Anda di halaman 1dari 111

LAPORAN PRAKTIKUM

MEKANIKA BATUAN (TA-3102)

FAIZ YUDIA ABYAN 12113007

NAJIB MAHWAN NAJAHAH 12113026

SUNDHARSEN LIUNARDI 12113035

FARAH RIZKA RAHMATIA 12113044

MARSHEL EMMANUELLE 12113048

M. SOFYAN 12113057

RIDWAN SYARIF 12113066

RAYMON YOHANES 12113076

ONRIA MUKHLIS 12113087

NINDYA ADITA SARI 12113096

ASISTEN :

ADHYTIA RIAN PRATAMA 12112064

ADHITYA BARKAH ARVI 12112080

LABORATORIUM GEOMEKANIKA DAN PERALATAN TAMBANG


PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK PERTAMBANGAN DAN PERMINYAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2015
KATA PENGANTAR

Keilmuan Geomekanika merupakan salah satu elemen penting dalam aktivitas


pertambangan. Melalui pemahaman geomekanika, dapat dilakukan perancangan,
perencanaan, dan pelaksanaan operasi tambang yang aman, efektif, dan efisien dengan
analisis terhadap kekuatan suatu struktur batuan atau konstruksi dalam bidang pertambangan.
Dalam praktiknya, analisis geomekanika dapat dilakukan baik di laboratorium maupun di
lapangan. Dibutuhkan pemahaman yang komprehensif terhadap keilmuan geomekanika,
seperti pemahaman mengenai mekanika batuan, kekuatan struktur, atau kestabilan lereng.

Dalam rangka memberikan pemahaman akan keilmuan geomekanika kepada


mahasiswa, maka dengan diselenggarakannya kegiatan praktikum mata kuliah Mekanika
Batuan (TA3102) merupakan salah satu upaya untuk memberikan pemahaman mendasar
serta mengaplikasikan teori mengenai Mekanika Batuan yang telah didapatkan di ruang kelas.
Adapun praktikum yang telah dilaksanakan selama satu minggu penuh, telah menghasilkan
pemahaman-pemahaman yang spesifik mengenai uji-uji yang dilakukan dalam keilmuan
geomekanika, terutama mekanika batuan. Pemahaman tersebut kami buktikan salah satunya
melalui laporan praktikum yang kami susun ini, agar suatu saat dapat menjadi referensi dan
arsip untuk kepentingan ilmiah.

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
serta hidayah-Nya, sehingga penyusunan Laporan Praktikum Mekanika Batuan ini dapat
terselesaikan dengan baik tanpa kendala. Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Praktikum
Mekanika Batuan ini adalah untuk melengkapi persyaratan praktikum kami. Adapun
penyusunan Laporan Praktikum Mekanika Batuan ini berdasarkan data-data yang diperoleh
selama melakukan praktikum langsung di laboratorium, buku – buku pedoman, serta data-
data dan keterangan dari asisten praktikum. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan
Laporan Praktikum Mekanika Batuan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, oleh
karena itu pada kesempatan ini kami pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof.Dr.Made Astawa Rai dan Bapak Dr.Ir.Suseno Kramadibrata, M.Sc.


selaku Dosen mata kuliah Mekanika Batuan (TA3102) yang telah memberikan
banyak pengetahuan mengenai mekanika batuan
2. Asisten Praktikum Mekanika Batuan selaku pembimbing Praktikum Mekanika
Batuan yang telah membimbing kami selama melaksanakan praktikum.
3. Rekan-rekan kelompok minggu kelima praktikum Mekanika Batuan yang telah
membuat suasana praktikum yang menyenangkan dan saling membantu satu
dengan yang lainnya.
4. Para pegawai laboratorium Mekanika Batuan yang telah membantu keberjalanan
praktikum Mekanika Bauan
5. Pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan, terima kasih atas bantuan dan doa
restu yang berhubungan dengan Praktikum Mekanika Batuan.

Akhirnya, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan Praktikum Mekanika


Batuan masih banyak kekurangan. Karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, untuk
itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan
Laporan Praktikum Mekanika Batuan ini kedepannya. Demikian kata pengantar ini kami
buat, semoga dapat bermanfaat, khususnya bagi diri pribadi kami sendiri dan pembaca pada
umumnya. Kami berharap laporan ini dapat berguna sebagai arsip dan referensi ilmiah di
kemudian hari.

Terima kasih.

Bandung, 23 November 2015

Hormat kami,

Kelompok Praktikum Minggu-5


DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
BAB I

UJI SIFAT FISIK

1.1 Tujuan
Praktikum uji sifat fisik bertujuan untuk mendapatkan sifat-sifat fisik dari sebuah sampel
batuan di laboratorium dengan peralatan yang tersedia.

1.2 Teori Dasar


Batuan memiliki sifat-sifat tertentu yang dalam mekanika batuan dikelompokkan menjadi
dua kelompok besar, yaitu sifat fisik dan sifat mekanik. Uji sifat fisik dilakukan dengan
melakukan uji non destructive test, yakni uji yang dilakukan tanpa merusak sampel
batuan. Parameter yang umum pada sifat fisik antara lain bobot isi, berat jenis, porositas,
absorpsi dan void ratio.
Pengujian sifat fisik batuan mencakup hal-hal sebagai berikut, antara lain :
 Bobot isi asli (Natural Density)
 Bobot isi kering (Dry Density)
 Bobot isi jenuh (Saturated Density)
 Berat jenis semu (Apperent Specific Gravity)
 Berat jenis sejati (True Specific Gravity)
 Kadar air asli (Natural Water Content)
 Kadar air jenuh (Saturated Water Content)
 Derajat kejenuhan (Degree of Saturation)
 Porositas (n)
 Void ratio (e)

1.3 Alat dan Bahan


1. Timbangan.
2. Oven.
3. Desikator dan Pompa.
4. Bak Air .
5. Air.
1.4 Langkah Kerja
1. Siapkan contoh batuan yang akan dipreparasi.
2. Penimbangan berat contoh batuan natural : Wn.
3. Kemudian contoh batuan dimasukkan kedalam desikator.
4. Persiapan :
 Desikator dibersihkan kemudian bibir dan bibir tutupnya diolesi vaselin.
 Contoh batuan dimasukkan ke dalam desikator dengan hati-hati.
5. Isi desikator dengan air hingga penuh dan udara dalam desikator dihisap dengan
bantuan pompa vakum sampai tidak ada gelembung udara yang keluar dari contoh
batuan.
6. Penimbangan berat contoh batuan jenuh : Ww (Setelah contoh batuan dijenuhkan
dengan air di dalam desikator yang hampa udara selama 24 jam).
7. Penimbangan berat contoh batuan jenuh tergantung di dalam air : Ws.
8. Penimbangan berat contoh batuan kering : Wo (Setelah contoh batuan dikeringkan di
dalam oven selama 24 jam pada termperatur oven ± 90oC).

1.5 Rumus Perhitungan


Wn
1. Natural density = (Ww−Ws)
Wo
2. Dry density = (Ww−Ws)
Ww
3. Saturated density = (Ww−Ws)
Wo
(Ww−Ws)
4. Apparent specific gravity = Bobot Isi Air
Wo
(Wo−Ws)
5. True specific gravity = Bobot Isi Air
(𝑊𝑛−𝑊𝑜)
6. Natural water content = [ ] × 100%
𝑊𝑜
(𝑊𝑤−𝑊𝑜)
7. Saturated water content = [ ] × 100%
𝑊𝑜
(𝑊𝑛−𝑊𝑜)
8. Degree of saturation = [(𝑊𝑤−𝑊𝑜)] × 100%
(𝑊𝑤−𝑊𝑜)
9. Porositas (n) = [ (𝑊𝑤−𝑊𝑠) ] × 100%
n
10. Void ratio (e) = (1−n)
1.6 Data Percobaan

Kode Berat Natural Berat Gantung Berat Jenuh Berat Kering


No.
Sample Wn (gr) Ws (gr) Ww (gr) Wo (gr)
1 A-1 420,00 244,10 520,00 425
2 A-2 455,80 264,40 550,20 465,10
3 A-3 464,00 272,80 553,90 472,10
4 B-1 475,70 272,30 550,90 474,60
5 B-2 477,00 270,40 551,80 471,70
6 B-3 474,70 273,00 545,40 475,50
7 C-1 485,80 269,30 550,40 486,30
8 C-2 480,0 265,60 543,10 483,50
9 C-3 490,60 271,70 552,30 492,30
Tabel 1.1 Data Percobaan

1.7 Pengolahan Data

Apparent True Natural Saturated Void


Kode Natural Dry Saturated Degree of Porositas
No. Specific Specific Water Water Ratio
Sample Density Density Density Saturation (n)
Gravity Gravity Content Content (e)
1 A-1 1.522 1.540 1.884 1.540 2.350 -0.012 0.224 -0.053 0.344 0.525
2 A-2 1.595 1.627 1.925 1.627 2.317 -0.02 0.183 -0.109 0.298 0.424
3 A-3 1.651 1.680 1.970 1.680 2.368 -0.017 0.173 -0.099 0.291 0.410
4 B-1 1.707 1.704 1.977 1.704 2.346 0.002 0.161 0.014 0.274 0.377
5 B-2 1.695 1.676 1.961 1.676 2.343 0.011 0.167 0.066 0.285 0.398
6 B-3 1.743 1.746 2.002 1.746 2.348 -0.002 0.147 -0.011 0.257 0.345
7 C-1 1.728 1.730 1.958 1.730 2.241 -0.001 0.132 -0.008 0.228 0.295
8 C-2 1.730 1.742 1.957 1.742 2.219 -0.007 0.123 -0.059 0.215 0.274
9 C-3 1.748 1.754 1.968 1.754 2.232 -0.003 0.122 -0.028 0.214 0.272

Tabel 1.2 Pengolahan Data

1.8 Analisis dan Pembahasan

Dari tabel pada data hasil pengolahan uji sifat fisik di atas maka dapat diketahui :

 Rata-rata Natural Density : Sampel A < Sampel B < Sampel C


 Rata-rata Dry Density : Sampel A < Sampel B < Sampel C
 Rata-rata Saturated Density : Sampel A < Sampel C < Sampel B
 Rata-rata Apparent Spesific Gravity : Sampel A < Sampel B < Sampel C
 Rata-rata True Spesific Gravity : Sampel C < Sampel A < Sampel B
 Rata-rata Natural Water Content : Sampel A < Sampel C < Sampel B
 Rata-rata Saturated Water Content : Sampel C < Sampel B < Sampel A
 Rata-rata Degree of Saturation : Sampel A < Sampel C < Sampel B
 Rata-rata Porositas : Sampel C < Sampel B < Sampel A
 Rata-rata Void Ratio : Sampel C < Sampel B < Sampel A

Dapat disimpulkan bahwa nilai porositas berbanding lurus dengan void ratio. Serta,
dengan meningkatnya porositas maka kandungan/kadar air dalam batuan akan semakin
tinggi. Hal ini dicerminkan oleh data rata-rata porositas sampel A yang paling besar nilainya,
ikut memiliki kandungan air setelah dijenuhkan yang paling besar pula.

1.9 Kesimpulan dan Saran


Setelah melakukan pengujian dari 9 sampel kita mendapatkan sifat-sifat fisik dari sampel
batuan tersebut :

Apparent True Natural Saturated Void


Kode Natural Dry Saturated Degree of Porositas
No. Specific Specific Water Water Ratio
Sample Density Density Density Saturation (n)
Gravity Gravity Content Content (e)
1 A-1 1.522 1.540 1.884 1.540 2.350 -0.012 0.224 -0.053 0.344 0.525
2 A-2 1.595 1.627 1.925 1.627 2.317 -0.02 0.183 -0.109 0.298 0.424
3 A-3 1.651 1.680 1.970 1.680 2.368 -0.017 0.173 -0.099 0.291 0.410
4 B-1 1.707 1.704 1.977 1.704 2.346 0.002 0.161 0.014 0.274 0.377
5 B-2 1.695 1.676 1.961 1.676 2.343 0.011 0.167 0.066 0.285 0.398
6 B-3 1.743 1.746 2.002 1.746 2.348 -0.002 0.147 -0.011 0.257 0.345
7 C-1 1.728 1.730 1.958 1.730 2.241 -0.001 0.132 -0.008 0.228 0.295
8 C-2 1.730 1.742 1.957 1.742 2.219 -0.007 0.123 -0.059 0.215 0.274
9 C-3 1.748 1.754 1.968 1.754 2.232 -0.003 0.122 -0.028 0.214 0.272

Tabel 1.3 Kesimpulan

Saran untuk uji sifat fisik sampel batuan berikutnya ialah lebih teliti dalam melakukan
pengamatan terutama pada pengamatan yang berhubungan dengan pengukuran berat jenis.

1.10 Daftar Pustaka


 Modul Praktikum Mekanika Batuan
 Rai, Made Astawa, Suseno Kramadibrata dan Ridho Kresna Wattimena. 2011. Catatan
Kuliah TA 311 Mekanika Batuan. Bandung : Penerbit ITB.
 http://www.academia.edu/6471662/Mekanika_batuan
Diakses pada : 24 November 2015
BAB II

UJI SIFAT DINAMIK BATUAN (SONIC VELOCITY TEST)

2.1 Tujuan
2.1.1 Mengukur cepat rambat gelombang ultrasonk pada contoh batuan yang biasanya
dilakukan sebelum uji UCS
2.1.2 Menentukan modulus elastisitas dinamik (E)

2.2 Teori Dasar

Gelombang merupakan suatu getaran mekanik, hal ini dapat dijelaskan dengan karakteristik
gelombang sinusoidal seperti dijelaskan dengan sebuah getaran pada seutas tali yang
bergerak ke arah sumbu x dengan waktu t dan kecepatan v yang berbentuk kurva sinus.

2.2.1 Gelombang longitudinal

Apabila arah pergerakan partikel-partikel medium sama dengan arah penjalaran gelombang.

2.2.2 Gelombang transversal

Arah pergerakan partikel-partikel medium dapat menyudut terhadap arah penjalaran


gelombang.

2.2.3 Gelombang permukaan

Penjalaran gelombang ultrasonik juga sapat terjadi di permukaan medium padatan.


Kedalaman medium padatan yang dipengaruhi oleh gerak geombang adalah kira-kira satu
kali panjang gelombang.

2.2.4 Gelombang ultrasonik

Gelombang ultrasonik termasuk dalam kelompok getaran mekanik yang melibatkan gaya-
gaya mekanik selama melakukan penjalaran dalam suatu medium. Akibatnya gelombang ini
tergantung pada elastisitad medium penjalarannya.

Salah satu sifat dinamik batuan adalah cepat rambat gelombang ultrasonic. Untuk mengukur
cepat rambat gelombang ultrasonik pada contoh batu sebaiknya dilakukan pada contoh
batuan yang diuji kuat tekan dan dilakukan sebelum uji kuat tekan. Prosedur untuk
melakukan uji cepat rambat gelombang ultrasonik merujuk pada ISRM (1981).
Metode yang paling popular dalam pengukuran cepat rambat gelombang ultrasonik adalah
dengan memberikan pulsa pada salah satu ujung contoh batuan dengan transduser kristal
piezoelektrik dan getaran diterima oleh transduser Kristal kedua pada ujung lainnya dari
contoh batuan. Dalam pengujian ini biasanya menggunakan dua macam transduser masing-
masing untuk gelombangprimer (VLp) dan gelombang sekunder (VLs).

Prinsip pengujian ini adalah mengukur waktu yang ditempuh gelombang untuk merambat
melalui contoh batuan menggunakan alat PUNDIT (Portable Unit Non-destructive Digital
Indicated Tester). PUNDIT dapat dihubungkan dengan osiloskop, dan waktu perambatan
gelombang ditentukan dengan mengukur perbedaan phase yang terlihat dalam osiloskop.
Setelah masing-masing Vp dan Vs diperoleh, maka modulus elastic dinamik dan nisbah
poisson dinamik dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Kecepatan rambat gelombang ultrasonik dapat dijadikan indeks derajat retakan atau rekahan
dalam contoh batuan. Lama dan Vutukuri (1978) menemukan bahwa kecepatan rambat
gelombang ultrasonic dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain tipe batuan, komposisi
dan ukuran butir, bobot isi, kandungan air dan porositas, temperatur, dan kehadiran bidang
lemah, anisotropi dan tingkat tekanan.

