Anda di halaman 1dari 15

MATA ACARA 2

RESUME TENTANG PENGENALAN BAHAN PELEDAK, SUMBU LEDAK,


DAN AKSESORIS PELEDAKAN

1. Tujuan Praktikum.
1. Memahami sifat-sifat bahan peledak
2. Memahami tipe dan jenis bahan peledak industri

2. Tuliskan rumus kimia dan menghitung ZOB (Zero Oxygen Balance).


a. Granular Dynamite
Granular Dynamite merupakan bahan peledak kuat yang bentuknya berbutir dan
dicampurkan dengan nitrogliserin di bahan peledak itu sendiri.

NaNO3 + C + S + 2C3H5N3O9 3NH4NO3+NaSO4+ CH8O2+CH2

Berat Molekul (BM) terlebih dahulu :


NaNO3 C S 2 C3H5N3O9
Na = 23 x 1 = 23 C = 12 S = 32 C = 14 x 6 = 72
N = 14 x 1 = 14 H = 1 x 10 = 10
O = 16 x 3 = 48 N = 14 x 6 = 84
O = 16 x 18 = 288
+ + + +
= 85 = 12 = 32 = 454
Jumlah : 85 + 12 + 32 + 454 = 583

Menghitung persentase antara Natrium Nitrat, Karbon, Sulfur dan dengan

Nitrogliserin:
85
NaNO3 = 583 x 100% = 14,58 %
12
C = 583 x 100% = 2,06 %
32
S = 583 x 100% = 5,49%
454
2 C3H5N3O9 = 583 x 100% = 77,87%

Menghitung berat per 6000 kal/kg :


NaNO3 = 0,1458 x 6000 kal/kg = 847,8 kal/kg

C = 0,0206 x 6000 kal/kg = 123,6 kal/kg


S = 0,0549 x 6000 kal/kg = 329,4 kal/kg

2 C3H5N3O9 = 0,7787 x 6000 kal/kg = 4672,2 kal/kg

b. Gelatin Dynamite
Gelatine dynamite, yaitu dinamit dengan komposisi blasting gelatine
(NG dan nitrocellulose) ditambah NaNO3 atau KNO3. Jenis ini lebih
tahan terhadap air.

2C3H5N3O9 + NaNO3
2 C3H5N3O9 NaNO3
C = 14 x 6 = 72 Na = 23 x 1 = 23

H = 1 x 10 = 10 N = 14 x 1 = 14

N = 14 x 6 = 84 O = 16 x 3 = 48

O = 16 x 18 = 288
+
= 454 + = 85
Jumlah : 454 + 85 = 539

Menghitung persentase antara Nitrogliserin, AN dengan FO :


454
2 C3H5N3O9 = 539 x 100% = 84,23%
85
NaNO3 = 539 x 100% = 14,58 %

Menghitung berat per 6000 kal/kg :


NaNO3 = 0,8423 x 6000 kal/kg = 5053,8 kal/kg

2 C3H5N3O9 = 0,1458 x 6000 kal/kg = 574,8 kal/kg

c. Catrige Slurry
Bahan peledak Catridge, digunakan sebagai pembentuk metal
projectile yang berkemampuan tembus atau potong.

d. Emulsi
Bahan peledak emulsi terbuat dari campuran antara fase larutan

oksidator berbutir sangat halus sekitar 0,001 dengan lapisan tipis matrik
minyak hidrokarbonat. Emulsi ini disebut tipe air dalam minyak
hidrokarbonat ditambahkan untuk mempertahankan fase emulsi. Dengan
memperhatikan butiran oksidator yang sangat halus dapat dipahami
bahwa untuk membuat emulsi ini cukup sulit karena untuk mencapai
oxygen balance diperlukan 6% berat minyak di dalam emulsi dan harus
menyelimuti 94% berat butiran.

e. Heavy ANFO
Heavy ANFO merupakan campuran dari pada emulsi dengan ANFO
dengan perbandingan yang bervariasi. Keuntungan dari campuran ini
sangat yang bervariasi sangat tergantung pada perbandingannya,
walaupun sifat tergantung pada perbandingannya, walaupun sifat atau
karakter bawaan dari emulsi dan ANFO tetap mempengaruhinya.

