Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KLASIKAL

PEMBELAHAN MITOSIS PADA AKAR BAWANG MERAH

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Genetika I


Yang dibimbing oleh Prof. Dr. A. D. Corebima, M.Pd.

Disusun oleh :
Kelompok 7 / Offering A
1. Aprilia Aurely Putri Fauzi (160341606068)
2. Firdaus (160341606021)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
MARET 2018
A. TOPIK
Pembelahan mitosis pada akar bawang merah (Allium cepa L.)
B. TUJUAN
1. Mengetahui fase-fase pembelahan mitosis pada sel-sel akar bawang
merah (Allium cepa L.).
2. Membedakan ciri dari masing-masing fase pembelajahan mitosis.
C. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana fase-fase pembelahan mitosis pada sel-sel akar bawang
merah (Allium cepa L.)?
2. Apa perbedaan ciri dari masing-masing fase pembelajahan mitosis?
D. TANGGAL PRAKTIKUM
9 Maret 2018
E. DASAR TEORI
Kemampuan organisme untuk bereproduksi menghasilkan jenisnya
sendiri adalah salah satu ciri paling baik untuk membedakan makhluk hidup
dari materi tak hidup. Proses pembelahan sel merupakan bagian integral dari
siklus sel (cell cycle), kehidupan sel yang dimulai dari saat pertama kali ia
terbentuk dari sel induk yang membelah hingga pembelahannya sendiri
menjadi dua sel. Meneruskan materi genetik merupakan fungsi krusial
pembelahan sel. Salah satu dari fase siklus sel adalah mitosis. Mitosis
merupakan proses pembelahan nukleus pada sel eukariotik yang
mempertahankan jumlah kromosom dengan cara mengalokasikan
kromosom yang direplikasikan secara sama ke masing-masing nukleus anak
(Reece,2010).
Pada ujung akar banyak ditemukan sel-sel meristem yang aktif
membelah untuk menambah panjang akar sehingga penyerapan air di dalam
tanah bisa maksimal (Setjo, 2004). Pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel
meristem ujung akar adalah pembelahan mitosis. Pembelahan mitosis salah
satunya terjadi pada bawang merah (Allium cepa), khususnya pada bagian
tudung akar yang aktif mengalami pembelahan dalam upaya perpanjangan
akar sebagai upaya memenuhi nutrisi dan air sebagai kebutuhannya.
Menurut Setjo (2004) mitosis terdapat beberapa tahapan-tahapan
yaitu:
a. Interfase: kromosom tidak dapat dibedakan antara satu dengan yang
lainnya, dan nukleus terlihat sebagai gumpalan padat. Ini merupakan tahap
kromosom yang saling aktif dalam fungsi mikanisme fisiologis. Selama
tahap ini, informasi gen dibaca dan ditransisikan untuk mikanisme
biokimia organisme. Kromosom dikelilingi oleh membran nukleus (selaput
inti) yang memisahkan nukleus dari bagian isi sel yang lain (sitoplasma).

b. Profase: kromosom mempersiapkan diri untuk proses pembelahan sel,


dengan jalan melakukan penebalan dan pemendekan kromosom. Kromatid
(yang merupakan duplikasi setengah bagian memanjang kromosom, yang
terjadi dari duplikasi), mulai terlihat. Pada tahap ini nokleolus (anak inti)
yang bundar dan berwarna gelap juga terlihat. Pada titik-titik tertentu
kromosom tersebut saling berpasangan. Proses ini sangat penting dalam
mikanisme pembelahan sel dan penyusun kromosom yang baru.
c. Metafase: ditandai dengan munculnya gelendong pembelahan. Kromosom
menyusun diri secara acak pada satu bidang ekuator atau tengah-tengah sel.
Pada awal fase ini, membran nukleus dan nukleolus lenyap. Sentromer,
suatu daerah vital bagi pergerakan kromosom, melekat pada serabut
gelendong yang bertanggung jawab terhadap arah pembelahan kromosom
selama pembelahan.
d. Anafase: sentromer membelah mengikuti panjang kromosom dan kromatid
mulai bergerak pada serabut gelendong menuju ke kutub-kutub sel
terdekat. Setiap kromatid sekarang dipandang sebagai kromosom-
kromosom yang baru.
e. Telofase: kromosom baru telah menyelesaikan pergerakannya menuju
kutub dan di dalam membran nukleus. Selama tahap ini berlangsung suatu
dinding sel baru mulai terbentuk diantara dua nukleus baru.
Sumber : Reece, 2010
F. ALAT DAN BAHAN
1. Alat :
a. Mikroskop cahaya
b. Kaca Benda
c. Kaca Penutup
d. Silet berkarat dan jarum pentul
e. Pipet tetes
f. Gelas Arloji
g. Pinset
h. Botol vial
2. Bahan :
a. Ujung akar bawang merah (Allium cepa)
b. Alkohol 70%
c. HCl 1N
d. Asetocarmin
e. Larutan FAA
f. Kertas hisap/Tissue
G. PROSEDUR KERJA