2.3 Alat dan Bahan


2.3.1 Alat
a) PUNDIT (Portable Unit Non-destructive Digital Indicated Tester)

Gambar 2.1 PUNDIT


b) Jangka sorong

Gambar 2.2 Jangka Sorong


2.3.2 Bahan
a) Pasta atau gemuk

Gambar 2.3 Gemuk


b) Sampel batuan berupa :
Conto batuan A dengan semen : pasir = 1:3
Conto batuan B dengan semen : pasir = 1:1.5
Conto batuan C dengan semen : pasir = 1:1

2.4 Langkah Kerja


a) Mempersiapkan alat uji PUNDIT (Portable Unit Non-destructive Digital Indicated
Tester)
b) Lakukan pengkoreksian atau kalibrasi waktu perambatan pada PUNDIT (Portable
Unit Non-destructive Digital Indicated Tester)
 Luminasi permukaan dan bawah material kalibrasi agar seluruh permukaan
mengalami kontak yang merata dengan transducer
 Tempatkan material yang sudah diketahui waktu perambatan gelombang
primernya diantara transducer
c) Mengukur waktu permabatan gelombang primer pada contoh batuan. Luminasi
permukaan atas dan bawah contoh batuan agar seluruh permukaan mengalami kontak
yang merata dengan transducer
d) Tempatkan contoh batuan diantara transducer
e) Berikan beban rendah pada transducer penerima
f) Hidupkan PUNDIT dan catat waktu perambatan gelombang primer pada display (μ
sec)
2.5 Rumus Perhitungan
2.5.1 Kecepatan rambat gelombang primer (Vp)
𝐿
𝑉𝑝 =
𝑡𝑝

L = Panjang contoh (m)

𝑡𝑝 = Waktu yang dibutuhkan gelombang primer untuk merambat sepanjang


contoh (s)

𝑉𝑝 = Cepat rambat gelombang ultrasonik primer (m/s)

2.5.2 Kecepatan rambat gelombang sekunder (Vs)


𝐿
𝑉𝑠 =
𝑡𝑠

𝑡𝑠 = Waktu yang dibutuhkan gelombang sekunder untuk merambat sepanjang


contoh (s)

𝑉𝑠 = Cepat rambat gelombang ultrasonik sekunder (m/s)

2.5.3 Modulus kekuatan dinamik (modulus geser) G


𝐺 = 𝜌 𝑉𝑠 2

𝜌 = Massa per satuan volume

2.5.4 Nisbah poisson (v)

𝑉𝑠 2
1 − 2 [𝑉𝑝]
𝑣=
𝑉𝑠 2
2 − 2 [𝑉𝑠]
2.5.5 Modulus Young dinamik

𝐸 = 2 × (1 + 𝑣)𝐺

2.5.6 Konstanta Lame

𝜆 = 𝜌 × (𝑉𝑝2 − 2𝑉𝑠 2 )

2.5.7 Modulus ruah

𝜌
𝐾= × (3𝑉𝑝2 − 4𝑉𝑠 2 )
3

2.6 Data Percobaan


2.6.1 Uji cepat rambat gelombang ultrasonik dengan sampel batuan natural

Waktu perambatan
Kode Sampel Panjang (m) Diameter (m) gelombang primer
(tp,S)
A1 0.118092 0.054242 0.0000534
A2 0.122075 0.054367 0.0000554
A3 0.120283 0.054408 0.0000524
B1 0.119325 0.05443 0.0000501
B2 0.120183 0.054867 0.0000513
B3 0.117267 0.054058 0.0000469
C1 0.120075 0.05453 0.0000434
C2 0.1192 0.053692 0.0000428
C3 0.121342 0.053367 0.0000433
Tabel 2.1 Data uji cepat rambat gelombang ultrasonik dengan sampel batuan natural

2.6.2 Uji cepat rambat gelombang ultrasonik dengan sampel batuan ‘saturated’

Waktu perambatan
Kode Sampel Panjang (m) Diameter (m) gelombang primer
(tp,S)
A1 0.118092 0.054242 0.0000534
A2 0.122075 0.054367 0.0000554
A3 0.120283 0.054408 0.0000524
B1 0.119325 0.05443 0.0000501
B2 0.120183 0.054867 0.0000513
B3 0.117267 0.054058 0.0000469
C1 0.120075 0.05453 0.0000434
C2 0.1192 0.053692 0.0000428
C3 0.121342 0.053367 0.0000433
Tabel 2.2 Data uji cepat rambat gelombang ultrasonik dengan sampel batuan ‘saturated’

2.6.3 Uji cepat rambat gelombang ultrasonik dengan sampel batuan ‘dry’

Waktu perambatan
Kode Sampel Panjang (m) Diameter (m) gelombang primer
(tp,S)
A1 0.118092 0.054242 0.0000534
A2 0.122075 0.054367 0.0000554
A3 0.120283 0.054408 0.0000524
B1 0.119325 0.05443 0.0000501
B2 0.120183 0.054867 0.0000513
B3 0.117267 0.054058 0.0000469
C1 0.120075 0.05453 0.0000434
C2 0.1192 0.053692 0.0000428
C3 0.121342 0.053367 0.0000433
Tabel 2.3 Data uji cepat rambat gelombang ultrasonik dengan sampel batuan ‘dry’

2.7 Pengolahan Data


Untuk mendapatkan cepat rambat gelombang, gunakan persamaan :
𝐿
𝑉𝑝 =
𝑡𝑝

2.7.1 Uji cepat rambat gelombang ultrasonik dengan sampel batuan natural

Waktu perambatan
Cepat rambat gelombang primer
Kode Sampel Panjang (m) Diameter (m) gelombang primer
(Vp, m/s)
(tp,S)
A1 0.118092 0.054242 0.0000534 2211.460674
A2 0.122075 0.054367 0.0000554 2203.519856
A3 0.120283 0.054408 0.0000524 2295.477099
B1 0.119325 0.05443 0.0000501 2381.736527
B2 0.120183 0.054867 0.0000513 2342.748538
B3 0.117267 0.054058 0.0000469 2500.362473
C1 0.120075 0.05453 0.0000434 2766.705069
C2 0.1192 0.053692 0.0000428 2785.046729
C3 0.121342 0.053367 0.0000433 2802.355658
Tabel 2.4 Pengolahan data uji cepat rambat gelombang ultrasonik dengan sampel batuan natural

2.7.2 Uji cepat rambat gelombang ultrasonik dengan sampel batuan ‘saturated’

Waktu perambatan Cepat rambat gelombang


Kode Sampel Panjang (m) Diameter (m)
gelombang primer (tp,S) primer (Vp, m/s)
A1 0.118092 0.054242 0.0000534 2211.460674
A2 0.122075 0.054367 0.0000554 2203.519856
A3 0.120283 0.054408 0.0000524 2295.477099
B1 0.119325 0.05443 0.0000501 2381.736527
B2 0.120183 0.054867 0.0000513 2342.748538
B3 0.117267 0.054058 0.0000469 2500.362473
C1 0.120075 0.05453 0.0000434 2766.705069
C2 0.1192 0.053692 0.0000428 2785.046729
C3 0.121342 0.053367 0.0000433 2802.355658
Tabel 2.5 Pengolahan Data uji cepat rambat gelombang ultrasonik dengan sampel batuan ‘saturated’

2.7.3 Uji cepat rambat gelombang ultrasonik dengan sampel batuan ‘dry’

Waktu perambatan
Cepat rambat gelombang primer
Kode Sampel Panjang (m) Diameter (m) gelombang primer
(Vp, m/s)
(tp,S)
A1 0.118092 0.054242 0.0000534 2211.460674
A2 0.122075 0.054367 0.0000554 2203.519856
A3 0.120283 0.054408 0.0000524 2295.477099
B1 0.119325 0.05443 0.0000501 2381.736527
B2 0.120183 0.054867 0.0000513 2342.748538
B3 0.117267 0.054058 0.0000469 2500.362473
C1 0.120075 0.05453 0.0000434 2766.705069
C2 0.1192 0.053692 0.0000428 2785.046729
C3 0.121342 0.053367 0.0000433 2802.355658
Tabel 2.6 Data pengolahan uji cepat rambat gelombang ultrasonik dengan sampel batuan ‘dry’

2.8 Analisis dan Pembahasan


Dilihat dari waktu (tp) dan cepat rambat gelombang primer (Vp), jika dibandingkan
antara sampel batuan A, B dan C maka cepat rambat gelombang primer batuan C >
batuan B > batuan A, hal ini dikarenakan batuan C tersusun dari semen dan pasir dengan
perbandingan semen dan pasir 1:1. Sedangkan perbandingan semen dan pasir pada batuan
B 1:1.5, dan perbandingan semen dan pasir pada batuan A 1:3. Implikasinya adalah
kerapatan batuan C > batuan B > batuan A, sehingga kecepatan gelombang ultrasonic
yang mengalir melalui batuan C > batuan B > batuan A. Semakin banyak jumlah pasir
dengan jumlah semen yang sama, mengakibatkan kerapatan berkurang, sementara kita
tahu bahwa semakin rapat benda maka semakin cepat suatu gelombang mengalir.

Jika kita menganalisis diantara sampel batuan natural, batuan jenuh (saturated) yang
didapat dari perendaman dengan air selama kurang lebih 1 hari , dan batuan kering (dry)
yang didapat dari pemanasan dengan oven dengan suhu 80oC. Cepat rambat gelombang
sampel batuan jenuh (saturated) > batuan kering (dry) > batuan natural. Hal ini
dikarenakan gelombang ultrasonik akan mengalir lebih cepat pada medium yang lebih
rapat. Air memiliki kerapatan lebih besar dibanding udara, sehingga gelombang
ultrasonik yang merambat melalui air lebih cepat dibandingkan udara. Perendaman
sampel batuan di dalam air menyebebkan pori-pori batuan yang sebelumnya terisi udara
akan terisi air, sehingga memiliki kerapatan lebih besar untuk perambatan gelombang
ultrasonik. Pada sampel batuan kering yang telah terpanaskan dengan oven, memiliki
cepat rambat gelombang yang lebih besar daripada sampel batuan dalam kondisi natural.
Hal ini disebabkan karena sampel batuan kering mengalami penyusutan pori-pori selama
proses pemanasan, sehingga pori-pori udara bertambah sempit. Gelombang ultrasonik
mayoritas menjalar melalui bagian sampel yang padat, sehinngga cepat rambat
gelombang pada sampel batuan kering lebih cepat dari sampel batuan dalam keadaan
natural.

2.9 Kesimpulan dan Saran


2.9.1 Kesimpulan

Cepat rambat gelombang ultrasonic pada sampel conto batuan :


Cepat rambat gelombang Cepat rambat gelombang
Cepat rambat gelombang
Kode Sampel primer jenuh (saturated) primer kering (dry) (Vp,
primer natural (Vp, m/s)
(Vp, m/s) m/s)
A1 2211.460674 2211.460674 2211.460674
A2 2203.519856 2203.519856 2203.519856
A3 2295.477099 2295.477099 2295.477099
B1 2381.736527 2381.736527 2381.736527
B2 2342.748538 2342.748538 2342.748538
B3 2500.362473 2500.362473 2500.362473
C1 2766.705069 2766.705069 2766.705069
C2 2785.046729 2785.046729 2785.046729
C3 2802.355658 2802.355658 2802.355658

Tabel 2.7 Kesimpulan cepat rambat gelombang ultrasonic pada sampel batuan

Cepat rambat gelombang primer (Vp), antara sampel batuan A, B dan C maka cepat
rambat gelombang primer batuan C > batuan B > batuan A. Hal ini berhubungan
dengan komposisi semen dan pasir yang menyusun sampel. Semakin banyak semen
atau semakin sedikit pasir mengakibatkan batuan lebih padat sehingga gelombang
mengalir lebih cepat.
Cepat rambat gelombang sampel batuan jenuh (saturated) > batuan kering (dry) >
batuan natural. Hal ini berhubungan dengan sifat medium perambat, semakin rapat
mediumnya maka semakin cepat gelombang mengalir.
Modulus elastitisitas dinamik dapat ditentukan dengan rumus :

𝐸 = 2 × (1 + 𝑣)𝐺

Dengan G adalah modulus geser yang ditentukan dengan rumus :

𝐺 = 𝜌 𝑉𝑠 2

2.9.2 Saran
Saran untuk meminimalisir kesalahan perhitungan dan pengamatan :
a) Selalu mengkalibrasi alat sebelum percobaan dilakukan
b) Selalu mengarsipkan data pengukuran dengan baik, sehingga mudah saat
pembuatan laporan.
2.10 Daftar Pustaka
Modul Praktikum Mekanika Batuan
Rai,M.A.,Kramadibrata,S.,Wattimena,R.K.,.2010.TA 3111 Mekanika Batuan hal.
157-160.Bandung:Penerbit ITB.

http://www.indiamart.com/triflow-india/high-temperature-grease.html diakses
tanggal 24 November 2015
https://id.wikipedia.org/wiki/Jangka_sorong diakses tanggal 24 November 2015
BAB III

UJI KUAT TEKAN

3.1 Tujuan

 Menentukan Unconfined Compressive Strength (UCS) suatu sampel batuan


 Menentukan Young’s Modulus suatu sampel batuan
 Menentukan Poisson’s Ratio suatu sampel batuan

3.2 Teori Dasar

Uji Kuat Tekan (UCS) terhadap suatu contoh batuan berbentuk selinder merupakan
uji sifat mekanik yang paling umum digunakan. Uji kuat tekan uniaksial dilakukan untuk
menentukan kuat tekan batuan (σC), Modulus Young (E), Nisbah Poisson (v), serta kurva
tegangan-regangan. Sampel batuan berbentuk silinder ditekan atau dibebani sampai runtuh.
Perbandingan antara tinggi dan diameter contoh silinder yang umum digunakan adalah 2
sampai 2,5 dengan luas permukaan pembebanan yang datar, halus dan paralel tegak lurus
terhadap sumbu aksis contoh batuan. Dari hasil pengujian akan didapat beberapa data seperti:
kuat tekan batuan (UCS), modulus young, dan nisbah poison.

Menurut International Society Rock Mechanics (ISRM) pada tahun 1981, contoh batu
uji berbentuk silinder dengan L/D bervariasi dari 2,5–3,0 dan sebaiknya diameter contoh batu
uji sekitar 54 mm. Kemudian, kedua muka contoh batu uji harus mencapai kerataan hingga
0,02 mm dan tidak melenceng dari sumbu tegak lurus lebih besar daripada 0,001 radian.
Demikian juga untuk sisi panjangnya harus rata dan bebas dari ketidakrataan shingga
kelurusannya sepanjang contoh batu uji tidak melenceng lebih daripada 0,3 mm.

Agar pengujian kuat tekan pada sebuah contoh batu berbentuk silinder menghasilkan
distribusi tegangan yang merata sepanjang tubuh contoh batu silinder, maka trajektori
tegangan vertikal harus selalu diupayakan tegak lurus terhadap plat penekan. Selain
mengadopsi kerataan dan parallel kedua muka contoh batu uji, maka sebuah spherical seat
diperlukan untuk diletakkan disisi antara plat penekan dengan contoh batu uji. Dua plat baja
penekan dalam bentuk cakram dan mempunyai Rockwell hardness > HRC58 harus
diletakkan antara dua muka sisi contoh batu uji. Diameter kedua plat baja penekan harus
lebih besar minimal 2mm dari pada diameter sampel. Kedua muka pelat baja penekan harus
halus dan rata dengan kekasaran tidak lebih besar daripada 0,005 mm.
Gambar 3.1 Uji kuat tekan Gambar 3.2 Regangan pada UCS

Hasil uji kuat tekan uniaksial yang meiputi pengukuran beban, perpindahan aksial dan
lateral dan dengan memperhitungkan luas kontak dan panjang contoh batuan akan diperoleh
kurva tegangan regangan seperti dibawah ini

Grafik 3.1 Kurva Tegangan Regangan

3.3 Alat dan Bahan

 Mesin tekan “Control”


 Dial gauge
 Jangka sorong
 Stopwatch
 Sampel batuan

3.4 Langkah Kerja

1. Menggunakan safety shoes dan safety glasses.


2. Menyiapkan formulir data untuk pengambilan data secara manual.
3. Menyiapkan sampel uji dengan syarat L/D=2.
4. Melakukan persiapan alat mesin tekan, meletakkan contoh batuan di pusat antara plat
atas dan plat bawah mesin tekan. Contoh batuan diletakkan dengan permukaan bawah
menempel pada plat bawah.
5. Pada mesin tekan dipasang tiga buah dial gauge untuk mengukur deformasi aksial,
lateral 1 dan lateral 2.
6. Pompa dihidupkan, sehingga oli yang bertekanan tinggi akan masuk ke dalam
silinder. Piston dalam silinder bergerak ke bawah sampai permukaan contoh batuan
menyentuh plat tekan bagian atas. Karena kedua permukaan contoh batuan telah
menyentuh plat tekan menyebabkan kenaikan piston terhambat sehingga gaya di
dalam contoh batuan meningkat. Besarnya gaya yang ada di dalam contoh batuan ini
ditransmisikan ke sistem alat pengukur gaya. Lalu mematikan pompa.
7. Mengatur jarum penunjuk pada ketiga dial gauge pada posisi nol.
8. Menghidupkan kembali pompa dan mulai melakukan pembacaan gaya setiap interval
2 kN hingga terjadi failure dan mencatat proses pembebanan deformasi aksial dan
leteralnya.
9. Alat pengukur gaya terdiri dari dua buah jarum penunjuk yaitu jarum hitam dan jarum
merah. Jarum hitam menunjukkan gaya di dala contoh batuan, sedangkan jarum
merah digerakkan oleh jarum hitam. Bila contoh batuan hancur (failure) gaya di
dalam contoh batuan berkurang, jarum hitam akan begerak kembali ke nol dan jarum
merah tertinggal pada skala terakhir yang ditunjukkan jarum hitam. Maka haya
maksimum yang mampu ditahan oleh contoh batuan akan ditunjukkan oleh jarum
merah.
10. Mematikan motor dan mencatat lamanya waktu percobaan. Melakukan cara yang
sama untuk contoh batuan yang lain.

3.5 Rumus Perhitungan

Tujuan utama uji kuat tekan uniaksial adalah untuk mendapatkan nilai kuat tekan dari
contoh batuan. Kuat tekan uniaksial (σc) adalah gambaran dari nilai dari tegangan maksimum
yang dapat ditanggung sebuah contoh batuan sesaat sebelum contoh terebut hancur (failure)
tanpa adanya pengaruh dari tegangan pemampatan. Harga tegangan pada saat contoh batuan
hancur didefinisikan sebagai kuat tekan uniaksial batuan dan diberikan oleh hubungan:

𝐹
σc =
𝐴

σc = Kuat tekan uniaksial batuan (MPa)


F = Gaya yang bekerja pada saat contoh batuan hancur (kN)
A = Luas penampang awal sampel yang tegak lurus arah gaya (mm2)

Modulus Young atau modulus elastisitas adalah kemampuan batuan untuk


mempertahankan kondisi elastisnya . Modulus Young merupakan faktor penting dalam
mengevaluasi deformasi batuan pada kondisi pembebanan yang bervariasi. Nilai modulus
elastisitas batuan bervariasi dari satu contoh batuan dari satu daerah geologi ke daerah
geologi lainnya karena adanya perbedaan dalam hal formasi batuan dan genesa atau mineral
pembentuknya. Modulus elastisitas dipengaruhi oleh tipe batuan, porositas, ukuran partikel,
dan kandungan air. Modulus elastisitas akan lebih besar nilainya apabila diukur tegak lurus
perlapisan daripada diukur sejajar arah perlapisan (Jumikis, 1979).

