Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi


Pada Anak Usia Sekolah dengan Thalasemia β Mayor
di Kabupaten Semarang

Pradita Vina Aprilia1), Titin Suheri, SKp, Msc2), Tri Wiji Lestari, S.ST, M.Kes2)
1) Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Semarang Poltekkes Kemenkes
Semarang
2) Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang
Email : vinaaprilia325@gmail.com

Thalasemia adalah kerusakan sel darah merah di dalam pembuluh darah


sehingga umur eritrosit menjadi pendek (kurang dari 120 hari). Sedangkan
Thalasemia β Mayor yaitu kelainan serius yang disebabkan karena tubuh sangat
sedikit memproduksi protein beta sehingga hemoglobin yang terbentuk akan cacat
atau abnormal. Kasus Thalasemia Mayor umumnya memberikan gejala klinis
berat berupa anemia, hepatosplenomegali, pertumbuhan yang terhambat, dan gizi
yang kurang. Beratnya anemia dan hepatomegali menyebabkan nafsu makan
menurun, sehingga asupan makanan berkurang, yang berakibat terjadinya
gangguan gizi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diberikan pada klien
dengan masalah pemenuhan kebutuhan nutrisi adalah dengan meningkatkan
pengetahuan orang tua tentang nutrisi yang dibutuhkan anak dengan Thalasemia
β Mayor sehingga orang tua mampu memberikan menu makanan yang tepat untuk
anak thalasemia β mayor.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisa asuhan keperawatan pemenuhan
kebutuhan nutrisi pada anak usia sekolah dengan Thalasemia β Mayor di
Kabupaten Semarang. Desain penelitian ini adalah studi kasus, dengan metode
penulisan deskriptif. Subyek pengelolaan kasus ini berjumlah dua orang dengan
diagnosa Thalasemia β Mayor yang memenuhi kriteria inklusi anak usia 6-12
tahun, sudah mengalami transfusi ≥ 10 kali, mengalami gangguan pemenuhan
kebutuhan nutrisi. Penelitian dilakukan di wilayah Kabupaten Semarang khusunya
Ungaran dan di Bawen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi
alat pengukur antropometri (metline dan timbangan berat badan). Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi
dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan pada tingakat
pemahaman orang tua dan pasien setelah diberikan tindakan pengelolaan
pemenuhan kebutuhan nutrisi. Mual pasien dapat berkurang, nafsu makan pasien
juga mengalami peningkatan. Kedua klien menunjukkan respon yang sama.
Tingkat pemahaman orang tua tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan
nutrisi pada anak Thalasemia β Mayor sangat berpengaruh pada tumbuh kembang
anak. Pemberian nutrisi dalam keadaan hangat, rendah zat besi dan vitamin C
sangat dianjurkan untuk anak dengna Thalasemia β Mayor.

Kata kunci : Thalasemia, Thalasemia β Mayor, Nutrisi, Status gizi.

vii
ABSTRACT

A Nursing Care Meeting Fulfilling The Nutritional Needs Of School-Age


Children with β Thalassaemia Major in Semarang Regency

Pradita Vina Aprilia1), Titin Suheri, SKp, Msc2), Tri Wiji Lestari, S.ST, M.Kes2)
3) Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Semarang Poltekkes Kemenkes
Semarang
4) Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang
Email : vinaaprilia325@gmail.com

Thalassaemia is the destruction of red blood cells in the blood vessels so


the lifespan of erythrocytes into short (less than 120 days). β Thalassaemia Major
is a serious disorder caused by the body very little produce hemoglobin beta
protein thus formed will be deformed or abnormal. Thalassaemia Major case
generally provides severe clinical symptoms such as anemia, hepatosplenomegaly,
stunted growth, and nutrition is lacking. The severity of anemia and hepatomegaly
cause decreased appetite, so that food intake is reduced, which results in
malnutrition. One of the nursing interventions that can be provided to clients with
compliance issues nutritional needs is to increase the knowledge of parents of
children with the nutrients needed β Thalassaemia Major so that parents are able
to provide the proper diet for child with β Thalassaemia Major.
The purpose of this study to analyze the nursing care fulfilling the
nutritional needs of school-age children with β Thalassaemia Major in Semarang
regency. The research design is a case study, with descriptive writing methods.
The subject of this case management amounted to two people with the diagnosis
of β Thalassaemia Major who met the inclusion criteria children 6-12 years old,
has undergone a transfusion ≥ 10 times, impaired nutrition fulfillment. The study
was conducted in the district of Semarang especially Ungaran and in Bawen. The
instrument used in this study include anthropometric measuring device (metline
and weight scales). Data was collected through interviews, observation and
documentation.
The results showed that the changes in the Tertiary understanding of
parents and patients after a given nutrient management measures fulfillment.
Patients can decrease nausea, appetite patients also increased. Both the client
shows the same response.
The level of understanding of parents about the importance of fulfilling
the nutritional needs of children in β Thalassaemia Major influence on the
development of the child. Nutrition in warm, low in iron and vitamin C is
recommended for children with β Thalassaemia Major.

Keywords: Thalassaemia, β Thalassaemia Major, Nutrition, Nutritional status.

viii