Bawang dimasukkan dalam kulkas selama 1 hari

Bawang ditanam dalam medium tanah selama 3 hari. bagian yang tertanam
adalah 1/3 bagian dari bawang

Disiapkan tusuk gigi, wadah berisi air dan bawang dan Ditusuk bagian
bawahnya sehingga terkena air

Akar dipotong pada jam 00.00 sepanjang 1 cm dan dimasukkan kedalam botol
vial yang berisi FAA

Akar diambil dan diletakkan di gelas arloji dan ditambahkan alkohol hingga
terendam selama 2 menit

Alkohol dihisap menggunakan kertas hisap

Ditambahkan HCl selama 7 menit pada akar, setelah itu dihisap

Diambil ujung akarnya jang dicacah dengan silet berkarat hingga halus

Diberi asetocarmin dan ditunggu selama 5 menit

Difiksasi dan dilakukan pengamatan pembelahan mitosis yang terjadi pada


ujung akar bawang merah
H. HASIL PENGAMATAN
No Fase Gambar Keterangan
pembelahan
1. Profase Kromatin berkondensasi
dan nukleolus mulai
lenyap. Walaupun belum
telihat pada mikrograf,
gelendong mitotik mulai
terbentuk
Perbesaran 40x10
Sumber : Reece, 2010
2. Metafase Gelendong telah lengkap
dan semua kromosom
yang melekat pada
mikrotubulus di bagian
kinetokornya berda pada
lempeng metafase

Perbesaran 40x10

Sumber : Reece, 2010


3. Anafase Kromatid dari masing
masing kromosom telah
terpisah, dan kromosom
anakan bergerak ke ujung
ujung sel saat
mikrotubulus kinetokor
memendek

Perbesaran 40x10
Sumber : Reece, 2010
4. Telofase Nukleus anakan mulai
terbentuk. Sementara itu,
sitokinesis mulai;
lempeng sel yang akan
membelah itoplasma
menjadi dua, tumbuh ke
arah tepi sel induk
Perbesaran 40x10

