Anda di halaman 1dari 1

PPI UTK DIFTERI

1. APD untuk difteri: sarung tangan, masker with visor (atau kalau tidak ada boleh menggunakan
masker dan google), serta apron disposable.
2. Linen bekas pasien dimasukkan ke plastik kuning, diikat dan langsung diantar ke laundry.
3. Peralatan makan dan minum pasien dari rumah sakit, tidak boleh berbarengan dengan punya
penunggu pasien atau yg dibawa dari rumah.
4. Pembersihan ruangan, lantai dan permukaan dengan desinfektan 3x sehari atau lebih bila
diperlukan.
5. Jangan menyentuh wajah, mulut, mata dan hidung saat sedang memeriksa pasien.
6. Lakukan kebersihan tangan sesuai 5 moment.
7. Penularan terutama dengan droplet, kuman akan jatuh dalam jarak 1 meter saat pasien bersin
atau batuk, bukan airborne melayang layang di udara..
8. Penularan secara kontak terjadi saat kulit luka bersentuhan dengan lesi pasien difteri..
9. Kondisi yg membutuhkan intubasi atu suctioning yg dapat menyebabkan aerosolisasi, pakailah
N95.
10. Untuk petugas lab untuk pengambilan swab nasopharyng sebaiknya juga menggunakan visor krn
ada kemunkinan pasien batuk/ bersin.
11. Melepas APD dilakukan sebelum meninggalkan ruangan pasien (jika ruangan tidak memiliki
anteroom), dengan urutan: lepas handscoon - handrub, lepas gaun - handrub, lepas visor atau
google - handrub, keluar pintu - handrub, lepas masker- handrub (masker dilepas setelah keluar
ruangan pasien).
12. Pengunjung tidak boleh masuk kamar, hanya sampai batas pintu ini dan sesuai jam besuk
13. Penunggu hanya bagi pasien anak dan wajib memakai masker bedah, untuk pasien dewasa tidak
boleh ditunggui bila ada resiko terkena droplet/percikan disarankan memakai gaun/apron
14. Penunggu harus bisa dan dapat melaksanakan kebersihan tangan dan etika batuk yang benar
15. Sampah yang berasal dari penderita difteri harus dibuang ke kantong keresek warna kuning
16. Peralatan yang dipakai harus didesinfeksi

( Sumber : PPI RSPI SULIANTI SAROSO dan PPI RSHS Bandung )

Terima kasih