Pada uji kuat tekan uniaksial, contoh batuan yang diberi tekanan akan mengalami
beberapa tahap deformasi yakni deformasi elastik dan deformasi plastik. Nilai Modulus
Young diturunkan dari kemiringan kurva tegangan–regangan pada bagian yang linier karena
pada saat inilah contoh mengalami deformasi elastis. Persamaan untuk mencari nilai Modulus
Young adalah :

∆𝜎
𝐸= ,
∆𝜖𝑎

E = Modulus elastisitas (MPa)


Δσ = Perubahan tegangan (MPa)
Δεa = Perubahan regangan aksial

Terdapat tiga cara yang dapat digunakan untuk menentukan nilai modulus elastisitas
yaitu:
a. Tangent Young’s Modulus, yaitu perbandingan antara tegangan aksial dengan
regangan aksial yang dihitung pada persentase tetap dari nilai kuat tekan. Umumnya
diambil 50% dari nilai kuat tekan uniaksial.

Grafik 3.2 Modulus Young Tangent


b. Average Young’s Modulus, yaitu perbandingan antara tegangan aksial dengan
regangan aksial yang dihitung pada bagian linier dari kurva tegangan- tegangan.
Grafik 3.3 Modulus young Average
c. Secant Young’s Modulus, yaitu perbandingan antara tegangan aksial dengan regangan
aksial yang dihitung dengan membuat garis lurus dari tegangan nol ke suatu titik pada
kurva regangan-tegangan pada persentase yang tetap dari nilai kuat tekan. Umumnya
diambil 50% dari nilai kuat tekan uniaksial.

Grafik 3.4 Modulus Young Secant


Nisbah Poisson didefinisikan sebagai nilai mutlak dari perbandingan negatif antara
regangan lateral dan regangan aksial. Nisbah Poisson menunjukkan adanya pemanjangan ke
arah lateral (lateral expansion) akibat adanya tegangan dalam arah aksial. Sifat mekanik ini
dapat ditentukan dengan persamaan :

v = |εL/εa|

v = Nisbah Poisson
εl = regangan lateral (%)
εa= regangan aksial (%)

Pada uji kuat tekan uniaksial terdapat tipe pecah suatu contoh batuan pada saat runtuh.
Tipe pecah contoh batuan bergantung pada tingkat ketahanan contoh batuan dan kualitas
permukaan contoh batuan yang bersentuhan langsung dengan permukaan alat penekan saat
pembebanan. Kramadibrata (1991) mengatakan bahwa uji kuat tekan uniaksial menghasilkan
tujuh tipe pecah, yaitu:
a. Cataclasis
b. Belahan arah aksial (axial splitting)
c. Hancuran kerucut (cone runtuh)
d. Hancuran geser (homogeneous shear)
e. Hancuran geser dari sudut ke sudut (homogeneous shear corner to corner)
f. Kombinasi belahan aksial dan geser (combination axial dan local shear)
g. Serpihan mengulit bawang dan menekuk (splintery union-leaves and buckling)

3.6 Data Percobaan

 Sampel Kecil
o Ukuran Sampel
Panjang (mm) Diameter (mm)
Sampel L/D
1 2 3 Mean 1 2 3 Mean
A1 118.100 118.125 118.050 118.092 54.325 54.200 54.200 54.242 2.177
A2 122.050 122.050 122.125 122.075 54.325 54.325 54.450 54.367 2.245
A3 120.050 120.350 120.450 120.283 53.400 55.025 54.800 54.408 2.211
B1 119.325 119.325 119.325 119.325 54.550 54.300 54.450 54.433 2.192
B2 120.250 120.200 120.100 120.183 55.100 54.450 55.050 54.867 2.190
B3 117.275 117.300 117.225 117.267 54.050 54.025 54.100 54.058 2.169
C1 120.100 120.100 120.025 120.075 55.450 54.100 54.050 54.533 2.202
C2 119.125 119.325 119.150 119.200 54.375 53.275 53.425 53.692 2.220
C3 121.350 121.350 121.325 121.342 54.025 54.025 52.050 53.367 2.274
Tabel 3.1 Tabel data ukuran sampel kecil

o Perubahan Panjang Sampel

Sampel A1

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 3 10 0 -10
4 6 25 0 -25
6 11 42 0 -42
8 16 55 0 -55
10 21 67 0 -67
12 26 75 0 -75
14 31 76 5 -81
16 43 76 15 -91
Tabel 3.2 Tabel UCS sampel A1 kecil
Sampel A2

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 5 34 0 -34
4 12 60 0 -60
6 17 70 0 -70
8 22 85 0 -85
10 26 97 0 -97
12 31 107 0 -107
14 36 115 0 -115
16 40 124 0 -124
18 46 134 0 -134
20 54 145 5 -150
Tabel 3.3 Tabel UCS sampel A2 kecil

Sampel A3

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 2 5 0 -5
4 7 25 0 -25
6 12 32 0 -32
8 18 45 0 -45
10 21 55 0 -55
12 25 60 0 -60
14 29 70 0 -70
16 33 77 0 -77
18 38 88 0 -88
20 43 97 0 -97
22 50 111 0 -111
24 60 137 10 -147
Tabel 3.4 Tabel UCS sampel A3 kecil
Sampel B1

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 3 -8 35 -27
4 6 -8 40 -32
6 10 -8 40 -32
8 14 -8 45 -37
10 15 -8 45 -37
12 18 -8 47 -39
14 20 -8 47 -39
16 24 -8 49 -41
18 26 -8 49 -41
20 29 -8 49 -41
22 31 -8 49 -41
24 34 -8 49 -41
26 37 -8 49 -41
28 41 -8 49 -41
30 45 -8 49 -41
32 52 -8 49 -41
34 56 38 70 -108
Tabel 3.5 Tabel UCS sampel B1 kecil

Sampel B2

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 3 -1 0 1
4 9 -1 0 1
6 13 -1 0 1
8 16 -1 0 1
10 19 -1 0 1
12 22 -1 0 1
14 24 -1 0 1
16 26 -1 0 1
18 30 -1 0 1
20 33 -1 0 1
22 35 -1 0 1
24 39 -1 0 1
26 42 -1 0 1
28 48 -1 20 -19
Tabel 3.6 Tabel UCS sampel B2 kecil

Sampel B3

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 5 -10 0 10
4 8 -11 0 11
6 10 -11 0 11
8 13 -12 0 12
10 16 -12 0 12
12 19 -12 0 12
14 22 -12 0 12
16 24 -12 0 12
18 26 -12 0 12
20 29 -12 0 12
22 32 -12 0 12
24 34 -12 0 12
26 36 -12 0 12
28 39 -12 0 12
30 42 -12 -5 17
32 46 -12 -5 17
34 51 -12 -8 20
Tabel 3.7 Tabel UCS sampel B3 kecil

Sampel C1

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 7 25 0 -25
4 14 35 0 -35
6 18 40 0 -40
8 22 43 0 -43
10 26 45 0 -45
12 29 50 0 -50
14 32 60 0 -60
16 34.5 65 0 -65
18 37 70 0 -70
20 40 80 0 -80
22 43 85 0 -85
24 45 90 0 -90
26 49 100 0 -100
28 52 110 0 -110
30 55 118 0 -118
32 60 156 80 -236
Tabel 3.8 Tabel UCS sampel C1 kecil

Sampel C2

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 9 80 -30 -50
4 13.5 105 -30 -75
6 15 128 -50 -78
8 17 140 -64 -76
10 22 140 -64 -76
12 24 140 -64 -76
14 26 142 -64 -78
16 28 148 -64 -84
18 30 148 -64 -84
20 32 150 -64 -86
22 34 162 -64 -98
24 35 170 -64 -106
26 37 172 -64 -108
28 39 175 -64 -111
30 41 178 -64 -114
32 42 180 -64 -116
34 44 182 -64 -118
36 47 185 -64 -121
38 48 187 -64 -123
40 50 189 -64 -125
42 51.5 190 -64 -126
44 53 192 -64 -128
46 55.5 193 -64 -129
48 57 195 -64 -131
50 59 197 -64 -133
52 61 200 -64 -136
54 64 202 -64 -138
56 68 212 -64 -148
Tabel 3.9 Tabel UCS sampel C2 kecil
Sampel C3

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 2 8 0 -8
4 4.5 24 0 -24
6 8 35 0 -35
8 11 47 0 -47
10 14 52 0 -52
12 16 60 0 -60
14 19 63 0 -63
16 21 67 0 -67
18 23 71 0 -71
20 25 74 0 -74
22 27 75 0 -75
24 28.5 75 0 -75
26 31 75 0 -75
28 32.5 75 0 -75
30 34 75 0 -75
32 36 75 0 -75
34 38 75 0 -75
36 39.5 75 0 -75
38 41 75 0 -75
40 43 75 0 -75
42 45 75 0 -75
44 46 75 0 -75
46 48 75 0 -75
48 50 75 0 -75
50 52 75 8 -83
52 54 75 15 -90
54 56 75 20 -95
56 58 75 60 -135
Tabel 3.10 Tabel UCS sampel C3 kecil

o Sampel Besar
 Ukuran Sampel

Panjang (mm) Diameter (mm)


Sampel L/D
1 2 3 Mean 1 2 3 Mean
A1 168.700 168.750 168.650 168.700 81.050 82.300 81.150 81.500 2.070
A2 164.450 164.350 164.550 164.450 82.200 81.225 82.400 81.942 2.007
A3 168.350 168.450 168.525 168.442 81.300 81.200 81.300 81.267 2.073
B1 169.650 169.750 170.400 169.933 82.100 82.225 82.300 82.208 2.067
B2 170.300 171.375 171.000 170.892 82.050 81.175 81.400 81.542 2.096
B3 168.025 168.100 168.025 168.050 81.375 81.300 81.300 81.325 2.066
C1 168.350 168.025 167.750 168.042 82.050 81.025 80.350 81.142 2.071
C2 166.100 166.325 166.100 166.175 82.025 82.050 81.400 81.825 2.031
C3 170.400 169.800 170.100 170.100 81.300 81.250 81.350 81.300 2.092
Tabel 3.11 Tabel data ukuran sampel besar

 Perubahan Panjang Sampel


Sampel A1

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 2 1 2 -3
4 5 1 -2 1
6 7 1 -2 1
8 10 1 -2 1
10 12 1 -2 1
12 15 1 -2 1
14 17 1 7 -8
16 19 1 7 -8
18 21 1 10 -11
20 23 1 11 -12
22 25 1 15 -16
24 27 1 15 -16
26 29 1 20 -21
28 31 1 23 -24
30 33 1 30 -31
32 36 -12 34 -22
34 38 -12 38 -26
36 40 -12 42 -30
38 42 -14 42 -28
40 43 -14 42 -28
42 45 -14 42 -28
44 47 -25 42 -17
46 49 -26 42 -16
48 51 -27 42 -15
50 53 -28 42 -14
52 56 -28 46 -18
54 58 -28 50 -22
56 60 -34 56 -22
58 63 -45 64 -19
60 65 -50 66 -16
62 68 -50 70 -20
64 70 -62 75 -13
66 73 -62 80 -18
68 76 -64 98 -34
70 80 -79 125 -46
72 84 -95 175 -80
74 95 -112 174 -62
Tabel 3.11 Tabel UCS sampel A1 besar

Sampel A2

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 1 0 15 -15
4 3 0 50 -50
6 5 0 75 -75
8 7 0 95 -95
10 9 0 110 -110
12 11 0 125 -125
14 13 0 140 -140
16 15 0 150 -150
18 18 0 155 -155
20 20 0 168 -168
22 22 0 170 -170
24 23 0 184 -184
26 25 0 189 -189
28 27 0 190 -190
30 30 0 191 -191
32 32 0 193 -193
34 34 0 197 -197
36 36 0 197 -197
38 38 0 197 -197
40 41 0 197 -197
42 43 0 197 -197
44 46 0 197 -197
46 48 0 197 -197
48 51 0 200 -200
50 53 0 256 -256
52 56 0 265 -265
54 59 0 270 -270
56 62 0 280 -280
58 66 0 285 -285
60 69 0 287 -287
62 73 0 350 -350
64 79 10 370 -380
Tabel 3.12 Tabel UCS sampel A2 besar

Sampel A3

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 1 0 0 0
4 2 0 5 -5
6 4 5 15 -20
8 6 10 28 -38
10 9 20 45 -65
12 10 21 58 -79
14 13 25 73 -98
16 15 26 82 -108
18 17 30 92 -122
20 18 30 100 -130
22 20 30 108 -138
24 22 30 114 -144
26 24 30 113 -143
28 26 30 115 -145
30 28 30 123 -153
32 30 30 130 -160
34 32 30 135 -165
36 34 30 145 -175
38 36 30 153 -183
40 38 30 162 -192
42 40 30 165 -195
44 42 30 167 -197
46 44 30 172 -202
48 46 30 182 -212
50 49 30 187 -217
52 52 30 193 -223
54 54 30 195 -225
56 58 30 206 -236
58 61 30 222 -252
60 65 30 243 -273
Tabel 3.13 Tabel UCS sampel A3 besar

Sampel B1

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 2 0 30 -30
4 4 5 60 -65
6 5 20 75 -95
8 9 30 85 -115
10 11 35 103 -138
12 13 37 120 -157
14 14 40 130 -170
16 16 40 135 -175
18 17 41 145 -186
20 19 43 150 -193
22 20 44 165 -209
24 21 44 170 -214
26 23 44 180 -224
28 25 44 192 -236
30 27 44 203 -247
32 28 44 206 -250
34 30 44 211 -255
36 32 44 220 -264
38 34 44 224 -268
40 35 44 224 -268
42 37 44 226 -270
44 38 44 230 -274
46 40 44 235 -279
48 42 44 235 -279
50 43 44 235 -279
52 45 44 235 -279
54 47 44 236 -280
56 49 44 240 -284
58 51 44 240 -284
60 53 44 240 -284
62 54 44 240 -284
64 56 44 240 -284
66 58 44 240 -284
68 60 44 242 -286
70 63 50 242 -292
72 65 56 242 -298
74 68 56 242 -298
76 70 56 242 -298
78 73 68 242 -310
80 76 69 242 -311
82 80 79 242 -321
84 85 89 242 -331
86 94 125 242 -367
Tabel 3.14 Tabel UCS sampel C3 besar

Sampel B2

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 2 4 0 -4
4 5 4 0 -4
6 8 4 0 -4
8 11 46 6 -52
10 13 62 20 -82
12 15 72 30 -102
14 17 78 40 -118
16 20 78 53 -131
18 22 78 60 -138
20 23 78 70 -148
22 25 78 79 -157
24 26 78 88 -166
26 28 78 97 -175
28 30 78 105 -183
30 31 78 110 -188
32 33 78 114 -192
34 34 78 118 -196
36 36 78 121 -199
38 37 78 123 -201
40 39 78 130 -208
42 40 78 130 -208
44 42 78 130 -208
46 43 78 130 -208
48 45 78 135 -213
50 46 78 135 -213
52 48 78 135 -213
54 49 78 135 -213
56 51 78 140 -218
58 53 78 140 -218
60 54 72 140 -212
62 56 72 140 -212
64 57 72 147 -219
66 59 72 151 -223
68 61 72 155 -227
70 62 72 156 -228
72 64 72 157 -229
74 66 71 159 -230
76 68 71 160 -231
78 69 71 165 -236
80 72 71 165 -236
82 74 71 172 -243
84 76 71 172 -243
86 78 71 182 -253
88 82 71 193 -264
90 84 71 201 -272
92 86 71 210 -281
94 90 71 222 -293
Tabel 3.15 Tabel UCS sampel B2 besar

Sampel B3
Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 13 58 0 -58
4 18 85 -2 -83
6 23 103 -2 -101
8 26 118 -2 -116
10 29 129 -2 -127
12 32 138 -2 -136
14 35 140 -2 -138
16 36 150 -2 -148
18 39 155 -2 -153
20 41 155 2 -157
22 43 162 10 -172
24 45 162 13 -175
26 47 162 20 -182
28 49 162 26 -188
30 51 162 31 -193
32 53 162 35 -197
34 55 162 39 -201
36 57 162 42 -204
38 59 162 42 -204
40 61 162 42 -204
42 63 162 48 -210
44 64 162 48 -210
46 66 162 48 -210
48 69 162 48 -210
50 71 162 48 -210
52 73 162 48 -210
54 75 165 48 -213
56 77 166 48 -214
58 79 166 48 -214
60 81 166 48 -214
62 84 166 48 -214
64 86 166 48 -214
66 89 166 48 -214
68 92 175 51 -226
70 95 183 57 -240
72 98 190 65 -255
74 102 200 65 -265
76 108 216 86 -302
Tabel 3.16 Tabel UCS sampel B3 besar

