Anda di halaman 1dari 2

BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Masalah kesehatan gigi dan mulut sudah menjadi perhatian yang sangat penting dalam lingkungan
kesehatan. Beberpa masalah mulut dan gigi dapt terjadi karena kurang menjaga kebersihan mulut
dan gigi. ..........

Menurut WHO........

Di Indonesia .....

Penderita hipertensi memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap penyakit jantung, stroke,
gagal ginjal dan kebutaan. Jika dahulu hipertensi lebih banyak diderita oleh orang lanjut usia,
saat ini semakin banyak kasus hipertensi yang terjadi pada kelompok usia produktif (di
bawah 50 tahun). Mengingat tingginya prevalensi penyakit ini di masyarakat dan sebagian
besar penderita tidak menyadarinya, maka hal ini patut mendapat perhatian lebih dari tenaga
kesehatan, tak terkecuali dokter gigi

Kecemasan yang biasa dialami pasien saat akan menerima perawatan gigi dapat
mempengaruhi tekanan darah. Dengan komunikasi yang terjalin dengan baik antara dokter
gigi dan pasien, diharapkan pasien menjadi tenang dan nyaman. Selain itu, prosedur
perawatan yang memakan waktu mungkin dapat dibagi menjadi beberapa sesi, supaya pasien
tidak duduk terbaring terlalu lama di dental chair.

Pasien dengan hipertensi yang tidak terkontrol beresiko untuk mengalami perdarahan paska
pencabutan gigi. Hal ini berkaitan dengan obat bius yang digunakan umumnya mengandung
vasokonstriktor (agar efek obat bius bertahan lama) yang berefek menyempitkan pembuluh
darah, sehingga tekanan darah semakin meningkat. Hal ini dapat menyebabkan pecahnya
pembuluh darah kecil dan terjadi perdarahan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan
tekanan darah sebelum tindakan pencabutan dilakukan. Jika tekanan darah pasien tinggi,
pencabutan gigi sebaiknya ditunda dan pasien dirujuk ke ahli penyakit dalam terlebih dulu
untuk mengontrol tekanan darah.

Obat-obatan anti hipertensi dapat mempengaruhi kondisi rongga mulut. Beberapa jenis obat
menyebabkan mulut kering dan menimbulkan perubahan sensasi pengecapan, dan obat
lainnya seperti Ca-channel blockers menyebabkan pembesaran dan pembengkakan gusi.
Kurangnya volume air liur pada mulut yang kering dapat menyulitkan saat bicara dan
mengunyah serta mempermudah pertumbuhan bakteri dan jamur. Dengan demikian, selain
kontrol rutin ke ahli penyakit dalam, pasien penderita hipertensi juga perlu mengontrol
kesehatan rongga mulut secara rutin ke dokter gigi. (Mozartha, 2015)

Di Puskesmas Permata Sukarame jumlah penderita yang datang memeriksakan ke unit Kesehatan gig
dan mulut keluhan antara lain gusi bengkak serta karies dentis. dari pre survei yang dilakukan pada
tanggal...............sebanyak 12 penderita dengan usia antara 30 hingga 50 tahun diketahui sebanyak 8
orang merupakan penderita hipertensi yang rutin berobat ke Puskesmas. Dari wawancara yang
dilakukan sebanyak 6 orang penderita hipertensi mengeluh sering mengalami pembengkakan pada
gusi 3 orang mengidap karies dentis dan 3 orang mengatakan sering terasa kering pada bagian
mulutnya.....

Berdasarkan data tersebut maka penulis mengambil judul penelitian Gambaran pengetahuan
penderita hipertensi terhadap kebersihan gigi dan mulut di Puskesmas