a. Stupor atau hyperkinesia, logorea dan neologisme
b Stereotipi
c. Katelepsi: mempertahankan posisi tubuh dalam waktu yang lama
d. Echolalia dan echopraxia
e. Autisme

b. Gejala sekunder

1. Waham
2. Halusinasi
3. Cara bicara/berfikir yang tidak teratur.
4. Perilaku negatif, misalkan: kasar, kurang termotifasi, muram,
perhatianmenurun.

E.
F.