Anda di halaman 1dari 13

Kategori:

PROPOSAL
PROGRAM KOMPETISI BISNIS MAHASISWA INDONESIA
ANGKRINGAN MERDEKA

Diusulkan oleh:
1. Nurul Izzah Aulia 05021281621045/2016
2. Widi Handoko 05021181621013/2016
3. Ayu Della 05021281621091/2016

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2017
Lembar Pengesahan
Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia

1. Judul Usaha : Angkringan Merdeka

1
2. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Nurul Izzah Aulia
b. NIM : 05021281621045
c. Jurusan : Teknologi Pertanian
d. Perguruan Tinggi : Universitas Sriwijaya
e. Alamat Rumah : Palembang
f. No. HP : 0822-8235-7916
g. Alamat e-mail : njzzahaul@gmail.com
3. Anggota Pelaksana Kegiatan : 3 orang
4. Dosen Pembimbing
a. Nama : Ir. Rahmad Hari Purnomo, M.Si.
b. NIP : 196508311985031004
c. Alamat Rumah : Palembang
d. No. Telp. dan HP : 0813-6804-9359
6. Biaya Kegiatan Total
a) Belmawa : Rp 13.428.000,00
b) Sumber Lain :-
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 bulan

Dosen Pendamping Indralaya, 17 November 2017


Ketua Tim Pelaksana

Ir. Rahmad Hari Purnomo, M.Si. Nurul Izzah Aulia


NIP. 196508311985031004 NIM. 05021281621045

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan

Dr. dr. Mohammad Zulkarnain, M.Med.Sc.


NIP. 196109031989031002

DAFTAR ISI

Halaman Sampul.................................................................................1
Halaman Pengesahan..........................................................................2
Daftar Isi..............................................................................................3
Ringkasan............................................................................................4
BAB I PENDAHULUAN

2
Latar Belakang......................................................................................5
Perumusan Masalah..............................................................................5
Tujuan Program.....................................................................................6
Luaran yang Diharapkan.......................................................................6
Manfaat Program..................................................................................6
BAB II GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Analisis Produk.....................................................................................7
Pesaing dan Peluang Pasar....................................................................7
Media Promosi yang digunakan............................................................7
Rencana Produksi .................................................................................8
Analisis Produk atau Operasi................................................................8
BAB III METODE PELAKSANAAN
Pelaksanaan...........................................................................................9
Promosi.................................................................................................9
Pemasaran.............................................................................................9
Evaluasi.................................................................................................10
BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
Anggaran Biaya....................................................................................11
Jadwal Kegiatan....................................................................................13
LAMPIRAN

RINGKASAN
Angkringan Merdeka merupakan tempat makan dengan gaya baru yang
menyediakan menu-menu olahan tempe berdarah, tempe bambu runcing, tempe
rudal, tempe penyet dengan mengusung tema perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Angkringan Merdeka sebagai inovasi baru pengolahan tempe menjadi produk
yang unik, murah, dan kaya gizi. Tujuan yang hendak dicapai dalam jangka
Panjang yaitu menciptakan lapangan kerja baru serta menyejahterakan petani
kedelai dan pembuat tempe kedelai di Indonesia, tidak hanya untuk konsumsi
dalam negeri, namun bisa meningkatkan minat konsumsen di pasaran
mancanegara. Dengan demikian ekspor tersebut dapat meningkatkan pendapatan
negara.
Metode yang akan digunakan dalam pencapaian tujuan yaitu melalui
media promosi pamflet, brosur, media sosial, dan media lainnya seperti dari lisan
masyarakat. Penigkatan produksi mampu dicapai jika konsumen merasa puas
dengan produk dan layanan Angkringan Merdeka. Kepuasan konsumen dapat
dilihat dari evaluasi hasil produksi yang telah di jual. Dengan demikian usaha
Angkringan Merdeka meningkat produksinya dan dapat membuat cabang.