f. Water gel and slurry


Watergel and slurry yaitu campuran oksidator, bahan bakar, dan
pemeka di dalam media air yang dikentalkan, semacam perekat, \sehingga
campuran tersebut berbentuk jeli atau slurrie yang mempunyai ketahanan
terhadap air sempurna. Sebagai oksidator bisa dipakai sodium nitrat atau
ammonium nitrat, bahan bakarnya adalah solar atau minyak diesel, dan
pemekanya bisa berupa bahan peledak atau yang diaduk dalam 15%
media air.

3. Menghitung ZOB (Zero Oxygen Balance).


a. 2Al + 6NH4NO3 + CH2 13H2O + CO2 + 6 N2 + Al203 1310 kal/kg
Berat Molekul (BM) terlebih dahulu :
2Al 6NH4NO3 CH2
Al = 27 x 2 = 54 N = 14 x 12 = 168 C= 12
H = 1 x 24 = 24 H=1x2= 2
O = 16 x 18 = 288
+ + +
= 54 = 480 = 14
54 + 480 + 14 = 548
Menghitung persentase antara Al, AN dengan FO :
54
2Al = 548 x 100% = 9,85 %
480
6NH4NO3 = 548 x 100% = 87,59 %
14
CH2 = 548 x 100% = 2,55 %

Menghitung berat per 6000 kal/kg :


2Al = 0,0985 x 6000 kal/kg = 591 kal/kg
6NH4NO3 = 0,8759 x 6000 kal/kg = 5255,2 kal/kg
CH2 = 0,0255 x 6000 kal/kg = 153 kal/kg

b. 5NH4NO3 + CH2 11H2O + CO2 + 5N2 1310 kal/kg


Jawab :
1) Tentukan Berat Molekul (BM) terlebih dahulu :
5NH4NO3 CH2
N = 14 x 10 = 140 C= 12
H = 1 x 20 = 20 H=1x2= 2
O = 16 x 15 = 240
+ +
= 400 = 14
400 + 14 = 414
2) Menghitung persentase antara AN dengan FO :
400
5NH4NO3 = 414 x 100% = 96,61 %
14
CH2 = 414 x 100% = 3,38 %

3) Menghitung berat per 6000 kal/kg :


5NH4NO3 = 0,9661 x 6000 kal/kg = 5796,6 kal/kg
CH2 = 0,0338 x 6000 kal/kg = 202,8 kal/kg

c. 11NH4NO3 + 2C3H5 (NO3)3 + C6H10O5 12 CO2 + 32H2O + 14N2


1) Tentukan Berat Molekul (BM) terlebih dahulu :
11NH4NO3 2C3H5 (NO3)3 C6H10O5
N = 14 x 22 = 308 C = 12 x 6 = 72 C = 12 x 6 = 72
H = 1 x 44 = 44 H = 1 x 10 = 10 H = 1 x 10 = 10
O = 16 x 33 = 528 N = 14 x 6 = 84 O = 16 x 5 = 80
+ +
O = 16 x 18 = 288
+
= 880 = 454 = 162
880 + 454 + 162 = 1496
2) Menghitung persentase:
880
11NH4NO3 = 1496 x 100% = 58,823 %
454
2C3H5 (NO3)3 = x 100% = 30,345 %
1496
162
C6H10O5 = 1496 x 100% = 10,828 %

3) Menghitung berat per 6000 kal/kg :


5NH4NO3 = 0,5882 x 6000 kal/kg = 3529,2 kal/kg
2C3H5 (NO3)3 = 0,3034 x 6000 kal/kg = 1820,4 kal/kg
C6H10O5 = 0,1082 x 6000 kal/kg = 649,2 kal/kg