Sampel C1

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 1 0 8 -8
4 2 -2 35 -33
6 4 -12 70 -58
8 6 -28 100 -72
10 7 -40 125 -85
12 8 -57 144 -87
14 9 -64 159 -95
16 10 -82 172 -90
18 11 -95 188 -93
20 12 -120 210 -90
22 13 -138 232 -94
24 14 -142 247 -105
26 15 -156 263 -107
28 16 -165 280 -115
30 17 -169 295 -126
32 19 -178 310 -132
34 20 -190 320 -130
36 20.5 -195 328 -133
38 21.5 -195 339 -144
40 22.5 -205 342 -137
42 23.5 -214 353 -139
44 24 -229 356 -127
46 25 -232 362 -130
48 26 -234 374 -140
50 27 -234 378 -144
52 28.5 -242 381 -139
54 29 -254 388 -134
56 30.5 -254 392 -138
58 31 -260 397 -137
60 32.5 -260 406 -146
62 33 -265 412 -147
64 34.5 -265 417 -152
66 35 -275 417 -142
68 36 -279 425 -146
70 37.5 -280 425 -145
72 38.5 -290 430 -140
74 39.5 -290 440 -150
76 40 -290 442 -152
78 42 -290 442 -152
80 43 -290 446 -156
82 44 -290 455 -165
84 45 -290 455 -165
86 46 -305 462 -157
88 47 -305 462 -157
90 49 -309 466 -157
92 50 -309 471 -162
94 51 -309 476 -167
96 52 -310 480 -170
98 53 -310 487 -177
100 54 -310 490 -180
102 55 -315 495 -180
104 57 -325 495 -170
106 59 -335 506 -171
108 60 -340 510 -170
110 61 -345 513 -168
112 62 -350 517 -167
114 63 -350 521 -171
116 64 -350 527 -177
118 65 -355 532 -177
120 66 -355 542 -187
122 68 -360 550 -190
124 70 -370 555 -185
126 72 -370 557 -187
128 75 -370 561 -191
130 77 -370 576 -206
132 80 134 600 -734
Tabel 3.17 Tabel UCS sampel C1 besar

Sampel C2

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 4 0 0 0
4 7 4 1 -5
6 9 54 9 -63
8 11 52 22 -74
10 13 56 35 -91
12 15 56 50 -106
14 16 60 66 -126
16 18 61 79 -140
18 19 61 90 -151
20 21 62 105 -167
22 22 62 115 -177
24 23 62 125 -187
26 25 62 133 -195
28 26 62 144 -206
30 27 62 151 -213
32 29 62 159 -221
34 31 62 166 -228
36 32 62 170 -232
38 33 62 173 -235
40 35 62 173 -235
42 36 62 173 -235
44 38 62 178 -240
46 39 62 179 -241
48 40 62 181 -243
50 41 62 181 -243
52 43 62 186 -248
54 44 62 189 -251
56 45 62 190 -252
58 47 62 190 -252
60 48 62 190 -252
62 49 62 190 -252
64 51 62 190 -252
66 52 62 190 -252
68 53 62 190 -252
70 55 62 190 -252
72 56 62 190 -252
74 57 62 190 -252
76 59 62 190 -252
78 60 62 190 -252
80 61 62 190 -252
82 63 62 190 -252
84 64 63 190 -253
86 66 70 190 -260
88 68 72 190 -262
90 69 72 190 -262
92 71 72 190 -262
94 72 72 190 -262
96 73 72 190 -262
98 75 72 190 -262
100 77 75 190 -265
102 79 82 190 -272
104 81 85 190 -275
106 82 89 190 -279
108 84 91 190 -281
110 85 96 190 -286
112 87 100 190 -290
114 88 100 190 -290
116 90 105 190 -295
118 92 105 190 -295
120 95 110 190 -300
122 97 115 190 -305
124 100 125 190 -315
Tabel 3.18 Tabel UCS sampel C2 besar

Sampel C3

Perubahan Panjang
Gaya Lateral
(kN) Aksial Lateral Lateral
Total
(mm) 1 (µm) 2 (µm)
(µm)
2 1 0 0 0
4 3 30 1 -31
6 6 50 6 -56
8 8 70 10 -80
10 10 80 12 -92
12 12 95 20 -115
14 14 98 25 -123
16 16 109 30 -139
18 18 110 32 -142
20 20 110 40 -150
22 22 110 46 -156
24 23 105 50 -155
26 24 105 55 -160
28 26 105 65 -170
30 27 105 65 -170
32 29 108 72 -180
34 30 125 78 -203
36 32 125 81 -206
38 33 126 88 -214
40 36 126 91 -217
42 36 126 94 -220
44 37 127 95 -222
46 38 130 95 -225
48 39 131 95 -226
50 41 131 100 -231
52 42 132 100 -232
54 43 135 102 -237
56 44 135 107 -242
58 45 136 110 -246
60 50 145 110 -255
62 51 146 113 -259
64 52 146 115 -261
66 53 146 118 -264
68 53.5 146 120 -266
70 54 146 120 -266
72 54 146 120 -266
74 54.5 146 123 -269
76 55.5 146 123 -269
78 57 146 126 -272
80 58 146 126 -272
82 59 146 130 -276
84 60 146 130 -276
86 61 146 130 -276
88 62 146 130 -276
90 63 146 130 -276
92 64.5 146 130 -276
94 65.5 146 130 -276
96 66.5 146 130 -276
98 68 146 132 -278
100 69 146 135 -281
102 71 146 140 -286
104 72 146 142 -288
106 74 146 148 -294
108 76 146 150 -296
110 79 146 152 -298
112 81 146 160 -306
114 82 146 160 -306
116 83 146 167 -313
118 85 146 169 -315
120 87 146 176 -322
122 90 146 178 -324
124 92 146 179 -325
126 94 146 185 -331
128 97 146 190 -336
130 100 146 193 -339
132 104 146 193 -339
134 109 146 195 -341
136 115 146 205 -351
Tabel 3.19 Tabel UCS sampel C3 besar

3.7 Pengolahan Data


 Sampel Kecil
Sampel A1

Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
-
0.8651657039 0.0025403994 0.0021716792
0.0001843601
-
1.7303314078 0.0050807988 0.0041589982
0.0004609003
-
2.5954971116 0.0093147978 0.0077661728
0.0007743125
-
3.4606628155 0.0135487968 0.0115208356
0.0010139806
-
4.3258285194 0.0177827959 0.0153123703
0.0012352128
-
5.1909942233 0.0220167949 0.0192513931
0.0013827009
-
6.0561599271 0.0262507939 0.0232641600
0.0014933169
-
6.9213256310 0.0364123915 0.0330570374
0.0016776771
Tabel 3.20 Tabel Pengolahan data sampel A1 kecil
Stress-Strain Curve of A1
8

6
Stress (MPa)

4 Aksial

3 Lateral

2 Volumetrik

0
-0.01 0.00 0.01 0.02 0.03 0.04
Strain

Grafik 3.5 Grafik Tegangan Regangan sampel A1 kecil

Sampel A2

Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
-
0.8611918944 0.0040958427 0.0028450763
0.0006253832
-
1.7223837887 0.0098300225 0.0076227877
0.0011036174
-
2.5835756831 0.0139258652 0.0113507580
0.0012875536
-
3.4447675775 0.0180217080 0.0148947920
0.0015634580
-
4.3059594718 0.0212983821 0.0177300192
0.0017841815
-
5.1671513662 0.0253942249 0.0214579894
0.0019681177
-
6.0283432606 0.0294900676 0.0252595342
0.0021152667
-
6.8895351549 0.0327667418 0.0282051231
0.0022808093
-
7.7507270493 0.0376817530 0.0327522619
0.0024647456
-
8.6119189437 0.0442351014 0.0387170143
0.0027590435
Tabel 3.21 Tabel Pengolahan data sampel A2 kecil

Stress-Strain Curve of A2
10
9
8
7
Stress (MPa)

6
5 Aksial
4 Lateral
3
Volumetrik
2
1
0
-0.01 0.00 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05
Strain

Grafik 3.6 Grafik Tegangan Regangan sampel A2 kecil

Sampel A3

Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
-
0.8598733737 0.0016627408 0.0014789454
0.0000918977
-
1.7197467474 0.0058195926 0.0049006158
0.0004594884
-
2.5796201211 0.0099764445 0.0088001541
0.0005881452
-
3.4394934948 0.0149646668 0.0133105084
0.0008270792
-
4.2993668685 0.0174587779 0.0154370288
0.0010108746
-
5.1592402422 0.0207842594 0.0185787149
0.0011027722
-
6.0191136160 0.0241097409 0.0215366056
0.0012865676
-
6.8789869897 0.0274352224 0.0246047736
0.0014152244
7.7388603634 0.0315920743 - 0.0283572757
0.0016173993
-
8.5987337371 0.0357489261 0.0321832959
0.0017828151
-
9.4586071108 0.0415685188 0.0374882615
0.0020401287
-
10.3184804845 0.0498822225 0.0444786385
0.0027017920
Tabel 3.22 Tabel Pengolahan data sampel A3 kecil

Stress-Strain Curve of A3
12

10

8
Stress (MPa)

6 Aksial
Lateral
4
Volumetrik
2

0
-0.01 0.00 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06
Strain

Grafik 3.7 Grafik Tegangan Regangan sampel A3 kecil

Sampel B1

Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
-
0.8590837143 0.0025141420 0.0015221029
0.0004960196
-
1.7181674285 0.0050282841 0.0038525339
0.0005878751
-
2.5772511428 0.0083804735 0.0072047233
0.0005878751
-
3.4363348571 0.0117326629 0.0103732018
0.0006797306
-
4.2954185713 0.0125707102 0.0112112491
0.0006797306
-
5.1545022856 0.0150848523 0.0136519068
0.0007164727
-
6.0135859999 0.0167609470 0.0153280015
0.0007164727
-
6.8726697141 0.0201131364 0.0186067065
0.0007532149
-
7.7317534284 0.0217892311 0.0202828012
0.0007532149
-
8.5908371426 0.0243033731 0.0227969433
0.0007532149
-
9.4499208569 0.0259794678 0.0244730380
0.0007532149
-
10.3090045712 0.0284936099 0.0269871800
0.0007532149
-
11.1680882854 0.0310077519 0.0295013221
0.0007532149
-
12.0271719997 0.0343599413 0.0328535115
0.0007532149
-
12.8862557140 0.0377121307 0.0362057009
0.0007532149
-
13.7453394282 0.0435784622 0.0420720323
0.0007532149
-
14.6044231425 0.0469306516 0.0429624948
0.0019840784
Tabel 3.23 Tabel Pengolahan data sampel B1 kecil

Stress-Strain Curve of B1
16

14

12
Stress (MPa)

10

8 Aksial

6 Lateral

4 Volumetrik

0
-0.01 0.00 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05
Strain

Grafik 3.8 Grafik Tegangan Regangan sampel B1 kecil


Sampel B2

Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
0.8455673280 0.0024961864 0.0000182260 0.0025326384
1.6911346561 0.0074885591 0.0000182260 0.0075250112
2.5367019841 0.0108168077 0.0000182260 0.0108532597
3.3822693121 0.0133129940 0.0000182260 0.0133494460
4.2278366402 0.0158091804 0.0000182260 0.0158456324
5.0734039682 0.0183053668 0.0000182260 0.0183418188
5.9189712962 0.0199694911 0.0000182260 0.0200059431
6.7645386242 0.0216336153 0.0000182260 0.0216700673
7.6101059523 0.0249618638 0.0000182260 0.0249983158
8.4556732803 0.0274580502 0.0000182260 0.0274945022
9.3012406083 0.0291221745 0.0000182260 0.0291586265
10.1468079364 0.0324504230 0.0000182260 0.0324868750
10.9923752644 0.0349466093 0.0000182260 0.0349830614
11.8379425924 0.0399389821 0.0003462940 0.0392463940
Tabel 3.24 Tabel Pengolahan data sampel B2 kecil

Stress-Strain Curve of B2
14

12

10
Stress (MPa)

8
Aksial
6
Lateral
4 Volumetrik
2

0
-0.01 0.00 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05
Strain

Grafik 3.9 Grafik Tegangan Regangan sampel B2 kecil

Sampel B3

Strain
Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
0.8710438974 0.0042637862 0.0001849854 0.0046337570
1.7420877949 0.0068220580 0.0002034839 0.0072290258
2.6131316923 0.0085275725 0.0002034839 0.0089345403
3.4841755898 0.0110858442 0.0002219824 0.0115298091
4.3552194872 0.0136441160 0.0002219824 0.0140880808
5.2262633846 0.0162023877 0.0002219824 0.0166463526
6.0973072821 0.0187606595 0.0002219824 0.0192046243
6.9683511795 0.0204661740 0.0002219824 0.0209101388
7.8393950770 0.0221716885 0.0002219824 0.0226156533
8.7104389744 0.0247299602 0.0002219824 0.0251739251
9.5814828718 0.0272882319 0.0002219824 0.0277321968
10.4525267693 0.0289937464 0.0002219824 0.0294377113
11.3235706667 0.0306992609 0.0002219824 0.0311432258
12.1946145641 0.0332575327 0.0002219824 0.0337014975
13.0656584616 0.0358158044 0.0003144751 0.0364447546
13.9367023590 0.0392268334 0.0003144751 0.0398557836
14.8077462565 0.0434906197 0.0003699707 0.0442305611
Tabel 3.25 Tabel Pengolahan data sampel B3 kecil

Stress-Strain Curve of B3
16

14

12
Stress (MPa)

10

8 Aksial

6 Lateral

4 Volumetrik

0
0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05
Strain

Grafik 3.10 Grafik Tegangan Regangan sampel B3 kecil

Sampel C1

Strain
Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
-
0.8559359293 0.0058296898 0.0049128194
0.0004584352
-
1.7118718585 0.0116593796 0.0103757610
0.0006418093
-
2.5678077878 0.0149906309 0.0135236382
0.0007334963
-
3.4237437170 0.0183218822 0.0167448650
0.0007885086
-
4.2796796463 0.0216531335 0.0200027667
0.0008251834
-
5.1356155755 0.0241515719 0.0223178311
0.0009168704
-
5.9915515048 0.0266500104 0.0244495214
0.0011002445
-
6.8474874340 0.0287320425 0.0263481794
0.0011919315
-
7.7034233633 0.0308140745 0.0282468374
0.0012836186
-
8.5593592926 0.0333125130 0.0303785277
0.0014669927
-
9.4152952218 0.0358109515 0.0326935921
0.0015586797
-
10.2712311511 0.0374765771 0.0341758436
0.0016503667
-
11.1271670803 0.0408078284 0.0371403468
0.0018337408
-
11.9831030096 0.0433062669 0.0392720371
0.0020171149
-
12.8390389388 0.0458047054 0.0414770770
0.0021638142
-
13.6949748681 0.0499687695 0.0413135128
0.0043276284
Tabel 3.26 Tabel Pengolahan data sampel C1 kecil
Stress-Strain Curve of C1
16

14

12
Stress (MPa)

10

8 Aksial

6 Lateral

4 Volumetrik

0
-0.01 0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06
Strain

Grafik 3.11 Grafik Tegangan Regangan sampel C1 kecil

Sampel C2

Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
-
0.8829814413 0.0075503356 0.0056878492
0.0009312432
-
1.7659628826 0.0113255034 0.0085317737
0.0013968648
-
2.6489443240 0.0125838926 0.0096784138
0.0014527394
-
3.5319257653 0.0142617450 0.0114307656
0.0014154897
-
4.4149072066 0.0184563758 0.0156253965
0.0014154897
-
5.2978886479 0.0201342282 0.0173032488
0.0014154897
-
6.1808700893 0.0218120805 0.0189066017
0.0014527394
-
7.0638515306 0.0234899329 0.0203609557
0.0015644886
-
7.9468329719 0.0251677852 0.0220388081
0.0015644886
-
8.8298144132 0.0268456376 0.0236421609
0.0016017383
-
9.7127958545 0.0285234899 0.0248730166
0.0018252367
-
10.5957772959 0.0293624161 0.0254139449
0.0019742356
-
11.4787587372 0.0310402685 0.0270172978
0.0020114853
-
12.3617401785 0.0327181208 0.0285834010
0.0020673599
-
13.2447216198 0.0343959732 0.0301495041
0.0021232345
-
14.1277030612 0.0352348993 0.0309139308
0.0021604842
-
15.0106845025 0.0369127517 0.0325172837
0.0021977340
-
15.8936659438 0.0394295302 0.0349223131
0.0022536086
-
16.7766473851 0.0402684564 0.0356867398
0.0022908583
-
17.6596288264 0.0419463087 0.0372900927
0.0023281080
-
18.5426102678 0.0432046980 0.0385112322
0.0023467329
-
19.4255917091 0.0444630872 0.0396951220
0.0023839826
-
20.3085731504 0.0465604027 0.0417551877
0.0024026075
-
21.1915545917 0.0478187919 0.0429390775
0.0024398572
-
22.0745360331 0.0494966443 0.0445424304
0.0024771069
-
22.9575174744 0.0511744966 0.0461085336
0.0025329815
-
23.8404989157 0.0536912752 0.0485508127
0.0025702313
-
24.7234803570 0.0570469799 0.0515340201
0.0027564799
Tabel 3.27 Tabel Pengolahan data sampel C2 kecil
Stress-Strain Curve of C2
30

25

20
Stress (MPa)

15 Aksial
Lateral
10
Volumetrik
5

0
-0.01 0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07
Strain

Grafik 3.12 Grafik Tegangan Regangan sampel C2 kecil

Sampel C3

Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
-
0.8937688035 0.0016482384 0.0013484258
0.0001499063
-
1.7875376070 0.0037085365 0.0028090987
0.0004497189
-
2.6813064105 0.0065929538 0.0052812736
0.0006558401
-
3.5750752140 0.0090653114 0.0073039123
0.0008806996
-
4.4688440175 0.0115376691 0.0095888871
0.0009743910
-
5.3626128210 0.0131859076 0.0109373129
0.0011242973
-
6.2563816245 0.0156582652 0.0132972409
0.0011805122
-
7.1501504280 0.0173065037 0.0147955730
0.0012554653
-
8.0439192315 0.0189547421 0.0162939051
0.0013304185
-
8.9376880350 0.0206029806 0.0178297139
0.0013866334
-
9.8314568385 0.0222512190 0.0194404757
0.0014053716
-
10.7252256420 0.0234873978 0.0206766546
0.0014053716
-
11.6189944455 0.0255476959 0.0227369526
0.0014053716
-
12.5127632490 0.0267838747 0.0239731314
0.0014053716
-
13.4065320526 0.0280200536 0.0252093103
0.0014053716
-
14.3003008561 0.0296682920 0.0268575487
0.0014053716
-
15.1940696596 0.0313165305 0.0285057872
0.0014053716
-
16.0878384631 0.0325527093 0.0297419660
0.0014053716
-
16.9816072666 0.0337888881 0.0309781448
0.0014053716
-
17.8753760701 0.0354371266 0.0326263833
0.0014053716
-
18.7691448736 0.0370853650 0.0342746217
0.0014053716
-
19.6629136771 0.0379094842 0.0350987410
0.0014053716
-
20.5566824806 0.0395577227 0.0367469794
0.0014053716
-
21.4504512841 0.0412059611 0.0383952178
0.0014053716
-
22.3442200876 0.0428541996 0.0397436437
0.0015552780
-
23.2379888911 0.0445024380 0.0411295461
0.0016864460
-
24.1317576946 0.0461506765 0.0425904016
0.0017801374
-
25.0255264981 0.0477989149 0.0427395770
0.0025296690
Tabel 3.27 Tabel Pengolahan data sampel C3 kecil
Stress-Strain Curve of C3
30

