Anda di halaman 1dari 3

Sel limfosit T CD3+ Dibandingkan orang

Sumber Alasan
pasien LMA sehat
Belum dapat
menjelaskan dengan
Persentase Sel T Tidak Berbeda
Penelitian kali ini pasti karena hanya
CD3+ sel T  - bermakna
memeriksa 1 subset
dari sel T
Menunjukkan adanya
*Rifca LD, 2009 Absolut sel T CD3+ Meningkat reaksi imun aktif,
meskipun gagal
Ditemukannya sel-
sel yang
memproduksi sitokin
Tidak Berbeda (IL-4, IL-10, IL-12 dan IFN-
Panoskaltsis, 2003 Absolut sel T CD3+ ) baik pada orang sehat
bermakna
dan pasien LMA,
menunjukkan aktifitas
sistem imun pada pasien
LMA

1. Pengamatan di sini sesuai dengan reaksi aktif terhadap keganasan yang berusaha, meski
gagal, mengandung penyebarannya daripada gambaran sistem kekebalan anaerob yang
terbakar yang terkait dengan kanker. Temuan ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang
menunjukkan sifat heterogen sel T yang beredar di AML dan bahwa sel-sel ini dapat
diaktifkan melalui ligasi CD3 dan CD28.28 Hipotesis ini selanjutnya didukung oleh temuan
oligoklonalitas populasi sel T di AML.
2. AML. The absolute number of circulating lymphocytes in AML patients at
presentation was not significantly different from that in normal healthy controls. Cells
producing the cytokines IL-4, IL-10, IL-12 and IFN-g were detected in the blood of
normal individuals and were also present in blood from AML patients suggesting that
the immune system in these patients is more activated than was previously thought.3

Sumber Sel limfosit T CD3+ Dibandingkan Alasan Keterangan


T + pasien LMA orang sehat
Penelitian Sel T CD3+ T  + % Tidak Berbeda Pasien tanpa Kegagalan imun-
bermakna stimulasi dan surveilens
belum diterapi melawan tumor

Martin W, Sel T CD3+ T + Meningkat Pemberian Pemberian


2003 stimulasi stimulasi invivo
pamidronate dan meningkatkan
IL-2 (invivo) kadar Sel T CD3+
intravenous T + dalam
pasien LMA darah

Aswald, Sel T CD3+ T + % Menurun Pasien tanpa Kegagalan imun-


2006 stimulasi dan surveilens
belum diterapi melawan tumor
Kami menyelidiki frekuensi absolut sel gd T yang beredar pada pasien AML yang menggunakan
strategi cytometric flow kuantitatif dan menguji fungsi efektor mereka terhadap ledakan AML. Kami
pertama kali memeriksa kadar sel T dalam pasien AML saat diagnosis karena telah disarankan bahwa
frekuensi sel-sel ini berperan dalam keseimbangan antara kesehatan dan penyakit (3,67), dan bahwa
penurunan sel T yang mengekspresikan g / d TCR dapat menyebabkan turunnya tingkat pertahanan
kekebalan tubuh normal (68-70)

Sumber Sel limfosit Dibandingkan orang Alasan Keterangan


T17 pasien sehat
LMA
Penelitian Sek T17 Tidak Berbeda Tidak teraktivasi Aktivitas protumor
bermakna terhambat
Wu P, 2014 Sel T+17 Meningkat Meningkat pada Induksi MDSC
kanker payudara imunosupresif

Sel T gd orang sehat

Sumber Persentase T Alasan Keterangan


terhadap total Sel
limfosit T
Raulet DH, 1989 1%-10% Banyak dijadikan Sampel PBMC
rujukan
Penelitian 19,27% ± 2,746% - Sampel whole blood
Esin S, 1996 Asia nonjepang: Median Antar etnik. Persentase Dipengaruhi: faktor etnik,
9.2% (1,9%- 26,2%) yang berbeda pada etnik paparan infeksi, genetik.
Jepang dan Swedia Sampel PBMC
Parameter Pasien LMA Range normal
N=20
Rerata
3
WBC (x10 /µL) 45,262 4.60 -10.20

Hb (g/dL) 9,643 P 12.9 - 15.9; L 10,8 – 14,2

3 85,071 142 -424.00


Plt (x10 /µL)

Karakteristik sampel Pasien LMA Orang Sehat


n=20 n=11
Jenis Kelamin
• Laki-laki (jumlah (%)) 7 (35%) 5 (46%)
• Perempuan (jumlah (%)) 13 (65%) 8 (54%)
Usia
Median (min – maks) 35 (23 – 75) 31 (26 – 40)
Rerata:
3
45,262 -
WBC (x10 /µL)
Normal: 4.60 -10.20
Hb (g/dL) 9,643 -
Normal: P 12.9-15.9; L 10,8-14,2
3
85,071 -
Plt (x10 /µL)
Normal: 142 -424.00

Rerata hasil pemeriksaan wbc 45,262; Hb 9,643; plt 85,071 pada pasien LMA dewasa