4. Tuliskan macam-macam bahan peledak kuat dan lemah.


a. Bahan Peledak Kuat (high Explosive)
Bahan peledak ini memiliki kecepatan reaksi sangat tinggi, yaitu
5.000 – 24.000 fps (1-6 mil perdetik). Tekanan yang dihasilkan juga
sangat tinggi 50.000 – 4.000.000 psi. Sifat reaksinya adalah detonasi,
yaitu penyebaran gelombang kejut (shock wave) sehingga dapat
menghasilkan efek penghancuran (shattering effect).
Bahan Peledak kuat terbagi atas 2 yaitu :
1. Primary explosives, yaitu bahan peledak yang mudah meledak bila
terkena api, benturan, atau gesekan, misalnya PbN6, Hg(ONC)2, yaitu
untuk bahan isi detonator.
2. Secondary explosives , yaitu bahan peledak yang hanya akan meledak
apabila ada ledakan yang mendahuluinya, misalnya ledakan dari
sebuah detonator atau primer. Contohnya adalah TNT (Tri Nitro
Toluene) dan PETN.

Contoh bahan peledak kuat :


1. Nitrogliserin (NG)

Kandungan utama dari bahan peledak ini adalah nitrogliserin,


nitoglikol, nitrocotton dan material selulosa. Kadang-kadang ditambah
juga ammonium atau sodiumnitrat. Nitrogliserin merupakan zat kimia
berbentuk cair yang tidak stabil dan mudah meledak, sehingga
pengangkutannya sangat beresiko tinggi.
Bahan peledak ini mempunyai sifat plastis yang konsisten (seperti
lempung atau dodol), berkekuatan (strength) yang tinggi, densitas tinggi,
dan ketahanan terhadap air sangat baik, sehingga dapat digunakan
langsung pada lubang ledak yang berair. Bahan dikemas (dibungkus) oleh
kertas mengandung polyethylene untuk mencegah penyerapan air dari
udara bebas.
Adapun kelemahan bahan peledak jenis ini :
1) Mengandung resiko kecelakaan tinggi pada saat pembuatan di pabrik
maupun pengangkutan.
2) Sensitif terhadap gesekan, sehingga sangatberbahaya apabila
tertabrak atau tergilas oleh kendaraan.
3) Membuat kepala pusing.
4) Tidak dapat digunakan pada lokasi peledakan yang bertemperatur
tinggi.
5) Biaya pembuatan tinggi.
2. Tri Nitro Toluena (TNT)
TNT adalah senyawa kimia yang spesifik, sementara dinamit adalah
suatu campuran nitrogliserin yang dikompresi menjadi bentuk silinder
dan dibungkus dengan kertas.

Setelah ledakan, TNT terurai sebagai berikut:

2C7H5N3O6 → 3N2 + 5H2O + 7CO + 7C

Reaksi ini eksotermik dengan energi aktivasi yang tinggi. Adanya


karbon pada produk, menyebabkan ledakan TNT memiliki penampilan
jelaga. Dan karena TNT memiliki kelebihan karbon, campuran bahan
peledak yang kaya dengan senyawa oksigen dapat menghasilkan lebih
banyak energi per kilogram dari TNT saja.

3. Penta Erythritol Tetranitrate (PETN)


Pentaeritritol tetranitrate (PETN) sangat terkenal sebagai bahan
peleda karena PETN merupakan salah satu bahan peledak tinggi yang
paling kuat dan dikenal dengan faktor efektivitas relatif dari 1,66. PETN
praktis tidak larut dalam air (0,01 g/100 ml pada suhu 50 ° C), lemah
larut dalam nonpolar umum pelarut seperti hidrokarbon alifatik (seperti
bensin) atau tetrachloromethane , tetapi larut dalam beberapa pelarut
organik lainnya, terutama dalam aseton.
Di lingkungan, PETN mengalami biodegradasi. Beberapa bakteri
denitrate PETN untuk trinitrat dan kemudian dinitrate, yang kemudian
lebih lanjut terdegradasi. PETN memiliki rendah volatilitas dan kelarutan
rendah dalam air, dan karena itu memiliki rendah bioavailabilitas untuk
sebagian besar organisme. Its toksisitas relatif rendah, dan yang
transdermal penyerapan jugatampaknya menjadi rendah. Ini merupakan
ancaman bagi air organisme . Hal ini dapat terdegradasi ke pentaeritritol
oleh besi logam. Senyawa ini dihasilkan oleh reaksi pentaetritiol dengan
konsentrasi asam nitrat. Dalam reaksi ini, membentuk endapan. Mentah
dapat direkristalisasi dari aseton untuk memberikan kristal processable.