3
\

DISKRIPSI USAHA
1.Latar Belakang
Kebutuhan primer manusia salah satunya adalah makanan, untuk memenuhi
kebutuhan makanan tersebut di masa sekarang ini dituntut adanya inovasi dengan
tetap memperhatikan nutrisi dalam makanan tersebut. Konsumsi makanan dan
minuman sangat tinggi yaitu berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk.
Makanan bermacam-macam jenisnya, baik dari segi harga, bahan, rasa, tampilan
dan sebagainya. Persaingan dalam menjual makanan sangatlah ketat karena
banyaknya inovasi yang muncul dari pemikiran yang kritis dan kreatif oleh
masyarakat yang berjiwa kewirausahaan dan bisnis. Oleh karena itu, sebagai
mahasiswa perlu usaha yang lebih intens untuk menghasilkan produk yang lebih
unik namun tetap memperhatikan nutrisi di dalamnya agar dapat diminati oleh
konsumen.
Pemenuhan kebutuhan makanan masyarakat khususnya di sekitar kota
Indralaya dapat dilakukan dengan membuat suatu angkringan bertema perjuangan
kemerdekaan dan menyajikan menu-menu berbahan dasar tempe. Tempe dipilih
karena makanan tersebut merupakan makanan asli Indonesia, tempe juga memiliki
kandungan nutrisi yang tinggi. Selain itu, tempe perlu dikembangkan lagi
pengolahannya agar masyarakat menggemari dan bangga mengonsumsi makanan
tradisional Indonesia.

2.Bentuk Usaha dan Jenis Usaha


Usaha ini didirikan sejak bulan Januari 2018 di kota Indralaya kabupaten
Ogan Ilir provinsi Sumatera Selatan. Usaha angkringan tempe merdeka ini

4
merupakan usaha kecil yang dibentuk oleh kelompok mahasiswa jurusan
Teknologi Pertanian. Usaha ini berupa angkringan yang dikelola oleh anggota
kelompok beranggotakan tiga orang mahasiswa. Profit usaha diatur berdasarkan
asas kekeluargaan. Usaha angkringan tempe merdeka adalah usaha penyediaan
produk kuliner untuk memenuhi kebutuhan primer makan masyarakat sekitaran
kota Indralaya khususnya di sekitar kampus. Usaha ini menyediakan menu olahan
tempe yang khas yaitu bola tempe berdarah, tempe bambu runcing, tempe rudal.
PRODUK
1. Keunggulan Produk
Tempe memiliki kandungan gizi yang tidak kalah tinggi dengan daging
ayam dan daging sapi, pengolahannya juga tidak rumit. Alasan lain yaitu
dikalangan masyarakat masih jarang yang mengolah tempe menjadi makanan
dengan ide-ide kreatif dan lebih variatif. Adapun karakteristik dari produk yaitu
tempe berdarah dibuat sebagai wujud kepedulian terhadap perjuangan bangsa
Indonesia, melalui kecintaan terhadap makanan dalam negeri. Tempe dipilih
sebagai bahan utama menu-menu di angkringan merdeka karena bahan baku
mudah didapatan dan dijual secara murah.
Produk yang akan diusung dalam usaha angkringan merdeka adalah tempe
berdarah, tempe bambu runcing, dan tempe rudal. Tempe berdarah adalah tempe
yang telah dibuat menjadi adonan berbentuk bola diisi dengan saus tomat dan saus
cabai, sehingga ketika dimakan akan saus berwarna merah akan keluar.
Keunggulan tempe berdarah dapat dilihat dari segi keunikan nama yang menjadi
daya tarik konsumen untuk mencoba produk ini. Selain itu, adanya isian saus
tomat dan saus cabai didalam bola tempe menjadi kesan unik bagi konsumen saat
menyantapnya karena saus tersebut akan melumer.
Tempe bambu runcing adalah tempe yang diolah menjadi sate dengan tusuk
bambu seperti pada umumnya, namun sate tersebut dari campuan beberapa bahan,
sehingga tidak hanya berupa tempe yang ditusuk kemudian dibakar. Campuran
tersebut dibentuk menjadi adonan kemudian dipanggang menjadi sate.
Keunggulan produk sate bambu runcing terletak pada penggantian daging seperti
daging kambing atau ayam dengan tempe sebagai bahan utamanya, selain itu,
bumbu oles yang digunakan menggunakan rempah-rempah asli.
Tempe rudal merupakan tempe yang diolah menjadi masakan yang pedas
dengan level pedas yang bervariasi. Tempe rudal dibuat dari tempe yang digoreng