25

20
Stress (MPa)

15 Aksial
Lateral
10
Volumetrik
5

0
-0.01 0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06
Strain

Grafik 3.13 Grafik Tegangan Regangan sampel C3 kecil

Perhitungan

Hasil Sampel Kecil


A1 A2 A3 B1 B2 B3 C1 C2 C3
σc 6.921 8.612 10.318 14.604 11.838 14.808 13.695 24.723 25.026
σE 6.056 6.890 8.599 12.027 10.147 11.324 11.983 20.309 20.557
E 190.082 194.685 206.857 311.192 296.401 340.481 274.071 433.388 523.558
ε1 -0.00168 -0.00276 -0.00270 -0.00198 -0.00035 0.00037 -0.00433 -0.00276 -0.00253
ε2 0.03641 0.04424 0.04988 0.04693 0.03994 0.04349 0.04997 0.05705 0.04780
ν 0.046 0.062 0.054 0.042 0.009 0.009 0.087 0.048 0.053
Tabel 3.28 Tabel Pengolahan data UCS sampel kecil

A 8.617
σc B 13.750
C 21.148
Mean

A 7.181
σE B 11.166
C 17.616
A 197.208
E
B 316.025
C 410.339
A 0.054
ν B 0.020
C 0.063
Tabel 3.29 Tabel hasil UCS sampel kecil

 Sampel Besar
Sampel A1

Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
-
0.3832217314 0.0011855365 0.0011119168
0.0000368098
0.7664434628 0.0029638411 0.0000122699 0.0029883810
1.1496651942 0.0041493776 0.0000122699 0.0041739175
1.5328869256 0.0059276823 0.0000122699 0.0059522222
1.9161086570 0.0071132187 0.0000122699 0.0071377586
2.2993303885 0.0088915234 0.0000122699 0.0089160633
-
2.6825521199 0.0100770599 0.0098807409
0.0000981595
-
3.0657738513 0.0112625963 0.0110662773
0.0000981595
-
3.4489955827 0.0124481328 0.0121781941
0.0001349693
-
3.8322173141 0.0136336692 0.0133391907
0.0001472393
-
4.2154390455 0.0148192057 0.0144265677
0.0001963190
-
4.5986607769 0.0160047421 0.0156121041
0.0001963190
-
4.9818825083 0.0171902786 0.0166749412
0.0002576687
-
5.3651042397 0.0183758151 0.0177868580
0.0002944785
-
5.7483259711 0.0195613515 0.0188006153
0.0003803681
-
6.1315477026 0.0213396562 0.0207997789
0.0002699387
-
6.5147694340 0.0225251926 0.0218871558
0.0003190184
-
6.8979911654 0.0237107291 0.0229745328
0.0003680982
-
7.2812128968 0.0248962656 0.0242091490
0.0003435583
-
7.6644346282 0.0254890338 0.0248019172
0.0003435583
-
8.0476563596 0.0266745702 0.0259874537
0.0003435583
-
8.4308780910 0.0278601067 0.0274429288
0.0002085890
-
8.8140998224 0.0290456432 0.0286530051
0.0001963190
-
9.1973215538 0.0302311796 0.0298630814
0.0001840491
-
9.5805432852 0.0314167161 0.0310731578
0.0001717791
-
9.9637650166 0.0331950207 0.0327533030
0.0002208589
-
10.3469867481 0.0343805572 0.0338406799
0.0002699387
-
10.7302084795 0.0355660937 0.0350262164
0.0002699387
-
11.1134302109 0.0373443983 0.0368781407
0.0002331288
-
11.4966519423 0.0385299348 0.0381372968
0.0001963190
-
11.8798736737 0.0403082395 0.0398174419
0.0002453988
-
12.2630954051 0.0414937759 0.0411747575
0.0001595092
-
12.6463171365 0.0432720806 0.0428303628
0.0002208589
-
13.0295388679 0.0450503853 0.0442160295
0.0004171779
-
13.4127605993 0.0474214582 0.0462926239
0.0005644172
-
13.7959823307 0.0497925311 0.0478293409
0.0009815951
-
14.1792040622 0.0563129816 0.0547915092
0.0007607362
Tabel 3.30 Tabel Pengolahan data sampel A1 besar
Stress-Strain Curve of A1
16

14

12
Stress (MPa)

10

8 Aksial

6 Lateral

4 Volumetrik

0
-0.01 0.00 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06
Strain

Grafik 3.14 Grafik Tegangan Regangan sampel A1 besar

Sampel A2

Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
-
0.3791017245 0.0006080876 0.0002419735
0.0001830571
-
0.7582034489 0.0018242627 0.0006038823
0.0006101902
-
1.1373051734 0.0030404378 0.0012098673
0.0009152853
-
1.5164068979 0.0042566130 0.0019378903
0.0011593613
-
1.8955086223 0.0054727881 0.0027879513
0.0013424184
-
2.2746103468 0.0066889632 0.0036380123
0.0015254754
-
2.6537120712 0.0079051383 0.0044880734
0.0017085325
-
3.0328137957 0.0091213135 0.0054601724
0.0018305705
-
3.4119155202 0.0109455762 0.0071623971
0.0018915895
-
3.7910172446 0.0121617513 0.0080612733
0.0020502390
-
4.1701189691 0.0133779264 0.0092286332
0.0020746466
-
4.5492206936 0.0139860140 0.0094950143
0.0022454998
-
4.9283224180 0.0152021891 0.0105891514
0.0023065189
-
5.3074241425 0.0164183642 0.0117809189
0.0023187227
-
5.6865258669 0.0182426269 0.0135807740
0.0023309265
-
6.0656275914 0.0194588021 0.0147481339
0.0023553341
-
6.4447293159 0.0206749772 0.0158666786
0.0024041493
-
6.8238310403 0.0218911523 0.0170828537
0.0024041493
-
7.2029327648 0.0231073275 0.0182990289
0.0024041493
-
7.5820344893 0.0249315901 0.0201232916
0.0024041493
-
7.9611362137 0.0261477653 0.0213394667
0.0024041493
-
8.3402379382 0.0279720280 0.0231637294
0.0024041493
-
8.7193396626 0.0291882031 0.0243799045
0.0024041493
-
9.0984413871 0.0310124658 0.0261309444
0.0024407607
-
9.4775431116 0.0322286409 0.0259802935
0.0031241737
-
9.8566448360 0.0340529036 0.0275848878
0.0032340079
-
10.2357465605 0.0358771663 0.0292871124
0.0032950270
-
10.6148482850 0.0377014290 0.0308672990
0.0034170650
-
10.9939500094 0.0401337793 0.0331776113
0.0034780840
-
11.3730517339 0.0419580420 0.0349530587
0.0035024916
-
11.7521534583 0.0443903922 0.0358477298
0.0042713312
12.1312551828 0.0480389176 - 0.0387640269
0.0046374453
Tabel 3.31 Tabel Pengolahan data sampel A2 besar

Stress-Strain Curve of A2
14

12

10
Stress (MPa)

8
Aksial
6
Lateral
4 Volumetrik

0
-0.01 0.00 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06
Strain

Grafik 3.15 Grafik Tegangan Regangan sampel A2 besar

Sampel A3

Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
0.3854255076 0.0005936773 0.0000000000 0.0005936773
-
0.7708510152 0.0011873547 0.0010643030
0.0000615258
-
1.1562765229 0.0023747093 0.0018825026
0.0002461034
-
1.5417020305 0.0035620640 0.0026268712
0.0004675964
-
1.9271275381 0.0053430960 0.0037434242
0.0007998359
-
2.3125530457 0.0059367734 0.0039925568
0.0009721083
-
2.6979785533 0.0077178054 0.0053059924
0.0012059065
-
3.0834040610 0.0089051600 0.0062472437
0.0013289582
-
3.4688295686 0.0100925147 0.0070900537
0.0015012305
3.8542550762 0.0106861921 - 0.0074868483
0.0015996719
-
4.2396805838 0.0118735467 0.0084773203
0.0016981132
-
4.6251060914 0.0130609014 0.0095170130
0.0017719442
-
5.0105315990 0.0142482561 0.0107289780
0.0017596390
-
5.3959571067 0.0154356107 0.0118671120
0.0017842494
-
5.7813826143 0.0166229654 0.0128575840
0.0018826907
-
6.1668081219 0.0178103201 0.0138726663
0.0019688269
-
6.5522336295 0.0189976748 0.0149369693
0.0020303527
-
6.9376591371 0.0201850294 0.0158782206
0.0021534044
-
7.3230846448 0.0213723841 0.0168686926
0.0022518458
-
7.7085101524 0.0225597388 0.0178345542
0.0023625923
-
8.0939356600 0.0237470935 0.0189480779
0.0023995078
-
8.4793611676 0.0249344481 0.0200862119
0.0024241181
-
8.8647866752 0.0261218028 0.0211505149
0.0024856440
-
9.2502121829 0.0273091575 0.0220917662
0.0026086957
-
9.6356376905 0.0290901895 0.0237497465
0.0026702215
-
10.0210631981 0.0308712215 0.0253831165
0.0027440525
-
10.4064887057 0.0320585762 0.0265212505
0.0027686628
-
10.7919142133 0.0344332855 0.0286252461
0.0029040197
-
11.1773397210 0.0362143175 0.0300125128
0.0031009024
-
11.5627652286 0.0385890269 0.0318704050
0.0033593109
Tabel 3.32 Tabel Pengolahan data sampel A3 besar
Stress-Strain Curve of A3
14

12

10
Stress (MPa)

8
Aksial
6
Lateral
4 Volumetrik

0
-0.01 0.00 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05
Strain

Grafik 3.16 Grafik Tegangan Regangan sampel A3 besar

Sampel B1

Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
-
0.3766462598 0.0011769321 0.0004470791
0.0003649265
-
0.7532925196 0.0023538643 0.0007725161
0.0007906741
-
1.1299387793 0.0029423303 0.0006311291
0.0011556006
-
1.5065850391 0.0052961946 0.0024984247
0.0013988849
-
1.8832312989 0.0064731267 0.0031158028
0.0016786619
-
2.2598775587 0.0076500588 0.0038304947
0.0019097821
-
2.6365238185 0.0082385249 0.0041026912
0.0020679169
-
3.0131700782 0.0094154570 0.0051579811
0.0021287380
-
3.3898163380 0.0100039231 0.0054788344
0.0022625443
-
3.7664625978 0.0111808552 0.0064854675
0.0023476939
-
4.1431088576 0.0117693213 0.0066846786
0.0025423213
-
4.5197551173 0.0123577874 0.0071515025
0.0026031424
-
4.8964013771 0.0135347195 0.0080851503
0.0027247846
-
5.2730476369 0.0147116516 0.0089701412
0.0028707552
-
5.6496938967 0.0158885838 0.0098794606
0.0030045616
-
6.0263401565 0.0164770498 0.0103949414
0.0030410542
-
6.4029864162 0.0176539820 0.0114502313
0.0031018753
-
6.7796326760 0.0188309141 0.0124082075
0.0032113533
-
7.1562789358 0.0200078462 0.0134878259
0.0032600101
-
7.5329251956 0.0205963123 0.0140762920
0.0032600101
-
7.9095714554 0.0217732444 0.0152045673
0.0032843386
-
8.2862177151 0.0223617105 0.0156957196
0.0033329954
-
8.6628639749 0.0235386426 0.0167510096
0.0033938165
-
9.0395102347 0.0247155747 0.0179279417
0.0033938165
-
9.4161564945 0.0253040408 0.0185164078
0.0033938165
-
9.7928027542 0.0264809729 0.0196933399
0.0033938165
-
10.1694490140 0.0276579051 0.0208459436
0.0034059807
-
10.5460952738 0.0288348372 0.0219255620
0.0034546376
-
10.9227415336 0.0300117693 0.0231024941
0.0034546376
-
11.2993877934 0.0311887015 0.0242794262
0.0034546376
-
11.6760340531 0.0317771675 0.0248678923
0.0034546376
12.0526803129 0.0329540996 - 0.0260448244
0.0034546376
-
12.4293265727 0.0341310318 0.0272217566
0.0034546376
-
12.8059728325 0.0353079639 0.0283500318
0.0034789660
-
13.1826190923 0.0370733621 0.0299694594
0.0035519513
-
13.5592653520 0.0382502942 0.0310004209
0.0036249366
-
13.9359116118 0.0400156924 0.0327658191
0.0036249366
-
14.3125578716 0.0411926246 0.0339427513
0.0036249366
-
14.6892041314 0.0429580228 0.0354162083
0.0037709072
-
15.0658503911 0.0447234209 0.0371572780
0.0037830715
-
15.4424966509 0.0470772852 0.0392678579
0.0039047136
-
15.8191429107 0.0500196155 0.0419669039
0.0040263558
-
16.1957891705 0.0553158101 0.0463872749
0.0044642676
Tabel 3.33 Tabel Pengolahan data sampel B1 besar

Stress-Strain Curve of B1
18
16
14
12
Stress (MPa)

10
Aksial
8
Lateral
6
Volumetrik
4
2
0
-0.01 0.00 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06
Strain

Grafik 3.17 Grafik Tegangan Regangan sampel B1 besar

Sampel B2
Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
-
0.3828301894 0.0011703321 0.0010722227
0.0000490547
-
0.7656603789 0.0029258302 0.0028277209
0.0000490547
-
1.1484905683 0.0046813283 0.0045832190
0.0000490547
-
1.5313207577 0.0064368264 0.0051614049
0.0006377108
-
1.9141509472 0.0076071585 0.0055959168
0.0010056208
-
2.2969811366 0.0087774906 0.0062757022
0.0012508942
-
2.6798113261 0.0099478227 0.0070535968
0.0014471129
-
3.0626415155 0.0117033208 0.0084902396
0.0016065406
-
3.4454717049 0.0128736529 0.0094888803
0.0016923863
-
3.8283018944 0.0134588189 0.0098287730
0.0018150230
-
4.2111320838 0.0146291510 0.0107783590
0.0019253960
-
4.5939622732 0.0152143171 0.0111427790
0.0020357690
-
4.9767924627 0.0163846491 0.0120923650
0.0021461421
-
5.3596226521 0.0175549812 0.0130664784
0.0022442514
-
5.7424528415 0.0181401473 0.0135290078
0.0023055697
-
6.1252830310 0.0193104793 0.0146012305
0.0023546244
-
6.5081132204 0.0198956454 0.0150882872
0.0024036791
-
6.8909434099 0.0210659775 0.0161850373
0.0024404701
-
7.2737735993 0.0216511435 0.0167211486
0.0024649974
-
7.6566037887 0.0228214756 0.0177197893
0.0025508431
-
8.0394339782 0.0234066416 0.0183049554
0.0025508431
-
8.4222641676 0.0245769737 0.0194752875
0.0025508431
-
8.8050943570 0.0251621398 0.0200604535
0.0025508431
-
9.1879245465 0.0263324718 0.0211081489
0.0026121615
-
9.5707547359 0.0269176379 0.0216933149
0.0026121615
-
9.9535849253 0.0280879700 0.0228636470
0.0026121615
-
10.3364151148 0.0286731360 0.0234488131
0.0026121615
-
10.7192453042 0.0298434681 0.0244965085
0.0026734798
-
11.1020754936 0.0310138002 0.0256668405
0.0026734798
-
11.4849056831 0.0315989662 0.0263991706
0.0025998978
-
11.8677358725 0.0327692983 0.0275695027
0.0025998978
-
12.2505660620 0.0333544643 0.0279829774
0.0026857435
-
12.6333962514 0.0345247964 0.0290552001
0.0027347982
-
13.0162264408 0.0356951285 0.0301274228
0.0027838528
-
13.3990566303 0.0362802945 0.0306880615
0.0027961165
-
13.7818868197 0.0374506266 0.0318338663
0.0028083802
-
14.1647170091 0.0386209587 0.0329796710
0.0028206438
-
14.5475471986 0.0397912908 0.0341254758
0.0028329075
-
14.9303773880 0.0403764568 0.0345880051
0.0028942259
-
15.3132075774 0.0421319549 0.0363435032
0.0028942259
15.6960377669 0.0433022870 - 0.0373421439
0.0029800715
-
16.0788679563 0.0444726191 0.0385124760
0.0029800715
-
16.4616981458 0.0456429512 0.0394375347
0.0031027082
-
16.8445283352 0.0479836154 0.0415083982
0.0032376086
-
17.2273585246 0.0491539474 0.0424825116
0.0033357179
-
17.6101887141 0.0503242795 0.0434320976
0.0034460910
-
17.9930189035 0.0526649437 0.0454784337
0.0035932550
Tabel 3.34 Tabel Pengolahan data sampel B2 besar

Stress-Strain Curve of B2
20
18
16
14
Stress (MPa)

12
10 Aksial
8 Lateral
6 Volumetrik
4
2
0
-0.01 0.00 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06
Strain