C (CH2 OH)4 + 4 HNO3 → C (CH2ONO2) 4+ 4 H2O

PETN diproduksi oleh berbagai produsen sebagai bedak tentang


konsistensi garam popcorn halus,atau bersama-sama dengan nitroselulosa
dan plasticizer sebagai lembar plasticized tipis (misalnya primasheet
1000 atau detasheet). Residu PETN mudah terdeteksi di rambut orang
menanganinya..Retensi residu tertinggi adalah pada rambut hitam;.
beberapa residu tetap ada bahkan setelah dicuci.

4. Dynamit adalah jenis bahan peledak kuat, dengan nitrogleserin (NG)


sebagai bahan dasarnya (explosive base)

b. Bahan peledak lemah (low explosive)


Bahan peledak ini memiliki kecepatan relatif lebih lambat, < 5.000 fps.
Tekanan yang dihasilkan rendah, < 50.000 psi, Tidak seluruh bahan
peledak berubah dari fase padat menjadi fase gas Sifat reaksi deflagrasi,
yaitu tidak menghasilkan gelombang kejut (shock wave) sehingga efek
yang ditimbulkan hanya efek pengangkatan (heaving effect).
Contoh bahan peledak lemah :
1. Black powder

5. Tuliskan macam-macam detonator lengkap dengan kekurangan dan


kelebihannya (sertakan dengan gambar).
1) Detonator listrik (electric detonator)
Kandungan isian pada detonator listrik sama dengan pada detonator biasa
yang membedakan keduanya adalah energi panas yang dihasilkan. Pada setiap
detonator listrik akan selalu dilengkapi dengan dua kawat yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dengan detonator tersebut. Nama kawat tersebut
adalah leg wire. Ujung kedua kawat di dalam detonator listrik dihubungkan
dengan kawat halus (bridge wire) yang akan memijar setelah ada hantaran
listrik. kawat halus diselubungi oleh ramuan pembakar yang secara
keseluruhan disebut fusehead. Apabila pijar dari kawat halus terbentuk, maka
ramuan pembakar langsung terbakar dan timbul energi panas dalam ruang
detonator. Mekanisme peledakan selanjutnya sama seperti pada detonator
biasa.
Keuntungan pemakaian detonator listrik dibanding detonator biasa
adalah:

1) Jumlah lubang yang dapat diledakkan sekaligus relatif lebih banyak


2) Dengan adanya elemen tunda dalam detonator, pola peledakan menjadi
lebih bervariasi dan arah serta fragmentasi peledakan dapat diatur dan
diperbaiki
3) Penanganan lebih mudah dan praktis

Sedangkan kelemahannya terutama dipandang dari sudut keselamatan


kerja peledakan sebagai berikut:
1) Tidak boleh digunakan pada cuaca mendung apalagi disertai kilat, karena
kilatan dapat mengaktifasi aliran listrik, sehingga terjadi peledakan premature.
2) Pengaruh gelombang radio, televisi, dan “arus liar” atau stray currents dan
listrik statis (static electricity) dari dalam bumi serta arus listrik lainnya dapat
pula mengaktifasi aliran listrik pada detonator
3) Membutuhkan peralatan peledakan khusus listrik, yaitu sumber arus listrik,
alat penguji tahanan, dan peralatan listrik lainnya yang tentunya ada biaya
yang harus dikeluarkan.

Gambar 5.1 Detonator Elektrik

2) Detonator Nonel
Alat pemicu nonel (starter non-electric) dinamakan shot gun atau shot
firer atau shot shell primer. Seperti diketahui bahwa sumbu nonel
mengandung bahan reaktif (HMX) yang akan aktif atau terinisiasi oleh
gelombang kejut akibat impact. Alat pemicu nonel dilengkapi dengan peluru
yang disebut shot shell primer dengan ukuran tertentu (untuk buatan ICI
Explosives berukuran No. 209). Shot shell primerdiaktifkan oleh pemicu,
yaitu pegas bertekanan tinggi yang yang terdapat di dalam alat pemicu nonel.

