Anda di halaman 1dari 6

Immanuel Evaldo (1606838930)

1. Proses Pembuatan Baja

Pada dasarnya baja terbuat dari logam paduan antara logam besi dengan beberapa
elemen lainnya seperti : karbon, mangan, fosfor, sulfur, silicon, oksigen, nitrogen, dan
alumunium. Baja dibuat dari besi kasar (padat maupun cair), besi bekas (skrap), dan
beberapa paduan logam. Berikut ini adalah proses pembuatan baja :

A.ProsesKonvertor
Kovertor merupakan suatu bejana yang terbuat dari pelat baja yang berbentuk bulat
lonjong yang berfungsi mengolah besi menjadi baja.

 Sistem Kerja
a. Memanaskan bahan baku sampai ±1500 derajat Celcius
b. Setelah bahan baku dipanaskan, lalu masukkan bahan baku ke dalam konvertor
dengan ukuran 1/8 dari volume konvertor
c. Setelah dituangkan, lalu menghembuskan oksigen ke dalam konvertor dengan
tekanan udara berkisar 1,5 – 2 atm
d. Setelah 20-25 menit, konvertor diputar balik untuk dikeluarkan hasilnya.

B. Proses Bassemer (asam) dan Thomas (basa)


Proses Thomas disebut juga konverter basa, karena batu tahan apinya yang bersifat basa
yang akan digunakan untuk mengolah besi kasar yang bersifat basa.

 Sistem Kerja
a. Masukkan bahan baku ke dalam konvertor
b. Menghembuskan udara selama 24 menit
c. Saat suhu di atas 1300 derajat Celcius, zat arang akan hilang, fosfor terbakar, dan
menimbulkan panas yang sangat tinggi.
d. Hasil akhir dari konvertor asam ini beruba baja yang berkadar 0,05%-0,6%

Proses Bassemer (asam) menggunakan bahan dasar besi cair (pig iron) hasil dari
pengolahan besi pada proses tanur tinggi.

 Sistem Kerja
a. Masukkan bahan baku ke dalam konvertor
b. Menyemburkan udara panas yang disemburkan dari lubang pipa untuk
mengoksidasi karbon dan zat kotor yang tersisa

C. Proses Siemens Martin


a. Memanaskan gas dan udara atau menambah temperatur dapur
b. Sebagai Fundamen/ landasan dapur
c. Menghemat pemakaian tempat
d. Bisa digunakan baik besi kelabu maupun putih,
e. Besi kelabu dinding dalamnya dilapisi batu silika (SiO2),
f. Besi putih dilapisi dengan batu dolomit (40 % MgCO3 + 60 % CaCO3)

D. Proses Basic Oxygen Furnace


a. Logam cair dimasukkan ke ruang baker (dimiringkan lalu ditegakkan)
b. Oksigen (± 1000) ditiupkan lewat Oxygen Lance ke ruang bakar dengan kecepatan
tinggi. (55 m3 (99,5 %O2) tiap satu ton muatan) dengan tekanan 1400 kN/m2.
c. Ditambahkan bubuk kapur (CaO) untuk menurunkan kadar P dan S.

E. Proses Dapur Kopel


a. Pemanasan pendahuluan agar bebas dari uap cair.
b. Bahan bakar(arang kayu dan kokas) dinyalakan selama ± 15 jam.
c. kokas dan udara dihembuskan dengan kecepatan rendah hingga kokas mencapai 700
– 800 mm dari dasar tungku.
d. besi kasar dan baja bekas kira-kira 10 – 15 % ton/jam dimasukkan.
e. 15 menit baja cair dikeluarkan dari lubang pengeluaran.

F. Proses Dapur Cawan


a. Proses kerja dapur cawan dimulai dengan memasukkan baja bekas dan besi kasar
dalam cawan,
b. kemudian dapur ditutup rapat.
c. Kemudian dimasukkan gas-gas panas yang memanaskan sekeliling cawan dan
muatan dalam cawan akan mencair.
d. Baja cair tersebut siap dituang untuk dijadikan baja-baja istimewa dengan
menambahkan unsur-unsur paduan yang diperlukan
B. Proses Kimia Baja
A. Proses Bessemer

Pada proses ini, besi cair hasil dari tanur sembur dimasukkan ke dalam reaktor
silinder. Udara panas disemburkan dari lubang-lubang pipa untuk mengoksidasi
karbon dan zat pengotor yang masih tersisa.

Persamaannya :


C(s) + O2(g) → CO2(
g)

Si(l) + O2(g) → SiO2
(l)

2Fe(l) + → 2Fe
O2(g) O(l)

Untuk mereduksi kembali FeO yang turut teroksidasi, ditambahkan logam


mangan. Reaksi yang terjadi:


Mn(l) + FeO(l) → (Fe–MnO)(l)
feromangan

C. Jenis Baja di Pasaran

A. Wide Flange ( WF )
Baja Wide Flang atau kebanyakan orang baja WF atau baja H-beam ini biasa
digunakan untuk membuat sebuah kolom , balok , tiang pancang , top & bottom
chord member pada truss , composite beam atau coloum , kanti liverkanopi , dan
masih banyak lagi kegunaan nya. Ada pun istilah lain dalam menyebutkan baja Wide
Flange (WF): IWF, WF, H-Beam, UB, UC, balok H, balok I, balok W.