Grafik 3.18 Grafik Tegangan Regangan sampel B2 besar

Sampel B3

Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
-
0.3848727848 0.0077357929 0.0063094173
0.0007131878
-
0.7697455696 0.0107110979 0.0086699051
0.0010205964
-
1.1546183544 0.0136864029 0.0112025418
0.0012419305
-
1.5394911392 0.0154715858 0.0126188345
0.0014263757
-
1.9243639241 0.0172567688 0.0141334980
0.0015616354
-
2.3092367089 0.0190419518 0.0156973468
0.0016723025
-
2.6941094937 0.0208271348 0.0174333444
0.0016968952
-
3.0789822785 0.0214221958 0.0177824786
0.0018198586
-
3.4638550633 0.0232073788 0.0194446982
0.0018813403
-
3.8487278481 0.0243975007 0.0205364494
0.0019305257
-
4.2336006329 0.0255876227 0.0213576811
0.0021149708
-
4.6184734177 0.0267777447 0.0224740251
0.0021518598
-
5.0033462025 0.0279678667 0.0234919983
0.0022379342
-
5.3882189874 0.0291579887 0.0245345642
0.0023117123
-
5.7730917722 0.0303481107 0.0256017227
0.0023731940
-
6.1579645570 0.0315382327 0.0266934740
0.0024223793
-
6.5428373418 0.0327283547 0.0277852252
0.0024715647
-
6.9277101266 0.0339184766 0.0289015692
0.0025084537
-
7.3125829114 0.0351085986 0.0300916912
0.0025084537
-
7.6974556962 0.0362987206 0.0312818131
0.0025084537
-
8.0823284810 0.0374888426 0.0323243790
0.0025822318
-
8.4672012658 0.0380839036 0.0329194400
0.0025822318
-
8.8520740507 0.0392740256 0.0341095620
0.0025822318
9.2369468355 0.0410592086 - 0.0358947450
0.0025822318
-
9.6218196203 0.0422493306 0.0370848670
0.0025822318
-
10.0066924051 0.0434394525 0.0382749890
0.0025822318
-
10.3915651899 0.0446295745 0.0393913329
0.0026191208
-
10.7764379747 0.0458196965 0.0405568622
0.0026314172
-
11.1613107595 0.0470098185 0.0417469842
0.0026314172
-
11.5461835443 0.0481999405 0.0429371062
0.0026314172
-
11.9310563291 0.0499851235 0.0447222892
0.0026314172
-
12.3159291140 0.0511752455 0.0459124112
0.0026314172
-
12.7008018988 0.0529604284 0.0476975941
0.0026314172
-
13.0856746836 0.0547456114 0.0491876649
0.0027789733
-
13.4705474684 0.0565307944 0.0506285503
0.0029511220
-
13.8554202532 0.0583159774 0.0520448431
0.0031355672
-
14.2402930380 0.0606962214 0.0541791602
0.0032585306
-
14.6251658228 0.0642665873 0.0568395969
0.0037134952
Tabel 3.35 Tabel Pengolahan data sampel B3 besar
Stress-Strain Curve of B3
16

14

12
Stress (MPa)

10

8 Aksial

6 Lateral

4 Volumetrik

0
-0.02 0 0.02 0.04 0.06 0.08
Strain

Grafik 3.19 Grafik Tegangan Regangan sampel B3 besar

Sampel C1

Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
-
0.3866139303 0.0005950905 0.0003979045
0.0000985930
-
0.7732278606 0.0011901810 0.0003767888
0.0004066961
-
1.1598417909 0.0023803620 0.0009507636
0.0007147992
-
1.5464557212 0.0035705430 0.0017958691
0.0008873370
-
1.9330696514 0.0041656335 0.0020705324
0.0010475506
-
2.3196835817 0.0047607240 0.0026163264
0.0010721988
-
2.7062975120 0.0053558145 0.0030142309
0.0011707918
-
3.0929114423 0.0059509050 0.0037325626
0.0011091712
-
3.4795253726 0.0065459955 0.0042537084
0.0011461436
-
3.8661393029 0.0071410860 0.0049227436
0.0011091712
-
4.2527532332 0.0077361765 0.0054192411
0.0011584677
-
4.6393671635 0.0083312670 0.0057432009
0.0012940331
-
5.0259810938 0.0089263576 0.0062889949
0.0013186813
-
5.4125950240 0.0095214481 0.0066868994
0.0014172743
-
5.7992089543 0.0101165386 0.0070108592
0.0015528397
-
6.1858228846 0.0113067196 0.0080531507
0.0016267844
-
6.5724368149 0.0119018101 0.0086975377
0.0016021362
-
6.9590507452 0.0121993553 0.0089211382
0.0016391086
-
7.3456646755 0.0127944458 0.0092450980
0.0017746739
-
7.7322786058 0.0133895363 0.0100127262
0.0016884051
-
8.1188925361 0.0139846268 0.0105585202
0.0017130533
-
8.5055064664 0.0142821721 0.0111518445
0.0015651638
-
8.8921203967 0.0148772626 0.0116729902
0.0016021362
-
9.2787343269 0.0154723531 0.0120215982
0.0017253774
-
9.6653482572 0.0160674436 0.0125180957
0.0017746739
-
10.0519621875 0.0169600793 0.0135339727
0.0017130533
-
10.4385761178 0.0172576246 0.0139547592
0.0016514327
-
10.8251900481 0.0181502604 0.0147488020
0.0017007292
-
11.2118039784 0.0184478056 0.0150709955
0.0016884051
-
11.5984179087 0.0193404414 0.0157417970
0.0017993222
-
11.9850318390 0.0196379866 0.0160146940
0.0018116463
12.3716457693 0.0205306224 - 0.0167840885
0.0018732669
-
12.7582596995 0.0208281676 0.0173281163
0.0017500257
-
13.1448736298 0.0214232581 0.0178246138
0.0017993222
-
13.5314875601 0.0223158939 0.0187418978
0.0017869980
-
13.9181014904 0.0229109844 0.0194602295
0.0017253774
-
14.3047154207 0.0235060749 0.0198088375
0.0018486187
-
14.6913293510 0.0238036201 0.0200570863
0.0018732669
-
15.0779432813 0.0249938011 0.0212472673
0.0018732669
-
15.4645572116 0.0255888916 0.0217437648
0.0019225634
-
15.8511711419 0.0261839821 0.0221170211
0.0020334805
-
16.2377850721 0.0267790727 0.0227121116
0.0020334805
-
16.6243990024 0.0273741632 0.0235043881
0.0019348875
-
17.0110129327 0.0279692537 0.0240994786
0.0019348875
-
17.3976268630 0.0291594347 0.0252896596
0.0019348875
-
17.7842407933 0.0297545252 0.0257615088
0.0019965082
-
18.1708547236 0.0303496157 0.0262333581
0.0020581288
-
18.5574686539 0.0309447062 0.0267545039
0.0020951012
-
18.9440825842 0.0315397967 0.0271770566
0.0021813700
-
19.3306965145 0.0321348872 0.0276982024
0.0022183424
-
19.7173104448 0.0327299777 0.0282932929
0.0022183424
-
20.1039243750 0.0339201587 0.0297299564
0.0020951012
-
20.4905383053 0.0351103397 0.0308954891
0.0021074253
-
20.8771522356 0.0357054302 0.0315152279
0.0020951012
-
21.2637661659 0.0363005207 0.0321596149
0.0020704529
-
21.6503800962 0.0368956112 0.0327793536
0.0020581288
-
22.0369940265 0.0374907017 0.0332758511
0.0021074253
-
22.4236079568 0.0380857922 0.0337230522
0.0021813700
-
22.8102218871 0.0386808827 0.0343181427
0.0021813700
-
23.1968358174 0.0392759732 0.0346667507
0.0023046113
-
23.5834497476 0.0404661542 0.0357829869
0.0023415836
-
23.9700636779 0.0416563352 0.0370964092
0.0022799630
-
24.3566776082 0.0428465162 0.0382372937
0.0023046113
-
24.7432915385 0.0446317878 0.0399239722
0.0023539078
-
25.1299054688 0.0458219688 0.0407444295
0.0025387696
-
25.5165193991 0.0476072403 0.0295154255
0.0090459074
Tabel 3.36 Tabel Pengolahan data sampel C1 besar

Stress-Strain Curve of C1
30

25

20
Stress (MPa)

15 Aksial
Lateral
10
Volumetrik
5

0
-0.02 -0.01 0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06
Strain
Grafik 3.20 Grafik Tegangan Regangan sampel C1 besar

Sampel C2

Strain

Normal Stress
Aksial Lateral Volumetrik
(Mpa)
0 0 0 0
0.3801835470 0.0024071009 0.0000000000 0.0024071009
-
0.7603670940 0.0042124267 0.0040902146
0.0000611060
-
1.1405506410 0.0054159771 0.0038761055
0.0007699358
-
1.5207341881 0.0066195276 0.0048107894
0.0009043691
-
1.9009177351 0.0078230781 0.0055988190
0.0011121295
-
2.2811012821 0.0090266286 0.0064357334
0.0012954476
-
2.6612848291 0.0096284038 0.0065486604
0.0015398717
-
3.0414683761 0.0108319543 0.0074100172
0.0017109685
-
3.4216519231 0.0114337295 0.0077429260
0.0018454018
-
3.8018354702 0.0126372800 0.0085553979
0.0020409410
-
4.1820190172 0.0132390552 0.0089127491
0.0021631531
-
4.5622025642 0.0138408304 0.0092701002
0.0022853651
-
4.9423861112 0.0150443809 0.0102781114
0.0023831347
-
5.3225696582 0.0156461562 0.0106110202
0.0025175680
-
5.7027532052 0.0162479314 0.0110416986
0.0026031164
-
6.0829367522 0.0174514819 0.0120497098
0.0027008860
-
6.4631202993 0.0186550323 0.0130821634
0.0027864345
-
6.8433038463 0.0192568076 0.0135861690
0.0028353193
-
7.2234873933 0.0198585828 0.0141146170
0.0028719829
-
7.6036709403 0.0210621333 0.0153181675
0.0028719829
-
7.9838544873 0.0216639085 0.0159199427
0.0028719829
-
8.3640380343 0.0228674590 0.0170012812
0.0029330889
-
8.7442215814 0.0234692342 0.0175786140
0.0029453101
-
9.1244051284 0.0240710095 0.0181315044
0.0029697525
-
9.5045886754 0.0246727847 0.0187332797
0.0029697525
-
9.8847722224 0.0258763352 0.0198146181
0.0030308585
-
10.2649557694 0.0264781104 0.0203430661
0.0030675222
-
10.6451393164 0.0270798857 0.0209203990
0.0030797434
-
11.0253228635 0.0282834361 0.0221239494
0.0030797434
-
11.4055064105 0.0288852114 0.0227257247
0.0030797434
-
11.7856899575 0.0294869866 0.0233274999
0.0030797434
-
12.1658735045 0.0306905371 0.0245310504
0.0030797434
-
12.5460570515 0.0312923123 0.0251328256
0.0030797434
-
12.9262405985 0.0318940876 0.0257346008
0.0030797434
-
13.3064241455 0.0330976380 0.0269381513
0.0030797434
-
13.6866076926 0.0336994133 0.0275399266
0.0030797434
-
14.0667912396 0.0343011885 0.0281417018
0.0030797434
-
14.4469747866 0.0355047390 0.0293452523
0.0030797434
-
14.8271583336 0.0361065142 0.0299470275
0.0030797434
15.2073418806 0.0367082895 - 0.0305488027
0.0030797434
-
15.5875254276 0.0379118399 0.0317523532
0.0030797434
-
15.9677089747 0.0385136152 0.0323296860
0.0030919646
-
16.3478925217 0.0397171656 0.0333621397
0.0031775130
-
16.7280760687 0.0409207161 0.0345168053
0.0032019554
-
17.1082596157 0.0415224913 0.0351185806
0.0032019554
-
17.4884431627 0.0427260418 0.0363221310
0.0032019554
-
17.8686267097 0.0433278171 0.0369239063
0.0032019554
-
18.2488102567 0.0439295923 0.0375256815
0.0032019554
-
18.6289938038 0.0451331428 0.0387292320
0.0032019554
-
19.0091773508 0.0463366932 0.0398594552
0.0032386190
-
19.3893608978 0.0475402437 0.0408919089
0.0033241674
-
19.7695444448 0.0487437942 0.0420221321
0.0033608310
-
20.1497279918 0.0493455694 0.0425261377
0.0034097159
-
20.5299115388 0.0505491199 0.0436808034
0.0034341583
-
20.9100950859 0.0511508951 0.0441603666
0.0034952643
-
21.2902786329 0.0523544456 0.0452661474
0.0035441491
-
21.6704621799 0.0529562209 0.0458679227
0.0035441491
-
22.0506457269 0.0541597713 0.0469492611
0.0036052551
-
22.4308292739 0.0553633218 0.0481528116
0.0036052551
-
22.8110128209 0.0571686475 0.0498359252
0.0036663611
-
23.1911963680 0.0583721980 0.0509172637
0.0037274672
-
23.5713799150 0.0601775237 0.0524781653
0.0038496792
Tabel 3.37 Tabel Pengolahan data sampel C2 besar

Stress-Strain Curve of C2
25

20
Stress (MPa)

15
Aksial
10 Lateral
Volumetrik
5

0
-0.02 0 0.02 0.04 0.06 0.08
Strain

Grafik 3.21 Grafik Tegangan Regangan sampel C2 besar

Sampel C3

Strain

Normal Stress (Mpa) Aksial Lateral Volumetrik


0 0 0 0
0.3851095203 0.0005878895 0.0000000000 0.0005878895
-
0.7702190407 0.0017636684 0.0010010608
0.0003813038
-
1.1553285610 0.0035273369 0.0021497231
0.0006888069
-
1.5404380813 0.0047031158 0.0027350961
0.0009840098
-
1.9255476017 0.0058788948 0.0036156721
0.0011316113
-
2.3106571220 0.0070546737 0.0042256454
0.0014145141
-
2.6957666423 0.0082304527 0.0052046224
0.0015129151
-
3.0808761627 0.0094062316 0.0059867974
0.0017097171
-
3.4659856830 0.0105820106 0.0070887756
0.0017466175
-
3.8510952033 0.0117577895 0.0080677526
0.0018450185
-
4.2362047237 0.0129335685 0.0090959301
0.0019188192
-
4.6213142440 0.0135214580 0.0097084198
0.0019065191
-
5.0064237643 0.0141093474 0.0101733081
0.0019680197
-
5.3915332847 0.0152851264 0.0111030846
0.0020910209
-
5.7766428050 0.0158730159 0.0116909741
0.0020910209
-
6.1617523253 0.0170487948 0.0126207505
0.0022140221
-
6.5468618457 0.0176366843 0.0126428344
0.0024969250
-
6.9319713660 0.0188124633 0.0137448126
0.0025338253
-
7.3170808863 0.0194003527 0.0141359001
0.0026322263
-
7.7021904067 0.0211640212 0.0158257678
0.0026691267
-
8.0872999270 0.0211640212 0.0157519670
0.0027060271
-
8.4724094473 0.0217519106 0.0162906560
0.0027306273
-
8.8575189677 0.0223398001 0.0168047448
0.0027675277
-
9.2426284880 0.0229276896 0.0173680340
0.0027798278
-
9.6277380083 0.0241034685 0.0184208117
0.0028413284
-
10.0128475287 0.0246913580 0.0189841010
0.0028536285
-
10.3979570490 0.0252792475 0.0194489892
0.0029151292
-
10.7830665693 0.0258671370 0.0199138774
0.0029766298
-
11.1681760897 0.0264550265 0.0204033659
0.0030258303
-
11.5532856100 0.0293944738 0.0231214111
0.0031365314
11.9383951303 0.0299823633 - 0.0236108996
0.0031857319
-
12.3235046507 0.0305702528 0.0241495886
0.0032103321
-
12.7086141710 0.0311581423 0.0246636773
0.0032472325
-
13.0937236913 0.0314520870 0.0249084216
0.0032718327
-
13.4788332117 0.0317460317 0.0252023663
0.0032718327
-
13.8639427320 0.0317460317 0.0252023663
0.0032718327
-
14.2490522523 0.0320399765 0.0254225103
0.0033087331
-
14.6341617727 0.0326278660 0.0260103998
0.0033087331
-
15.0192712930 0.0335097002 0.0268184333
0.0033456335
-
15.4043808133 0.0340975897 0.0274063227
0.0033456335
-
15.7894903337 0.0346854791 0.0278958112
0.0033948339
-
16.1745998540 0.0352733686 0.0284837007
0.0033948339
-
16.5597093743 0.0358612581 0.0290715902
0.0033948339
-
16.9448188947 0.0364491476 0.0296594797
0.0033948339
-
17.3299284150 0.0370370370 0.0302473691
0.0033948339
-
17.7150379354 0.0379188713 0.0311292034
0.0033948339
-
18.1001474557 0.0385067607 0.0317170928
0.0033948339
-
18.4852569760 0.0390946502 0.0323049823
0.0033948339
-
18.8703664964 0.0399764844 0.0331376160
0.0034194342
-
19.2554760167 0.0405643739 0.0336517048
0.0034563346
-
19.6405855370 0.0417401529 0.0347044825
0.0035178352
-
20.0256950574 0.0423280423 0.0352431715
0.0035424354
-
20.4108045777 0.0435038213 0.0362713490
0.0036162362
-
20.7959140980 0.0446796002 0.0373979274
0.0036408364
-
21.1810236184 0.0464432687 0.0391123954
0.0036654367
-
21.5661331387 0.0476190476 0.0400913723
0.0037638376
-
21.9512426590 0.0482069371 0.0406792618
0.0037638376
-
22.3363521794 0.0487948266 0.0410949496
0.0038499385
-
22.7214616997 0.0499706055 0.0422215280
0.0038745387
-
23.1065712200 0.0511463845 0.0432251053
0.0039606396
-
23.4916807404 0.0529100529 0.0449395732
0.0039852399
-
23.8767902607 0.0540858319 0.0460907519
0.0039975400
-
24.2618997810 0.0552616108 0.0471189294
0.0040713407
-
24.6470093014 0.0570252792 0.0487595966
0.0041328413
-
25.0321188217 0.0587889477 0.0504494643
0.0041697417
-
25.4172283420 0.0611405056 0.0528010222
0.0041697417
-
25.8023378624 0.0640799530 0.0556912691
0.0041943419
-
26.1874473827 0.0676072898 0.0589726035
0.0043173432
Tabel 3.38 Tabel Pengolahan data sampel C3 besar
Stress-Strain Curve of C3
30