Sumber : Reece, 2010

I. ANALISIS DATA
Pada praktikum pembelahan mitosis pada akar bawang merah,
dilakukan pemotongan tudung akar bawang yang bertujuan untuk
mengetahui fase-fase pembelahan mitosisnya. Praktikum ini dimulai
dengan penanaman akar bawang pada medium tanah selama 3 hari dan
dilanjutkan penanaman akar pada air selama 3 hari, kemudian pada hari ke
6 dilakukan pemotongan akar bawang tepat pukul 12 malam, kemudian
direndam dalam larutan FAA, untuk keesokan harinya di bawa ke
laboratorium untuk dilihat fase-fase pembelahan mitosisnya. Akar yang
telah dipotong diletakkan di kaca benda dan kemudian direndam alkohol
70%, ditunggu selama 2 menit. Setelah itu sisa alkohol dihisap dengan
kertas hisap dan kemudian ditetesi HCl 1 N secukupnya, dan ditunggu
selama 7 menit. Selanjutnya, sisa HCl 1 N dihisap dengan kertas hisap dan
potong ujung akar yang nampak paling putih. Tudung akar yang nampak
paling putih tersebut kemudian dicacah dengan silet yang tumpul dan di
tetesi dengan Asetocarmin 1-2 tetes.Tutup dengan kaca benda kemudian
diamati di bawah mikroskop untuk mencarai fase-fase pembelahan
mitosisnya.
Dari hasil pengamatan diperoleh data berbagai macam fase
pembelahan mitosis yaitu fase profaae yang ditandai dengan warna gelap di
tengah sel, tahap metafase yang terlihat kromosom berjajar pada bidang
ekuator, anafase terlihat kromosom telah menuju ke kutub yang berlawanan,
sedangkan pada tahap telofase sel telah terbelah dengan sempurna.
J. PEMBAHASAN
Mitosis merupakan pembelahan sel yang umumnya terjadi pada sel-
sel yang hidup terutama sel-sel yang sedang tumbuh, dan dan sel-sel ini
umumnya terdapat pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan (Novel,
2010). Penggunaan akar pada praktikum kali ini adalah antara lain karena
akar merupakan salah satu jaringan yang sel-sel penyusunnya adalah sel-sel
somatik, khusus pada ujung akar bersifat meristematik. Hal inilah yang
melatarbelakangi digunakannya akar dalam praktikum mitosis ini
(Margono,1973). Menurut Rindyastuti dan Daryono (2009), lama fase
mitosis secara khusus diatur oleh gen dan bervariasi antara spesies yang satu
dengan spesies lainnya, antara organ yang satu dengan organ yang lainnya
dalam satu spesies, bahkan antara tipe sel satu dengan tipe sel yang lainnya.
Pemotongan tudung akar dilakuakan pada pukul 24.00 WIB.
Menurut Margono (1973) hal ini dikarenakan pada ujung akar bawang
merah banyak sel yang mengalami aktifitas pembelahan dengan rentangan
5 menit sebelum dan sesudah pukul 24 malam sehingga tahap-tahap mitosis
dapat diamati. Kemudian akar difiksasi menggunakan larutan FAA agar sel
tetap terjaga kondisinya dan tidak lisis, penggunaan alkohol untuk untuk
menghilangkan sisa-sisa FAA yang masih terdapat di dalam sel-sel akar
bawang merah. Selain itu perendaman dengan alkohol bertujuan untuk
menyegarkan kembali sel-sel akar bawang yang sudah semalaman
dimasukkan ke dalam botol fial berisi FAA dan mensterilkan akar dari
mikroba dan HCl memudahkan dalam memotong tudung akar bawang
merah (Allium cepa), karena dengan pemberian HCl dapat memperjelas
batas tudung akar dengan sel-sel diatasnya, tudung akar akan terlihat lebih
putih dibandingkan bagian lain dari akar bawang merah (Allium cepa),
pemberian HCl ini juga dapat melunakkan dinding sel sehingga
memudahkan dalam memotong atau mencacah. Kemudian potongan akar
tersebut diberi acetocarmin yang merupakan pewarna dan memiliki fungsi
untuk memberi warna sel-sel akar bawang sehingga mudah untuk diamati.
Selain itu, agar penyerapan warna lebih cepat maka perlu ditambahkan Fe,
yang didapatkan dengan mencacah bahan amatan menggunakan silet
berkarat (Muhlisyah dkk, 2014).
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan tahapan mitosis
yang ditemukan adalah sel-sel yang sedang berada dalam fase profase,
metafase, anafase, dan telofase. Pada fase prosafe terlihat sel dengan bagian
inti yang sudah mulai terakhir seperti benang-benang yang tidak teratur.
Menurut Saktiono (1999) sebenarnya pada fase ini sel sudah
mempersiapkan diri untuk membelah yang ditandai dengan berubahnya
benang-benang kromatid menjadi kromosom dengan satu sentromer, selain
itu dinding inti (nukleus) dan anak inti (nukleolus) menghilang, pasangan
sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kutub
yang berlawanan, dan serat-serat atau benang-benang spindel terbentuk
diantara kedua kutub pembelahan.
Tahap kedua yang ditemukan adalah metafase. Pada sel yang
mengalami tahap metafase, kromosomnya terlihat berjajar. Fase ini sendiri
ditandai dengan kromosom yang tersusun secara acak pada bidang ekuator
atau bagian tengah sel (Tamarin, 2001). Pada awal fase ini, membran
nukleus dan nukleolus lenyap. Sentromer, suatu daerah vital bagi
pergerakan kromosom, melekat pada serabut gelendong yang bertanggung
jawab terhadap arah pembelahan kromosom selama pembelahan (Welsh
dan Mogen 1991).
Tahap ketiga yang telah diamati adalah tahap anafase, dari
pengamatan fase ini memperlihatkan kromosom yang sudah mulai memisah
dan menuju kearah kedua kutub. Saktiono (1999) menjelaskan bahwa
sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing-
masing satu kromatid. Kemudian setiap kromatid berpisah dengan
pasangannya dan menuju ke kutub yang berlawanan. Menurut Snustad
(2012), proses pemisahan dari sister chromatids akan berakhir ketika
microtubul menempel di kinetokor, yang merupakan struktur protein terkait
dengan sentromer kromosom diduplikasi, dan memisah materi yang
menyatukan sister chromatid tersebut,. Suryo (2007) menambahkan bahwa
kinetokor berfungsi dalam pergerakan kromosom sewaktu pembelahan sel.
Tahap terakhir yakni tahap telofase. Pada fase ini dapat teramati
bahwa kromosom baru telah menyelesaikan pergerakannya menuju kutub
dan mulai menyebar di dalam membran nukleus. Selama tahap ini
berlangsung suatu dinding sel baru mulai terbentuk diantara dua nukleus
baru (Wells dan Mogan, 1991). Dalam pengamatan, fase ini terlihat sel yang
memiliki dua inti dengan dinding sel bagian. Jadi, hasil dari pembelahan
mitosis yaitu menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama
dengan jumlah kromosom sel induknya.
K. DISKUSI
1. a. Fungi larutan :
 Acetocarmin : pewarnaan kromosom pada ujung akar bawang
merah
 Alkohol 70% : untuk menghilangkan sisa-sisa FAA yang masih
terdapat di dalam sel-sel akar bawang merah. Selain itu
perendaman dengan alkohol bertujuan untuk menyegarkan kembali
sel-sel akar bawang yang sudah semalaman dimasukkan ke dalam
botol fial berisi FAA dan mensterilkan akar dari mikroba.
 HCl 1N : memudahkan dalam memotong tudung akar bawang
merah (Allium cepa), karena dengan pemberian HCl dapat
memperjelas batas tudung akar dengan sel-sel diatasnya, tudung
akar akan terlihat lebih putih dibandingkan bagian lain dari akar
bawang merah (Allium cepa), pemberian HCl ini juga dapat
melunakkan dinding sel sehingga memudahkan dalam memotong
atau mencacah.
 FAA : untuk memfiksasi sel-sel ujung akar bawang merah sehingga
dalam proses pengamatan nanti masih terlihat utuh dan mencegah
plasmolisis sel.
b. Proses biologis larutan:
Larutan FAA : Pada saat pemotongan dilakukan pada jam 00.00
WIB, larutan FAA akan menghambat atau menahan sel dan
mencegah kondisi sel dari lisis, plasmolisis, dan sebagainya.
Alkohol 70% : Pada saat akar bawang merah direndam dalam
alkohol 70% selama 2 menit, alkohol akan menetralkan kandungan
FAA yang terdapat dalam akar serta mengembalikan kesegaran sel,
selain itu selama perendaman, alkohol juga mensterilkan mikroba
yang mungkin ada dalam akar bawang merah.HCl 1 N akan
memperjelas bagian putih pada tudung akar dan akar bawang yang
direndam dengan HCl akan menjadi lunak. Selain itu, melisiskan
lamela tengah. Acetocarmin : warna merah pada acetocarmin akan
diserap oleh sel-sel akar bawang merah sehingga sel-sel akar
bawang merah yang semula putih akan menjadi berwarna.
c. Alasan penggunaan alkohol 70% karena alkohol dalam konsentrasi
ini merupakan larutan desinfektan terbaik atau sebagai larutan yang
berfungsi membunuh bakteri/ mikroba yang mungkin ada di dalam
akar bawang sehingga nantinya didapatkan bahan amatan yang
steril.
2. a. Alasan penggunaan tudung akar sebagai bahan amatan dikarenakan
bagian tudung akar karena akar bawang memiliki kromosom yang besar,
jumlah kromosomnya tidak terlalu banyak, sehingga lebih
memungkinkan untuk mendapatkan hasil percobaan yang lebih baik,
mudah didapatkan, dan mudah dilakukan (membuat preparat dan