5
menggunakan tepung roti dan beberapa campuran rempah, kemudian dihidangkan
dengan saus cabai yang diatur tingkat pedasnya hingga 12 level

2. Potensi Pengebangan Produk


Rasa penasaran masyarakat untuk mencoba hal-hal baru di era modern ini
dapat menjadi peluang besar dalam mengembagnkan usaha angkringan merdeka.
Maka dari itu, produk-produk yang dikembangkan oleh angkringan merdeka
memiliki potensi yang besar untuk diterima oleh pasar. Pengembangan makanan
tradisional menjadi olahan yang unik akan mamacu minat masyarkat untuk
membeli produk. Pengembangan olahan tempe di sekirtaran Indralaya masih
jarang dan muncul anggapan bahwa tempe terkesan sebagai makanan kelas
rendah. Kondisi tersebut dapat menjadi potensi bagi angkringan merdeka untuk
mengembangkan inovasi olahan tempe menjadi produk unggulan dan unik.
Namun bila diperhatikan, pada akhir-akhir ini tren tempe mulai meningkat seiring
dengan kesadaran masyarakat dengan kesehatan dan kebutuhan nutrisi tubuh.
Maka dari itu, mengembangkan produk olahan tempe akan memberikan dampak
positif bagi usaha angkringan merdeka.

PEMASARAN
1. Analisis Pasar
Kondisi masyarakat Indralaya khususnya mahasiswa yang butuh suatu
makanan yang cepat, murah dan tetap bernilai gizi tinggi menjadi suatu potensi
besar dalam pengembangan usaha angkringan merdeka. Angkringan merdeka

6
menyediakan produk olahan tempe dalam varian baru dan unik yang belum ada di
daerah Indralaya dan sekitarnya, hal ini akan menjadi kekuatan bagi usaha
angkringan merdeka.
Bahan baku utama pembuatan tempe adalah kedelai, bahan baku utama ini
sering mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga bahan baku utama akan
mempengaruhi pasokan tempe yang merupakan bahan utama yang digunakan oleh
angkringan merdeka. Kenaikan harga kedelai menyebabkan biaya produksi tempe
meningkat, dengan demikian akan muncul biaya tambahan untuk segi penyediaan
bahan baku. Selain itu, produk-produk yang disajikan oleh angkringan merdeka
lebih dominan hanya diminati oleh kalangan mahasiswa saja karena daya beli
masyarakat Indralaya dan sekitarnya rendah.
Produk-produk yang ada dalam angkringan merdeka dijual dengan harga
yang murah dan seseuai dengan kapasitas seorang mahasiswa. Selain itu karena
usaha semacam ini masih jarang di daerah Indralaya dan sekitarnya maka kedua
hal tersebut akan memberikan kesempatan yang lebih besar untuk dikembangkan.
Tempe hingga kini masih dianggap sebagai makanan yang murahan oleh sebagian
orang. Selain itu, pengolahan dan penyajian tempe oleh kebanyakan masyarakat
masih monoton dan tidak inovatif. Tantangan terbesar dalam usaha ini adalah
mengubah pola pikir masyarakat tentang tempe, yakni meyakinkan bahwa tempe
merupakan makanan yang sehat dan berkualitas.