25

20
Stress (MPa)

15 Aksial
Lateral
10
Volumetrik
5

0
-0.02 0 0.02 0.04 0.06 0.08
Strain

Grafik 3.22 Grafik Tegangan Regangan sampel C3 besar

Perhitungan

Hasil Sampel Besar


A1 A2 A3 B1 B2 B3 C1 C2 C3
σc 14.179 12.131 11.563 16.196 17.993 14.625 25.517 23.571 26.187
σE 12.263 10.994 10.406 14.313 14.548 12.316 23.197 21.290 21.566
E 251.793 252.530 299.639 292.788 341.651 227.570 535.980 391.697 387.347
ε1 -0.00076 -0.00464 -0.00336 -0.00446 -0.00359 -0.00371 -0.00905 -0.00385 -0.00432
ε2 0.05631 0.04804 0.03859 0.05532 0.05266 0.06427 0.04761 0.06018 0.06761
ν 0.014 0.097 0.087 0.081 0.068 0.058 0.190 0.064 0.064
Tabel 3.39 Tabel Pengolahan data UCS sampel besar

A 12.624
σc B 16.271
C 25.092
A 11.221
σE B 13.725
Mean

C 22.018
A 267.987
E B 287.336
C 438.341
A 0.066
ν B 0.069
C 0.106
Tabel 3.40 Tabel hasil UCS sampel kecil
3.8 Analisis dan Pembahasan
Jika melihat tabel rata-rata di atas, dapat diketahui bahwa komposisi penyusun dan
ukuran dimensi mempengaruhi sifat mekanis.
Dari tabel didapat bahwa hubungan antara komposisi penyusun dengan sifat mekanis
yang ada

σc A < σc B < σ c C
σe A < σ e B < σ e C
υ B < υA < υC
E A < EB < EC
Dari tabel didapat bahwa hubungan antara ukuran dimensi batuan dengan sifat
mekanis yang ada
σc Dimensi Kecil < σc Dimensi Besar
σe Dimensi Kecil < σe Dimensi Besar
υ Dimensi kecil < υ Dimensi Besar
E Dimensi Kecil < E Dimensi Besar
Hubungan yang didapat pada praktikum ini berlawanan dengan teori scale effect,
dimana batuan yang berdimensi kecil lebih lemah daripada batuan berdimensi besar. Hal ini
dipengaruhi oleh banyak kondisi sehingga menimbulkan anomali seperti ini.
3.9 Kesimpulan dan Saran

Batuan yang paling kuat pada uji kuat tekan adalah batuan C dengan perbandingan
komposisi pasir dan semen 1:1. Kandungan semen yang lebih banyak menghasilkan batuan
yang lebih kuat. Jadi kekuatan sampel akan bertambah dengan penambahan jumlah semen.

Batuan dengan dimensi lebih besar memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan
batuan berdimensi kecil. Teori scale effect yang ada saat ini tidak berlaku pada pengujian kali
ini yang dapat disebabkan oleh banyak hal.

Sampel harus dipersiapkan dengan baik. Permukaan sampel haruslah rata karena
kerataan ini bersangkutan dengan distribusi tegangan yang terjadi pada saat sampel diuji.
Jadi, preparasi sampel yang baik akan menghasilkan hasil uji yang baik. Preparasi alat harus
dilakukan dengan baik, pastikan semua alat bekerja, dan pastikan dial gauge terpasang
dengan benar. Pengamatan dan pengambilan data pada saat pengujian harus dilakukan
dengan teliti, agar dapat meminimalisir kesalahan paralaks, dan data yang didapatkan
memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan untuk pelaksanaan analisa dan pembahasan.

3.10 Daftar Pustaka


Rai, Made Astawa, Kramadibrata, Suseno, Wattimena, Ridho Kresna. 2014.
Mekanika Batuan. Bandung: Penerbit ITB

Modul Praktikum Mekanika Batuan TA-3102


BAB 4
UJI KUAT TARIK TAK LANGSUNG (BRAZILIAN TEST)

4.1 Tujuan:
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kuat tarik (tensile strength) dari percontoh
batu berbentuk silinder secara tak langsung.

4.2 Dasar Teori:


Menurut ASTM D 653-67 Standard Definition of Terms and Symbol yang berhubungan
dengan mekanika batuan dan mekanika tanah (Jumikis, 1983), kuat tarik dari suatu
material didefinisikan sebagai “tegangan tarik maksimum yang dapat dikembangkan oleh
suatu material. Pengujian kuat tarik pada batuan terdiri dari 2 macam, yaitu uji kuat tarik
langsung dan uji kuat tarik tak langsung (Brazilian test). Uji kuat tarik tak langsung
(Brazilian test) sering digunakan karena lebih mudah dilakukan daripada uji kuat tarik
langsung. Menurut Bieniawski (1967) dan Hawkes & Mellor (1971) serta ISRM (1981),
kuat tarik suatu contoh batuan dapat dihitung dengan persamaan berikut:

σt = Kuat Tarik (MPa)


F = Beban atau gaya tarik yang menyebabkan contoh batuan hancur (N)
D = Diameter contoh batuan (mm)
t = Ketebalan contoh batuan (mm)

Gambar 4.1 Uji Kuat Tarik Tak Langsung


Gambar 4.2 Ilustrasi Terjadinya Gaya Tarik Pada Brazilian Test

4.3 Alat dan Bahan


4.3.1 Mesin Tekan “Control”

Gambar 4.3 Mesin Tekan “Control”


4.3.2 Dial Gauge

Gambar 4.4 Dial Gauge

4.3.3 Jangka Sorong

Gambar 4.5 Jangka Sorong

4.3.4 Stop Watch

Gambar 4.6 Stopwatch


4.4 Langkah Kerja
1. Gunakan safety glasses dan safety shoes.
2. Siapkan formulir data jika pengambilan data dilakukan secara manual.
3. Siapkan contoh batuan dengan ukuran dimensi panjang=setengah kali diameter
(L=D/2)
4. Lakukan persiapan mesin tekan. Letakkan conth batuan di pusat antara plat atas
dan plat bawah mesin tekan dengan dinding silinder menempel pada plat atas dan
plat bawah dengan terlebih dahulu dilapisi kertas dan kertas karbon untuk
pembacaan sudut.
5. Pasang dial gauge untuk mengukur deformasi aksial.
6. Hidupkan mesin tekan sehingga contoh batuan menyentuh plat tekan bagian atas.
7. Lakukan pembacaan penambahan gaya setiap interval 1 kN dan catat proses
pembebanan deformasi aksial sampai contoh batuan pecah dan jarum hitam akan
bergerak kembali ke nol.
8. Ukur berapa sudut yang terbentuk di kertas yang tertempel kertas karbon dengan
menghitung luas pergeseran lalu dibagi luas selimut dan dikalikan 360 derajat.
9. Lakukan analisis.

4.5 Data
4.5.1 Data Dimensi
Sample Tinggi Tinggi Tinggi rataan Diameter Diameter Diameter Diameter rataan
Code 1 2 Tinggi 3 (L,mm) 1 2 3 (D,mm)
A1 44.65 44.3 44 44.31666667 81.9 82 82.45 82.11666667
A2 41.35 41.35 41.4 41.36666667 82.4 82 82.6 82.33333333
A3 41 41.1 41.25 41.11666667 82.6 82.9 81.6 82.36666667
B1 39.4 39.8 49.9 43.03333333 84.4 82.225 82.25 82.95833333
B2 39.4 39.45 40 39.61666667 84.3 84.3 84.325 84.30833333
B3 39.1 39.825 39.025 39.31666667 82.1 85.3 85.3 84.23333333
C1 40.1 40.4 40.4 40.3 82.025 81.2 82.05 81.75833333
C2 41.2 40.65 41.4 41.08333333 82.1 82.3 82.4 82.26666667
C3 40.8 40.1 40.025 40.30833333 82.45 82.05 82.05 82.18333333
Tabel 4.1 Data Dimensi Sampel Batuan
4.5.2 Data Regangan Selama Proses Deformasi
Force Sample Code
(kN) A1 A2 A3 B1 B2 B3 C1 C2 C3
1 15 7 8 14 8 6 7 6 12
2 23 11 12 20 13 11 12 11 20
3 31 22 18 24 21 16 18 17 26
4 36 27 23 29 26 21 21 20 32
5 41 39 27 34 31 25 27 25 39
6 46 44 33 39 35 29 31 29 44
7 37 40 36 39 36 50
8 44 44 43 56
9 50 48 61
10 55 67
11 75.5
Tabel 4.2 Data Regangan Selama Proses Deformasi Batuan

4.5.3 Data Sudut yang Terbentuk Selama Proses Deformasi


Luas dimensi
Sample pergeseran Sudut yang terbentuk
Code D (cm) t(cm) A(cm2) Atas (o) Bawah (o) Atas (o) Bawah (o)
A1 8.211666667 4.43166667 114.2689 3.15 3.96 9.923960058 12.4758355
A2 8.233333333 4.13666667 106.9439 6.11 6.11 20.56779986 20.5677999
A3 8.236666667 4.11166667 106.3406 2.28 2.34 7.718595997 7.92171694
B1 8.295833333 4.30333333 112.0972 3.12 3.2 10.01987817 10.2767981
B2 8.430833333 3.96166667 104.8765 2.8 2.73 9.611306983 9.37102431
B3 8.423333333 3.93166667 103.9897 3.42 3 11.8396341 10.385644
C1 8.175833333 4.03 103.4586 2.37 2.73 8.246774567 9.49944918
C2 8.226666667 4.10833333 106.1254 2.8 2.8 9.498200001 9.4982
C3 8.218333333 4.03083333 104.0179 2.765 3.44 9.569503263 11.9056388
Tabel 4.3 Data Sudut yang Terbentuk Selama Proses Deformasi
4.6 Pengolahan Data
Dengan menggunakan rumus

maka diperoleh data σt seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini.

Sample σt
Code F (N) π D (mm) L(mm) (MPa)
A1 6000 3.14 82.11666667 44.31666667 1.050155
A2 6000 3.14 82.33333333 41.36666667 1.122084
A3 7000 3.14 82.36666667 41.11666667 1.316525
B1 6000 3.14 82.95833333 43.03333333 1.0705
B2 7000 3.14 84.30833333 39.61666667 1.334904
B3 8000 3.14 84.23333333 39.31666667 1.538614
C1 9000 3.14 81.75833333 40.3 1.739826
C2 10000 3.14 82.26666667 41.08333333 1.884563
C3 11000 3.14 82.18333333 40.30833333 2.11502
Tabel 4.4 Data Kuat Tarik Sampel Batuan

4.7 Analisis dan Pembahasan


Dari hasil pengolahan data di atas, dapat dilihat hubungan antara σt dan regangan
maksimum.
ϵ
Sample Code σt (MPa) max(mm)

A1 1.050155 46

A2 1.122084 44

A3 1.316525 37

B1 1.0705 39

B2 1.334904 40
B3 1.538614 44

C1 1.739826 50

C2 1.884563 55

C3 2.11502 75.5

Tabel 4.5 Data Hubungan Antara Kuat Tarik dan Regangan

Rekahan

Gambar 4.7 Proses Terjadinya Rekahan


Gambar 4.8 Sampel Batuan yang Telah Diuji

Semakin tinggi regangan yang terjadi, semakin tinggi kuat tariknya. Dari data di atas,
juga menunjukkan bahwa ukuran dimensi batuan (L/D) yang berbeda, akan
menghasilkan kuat tarik yang berbeda juga. Semakin besar dimensi batuan, semakin
kecil kuat tarik batuan. Oleh karena urutan dimensi batuan (L/D) dari yang terkecil ke
terbesar adalah C,B,A, maka urutan kekuatan tarik batuan dari terkecil hingga terbesar
adalah A,B,C.
Dari data sudut yang terjadi ketika uji dilakukan, menunjukkan bahwa sudut yang
terkecil akan menghasilkan tingkat akurasi data yang lebih tinggi. Semakin besar sudut
pergeserannya, semakin berkurang tingkat akurasinya. Dalam hal ini, batuan sampel A3
memiliki tingkat akurasi yang paling tinggi karena sudut pergeserannya terkecil (8 o),
sedangkan batuan sampel A2 memiliki tingkat akurasi yang paling rendah karena sudut
pergeserannya terbesar (20o).
Gambar 4.9 Pengukuran Luas Pergeseran Untuk Mencari Sudut Pergeseran

4.8 Kesimpulan dan Saran


4.8.1 Kesimpulan
Dari laporan di atas, dapat disimpulkan bahwa
- Nilai kuat tarik dan regangan yang dihasilkan dari uji kuat tarik tak
langsung/Brazilian test adalah sebagai berikut
Sample ϵ
Code σt (MPa) max(mm)
A1 1.050155 46
A2 1.122084 44
A3 1.316525 37
B1 1.0705 39
B2 1.334904 40
B3 1.538614 44
C1 1.739826 50
C2 1.884563 55
C3 2.11502 75.5
Tabel 4.6 Nilai Kuat Tarik dan Regangan Sampel Batuan

- Semakin besar ukuran dimensi batuan (L/D), semakin kecil kekuatan


batuan.
- Semakin besar sudut pergeseran saat pengujian dengan Brazilian test,
semakin berkurang tingkat akurasinya.
4.8.2 Saran
- Sebaiknya alat dikalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan untuk uji
kuat tarik tak langsung agar hasil yang didapat lebih akurat.
- Sebaiknya taruh batuan yang akan diuji dalam posisi yang sesuai pada
mesin tekan agar sudut pergeseran yang terjadi saat pengujian tidak besar
dan hasil yang didapat lebih valid.

4.9 Pustaka
Rai, M.A., Kramadibrata, S., Wattimena, R.K.2014.Mekanika Batuan. Bandung: Penerbit ITB.
halaman 104-105
BAB V

UJI GESER LANGSUNG

(DIRECT SHEAR TEST)

7.1 Tujuan
Mengetahui kuat geser batuan, harga kohesi dan sudut geser dalam baik puncak,
semu atau sisa dari batuan pada tegangan normal tertentu.

7.2 Teeori Dasar


Kuat geser batuan merupakan perlawanan internal batuan terhadap tegangan
yang bekerja sepanjang bidang geser dalam batuan tersebut, yang dipengaruhi oleh
karakteristik intrinsik dan factor eksternal. Sampel batuan akan dikenakan gaya normal
(Fn) tertentu yang diaplikasikan tegak lurus terhadap permukaan bidang diskontinu dan
gaya geser atau horizontal (Fs) dikenakan untuk menggeser contoh batuan hingga
pecah.

Pada perpindahan yang relatif kecil, batuan akan mengikuti perilaku elastis. Hal
ini ditandai dengan hubungan linier antara tegangan geser dan perpindahan. Setelah
melewati tahap elastis, pada umumnya batuan getas akan mengalami deformasi plastis
dan kemudian runtuh ketika tegangan yang bekerja mencapai kekuatan geser puncak
batuan. Setelah itu, tengangan geser yang digunakan untuk menggeser batuan akan
turun hingga mencapai nilai yang konstan dan disebut dengan kekuatan sisa batuan.
Dengan uji geser langsung ini akan didapat :

1. Garis Coulomb’s shear strength


2. Kuat geser (shear strength)
3. Sudut geser dalam ()
4. Kohesi (C)
7.3 Alat dan Bahan
1. Direct shear box apparatus test

Gambar5.1 Alat Uji Geser Langsung

2. Jangka sorong

Gambar 5.2 Jangka Sorong

3. Stopwatch
Gambar 5.3 Stopwatch

7.4 Langkah Kerja


1. Pakai peralatan safety shoes dan safety google
2. Contoh batuan diletakkan dalam suatu cetakan beton dengan perbandingan tertentu
sehingga merupakan suatu kesatuan dengan beton tersebut
3. Letakkan contoh batuan yang telah berada dalam cetakan beton ke dalam alat shear
box
4. Pasang dial gauge intuk mengukur perpindahan pada arah pergeseran
5. Berikan gaya normal menggunakan bandul dengan berat tertentu
6. Berikan gaya geser dengan besar tertentu menggunakan mesin direct shear otomatis
7. Lakukan oembacaan pertambahan gaya setiap interval deformasi sebesar 0,5 mm.
lakukan tegangan geser mencapai puncak
8. Setelah contoh batuan patah, berikan gaya yang berlawanan arah dengan gaya yang
sebelumnya sampai tengangan gesernya mencapai puncak
9. Selama pemberian gaya, lakukan pula pembacaan gaya setiap interval deformasi
sebesar 0,5 mm

7.5 Rumus Perhitungan

Kriteria yang digunakan dalam kuat geser batuan adalah kriteria Mohr –
Coulomb Linear

 = C + 
Dimana :

 = tegangan geser

C = kohesi

 = tegangan normal

 = koefisien geser dalam dari batuan = tan 


Beban normal yang bekerja ditentukan berdasarkan pada berat overburden
sesuai dengan kedalaman setiap contoh batuan.

Berat Overburden (Tegangan Insitu)

Ph = ρ . g . h (Pa)

Dimana :

ρ = berat jenis jenuh (kg/m3)

g = 10 m/s2

h = kedalaman

Sehingga beban Normal (Fn)

Fn = Ph . A (Newton)

Dimana :

Fn : Beban normal (N)

A : Luas penampang contoh batuan (m2)

Tegangan Normal (σn)

Fn
n =
A

Dimana :

Fn : beban gaya normal (N)

As : luas permukaan bidang geser (m2)

Jika luas permukaan bidang geser membentuk sudut sebesar α maka luas
permukaaan bidang geser harus dikoreksi sebesar As cos α.