meneliti jaringannya) dan karena akar merupakan salah satu jaringan
yang sel-sel penyusunnya adalah sel-sel somatik, khusus pada ujung
akar terdiri dari sel-sel yang bersifat meristematik, yaitu sel-selnya
selalu aktif membelah, sehingga diharapkan fase-fase mitosis dapat
diamati secara lengkap.
b. Apabila yang dipakai bukan bagian tudung akar melainkan bagian
jaringan yang sudah dewasa maka tidak akan nampak peristiwa mitosis
terjadi.
3. Permasalahan dan solusi :
a. sel-sel penyebarannya banyak yang bertumpuk-tumpuk
Penyebabnya adalah ketidaksesuaian dalam proses mencacah
sehingga jaringan belum sepenuhnya rusak. Solusi yang tepat
adalah dengan memperhatikan apakah cacahan susunan selnya
sudah tipis atau masih terlalu tebal.
b. Warna sel terlalu pekat setelah diwarnai dengan acetocarmin.
Sel menjadi terlalu pekat karena pada saat penggerusan, kaca
penutup ditekan terlalu lemah sehingga acetocarmine banyak
terkumpul di preparat, bisa juga karena pemberian acetocarmine
yang terlalu banyak sehingga warna merah yang diserap sel akar
bawang merah juga menjadi banyak. Solusinya dengan penetesan
acetocarmin sebanyak 1-2 tetes.
c. Warna sel terlalu pucat setelah diwarnai dengan acetocarmin.
Sel menjadi terlalu pucat karena pada saat penggerusan, kaca
penutup ditekan terlalu kuat sehingga acetocarmine banyak yang
keluar dari kaca penutup, akibatnya hanya sedikit acetocarmine
yang diserap oleh sel akar bawang merah.
d. Pada preparat hanya ditemukan beberapa fase saja dari
keseluruhan fase mitosis.
Pada preparat hanya ditemukan beberapa fase dari semua fase
yang ada karena pemotongan tidak dilakukan tepat pada jam
00.00 WIB karena jika dilakukan pemotongan lebih dari pukul
00.00 WIB, maka akan sulit menemukan keempat fase mitosis.
Selain itu, dipengaruhi oleh waktu praktikum yang kurang karena
pengamatan bawang memerlukan waktu lama dan ketelitian yang
tinggi, serta keterbatasan alat seperti mikroskop juga dapat
mengganggu proses menemukan fase mitosis karena konsentrasi
akan terganggu akibat banyak mahasiswa yang menunggu
mikroskop.
4. Alasan mengapa pemotongan akar dilakukan pada jam 00.00 adalah
Pemotongan akar bawang merah dilakukan pada pukul 00.00 WIB,
karena pada waktu ini sel-sel pada daerah meristem titik tumbuh
akar sedang aktif membelah. Hal ini dikarenakan pada ujung akar
bawang merah banyak sel yang mengalami aktivitas pembelahan
dengan rentangan 5 menit sebelum dan sesudah pukul 00.00 WIB.
5. Silet berkarat karena silet berkarat berfungsi untuk mengefektifan
proses penyerapan warna. Seperti kita ketahui dalam karat besi
terdapat Fe Cl2 yang mampu mengoksidasi sehingga mampu
menyerap air pada saat pencacahan dan acetocarmin dapat akan
mudah diserap oleh sel-sel akar bawang merah.
6. Fungsi mitosis terkait pada penggadaan jumlah sel yang berguna
dalam pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Karena
dalam proses mitosis terjadi proses pembelahan inti yang berupa gen,
kromosom, nuklei dan sentromer yang memperbanyak diri, serta
tidak ada perubahan jumlah kromosom maupun perubahan sifat dari
sel induk ke sel anak.
L. KESIMPULAN
M. DAFTAR PUSTAKA
Margono, Hadi. 1973. Pengaruh Colchisin Terhadap Pertumbuhan
Memanjang Akar Bawang Merah (Allium Cepa). Skripsi Tidak
Diterbitkan. Malang: IKIP
Muhlisyah, Cut Muthiadin, Baiq Farhatu, Wahidah, Isna Rasdianah Aziz.
2014. Preparasi Kromosom Fase Mitosis Markisa Ungu (Passiflora
edulis) Varietas Edulis Sulawesi Selatan. Biogenesis Volume 2 2014
Novel SS, Nuswantara S, Syarif S. 2010. Genetika Laboratorium. Jakarta:
Trans Info Media.
Reece et al. 2010.Campbell Biology Tenth Edition. USA : Pearson
Education, Inc
Rindyastuti R dan Daryono BS. 2009. Identifikasi Papasan (Coccinia
grandis (L.) voigt) di Tiga Populasi di Yogyakarta. Jurnal Biologi
Indonesia. vol 6 (1): 131- 142
Saktiyono. 1999. Biologi. Jakarta: Erlangga
Setjo, Susetyoadi. 2004. Anatomi Tumbuhan. Malang: IMSTEP JICA.
Snustad. 2012. Principles of Genetics 6th ed. USA: John Wiley and Sons
publishing
Suryo. 2007. Sitogenetika. Yogyakarta: Gadjah mada University Press.
Tamarin. 2001. Principles of Genetics, Seventh Edition.USA : The
McGraw−Hill Companies
Wells, James.,R Mogen, Johanis.,P. 1991. Dasar Genetika Dan Pemuliaan
Tanaman. Jakarta: Erlangga