Nonel adalah sejenis detonator non listrik yang penyalaanya


menggunakan sistem ledakan awal atau shock ( kejut ), baik dengan detonator
listrik/biasa, shotgun, atau blasting mechine. Detonator nonel (non-electric)
dirancang untuk mengatasi kelemahan yang ada pada detonator listrik, yaitu
dipengaruhi oleh arus listrik liar, statis, dan kilat serta air. Adapun
keuntungan dari nonel :

a. Relatif aman terhadap kilat.


b. Aman terhadap pengaruh listrik atau gelombang radio.
c. Pipa plastiknya cukup kuat terhadap gesekan dan pukulan, cukup lentur.
Struktur detonator non listrik terdiri dari :

1. Tube/Tabung plastik, yang isian di dalamnya adalah berupa bahan


kimia reaktif terdiri dari jenis HMX.
2. Detonator non lislrik (High Strenght Delay Detonator)
3. Connector
4. Label delay (delay tag)

Detonator ini menggunakan proses transmisi signal energi rendah


gelombang kejut menuju detonator tanpa mempengaruhi bahan peledak yang
digunakan. Transmisi signal terjadi di dalam suatu sumbu (tube) berdiameter
2 – 3 mm terbuat dari semacam lapisan plastik yang pada bagian dalamnya
dilapisi dengan material reaktif yang sangat tipis

Gambar 5.2 Detonator nonel

3) Plain Detonator (Detonator Biasa)


Detonator biasa (plain detonator) adalah jenis detonator yang
penyalaannya dengan api atau panas yang dihantarkan melalui sumbu bakar
jadi boleh dikatakan detonator biasa selalu digunakan bersama-sama dengan
sumbu bakar.
Paduan dari sumbu bakar dan detonator biasa ini adalah yang umum
dipakai di stope tambang bawah tanah karena pada peledakan seperti ini
jumlah lubang relatif sedikit yakni antara 1sampai 10 lubang ledak, serta pola
sambungan sumbu dapat dibuat melingkar atau radikal.

Gambar 5.3 Detonator biasa

Bagian-bagian dari detonator biasa :


a. Ramuan pembakar berfungsi untuk meneruskan nyala api dari sumbu
bakar.
b. Isian utama bagitu tertentu oleh nyala atau panas akan menghasilkan
gelombang sentakan.
c. Isian dasar karena pengaruh dari gelombang sentakan dari isian
utama sehingga isian dasar meledak, dan kemudian menghentak
dinamik atau primer.

Isian dasar biasanya dibuat dari jenis bahan peledak yang peka dan kuat
seperti:
1. PETN ( Pente Erythonatel Tetra Nitrat)
2. TNT (Try Nitro Toulena)
Demikian pekanya isian dari detonator ini sehingga jangan sekali-kali
memadatkan isiannya atau memperlakukan secara kasar bagi mereka yang
bekerja di tbt agar selalu menghindar dari detonator terkena jatuhan benda
keras seperti batu dll. Paduan detonator biasanya dengan sumbu bakar
biasanya dipakai apabila daerah-daerah dimana detonator listrik
dipertimbangkan tidak dapat digunakan.

