Anda di halaman 1dari 3

ALAT DAN BAHAN

 Alat :
1. Ose
2. Mikroskop
3. Kaca objek / ojek glass
4. Cover glass
5. Pipet tetes
6. Api bunsen
7. Tabung reaksi
 Bahan :
1. Sampel kuku (anak kecil)
2. Tissue
3. Alkohol

PROSEDUR KERJA

a. Cara kerja pemeriksaan telur cacing dengan sampel kuku


1. Disiapkan alat dan bahan yang digunakan.
2. Didensifektan meja kerja dengan alkohol kemudian dilap menggunakan tissue.
3. Dimasukan sampel kuku ke dalam tabung reaksi
4. Dituang larutan Nacl jenuh ke dalam tabung sampai tanda 2,5 ml
5. Dikocok tabung reaksi yang telah berisi potongan kuku kurang lebih sebanyak 50 kali
6. Diisi tabung dengan larutan Nacl jenuh sampai penuh
7. Diletakan penutup cover glass diatas mulut tabung reaksi dengan hati-hati agar telur
cacing yang terlepas dari potongan kuku yang mengapung dapat tertempel pada cover
glass.
8. Didiamkan selama 10 menit agar selurh bagian kotoran kuku dapat melekat pada
objek glass yang telah disiapkan.
9. Diamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 10 kali dan 40 kali
10. Dicatat hasil pengamatan dan digambar.
11. Dimatikan mikroskop jika pengamatan sudah selesai dan dikembalikan mikroskop
pada tempat semula.

b. Cara kerja pemeriksaan telur cacing STH pada suspensi


1. Disiapkan alat dan bahan yang digunakan.
2. Didensifektan meja kerja dengan alkohol kemudian dilap menggunakan tissue.
3. Dimasukan sampel suspensi ke dalam tabung reaksi
4. Dituang larutan Nacl jenuh ke dalam tabung sampai tanda 2,5 ml
5. Dikocok tabung reaksi yang telah berisi suspensi kurang lebih sebanyak 50 kali
6. Diisi tabung dengan larutan Nacl jenuh sampai penuh
7. Diletakan penutup cover glass diatas mulut tabung reaksi dengan hati-hati agar
telur cacing yang terlepas dari suspensi yang mengapung dapat tertempel pada
cover glass.
8. Didiamkan selama 10 menit agar seluruh bagian dapat melekat pada objek glass
yang telah disiapkan.
9. Diamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 10 kali dan 40 kali
10. Dicatat hasil pengamatan dan digambar.
11. Dimatikan mikroskop jika pengamatan sudah selesai dan dikembalikan mikroskop
pada tempat semula.

C. Cara kerja pemeriksaan telur cacing dengan preparat jadi


1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan .
2. Dinyalakan mikroskop yang akan digunakan untuk mengamati preparat tersebut.
3. Ditaruh preparat diatas meja mikroskop.
4. Diatur lensa objektif pada pembesaran 10 kali, dicari lapang pandang.
5. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan di pembesaran 40 kali dan langsung diamati
bentuk telur cacing.
6. Dicatat dan digambar hasil yang telah diamati.

D. Cara kerja pemeriksaan telur cacing dengan sampel feses


1. Disiapkan alat dan bahan yang digunakan
2. Didensifektan meja kerja dengan alkohol kemudian dilap menggunakan tissue.
3. Dibersihkan objek glass dengan tissue.
4. Diencerkan feses dengan 1mL akuades.
5. Pada ujung objek glass diberi label identifikasi.
6. Dilidahapikan objek glass dan ose diatas api bunsen.
7. Diteteskan 1 tetes larutan eosin / lugol diatas objek glass.
8. Diambil sampel feses secukupnya dengan ose yang sudah difiksasi diapi bunsen.
9. Dicampurkan sampel feses dengan larutan eosin / lugol hingga merata.
10. Ditutup dengan cover glass. Didensifektan kembali meja kerja.
11. Diamati preparat diatas mikroskop pada pembesaran 10x lalu ke pembesaran 40x.
12. Dicatat hasil pengamatan.
13. Dimatikan mikroskop jika pengamatan sudah selesai dan dikembalikan mikroskop
pada tempat semula.