2. Strategi Pemasaran
Pemasaran produk-produk angkringan merdeka dapat dilakukan dengan
menggunakan media sosial internet, brosur, pamflet dan lisan masyarakat. Namun
yang paling berpengaruh adalah media sosial internet. Media ini dapat
dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan penjualan secara online kepada
konsumen. Mudahnya menggunakan media sosial internet menjadi manfaat bagi
angkringan modern dalam mempromosikan produknya. Selain itu, lisan
masyarakat menjadi saran utama yang dapat digunakan dalam pemasaran produk.

MANAJEMEN DAN ORGANISASI


Usaha dikelola oleh kelompok mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian yang
beranggotakan tiga orang. Usaha angkringan merdeka berbentuk organisasi garis
atau lini sehingga pengelolaan usaha didasarkan atas bentuk kekeluargaan.
Ketua kelompok sebagai pengatur regulasi utama organisasi sekaligus
merangkap sebagai penanggungjawab bidang keuangan, anggota pertama sebagai
penanggungjawab bidang produksi dan anggota kedua sebagai penanggungjawab

7
bidang perdagangan. Penanggungjawab bidang keuangan mengatur keluar
masuknya kas keuangan organisasi, melakukan pembukuan terhadap aliran dana,
dan melakukan pelaporan bulanan. Penanggungjawab bidang produksi
melaksanakan tugas mengontrol jumlah produk yang dibuat setiap hari,
melaporkan jumlah produksi produk, dan melaporkan dana yang dipakai untuk
produksi. Penanggungjawab perdagangan memiliki tugas melaksanakan strategi
pemasaran, melakukan kerjasama dengan pihak eksternal, melakukan promosi
dagang, melaporkan jumlah produk terjual harian dan membuat pembukuan
penjualan produk bulanan.

PERMODALAN
Modal awal didapatkan dari dana pribadi setiap anggota tim untuk memulai
usaha yang berkaitan dengan poduksi dan transportasi yaitu sejumlah Rp
2.020.000,00. Usaha yang pertama tidak menggunakan kios atau ruko melainkan
hanya lapak kecil. Setelah dilaksanakan penjualan produk, maka didapatkan
modal dan keuntungan dari penjualan yang sebelumnya, sehingga didapatkan
dana tambahan untuk kembali melakukan produksi sehingga usaha akan terus
berjalan. Selain dari dana pribadi, modal didapatkan dari pengajuan kepada
pemerintah melalui pengajuan proposal kepada Belmawa, dan melalui pinjaman
atau sejenisnya.

Bulan
Kegiatan
I II III IV
1. Persiapan Program
a. Persiapan Bahan 
b. Persiapan Alat 
c. Persiapan Tempat 
2. Pelaksanaan Program
 
a. Produksi 
b. Promosi 
 
c. Penjualan 

d. Kerjasama dengan pihak lain

8

3. Evaluasi

4. Penyusunan Laporan

Justifikasi Anggaran Program Rencana Bisnis Mahasiswa


1. Peralatan dan Investasi
Harga
Jumlah
Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Satuan
(Rp)
(Rp)
Sewa Tempat
Untuk kegiatan usaha 1 2.000.000 2.000.000
4 bulan
Panci Untuk mamasak 1 150.000 150.000
Kompor Gas Untuk memasak 1 300.000 300.000
Blender Untuk membuat bumbu 1 200.000 200.000
Tabung Gas 3
Untuk memasak 1 200.000 200.000
kg
Sendok Keperluan makan 1 20.000 20.000
Sendok
Alat masak 1 15.000 15.000
Penjepit
Alat masak dan
Mangkok 1 15.000 15.000
keperluan konsumen
Pisau Untuk memasak 1 8.000 8.000
Plastik Es Keperluan konsumen 1 6.000 6.000
Plastik
Keperluan konsumen 1 12.000 12.000
Selongsong
Karet ¼ kg Keperluan konsumen 1 7.000 7.000
Sarung
Tangan Alat masak 1 10.000 10.000
Plastik
Meja dan Keperluan konsumen
7 6.500.000 6.500.000
Kursi dan alat masak
SUB TOTAL (Rp) 9.443.000