B. U Channel ( Kanal U , UNP )

Baja Channel atau UNP ini punya kegunaan yang hampir sama dengan baja
WF , kecuali untuk kolom jarang baja UNP ini jarang digunakan karena struktur nya
yang mudah mengalami tekukan disetiap sisi nya. Bukan hanya baja WF yang
mempunya istilah lain baja UNP jug punya istilah lain ini lah istilah lain baja UNP:
Kanal U, U-channel, Profil U

C. C Channel ( Kanal C, CNP )

Baja channel C (CNP) Biasa digunakan untuk : purlin (balok dudukan penutup
atap), girts (elemen yang memegang penutup dinding misalnya metal sheet, dll),
member pada truss, rangka komponen arsitektural. Istilah lain : balok purlin, kanal C,
C-channel, profil C

D. RHS (Rectangular Hollow Section) – cold formed ( Hollow Persegi )

Baja jenis ini biasa digunakan untuk komponen rangka arsitektural (ceiling,
partisi gipsum, dll), rangka dan support ornamen-ornamen non struktural. Ada pun
istilah lain : besi hollow (istilah pasar), profil persegi, profil

E. Steel Pipe ( Pipa Baja, Pipa Hitam, Pipa Galvanis, Pipa Seamless, Pipa Welded )

Penggunaan : bracing (horizontal dan vertikal), secondary beam (biasanya


pada rangka atap), kolom arsitektural, support komponen arsitektural (biasanya
eksposed, karena bentuknya yang silinder mempunyai nilai artistik). Istilah lain : steel
tube, pipa hitam, pipa galvanis
D. Sifat Material baja

Berikut ini adalah jenis baja berdasarkan sifat :

1. Baja Tahan Karat (Stainless Steel)

Sifatnya antara lain:

 Memiliki daya tahan yang baik terhadap panas, karat dan goresan/gesekan
 Tahan temperature rendah maupun tinggi
 Memiliki kekuatan besar dengan massa yang kecil
 Keras, liat, densitasnya besar dan permukaannya tahan aus
 Tahan terhadap oksidasi
 Kuat dan dapat ditempa
 Mudah dibersihkan
 Mengkilat dan tampak menarik

2. High Strength Low Alloy Steel (HSLS)

Sifat dari HSLA adalah memiliki tensile strength yang tinggi, anti bocor, tahan terhadap
abrasi, mudah dibentuk, tahan terhadap korosi, ulet, sifat mampu mesin yang baik dan sifat
mampu las yang tinggi (weldability). Untuk mendapatkan sifat-sifat di atas maka baja ini
diproses secara khusus dengan menambahkan unsur-unsur seperti: tembaga (Cu), nikel (Ni),
Chromium (Cr), Molybdenum (Mo), Vanadium (Va) dan Columbium.

3. Baja Perkakas (Tool Steel)


Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh baja perkakas adalah tahan pakai, tajam atau mudah
diasah, tahan panas, kuat dan ulet.

Kelompok dari tool steel berdasarkan unsur paduan dan proses pengerjaan panas yang
diberikan antara lain:

1. Later hardening atau carbon tool steel (ditandai dengan tipe W oleh AISI), Shock
resisting (Tipe S), memiliki sifat kuat dan ulet dan tahan terhadap beban kejut dan
repeat loading. Banyak dipakai untuk pahat, palu dan pisau.
2. Cool work tool steel, diperoleh dengan proses hardening dengan pendinginan yang
berbeda-beda. Tipe O dijelaskan dengan mendinginkan pada minyak sedangkan tipe
A dan D didinginkan di udara.
3. Hot Work Steel (tipe H), mula-mula dipanaskan hingga (300 – 500) ºC dan
didinginkan perlahan-lahan, karena baja ini banyak mengandung tungsten dan
molybdenum sehingga sifatnya keras.
4. High speed steel (tipe T dan M), merupakan hasil paduan baja dengan tungsten dan
molybdenum tanpa dilunakkan. Dengan sifatnya yang tidak mudah tumpul dan tahan
panas tetapi tidak tahan kejut.
5. Campuran carbon-tungsten (tipe F), sifatnya adalah keras tapi tidak tahan aus dan
tidak cocok untuk beban dinamis serta untuk pemakaian pada temperatur tinggi.

Sumber :
http://www.nafiun.com/2013/08/proses-pembuatan-baja-melalui-proses-bessemer-
dan-perapian-terbuka.html
http://www.gudangmateri.com/2011/01/pengolahan-baja-dengan-konverter.html