Tegangan Geser (τnt)

Fgeser max
τnt =
As
7.6 Data Percobaan

Samp
Sampel 1 (0,2 kN) Sampel 2 (0,4 kN) Sampel 3 (0,6 kN)
el
Diameter 1 (mm) 59.5 57.8 56.1 yang
digun
Diameter 2 (mm) 60.9 62.1 60.2
akan
Diameter 3 (mm) 60.9 58.2 58.4 adalah
batupa
Sudut bidang geser 180 240 290
sir

Tabel 5.1 Diameter Sampel Batupasir

Pergeseran Gaya Normal = 0,2 Gaya Normal = 0,4 Gaya Normal = 0,6
(mm) kN kN kN
Gaya Horizontal Gaya Horizontal Gaya Horizontal
Puncak Residual Puncak Residual Puncak Residual
(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm)
0,5 26 15 32 8 27 1
1 57 13 50 10 31 2
1,5 66 10 67 15 35 3
2 76 9 82 20 42 3
2,5 84 25 48 3.5
3 28 55 12
3,5 30 60 25
4 32 71 38
4,5 91
5 110
5,5 128
Tabel 5.2 Gaya Horizontal dan Pergeseran Sampel Batupasir
7.7 Pengolahan Data

Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3


Diameter (mm) 60,43 59.37 58.23
Luas permukaan (A) 2868.105 2768.37 2663.07
(mm2)
Tabel 5.3 Diameter dan Luas Permukaan Sampel Batupasir

Pergeseran Gaya Normal = Gaya Normal = Gaya Normal =


(mm) 0,121 MPa 0,240 Mpa 0,374 MPa
Tegangan Geser Tegangan Geser Tegangan Geser
Puncak Residual Puncak Residual Puncak Residual
(MPa) (MPa) (MPa) (MPa) (MPa) (MPa)
0,5 0.3172 0.183 0.3904 0.0976 0.3294 0.0122
1 0.6954 0.1586 0.61 0.122 0.3782 0.0244
1,5 0.8052 0.122 0.8174 0.183 0.427 0.0366
2 0.9272 0.1098 1.0004 0.244 0.5124 0.0366
2,5 1.0248 0.305 0.5856 0.0427
3 0.3416 0.671 0.1464
3,5 0.366 0.732 0.305
4 0.3904 0.8662 0.4636
4,5 1.1102
5 1.342
5,5 1.5616
Tabel 5.4 Tegangan Geser dan Pergeseran Sampel Batupasir

No Area FNormal FShear (Mpa) 𝝈Normal 𝝉 (MPa)


(mm2) (kN) Puncak Residual (MPa) Puncak Residual
1 2868.105 0.2 1.532 0.181 0.121 0.9272 0.1098
2 2768.37 0.4 1.708 1.768 0.240 1.0248 0.3904
3 2663.07 0.6 2.505 0.743 0.374 1.5616 0.4636
Tabel 5.5 Tegangan Normal dan Tegangan Geser Sampel Batupasir
Kurva Tegangan Geser
1.8
1.6 y = 4.4418x
1.4
1.2
1
0.8
0.6
y = 1.3218x
0.4
0.2
0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3 0.35 0.4

Puncak Residual

Grafik 5.1 Kurva Tegangan Geser

Dari kurva diatas, diperoleh :

Puncak:
 Cohesion (MPa) = 0
 Internal Fraction Angle =77.310
Residual:

 Cohesion (Mpa) = 0
 Internal Fraction Angle =52.890

7.7 Analisis dan Pembahasan


Berdasarkan hasil percobaan, diperoleh bahwa sudut gesek dalam reisdual
memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan puncak. Didapat dua garis linear
puncak dan residual yang tidak sejajar namun berpotongan di sekitar titik nol. Nilai
kohesi yang diperoleh mendekati nol.

Hal ini berarti data yang diperoleh dari percobaan masih dalam batas wajar
karena memberikan hubungan yang benar.
7.8 Kesimpulan dan Saran
Hasil uji geser langsung menyatakan kuat geser batuan puncak: τp = σn tan
77.3° + 0.0; serta residual Residual : τR = σn tan 52.89° +0,0.

Cohesion (C) pada keadaan puncak dan Residual mendekati nol dengan sudut
gesek dalam pada keadaan puncak dan residual masing-masing adalah 77.31o dan
52.89o. Sudut Geser : Sampel 1 (0.2 kN) = 18o; Sampel 2 (0.4 kN) = 24o ; Sampel 3
(0.6 kN) = 29o.

7.9 Daftar Pustaka


Rai, M.A., Kramadibrata, S., Wattimena, R.K., TA3111 Mekanika Batuan hal. 68-70
BAB VI

UJI POINT LOAD

6.1 Tujuan
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan (strength) dari sample
perconto batuan secara tidak langsung di lapangan. Sample batuan ini berbentuk silinder
atau tidak beraturan.

6.2 Teori Dasar

Uji Point Load merupakan uji indeks untuk memprediksi nilai UCS suatu batuan
secara tidak langsung di lapangan. Point Load Test atau pengujian titik beban merupakan
substansi pengujian dari faktor kehadiran bidang lemah yang mempengaruhi kecepatan
rambat gelombang ultrasonik dari suatu batuan (spesimen batuan). Uji Point load
dilakukan karena prosedurnya mudah, alatnya kecil dan mudah dibawa. Pengujian ini
dilakukan untuk mengetahui kekuatan ( strength ) dari perconto batuan secara tidak
langsung dilapangan.

Peralatan yang digunakan mudah dibawa-bawa, tidak begitu besar dan cukup
ringan. Pengujian cepat, sehingga dapat diketahui kekuatan batuan dilapangan, sebelum
pengujian dilaboratorium dilakukan. Menurut Broch & Franklin (1972) indeks Point Load
(Is) suatu sampel batuan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:

P
Is =
De2

Dimana : Is = Point load strength index ( Index Franklin )

P = Beban maksimum sampai percontoh pecah

De = Jarak antara kedua konus penekan

Hubungan antara index franklin (Is) dengan kuat tekan (σc) menurut
BIENIAWSKI sebagai berikut:

σc= 18 – 23 Is

Untuk diameter percontoh = 50 mm. Jika Is = 1 Mpa maka index tersebut tidak
lagi mempunyai arti sehingga disarankan untuk menggunakan pengujian lain dalam
penentuan kekuatan (strength) batuan. Apabila diameter sampel batuan yang digunakan
bukan 50 mm, maka diperlukan faktor koreksi terhadap persamaan yang diturunkan oleh
Broch dan Franklin

Sampel batuan yang digunakan bentuknya bebas. Pengujian ini menggunakan


mesin uji point load dengan perconto berbentuk silinder atau suatu bongkah batuan
berbentuk lain yang tidak beraturan. Pengujian point load ini merupakan pengujian yang
dapat dilakukan langsung di lapangan. Perconto yang disarankan untuk pengujian ini
adalah batuan berbentuk silinder dengan diameter kurang lebih 50 mm. Dari uji ini akan
didapatkan nilai point load strength index (Is) yang akan menjadi patokan untuk
menentukan nilai kuat tekan batuan (c).

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil uji tekan adalah:


1. Gesekan antara plat tekan dengan permukaan perconto batuan.
2. Geometri perconto batuan seperti bentuk, perbandingan tinggi diameter, ukuran
perconto batuan.
3. Kecepatan pembebasan
4. Lingkungan seperti kandungan uap air, cairan.
5. Mineralogi, ukuran butir dan porositas

Hawkins (1989) melakukan penelitian hubungan efek skala PLI terhadap kuat
tekan pada dua bentuk sampel yaitu, kubus dan silinder. Dari pengamatan tersebut,
disimpulkan bahwa semakin kecil ukuran sampel baik untuk kubus dan silinder maka
nilai kuat tekannya juga menurun. Selain itu juga tampak bahwa variasi nilai kuat tekan
pada sampel bentuk kubus lebih besar daripada sampel silinder.

6.3 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan :

1) Mesin pengujian point load tester, untuk menekan perconto yang berbentuk silinder,
balok atau bentuk tidak beraturan lainnya dari satu arah secara menerus/ kontinu
hingga perconto pecah.
2) Mistar, untuk mengetahui jarak perubahan axial antara dua konus penekan pada alat
point load.
3) Dial gauge, untuk mengukur beban maksimum yang dapat diterima conto batuan,
hingga conto tersebut pecah.
4) Jangka Sorong

5) Perconto batuan berbentuk silinder, sampel yang digunakan adalah sembilan batu ujin
PLI (tiga dari masing-masing golongan A, B dan C)
6.4 Langkah Kerja

1. Gunakan peralatan safety shoes dan safety google yang diperlukan


2. Ukur panjang dan diameter seluruh sampel batuan menggunakan jangka sorong
3. Contoh batuan yang disarankan untuk pengujian ini adalah berbentuk silinder dengan
diameter = 50 mm.
4. Tempatkan contoh batuan di antara kedua konus penekan alat point load.
5. Atur kedua konus dengan menggunakan pompa hidraulik sampai contoh batuan dalam
keadaan terjepit oleh kedua konus penekan. Pastikan konus menjepit di tengah sampel
batuan.
6. Kalibrasi alat pengukur beban dalam keadaan nol, kemudian set dalam keadaan peak
7. Ukur jarak antara kedua konus penekan sebelum pengujian pada mistar.
8. Tambah tekanan kedua konus pada contoh batuan secara konstan sampai contoh
batuan failure.
9. Pembebanan dihentikan setelah specimen mengalami pecah dan matikan alat penekan
apabila percontoh batuan sudah pecah.
10. Catat beban maksimum yang diberikan alat pada jarum penunjuk dial gauge saat
contoh batuan failure
11. Ukur jarak antara kedua konus penekan setelah pengujian pada mistar, maka akan
didapatkan nilai jarak antara kedua konus penekan.
6.5 Rumus Perhitungan

1. Panjang rata-rata (mm)


Lrata-rata = (panjang 1 + panjang 2 + panjang 3) / 3
2. Diameter rata-rata (mm)
Drata-rata = (diameter 1 + diameter 2 + diameter 3) / 3
3. Delta jarak antara kedua konus penekan (De) (mm)
De = jarak antar konus penekan awal – jarak antar konus penekan akhir
4. Beban maksimum batuan P (kN)
P = Angka Uji PLI pada dial gauge * 1,9037
5. Point load strength index ( Index Franklin ) (Is) (MPa)
Is = P/De2
6. Kuat tekan (σc) (MPa)
σc = 18-23 Is
Pada pengolahan data Uji Point Load ini digunakan σc = 23 Is MPa

6.6 Data Percobaan

jarak antar Angka


Panjang (mm) Diameter (mm) konus Uji
Kode
penekan PLI
No. Sample
pada
PLI Awal Akhir
1 2 3 1 2 3 dial
(mm) (mm)
gauge
1 A-1 70.8 70.7 70.7 53.7 54.025 55.025 51 48 1.90
2 A-2 71.025 71.4 71.35 54.4 55.05 55.4 54 50 3.79
3 A-3 72.7 72.7 72.8 54.65 54.65 55.025 53 49.5 3.26
4 B-1 71.425 72.45 72.425 54.2 55.45 54.2 53.5 50 3.97
5 B-2 74.35 74.325 74.35 55.45 54.4 55.075 53.5 49.5 3.97
6 B-3 73.3 73.25 73.15 54.125 55.05 54 53 50 3.72
7 C-1 76.4 77.425 76.4 54.375 55.45 54.3 53.5 50.5 5.08
8 C-2 74.25 74.4 74.325 55.3 55.475 54.25 53.5 50 2.87
9 C-3 76.35 76.1 76.3 54.35 54.1 54.2 53.5 49.5 5.32
6.7 Pengolahan data

Delta jarak P (Angka


Kode Panjang Diameter
antar konus Uji PLI x De2 Is = P/De2 σc = 18-23
Sample rata-rata rata-rata
penekan 1,9037) (mm2) (MPa) Is (MPa)
PLI (mm) (mm)
(De) (mm) (kN)
A-1 70.73333 54.25 3 3.61703 9 401.89222 9243.52111
A-2 71.25833 54.95 4 7.215023 16 450.93894 10371.5956
A-3 72.73333 54.775 3.5 6.206062 12.25 506.61731 11652.198
B-1 72.1 54.61667 3.5 7.557689 12.25 616.9542 14189.9467
B-2 74.34167 54.975 4 7.557689 16 472.35556 10864.1779
B-3 73.23333 54.39167 3 7.081764 9 786.86267 18097.8413
C-1 76.74167 54.70833 3 9.670796 9 1074.5329 24714.2564
C-2 74.325 55.00833 3.5 5.463619 12.25 446.00971 10258.2234
C-3 76.25 54.21667 4 10.127684 16 632.98025 14558.5458

Rata-Rata Indeks Point Load Batu Jenis A = 453.14949 MPa

Rata-Rata Indeks Point Load Batu Jenis B = 625.39081 MPa

Rata-Rata Indeks Point Load Batu Jenis C = 717.84095 MPa

Rata-Rata Kuat Tekan Batu Jenis A = 10422.43824 MPa

Rata-Rata Kuat Tekan Batu Jenis B = 14383.98865 MPa

Rata-Rata Kuat Tekan Batu Jenis C = 16510.34187 MPa

6.8 Analisis dan Pembahasan

Pada Uji Point Load sampel batuan yang ada terbagi menjadi 2 bagian yang mana
menunjukkan konus penekan berada tepat pada titik tekan yang memposisikan kedudukan
sampel tegak lurus secara vertikal.

Point Load Indeks dilakukan untuk mencari kuat tekan batuan secara tidak
langsung dengan cepat. Nilai indeks point load (Is) yang didapat bervariasi, hal ini dapat
terjadi karena perbedaan komposisi batuan. Dapat dilihat pada batuan jenis C (komposisi
semen:pasir = 1:1) memiliki kuat tekan yang paling kuat jika dibandingkan dengan
batuan jenis yang lain.

Pada percobaan, nilai P (beban maksimum batuan) yang tidak konstan pada
batuan A dikarenakan oleh tidak homogennya batuan akibat kadar pasir yang terlalu
banyak. Sedangkan pada batuan B dan C terlihat lebih konstan karena kadar semennya
sudah lebih banyak sehingga komposisi semen: pasir sudah hampir seimbang.
Lalu, adanya rekahan di dalam batuan yang tidak dapat dilihat dari luar akan
mengurangi kekompakan batuan tersebut dan mengurangi kekuatannya sehingga kuat
tekan batuannya menjadi rendah.

6.9 Kesimpulan dan Saran


Didapat:

Rata-Rata Kuat Tekan Batu Jenis A = 10422.43824 MPa

Rata-Rata Kuat Tekan Batu Jenis B = 14383.98865 MPa

Rata-Rata Kuat Tekan Batu Jenis C = 16510.34187 MPa

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa Indeks Point Load (Is) yang
semakin besar akan mempresentasikan kekuatan tekan batuan yang semakin besar juga.
Hal ini dikarenakan hubungan Is yang berbanding lurus dengan kuat tekan batuan. Sampel
C adalah batu yang paling kompak, komposisi semen:pasir penyusun sampel adalah 1:1
(seimbang). Sampel A adalah batu yang paling tidak kompak, komposisi semen:pasir
penyusun sampelnya tidak seimbang dimana komposisi pasirnya terlalu banyak
dibandingkan komposisi semennya.
Batuan yang secara kasat mata berbentuk padat, memilki ruang kosong atau celah
di dalamnya, yang mana hal ini akan mempengaruhi secara langsung strength/ kuat tekan
dari batuan. Meskipun demikian hal tersebut tidak menegasikan faktor-faktor lain yang
dapat mempengaruhi strength/ kuat tekan dari batuan di lapangan antara lain dipengaruhi
oleh faktor internal (ukuran butir, porositas batuan) dan faktor eksternal (gesekan antara
plat atas dengan permukaan batuan atas).
Saran, dalam melakukan Uji Point Load sebaiknya dipilih sampel batuan
berbentuk silinder dengan diameter kurang lebih 50 mm dan dalam penempatan konus
penekan diusahakan agar berada tepat pada tengah-tengah bidang sampel batuan.
Kemudian praktikan dalam mengkalibrasi alat harus teliti agar didapat hasil yang benar
serta praktikan harus sigap dalam mengukur jarak antara kedua konus penekan pada
mistar sebelumdan sesudah pengujian agar tidak terjadi kesalahan/ kehilangan data dan
data yang terkumpul nilainya valid.

6.10 Daftar Pustaka


Rai, M.A., Kramadibrata, S., Wattimena, R. K. 2014. Mekanika Batuan. Bandung:
Institut Teknologi Bandung. hal. 164-166
Samuel, dkk. 2015. Modul Praktikum Mekanika Batuan (TA-3102). Bandung: Institut
Teknologi Bandung. hal. 14-15

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0ah
UKEwjb4fjvjqLJAhUEKpQKHSnMCkUQFggaMAA&url=http%3A%2F%2Fwww.a
cademia.edu%2F6776905%2FLAPORAN_BAB_III_Point_Load_Test&usg=AFQjC
NG3ZFp2A7DYq-xNydaQ89nm-MtM9w&bvm=bv.108194040,d.dGo&cad=rja
Anonim. Point Load Test. diakses tanggal 21 November 2015 pukul 20.25

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&ved=0ah
UKEwjb4fjvjqLJAhUEKpQKHSnMCkUQFggmMAI&url=http%3A%2F%2Fwww.a
cademia.edu%2F8114496%2FLatar_Belakang&usg=AFQjCNFmwD4E6NxuY9UCp
Q18ud3tWDUurQ&bvm=bv.108194040,d.dGo&cad=rja diakses tanggal 21
November 2015 pukul 20.35

https://www.academia.edu/9328601/kuat_tekan_batuan Anwar, Khairul. 2010.


Laporan Praktikum Mekanika Batuan Uji Kuat Tekan Batuan. Padang. diakses
tanggal 21 November 2015 pukul 20.50
LAMPIRAN