2. Bahan Operasional
a. Biaya Tetap
Justifikasi Harga
Jenis Kebutuhan kuantitas Harga
pemakaian Satuan
Karyawan Gaji karyawan 550.000 3 1.650.000
Listrik Voucher PLN 103.000 1 103.000
Isi Ulang Gas 3
Keperluan produksi 22.000 5 110.000
kg
Pulsa Komunikasi dan 102.000

9
promosi
SUB TOTAL (Rp) 1.965.000

b. Biaya Variabel
Justifikasi Harga Kuantita
Komponen Harga Total
pemakaian Satuan s
Tempe Kedelai Produksi produk 3.000 200 bgks 600.000
Telur Ayam Produksi produk 19.000 16 kg 304.000
Tepung Terigu Produksi produk 10.000 7 ½ kg 75.000
Minyak Goreng Produksi produk 15.000 5 liter 75.000
Bawang Putih Produksi produk 15.000 3 kg 45.000
Ketumbar Produksi produk 12.000 2 kg 24.000
Cabai Rawit Produksi produk 60.000 7 kg 420.000
Penyedap Rasa Produksi produk 1.000 70 buah 70.000
Gula Produksi produk 15.000 2 kg 30.000
Garam Produksi produk 3.000 6 bgks 18.000
Merica Produksi produk 20.000 1 kg 20.000
Sabun Cuci Piring Keperluan konsumen 3.000 5 15.000
Tomat Produksi produk 8.000 4 kg 32.000
Bawang Merah Produksi produk 40.000 4 kg 160.000
Tusuk Bambu Produksi produk 7.000 5 bgks 35.000
Plastik Es Produksi produk 6.000 5 pack 30.000

Plastik 5 pack 60.000


Produksi produk 12.000
Selongsong
Karet Gelang Produksi produk 7.000 ¼ kg 7.000

SUB TOTAL (Rp) 2.020.000

10
Daftar Riwayat Hidup Ketua Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa
Indonesia
a. Identitas Diri
Nama Lengkap (dengan Nurul Izzah Aulia
1
gelar)
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Teknik Pertanian
4 NIM 05021281621045
5 Tempat dan Tanggal Lahir Palembang, 25 Agustus 1999
6 Email njzzahaul@gmail.com
7 Nomor Tlp/ HP 0822-8235-7916

b. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD Kartika II-2 SMPN 10 MAN 3
Palembang Palembang Palembang
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk- 2004-2010 2010-2013 2013-2016
Lulus

c. Usaha/Kegiatan yang pernah diikuti


No. Nama Kegiatan Jenis Kegiatan Waktu dan Tempat
1. Workshop KWU Pelatihan Palembang, Desember 2015
MAN 3 Palembang

d. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi)


No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
Penghargaan
1. Juara 1 Robotica Line Pemerintah Provinsi 2016
Follower Contest Sumatera Selatan

11
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa
Indonesia.
Indralaya, 17 November 2017
Ketua Tim Pelaksana

Nurul Izzah Aulia


NIM. 05021281621045
Format Penilaian Proposal Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia
Nilai
No. Kriteria Bobot Skor*
(Bobotxskor)
Deskripsi Usaha:
a. Bahan baku/sumber
b. Proses Produksi
c. Mitra Usaha
1. Produk Barang/Jasa
a. Kreatifitas
b. Inovasi
2. Pemasaran:
a. Jangkauan Pasar
b. Strategi Pemasaran
3. Pengelolaan Usaha
4. Permodalan
5. Keuangan:
a. Cash flow
b. Pertumbuhan dan
keuntungan rata-rata per bulan
a.

Nilai

Keterangan *skor : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
Komentar:
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................

12
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................

......................................., ........................ 2017

Reviewer,

...................................................

13