4) Detonator Elektronik
Komponen elektronik diperkenalkan di dunia inisiasi listrik di akhir
1960-an . Meningkatkan ukuran masing-masing ditembak berubah menjadi
strategis untuk pasar penggagas , untuk detonator listrik untuk dapat bersaing
dengan yang baru diperkenalkan detonator non – listrik .
Detonator elektronik masih didasarkan pada kabel listrik untuk
melakukan sumber energi sinyal inisiasi . ORICA Mining Services , penemu
detonator elektronik nirkabel diresmikan pada awal tahun 2011 , berpura-pura
sekarang untuk mengakhiri dengan kelemahan operasional ini ( potensi
kebocoran , celana pendek , cut- off , sensitivitas elektromagnetik ) dan
akibatnya meningkatkan keselamatan dan profitabilitas tambang .
Perusahaan ORICA membuat detonator dengan merk I-kon TM Digital
Energy system.
I-kon TM Digital Energy system atau yang lebih dikenal dengan sebuan
elektronik detonator merupakan detonator generasi terbaru yang dibuat dan
dirancang sedemikian khusus sebagai penyempurna dari detonator generasi
sebelumya untuk lebih memaksimalkan proses kinerja peledakan.
Elektronik detonator ini memiliki kelebihan diantaranya :
1. Waktu delay detonator : 0-15000 ms dengan beda 1 ms
2. Akurasi : +/- 0.1% dari waktu delay terprogram
3. Memiliki detonator ID khusus
4. Dapat membuat komunikasi dua arah
5. Dapat mencegah terjadinya overlap waktu delay
6. Aman terhadap over voltage, arus liar dan arus statis
7. Memiliki konektor
8. Kemampuan peledakan dari jarak jauh: CEBS (Central Blasting System)
untuk aplikasi Underground dan SURBS (Surface Remote Blasting
System) untuk aplikasi Open Cut.
9. Software SHOTPlus-I & SHOTPlus-I UG terpadu untuk desain peledakan
dan memprogram detonator secara otomatis.
10. Kemampuan pemrograman yang penuh, yang memudahkan pengurangan
inventarisasi dan pemenuhan terhadap peraturan yang disederhanakan.
11. Pilihan premium wire untuk aplikasi yang tinggi permintaannya (i-
kon™ RX)

Dengan menggunakan EDB factor keamanan lebih besar, karena EDB


memungkinkan penembakan detonator dengan peningkatan fragmentasi
batuan dari 10 % sampai 15 %, dan juga memastikan bahwa lubang ledakan
diledakkan dalam akurasi 0,5 milidetik. Dengan penyesuaian terus menerus
dari model prediksi dari waktu ke waktu, kualitas prediksi, misalnya,
fragmentasi, heave dan bentuk dinding, menjadi lebih realistis. Hasil dari
model prediksi kemudian dapat digunakan untuk meningkatkan desain
ledakan dari sistem peledakan elektronik. Beberapa perusahaan pertambangan
menyewa komputer dan perangkat lunak sistem khusus yang digunakan untuk
perencanaan dan menganalisis ledakan sampai waktu sedemikian rupa
sehingga pengembangan program selesai.
Sistem i-kon™ adalah Sistem Peledakan Elektronik yang paling maju di
pasaran yang di desain untuk digunakan pada peledakan yang bernilai tinggi
dan yang kompleks untuk operasi tambang terbuka dan bawah tanah yang
luas. i-kon™ Digital Energy System atau yang lebih dikenal dengan sebutan
elektronik detonator merupakan detonator generasi terbaru yang dibuat dan
dirancang sedemikian khusus sebagai penyempurna dari detonator generasi
sebelumnya untuk lebih memaksimalkan peroses kinerja peledakan.
Gambar 5.4 Detonator Eletronik

6. Tuliskan ayat atau hadist yang berhubungan dengan praktikum.


(QS Al-Anbiya' : 30) Kemudian kita pahami teori Big Bang (Dentuman
Besar) “Seluruh materi dan energi dalam alam semesta pernah bersatu
membentuk sebuah bola raksasa. Kemudian bola raksasa ini meledak
sehingga seluruh materi mengembang karena pengaruh energi ledakan yang
sangat besar.” Kata "ratq" yang di Surat Al-Anbiya 30 diterjemahkan sebagai
"suatu yang padu" digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang
membentuk suatu kesatuan. Ungkapan "Kami pisahkan antara keduanya"
adalah terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul
menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari "ratq".
Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu
peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini. Marilah kita kaji
ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan
bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa")
satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal
peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi
di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk "langit dan
bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal
yang masih berada pada keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak sangat
dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk
"fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan
tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.